Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

REAKSI DALAM LARUTAN BERAIR


Laporan ini ajukan untuk memenuhi kriteria penilaian mata kuliah Praktikum Kimia
Dosen Pembimbing : Rita Kharismawati

DI SUSUN OLEH :
1147040001 ABDUL HAKIM
1147040013 ASTRI MAULIDA
1147040019 DESI DWI RAHMA
KIMIA IA
Asisten :
Sani
Tanggal Praktikum : Selasa, 25 November 2014
Tanggal Pengumpulan : Selasa, 09 Desember 2014

LABORATORIUM KIMIA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

2014-2015
I. TUJUAN
Mempelajari reaksi yang berlangsung dalam larutan berair
Mengetahui persamaan molekul, persamaan ionic, dan persamaan ionic total
II. TEORI DASAR
Reaksi kimia adalah suatu proses alam yang selalu menghasilkan antar
perubahan senyawa kimia. Senyawa ataupun senyawa - senyawa awal yang terlibat
dalam reaksi tersebut sebagai reaktan. Reaksi kimia biasanya dikarateristikan
dengan perubahan kimiawi, dan akan menghasilkan satu atau lebih produk yang
biasanya memiliki ciri ciri yang berbeda dari reaktan. Secara klasik, reaksi kimia
melibatkan perubahan yang melibatkan pergerakan electron dalam pembentukan
dan pemutusan ikatan kimia, walaupun pada dasarnya konsep umum reaksi kimia
juga dapat diterapkan pada transformasi partikel partikel elementer seperti pada
reaksi nuklir.
Beberapa pereaksi dan hasil reaksi dapat berada dalam bentuk larutan.
Larutan(solution) adalah

campuran homogen dari dua atau lebih zat dimana

sesungguhnya ditentukan oleh komponen - komponennya yaitu :


Pelarut (solvent) : substansi yg melarutkanzat.komponen ini menentukan wujud
larutan sebagaigas,padatan atau zat cair.
Zat terlarut(solute): substansi yangterlarut dalam solvent
Mis : NaCl(aqueous);NaCl solute,aqua solvent
Sifat Umum larutan berair
a. Elektrolit : suatu zat yang ketika dilarutkan dalam air akan menghasilkan
larutan yg dapat menghantarkan listrik ciri2 elektrolit kuat : apabila zat
terlarut dianggap 100% terdisosiasi menjadi ion2nya dalam larutan
(disosiasi adalah penguraian senyawa menjadikation dan anion)
b. Nonelektrolit : tidak menghantarkan arus listrik ketika dilarutkan dalam
air.

Tabel penggolongan zat terlarut dalam larutan berair


Elektrolit kuat
-

HCl
HNO3
HClO4
H 2SO4
NaOH
Ba(OH)2

Elektrolit lemah
-

CH 3COOH
HF
HNO2
NH3
H 2O

Senyawa - senyawa ionik

Nonelektrolit
(NH 2 2) CO
(urea)
CH 3OH

(metanol)

C 2H 5OH

(etanol)

C 6H 12O 6

(glukosa)

C 12H 22O11 (sukrosa)

Air merupakan pelarut sangat efektif untuk senyawa- senyawa ionik pelarut polar

(memiliki ujung positif H dan ujung negatif O) .


Hidrasi (hydration) : proses dimana sebuah ion dikelilingi oleh molekul2 air yg
tersusun dalam keadaan tertentu membantu menstabilkan ion2 dlm larutan dan

mencegah kation untuk bergabung kembali dgn anion.


ex : NaCl (s) +(H 2O) Na + (aq) + Cl -(aq)
Asam dan basa juga merupakan elektrolit.beberapa asam termasuk HCl dan HNO 3
merupakan elektrolit kuat.
Beberapa asam tertentu seperti CH 3COOH mengalami
ionisasi sebagian :
CH 3COOH (aq) CH 3COO -(aq) + H +(aq) reversible. Keadaan kimia sepeti
diatas damana tidak ada perubahan menyeluruh yg dpt teramati disebut
kesetimbangan kimia.

Reaksi pengendapan
Ciri reaksi pengendapan (precipitation reaction) adalah terbentuknya produk
yang tak larut/endapan. Reaksi pengendapan biasanya melibatkan senyawa-senyawa
ionik.

Kelarutan

Kelarutan khas dari senyawa-senyawa ionik dalam air pada suhu 25 C


1. Semua senyawa logam alkali (Gol.1A) dapat larut
2. Semua senyawa amonium (
) dapat larut
3. Semua senyawa yg mengandung nitrat (
), klorat (
), dan perklorat (

),

dapat larut.
4. Sebagian besar hidroksida (OH ) tidak dapat larut kecuali hidroksida logam alkali
dan Ba(OH) , Ca(OH) sedkit larut.
5. Sebagian besar senyawa yang mengandung klorida

bromide (Br ) atau iodide

dapat larut kecuali senyawa - senyawa mengandung


6. Semua karbonat (CO ) ,fosfat (PO ) dan sulfida(S ) tidak dapat larut kecuali
seyawa - senyawa ion logam alkali dan ion ammonium.
7. Sebagian besar sulfat (
) dapat larut, CaSO 4 dan AgSO 4 sedikit larut, BaSO 4
dan HgSO 4, PbSO 4 tidak larut.
Reaksi Asam Basa
Asam
Memiliki rasa masam,misalnya : cuka (asam asetat), asam lemon(asam sitrat).
Menyebabkan perubahan warna pada zat warna tumbuhan, misalnya : lakmus

biru menjadi merah


Bereaksi dengan logam tertentu seperti seng, magnesium dan besi
menghasilkan gas hidrogen. Reaksi khas :
2 HCl (aq) + Mg(s) MgCl 2(aq) + H 2(aq)

Bereaksi dengan karbonat dan bikarbonat seperti :


Na2CO3, CaCO3 dan NaHCO3 menghasilkan gas CO2.
2HCl(aq) + CaCO 3(s) CaCl 2(aq) + H 2O(l) + CO 2(g).
Larutan asam dalam air bersifat elektrolit.
Basa

Memiliki rasa pahit


Terasa licin, misalnya : sabun yg mengandung basa
Menyebabkan perubahan warna pada zat warna tumbuhan, misalnya : lakmus
merah menjadi biru
Larutan basa dalam air menghantarkan arus listrik
Larutan dapat dibagi menjadi 3, yaitu:
Larutan tak jenuh yaitu larutan yang mengandung solute (zat terlarut) kurang
dari yang diperlukan untuk membuat larutan jenuh. Atau dengan kata lain,
larutan yang partikel- partikelnya tidak tepat habis bereaksi dengan pereaksi
(masih bisa melarutkan zat). Larutan tak jenuh terjadi apabila bila hasil kali
konsentrasi ion < Ksp berarti larutan belum jenuh ( masih dapat larut).

Larutan jenuh yaitu suatu larutan yang mengandung sejumlah solute yang larut
dan mengadakan kesetimbangn dengan solut padatnya. Atau dengan kata lain,
larutan yang partikel- partikelnya tepat habis bereaksi dengan pereaksi (zat
dengan konsentrasi maksimal). Larutan jenuh terjadi apabila bila hasil

konsentrasi ion = Ksp berarti larutan tepat jenuh.


Larutan sangat jenuh (kelewat jenuh) yaitu suatu larutan yang mengandung
lebih banyak solute daripada yang diperlukan untuk larutan jenuh. Atau
dengan kata lain, larutan yang tidak dapat lagi melarutkan zat terlarut sehingga
terjadi endapan. Larutan sangat jenuh terjadi apabila bila hasil kali konsentrasi
ion > Ksp berarti larutan lewat jenuh (mengendap).
Berdasarkan banyak sedikitnya zat terlarut, larutan dapat dibedakan menjadi 2,
yaitu:
a) Larutan pekat yaitu larutan yang mengandung relatif lebih banyak solute
dibanding solvent.
b) Larutan encer yaitu larutan yang relatif lebih sedikit solute dibanding
solvent.
Dalam suatu larutan, pelarut dapat berupa air dan tan air.

Ciri ciri reaksi kimia dalam larutan air


1. Terjadi perubahan warna
Pada reaksi kimia, reaktan diubah menjadi produk. Perubahan yang
terjadi dapat disebabkan adanya pemutusan ikatan-ikatan antaratom reaktan
dan pembentukan ikatan-ikatan bru yang membentuk produk. Untuk
memutuskan ikatan diperlukan energi. Untuk membentuk ikatan yang baru,
dilepaskan sejumlah energi. Jadi, pada reaksi kimia terjadi perubahan energi.

Reaksi kimia yang menghasilkan energi dalam bentuk panas disebut


dengan reaksi eksotermis. Reaksi yang menyerap energi panas disebut dengan
reaksi
Contoh :

endotermis.
Api dapat menghangatkan tubuh yang kedinginan dan ketika

bernafas panas yang ada dalam tubuh akibat berolahraga dikeluarkan sehingga
tubuh menjadi dingin.
2. Terjadi perubahan suhu

Pada reaksi kimia, reaktan diubah menjadi produk. Perubahan


yang terjadi dapat disebabkan adanya pemutusan ikatan-ikatan antaratom
pereaksi dan pembentukan ikatan-ikatan baru yang membentuk produk. Untuk
memutuskan

ikatan

diperlukan

energi.

Reaksi kimia yang menghasilkan energi dalam bentuk panas disebut dengan
reaksi eksotermis, sedangkan reaksi yang menyerap energi panas disebut
reaksi endotermis.
Reaksi kimia terjadi pada suatu ruang yang kita sebut dbngan sistem,
tempat di luar sistemdisebutdenganlingkungan. Pada reaksi eksotermis, terjadi
perpindahan energi panas dari sisitem ke lingkungan. Pada reaksi endotermis
terjadi perpindahan energi panas dari lingkungan ke system.
3. Terjadi pembentukan endapan
Ketika mereaksikan dua larutan dalam sebuah tabung reaksi, kadangkadang terbentuk suatu senyawa yang tidak larut, berbentuk padat, dan
terpisah dari larutannya.
Padatan itu disebut dengan endapan (presipitat).
4. Terjadi pembentukan gas
Secara sederhana, dalam reaksi kimia adanya gas yang terbentuk
ditunjukkan dengan adanya gelembung-gelembung dalam larutan yang
direaksikan. Adanya gas dapat diketahui dari baunya yang khas, seperti asam
sulfida (H2S) dan amonia (NH3) yang berbau busuk.

III.ALAT DAN BAHAN


Alat
No Alat
1. Labu ukur 10 mL
2. Tabung reaksi

Jumlah
5 buah
4 buah

Bahan
No
1.

Bahan
Larutan KCl

Konsentrasi
1M

2.

Larutan

Na NO 3

1M

3.

Larutan

CuSO 4

1M

4..
5.

Larutan NaOH
NH 4 )2 SO 4
Larutan (

6.

Aquades

1M
1M

IV. PROSEDUR PERCOBAAN


Pengenceran Larutan
a.Mengencerkan

( NH 4 )2 SO4

larutan

Na NO 3

KCl,

NaOH,

dalam labu ukur 10 mL yang berrkonsentrasi 1 M

menjadi 0,1 M
Mereaksikan Larutan dalam tabung reaksi
NH 4 )2 SO 4
a.Mereaksikan 2mL KCl 0,1M dengan (
b.

Mereaksikan 2mL

CuSO 4

tetes larutan NaOH 0,1M


NH 4 )2 SO4
c.Mereaksikan 3 mL (
d.

CuSO 4

0,1M

0,1M dengan menambahkan 2

1M dengan 2 mL NaOH 1M

Mengamati apa yang terjadi pada ketiga larutan tersebut, lalu

mencatatnya
Persamaan Reaksi
a.Menuliskan persamaan molekul, persamaan ion, dan persamaan ionic
total dari ketiga percobaan tersebut

V. HASIL PENGAMATAN (DISKUSI DAN PERHITUNGAN)

Objek Pengamatan
Labu ukur 10 mL
Tabung Reaksi
Pipet Tetes

Ciri-ciri
Terbuat dari kaca, bagian bawah menggelembung
Terbuat dari kaca
Terbuat dari kaca, ujung meruncing, disertai

Larutan KCl
Na NO 3
Larutan

penghisap dari karet di ujung lainnya


Larutan tak berwarna
Larutan tak berwarna

Larutan

CuSO 4

Larutan berwarna biru terang

Larutan NaOH
NH 4 )2 SO 4
Larutan (

Larutan tak berwarna


Larutan tak berwarna

Aquades

Larutan tak berwarna

Perhitungan dalam Penegnceran Larutan


M awal x V awal = M akhir x V akhir
1M
x V awal = 0,1M x 10mL
V awal = 1mL
Jadi, untuk mengubah larutan KCl,

( NH 4 )2 SO 4

Na NO 3

CuSO 4

, NaOH,

yang masing-masing 1M menjadi 0,1M , harus mengencerkan

larutan tersebut sebanyak 1mL dan ditambahkan Aquades sampai batas 10mL

Perc.
1.

Objek Pengamatan
2mL
KCl
0,1M

Hasil Pengamatan
dengan Campuran kedua larutan ini tak

( NH 4 )2 SO4 0,1M
CuSO 4

berwarna, dan tidak terjadi reaksi

2.

2mL

0,1M ditambahkan Larutan berwarna biru terang


Terbentuk endapan berwarna putih

3.

2 tetes larutan NaOH 0,1M


dengan jumlah yang sedikit
Larutan terbentuk 2 fasa
NH
SO
4 )2
4
3 mL (
1M dengan 2
Fasa bawah lebih pekat
mL NaOH 1M

VI. PEMBAHASAN
Astri Maulida
Pada percobaan kali ni kami melakukan praktik mengenai Reaksi dalam
larutan berair dimana larutan berair terdiri dari zat terlarut yang awalnya zat cair
atau padat dan pelarutnya adalah air. Hampir semua reaksi terjadi dalam larutan
berair. Kemungkinan reaksi yang terjadi yaitu ditandai dengan terbentuknya
endapan, gas, maupun penetralan uatan listrik.

Dalam percobaan, kami menggunakan larutan KCl,

N a NO 3

CuSO 4

NO

NH 4 )2 SO4
K 3 PO 4
NaOH, (
, (kami tidak menggunakan
, Cu ( 4 )2 karena

ketidaktersediaan bahan). Keadaan awal larutan-larutan tersebut memiliki


konsentrasi 1M lalu kami melakukan pengenceran untuk mengubah konsentrasi

( NH 4 )2 SO 4 tetap 1M dan NaOH dibuat 2 konsentrasi

menjadi 0,1 M, kecuali


yaitu 0,1M dan 1M

Berdasarkan perhitungan, untuk mendapat larutan dengan konsentrasi 0,1


sebanyak 10mL, maka kita perlu mengencerkan masing-masing 1mL kelima
larutan tersebut dan menambahkan aquades ssampai batas 10mL. Setelah kita
dapatkan

kelima

larutan

tersebut

dengan

konsentrasi

0,1M,

lalu

kita

mereaksikannya
Yang Pertama, kami mereaksikan 2mL KCl 0,1M dengan

( NH 4 )2 SO 4

0,1M, dengan persamaan reaksi :


NH 4 )2 SO 4
KCl (aq) + (
(aq)

K NO 3

(aq) + NaCl (aq)

Persamaan ionik :
+
K (aq) +

(aq)

Cl

+ ( aq )
Na


NO3 (aq)

+
K (aq) +


NO3 (aq)

+ NaCl (aq)
Persamaan ionik total :
+ ( aq )
+
Na

(aq)
NaCl (aq)
Cl

+
K (aq) +

NO3 (aq) merupakan ion pendamping, karena ion-ion ini tidak

terlibat dalam reaksi keseluruhan.


Berdasarkan data kelarutan yang khas dari senyawa-senyawa ionik dalam air,
K NO 3

larut dalam air, karena semua senyawa logam Alkali (gol IA) dan semua

senyawa Nitrat


NO3
) dapat larut dalam air. Hasil reaksi ini juga membentuk

NaCl, NaCl dalam air telah terdisosiasi atau terurai menjadi ion-ion

+
Na

dan

Cl .
Air merupakan pelarut yang sangat efektif untuk senyawa ionik, walaupun air
merupakan molekul yang bermuata netral, namun memiliki ujung positif (pada
atom H) dan ujung negatif (pada atom O) atau memiliki kutub positif negatif.
Karen itu air dianggap pelarut polar. Ketika senyawa ionik seperti NaCl larut dalam
air, ion

Na dan Cl terpisah satu sama lain. Dalam larutan setiap ion

+
Na

dikelilingi oleh sejumlah mlekul air yang mengarahkan ujung negatifnya ke arah
kation. Hal yang serupa, setiap ion

Cl

dikelilingi oleh sejumlah molekul air

yang mengarahkan ujung positifnya ke arah anion.. proses dimana sebuah ion
dikelilingi molekul-molekul air yang tersusun dalam keadaan tertentu disebut
Hidrasi. Hidrasi menstabilkan ion-ion dalam larutan dan mencegah kation untuk
bergabung dengan anion.
Berdasarkan hasil pengamatan kami, campuran kedua larutan percobaan
pertama teteap tidak berwarna dan tidak ada reaksi apapun (tidak timbul
gas/endapan). Hal ini disebabkan konsentrasi larutan yang diubah menjadi lebih
rendah. Konsentrasi yang rendah mengandung partikel yang renggang, semakin
rendah konsentrasi dalam larutan, berarti semakin sedikit molekul dalam setiao
satuan luas ruangan, akibatnya tmbukan antar molekul jarnag terjadi dan reaksi
berlangsung semkain lambat. Berdasrkan teori pula, larutan garam ini dapat
menghantarkan listrik karena termasuk larutan elektrolit, namun kami tidak
melakukan uji coba karena ketidaktersediaan alat.
Yang Kedua, mereaksikan 2mL
NaOH,
Persamaan Reaksinya:

CuSO 4

0,1M ditambahkan 2 tetes larutan

2NaOH (aq) +

CuSO 4

(aq)

Na 2 SO4

(aq)+ Cu (OH )2 (s)

Persamaan Ionik:
+

2 Na (aq) + 2 OH (aq) +

2+
Cu (aq) +

2
+
SO 4 (aq) 2 Na (aq) +

2
Cu(OH )2 (s)

SO 4 (aq) +
Persamaan ionik total:
2+

(aq)
+
2
(aq) Cu(OH )2 (s)
OH
Cu
Senyawa-senyawa ionik ini larut dalam air dan menghasilkan ion-ion

OH ,

2+

Cu

dan

SO 4 .

Ion

2+

Cu

dan

OH

+
Na ,

akan membentuk

senyawa yang tidak larut, krena semua senyawa yang mengandung Hidroksida (

OH ) akan terbentuk endapan atau tidak larut. Terkecuali Hidroksida logam


Alkali dan BaOH. Berdasarkan hasil pengamatan, larutan

CuSO 4

berwarna

biru terang, ketika ditambahkan 2 tetes NaOH sudah terbentuk sedikit endapan
berwarna putih dengan warna larutan tetap berwarna biru terang. Hasi reaksinya
juga menghasilkan produk

Na 2 SO 4

yang merupakan senyawa yang larut dalam

2
larutannya. Senyawa yang mengandung ( SO 4 ) larut dan semua semua senyawa
logam lakai dapat larut.
NH 4 )2 SO 4
Yang Ketiga, merekasikan 3 mL (

1M dengan 2 mL NaOH 1M,

Persamaan reaksinya:

( NH 4 )2 SO 4 (aq) + NaOH(aq) NH 4 OH (aq) +


Persamaan Ionik:

Na 2 SO 4 (aq)


NH 4 (aq) +

2
SO 4 (aq) +

+
Na (aq) +

OH (aq)

NH 4 OH (s) +

2
2+

(aq)
+
SO 4 (aq)
Na
Persamaan Iionik total:
+

NH 4 (aq) + OH (aq)

NH 4 OH (s)

Reaksi ini menghasilkan 2 fasa, fasa / lapisan atas adalah


NH 4 OH

memiliki massa jenis lebih besar daripada


3
yakni 1,05 g/ m

sedangkan massa jenis

Na 2 SO 4

, massa jenis

NH 4 OH

Na 2 SO 4

3
sebesar 0,91 g/ m .

Senyawa-senyawa ionik ini larut dalam air dan menghasilkan ion-ion

SO 4 ,

+
Na dan

NH 4 OH

. Ion

OH . Ion

+
NH 4

dan ion

OH

jenis lebih kecil dari

Na 2 SO4

NH 4 OH

+
NH 4 ,

membentuk senyawa

2
+
Na dan ion SO 4 membentuk senyawa

Reaksi ini menghasilkan zat tak larut yaitu

karena

Na 2 SO 4

yang memiliki massa

dan karena senyawa ini mengandung Hidroksida

jadi tak dapat larut. Warna fasa bawah lebih pekat dari hasil pengamatan kami.

VII.

KESIMPULAN
Dari serangkaian percobaan yang telah kami lakukan, dapat disimpulkan

bahwa reaksi yang terjadi dalam larutan berair yaitu :


Reaksi Pengendapan, yang melibatkan senyawa ionik, yaitu reaksi antara 2mL
CuSO 4

0,1M dengan 2 tetes larutan NaOH 0,1 M yang menghasilkan endapan

putih
Persamaan molekulnya :
2NaOH (aq) +

CuSO 4

(aq)

Na 2 SO4

(aq)+ Cu (OH )2 (s)

Persamaan molekul tidak secara kaurat menggambarkan yang sebenarnya terjadi


pada tingkat mikroskopis.
Persamaan ioniknya :
+

Na
OH
2
(aq) + 2
(aq) +

2+
Cu (aq) +

2
+

Na
(aq) +
SO 4 (aq) 2

2
Cu(OH )2 (s)

SO 4 (aq) +
Persamaan ionik menunjukkan spesi-spesi yang terlarut dalam bentuk ion-ion
bebasnya
Persamaan ionik totalnya:
2+

(aq)
+
2
(aq) Cu(OH )2 (s)
OH
Cu
Persamaan ionik total menunjukkan hanya spesi-spesi yang benar-benar
berperan dalam reaksi
Pada reaksi lainnya :
Perc. 1
NH 4 )2 SO4
persamaan molekul : KCl (aq) + (
(aq)
Persamaan ionik :

K NO 3

(aq) + NaCl (aq)

+
K (aq) +

(aq)
Cl

+ ( aq )
Na

NO3 (aq)

+
K (aq) +

NO3 (aq)

+ NaCl (aq)
Persamaan ionik total :

+ ( aq )
+
Na

(aq)

NaCl (aq)
Cl

Perc. 3
NH 4 )2 SO 4
Persamaan molekul: (
(aq) + NaOH(aq)
Na 2 SO 4

NH 4 OH

(aq) +

(aq)

Persamaan Ionik:

NH 4 (aq) +

SO 4 (aq) +

+
Na (aq) +

OH (aq)

NH 4 OH

(s) +

2
2+

Na (aq) + SO 4 (aq)
Persamaan Iionik total:

VIII.

NH 4 (aq) + OH (aq)

NH 4 OH (s)

DAFTAR PUSTAKA
http://materi-kimia-sma.blogspot.com/2013/11/reaksi-dalam-larutan
http://surekanyuk.wordpress.com/2013/05/16/reaksi-dalam-larutan/
http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/07/cara-penulisan-hasil-akhirreaksi-persamaan-ionisasi
http://www.slideshare.net/rainy_rinrin/savedfiles?s_title=the-real-makalahreaksi-kimia-dalam-larutan-air&user_login=vestersaragih