Anda di halaman 1dari 2

Mucous Membrane Pemphigoid (Cicatrial Pemphigoid)

MMP merupakan penyakit subepitelial autoimun kronis yang secara primer menyerang
membrane mukosa pasien pada usia diatas 50 tahun, dan menghasilkan ulser mukosa dan
jaringan paraut. Lesi awal pada MMP terjadi ketika autoantibody memnyerang protein pada
daeran membrane dasar, beraksi dengan komplemen C3 dan neutrofil, menyebabkan split (belah
atau sobek) pada subepitelial dan kumpulan vesikel setelahnya.
Kebanyakan kasus MMP menunjukan IgG yang menyerang antigen di sisi epidermal
pada kulit salt-split yang telah diidentifikasi sebagai BP180 (disebut juga dengan kolagen tipe
XVII), bagaimanapun juga kasus MMP juga diidentifikasikan dimana antigen muncul pada sisi
dermal dari split. Antigen ini dikenal sebagai epiligrin (laminin 5), suatu molekul adhesi yang
merupakan komponen dari filament pada membrane dasar.

Manifestasi Oral
Pada penderita MMP, lesi oral muncul hampir 90%. Gingivitis deskuamasi merupakan
manifestasi yang yangs erring terjadi dan mungkin hanya satu-satunya manifestasi pada penyakit
ini. Karena lesi deskuamasi mirip dengan lesi pada penyakit erosive lichen planus dan
pemphigus, maka semua kasus yang bermanifestasi gingivitis deskuamasi harusterlebih dahuli di
biopsy dan diteliti secara histologist dan dilakukan immunofluorosensi pada untuk menegakkan
diagnose yang tepat. Lesi dapat hadir sebagai vesikel utuh pada gingival atau permukaan
mukosa tapi biasanya sering terjadi sebagai erosi yang non-spesifik.Tipe erosi yaitu menyebar
secara lambat dibandingkan dengan lesi pemphigus dan lebih bersifat self-limiting.

Diagnosis
Penderita MMP harus di lakukan biopsy secara rutin dan dilakukan penelitian
immunofluorosensi. Histopatologi rutin dapat menunjukan pembelahan subbasilar. Untuk direct
immunofluorosensi, spesimen biopsy diambil dari pasien yang berfluoresensi positif pada
immunoglobin dan komplemen di daerah membrane dasar, pada 50-80% penderita. Direct
immunofluorosensi sangat baik untuk membedakan MMP dengan pemphigus dan dari specimen
dapat ditunjukan immunoglobulin dan deposisi komplemen pada substansi interseluler di
epithelium.

Perawatan
Penatalaksanaan MMP tergantung pada parah atau tidaknya gejala. Ketika lesi terdapat
pada mukosa mulut, dapat diberikan kortikosteroid sistemik untuk menekan perkembangan dari
lesi. Namun, praktisi pun harus berhati-hati dengan bahaya efek samping dari obat yang
diberikan.
Pasien dengan penyakit mulut jinak dapat diobati dengan steroid topical dan intralesi.
Gingivitis deskuamasi dapat dirawat dengan steroid topical. Ketika topical atau intralesi tidak
sukses, dapat dilakukan terapi dapsone.