Anda di halaman 1dari 20

Syirik & Khurafat

A.

Latar Belakang Masalah


Allah memberitakan bahwa tujuan penciptaan kita tidak lain adalah untuk

beribadah kepada-Nya, sebagaimana firman Allah, Dan aku tidak menciptakan jin dan
manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. (Adz Dzariyat: 56). Ibadah
adalah segala sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh Allah baik berupa perkataan atau
perbuatan, yang lahir maupun yang batin. Ibadah disini meliputi doa, sholat, nadzar,
kurban, rasa takut, istighatsah (minta pertolongan) dan sebagainya. Ibadah ini harus
ditujukan hanya kepada Alloh tidak kepada selain-Nya, sebagaimana firman Allah Taala,
Hanya kepadaMu lah kami beribadah dan hanya kepadaMu lah kami minta
pertolongan. (Al Fatihah:5)
Tidak semua orang menjadi seorang yang taat kepada Tuhannya. Kenyataannya,
banyak diantara mereka yang ingkar kepada Tuhannya sehingga membawa mereka
kepada perbuatan tercela.
Seorang yang imannya lemah cendrung berbuat maksiat. Sebab, rasa takut kepada
Allah tidak kuat. Lemahnya rasa takut kepada Allah ini akan dimanfaatkan oleh hawa
nafsu untuk menguasai diri seseorang. Ketika seseorang dibimbing oleh hawa nafsunya,
maka tidak mustahil ia akan jatuh ke dalam perbuatan-perbuatan syirik seperti memohon
kepada pohonan besar karena ingin segera kaya, datang ke kuburan para wali untuk minta
pertolongan agar ia dipilih jadi presiden, atau selalu merujuk kepada para dukun untuk
suapaya penampilannya tetap memikat hati orang banyak.

A. Pengertian Syirik
Syirik (bahasa arab: ) adalah konsep dalam Islam untuk merujuk pada
aktivitas mempersekutukan Tuhan, aktivitas ini sendiri memiliki lawan yakni konsep
Tauhid yakni konsep Islam untuk keesaan Tuhan.[1]

Definisi syirik adalah lawan kata dari tauhid, yaitu sikap menyekutukan Allah
secara dzat, sifat, perbuatan, dan ibadah. Adapun syirik secara dzat adalah dengan
meyakini bahwa dzat Allah seperti dzat makhlukNya. Bisa juga diartikan seperti ini,
Syirik yaitu menyamakan selain Allah dengan Allah dalam Rububiyyah dan Uluhiyyah
Allah Subhanahu wa Ta'ala. Umumnya menyekutukan dalam Uluhiyyah Allah, yaitu halhal yang merupakan kekhususan bagi Allah, seperti berdo'a kepada selain Allah
disamping berdo'a kepada Allah, atau memalingkan suatu bentuk ibadah seperti
menyembelih (kurban), bernadzar, berdo'a dan sebagainya kepada selainNya. Karena itu,
barangsiapa menyembah selain Allah berarti ia meletakkan ibadah tidak pada tempatnya
dan memberikannya kepada yang tidak berhak, dan itu merupakan kezhaliman yang
paling besar.
B.

Bagian- Bagian Syirik


Syirik terbagi dua: Syirik besar dan syirik kecil.
Syirik besar mengeluarkan seseorang dari agama, menggugurkan semua amal

ibadah, pelakunya menjadi halal darahnya, dan dikekalkan di dalam neraka apabila dia
meninggal dunia dan tidak sempat bertaubat. Yaitu memalingkan ibadah atau sebagiannya
kepada selain Allah seperti berdoa kepada selain Allah menyembelih dan bernazar kepada
selain Allah berupa ahli kubur, jin, syetan, dan selain mereka. Dan contoh berdoa kepada
selain Allah yang tidak bisa melakukannya selain Allah adalah seperti meminta kekayaan
dan kesembuhan, meminta hajat dan turun hujan kepada selain Allah. Dan seperti yang
demikian itu yang diucapkan orang-orang bodoh di sisi kubur para wali dan orang-orang
shalih, atau di sisi berhala berupa pohon, batu, dan yang semisalnya.
Di antara macam-macam syirik besar:
a. Syirik dalam takut: yaitu takut kepada selain Allah berupa berhala atau
patung, atau thagut, atau mayat, atau yang gaib (tidak terlihat mata, pent.) dari bangsa jin
atau manusia bahwa ia bisa membahayakannya atau menimpakan kepadanya sesuatu
yang dibenci. Takut ini termasuk tingkatan agama yang tertinggi dan teragung.
Barangsiapa yang memalingkannya kepada selain Allah maka sungguh dia telah

menyekutukan Allah dengan syirik besar. Firman Allah:




Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika
kamu benar-benar orang yang beriman. (QS. Ali Imrah : 175)
b. Syirik dalam tawakkal: Barangsiapa yang bertawakkal kepada selain Allah
dalam perkara yang tidak bisa melakukannya selain Allah, seperti tawakkal kepada orang
yang sudah meninggal dunia dan orang-orang yang ghaib serta seumpama mereka dalam
menolak bahaya, mendapatkan manfaat dan rizqi, berarti dia telah menyekutukan Allah
dengan syirik besar. Firman Allah:

Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar
orang yang beriman". (QS. Al-Maidah :23)
c. Syirik dalam mahabbah (cinta): Cinta kepada Allah adalah cinta yang
konsekuensi logisnya adalah kesempurnaan hina dan taat kepada Allah. Inilah cinta yang
murni hanya karena Allah. Tidak boleh menyekutukan seseorang dengan-Nya dalam
mahabbah ini. Maka, siapa yang cinta kepada sesuatu seperti cintanya kepada Allah,
berarti ia telah menjadikan sekutu dari selain Allah dalam cinta mengagungkan, dan ini
termasuk syirik. Firman Allah:

Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan
selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapan orangorang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (QS. Al-Baqarah:165)
d. Syirik dalam taat: termasuk syirik dalam taat adalah taat kepada para ulama,
umara (pemerintah), pemimpin dan hakim dalam menghalalkan yang diharamkan, atau
mengharamkan yang dihalalkan Allah. Ini termasuk syirik besar, seperti firman Allah :





Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai RabbRabb selain Allah, dan (juga mereka menjadikan Rabb ) Al-Masih putera Maryam;
padahal mereka hanya disuruh menyembah Ilah Yang Maha Esa; tidak ada Ilah (yang
berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS.
At-Taubat :31)
Syirik Kecil: yaitu sesuatu yang dinamakan syirik oleh syara' dan tidak sampai
kepada syirik besar. Syirik ini mengurangi tauhid, tetapi tidak mengeluarkan dari agama.
Ia adalah sarana menuju syirik besar. Pelakunya akan disiksa dan tidak kekal dalam
neraka seperti kekalnya orang-orang kafir. Darahnya tidak boleh ditumpahkan dan
hartanya tidak boleh diambil. Syirik besar menggugurkan semua amal ibadah. Adapun
syirik kecil, maka ia menggugurkan amal ibadah yang menyertainya. Seperti orang yang
beribadah karena Allah, ia juga ingin mendapat pujian manusia atasnya, seperti
memperbaiki shalatnya, atau bersedekah, atau puasa, atau berzikir kepada Allah agar
manusia melihatnya, atau mendengarnya, atau memujinya. Ini adalah riya, bila disertai
amal ibadah niscaya riya itu membatalkannya. Tidak ada ungkapan syirik dalam alQur`an kecuali yang dimaksud adalah syirik besar. Adapun syirik kecil, maka terdapat
dalam sunnah-sunnah mutawatir.
Firman Allah :






Katakanlah:"Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang
diwahyukan kepadaku:"Bahwa sesungguhnya Ilah kamu itu adalah Ilah Yang Esa".
Termasuk syirik kecil adalah bersumpah dengan sesuatu selain Allah. Syirik kecil
bisa menjadi besar menurut apa yang ada di hati pelakunya. Maka, seorang muslim harus
berhati-hati terhadap syirik secara mutlak/absolot: yang besar dan kecil. Syirik adalah

kezhaliman yang besar yang tidak diampuni oleh Allah.


C.

Sebab-sebab Manusia Menjadi Syirik


Ada tiga sebab fundamental munculnya prilaku syirik, yaitu al-jahlu (kebodohan),

dhaful iiman (lemahnya iman), dan taqliid (ikut-ikutan secara membabi-buta).


v

Al-jahlu perbuatan syirik. Karenanya masyarakat sebelum datangnya Islam disebut


dengan masyarakat jahiliyah. Sebab, mereka tidak tahu mana yang benar dan
mana yang salah. Dalam kondisi yang penuh dengan kebodohan itu, orang-orang
cendrung berbuat syirik. Karenanya semakin jahiliyah suatu kaum, bisa dipastikan
kecendrungan berbuat syirik semakin kuat. Dan biasanya di tengah masyarakat
jahiliyah para dukun selalu menjadi rujukan utama. Dan dengan kobodohannya
mereka tidak tahu bagaimana seharusnya mengatasi berbagai persoalan yang
mereka hadapi. Ujung-ujungnya para dukun sebagai narasumber yang sangat
mereka agungkan.

Dhaful iimaan (lemahnya iman). Seorang yang imannya lemah cendrung berbuat
maksiat. Sebab, rasa takut kepada Allah tidak kuat. Lemahnya rasa takut kepada
Allahni akan dimanfaatkan oleh hawa nafsu untuk menguasai diri seseorang.
Ketika seseorang dibimbing oleh hawa nafsunya, maka tidak mustahil ia akan
jatuh ke dalam perbuatan-perbuatan syirik seperti memohon kepada pohonan
besar karena ingin segera kaya, datang ke kuburan para wali untuk minta
pertolongan agar ia dipilih jadi presiden, atau selalu merujuk kepada para dukun
untuk suapaya penampilannya tetap memikat hati orang banyak.

Taqliid. Al-Quran selalu menggambarkan bahwa orang-orang yang menyekutukan


Allah selalu memberi alasan mereka melakukan itu karena mengikuti jejak nenek
moyang mereka. Allah berfirman, Dan apabila mereka melakukan perbuatan
keji, mereka berkata, Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang
demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya. Katakanlah,
Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji.
Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?
[QS. Al-A'raf (7): 28]

D.

Bahaya Syirik
Perbuatan syirik sangat berbahaya. Berikut ini beberapa bahaya yang akan

menimpa orang-orang pelaku syirik.


1.

Syirik adalah kezhaliman yang nyata.

2.

Syirik merupakan sumber khurafat.

3.

Syirik adalah sumber ketakutan dan kesengsaraan.

4.

Syirik merendahkan derajat kemanusiaan si pelakunya.

5. Di akhirat nanti orang-orang musyrik tidak akan mendapatkan ampunan Allah


dan akan masuk neraka selama-lamanya.

E.

Contoh Perbuatan Syirik

1. Memakai gelang atau benang dan semisalnya dengan tujuan menghilangkan mara
bahaya atau penangkal datangnya mara bahaya. Hal itu termasuk syirik.
2. Sihir: yaitu yang samar dan halus sebabnya. Ia adalah nama dari jimat-jimat, mentramentra, ucapan, dan obat-obatan, maka hal itu memberi pengaruh di hati dan
badan, lalu menyebabkan sakit atau meninggal dunia, atau memisahkan di antara
seseorang dan istrinya. Ia adalah perbuatan syetan, dan kebanyakan dari sihir itu
tidak bisa sampai kepadanya kecuali dengan perbuatan menyekutukan Allah. Sihir
adalah perbuatan syirik karena padanya mengandung ketergantungan kepada
selain Allah dari jenis syetan, karena hal itu termasuk mengaku mengetahui yang
gaib. Firman Allah:

Padahal Sulaiman tidak kafir (mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan itulah yang
kafir (mengerjakan sihir). Merek mengajarkan sihir kepada manusia (QS. AlBaqarah :102)
Terkadang sihir adalah perbuatan maksiat yang merupakan bagian dari dosa besar, bila
hanya dengan obat-obatan dan sejenisnya saja.

F.

Pengertian Khurafat
Khurfat secara bahasa berarti takhayul, dongeng atau legenda. Sedangkan

khurfy adalah hal yang berkenaan dengan takhayul atau dongeng.


Dalam kamus munawir khurafat diartikan dengan: hal yang berkenaan dengan
kepercayaan yang tidak masuk akal (batil)

Pengertian khurfat dalam Islam


Khurfat ialah semua cerita sama ada rekaan atau khayalan, ajaran-ajaran,
pantang-larang, adat istiadat, ramalan-ramalan, pemujaan atau kepercayaan yang
menyimpang dari ajaran Islam .
Berdasarkan pengertian di atas, khurfat mencakup cerita dan perbuatan yang
direka-reka dan bersifat dusta. Begitu juga dengan pemikiran yang direka-reka
merupakan salah satu bentuk khurafat.
Takhayul
Secara bahasa, berasal dari kata khayal yang berarti: apa yang tergambar pada
seseorang mengenai suatu hal baik dalam keadaan sadar atau sedang bermimpi. Dari
istilah takhayul tersebut ada dua hal yang termasuk dalam kategori talhayul, yaitu:
1.

Kekuatan ingatan yang yang terbentuk berdasarkan gambar indrawi dengan segala
jenisnya, (seperti: pandangan, pendengaran, pancaroba, penciuman) setelah
hilangnya sesuatu yang dapat diindera tersebut dari panca indra kita.

2.

Kekuatan ingatan lainnya yang disandarkan pada gambar idrawi, kemudian satu dari
unsurnya menjadi sebuah gambar yang baru. Gambar baru tersebut bisa jadi satu
hal yang benar-benar terjadi, atau hal yang diluar kebiasaan (kemustahilan).

Seperti kisah seribu satu malam, Nyai Roro Kidul dan cerita-cerita khurafat
lainnya.
Takhayul diartikan juga: percaya kepada sesuatu yang tidak benar (mustahil) .
Jadi takhayul merupakan bagian dari khurfat.
Takhayul menjadikan seorang menyembah kepada pohon, batu atau benda
keramat lainnya, mereka beralasan menyembah batu, pohon, keris dan lain sebagainnya
untuk mendekatkan diri kepada Allah (Taqarrub) atau karena benda-benda tersebut
memiliki ke-digdaya-an (baca: kesaktian) yang mampu menolak suatu bencana atau
mampu mendatangkan sebuah kemaslahatan. ini salah satu dampak takhayul. Jika
demikian maka Tauhid Rubbiyyah dan Tauhid Ibadah seorang hamba akan keropos dan
hancur. Firman Allah;
"Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami
kepada Allah dengan sedekat-dekatnya"... (QS. 39:3).
Takhayul juga merupakan senjata para ahli bid'ah dalam menguatkan argumennya
dengan dalih bahwasanya ini adalah sesuai dengan syari'at yang disandarkan secara dusta
kepada salafus shalih.

Di antara faktor-faktor yang mendorong terjadinya khurfat ialah :


1. Mudah mempercayai benda-benda takhayu.
2. Dangkalnya ilmu agama.
3. Terpengaruh dengan kelebihan seseorang atau sesuatu benda.

Penolakan Islam terhadap mental khurfat


1.

Kepercayaan dan amalan dalam Islam berdasarkan keyakinan bukan sangkaan


(Dzan).

2. Tidak mengikut hawa nafsu dan emosi.


3. Menolak taklid buta.
4. Melarang kepada seorang muslim untuk menuruti pemimpin yang zalim.
5. Menolak dakwaan tanpa bukti.

G.

Ciri-Ciri Khurafat

1. Tidak didasarkan pada nas-nas syarak (al-Quran atau hadis Nabi sallallahu alaihi
wasallam.
2.

Cerita-cerita rekaan, dongeng, khayalan atau karut.

3.

Bersumberkan kepada kepercayaan-kepercayaan lama dan bercanggah dengan


Islam.

4.

Menggunakan objek-objek tertentu seperti kubur, pokok dan sebagainya.

5.

Mempunyai unsur-unsur negatif dari segi akidah dan syariah.

6.

Berbentuk pemujaan dan permohonan kepada makhluk halus

H.

Bentuk-Bentuk Khurafat

Kepercayaan kepada keramat seperti kubur, pohon, telaga, batu, bukit, tongkat
dan sebagainya.
Keramat
1.Perkara yang luar biasa.
2. Anugerah Allah kepada hambanya yang salih.
3.Terjadi dari pada orang salih.
4. Bukan dari benda-benda seperti tembikar, kubur, pohon dll.
5. Bukan dari orang fasik.
6.Kepercayaan kepada sial majal seperti adat mandi safar, adat mandi membuang sial dan

sebagainya.
7.
I.

\Kepercayaan kepada kekuasaan jin dan memohon pertolongan darinya seperti adat
memuja kampung, adat merenjis tepung tawar adat pantai dan sebagainya
Contoh-Contoh Khurafat
Diantara khurafat yang terjadi di Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Cegah Bencana Dengan Ritual Tolak Balak


Ritual yang dimaksud adalah sesaji untuk taqarrub kepada jin yang mereka
anggap berkuasa di tempat itu. Seakan jin-jin itu mampu mengendalikan alam, mampu
mendatangkan banjir, mampu menjadikan gempa bumi dan tanah longsor. Ini adalah
keyakinan syirik paling berat yang bahkan tidak dilakukan oleh orang-orang musyrik.
Orang-orang musyrik dahulu menyekutukan Allah dalam beribadah, tapi mereka tetap
meyakini, bahwa yang mengendalikan semua urusan adalah Allah. Firman Allah Qs.
Yunus 31
2. Menanam Kepala Kerbau
Mereka meyakini bahwa tradisi menanam kepala kerbau seolah suatu keharusan
yang mengiringi momen-momen penting. Seperti peletakan batu pertama suatu bangunan,
pembangunan jembatan, ritual sedekah bumi maupun tradisi larung untuk sedekah laut,
kepala kerbau hampir menjadi inti dari sesaji. Dalam hal ini Rasulullah bersabda, Dan
Allah melaknat orang yang menyembelih (binatang) untuk selain Allah. (HR. Muslim)
3. Sial Karena Kejatuhan Cicak
Mereka meyakini, ketika kejatuhan cicak, maka bertanda mereka akan
mendapatkan musibah. Sebagai penangkal mereka segera memburu cicak tersebut dan
menyobek mulutnya, supaya musibah tidak jadi menimpanya. Hal ini disebut juga dengan
tathayur yang dilarang dalam Islam.
Nabi bersabda barang siapa mengurungkan keperluannya karena thiyarah, maka
dia telah berbuat kesyirikan, lalu para sahabat bertanya. lalu apa tebusannya wahai
Rasulullah? Beliau bersabda, hendaknya engkau membaca, Ya Allah, tiada nasib baik

kecuali nasib baik (dari)Mu, tiada thiyarah kecuali thiyarah-Mu dan tidak ada ilah yang
berhak disembah selain Engkau. (HR. Ahmad)
Sakit-Sakitan Karena Tak Kuat Menyandang Nama
Sebagian orang Jawa meyakini, tidak semua nama baik itu cocok untuk
disematkan setiap anak. Ketika mereka melihat anaknya sakit-sakitan berkepanjangan,
segera mungkin mereka mengubah nama anaknya. Karena mereka meyakini tidak adanya
kecocokan nama anaknya dengan aura pemiliknya.
Di dalam Islam, tidak

dipungkiri bahwa nama memiliki pengaruh bagi

pemiliknya. Seringkali ada kesesuaian antara nama dan yang diberi nama. Tetapi
pengaruh tersebut lebih kepada makna yang dikandung didalamnya. Islam melarang
nama-nama yang berkonotasi buruk.
.
Rajah Penjaga Rumah
Rajah itu berupa kertas bertuliskan huruf-huruf yang sulit dibaca dan dipahami
maknanya, kertas itu dilipat atau terkadang dibungkus dengan kain lalu dipaku di atas
pintu. Benda itu diyakini dapat menolak marabahaya yang bakal masuk ke dalam rumah.
Dan rajah ini termasuk syirik.
Meramal Nasib, Dengan Weton Dan Zodiac
Ini semua adalah bentuk dari kesyirikan.
Ajaran Baru Nabi Melalui Mimpi
Hal ini jelas bathil, karena tidak mungkin Nabi menurunkan syariat baru. Allah
berfirman,
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu. (QS.
Al-Maidah 3)
Kuburan Dikeramatkan
Beberapa waktu lalu kita semua dikejutkan dengan peristiwa bentrok berdarah
yang mengakibatkan beberapa oparat penegak hukum meninggal dunia dan ratusan
korban luka berat dan luka ringan, dari kedua belah pihak, mulai dari anak kecil, remaja
serta orang tua, pria maupun wanita.

Kita semua tentu prihatin dengan kejadian tersebut, sangat di sayangkan hal itu
sampai terjadi, padahal semestinya bentrok berdarah seperti itu bisa di hindari. Di satu
pihak ingin menertibkan tata kota Jakarta yang kumuh dan semrawut, dan di sisi lain
masyarakat berusaha untuk mempertahankan keberadaan bangunan situs bersejarah
berupa makam keramat salah seorang tokoh agama setempat yang dihormati dan di
sanjung-sanjung sebagian warga kota Jakarta dan juga masyarakat islam dari berbagai
kota lainnya bahkan mungkin seantero nusantara.
Pertanyaanya adalah, apa hukum ini semua ?, seorang muslim tidak pantas ikutikutan kebanyakan orang dalam beragama, bertindak dan berucap, karena akibatnya bisa
fatal, terjerembab kedalam kesesatan yang berakhir dengan lembah neraka.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda : Janganlah kalian melakukan
perjalanan ibadah kecuali ketiga masjid, masjidku ini (masjid Nabawi di Madinah),
masjidil haram, dan masjidil Aqsha. ( HR. Bukhari dan Muslim).
Dari sini kita tahu bahwa wisata spiritual/rohani ke makam para wali songo dan
para sunan, ke Pamijahan, makam syaikh anu dan itu di larang dan tidak di syariatkan
bahkan merupakan perkara baru (bidah) dalam agama islan, amalannya tertolak tidak
berpahala bahkan berdosa.
Di riwayatkan dari Jundub bin Abdillah, semoga Allah melimpahkan keridhoan-Nya
kepada beliau, dia berkata ; aku mendengar Nabi Shalallahu alaihi wa sallam bersabda
lima (malam ) sebelum wafatnya :Ketahuilah !, Sesungguhnya orang-orang sebelum
kalian menjadikan kuburan Nabi-Nabi dan orang-orang shaleh mereka sebagai masjid,
sesungguhnya aka melarang kalian dari hal seperti itu. (HR. Muslim).

[1] Wikipedia Bahasa Indonesia, http://id.wikipedia.org/wiki/Syirik


[2] Tamimah: sesuatu yang dikalungkan di leher anak-anak sebagai penangkal atau
pengusir penyakit, pengaruh jahat yang disebabkan rasa dengki seseorang, dan lain
sebagainya. (pent. Dikutip dari terj. Kitab Tauhid, Muhammad Yusuf Harun MA.)

[3] Penyakit atau pengaruh jahat yang disebabkan rasa dengki seseorang, pent.)
Khurafat
March 18, 2013
PENGERTIAN
Khurafat berasal dari kata (kharufa) yang artinya rusaknya akal karena lanjut usia. Dan
kebetulan khurafat adalah nama seorang laki-laki yang dipengaruhi oleh jin, lalu ia
bercerita sesuai dengan apa yang ia lihat, maka orang-orang tidak mempercayainya dan
mereka mengatakan Ah itu hanya cerita khurafat. Jadi khurafat adalah cerita-cerita atau
dongeng-dongeng dan kepercayaan-kepercayaan yang dusta (yang tidak berdasar).
NAMA LAIN DARI KHURAFAT
Istilah lain dari khurafat diantaranya Takhayyul, Tathayyur, Syubhat dan lain-lain. Di
zaman nabi saw, ada yang dikenal dengan nama Adwa, Thiyaroh, Hamah, Shofar, Nau
dan Ghul.
Adwa adalah penjangkitan atau penularan penyakit. Di zaman jahiliyyah

mereka

beranggapan bahwa penyakit berjangkit atau menular dengan sendirinya tanpa kehendak
dan taqdir Allah swt.
Thiyarah adalah merasa bernasib sial atau meramal nasib buruk (menganggap firasat
jelek) karena melihat sesuatu seperti melihat burung, mendengar suara binatang, melihat
bintang, pecahnya barang perabotan, panasnya cincin yang dibuat jadi jimat, bergetarnya
keris di dalam sarungnya, melihat garis tangan, menghubungkan angka, tanggal lahir dan
lain-lain sebagainya.
Hamah adalah jenis burung yang keluar pada malam hari seperti burung hantu dan
lainnya. Orang-orang jahiliyyah merasa bernasib sial kalau melihat burung hantu; apabila
ada burung hantu hinggap diatas rumah salah seorang diantara mereka, dia merasa
bahwa burung itu membawa berita kematian dirinya atau salah satu dari anggota

keluarganya.
Shafar adalah bulan kedua dalam tahun Hijriyyah, orang-orang jahiliyyah beranggapan
bahwa bulan ini membawa nasib sial atau tidak menguntungkan, dan termasuk
didalamnya ada hari, atau tanggal yang tidak baik.
Nau adalah terbit atau teggelamnya suatu bintang. Orang-orang jahiliyyah menisbahkan
(menjadikan sebab) akan turunnya hujan kepada bintang ini dan bintang itu.
Ghul adalah hantu jenis jin atau setan. Dulu orang Arab beranggapan bahwa
ghulmenampakkan diri kepada manusia di padang pasir dan dapat berubah-ubah bentuk
serta mereka yakin bahwa ghul dapat meyesatkan mereka (orang arab) dalam perjalanan
lalu membinasakan mereka.
HUKUM KHURAFAT
Hukum Khurafat adalah haram berdasarkan dalil Al Quran dan As Sunnah. Firman Allah
swt.
Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: Itu adalah
karena (usaha) kami. dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab
kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya
kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak
mengetahui. =Qs. Al Araaf 7 :131=
Rasulullah saw bersabda:




=
=
Dari Abdullah bin Masud ra, bahwa Rasulullah saw bersabda : Thiyarah adalah syirik,
thiyarah adalah syirik, (beliau mengucapkan) tiga kali, dan tidak ada seorang pun diantara
kita kecuali (telah terjadi dalam hatinya sesuatu dari hal itu), hanya saja Allah
menghilangkannya dengan tawakkal kepada-Nya. =HR. Abu Daud=




=




= )
(
Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda : Tidak ada Adwa, Thiyarah,
Hamah, dan Shafar. =HR. Muttafaqun Alaihi= Sedangkan dalam riwayat Muslim
menambahkan Tidak ada Nau serta tidak ada Ghul.
BAHAYA KHURAFAT
Bahaya khurafat sangatlah besar bagi keselamatan iman dan amal kita baik selama hidup
di dunia dan juga di akhirat. Khurafat ada yang dapat mengeluarkan pelakukan dari Islam
alias kafir atau murtad, selama tidak ada yang menghalanginya untuk sampai kepada
kekafiran itu, seperti ia belum mengetahui. Bila ini terjadi, maka ia kekal didalam neraka
selama-lamanya. Namun ada khurafat itu yang hanya mengurangi kesempurnaan iman
yang tetap diancam dengan azab neraka sekalipun tidak untuk selama-lamanya. Diantara
bahayanya:
1. Tidak diterima shalatnya.
Rasulullah saw bersabda:




=
=
Dari Shafiyah dan sebagian istri Nabi saw, dari Nabi saw bersabda: Barangsiapa datang
kepada orang pintar, lalu ia bertanya tentang sesuatu, lalu ia membenarkannya (yang
dikatakan orang pintar itu) tidak diterima sholatnya selama 40 malam. =HR. Muslim
dan Ahmad=
2.

Kafir.

Rasulullah saw bersabda :




=
=
Dari Abu Hurairah dan Hasan ra, dari Nabi saw bersabda: Barangsiapa yang mendatangi
dukun atau orang pintar lalu ia membenarkan apa yang dikatan (oleh dukun itu) maka
sesungguhnya ia telah kafir kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad saw
(Alquran). =HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dan Ad Darimi=
3.

Penghapus amal kebaikan (pahala).

Apabila menyekutukan Allah, maka lenyaplah seluruh pahala dari amal kebaikan yang
pernah dilakukan sebelumnya tanpa terkecuali. Sedangkan dosanya tidak berkurang,
bahkan malah bertambah. Nauudzu billaahi min dzaalika.
Firman Allah swt :
Itulah petunjuk Allah, yang dengannya dia memberi petunjuk kepada siapa yang
dikehendakinya di antara hamba-hambaNya. seandainya mereka mempersekutukan
Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. =Qs. Al
Anaam 6: 88=
Dan sSesungguhnya tTelah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang
sebelummu. Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan
tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. =Qs. Az Zumar 39 : 65=
4.

Dosanya tidak diampuni.

Firman Allah swt Qs. An Nisaa 4: 48, 116.


Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala
dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. barangsiapa yang
mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.
Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia,
dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya.

Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah


tersesat sejauh-jauhnya.
Dosa syirik tidak diampuni kalau sampai wafat ia tidak pernah bertaubat kepada Allah
swt atas kesyirikan yang pernah ia lakukan. Sedangkan kalau ia bertaubat dan tidak
melakukan kemusyrikan sampai akhir hayat, Insya Allah dosanya diampuni.
Sebagaimana para sahabat yang pernah menyembah berhala, setelah masuk islam,
mereka tidak pernah lagi menyekutukan Allah. Bahkan Allah memberi gelar kepada para
mereka Kuntum Khaira Ummah (kamu adalah umat terbaik) yang mendapat jaminan
dari Rasulullah saw akan masuk surga.
5.

Diharamkan masuk surga, tempatnya adalah neraka dan tidak ada penolong

baginya.
Firman Allah swt :
Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti
Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi
orang-orang zalim itu seorang penolongpun. =Qs. Al Maa-idah 5: 72=
YANG HARUS DILAKUKAN
Yang harus kita lakukan ada dua: Pertama: Bagi kita yang pernah terjerumus ke dalam
khurafat, maka segeralah bertaubat dari dosa bersar itu sebelum ajal menjemput. Firman
Allah swt:
Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka
sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah
mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang. =Qs. Az Zumar 39: 53=
Kedua: Al Falatau At-Tafaul (optimis atau rasa penuh harap) yaitu berprasangka baik
dan bertawakkal kepada Allah swt.

Sabda Rasulullah saw:







= =
Dari Anas bin Malik ra, bahwa Nabi saw bersabda : Tidak ada Adwa dan Thiyarah,
? tetapi Al Fal menyenangkan diriku. Para shahabat bertanya : Apakah Al-Fal itu
Beliau menjawab : Yaitu kalimat Thayyibah (kata-kata yang baik). =HR. Muttafaqun
=Alaih


=
=
Dari Anas bin Malik ra, berkata, Bahwa Nabi saw bersabda kepada Muadz bin Jabal.
Barangsiapa yang bertemu dengan Allah (mati) sedang ia tidak menyekutukan sesuatu
dengan-Nya (Allah), ia masuk surga. Berkata Muadz, Perlukah aku beri tahu hal ini pada
orang-orang. Sabda Nabi saw. Jangan. Aku khawatir mereka tergantung hanya
=kepadanya. =HR. Ahmad dan Bukhari







:



=
=
Dari Uqbah bin Amir ra, bahwa Ahmad Al Quraisyi mengatakan bahwa Thiyarah disebutsebut dihadapan Nabi saw, lalu beliau pun bersabda : Yang paling baik adalah Al-Fal,
dan Thiyarahtersebut tidak boleh menggagalkan seorang muslim dari niatnya. Apabila
salah seorang diantara kamu melihat sesuatu yang tidak diinginkan maka supaya berdoa:
Ya Allah, tidak ada yang dapat mendatangkan kebaikan selain Engkau, tidak ada yang
dapat menolak keburukan selain Engkau, dan tiada daya serta kekuatan kecuali dengan
=pertolongan Engkau. =HR. Abu Daud




=
=

Dari Abdullah bin Masud ra, bahwa Rasulullah saw bersabda : Thiyarah adalah syirik,
thiyarah adalah syirik, (beliau mengucapkan) tiga kali, dan tidak ada seorang pun diantara
kita kecuali (telah terjadi dalam hatinya sesuatu dari hal itu), hanya saja Allah
menghilangkannya dengan tawakkal kepada-Nya. =HR. Abu Daud=







:
=
=
Dari Abdullah bin Amr ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : Barangsiapa
yang thiyarah (berfirasat buruk) telah mengurungkan hajatnya, maka ia telah berbuat
syirik. Para shahabat bertanya, Lalu apakah sebagai tebusannya ? Beliau menjawab,
Supaya ia mengucapkan: Ya Allah, tiada kebaikan kecuali kebaikan dari Engkau, dan
tiada kesialan kecuali kesialan dari Engkau, dan tiada sesembahan yang hak selain
Engkau. =HR. Ahmad=
CONTOH-CONTOH KHURAFAT.
Khurafat-khurafat yang dijadikan sebagai kepercayaan yang harus kita jauhi karena
kebathilannya tak terhitung banyaknya, di antaranya adalah:

Jika ada yang ingin menikah, maka ia pergi ke orang pintar (baca: dukun) atau

peramal untuk mengetahui kecocokan dan tidaknya dan mencari hari baik
pernikahannya.

Jika kelopak mata seseorang bergerak-gerak, berdenyut, maka ia merasa itu

pertanda ia akan mendapat kebaikan, kehormatan atau rizki.

Ketika menanam ari-ari anak baru lahir biasanya dipasang lampu, katanya agar

kelak hidupnya terang, dan ditaruh buku dan pensil biar kelak anaknya pintar.

Melindungi bayi dari gangguan jin, diletakkan dibawah tempat tidurnya pisau,

gunting atau sapu.

Menghindarkan bayi dari penyakit, bayi dikalungi benang tiga rupa, kulit kerang

dan lain-lainnya.

Bila bayi menangis terus, menuliskan tanda salib di kening bayi dengan ujung

kain panjang gendongannya.

Jika ada keluarga yang meninggal dunia, maka begitu jenazah diangkat dan

diantar ke kuburan sebagian orang menerobos dibawahnya, menebar beras yang


berwarna kuning (karena diberi kunyit) dan setelah itu yang di rumah duka memecah
gelas atau piring. Semuanya itu dengan tujuan agar kematian tidak menjemput
keluarganya yang lain, dan seterusnya.

Keyakinan bahwa arwah pulang ke rumah setiap menjelang ramadhan, sehingga

keluarga membuat acara ruwahan.

Keyakinan air zam-zam bisa muncul di tempat selain Masjidil Haram dan bisa

dibuat menjadi obat.


Keyakinan ayat al-Quran yang ditulis dikertas atau di fotocopy lalu direndam di
air lalu di minum untuk jadi obat.
Keyakinan seseorang bisa pergi ke Mekkah dalam waktu sebentar untuk
melakukan shalat di Masjidil Haram.
Pulang dari haji tidak boleh keluar rumah selama 40 hari.
Bila membangun rumah, saat menaikkan plafon harus menggantung pisang.
Mobil baru harus disiram dengan air kembang sebelum digunakan.
Bila menambrak kucing, maka kendaraan akan celaka.
Rumah baru di siram dengan air yang bacakan al-Quran.
Bila ia kehilangan sesuatu, lalu ia datang kepada orang pintar dengan persyaratan
kembang tujuh rupa, sajen dan lainnya.
Dan masih banyak lagi yang lainnya. Wallohu Alam.