Anda di halaman 1dari 28

TUGAS III

PERANCANGAN KINCIR ANGIN DENGAN DAYA 400 WATT PUTARAN


MAKSIMAL GENERATOR 1000 RPM

DISUSUN OLEH :
Nama

: Agung Nugroho

NIM

: 111.03.1051

Jurusan

: Teknik Mesin (S-1)

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI


INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Pemanfaatan tenaga angin sebenarnya bukanlah hal
yang baru dalam sejarah peradaban. Sudah berabad-abad
lamanya manusia menggunakan angin sebagai tenaga
penggerak kapal yang dipakai untuk mengarungi samudera
dan menjelajah semesta. Konon, pada abad ke-17 SM,
bangsa Babilonia kuno pun sudah menggunakan tenaga
angin untuk sistem irigasi. Turbin angin pertama sebagai
pembangkit listrik berupa sebuah kincir angin tradisional
dibuat oleh Poul La Cour di Denmark lebih dari 100 tahun
yang lalu. Kemudian pada awal abad ke-20 mulai ada
mesin eksperimen untuk turbin angin. Pengembangan lebih
serius dilakukan pada saat terj adi krisis minyak di era
1970-an dimana banyak pemerintah di seluruh dunia mulai
mengeluarkan

dana

untuk

riset

dan

pengembangan

sumber energi baru atau energi alternatif. Diawal 80-an


terlihat pengembangan utama dilakukan di California
dengan pembangunan ladang PLTB dengan ratusan turbin
kecil. Sehingga sampai akhir dekade tersebut sudah
dibangun

15.000

turbin

angin

dengan

kapasitas

pembangkit total sebesar 1.500 MW di daerah itu. Di era


80-an

tersebut

juga

diikuti

pemangkasan

subsidi

pemerintah untuk dana pengembangan turbin angin ini.


Di Denmark, pemerintah tetap mendukung secara
kontinu serta tetap mengawal pengembangan teknologi
turbin angin ini.Akibatnya, teknologi dasar mereka tetap
terpelihara dan tidak menghilang. Sehingga pada saat
energi angin kembali menguat diawal 90-an, banyak
perusahan yang bergerak dibidang ini mampu merespon
dengan cepat dan hasilnya mereka mampu mendominasi
pasar hingga saat ini. Sebagian besar ladang turbin angin
2

yang terpasang masih di daratan. Hasil studi yang


diadakan

hingga

akhir

tahun

2002,

kapasitas

total

terpasang untuk turbin angin darat berkisar 24 Giga Watt


(GW) dan dipasang lebih dari 3 tahun terakhir. Lalu
instalasi pertahunnya telah mencapai 4 GW. Saat ini laju
rata-rata turbin terpasang secara internasional sudah
mendekati

MW

per

unit.

Dengan

keberhasilan

pengembangan dalam skala yang ekonomis tersebut, saat


ini

energi

angin

sudah

mampu

bersaing

dengan

pembangkit listrik lainnya seperti batubara maupun nuklir


untuk daerah dimana banyak potensi angin.
Salah satu upaya untuk mengatasi krisis energi
adalah

mengurangi

ketergantungan

terhadap

sumber

energi fosil dengan cara memanfaatkan sumber energi


alternatif.

Salah

satu

energi

alternatif

yang

dapat

digunakan adalah energi angin. Kebutuhan Energi Listrik di


Indonesia khususnya dan di dunia pada umumnya terus
meningkat. Hal ini disebabkan oleh pertambahan jumlah
penduduk, pertumbuhan ekonomi serta pola konsumsi
energi yang terus meningkat. Energi listrik merupakan
energi yang sangat penting bagi peradabann manusia baik
dalam kegiatan sehari hari hinggadalam kegiatan industri.
Energi

listrik

tersebut

digunakan

untuk

berbagai

kebutuhan, seperti penerangan dan juga proses proses


yang melibatkan barang-barang elektronik dan mesin
industri. Dengan kebutuhan energi listrik yang besar maka
dibutuhkan

sumber

energi

pembangkit

listrik

yang

mencukupi kebutuhan tersebut. Tentunya dengan tetap


menjaga ketersediaan energi fosil yang diketahui semakin
menipis. Mengingat hal tersebut diperlukan suatu sumber
daya terbarui yang keberadaannya tidak terbatas, untuk
mendapatkan kondisi ini diperlukan langkah strategis yang

dapat menunjang penyediaan energi listrik secara optimal


dan terjangkau.
Salah Satu upaya mengatasi krisis energi adalah
mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil
dengan cara memanfaatkan sumber energi alternatif. Salah
satu energi alternatif yang dapat digunakan adalah energi
yang terdapat pada alam seperti angin. Energi angin dapat
dimanfaatkan pada pembangkit listrik tenaga angin yang
merupakan suatu metode untuk menghasilkan energi listrik
dengan cara memutar turbin angin yang dihubungkan ke
generator kemudian hasilnya disimpan dalam elemen
penyimpan, dan untuk menjaga tegangan kaluaran dari
generator dibutuhkan pengendali agar energi listrik yang
masuk kedalam baterai optimal.
Energi listrik yang tersimpan dalam baterai akan
digunakan untuk menyalakan beberapa peralatan listrik
rumah

tangga

seperti

lampu,

televisi

dan

beberapa

peralatan listrik yang memiliki kapasitas daya yang tidak


terlalu

besar.

Karena

peralatan listrik

rumah tangga

memiliki kapasitas tegangan arus bolak balik, maka energi


listrik yang disimpan dalam baterai harus diubah dahulu
dari tegangan arus searah menjadi arus bolak balik dengan
1.2

inverter.
Tujuan
a. Mengetahui koefisien daya kincir
b. Menggunakan kincir angin poros horizontal untuk
pembangkit listrik
c. Untuk
meningkatkan
kreativitas

1.3

mahasiswa

dan
dalam

mengembangkan
bidang

ilmu

pengetahuan (IPTEK)
Manfaat
a. Kincir angin ini dapat digunakan sebagai salah satu
pemanfaatan energi terbarukan.

b. Dalam pembuatan skala besar mampu menghasilkan


energi listrik yang besar dan dapat di terapkan di
masyarakat.

BAB II. DASAR TEORI


2.1

Teori Turbin Angin Sumbu Horizontal

Turbin angin dengan sumbu horizontal mempunyai sudu


yang berputar dalam bidang vertikal seperti halnya propeler
pesawat terbang. Turbin angin biasanya mempunyai sudu
dengan bentuk irisan melintang khusus di mana aliran udara
pada salah satu sisinya dapat bergerak lebih cepat dari aliran
udara di sisi yang lain ketika angin melewatinya. Fenomena ini
menimbulkan daerah tekanan rendah pada belakang sudu dan
daerah tekanan tinggi di depan sudu. Perbedaan tekanan ini
membentuk gaya yang menyebabkan sudu berputar.

Gambar .1 Berbagai jenis kincir angin sumbu horizontal


Sumber : Himran, Syukri

Gambar 2.Sistem Turbin Angin Sumbu Horizontal


Turbin skala utility memiliki berbagai ukuran, dari 100 kilowatt
sampai dengan beberapa megawatt. Turbin besar dikelompokkan
6

bersama-sama ke arah angin,yang memberikan kekuatan massal


ke jaringan listrik. turbin kecil tunggal, di bawah 100 kilowatt dan
digunakan pada rumah, telekomunikasi, atau pemompaan air.
Turbin kecil kadang-kadang digunakan dalam kaitannya dengan
generator diesel, baterai dan sistem fotovoltaik. Sistem ini
disebut sistem angin hibrid dan sering digunakan di lokasi
terpencil di luar jaringan, di mana tidak tersedia koneksi ke
jaringan utilitas.
Komponen-komponen yang ada di dalam turbin angin yaitu :

Gambar.3 Mekaniske Turbin Angin


2.2

Tinjauan Pustaka
Perkembangan teknologi tenaga angin di Indonesia

dirintis oleh Ridho Hantaro, ST. MT pilot proyek sederhana


bertemakan renewable energy hingga memenangkan
Brits Award for Poverty Alleviation 2006~. Proyek ini
adalah pembuatan turbin angin pembangkit listrik di pulau
Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Turbin angin
berdiameter rotor 4 meter dengan 6 buah daun alumunium
ini mampu menghasilkan daya hingga 1 KW dengan tiang
penopang setinggi 8 meter.
Berdasarkan perancangan yang sudah ada permasalahan utama
terjadi adalah pada kontruksi dudukan poros blade yang terlalu panjang.
Bearing yang digunakan pada poros bagian depan menggunakan bearing

biasa. Adapun spesifikasi dari rancangan sebelumnya ( Toto Rusianto,


2007 ) adalah sebagai berikut :
1. Tipe blade (sudut)
2. Bahan blade
3. Jumlah blade (sudu)
4. Panjang blade
5. Lebar pangkal blade
6. Lebar ujung blade
7. Diameter penyangga blade
8. Diameter rotor
9. Diameter poros blade (sudu)
10. Bantalan poros
11. Tinggi kincir dari tanah
12. Tekanan udara ( P )
13. Suhu udara absolute ( K )
14. Konstanta gas ( R )

: Airfoil NACA 4415


: Fiber (komposit)
: 3 buah
: 100 cm
: 18 cm
: 8 cm
: 10 cm
: 200 cm
: 1 inchi (2,54 cn)
: 2 buah
: 2 meter
: 1 atm = 1,01325 x 105 pa
: 303, 15 ok
287 j/kg.ok

Kemudian kelemahan tersebut diperbaiki oleh perancangan ulang


kincir angin yang di lakukan oleh Triyanto, Hanip Stiyanto, Sujono,
Eka Laradi Kurnia Elsa tahun 2010 dengan spesifikasi :
1)
2)
3)
4)
5)
6)

Diameter blade
=
Putaran generator
=
Perbandingan roda gigi
=
Diameter poros motor ke reduser =
Diameter poros
=
Umur bantalan
=

300 mm
1200 rpm
1:6
15,22 mm
25 mm
20000 jam

Data dari hasil perancangan pengujian sebelumnya diatas


dijadikan acuan untuk perancangan kali ini. Sementara spesifikasi
design kincir angin yang dikembangkan adalah sebagai berikut :
1. Tipe blade (sudu)

: Airfoil NACA 4415

2. Bahan blade

: Fiberglass (Komposit)

3. Panjang blade (sudu)

: 100 cm

4. Lebar Pangkal Blade

: 18 cm

5. Lebar Ujung Blade

: 8 cm

6. Diameter rotor

: 200 cm

7. Sudut helix

: 20o

Pada perancangan ini komponen kompenen dari kincir


angin pada perancangan sebelumnya disederhanakan, diamana
rotor langsung terhubung dengan poros generator tanpa reduser.
Serta, penggunaan generator yang lebih baik dari perancangan
perancangan sebelumnya. Instalasi pengambilan data dengan
menggunakan data logger. Pengujian kincir dilakukan di bibir
pantai, tepatnya di pantai Baru, Pandansimo, Kab. Bantul , DIY.

BAB III. PEMBAHASAN


3.1 Komponen Pada Sistem Turbin Angin
3.1.1 Anemometer

Gambar 4. Anemometer
Sumber : (Komponen elektronika)
http://komponenelektronika.biz/fungsi-anemometer.html
Berfungsi untuk mengukur kecepatan angin
dan

mengirimkan

data

pengontrol.

kecepatan

angin

ke

3.1.2 Blades

Gambar 5. Blade Kincir Angin Tiga Sudu


Sumber : (Anne Ahira )http://www.anneahira.com/kincirangin-pembangkit-listrik.htm

Kebanyakan turbin baik dua atau tiga pisau. Angin


bertiup

di

atas

menyebabkan

pisau

pisau

untuk

mengangkat dan berputar.


3.1.3 Brake

Gambar 6. Sistem Brake pada kincir angin


Sumber : http://lugiromadoni.blogspot.com/
Digunakan

untuk

menjaga

putaran

pada

poros

setelah gearbox agar bekerja pada titik aman saat terdapat


angin yang besar. Alat ini perlu dipasang karena generator
memiliki

titik

kerja

aman

dalam

pengoperasiannya.

Generator ini akan menghasilkan energi listrik maksimal

10

pada saat bekerja pada titik kerja yang telah ditentukan.


Kehadiran

angin

diluar

diguaan

akan

menyebabkan

putaran yang cukup cepat pada poros generator, sehingga


j ika tidak diatasi maka putaran ini dapat merusak
generator. Dampak dari kerusakan akibat putaran berlebih
diantaranya

overheat,

rotor

breakdown,

kawat

pada

generator putus karena tidak dapat menahan arus yang


cukup besar.
3.1..4 Controller (Pengendali)
Pengontrol mesin mulai dengan kecepatan angin
sekitar 8-16 mil per jam (mph) dan menutup mesin turbin
sekitar 55 mph. tidak beroperasi pada kecepatan angin
sekitar 55 mph di atas, karena dapat rusak karena angin
yang kencang.

3.1.5 Gear box


Gears menghubungkan poros kecepatan tinggi di
poros kecepatan rendah dan meningkatkan kecepatan
sekitar 3 0-60 rotasi per menit (rpm), sekitar 1000-1800
rpm, kecepatan rotasi yang diperlukan oleh sebagian besar
generator untuk menghasilkan listrik. gearbox adalah
bagian mahal (dan berat) dari turbin angin dan insinyur
generator mengeksplorasi direct-drive yang beroperasi
pada kecepatan rotasi yang lebih rendah dan tidak perlu
kotak gigi.
3.1.6 Generator
Generator

listrik

adalah

sebuah

alat

yang

memproduksi energi listrik dari sumber energi mekanik,

11

biasanya dengan menggunakan induksi elektromagnetik.


Proses

ini

dikenal

sebagai

pembangkit

listrik.

Walau

generator dan motor punya banyak kesamaan, tapi motor


adalah alat yang mengubah energi listrik menjadi energi
mekanik.

Generator

mendorong

muatan

listrik

untuk

bergerak melalui sebuah sirkuit listrik eksternal, tapi


generator tidak menciptakan listrik yang sudah ada di
dalam kabel lilitannya. Hal ini bisa dianalogikan dengan
sebuah pompa air, yang menciptakan aliran air tapi tidak
menciptakan air di dalamnya. Sumber enegi mekanik bisa
berupa resiprokat maupun turbin mesin uap, air yang jatuh
melakui

sebuah

turbin

maupun

kincir

air,

mesin

pembakaran dalam, turbin angin, engkol tangan, energi


surya atau matahari, udara yang dimampatkan, atau apa
pun sumber energi mekanik yang lain.
3.1.7 Rotor
Rotor adalah sebuah alat mekanik yang berputar/
baling-baling, sebagai contoh dalam kendaraan bermotor
elektrik, generator, alternator atau pompa.

3.1.8 Tower
Menara Kerangka
Kontruksi menara ini terdiri dari besi besi siku yang dibuat
sedemikian rupa hingga menjadi sebuah menara, tingginya
disesuaikan dengan kebutuhan. Menara ini juga biasa terbuat
dari besi bulat atau baja, sehingga menara lebih tahan lama.

12

Menara Pipa
Menara ini terbuat dari sebuah pipa yang mempunyai kawatkawat sebagai penegak tiang, dan kawat-kawat tersebut
harus diikat dengan jangkar, maka pondasinya dapat lebih
ringan. Dengan adanya kawat penegak tiang menara tidak
mudah tumbang, tetapi dalam pemasangan manara pipa ini
membutuhkan lahan yang cukup luas
3.1.9 Penyimpan energi (Battery)
Karena keterbatasan ketersediaan akan energi angin (tidak
sepanjang hari angin akan selalu tersedia) maka ketersediaan
listrik pun tidak menentu. Oleh karena itu digunakan alat
penyimpan energi yang berfungsi sebagai back-up energi
listrik. Ketika beban penggunaan daya listrik masyarakat
meningkat atau ketika kecepatan angin suatu daerah sedang
menurun, maka kebutuhan permintaan akan daya listrik tidak
dapat terpenuhi. Oleh karena itu kita perlu menyimpan
sebagian energi yang dihasilkan ketika terjadi kelebihan daya
pada

saat

turbin

angin

berputar

kencang

atau

saat

penggunaan daya pada masyarakat menurun.


3.2

Perancangan Pembuatan Sistem Konversi Energi

Angin (SKEA)
3.2.1 Sudu (Blade)
Sudu merupakan bagian dari sebuah kincir angin berupa
pelat yang rata. Bila sejumlah udara dengan kecepatan
bergerak melalui bidang seluas R2 (luas sudu), maka daya
yang terdapat di dalam angin dapat ditentukan dengan rumus
:
P = v R2
P = Daya (watt)

13

= Kerapatan udara (Kg/m3)


V = Kecepatan angin (m/s) R = Luas sudu (m2)
Energi kinetik dari satu m3 udara yang bergerak, ditentukan
dengan rumus :
E = ~ v2
E = Energi (Joule)
= Kerapatan udara (Kg/m3)
v = Kecepatan angin (m/s)
Benda bergerak contohnya angin memiliki energi kinetik (Ek)
yang besarnya adalah
Ek
=

mV

..

......................................................(1)
m adalah massa dari angin dan V adalah kecepatan angin.
Untuk menentukan besarnya massa angin yang mengenai
suatu permukaan dapat dihitung berdasarkan debit angin
yaitu volume persatuan waktu. Volume adalah massa per
berat jenis (Volume = m/). Debit juga merupakan perkalian
antara area dan kecepatan (Q = A x V). dari persamaan
tersebut maka dapat diturunkan persamaan massa angin
persatuan waktu (m/t) yaitu:
m/t

udara

Vangin.

.................................(2)
A adalah luas area baling-baling. Daya (P/power) adalah
energi persatuan waktu sehingga dari persamaan 1 dapat
ditulis menjadi :
P

Ek

/t

m/t

(V angin)

.......................................(3)
Subtitusi dari persamaan 3, persamaan daya (P) menjadi :
P

(Vangin)3

............................................(4)
Energi angin yang mengenai baling-baling seluas A pada
umumnya dinyatakan dalam Daya per area ( P/A) atau di
istilahkan dengan Power density (P*/Daya spesifik) dengan
satuan watt/m2. Jika berat jenis udara rata-rata adalah udara

14

= 1,2 kg/m3 (sularso, 2004), maka besarnya daya spesifik dari


angin adalah (Hofman, 1987):
P*

V3

.................................................(5)
Baling-baling kincir angin direncanakan berjumlah 3 buah,
dengan besarnya diameter rotor 2 m. Jika kecepatan angin
rata-rata 4 - 5 m/s, Dari rencana itu dapat ditentukan daya
ideal yang dihasilkan adalah sebesar:

a). Untuk kecepatan angin rata-rata 5 m/s


P/A = V3
P = V3 ( D2)
P = (1,2) (5)3( x 3,14 x (2)2)
P = 235.5 Watt
b). Untuk kecepatan angin rata-rata 4 m/s
P/A = V3
P = V3 ( D2)
P = (1,2) (4)3( x 3,14 x (2)2)
P = 120.576 Watt
Untuk mendapatkan hasil yang optimal maximal dari sebuah
kincir angin maka perlu diperhatikan sebagai berikut :
1. Bentuk sudu seperti sekerup atau memuntir, sehingga
aerodinamisnya semakin baik.
2. untuk mendapatkan energi yang lebih baik sayap sayap
dipasang langsung pada rotor.
3. untuk sudu yang ideal berjumlah 3 buah sudu, karena
menghasilkan pembagian gaya dan keseimbangan yang
lebih baik.

15

Gambar 4. Rancangan Blade NACA 4415 dengan Autodesk


Inventor 2013
3.2.2 Gearbox (Transmisi)
Alat ini berfungsi untuk mengubah putaran rendah pada kincir
menjadi putaran tinggi. Dalam pemeliharaannya digunakan oli
untuk menjaga permukaan harus tetap pada ukurannya, dari
waktu ke waktu harus diisi dengan oli yang baru. Agar kondisi
gearbox bisa tahan lama.

16

Gambar Gearbox ( Transmisi pada Turbin Angin )


3.2.3 Generator
Generator AC dan generator DC memiliki perbedaan
prinsip. Untuk generator DC kumparan j angkar ada pada
bagian rotor dan terletak di antara kutub-kutub magnit
yang tetap di tempat, diputar oleh tenaga mekanik. Pada
generator AC, konstruksinya sebaliknya yaitu, kumparan
jangkar disebut juga kumparan stator karena berbeda pada
tempat yang tetap, sedangkan kumparan rotor bersamasama dengan kutub magnet diputar oleh tenaga mekanik.

17

Gambar.6 Konstruksi generator sinkron


( Yon Riyono : 2002)
Jika kumparan rotor yang berfungsi

sebagai

pembangkit kumparan medan magnet yang terletak di antara


kutub magnet utara dan selatan diputar oleh tenaga air atau
tenaga lainnya, maka pada kumparan rotor akan timbul
medan magnet atau fluks yang bersifat bolak-balik atau fluks
putar. Flux putar ini akan memotong-motong kumparan stator,
sehingga pada ujung-ujung kumparan stator timbul gaya
gerak listrik karena pengaruh induksi dan flux putar tersebut.
Gaya gerak listrik (ggl) yang timbul pada kumparan stator
juga bersifat bolak-balik, atau berputar dengan kecepatan
sinkron terhadap kecepatan putar rotor.
Dalam perancangan ini generator yang digunakan
adalah generator 3 fasa dengan magnit permanen. Karena
energi angin bersifat fluktuatif dan tidak terlalu besar maka
dibuat penyearah untuk mengubah tegangan AC menjadi DC
yang digunakan untuk mengisi akumulator. Penyearah yang
dibuat adalah penyearah 3 fasa tak terkontrol tipe jembatan
penuh.
Generator terdiri dari dua bagian utama yaitu rotor
dan

stator.

Pada

pembuatan

generator

ini

dilakukan

perancangan masing-masing bagian generator. Kemudian

18

masing-masing bagian generator disatukan melalui poros dan


rangka

Gambar.7 Skema Rancangan Generator Putaran Rendah


Pada generator ini rotor berfungsi sebagai kumparan medan
untuk

menghasilakn

fluks.

Digunakan

dua

buah

rotor

mengapit statur untuk menghasilkan fluks. Penyearahdalam


perancangan ini menggunakan penyearah 3fasa gelombang
penuh.

Gambar.8. penyearah 3 fasa gelombang penuh.


Dalam pemilihan generator ini mengacu bahwa generator 3
fasa magnit permanen mempunyai penguatan sendiri serta
tegangan keluaran atau output dapat maksimal. sehingga
tegangan

keluaran

generator

di

searahkan

tegangan DC tiga kali tegangan per fasa.


3.2.4 Tower
Pemilihan Tower

19

menjadikan

Dalam hal ini Tower yang akan di gunakan adalah Tower


Triagle

(Tower Segitiga). Tower Triangle adalah sebuah alat

yang sering kita jumpai di sekitar kita. alat ini biasa kita
jumpai di gedung -gedung tinggi maupun perkantoran, selain
itu bisa juga kita jumpai di sekolah-sekolah maupun warnet.
Tower triangle sendiri mempunyai fungsi yang sangat banyak.
selain bisa kita gunakan untuk meletakkan atau sebagai
tempat pendukung dalam instalasi jaringan internet, tower
triangle juga bisa juga digunakan untuk antena radio amatir
maupun antena lainnya.
Ada berbagai spesifikasi produk yang digunakan dalam
pemasangan tower triangle ini, ada yang menggunakan
Galvanis

ada

juga

yang

tidak.

Istilah Galvanis atau Galvalum dipakai untuk membedakan


jenis lapisan finishing atau coatingpada baja ringan. Galvanis
adalah istilah untuk baja ringan yang diberi lapisan seng
( zinc) . Untuk galvanis finishingnya terdiri dari: 98% unsur
coatingnya

adalah

seng/

zink

dan

2%

adalah

unsur

alumunium.
Galvalum merupakan sebutan untuk pelapisan yang
mengandung unsur alumunium dan zinc, dipasaran popular
dengan sebutan Zincalume. Untuk Galvalum finishingnya
terdiri dari: 55% unsur coatingnya adalah aluminium, 43, 5%
adalah unsur seng/ zink dan 1, 5% unsur silikon.Beberapa
produsen mengklaim bahwa pada tebal pelapisan yang sama,
Galvalum memiliki ketahanan terhadap karat yang lebih tinggi
dibandingkan Galvanis.Untuk menyamai kekuatan galvalum
menahan karat, maka pelapisan pada galvanis dibuat lebih
tebal. Seperti juga produk material lainnya, dipasaran beredar
berbagai macam kelas material, pilihlah baja ringan dengan
mutu material prima yang sudah teruji dilapangan.

20

Gambar.9 Tower Triangle


Pada prinsipnya tower triangle 75% kekuatan terletak
pada tarikan pemancang, jadi dengan memakai tarikan
pemancang dengan jarak standar, sanggup di bebani
antena
Standar

sampai
jarak

tarikan

seberat
pemancang

adalah

50kg.
1/3

dari

ketinggian, jadi andaikan tinggi tower 30 meter jarak


pemancangnya adalah 10 meter dari titik pondasi towet
triangle.
3.2.5 Brake System (Sistem Pengendali)

21

Digunakan

untuk

menjaga

putaran

pada

poros

setelah gearbox agar bekerja pada titik aman saat terdapat


angin yang besar. Alat ini perlu dipasang karena generator
memiliki

titik

kerja

aman

dalam

pengoperasiannya.

Generator ini akan menghasilkan energi listrik maksimal


pada saat bekerja pada titik kerja yang telah ditentukan.
Kehadiran angin diluar akan menyebabkan putaran yang
cukup cepat pada poros generator, sehingga jika tidak
diatasi maka putaran ini dapat merusak generator. Dampak
dari kerusakan akibat putaran berlebih diantaranya :
overheat, rotor breakdown, kawat pada generator putus,
karena tidak dapat menahan arus yang cukup besar.
3.2.6 Metode Pembuatan Komponen
Blade (Sudu)
a . Tinjauan Pustaka
b. Mendisain Blade
c. Pembuatan Pola Blade dari Pollyfoam
d. Pembuatan cetakan (pola belah)
e. Mempersiapkan materian
f. Membuat adonan fiberglass
g. Penuangan adonan dalam cetakan
h. Pembekuan
i. Pembukaan cetakan
j. Finishing (pengamplasan dan pengecetan)
k. Pembuatan lubang baut dudukan blade
l. Uji coba di lapangan
Generator
a. Tinjauan PustakaPemilihan Generator
b. Perhitungan Rotor dan Stator
c. Magnit Permanen
22

d. Desain Fisik\
e. Pembuatan Generator
f. Uji Coba

Tower
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Tinjauan pustaka
Pemilihan Jenis Tower
Pemilihan Material Tower
Perhitungan Statika Struktur
Pengelasan
Uji Coba

3.2.7 Penjelasan Singkat Pembuatan Turbin Angin

23

BAB. V PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang adapat diambil dari perancangan ini
adalah sebagai berikut :
1.

Rancangan

berdasarkan

generator yang ada

perhitungan

dari

kapasitas

didapatkan diameter blade yang

sesuai yaitu D = 2 meter, serta berdasarkan keadaan


lingkungan dan kecepatan angin maka material yang
sesuai adalah fibre glass (komposit) dimana bahan ini

24

cukup kuat dan anti korosif dengan harga yang relatif


murah.
2.

Turbin

angin

yang

telah

diuji

dengan

jumlah

blade

sebanyak 3 buah mampu menghasilkan daya rata-rata


maksimum 230 Watt selama pengujian dilakukan. Hal
tersebut masih dibawah dari hasil yang diharapkan yaitu
sebesar 400 Watt (dari perhitungan) yang bisa disebabkan
karena kecepatan rata-rata angin dilapangan cenderung
kurang dari 5 m/s2.

4.2 Saran
Untuk Perancangan Kincir Angin Penggerak Generator
Listrik, masih perlu diadakan pengembangan lebih lanjut. Untuk
itu disarankan :

25

1. Proses pencarian data antara teori yang terdapat dalam


buku atau referensi lain dengan kenyataan komponen yang
tersedia dipasaran harus diperhatikan.
2. Untuk mendapatkankeluaran daya listrik

yang

dapat

dimanfaatkan perlu dipilih generator dengan putaran


rendah, mengingat kecepatan angin di indonesia tidak
konstan.
3. Dibutuhkan rangkaian tambahan untuk memaksimalkan
sistem pengisian
4. Dalam jangka waktu

tertentu

sebaiknya

diadakan

pengecekan pada komponen mesin ataupun pemeriksaan


rutin terhadap mesin agar kondisi mesin dalam keadaan
baik
5. Pada

bantalan

sebaiknya

juga

diadakan

pengecekan

karena ada kemungkinan setelah beroperasi dalam jangka


waktu yang lama akan mengalami keausan sehingga
putarannya tidak presisi lagi yang akan mengakibatkan
kerja mesin terganggu.

DAFTAR PUSTAKA

26

AWEA,2004., The
http://www.awea.org.

American

BWEA, 2002., The


http://www.bwea.com

British

Wind
Wind

Energy

Association

Energy

Association

David E. S., 1997., An Introduction to Wind Power for


Nebraskans
University
of
Nebraska-Lincoln.,
www.NebFacts.co.us
Hofman, H. dan Harun., 1987., Energi Angin penerbit Binacipta,
Jakarta
Generator http://id.wikipedia.org/wiki/Generator_listrik
Pembangkit
Listrik
Tenaga
http://id.wikipedia.org/wiki/Generator_listrik

Angin

Rotor http://id.wikipedia.org/wiki/Rotor
Tower Triangle http://antarlangit.com/products/Tower-TriangleStandart-Ukuran-20.html

27

LAMPIRAN
DESAIN RANCANGAN KINCIR ANGIN

28