Anda di halaman 1dari 72

Copyright : Ir.

Sri Manu Rohmiyati

SIFAT-SIFAT FISIK TANAH


SIFAT-SIFAT FISIK TANAH

SIFAT FISIK TANAH


SANGAT MEMPENGARUHI PERTUMB. &
PROD. TAN. KRN AKAN MENENTUKAN :
PENETRASI AKAR DI DALAM TANAH
KEMAMPUAN TANAH MENAHAN AIR
DRAINASI & AERASI TANAH
KETERSEDIAAN U.H. DLM TANAH
SIFAT-SIFAT KIMIA (KPK,STATUS BASA
TANAH) & SIFAT BIOLOGI TANAH

FAKTOR-FAKTOR YG BERPENGARUH
JUMLAH, UKURAN, BENTUK, SUSUNAN
DAN KOMPOSISI MINERAL DARI
PARTIKEL-PARTIKEL TANAH
MACAM & JUMLAH BHN ORGANIK
VOLUME PORI & PERBANDINGAN
ANTARA UDARA & AIR YANG
MENEMPATI PORI-PORI PADA WAKTU
TERTENTU

TEKSTUR TANAH
ADALAH PERBANDINGAN RELATIF
(%) FRAKSI-FRAKSI PENYUSUN
TANAH (FRAKSI PASIR, DEBU,
LEMPUNG)

TEKSTUR TANAH
BERSIFAT PERMANEN
(TDK MUDAH DIUBAH)
SANGAT PENTING DIKETAHUI
KARENA MENENTUKAN SIFAT-SIFAT
FISIKA DAN KIMIA TANAH (MIS :
LUAS PERMUKAAN BUTIR TANAH YG
MENENTUKAN BESARNYA KPK)

SISTEM PENETUAN UKURAN


PARTIKEL TANAH
SISTEM BRITISH
SISTEM JERMAN
SISTEM USDA
NAMUN DALAM BID. ILMU TANAH
DIGUNAKAN SISTEM USDA

FRAKSI

DIAMETER (mm) JML PARTKL/G L.P (cm 2)/G TNH

PASIR SANGAT
KASAR
PASIR KASAR

2,00 1,00

90

11

1,00 0,50

720

23

PASIR SEDANG

0,50 0,25

5.700

45

PASIR HALUS
PASIR SANGAT
HALUS
DEBU

0,25 0,10

46.000

91

0,10 0,05
0,05 0,002

722.000
5.776.000

227
454

LEMPUNG

< 0,002

90.260.853.000 8.000.000

KETERANGAN TABEL
DIAMETER PARTIKEL PASIR >> DEBU
& LEMPUNG
LUAS PERMUKAAN PASIR << LEMPUNG
MAKIN KASAR,MAKIN BESAR DIAMETER
PARTIKEL, MAKIN KECIL LUAS
PERMUKAAN JENIS, MAKIN SEDIKIT
JUMLAH PARTIKEL / BERAT TANAH

KETERANGAN TABEL
KARENA LUAS PERMUKAAN JENIS PASIR
KECIL ------- MAKA PERANNYA DALAM
MENENTUKAN SIFAT-2 KIMIA TANAH
KECIL (MISAL KPK, KETERSEDIAAN HARA
BAGI TANAMAN)
MAKIN BANYAK JUMLAH PASIR, MAKIN
BAIK SIRKULASI UDARA (AERASI) &
DRAINASI TANAH, NAMUN MAKIN
SEDIKIT AIR YG DAPAT DITAHAN

KETERANGAN TABEL
SEMAKIN HALUS PARTIKEL,
SEMAKIN KECIL DIAMETER,
MAKIN BESAR LUAS PERMUKAAN
JENISNYA ---------- MAKIN
BANYAK JUMLAH PARTIKEL /
BERAT TANAH

KETERANGAN TABEL
KARNA LUAS PERMUKAAN LEMPUNG
BESAR, MAKA PERANNYA JUGA
BESAR DALAM MEMPERTUKARKAN
ION UNTUK DISERAP TANAMAN DAN
KEMAMPUAN MENYIMPAN AIR
(SETIAP PARTIKEL LEMPUNG AKAN
DIKELILINGI MOLEKUL-MOLEKUL AIR)

KARAKTERISTIK TANAH PASIRAN


LAJU PERESAPAN AIR BAIK
KAPASITAS MENAHAN AIR RENDAH
KANDUNGAN UNSUR HARA RENDAH
KAP. PERTUKARAN KATION RENDAH
AERASI BAIK (RESPIRASI AKAR BAIK)
TANAH RINGAN (MUDAH DIOLAH)
KAYA MINERAL PRIMER, TAPI BELUM
TERSEDIA BAGI TANAMAN

TANAH LEMPUNGAN
DRAINASI TANAH BURUK
KAPASITAS MENAHAN AIR TINGGI
AERASI BURUK (RESPIRASI
TERHAMBAT)
KAP. PERTUKARAN KATION TINGGI
KANDUNGAN UNSUR HARA TINGGI
TANAH BERAT (SUKAR DIOLAH)

TANAH DEBUAN =
* SIFATNYA ANTARA PASIR & LEMPUNG
* UMUMNYA SUBUR
TANAH GELUH
MERUPAKAN TANAH YANG KOMPOSISI
PASIR-DEBU-LEMPUNG SEIMBANG
MERUPAKAN TANAH YANG PALING IDEAL
BAGI PERTUMBUHAN TANAMAN

KELAS TEKSTUR TANAH


ADALAH PENGELOMPOKAN TEKSTUR
YG DIDASARKAN PROPORSI FRAKSI
YG DITENTUKAN BERDASARKAN
PERBANDINGAN ANTARA PASIRDEBU-LEMPUNG
NAMA TEKSTUR TANAH SESUAI
FRAKSI YG JUMLAH % NYA DOMINAN

KELAS TEKSTUR TANAH


ISTILAH GELUH MENUNJUKKAN
TIDAK ADA FRAKSI DOMINAN
(KE3 FRAKSI SEIMBANG)
KELAS TEKSTUR DITETAPKAN
DENGAN SEGITIGA TEKSTUR
USDA

PENGUJIAN TEKSTUR TANAH DI LAPANGAN


METODE KUALITATIF ( TANAH DIPILIN DI
ANTARA IBU JARI DAN TELUNJUK).
TEKSTUR PASIR = TERASA KASAR, TIDAK
LEKAT DI TANGAN, TIDAK LIAT, TIDAK
MENINGGALKAN SELAPUT TANAH
TEKSTUR GELUH = TERASA HALUS SEPERTI
SABUN, DI TANGAN TIDAK LIAT & TDK LEKAT
TEKSTUR LEMPUNG = JIKA TERASA HALUS,
MELEKAT DI JARI DAN TERASA LIAT, DAPAT
DIBENTUK GULUNGAN KECIL PANJANG

YG MEMPENGARUHI UJI LAPANGAN


KANDUNGAN AIR : SAAT BASAH
DI JARI TERASA LEBIH HALUS
KANDUNGAN BAHAN ORGANIK =
TERASA SEPERTI LEMPUNGAN

YG MEMPENGARUHI UJI LAPANGAN


MACAM MINERAL LEMPUNG
(MONTMORILONIT > HALUS, LEKAT
& LIAT DIBANDING KAOLINIT)
DISPERSI (KANDUNGAN Na TINGGI)
------- TANAH MUDAH
TERDISPERSI, LEBIH HALUS DARI
TANAH YG KANDUNGAN Ca NYA
TINGGI

PENGUJIAN TEKSTUR DI LABORATORIUM


METODE KUANTITATIF
YAITU DENGAN MENENTUKAN JUMLAH
% PARTIKEL TANAH YANG BERUKURAN
< 2 mm (PASIR, DEBU, LEMPUNG)
ANALISISNYA DISEBUT ANALISIS
GRANULAR ATAU ANALISIS MEKANIK
METODE = METODE PIPET & METODE
HYDROMETER BOUYOUCOS

PENGUJIAN TEKSTUR DI
LABORATORIUM
ASAS YG DIPAKAI = HUKUM STOKES
YAITU TANAH DG BERBAGAI
UKURAN APABILA DIMASUKKAN KE
DALAM AIR AKAN JATUH DG
KECEPATAN BERBANDING LURUS DG
UKURAN PARTIKEL TANAH

KRITERIA
TEKSTUR PASIR / RINGAN =
APABILA KADAR PASIR > 70 %
TEKSTUR LEMPUNG / BERAT =
KADAR LEMPUNG UMUMNYA
> 40 %

KRITERIA
TEKSTUR GELUH / SEDANG = JIKA
KADAR PASIR DEBU LEMPUNG
SEIMBANG, DAN MEMPERLIHATKAN
SIFAT-SIFAT BAIK DARI PASIR, DEBU &
LEMPUNG TANPA MEMPERLIHATKAN
SIFAT BURUKNYA (LEPAS-LEPAS DR
PASIR, LEKAT & LIAT DR LEMPUNG)

STRUKTUR TANAH
STRUKTUR TANAH ADALAH SUSUNAN
ANTAR PARTIKEL TANAH PRIMER YAITU
BAHAN MINERAL (PASIR, DEBU,
LEMPUNG) DAN BAHAN ORGANIK,
SERTA OKSIDA YG MEMBENTUK
AGREGAT TANAH
AGREGAT TANAH MELIPUTI PADATAN
DAN PORI TANAH

POROSITAS TANAH = VOLUME PORI (n)

POROSITAS TANAH MEMPENGARUHI


GERAKAN LENGAS (AIR) DALAM
TANAH,
TEMPERATUR TANAH,
KETERSEDIAAN U.H. DALAM TANAH,
RUANG PERAKARAN
PENGOLAHAN TANAH

POROSITAS TANAH (n)


YAITU JUMLAH VOLUME PORI PADA
SUATU BONGKAH TANAH ( % )
n=

VOLUME PORI
X 100 %
VOLUME BONGKAH TANAH

DINYATAKAN DALAM RUMUS :


n = (1 - BV ) X 100 %
BJ

VOLUME PORI
TERDIRI ATAS =
PORI BESAR (PORI MAKRO)
PORI SEDANG (PORI MESO)
PORI KECIL (PORI MIKRO)

PORI BESAR
JIKA DI DLM PORI TIDAK ADA LENGAS /
AIR ---- SELURUH PORI TERISI UDARA
RERATA DIAMETER PORI < 10 um ----
PERKOLASI AIR LAMBAT
RERATA DIAMETER PORI 10-50 um ----
MEMILIKI PENGATUSAN YANG LAMBAT
PORI DG RERATA DIAMETER > 50 um ---
MEMILIKI PENGATUSAN YANG CEPAT

PORI SEDANG
* RERATA DIAMETER 0,2 10 um,
* AIR YG TERIKAT DIANTARA PORI INI
MERUPAKAN AIR KAPILER = AIR YG
TERSEDIA BAGI TANAMAN
PORI KECIL
RERATA DIAMETER < 0,2 um
AIR YANG TERIKAT DIANTARA PORI INI
SANGAT KUAT IKATANNYA = AIR YG
TIDAK TERSEDIA BAGI TANAMAN

FAKTOR YG MEMPENGARUHI
DISTRIBUSI UKURAN PARTIKEL
MAKIN BANYAK PARTIKEL BESAR (PASIR),
TOTAL PORI MAKIN SEDIKIT, DIDOMINASI
PORI MAKRO
MAKIN BANYAK PARTIKEL HALUS (LEMPUNG),
MAKIN BANYAK TOTAL PORI YG DIDOMINASI
OLEH PORI MIKRO
KANDUNGAN BAHAN ORGANIK
B.O ADALAH BAHAN YANG SARANG (POROUS),
SEHINGGA MENINGKATKAN JUMLAH PORI

INDIKATOR NILAI

BERAT JENIS (g/cm3) =


PASIR > GELUH > DEBU > LEMPUNG
TOTAL PORI TANAH (%) =
LEMPUNG > DEBU > GELUH > PASIR
% PORI BESAR = PSR > DEBU & GELUH > L
% PORI SEDANG =
GELUH & DEBU > LEMPUNG > PASIR
% PORI KECIL =
LEMPUNG > DEBU > GELUH > PASIR

KRITERIA
TANAH IDEAL (TEKSTUR GELUH) APABILA
POROSITAS TOTAL 50 % (PERBANDINGAN
PADAT : PORI = 1 : 1)
% VOLUME DIGUNAKAN UNTUK
MENENTUKAN % PORI BESAR, PORI
SEDANG & PORI KECIL
POROSITAS TANAH = % VOL PORI
(PORI BESAR + SEDANG + KECIL)

KRITERIA
% VOLUME = % BERAT TANAH X BV
% VOL BESAR = KADAR LENGAS MAX
(TEKANAN 0,01 ATM) KADAR LENGAS PADA
TITIK LAYU PERMANEN (15 ATM)
KADAR LENGAS TERSEDIA = KL.KAPASITAS
LAPANGAN (1/3 ATM) KL TITIK LAYU
PERMANEN (15 ATM)

BERAT VOLUME (BV) TANAH


ADALAH PERBANDINGAN ANTARA
BERAT BONGKAH TANAH & VOLUME
BONGKAH TANAH (g/cm3).
B.V DIPERLUKAN UNTUK MENGETAHUI
KEPADATAN & POROSITAS TANAH
DIGUNAKAN SBG INDIKATOR MASALAH
PENETRASI AKAR & AERASI TANAH

YG MEMPENGARUHI BV
TEKSTUR TANAH ----------- MAKIN
HALUS TEKSTUR, MAKIN RENDAH BV
SOLUM TANAH ------------ MAKIN
DALAM SOLUM T, BV MAKIN BESAR
KADAR B.O ------------- MAKIN TINGGI
KADAR B.O, BV MAKIN RENDAH
BERAT JENIS ----- BERBANDING LURUS

CONTOH BERBAGAI NILAI BV TANAH


3
g/cm .

TANAH MINERAL = 1,1 1,8


3
TANAH LEMPUNG = 1,0 1,3 g/cm .
TANAH PASIR = 1,3 1,8 g/cm3.
TANAH ABU VULKANIK YANG KAYA
BAHAN AMORF < 0,9 g/cm3.
TANAH ORGANIK / GAMBUT, BV
3
SANGAT RENDAH ---- 0,15 g/cm .

METODE PENENTUAN BV TANAH


DI LABORATORIUM DILAKUKAN
DENGAN METODE LILIN, DENGAN
ANALISIS KUANTITATIF
BERAT BONGKAH TANAH (KERING OVEN)
BV = ----------------------------------------------------- (g)
VOLUME BONGKAH TANAH (cm3)

MENGHITUNG BERAT TANAH


JIKA BV TANAH MINERAL 1,2 g/cm3,
KEDALAMAN TOP SOIL 20 CM, MAKA
BERAPA BERAT TANAH SELUAS 1 Ha?
1 Ha = 10.000 M2 = 100.000.000 CM2.
BERAT TANAH 1 Ha = 20 CM X 1,2 g/cm3
X 100.000.000 cm2
= 2.400.000.000 g.
= 2.400 TON

BERAT JENIS (BJ) TANAH


DIPERLUKAN UNTUK MENGHITUNG
KECEPATAN SEDIMENTASI DI
DALAM AIR
PENTING UNTUK PENELITIAN EROSI
TANAH DAN POROSITAS TANAH
DI LABORATORIUM = SECARA
KUANTITATIF, DNG METODE
GRAVIMETRI (PIKNOMETER)

BERAT JENIS (BJ) TANAH


B.J. TANAH MINERAL =
2,4 2,6 g/cm3
B.J. TANAH ORAGANIK =
1,3 1,5 g /cm3
SEMAKIN TINGGI KADAR BAHAN
ORGANIK, MAKA BJ TANAH
SEMAKIN RENDAH

UNIT STRUKTUR TANAH


PEMBENTUKAN STRUKTUR
TERGANTUNG PADA BAHAN MINERAL
YG MENGALAMI SEMENTASI OLEH
BAHAN PEREKAT (CEMENTING AGENT),
SEHINGGA TERBENTUK SATUAN
STRUKTUR YG DISEBUT AGREGAT
BAHAN-BAHAN YG BERPERAN SEBAGAI
BAHAN PEREKAT ANTAR PARTIKEL
ADALAH BAHAN KOLOID TANAH

BAHAN-BAHAN KOLOID TANAH


KOLOID LEMPUNG
KOLOID OKSIDA-OKSIDA BESI (Fe) &
MANGAN (Mn)
KOLOID ORGANIK, TERMASUK
MICROBIAL- GUM (SBG HASIL
AKTIVITAS JASAD RENIK/M.O)
BAHAN KAPUR (CaCO3)

PED & FRAGMEN


PED ADALAH AGREGAT PERMANEN YG
TERBENTUK SECARA ALAMIAH YANG
DIPISAHKAN OLEH PORI ATAU BIDANG
YANG LEMAH
FRAGMEN ADALAH AGREGAT
PERMANEN ATAU BUATAN YANG
TERBENTUK KARENA KEGIATAN
PENGOLAHAN TANAH

KLASIFIKASI STRUKTUR TANAH


PED DIBEDAKAN BERDASARKAN
BENTUK & PROSES PENYUSUNAN,
UKURAN & KENAMPAKANNYA
BERDASARKAN HAL TSB STRUKTUR
TANAH DIKLASIFIKASIKAN MENURUT
TIPE, KELAS/UKURAN, DERAJAD
STRUKTURNYA

KLASIFIKASI BERDASAR UKURAN


HALUS
SEDANG
KASAR
SANGAT KASAR

KLASIFIKASI BERDASAR DERAJAD


LEMAH
JIKA PED TIDAK TERBENTUK
NYATA & SULIT DIBEDAKAN PD
KONDISI ALAMIAH. JIKA TANAH
DITEKAN ATAU DIUSIK MAKA
PED AKAN MUDAH HANCUR

KLASIFIKASI BERDASAR DERAJAD


SEDANG =JIKA TERBENTUK PED PD
TANAH YG TIDAK TERUSIK, AGREGAT
NAMPAK TEGAS. PADA TANAH YG
TERUSIK, AGREGAT TIDAK TAMPAK
KUAT = PED TERBENTUK SECARA
ALAMIAH, BERSIFAT TEGUH. JIKA
DIUSIK, SEBAGIAN MASIH NAMPAK
UTUH

STABILITAS STRUKTUR
PENGOLAHAN TANAH MEMPENGARUHI
STRUKTUR TANAH TOP SOIL
PENGOLAHAN TANAH PD KONDISI
TERLALU BASAH, MERUSAK STRUKTUR
TANAH KARENA TERJADI PELUMPURAN
--------- AGREGAT TANAH HANCUR
PENGOLAHAN TANAH YG TERLALU
KERING JUGA MERUSAK STRUKTUR TANH

STABILITAS STRUKTUR
PENGGUNAAN BAHAN ORGANIK
SEPERTI PUPUK KANDANG,
KOMPOS, PUPUK HIJAU, SERTA
KAPUR BERMANFAAT
MEMPERBAIKI STRUKTUR
TANAH

STABILITAS STRUKTUR
PENGGUNAAN PUPUK KIMIA YG
MENGANDUNG NATRIUM (Na)
TINGGI, HARUS DILAKUKAN
SECARA HATI-HATI TERUTAMA
PADA TANAH LEMPUNGAN,
KARENA TANAH AKAN TERDISPERSI
SEHINGGA MERUSAK STRUKTUR
TANAH

KLASIFIKASI BERDASAR BENTUK/TIPE


TIPE LEMPENG = JIKA UKURAN
VERTIKALNYA < UKURAN HORIZONTAL
TIPE TIANG = JIKA UKURAN VERTIKAL >
DARI UKURAN HORIZONTALNYA.
JIKA BAGIAN ATASNYA BERSUDUT =
TIANG PRISMATIK. JIKA BAG. ATASNYA
MEMBULAT = TIANG KOLUMNAR

KLASIFIKASI BERDASAR BENTUK/TIPE


TIPE GUMPAL MEMBULAT DAN GUMPAL
MENYUDUT = JIKA UKURAN VERTIKAL
DAN HORIZONTALNYA SAMA
TIPE SPEROID/POLYHIDRON (LONJONG) =
# GRANULER (TIDAK POROUS) &
# REMAH (PORUS)

KLASIFIKASI BERDASAR BENTUK/TIPE


APABILA TIDAK MEMBENTUK PED,
MAKA BAHAN TANAH TIDAK
MEMBENTUK STRUKTUR ===
DISEBUT PEJAL / MASSIVE (JIKA
MENYATU)
BERBUTIR TUNGGAL (JIKA LEPASLEPAS)

* TANAH BERBUTIR TUNGGAL

ADALAH TANAH YANG DAPAT


DIPISAHKAN MENJADI INDIVIDU
PARTIKEL PRIMER (DENGAN ATAU
TANPA BAHAN SEMENTASI)
* TANAH MASSIVE ATAU PEJAL
ADALAH TANAH YG DAPAT DIPISAHKAN
MENJADI MASSA TUNGGAL YANG
TAHAN TERHADAP USIKAN / TEKANAN

KONSISTENSI TANAH
SIFAT FISIK TANAH YG MERUPAKAN
MANIFESTASI GAYA-2 KOHESI DAN
ADHESI YG BEKERJA DALAM
MASSA TANAH PADA BERBAGAI
TINGKAT KELEMBABAN

MANIFESTASI TSB. MENCAKUP


KETAHANAN TANAH TERHADAP GAYA
BERAT, TEKANAN, TARIKAN,TUSUKAN,
ATAU SIFAT MEKANIK
KECENDERUNGAN MASSA TANAH
UNTUK MENDEKAT SATU SAMA LAIN
MAUPUN TERHADAP BENDA LAIN

TANAH PASIR
DALAM KEADAAN KERING,
BERSIFAT LEPAS-LEPAS =====
MAKA JIKA DIBASAHI MENJADI
SEDIKIT AGAK MENGGUMPAL

TANAH LEMPUNG
DALAM KONDISI KERING MENJADI
SANGAT KERAS ==== MAKA
JIKA DIBASAHI MENJADI LEBIH
LUNAK, LEBIH LEKAT
DAN LEBIH LIAT

TANAH GELUH
DALAM KONDISI KERING BERSIFAT
GUMPAL & LUNAK, KONDISI
LEMBAB MENJADI
GEMBUR===== JIKA DIBASAHI
MENJADI AGAK LIAT
TAPI TIDAK LEKAT

KESIMPULANNYA ADALAH
SIFAT KERAS, LUNAK, LEKAT, LIAT,
SANGAT TERGANTUNG PADA =
TINGKAT KELENGASAN ATAU KADAR
LENGAS TANAH (KERING, LEMBAB,
BASAH)
TEKSTUR TANAHNYA (TERUTAMA
KADAR LEMPUNGNYA)

PERUB. TANAH BASAH MJADI KERING


SAAT BASAH, MASSA TANAH
BERBENTUK CAIRAN KENTAL / PASTA
====== MASSA TANAH DAPAT
MENGALIR OLEH PENGARUH GAYA
BERAT == DIKATAKAN TANAH
DALAM KONSISTENSI CAIR

PERUB. TANAH BASAH MJADI KERING


JIKA KADAR AIR BERKURANG, SIFAT CAIR
TANAH BERKURANG SAMPAI MENJADI
MASSA TANAH YG DAPAT DIGUMPALKAN
MENJADI BERBAGAI BENTUK YG TIDAK
AKAN BERUBAH MESKIPUN GAYA
PEMBENTUKNYA SUDAH TIDAK BEKERJA
LAGI == DIKATAKAN KONSISTENSI
PLASTIS

BATAS CAIR (BC)


BATAS ANTARA KONSISTENSI CAIR DAN
KONSISTENSI PLASTIS
BATAS DIMANA MASSA TANAH TIDAK
LAGI DAPAT MENGALIR OLEH GAYA
BERAT, TAPI MASIH DAPAT MELUNCUR
JIKA DIKENAI GAYA PENGGERAK
PENENTUAN BATAS CAIR DG CAWAN
CASSAGRANDE

BATAS LEKAT (BL)


JIKA KANDUNGAN AIR PADA BATAS
CAIR DIKURANGI MAKA DICAPAI
BATAS LEKAT
YAITU BATAS DIMANA KANDUNGAN
LENGAS PADA SAAT MASIH KERING
DIBASAHI SECARA PERLAHAN MAKA
TANAH AKAN MULAI MELEKAT PADA
LOGAM

BATAS GULUNG (BG)


MAKIN KERING TANAH, MAKA SIFAT
PLASTIS TANAH MAKIN BERKURANG
SAMPAI PADA BATAS DIMANA TANAH
KEHILANGAN SIFAT PLASTISNYA
KONDISI INI DISEBUT BATAS GULUNG
YAITU KANDUNGAN LENGAS SAAT SIFAT
LIAT MULAI TERASA HINGGA TANAH
MULAI DPT DIBENTUK SESUAI KEHENDAK

BATAS BERUBAH WARNA (BBW)


DLM KEADAAN SETENGAH PADAT TANAH
BERSIFAT GEMBUR ATAU REMAH JIKA
DIOLAH = JIKA DIKERINGKAN TANAH
MENJADI PADAT== BATAS PERUBAHAN
INI DISEBUT BATAS BERUBAH WARNA
BATAS PADA SAAT WARNA TANAH MULAI
BERUBAH DR GELAP MENJADI LEBIH
MUDA KARENA HILANGNYA AIR DARI
PORI-2 TANAH YG LALU DIISI UDARA

ANGKA ATTERBERG
ADALAH BATAS CAIR, BATAS LEKAT,
BATAS GULUNG, BATAS BERUBAH
WARNA
MERUPAKAN % ASE BERAT LENGAS
TANAH YANG DIUKUR PADA SAAT
TANAH MENGALAMI PERUBAHAN
KONSISTENSI

APLIKASI ANGKA-2 ATTERBERG


UNTUK MENGHITUNG NILAI =
JANGKA OLAH TANAH = BL BG
INDEKS PLASTISITAS = BC - BG
SURPLUS = BL - BC
PERSEDIAAN AIR MAKSIMUM =
BC - BBW

JANGKA OLAH TANAH


MAKIN BESAR JANGKA OLAH TANAH,
MAKIN MUDAH TANAH DIOLAH
PADA LAHAN KERING, BG MERUPAKAN
BATAS KANDUNGAN LENGAS TANAH YG
MUDAH DIOLAH
TANAH DG KADAR LENGAS DI ATAS BG,
TANAH MENJADI PLASTIS STRUKTUR
TANAH MUDAH RUSAK JIKA DIOLAH

INDEKS PLASTISITAS (IP)


SEMAKIN BESAR NILAI
INDEKS PLASTISITAS TANAH
=== TANAH SEMAKIN
PLASTIS, BERARTI MAKIN
LEKAT DAN LIAT

SURPLUS
JIKA NILAI SURPLUS NEGATIF
====MAKA TANAH LAMBAT
DALAM MEREMBESKAN (DRAINASI)
AIR, MISAL TANAH LEMPUNG
JIKA NILAI SURPLUS POSITIF ==
MAKA TANAH MAKIN CEPAT DALAM
MEREMBESKAN (DRAINASI) AIR,
MISAL TANAH PASIRAN

PERSEDIAAN AIR MAKSIMUM (PAM)

PAM MERUPAKAN KANDUNGAN


LENGAS DALAM TANAH YANG
TERSEDIA BAGI TANAMAN
BERARTI KANDUNGAN LENGAS
YANG TERSIMPAN DALAM PORI
MEZO (SEDANG) YANG DISERAP
TANAMAN MELALUI GAYA KAPILER