Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN

PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)

Di PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA


BIDANG K3 LINGKUNGAN KERJA dan B3

PEMBINAAN CALON AHLI K3 UMUM


KELOMPOK 4

1.

IRWAN ISKANDAR

2.

ERIC SAMUEL RAHARJO

3.

LUSI LISTYANA

4.

ILHAM GEMILANG

5.

AGUS SAMIRIN

6.

JAENAL ARIFIN

7.

ALADI

8.

AHMAN

9.

RUFIDI CHANDRA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Pada dasarnya setiap perusahaan dan tenaga kerja dimanapun tidak
menghendaki terjadinya kecelakaan, penyakit akibat kerja, maupun pencemaran
lingkungan. Suatu potensi resiko berupa kecelakaan, kebakaran, pencemaran
lingkungan dan penyakit akibat kerja dapat muncul karena kesalahan dalam
penggunaan peralatan, kurangnya informasi terhadap area kerja, dan kemampuan
serta keterampilan dari tenaga kerja yang kurang kompeten.
Upaya penegakan K3 baik secara kelembagaan maupun sikap kerja adalah
salah satu cara untuk menciptakan area kerja yang baik sehingga dapat menjaga
tenaga kerja agar selalu sehat, nyaman, selamat, dan sejahtera baik selama bekerja
maupun setelah selesai melakukan pekerjaan sehingga pada akhirnya tingkat
produktifitas pada perusahaan tersebut dapat mencapai level tertinggi.
Salah satu rangkaian pada pemeriksaan aspek K3 adalah mengenai Lingkungan
dan Limbah B3 (Barang Berbahaya dan Beracun). Pemeriksaan ke lapangan yang
berfokus pada K3 Lingkungan dan B3 perlu dilakukan karena berkaitan erat dengan
tingkat kepedulian sebuah perusahaan terhadap kesehatan lingkungan area kerja.

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud dilaksanakannya PKL ini adalah untuk:
1. Membekali pengetahuan sebagai calon Ahli K3 Umum mengenai K3 dengan
praktek nyata dalam penerapan persyaratan dan pembinaan keselamatan
dan kesehatan kerja di tempat kerja yang meliputi keadaan dan fasilitas
tenaga kerja, sikap tenaga kerja dalam mengoperasikan peralatan kerja,
penanganan bahan kimia berbahaya, sifat pekerjaan dan lingkungan kerja.
2. Secara khusus diharapkan calon Ahli K3 dapat menjelaskan:
a. Latar belakang pengawasan lingkungan kerja
b. Dasar hukum pengawasan lingkungan kerja
c. Pengertian pengawasan lingkungan kerja
d. Ruang lingkup bahaya lingkungan kerja
e. Faktor-faktor dan pengendalian lingkungan kerja
f. Bahan kimia berbahaya
g. Sanitasi lingkungan
h. Alat Pelindung Diri
i.

Pengawasan limbah industri

1.3 RUANG LINGKUP


1. Bidang Pengawasan K3 Umum dan kelembagaan
2. Bidang Pengawasan K3 Lingkungan kerja

1.4 DASAR HUKUM


DASAR HUKUM tentang K3 Umum:
1. Undang-Undang No. 1 Tahun 1970, yaitu tentang keselamatan kerja.
Bunyinya sebagai berikut :
a. bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapatkan perlindungan atas
keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan dan
meningkatkan produksi serta produktivitas nasional.
b. Bahwa setiap orang lainnya yang berada di tempat kerja perlu terjamin
keselamatannya.
c. Bahwa setiap sumber produksi perlu dipakai dan di pergunakan
2. Undang-Undang Keselamatan No. 1 Tahun 1970
Pasal 14 butir (b) Memasang dalam tempat kerja yang dipimpinnya, semua
gambar keselamatan kerja yang diwajibkan dan semua bahan pembinaan
lainnya, pada tempat-tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut
petunjuk pegawai pengawas atau ahli Keselamatan Kerja.
3. KEPMEN NO.KEP 187/MEN/1999
Pasal 5
Label Sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 huruf (a) meliputi keterangan
mengenai tanda bahaya dan artinya.
4 . Permenakertrans No.Per-01 / MEN / 1981
Pasal 4 ayat (3)
pelindung

menyebutkan kewajiban pengurus menyediakan alat

diri dan wajib bagi tenaga kerja untuk menggunakannya

untuk pencegahan PAK .


Undang-undang No.1 tahun 1970.

Pasal 3 ayat (1) huruf (f) : Dengan peraturan perundangan ditetapkan


syarat-syarat K3 untuk memberikan APD Pasal 12 huruf (e) : pekerja
menyatakan keberatan kerja bila meragukan APD yang diberikan .

Pasal 13 : pekerja wajib menggunakan apd yang diwajibkan

Pasal 14 huruf (c) : Pengurus diwajibkan menyediakan APD yg diwajibkan


secara cuma-Cuma.

5. Undang-undang no.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja pasal 10


berbunyi menteri tenaga kerja berwenang membentuk panitia pembina
keselamatan

dan

kesehatan

kerja

guna

memperkembangkan

kerjasama,saling pengertian dan partisipasi efektif dari pengusaha atau


2

pengurus dan tenaga kerja dalam tempat-tempat kerja untuk melaksanakan


tugas dan kewajiban bersama dibidang keselamatan dan kesehatan
kerja,dalam rangka melancarkan usaha berproduksi.
-

PERMEN No. 04/MEN/1987, tentang panita pembinaan


keselamatan dan kesehatan kerja serta tata cara penunjukan ahli
keselamatan kerja.

Pasal 2 ayat (1) setiap tempat kerja dengan kriteria tertentu


pengusaha atau pengurus wajib membentuk P2K3.

Pasal 3
Ayat (1) Keanggotaan P2K3 terdiri dari unsur pengusaha dan
pekerja yang susunannya terdiri dari Ketua, Sekretaris dan
Anggota.
Ayat (2) Sekretaris P2K3 ialah Ahli Keselamatan Kerja dari
perusahaan yang bersangkutan.
Ayat (3) P2K3 ditetapkan oleh Menteri atau pejabat yang ditunjukan
atas usul dari pengusaha atau pengurus yang bersangkutan.

6. Undang-Undang No. 1 Tahun 1970


Pasal 5 ayat (1) Pegawai pengawas dan ahli keselamatan kerja
ditugaskan menjalankan pengawasan langsung terhadap ditaatinya UndangUndang ini dan membantu pelaksanaannya.

7. PERMEN NO. 26 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan penilaian penerapan


Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja.
-

Pasal 2 ayat (1), setiap perusahaan wajib menerapkan SMK3 yang

terintegrasi dengan sistem di perusahaan.


-

Pasal 87 ayat (1), Setiap perusahaan

wajib menerapkan sistem

manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan


sistem manajemen perusahaan

DASAR HUKUM tentang K3 Lingkungan dan B3:


1. KEPMEN NO. 187/MEN/1999
Huruf

(a) Bahwa

kegiatan

industri yang mengolah, menyimpan,

mengedarkan, mengangkut, dan mempergunakan bahan-bahan kimia


berbahaya

akan

terus

meningkat

sejalan

dengan

perkembangan

pembangunan sehingga berpotensi untuk menimbulkan bahaya besar bagi


industri, tenaga kerja, lingkungan, maupun sumber daya lainnya.

2. PERMEN NO. PER.08/MEN/VII/2010


Pasal 2 ayat (1) Pengusaha wajib menyediakan APD bagi pekerja/buruh
di tempat kerja.
3. KEPMEN NO. 187/MEN/1999
-

Pasal 3 huruf (a) Penyediaan lembar data keselamatan bahan (LDKB)


dan label.

Pasal 4, tentang Lembar data keselamatan bahan sebagaimana


dimaksudkan dalam pasal 3

4. Undang-Undang No. 1 1970


Pasal 3 ayat 1 berbunyi dengan peraturan perundangan ditetapkan
syarat-syarat keselamatan kerja untuk :

memberi alat alat pelindungan diri pada para pekerja.

5. Kepmenaker

no.187/MEN/1999

tentang

pengendalian

kimia

bahan

berbahaya
6. Kepmen no. 187 / MEN / 1999 pasal 1 huruf (c) pengendalian bahan kimia
berbahaya adalah upaya yang dilakukan untuk mencegah dan atau
mengurangi resiko akibat penggunaan bahan kimia berbahaya ditempat kerja
terhadap tenaga kerja,alat-alat kerja dan lingkungan.
7. Permen no.3/MEN/1985 pasal 12
Ayat (1) Pada setiap ruang kerja wajib dipasang alat ventilasi yang sesuai,
agar debu serat asbes yang terkandung di udara tempat kerja berada
dibawah nilai ambang batas
8. PERMEN NO 7 TAHUN 1964 Tentang syarat kesehatan,kebersihan serta
penerangan dalam tempat kerja.
Pasal 7 ayat (1) Di tmpat kerja yang dianggap perlu harus diadakan
tempat mandi, tempat cuci muka dan tangan, tempat ludah dan tempat
pakaian menuruti kepentingan masing-masing.
9. -Undang-Undang No. 3 Tahun 1969
Semua bangunan yg digunakan oleh pekerja & perlengkapannya harus :
Tersedia fasilitas yg sesuai utk mengganti, menyimpan dan mengeringkan
-PERMEN NO. 7 TAHUN 1964
Pasal 7 ayat ( 5 ) apabila buruh mempergunakan pakian kerja hanya
selama bekerja, maka harus disediakan tempat tukar pakaian yang bersih.
10. -Permen no.7 tahun 1964 tentang Syarat Kesehatan, Kebersihan serta
Penerangan Dalam Tempat Kerja
-Pasal 6 ayat (2) kakus-kakus tersebut harus terpisah untuk laki-laki dan
perempuan, sehingga tidak memungkinkan terjadinya gangguan kesusilaan.

BAB II
KONDISI / FAKTA PERUSAHAAN

2.1 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN


PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement atau Perseroan) didirikan
pada tanggal 16 Januari 1985, sebagai hasil penggabungan enam perusahaan
semen yang pada saat itu memiliki delapan pabrik. Indocement memroduksi semen
dan saat ini memiliki beberapa anak perusahaan yang memroduksi beton siap-pakai
(ready-mix concrete/RMC) serta mengelola tambang agregat dan trass.
Selama 38 tahun beroperasi, Indocement terus menambah jumlah pabriknya,
hingga saat ini mencapai 12 pabrik. Indocement juga terus meningkatkan kapasitas
produksinya dan saat ini merupakan salah satu produsen semen terbesar di
Indonesia. Sebagian besar pabrik Indocement berada di Jawa. Sembilan pabrik
berlokasi di Citeureup, Bogor, Jawa Barat, dan saat ini merupakan salah satu
kompleks pabrik semen terbesar di dunia. Dua pabrik berlokasi di Palimanan,
Cirebon, Jawa Barat, serta satu pabrik berlokasi di Tarjun, Kotabaru, Kalimantan
Selatan. Pada 9 Oktober 2013, Indocement memulai pembangunan Pabrik ke-14 di
Citeureup, Bogor.
Pada 31 Desember 2013, Indocement memiliki kapasitas produksi terpasang per
tahun sebesar 18,6 juta ton semen, 4,4 juta meter kubik RMC, dengan 40 batching
plant dan 648 truk mixer, serta 2,5 juta ton cadangan agregat.
Indocement mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 5
Desember 1989 dengan kode saham INTP. Sejak 2001, mayoritas saham
Perseroan dimiliki oleh perusahaan dalam HeidelbergCement Group, Jerman.
HeidelbergCement merupakan pemimpin pasar global agregat dan pelaku bisnis
terkemuka di bidang semen, RMC dan aktivitas hilir lainnya, menjadikannya salah
satu produsen bahan bangunan terbesar di dunia. Group memekerjakan sekitar
52.600 personil di 2.500 lokasi di lebih dari 40 negara.
Dengan merek Tiga Roda, Indocement telah menjual 18,2 juta ton semen pada
tahun 2013, yang merupakan penjualan semen terbesar oleh sebuah entitas tunggal
di Indonesia. Produk semen Perseroan adalah Portland Composite Cement (PCC),
Ordinary Portland Cement (OPC) Tipe I, Tipe II dan Tipe V, Oil Well Cement (OWC),
Semen Putih dan TR-30 Acian Putih. Indocement adalah satu-satunya produsen
Semen Putih di Indonesia.

Selain itu, penjualan RMC yang diproduksi oleh entitas anak Indocement, PT
Pionirbeton Industri, meningkat sekitar 41,6% dibandingkan tahun sebelumnya,
menjadikan Indocement pemimpin pasar bisnis RMC di Indonesia. Dalam
menjalankan usahanya, Indocement berkomitmen untuk fokus pada pengembangan
yang berkelanjutan melalui komitmen terus menerus untuk mengurangi emisi karbon
dioksida dari proses produksi semen yang dihasilkannya. Indocement adalah
perusahaan pertama di Asia Tenggara yang menerima Emisi Reduksi yang
Disertifikasi (Certified Emission Reduction/CER) untuk proyek bahan bakar alternatif
dalam

kerangka

Mekanisme

Pembangunan

Bersih

(Clean

Development

Mechanism/CDM).
Indocement didirikan berdasarkan akta pendirian No. 227 tanggal 16 Januari
1985 oleh Notaris Ridwan Suselo, SH. Sesuai dengan anggaran dasar Perseroan,
aktivitas usaha Perseroan adalah sebagai berikut:

Menjalankan usaha dalam bidang industri pada umumnya, termasuk tetapi


tidak terbatas untuk mendirikan pabrik semen dan bahan bangunan.

Menjalankan usaha dalam bidang penambangan pada umumnya.

Menjalankan usaha dalam bidang perdagangan pada umumnya.

Menjalankan usaha dalam bidang pengangkutan darat dan laut untuk


pengangkutan hasil industri tersebut di atas.

Menjalankan usaha dalam bidang penyediaan sarana dan prasarana listrik,


termasuk mendirikan pembangkit tenaga listrik, dan penjualan energi listrik.

2.2 TEMUAN
2.2.1 TEMUAN POSITIF
a. Keselamatan dan Kesehatan Umum
1. Sudah tersedia gambar/poster K3 dan terpasang dengan baik
2. PT. Indocement Tunggal Prakarsa sudah membentuk P2K3, dibuktikan
dengan surat dari Disnaker Kabupaten Cirebon dan memiliki susunan
pengurus, data terlampir.
3. Pengurus sudah melakukan pelatihan, dibuktikan dengan foto pelatihan
Schaffolding ditempat kerja.
4. Sudah tersedia APAR disetiap area dan ruangan kerja
b. K3 Lingkungan dan B3
1. Perusahaan melakukan penyimpanan B3 sementara, sesuai kualifikasi
jenis dan jumlahnya foto terlampir, perusahaan mempunyai penampung
B3 Logam,
6

2. Bahan kimia berbahaya sudah dilengkapi dengan MSDS


3. Sudah dilengkapi dengan gudang penyimpanan Olie Baru dan Olie
Bekas, gudang olie sudah dilengkapi dengan serbuk gergaji jika terjadi
tumpahan olie.
4. Pemasukan dan pengeluaran bahan kimia berbahaya sudah tercatat
dengan baik, foto terlampir.
5. Wadah bahan kimia berbahaya mempunyai beberapa jenis, yaitu drum
kaleng, tangki plastic kotak (gambar terlampir), drum plastic, jerigen
plastic, dilengkapi dengan pallet kayu.
6. Area kerja sudah memiliki penerangan lampu yang cukup terang, tidak
mempunyai ventilasi karena sudah dilengkapi dengan AC, kantor sudah
terdapat banyak jendela berkaca sehingga sinar matahari cukup untuk
masuk kedalam ruangan kantor, tingkat kebisingan lingkungan kerja
masih dalam batas wajar.
7. Sudah terdapat saluran sanitasi pembuangan air disekitar lingkungan
industry, memiliki fasilitas kamar mandi pria dan wanita dipisah, memiliki
wastafel dan tempat cuci diarea dalam dan luar kerja. Diarea bahan kimia
atau B3 sudah terdapat wastafel dan ruang mandi/cuci untuk seluruh
badan untuk sterilisasi pekerja.
8. Sudah terdapat ruangan ganti pakaian bagi pekerja, terdapat ruang
penyimpanan Box APD.
9. Ruangan TSD terdapat 7 kamar mandi, dengan rincian sebagai berikut:
5 kamar mandi pria di lantai 1, untuk pekerja workshop
1 kamar mandi wanita di lantai 2, untuk pekerja kantor
1 kamar mandi pria di lantai 2, untuk pekerja kantor
10. Sudah terdapat alat untuk pemantau debu jatuhan
11. Sudah terdapat tempat penampungan limbah sementara B3, sudah
terpidah sesuai dengan klasifikasi B3
12. Perusahaan mempunyai program penghijauan dibuktikan dengan area
industry terdapat banyak penghijauan (pohon dan tanaman)
13. Terdapat Biopori diarea sekitar tempat penyimpanan Limbah B3.
14. Tempat sampah sudah ada pemisahan 3 jenis yaitu Kertas, Plastik,
Logam Kaca Kayu.

2.2.2

TEMUAN NEGATIF

a. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Umum


1.

Undang undang No.1 Tahun 1970 sudah terpasang ditempat kerja


akan tetapi tempat pemasangan kurang tepat dan ukuran huruf
kurang besar sehingga menyulitkan yang membaca.

2.

Tenaga Kerja sudah sudah dilengkapi dengan APD akan tetapi masih
ditemukan pekerja tidak memakai APD, pekerja bubut merokok tidak
memakai helm safety, sarung tangan, kaca mata pelindung.

3.

Terdapat kotak PK3 akan tetapi isinya tidak sesuai dengan standar
P3K yang benar.

4.

Belum adanya safety briefing / safety induction bagi tamu perusahaan

b. K3 Lingkungan dan B3
1. Penyimpanan bahan kimia mudah terbakar tidak dilengkapi dengan
Heat / Smoke Detector.
2. Perusahaan saat ini belum ada rekomendasi k3 dari dinas tenaga
kerja setempat mengenai pemakaian bahan kimia berbahaya, hanya
terdapat SOP.
3. Kondisi lingkungan terbuka di area industry terdapat banyak debu
sampai menutup sebagian daun dipepohonan.
4. Tidak terdapat tempat pengolahan dan pembuangan limbah
5. Masih ditemukan banyak sampah makanan dan minuman tersebar
diarea industry, foto terlampir.
6. Masih terdapat ceceran olie di gudang olie baru, ceceran olie yang
sudah diuruk serbuk gergaji tidak segera dibersihkan.
7. Tempat sampah masih ditemukan tidak sesuai dengan jenisnya, foto
terlampir.
8. Pekerja membuang sampah sembarangan dan merokok di area kerja

BAB III
ANALISA & PEMECAHAN MASALAH
3.1 Analisa Temuan Positif

NO

LOKASI
TEMUAN

Gedung
TSD
(technical
services
Department)

TEMUAN

REKOMENDASI /
SARAN
PENGENDALIAN

PERATURAN
PERUNDANGAN K3

Sudah tersedia
gambar/poster K3 dan
terpasang dengan baik

Dipelihara,
dipertahankan, dan
ditingkatkan dengan
lebih baik

UU No.1 Th 1970 Pasal


14 huruf b

GAMBAR

TSD

PT. Indocement Tunggal


Prakarsa sudah
membentuk P2K3,
dibuktikan dengan surat
dari Disnaker Kabupaten
Cirebon dan memiliki
susunan pengurus, data
terlampir.

Dipelihara,
dipertahankan, dan
ditingkatkan dengan
lebih baik

UU No.1 Th 1970 Pasal


10 , JO PERMEN no.4 th
1987

SAFETY

Pengurus sudah
melakukan pelatihan,
dibuktikan dengan foto
pelatihan Schaffolding
ditempat kerja.

Dipelihara,
dipertahankan, dan
ditingkatkan dengan
lebih baik

UU No.1 Th 1970 Pasal 9


ayat (3)

10

TSD

Sudah tersedia APAR


disetiap area dan ruangan
kerja

Dipelihara,
dipertahankan, dan
ditingkatkan dengan
lebih baik

UU No.1 Th 1970 Pasal 3


ayat (1) huruf b, PERMEN
04 th 1980 Pasal 4 ayat
(1)

TPS

Perusahaan melakukan
penyimpanan B3
sementara, sesuai
kualifikasi jenis dan
jumlahnya foto terlampir,
perusahaan mempunyai
penampung B3 Logam,

Dipelihara,
dipertahankan, dan
ditingkatkan dengan
lebih baik

UU No.1 Th 1970 Pasal 3


ayat (1) huruf g, JO
KEMENAKER 187 th
1999 Pasal 1 huruf c

11

SUPPLY

Bahan kimia berbahaya


sudah dilengkapi dengan
MSDS

Dipelihara,
dipertahankan, dan
ditingkatkan dengan
lebih baik

UU No.1 Th 1970 Pasal 3


ayat (1) huruf g, JO
KEMENAKER 187 th
1999 Pasal 3 huruf a

GUDANG
OLI

Sudah dilengkapi dengan


gudang penyimpanan Olie
Baru dan Olie Bekas,
gudang olie sudah
dilengkapi dengan serbuk
gergaji jika terjadi
tumpahan olie.

Dipelihara,
dipertahankan, dan
ditingkatkan dengan
lebih baik

UU No.1 Th 1970 Pasal 3


ayat (1) huruf g ,JO
KEMENAKER 187 th1999
Pasal 1 huruf c

12

TPS

Pemasukan dan
pengeluaran bahan kimia
berbahaya sudah tercatat
dengan baik, foto
terlampir.

Dipelihara,
dipertahankan, dan
ditingkatkan dengan
lebih baik

UU No.1 Th 1970 Pasal 3


ayat (1) huruf g ,JO
KEMENAKER 187 th1999
Pasal 2

SUPPLY

Wadah bahan kimia


berbahaya mempunyai
beberapa jenis, yaitu drum
kaleng, tangki plastic kotak
(gambar terlampir), drum
plastic, jerigen plastic,
dilengkapi dengan pallet
kayu.

Dipelihara,
dipertahankan, dan
ditingkatkan dengan
lebih baik

UU No.1 Th 1970 Pasal 3


ayat (1) huruf g ,JO
KEMENAKER 187 th1999
Pasal 2

13

10

TSD

Area kerja sudah memiliki


penerangan lampu yang
cukup terang, tidak
mempunyai ventilasi
karena sudah dilengkapi
dengan AC, kantor sudah
terdapat banyak jendela
berkaca sehingga sinar
matahari cukup untuk
masuk kedalam ruangan
kantor, tingkat kebisingan
lingkungan kerja masih
dalam batas wajar.

Dipelihara,
dipertahankan, dan
ditingkatkan dengan
lebih baik

UU No.1 Th 1970 Pasal


(3) huruf I dan k, JO
PERMEN no.7 tahun
1964 Pasal (2) huruf d

14

11

12

TSD

Sudah terdapat saluran


sanitasi pembuangan air
disekitar lingkungan
industry, memiliki fasilitas
kamar mandi pria dan
wanita dipisah, memiliki
wastafel dan tempat cuci
diarea dalam dan luar
kerja. Diarea bahan kimia
atau B3 sudah terdapat
wastafel dan ruang
mandi/cuci untuk seluruh
badan untuk sterilisasi
pekerja.

Dipelihara,
dipertahankan, dan
ditingkatkan dengan
lebih baik

UU No.1 Th 1970 Pasal 3


ayat (1) huruf b, PERMEN
No.7 th 1964 Pasal 7 ayat
(1)

TSD

Sudah terdapat ruangan


ganti pakaian bagi pekerja,
terdapat ruang
penyimpanan Box APD.

Dipelihara,
dipertahankan, dan
ditingkatkan dengan
lebih baik

UU No.1 Th 1970 Pasal 3


huruf f

15

13

TSD

Ruangan TSD terdapat 7


kamar mandi, dengan
rincian sebagai berikut:
5 kamar mandi pria di
lantai 1, untuk pekerja
workshop
1 kamar mandi wanita di
lantai 2, untuk pekerja
kantor
1 kamar mandi pria di
lantai 2, untuk pekerja
kantor

14

LAPANGAN
TERBUKA

Sudah terdapat alat untuk


pemantau debu jatuhan

Dipelihara,
dipertahankan, dan
ditingkatkan dengan
lebih baik

UU No.1 Th 1970 Pasal 3


ayat (1) huruf b, PERMEN
No.7 th 1964 Pasal 6 ayat
(2)

Dipelihara,
dipertahankan, dan
ditingkatkan dengan
lebih baik

UU No.1 Th 1970 Pasal 3


ayat (1) huruf g

16

15

Sudah terdapat tempat


penampungan limbah
sementara B3, sudah
terpidah sesuai dengan
klasifikasi B3

Dipelihara,
dipertahankan, dan
ditingkatkan dengan
lebih baik

UU No.1 Th 1970 Pasal 3


ayat (1) huruf g

16

Perusahaan mempunyai
program penghijauan
dibuktikan dengan area
industry terdapat banyak
penghijauan (pohon dan
tanaman)

Dipelihara,
dipertahankan, dan
ditingkatkan dengan
lebih baik

UU No.1 Th 1970 Pasal 3


ayat (1) huruf m

17

17

Terdapat Biopori diarea


sekitar tempat
penyimpanan Limbah B3.

Dipelihara,
dipertahankan, dan
ditingkatkan dengan
lebih baik

UU No.1 Th 1970 Pasal 3


ayat (1) huruf m

18

Tempat sampah sudah


ada pemisahan 3 jenis
yaitu Kertas, Plastik,
Logam Kaca Kayu.

Dipelihara,
dipertahankan, dan
ditingkatkan dengan
lebih baik

UU No.1 Th 1970 Pasal 3


ayat (1) huruf L

Dipertahankan dan
ditingkatkan kualitas
SDM-nya dengan lebih
baik

UU No.1 Th 1970 Pasal 3


ayat (1) huruf g, JO
Kemenaker
187/MEN/1999 Bab V
Pasal 22 tentang
Penunjukan Petugas K3
Kimia dan Ahli K3 Kimia

19

Sudah ada Ahli K3


Spesialis Kimia

Melalui wawancara
dengan
General Manager Operation

18

20

21

TSD

Undang undang No.1


Tahun 1970 sudah
terpasang ditempat kerja
akan tetapi tempat
pemasangan kurang tepat
dan ukuran huruf kurang
besar sehingga
menyulitkan yang
membaca.

Sudah memiliki sertifikat


SMK3 yang berlaku
hingga tahun 2016

Ditempatkan tempat pada


yang trategis dan mudah di
lihat.

UU No.1 Th1970 Pasal 14


Huruf a
Karakter huruf yang
terdapat pada poster harus
di perbesar.

Dipertahankan dan
ditingkatkan kualitasnya
dengan implementasi yang
baik di lapangan

Permen No.26 tahun


2014 tentang
penyelenggaraan
penilaian penerapan
Sistem Manajemen
Keselamatan Kesehatan
Kerja
Pasal 2 ayat (1), JO Pasal
87 ayat (1)

19

3.2 Analisa Temuan Negatif

NO

LOKASI
TEMUAN

TEMUAN

WORKSHOP
TSD

Tenaga Kerja sudah


sudah dilengkapi
dengan APD akan
tetapi masih
ditemukan pekerja
tidak memakai APD,
pekerja bubut
merokok tidak
memakai helm
safety, sarung
tangan, kaca mata
pelindung.

TSD

Terdapat kotak PK3


akan tetapi isinya
tidak sesuai dengan
standar P3K yang
benar.

REKOMENDASI /
SARAN
PENGENDALIAN
Perlu peningkatan
sosialisai/training untuk
membangun kesadaran
manfaat penggunaan
APD.

PERATURAN
PERUNDANGAN
K3

GAMBAR

UU No.1 Th1970
Pasal 12 Huruf b

Pelanggaran mesti
diberi
sanksi/punisment.

Kelengkapan P3K harus


selalu dikontrol dan di
cek secara runtin.
Perlu adanya punisment
dan reward.

UU No.1 Th 1970
Pasal 3 Huruf e,
JO
PERMENAKER
15/MEN/VIII/2008
Lampiran II

20

SUPPLY

Penyimpanan bahan
kimia mudah
terbakar tidak
dilengkapi dengan
Heat / Smoke
Detector.

LAPANG
BELAKANG
TSD

Kondisi lingkungan
terbuka di area
industry terdapat
banyak debu sampai
menutup sebagian
daun dipepohonan.

DEKAT
PARKIRAN

Masih ditemukan
banyak sampah
makanan dan
minuman tersebar
diarea industry

Seharusnya dipasang
head smoke detector
untuk mengurangi
dampak accident yang
lebih fatal.
Contohnya kebakaran
gudang.

Harus lebih konsisten


dalam penggunakan
APD karena akan
berpengaruh terhadap
kesehatan pernafasan.

Tingkatkan kesadaran
tenaga kerja dalam
menjalankan disiplin
kebersihan.

UU No.1 Th 1970
Pasal 3 huruf a,
JO KEMENAKER
186 th 1999 Pasal
2 Ayat 2 Huruf b

UU No.1 Th 1970
Pasal 3 huruf g

UU No.1 Th 1970
Pasal 3 huruf g

21

GUDANG
OLI

Masih terdapat
ceceran olie di
gudang olie baru,
ceceran olie yang
sudah diuruk serbuk
gergaji tidak segera
dibersihkan.

DEPAN
KANTOR
TSD

Tempat sampah
masih ditemukan
tidak sesuai dengan
jenisnya, foto
terlampir.

WORKSHOP
TSD

Pekerja membuang
sampah
sembarangan,
merokok di area
kerja

Untuk meningkatkan
kebersihan area dimana
para pakerja itu segera
merapikan kembali area
kerjanya.

Tingkatkan kesadaran
tenaga kerja dalam
menjalankan disiplin
kebersihan.

Tingkatkan kesadaran
tenaga kerja dalam
menjalankan disiplin
kebersihan.

UU No.1 Th 1970
Pasal 3 huruf g

UU No.1 Th 1970
Pasal 3 huruf g

PSL 3 Ayat 1
Huruf l UU No.1
Th1970, JO PMP
No.7 Th1964
Pasal 3 ayat 5

22

BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Secara umum kondisi sistem manajemen keselmatan dan kesehatan kerja di PT.
INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA sudah diimplementasikan dengan baik,
terbukti dengan ada sertifikasi SMK3 dan melalui hasil observasi di lapangan,
pekerja sudah dilengkapi dengan APD, semua ruangan sudah dilengkapi dengan
Poster K3, memiliki tempat penampungan limbah B3 sementara, memiliki
program penghijauan untuk memelihara lingkungan hidup, memiliki kamar mandi
yang terpisah antara pria dan wanita serta jumlahnya mencukupi untuk
karyawan, sudah membentuk organisasi P2K3.

4.2 SARAN
Sebaiknya temuan negatif K3 yang ditemukan oleh kelompok 4 dapat
ditindaklanjuti dengan peningkatan kesadaran K3 yang lebih baik lagi, dan
diharapkan selanjutnya setelah ini melakukan perbaikan dengan menerapkan
langkah-langkah implementasi seperti pelatihan untuk tenaga kerjanya dengan
lebih baik lagi guna meningkatkan kesadaran K3 yang lebih baik di setiap
tingkatan SDM yang dimiliki PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA,
melakukan pengawasan lebih mendalam dan lebih teliti, dan menjaga
kebersihan lingkungan, serta membuang sampah pada tempatnya sesuai jenis
klasifikasinya. Mengacu pada hal-hal tersebut, rincian rekomendasi yang
sebaiknya dilaksanakan adalah sebagai berikut:
1. Kami sarankan untuk ruang TSD dan ruang lainnya agar Undang-Undang
No. 1 Tahun 1970 bisa ditempatkan di posisi yang mudah dilihat dan cukup
besar untuk dibaca.
2. Untuk penggunaaan APD di lingkungan kerja untuk lebih ditekankan lagi ke
semua karyawan terutama bagian lapangan yang mengerjakan pekerjaan
yang memiliki resiko sedang maupun tinggi. Penerapan teguran dan sanksisanksi lebih diperjelas dan dipertegas agar K3 dapat berjalan dengan tertib.
3. Kelengkapan kotak P3K harus di cek secara rutin agar isi dari kotak P3K
tersebut memenuhi UU No. 1 Tahun 1970 pasal 3 huruf e Jo Permenaker
15/MEN/VIII/2008 lampiran 2.
4. Untuk ruangan penyimpanan bahan kimia mudah terbakar sebaiknya
ruangan tersebut dilengkapi dengan smoke/heat detector agar jika terjadi
kebakaran dapat diketahui lebih dini sesuai UU No.1 Tahun 1970
pasal 3 ayat (1) huruf a Jo KEMENAKER 186 Tahun 1999 pasal 2 ayat (2)
huruf b.

23

5. Dikarenakan kondisi lingkungan terbuka kerja cukup terdapat banyak debu


maka untuk pemakaian APD yaitu masker agar lebih diperhatikan untuk
dipakai sesuai dengan UU No. 1 Tahun 1970 pasal 3 ayat (1) huruf g.
6. Perlu ditingkatkan dan di perhatikan masalah sampah, semua pihak yang
terkait ditempat kerja harus bersama-sama menjaga kebersihan dikarenakan
masih banyak ditemukan sampah di sekitar area plant. Hal ini juga jika
dibiarkan dapat menimbulkan efek samping yaitu timbulnya penyakit, sesuai
dengan UU No. 1970 pasal 3 ayat (1) huruf g.
7. Untuk area penyimpanan oli lebih dijaga kebersihannya, serbuk gergaji yang
sudah dipakai di tumpahan oli segera dibersihkan jangan dibiarkan lama
tanpa segera dibersihkan karena dapat menjadi potensi baru penyebab
kecelakaan kerja lainnya.
8. Bagi petugas housekeeping untuk sampah dedaunan agar disediakan tempat
khusus supaya tidak dicampur sampah tersebut dengan sampah lain yang
sudah ditentukan jenisnya.
9. Lebih ditertibkan masalah peraturan tidak boleh merokok di tempat kerja.

24

DAFTAR PUSTAKA

1. Buku Materi 8: Pengawasan K3 Lingkungan Kerja. DEPNAKER RI. 2015.


2. Buku Himpunan Peraturan Perundang-undangan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja. MENAKER RI. 2014

25

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1


1.1 Latar Belakang ............................................................................. 1
1.2 Maksud dan Tujuan ..................................................................... 1
1.3 Ruang Lingkup ............................................................................ 2
1.4 Dasar Hukum ............................................................................... 2
BAB II KONDISI/FAKTA PERUSAHAAN ................................................... 5
2.1 Gambaran Umum Perusahaan ................................................... 5
2.2 Temuan......................................................................................... 6
2.2.1 Temuan Positif .................................................................. 6
2.2.2 Temuan Negatif ................................................................. 8
BAB III ANALISA & PEMECAHAN MASALAH .......................................... 9
3.1 Analisa Temuan Positif ............................................................... 9
3.2 Analisa Temuan Negatif .............................................................. 20
BAB IV PENUTUP ....................................................................................... 23
4.1 Kesimpulan .................................................................................. 23
4.2 Saran ............................................................................................ 23
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 25

[Type a quote from the document


or the summary of an interesting
point. You can position the text
box anywhere in the document.
26
Use the Drawing Tools tab to
change the formatting of the pull