Anda di halaman 1dari 13

TeoriDasar

Serbuk
Bahan obat sebelum dibentuk tablet, pada umumnya berbentuk serbuk yang seragam,
menyebabkan keseragaman pada bentuk tablet. Persyaratan serbuk yang baik adalah bentuk dan
warna teratur, memiliki daya alir yang baik (free flowing), menunjukkan kekompakan mekanis
yang memuaskan, tidak terlampau kering, dan hancur baik di dalam air (Voigt, 1984). Beberapa
uji yang biasa digunakan untuk mengetahui kualitas fisik serbuk antara lain:
1. Waktu alir serbuk dan sudut istirahat
Parameter yang digunakan untuk mengevaluasi massa tablet adalah pemeriksaan laju alirnya.
Massa tablet dimasukkan sampai penuh ke dalam corong alat uji waktu alir dan diratakan. Waktu
yang diperlukan seluruh massa untuk melalui corong dan berat massa tersebut dicatat. Laju alir
dinyatakan sebagai jumlah gram massa tablet yang melalui corong perdetik. Adapun caranya
adalah ditimbang 100g serbuk yang sudah terbentuk, kemudian dimasukkan kedalam corong
dengan ukuran tertentu yang bagian bawahnya tertutup. Alat dijalankan, kemudian dicatat
waktu yang diperlukan seluruh serbuk untuk melalui corong tersebut dengan menggunakan
stopwatch.Waktu alir serbuk yang baik adalah jika waktu yang diperlukan kurang lebih atau
sama dengan 10 detik untuk 100 gram serbuk. Dengan demikian kecepatan alir yang baik adalah
lebih besar dari 100 gram/detik (Lachman, 1994).
Kecepatan alir diperoleh dari waktu dalam detik yang diperlukan sejumlah tertentu serbuk untuk
mengalir melewati corong. Sudut istirahat diperoleh dengan mengukur tinggi dan diameter
tumpukan serbuk yang terbentuk.
Keterangan:
a=sudutistirahat
h=tinggitumpukan
d=diametertumpukanserbuk
Bilasudutdiamlebihkecilatausamadengan30menunjukkanbahwaserbukdapatmengalir
bebas,bilasudutlebihbesaratausamadengan40biasanyadayamengalirnyakurangbaik
(Lachman,1994).
2. Kerapatan curah dan kerapatan mampat
Kerapatancurahdidapatdarisejumlahtertentuserbukyangditimbangkemudiandimasukkanke
dalamgelasukurlaludicatatvolumenya.
Untuk mendapatkan kerapatan mampat, gelas ukur yang berisi serbuk tersebut diketukkan
setinggi2,5cmdalaminterval2detik.Setiap10ketukanvolumedicatatsampaivolumenyatidak
berubah
(Lachman, 1994).
Pengukuran lain dari sebukyang bebas mengalir adalah kompresibilitas yang dihitung dari
kerapatan serbuk, yaitu dengan memasukkan sejumlah tertentu serbuk kedalam gelas ukur.
Volume awal dicatat, kemudian diketukketuk sampai tidak terjadi pengurangan volume.
Selanjutnyadihitungpersenkompressibilitasnya.(Lachman,1994).
Vo=Volumeawalserbuk
Vi=Volumeserbuksetelahdiketukkan
TabelKompressibilitasdandayaalir(Lachman,1994).
3. Uji Susut Pengeringan (LOD)
Sebanyak sepuluh gram massa cetak tablet (yang belum ditambahkan fasa luar) diletakkan pada
alat pengukur susut pengeringan (Loss on Drying) / Moisture determination balance (Ohaus),

dan dibiarkan hingga bobotnya tetap, susut pengeringan dihitung dengan menggunakan
rumus (Lachman, 1994) :
4.

Distribusi Ukuran Partikel


Ukuran partikel mempengaruhi salah satu. Metode yang umum dan dapat digunakan dengan
cepat untuk menentukan ukuran partikel serbuk secara kolektif adalah menggunakan peralatan
uji ayakan ( sieve analysis mesh ) (Voigt, 1984).
Pengayakan merupakan suatu metode yang paling sederhana, tetapi relatif lama dari penentuan
ukuran partikel adalah metode analisis ayakan. Di sini penentunya adalah pengukuran geometrik
partikel. Sampel diayak melalui sebuah susunan menurut besarnya lubang ayakan penguji yang
disusun ke atas. Bahan yang akan diayak dibawa pada ayakan teratas dengan lebar jala paling
besar. Partikel, yang ukurannya lebih kecil daripada lebar jala yang dijumpai, berjatuhan
melewatinya. Mereka membentuk bahan halus (lolos). Partikel yang tinggal kembali pada
ayakan, membentuk bahan kasar. Setelah suatu waktu ayakan tertentu (pada penimbangan 40150 g setelah kira-kira 9 menit) ditentukan melalui penimbangan, persentase mana dari jumlah
yang telah ditimbang ditahan kembali pada setiap ayakan (Voigt, 1984).

Tablet

1.

Tablet adalah sediaan padat kompak, dibuat secara kempa cetak, dalam bentuk tabung pipih atau
sirkuler, kedua permukaannya rata atau cembung, mengandung satu jenis obat atau lebih dengan
atau tanpa zat tambahan. Zat tambahan yang digunakan dapat berfungsi sebagai zat pengisi, zat
pengembang, zat pengikat, zat pelicin, zat pembasah atau zat lain yang cocok (Depkes RI, 1979).
Evaluasi sediaan tablet jadi meliputi :
Uji Keseragaman
Keseragaman sediaan dapat ditetapkan dengan salah satu dari beberapa metode, yaitu
keseragaman bobot atau keseragaman kandungan, keseragamanukurantablet. Persyaratan ini
digunakan untuk sediaan mengandung satu zat aktif dan sediaan mengandung dua atau lebih zat
aktif (Depkes RI, 1995).
Keseragamanukurantablet, syaratnyaadalahdiametertablettidaklebihdari3kalidantidak
kurangdari11/3tebaltablet.Persyaratan keseragaman bobot dapat diterapkan pada sediaan
padat (termasuk sediaan padat steril) tanpa mengandung zat aktif atau inaktif yang ditambahkan,
yang telah dibuat dari larutan asli dan dikeringkan dengan cara pembekuan dalam wadah akhir
dan pada etiket dicantumkan cara penyiapan ini (Depkes RI, 1995).
Tablettidakbersalutharusmemenuhisyaratkeseragamanbobotyangditetapkansebagaiberikut:
Timbang20tablet,hitungbobotrataratatiaptablet.Jikaditimbangsatupersatu,tidakboleh
lebihdari2tabletyangmasingmasingbobotnyamenyimpangdaribobotrataratanyalebih
besardarihargayangditetapkankolomA,dantidaksatutabletpunyangbobotnyamenyimpang
daribobotrataratanyalebihdarihargayangditetapkankolomB.Jikatidakmencukupi20
tablet,dapatdigunakan10tablet;tidaksatutabletpunyangbobotnyamenyimpanglebihbesar
dari bobot rata rata yang ditetapkan kolom A dan tidak satu tabletpun yang bobotnya
menyimpanglebihbesardaribobotrataratayangditetapkankolomB.

Bobotratarata

Penyimpananbobotratarata
dalam%
A

25 mg

15%

30%

26mg150mg

10%

20%

151mg300mg

7,5%

15%

>300mg

5%

10%
(DepkesRI,1979).

2.

Untukpenetapankeseragamansediaandengancarakeseragamanbobot,pilihtidakkurangdari
30 satuan. Sedangkan, persyaratan keseragaman dosis dipenuhi jika jumlah zat aktif dalam
masingmasingdari10satuansediaansepertiyangditetapkandaricarakeseragamanbobotatau
dalam keseragaman kandungan terletak antara 85,0% hingga 115,0% dari yang tertera pada
etiketdansimpanganbakurelatifkurangdariatausamadengan6,0%(DepkesRI,1995).
Persyaratan dipenuhi jika tidak lebih dari 1 satuan dari 30 terletak diluar rentang 85,0% hingga
115,0% dari yang tertera pada etiket dan tidak ada satuan yang terletak di luar rentang 75,0%
hingga 125,0% dari yang tertera pada etiket dan simpangan baku relatif dari 30 satuan sediaan
tidak lebih dari 7,8% (Depkes RI, 1995).
Waktu Hancur
Suatusediaantabletyangdiberikanperoral,agardapatdiabsorbsimakatablettersebutharus
terlarut(terdisolusi)atauterdispersidalambentukmolekular.Tahappertamauntuktabletagar
dapatterdisolusisegeraadalahtabletharushancur(Sulaiman,2007).
Waktu hancur adalah waktu yang dibutuhkan sejumlah tablet untuk hancur menjadi
serbuk/partikelpenyusunnyayangmampumelewatiayakanno.10yangterdapatdibagianbawah
alatuji.Alatyangdigunakanadalahdisintegrationtester,yangberbentukkeranjang,mempunyai
6 tube plastik yang terbuka dibagian atas, sementara dibagian bawah dilapisi dengan
ayakan/screenno.10mesh(Sulaiman,2007).
Faktorfaktoryangmempengaruhiwaktuhancursuatusediaantabletyaitusifatfisikserbuk,
kekerasan,porositastablet,dandayaserapserbuk.Penambahantekananpadawaktupenabletan
menyebabkan penurunan porositas dan menaikkan kekerasan tablet. Dengan bertambahnya
kekerasan tablet akan menghambat penetrasi cairan ke dalam poripori tablet sehingga
memperpanjangwaktuhancurtablet.Kecualidinyatakanlainwaktuhancurtabletbersaluttidak
>15menit(Nugrahani,2005).
Tabletyangakandiuji(sebanyak6tablet)dimasukkandalamtiaptube,ditutupdenganpenutup
dandinaikturunkankeranjangtersebutdalammediumairdengansuhu37C.Waktuhancur
dihitungberdasarkantabletyangpalingterakhirhancur.Persyaratanwaktuhancuruntuktablet
tidakbersalutadalahkurangdari15menit,untuktabletsalutguladansalutnonenterikkurang
dari30menit,sementarauntuktabletsalutenteriktidakbolehhancurdalamwaktu60menit
dalammediumasam,danharussegerahancurdalammediumbasa(Sulaiman,2007).

3.

4.

Uji Kerapuhan (Friabilitas) Tablet


Data friabilitas digunakan untuk mengukur ketahanan permukaan tablet terhadap gesekan yang
dialaminya sewaktu pengemasan dan pengiriman. Prinsipnya adalah menetapkan bobot yang
hilang dari sejumlah tablet selama diputar dalam friabilator selama waktu tertentu. Pada proses
pengukuran kerapuhan, alat diputar dengan kecepatan 25 putaran per menit dan waktu yang
digunakan adalah 4 menit. Jadi ada 100 putaran (Andayana, 2009). Kerapuhan dapat dievaluasi
dengan menggunakan friabilator (contoh nya Rosche friabilator) (Sulaiman, 2007).
Tablet yang akan diuji sebanyak 20 tablet, terlebih dahulu dibersihkan dari debunya dan
ditimbang dengan seksama. Tablet tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam friabilator, dan
diputar sebanyak 100 putaran selama 4 menit, jadi kecepatan putarannya 25 putaran per
menit. Setelah selesai, keluarkan tablet dari alat, bersihkan dari debu dan timbang dengan
seksama. Kemudian dihitung persentase kehilangan bobot sebelum dan sesudah perlakuan.
Tablet dianggap baik bila kerapuhan tidak lebih dari 1% (Andayana, 2009). Uji kerapuhan
berhubungan dengan kehilangan bobot akibat abrasi yang terjadi pada permukaan tablet.
Semakin besar harga persentase kerapuhan, maka semakin besar massa tablet yang hilang.
Kerapuhan yang tinggi akan mempengaruhi konsentrasi/kadar zat aktif yang masih terdapat pada
tablet. Tablet dengan konsentrasi zat aktif yang kecil (tablet dengan bobot kecil), adanya
kehilangan massa akibat rapuh akan mempengaruhi kadar zat aktif yang masih terdapat dalam
tablet (Sulaiman, 2007).
Hal yang harus diperhatikan dalam pengujian friabilitas adalah jika dalam proses pengukuran
friabilitas ada tablet yang pecah atau terbelah, maka tablet tersebut tidak diikutsertakan dalam
perhitungan. Jika hasil pengukuran meragukan (bobot yang hilang terlalu besar), maka pengujian
harus diulang sebanyak dua kali. Selanjutnya tentukan nilai rata-rata dari ketiga uji yang telah
dilakukan (Andayana, 2009).
Uji Kekerasan
Uji kekerasan tablet dapat didefinisikan sebagai uji kekuatan tablet yang mencerminkan
kekuatan tablet secara keseluruhan, yang diukur dengan memberi tekanan terhadap diameter
tablet. Tablet harus mempunyai kekuatan dan kekerasan tertentu serta dapat bertahan dari
berbagaigoncanganmekanikpadasaatpembuatan,pengepakandantransportasi.Alatyangbiasa
digunakan adalahhardness tester(Banker and Anderson, 1984). Kekerasan adalah parameter
yang menggambarkan ketahanan tablet dalam melawan tekanan mekanik seperti goncangan,
kikisan dan terjadi keretakan talet selama pembungkusan, pengangkutan dan pemakaian.
Kekerasaninidipakaisebagaiukurandaritekananpengempaan(Parrott,1971).
AlatyangdapatdigunakanuntukmengukurkekerasantabletdiantaranyaMonsantotester,Pfizer
tester,danStrong cobb hardness tester.Faktorfaktor yang mempengaruhi kekerasan tablet
adalahtekanankompresidansifatbahanyangdikempa.Kekerasaninidipakaisebagaiukuran
dari tekanan pengempaan. Semakin besar tekanan yang diberikan saat penabletan akan
meningkatkankekerasantablet.Padaumumnyatabletyangkerasmemilikiwaktuhancuryang
lama(lebihsukarhancur)dandisolusiyangrendah,namuntidakselamanyademikian.Pada
umumnyatabletyangbaikdinyatakanmempunyaikekerasanantara410kg.Namunhalinitidak
mutlak,artinyakekerasantabletdapatlebihkecildari4ataulebihtinggidari8kg.Kekerasan
tabletkurangdari4kgmasihdapatditerimadengansyaratkerapuhannyatidakmelebihibatas
yangditerapkan.Tetapibiasanyatabletyangtidakkerasakanmemilikikerapuhanyangtinggi
danlebihsulitpenanganannyapadasaatpengemasan,dantransportasi.
Kekerasan tablet lebih besar dari 10 kg masih dapat diterima, jika masih memenuhi persyaratan
waktu hancur/disintegrasi dan disolusi yang dipersyaratkan (Sulaiman, 2007). Uji

kekerasan dilakukan dengan mengambil masing-masing 10 tablet dari tiap batch, yang
kemudian diukur kekerasannya dengan alat pengukur kekerasan tablet. Persyaratan untuk tablet
lepas terkendali non swellable adalah 10-20 kg/cm2 (Nugrahani, 2005).
Read more: http://laporanakhirpraktikum.blogspot.com/2013/06/laporan-praktikum-pengenalanalat.html#ixzz3UbdembZR

Prosedur
PengujianSifatAlir
Sebanyak 15 gram serbuk ditimbang dan dimasukkan ke dalam corong alat uji waktu alir.
Penutup corong dibuka sehingga serbuk keluar sambil dinyalakan stopwatch dan ditampung
padabidangdatar.Waktualirserbukdicatatdansudutistirahatnyadihitungdenganmengukur
diameterdantinggitumpukanserbukyangkeluardarimulutcorong.
PengujianKerapatanSerbuk
15gramsampelditimbangseksamadenganmenggunakantimbangan,lalusampelyangsudah
ditimbangdimasukkansecarahatihatikedalamalattappeddensity,laludiratakan.Tinggiawal
darisampeldicatat,kemudiaalattappeddensitydinyalakanselama4menit,tinggiakhirsampel
setelah4menitdicatatkembali.
PengujianSusutPengeringan
Padaujiinidigunakanalatmoisturebalance.Ditimbangsebanyak10gramserbukuntukdiuji
nilaikadarair.AlatdinyalakandenganmenekantombolON.DibukaLODsecaraotomatis.
Lalu,ditekantombolTAREuntukmenarasuhudanbobotdariserbuk.Dimasukkanserbuk10
gram ke dalam tempat serbuk berbahan aluminium foil. Ditutup LOD secara otomatis dan
dipastikanbobotserbuksebelumdiujitelahkonstan.DitekantombolSTARTyangditandai
dengannyalalampupadaalatLODdengansuhu70 oC.Ditungguhinggabobotakhirkonstan
ataubiasanyaselama10menitalatotomatisberhentibekerja.Dicatatnilaibobotserbukakhir
yangterterapadaalat.Dihitungdanditentukankadarairserbuktersebutdenganmenggunakan
rumusLOD.
PengujianDistribusiPartikel
Pertama, kertas perkamen diletakkan pada timbangan digital, kemudian sejumlah serbuk
ditimbang dengan menggunakan timbangan digital sebanyak 15 gram. Lalu klep penutup
alatSieve Shakerdiputar dan dibuka penutup bagian atasnya. Selanjutnya, seluruh serbuk
dimasukkan ke dalam saringan paling atas. Lalu alat ditutup pada bagian atasnya, dan klep
dikencangkan.Setelahitu,alatdinyalakandenganmenekantombolON.Waktupengayakan
dihitungdariawalalatdinyalakanselama5menit.Setelah5menitditekantombolOFF.Klep
diputardanpenutupbagianatas alatdibuka.Selanjutnyasetiap serbukpadamasingmasing
saringanyangberbedaukuranmeshnyaditempatkanpadakertasperkamendanditimbangbobot
masingmasingserbuk.Alatiniterdiridarisusunanayakandariataskebawahyaitumesh12,14,
16,dan20sertamesinpenggetaratauvibrator.Ayakandisusundenganlubangayakanbesar
diatasdanayakanberlubangkecildibawahsecaraberurutan.
PengujianKeseragaman

Pada keseragaman bobot, sebanyak 20 tablet ditimbang seksama satu per satu dengan
menggunakan timbangan digital. Kemudian dicatat bobot masingmasing tablet dan dirata
ratakan.Padakeseragamanukuran,tabletsebanyak20buahdisiapkan.Masingmasingtablet
diukur diameter dan ketebalannya dengan menggunakan jangka sorong. Hasil pengukuran
dicatat,laludihitungrataratanya.
PengujianWaktuHancurTablet
Sebanyak6tabletdimasukkankedalammasingmasingkolom,kemudiandimasukkancakram
kedalammasingmasingkolomtersebut.Kolomtersebutdimasukkankedalambeakerglass
yangberisiairsebanyak1000mldengansuhu37oCyangtelahberadadidalamdisentegrator
tester. Dinyalakan disentegrator testerdan diamati keadaan tablet hingga semua hancur
sempurna.
UjiFriabilitas
Tabletditimbangdenganrentang66,5gramkemudiandimasukkankedalamalatfriabilitas
tester, tombol ON ditekan. Alat dinyalakan selama 4 menit. Kemudian setelah selesai, alat
dimatikandanmassatabletakhirditimbang.
PengujianKekerasanTablet
Pengujian dilakukan terhadap 20 tablet yang diambil secara acak, selanjutnya Pengujian
dilakukan dengan cara, sebuah tablet diletakkan di ruang penjepit di antara pegas dan penekan.
Kemudian dijepit dengan memutar bagian bawahnya hingga lampu stop menyala. Lalu ditekan
tombol hitam dengan panah ke kanan, setelah itu di amati. Jarum petunjuk tekanan akan bergerak
sesuai tekanan yang diberikan pada tablet. Saat tablet retak atau pecah, jarum akan berhenti pada
suatu angka sebagai penunjuk kekerasan tablet yang dinyatakan dalam satuan newton.
Read more: http://laporanakhirpraktikum.blogspot.com/2013/06/laporan-praktikum-pengenalanalat.html#ixzz3UbdnzRKi

Pembahasan
PengujianSifatAlir
Massacetakdiletakkandalamcorongalatujikecepatanaliryangbagianbawahnyaditutup.
Massacetak yang keluar dari alat tersebut dihitung kecepatan alirannya dengan menghitung
waktuyangdiperlukanolehsejumlahserbukuntukturunmelaluicorongalatpengujidengan
menggunakanstopwatchdarimulaidibukanyatutupbagianbawahhinggasemuamassaserbuk
mengalir keluar dari alat uji. Timbunan serbuk dapat digunakan untuk menghitung sudut
istirahat.Diameterrataratatimbunanserbukdantinggipuncaktimbunanserbukdiukur.
Tabel3.Hubunganantarasudutistirahatdengansifataliran
SudutIstirahat
SifatAliran
<25

Sangatbaik

2530

Baik

3040

Cukup

>40

Sangatsukar

Tabel4.HubunganantaraKecepatanAlirdenganSifatAliranSerbuk
KecepatanAlir
SifatAliranSerbuk
>10

Sangatbaik

410

Baik

1,64

Sukar

<1,6

Sangatsukar

Berdasarkanhasilpercobaan,ternyatadidapatsudutistirahatnyaadalah=16,11.Jikamelihat
darihasilpercobaan,dandibandingkandengantabelhubunganantarasifatalirandengansudut
istirahat,makadapatdisimpulkanbahwasifataliranserbuktersebutadalahsangatbaik,karena
sudutistirahatnyakurangdari25.
PengujianKerapatanSerbuk
Beberapa bagian massa cetak ditimbang (pada pengujian kali ini dilakukan terhadap dua
puluh lima gram massa cetak), kemudian dimasukkan ke dalam gelas ukurseratus mililiter.
Volumeawalserbukdicatat.Kerapatannyataadalahberatserbukdibagidenganvolumeawal
serbukyangdapatdihitungdenganformuladibawahini:
Kerapatannyata=
Hasil percobaan menunjukkan bahwa hasil kerapatan nyata nya adalah. Setelah dilakukan
penentuan kerapatan nyata di atas, kemudian ketukketukan gelas ukur tersebut dengan
menggunakanalatujikompresibilitashinggavolumeserbukkonstan.Kerapatanmampatadalah
berat serbuk dibagi dengan volume serbuk konstan yang dapat diketahui hasilnya dengan
formula:
Kerapatanmampat=
Hasil percobaan menunjukkan bahwa hasil kerapatan mampat nya adalah. Penentuan
kompresibilitasdigunakanuntukmenghasilkantabletyangbaik.Kompresibilitasdapatdilihat
darihargaindeksCarryangsangatbergantungpadakerapatannyatamaupunkerapatanmampat
dariserbukyaitudengancarakerapatanmampatdikurangikerapatannyata,laludibagidengan
kerapatanmampat.

Tabel5.HubunganantaraindeksCarrdenganjenisaliranserbuk.
Kompresibilitas(%)
SifatAliran
512

Sangatbaik

1218

Baik

1823

Cukup

2333

Kurang

3338

Sangatkurang

>38

Sangatburuk

Hasilpercobaanmenunjukkanbahwahasilkompresibilitasnyaadalah.Dilihatdaritablediatas,
ternyatahasilkompresibilitasnyatermasukdalamkategorisifataliranserbukyangkurangbaik
PengujianSusutPengeringan
Padasediaanserbukinidiperlukanpengujianatauevaluasiagarsediaanmemilikikonsistensi
yang selalu sama dengan parameter pengujian yang sama pula, diantaranya adalah uji
kelembaban atau uji kadar air. Pengujian ini terutama ditujukkan untuk metode pembuatan
sediaan dengan serbukasi basah karena penggunaan air atau pelarut lain sebagai aktivator
pengikatnya yang harus dievaluasi. PengujianLost On Drying(LOD) ini menggunakan
alatmoistureanalyzer.Padaawalpengujian,serbuksebanyak10gditimbangsebagaimassaatau
bobotawaluntukperhitungankadarairnya.Tetapimassaserbuksetelahpenimbangandidapat
sebesar 10,057 g yang diakibatkan kekurangtelitian saat penimbangan. Setelah itu serbuk
disimpanpadaalatujikelembabandanlampupemanasdinyalakanpadasuhu7080oC.Halini
dilakukan untuk mengeringkan sediaan yang kemungkinan masih terdapat kandungan air di
dalamnya.Kemudianalatdibiarkanmenyalahingga10menitagarbobotserbukmenjadistabil.
Setelahitubobotakhirserbukdidapatkan,yaitusebesar9,8005g.Laludilakukanperhitungan
kadarair(LOD)denganrumus:
Darihasilperhitungandidapatkankadarair(LOD)adalah2,55%.Berdasarkanliteratur,kadarair
yang baik pada suatu sediaan adalah sebesar 2 5% sehingga kadar air dari serbuk yang
dievaluasiinidikatakansudahmemenuhisyarat.Kadarairyangsudahmemenuhisyaratini
mengindikasikanbahwaserbukyangdihasilkancukuphalussehinggamudahuntukdilewatkan
padamesh.Jikakadarairkurangdari2%makaserbukakansangatkerasdansulitdilewatkan
padameshsehinggasediaanpunakanmemilikikualitasyangkurangbaik.Kadarairyangideal
iniakanmenghasilkantabletyangidealpulanantinya,tidakrapuhdantidakterlalukeraspula.
Apabila kadar air yang didapatkan tidak sesuai dengan literatur maka dapat diatasi dengan
melakukanpemanasanyanglebihlamasaatsediaanberadadidalamalatmoistureanalyzer.
PengujianDistribusiPartikel

Penentuan distribusi ukuran partikel dengan menggunakan lima ayakan dengan nomor dan
ukuran diameter yang berbeda. Kelima ayakan ini disusun berdasarkan nomor ayakan dan
ukurandiameter,dimananomorayakanyangpalingkecilyaituukurandiameternyaterbesar
beradapadaposisipalingatassedangkannomorayakanterbesar(ukurandiameternyaterkecil)
beradadiposisipalingbawah,jadisusunannomorayakannyaadalahdarino.12(beradapaling
atas),no.14,no.16.no.20,no.22(berada palingbawah). 15gramserbukditimbang dan
dimasukkankedalammestpalingatas(mestno.12)kemudianalatdinyalakanselama5menit.
Selama5menit,serbukdigoyanggoyangdalammestdanserbukakantertahandimasingmasing
mestsesuaidenganukuranserbuknya.Padakelompok1,jumlahserbukyangtertahandimest
no.12sebanyak2,2949gram,dimestno.14sebanyak0,6944gram,dimestno.16sebanyak0,
4264gram,dimestno.20sebanyak0,4344gramdandimestno.22sebanyak10,9981gram.
Serbukyangtertahandimestno.12memilikiukurandiameternyalebihdari1,680mm,serbuk
yangtertahandimestno.14memilikiukurandiameterlebihdari1,41mm,serbukyangtertahan
dimestno.16memilikiukurandiameterlebihdari1,180mm,serbukyangtertahandimestno.
20memilikiukurandiameteryanglebihdari0,850mmdanserbukyangtertahandimestno.22
memiliki ukuran diameter lebih dari 0,79 mm. semakin kecil ukuran diameter serbuk maka
serbuktersebutakansemakinlolosdarino.mestterkecil.
Daridatapraktikumyangdiperoleh,jumlahserbukyangpalingbanyaktertahanyaitupadamest
no.22,berartiukuranpartikelserbuknyadiantara0,80mm0,850mm.seharusnyapadaayakan
bersusun(mestbersusun)jumlahserbukyangbagusitupalingbanyakadadimestno.16(mest
yangletaknyaadaditengah).Karena,jikajumlahserbukyangpalingbanyakadadimestpaling
atas(mestno.12),makaketikapembuatanserbukakanbanyakudaradidalamnya.Sedangkan,
jikajumlahserbukyangpalingbanyakadadimestpalingbawah(mestno.22),makaakan
diperlukan jumlah serbuk yang cukup banyak untuk pembuatan tablet dengan cara kempa
langsung.

PengujianKeseragaman
Padakeseragamanbobot,sediaantabletyangsudahjadidilakukanevaluasi,salahsatunyaadalah
ujikeseragamanbobottabletyangberupaberattablet.Untukberattablet,prosedurpengujiannya
adalah sebagai berikut: sebanyak 20 tablet ditimbang masingmasing. Kemudian, hasil
penimbangandicatat.
Berdasarkanhasilpenimbangandiperolehrataratabobottabletadalah0,44482gram.Syaratdari
keseragamanbobottabletadalah,jikaditimbangsatupersatu,tidakbolehlebihdari2tablet
yangmasingmasingbobotnyamenyimpanglebihbesardariberatrataratanyaberdasarkan
padakolomAyangsudahditetapkandantidaksatutabletpunyangbobotnyamenyimpanglebih
besar dari bobot rata ratanya berdasarkan aturan pada kolom B yang sudah ditetapkan.
Persyarataninidapatdilihatpadatabelberikutini:
Tabel6.HubunganantaraBeratRatarataTabletdenganPerbedaanPersentaseMaksimumyang
Diperbolehkan
PenyimpanganBeratRataratayan
BeratRatarata
A
25mg

15%

26150mg

10%

151300mg

7,5%

>300mg

5,0%

(DepkesRI,1979).
Berdasarkanrataratabobottabletyangdiperoleh(0,44482gram= 44,482mg)yangmasuk
kisaran antara 26 150 mg dapat dihitung penyimpangan berat rataratanya yaitu pada
penimbangantabletno5,penyimpanganbobotnyalebihbesardari10%yaitu10,27157%;pada
no14,penyimpanganbobotnyalebihbesardari10%jugayaitu10,18165%;danpadano12,
penyimpangansebesar10,15467.Intinyaadalebihdari2tabletyangdiujiyangmenyimpang
bobotnyadariberatrataratalebihbesardari10%.Artinyasediaantabletyangdibuattidak
seragamdalamhalbobot,karenatidakmemenuhipersyaratankeseragamanbobot.
Sedangkankeseragamanukuranmenggambarkanreprodusibilitasdanterkaitselanjutnyadengan
keseragaman kandungan dan juga terkait dengan faktor estetika.Untuk keseragaman ukuran,
dilakukanprosedurpengukuranketebalandandiametertabletpada20sampelsediaantablet
yangsudahjadi,samadengansampeluntukkeseragamanbobot.
Prosedurnya adalah sebagai berikut: masingmasing tablet diukur tebal dan diameternya
menggunakan jangka sorong. Penggunaan jangka sorong dibanding dengan penggaris biasa
adalah karena jangka sorong memiliki ketelitian yang cukup bagus dan sesuai dengan
pengukuran diameter dan tebal tablet. Adapun ketelitian jangka sorong adalah 0,05
mm.Tablet

tersebutkemudiandijepitdiantaracelahpadajangkasorong.Untukmengukurtebal,
tabletdiletakkanpadaposisitegak.Selanjutnya,dibacaskalakecildanbesaryangditunjukkan
olehpengukurjangkasorong.Sedangkanuntukmengukurdiameter,makasebaiknyabagiansisi
tabletyangdiukurbukanmenggunakansisiyangadagaristengahyangberlubangpadatablet,
tetapisisilainyangtidakadagaristengahpadatabletnya.Halinimemungkinkanketidaktelitian
pengukuranberkurang.Setelahitu,diameterdantebaldarimasingmasingtabletdicatat.
Dari data hasil pengukuran, dapat dihitung rataratanya. Adapun ratarata untuk tebal tablet
adalah5,1115,sedangkanuntukdiameternyaadalah10,0395.Ketebalansuatutabletdipengaruhi
olehvolumedaribahanyangyangdiisikankedalamcetakan,garistengahcetakandanbesarnya
tekananolehpunchsertadipengaruhiolehkompresibilitasdansifatalirdariserbuk.Olehkarena
itu, untuk mendapatkan tablet yang tebalnya seragam, harus dilakukan pengawasan selama
prosesproduksi.
MenurutFarmakopeIndonesia,diametertablettidaklebihdaritigakalidantidakkurangdari1
1/3tebaltablet.BerdasarkanaturanyangtelahditetapkanFarmakopeIndonesiatersebut,maka
sediaantabletyangdiujikeseragamanukurannyasudahmemenuhisyaratkarenadiametertablet
tidaklebihdaritigakalitebaltabletyaitu10,0395<3x5,1115=15,3345dantidakkurangdari
4/3tebaltabletyaitu10,0395>4/3x5,1115=6,815332.
PengujianWaktuHancurTablet

Sebanyak6tabletdimasukkankedalammasingmasingkolom,kemudiandimasukkancakram
kedalammasingmasingkolomtersebut.Alasanmengapadipilih6tabletsupayamemenuhi
syaratujidisintegrasidiFarmakopeIII.Kolomtersebutdimasukkankedalambeakerglassyang
berisiairsebanyak1000mldengansuhu37 oCyangtelahberadadidalamdisentegratortester.
Suhu37oCtersebutdigunakansupayamenyerupaisuhutubuhmanusiadandisesuaikandengan
proseduryangtercantumdiFarmakopeIII.
Volume cairan dalam wadah sedemikian rupa sehinga pada titik tertinggi gerakan ke atas, kawat
kasa berada paling sedikit 2,5 cm dibawah permukaan cairan dan pada gerakan ke bawah
berjarak tidak kurang dari 2,5 cm dari dasar wadah. Hal ini perlu diperhatikan supaya
kehancuran tablet benar-benar dalam kondisi yang memenuhi syarat di Farmakope
III. Kemudian, dinyalakan disintegrator tester dan diamati keadaan tablet hingga semua hancur
sempurna.
Daridatayangdidapat,tablettablettersebuthancurdalamwaktu54detik.Halinisesuaidengan
persyaratanujitabletdiFarmakopeIIIbahwatablettidakbersalutkurangdari15menit.Dengan
katalain,tabletyangdiujimemenuhipersyaratanujiFarmakopeIII.
PengujianFriabilitas
Pengujian ini dilakukan dengan dengan menggunakan alat Friabilator. Sample yang diambil
junlahnya 20 tablet, dilakukan pengujian menggunakan kecepatan 25 kali putaran permenit
selama4menit.Alatinimengujikerapuhansuatutabletterhadapgesekandanbantinganselama
waktutertentu.
Prinsip pengujian ini adalah dengan mengukur kehilangan bobot dari sejumlah tablet yang
ditimbang hingga lebih kurang 6,5 g selama diputar dalam friabilator dalam waktu 4 menit
dengan kecepatan putaran 25 rpm. Dari hasil penimbangan 20 tablet, diperoleh berat awal
sebesar 6,62g dan menjadi 6,6031g setelah proses pemutaran dalam friabilator. Hal ini berarti
selisih antara berat sebelum dan sesudah uji friabilitas adalah 0,0182 g atau dari bobot mulamula tablet. Nilai ini bisa dikatakan baik, karena batas nilai uji friabilitas tablet ini adalah bobot
akhir tidak boleh berkurang lebih dari 0,05 % bobot awal tablet. Tablet yang nilai hasil uji
friabilitasnya melebihi batas tersebut dianggap terlalu rapuh dan akan sulit penanganannya
selama pengemasan dan distribusi.
PengujianKekerasantablet
Ujiinidimaksudkanuntukmemperolehgambarantentangketahanantabletmelawanmekanik
(goncangan)dantekananpadasaatpengemasan,pengangkutandanpenyimpanansertaproses
distribusi.Akantetapiharuscukuplunakuntukmelarutdanakanhancursempurnabegitumasuk
kedalamtubuhmanusiaataudapatdipatahkandiantaragaristengahtabletbilamemangperlu
dibagiuntukpemakaiannya.Intinya,tablettidakbolehterlalukerasdantidakbolehterlalulunak.
Untukmencegahhalituterjadi,makaperludilakukanujikekerasantabletgunamenghindari
kerugianakibatkegagalanprosesproduksitablet.Kekerasantabletinidipengaruhiolehsifat
serbuk dan besarnya tekanan yang diberikan punch. Kekerasan tablet erat kaitannya dengan
ketebalan,bentukdanwaktuhancurtablet.
Adapunprosedurpengujiankekerasantabletadalahsampelsediaantabletjadisebanyak20tablet
diujikekerasannyadenganmenggunakanalatpengujikekerasan(HardnessTester).Alattersebut
dinyalakan,lalutomboldiputarsampailampumenyala,danpastikanmenunjukkanpadaangka
nol(0),jikabelumpadaangkanol,tekantomboltandapanaharahkekiri.Tabletkemudian

diletakkan di atas tempat tablet dengan posisi vertikal pada jarum penekan, dudukan tablet
dinaikkandenganmeutarsekrupyangadadibawahdudukantablethinggamenyentuhjarum
penekan tablet dan lampu indikator menyala. Lampu indikator menyala menandakan bahwa
permukaaanjarumpenekantelahmenyentuhdengankuatpadatabletdansiapuntukditekan.
Setelahitutombolpanaharahkekananditekan.Biarkanbeberapasaatsampaitabletpatah.
Kemudiandilihatangkayangditunjukkanpadaskala.Angkatersebutmenunjukkanseberapa
beratbebanyangdapatmenghancurkantablet.
Adapunsyaratdarikekerasantabletadalahsekitar50Newton.Tabletyangterlalukerasdapat
disebabkan oleh terlalu tingginya porositas,terlalu rendahnya kerja bahan pengikat, terlalu
rendahatautingginyakelembabandantidakcocoknyapenambahanpelincir.Kekerasanjuga
tergantung pada berat dari materi serta ruangan antara punch atas dan bawah pada waktu
pencetakan.Bilavolumemateriataujarakkeduapunchberbeda,makakekerasantablettidak
akankonsisten.Berdasarkanhasilpengujianterhadap20sampelsediaantabletmenggunakan
alat Hardness tester, diperoleh rataratanya adalah 59,825 Newton. Berdasarkan persyaratan
kekerasan,makatabletyangdiujisudahmemenuhipersyaratan.
VIII. Kesimpulan
1. Pengujian Tablet dan Serbuk yang dilakukan pada praktikum ini sebanyak 9, diantaranya adalah
pengujian sifat alir, kerapatan serbuk, susut pengeringan, distribusi partikel (pengujian untuk
serbuk); keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan tablet, waktu hancur tablet,
friabilitas dan abrasi (pengujian untuk tablet).
2. Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah Flow tester (uji sifat alir), tap density tester
(uji kerapatan), moiture balance (uji susut pengeringan), sieve shaker (uji distribusi partikel),
timbangan digital (uji keseragaman bobot), jangka sorong digital (uji keseragaman ukuran),
hardness tester (uji kekerasan tablet), disentegrator tester (uji waktu hancur tablet).

DAFTARPUSTAKA
Andayana N. 2009. Teori Sediaan Tablet. Tersedia di http:// pembuatan_tablet_nutwuri_
andayanahtml [diakses tanggal 23 Maret 2013].
Anderson,N.RdanG.S Banker.Dalam:LachmanLLiebermanHAKanigJL.1984.Teoridan
PraktekFarmasiIndustriVol2Edisi3.UIPress.Jakarta.
DepkesRI.1979.FarmakopeIndonesiaEdisiIII.DirektoratJenderalPengawasanObatdanMakanan.
Jakarta.
DepkesRI.1995.FarmakopeIndonesiaEdisiIV.DirektoratJenderalPengawasanObatdanMakanan.
Jakarta
Lachman,L.,H.A.Lieberman&J.LKanig.1994.TeoridanPraktekFarmasiIndustriJilidIEdisiII.
diterjemahkanolehSitiSuyatmi.PenerbitUniversitasIndonesia.Jakarta.
Lieberman, H. A., Lachman L. 1994. Pharmaceutical Dosage Forms Tablets.Volume I. Marcel Dekker
Inc. New York

Nugrahani
I.
2005. Evaluasi
Sediaan
Tablet. Tersedia
di http://jurnalfarmasiuiacid/
pdf/2005/v02n02/ilma0202pdf [diakses tanggal 23 Maret 2013].
Parrot, E. L. 1971.Pharmaceutical Technology Fundamental pharmaceuticsThird Edition. Burges
PublishingCompany.USA.
Sulaiman.
2007. Sediaan
Tablet. Tersedia
di http://jurnalfarmasiuiacid/pdf/2005/
v02n02/ilma0202pdf [diakses tanggal 23 Maret 2013].
Voigt,R. 1984,Buku Pelajaran Teknologi Farmasi Edisi V.diterjemahkan oleh S.N. Soewandi.
GadjahMadaUniversityPress.Yogyakarta.
Read more: http://laporanakhirpraktikum.blogspot.com/2013/06/laporan-praktikum-pengenalanalat.html#ixzz3Ube07D53

Anda mungkin juga menyukai