Anda di halaman 1dari 35

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT KHUSUS BERSALIN SAYANG IBU

BALIKPAPAN
NOMOR
TENTANG
PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT
KHUSUS BERSALIN SAYANG IBU BALIKPAPAN
DIREKTUR RUMAH SAKIT KHUSUS BERSALIN SAYANG IBU BALIKPAPAN
Menimbang :

Mengingat :

a. Bahwa dalam upaya meningkatkan efektifitas penyelenggaraan


organisasi Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Khusus Bersalin
Sayang Ibu Balikpapan, diperlukan pedoman pengorganisasian Instalasi
Gawat Darurat
b. Sehubungan dengan hal tersebut diatas perlu ditetapkan pedoman
pengorganisasian Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Khusus Bersalin
Sayang Ibu Balikpapan dengan Keputusan Direktur Rumah Sakit Khusus
Bersalin Sayang Ibu Balikpapan
1. Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 920/Menkes/Per/XII/1986
tentang Upaya Pelayanan Kesehatan Swasta di bidang Medic, jo
Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 084/Menkes/Per/II/XII/1986
2. Peraturan
Menteri
Kesehatan
Republic
Indonesia
Nomor
159b/MENKES/PER/II/1988 tentang rumah sakit
MEMUTUSKAN

Menetapkan:
Kesatu
: KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT KHUSUS BESALIN SAYANG IBU
BALIKPAPAN TENTANG PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI
GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT KHUSUS BERSALIN SAYANG IBU
BALIKPAPAN
Kedua

Pedoman Pengorganisasian Instalsi Gawat Darurat Rumah Sakit Khusus


Bersalin Sayang Ibu Balikpapan sebagaimana dimaksud dalam Dictum
Kesatu sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini

Ketiga

Peodoman Pengorganisasian Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Khusus


Bersalin Sayang Ibu Balikpapan sebagaimana dimaksud dalam Dictum
Kedua harus dijadikan acuan dalam menyelenggarakan pengorganisasian
dan tata laksana organisasi Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Khusus
Bersalin Sayang Ibu Balikpapan

Keempat :

Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila dikemudian hari
terdapat kekeliruan dalam penetapan ini, akan diadakan perbaikan
sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Balikpapan
Pada tanggal

Direktur,

Dr. indah puspitasari

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa hanya karena
perkenanNya Buku Pedoman Pengorganisasian Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit
Khusus Bersalin Sayang Ibu Balikpapan ini dapat diselesaikan.
Buku Pedoman Pengorganisasian Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Khusus
Bersalin Sayang Ibu Balikapan dapat digunakan dalam menjalankan kegiatan pelayanan
bagi petugas yang ada di Instalasi Gawat Darurat, sehingga pelayanan yang diberikan
kepada pasien dapat dipertanggung jawabkan secara professional
Diharapkan pada setiap petugas yang ada di Instalasi Gawat Darurat dapat memahami
isi dari buku Pedoman Pengorganisasian Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Khusus
Bersalin Sayang Ibu Balikpapan ini, yang pada akhirnya memudahkan bagi petugas dalam
menjalankan fungsi pelayanan kepada pasien
Kami menyadari bahwa Pedoman Pengorganisasian Instalasi Gawat Darurat ini masih
jauh dari sempurna, kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan.

Balikpapan,

penyusun

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pelayanan kesehatan kegawatdaruratan merupakan sebuah penyelenggaraan
pelayanan terpadu yang ditujukan bagi penderita gawat, darurat dan gawat darurat,
baik dalam keadaan sehari-hari maupun dalam keadaan bencana. Bentuk pelayanan
gawat darurat meliputi bebagai aspek yaitu kesehatan badaniah, rohaniah dan social
bukan hanya keadaan keadaan yang bebas dari peyakit, cacat dan kelemahan.
Instalasi gawat darurat merupakan suatu unit di rumah sakit yang memiliki tim
kerja dengan kemampuan khusus dan peralatan yang lengkap serta memadai untuk
memberikan pelayanan kepada pasien gawat darurat dalam upaya penanggulangan
pasien gawat darurat yang terorganisir.
Dalam keadaan sehari hari maupun dalam keadaaan bencana
penanggulangan pasien gawat darurat akan melibatkan pelayanan pra rumah sakit,
pelayan dirumah sakit maupun pelayanan antar rumah sakit. Pelayanan kegawat
daruratan memerlukan penanganan secara terpadu dan pengaturan dalam satu
system.
B. TUJUAN UMUM
Sebagai dasar dalam pembuatan kebijakan bagi unit kerja dalam memberikan
pelayanan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Rumah Sakit Khusus Bersalin
Sayang Ibu Balikpapan
C. TUJUAN KHUSUS
a. Memudahkan bagi pemberi jasa Instalasi Gawat Darurat dalam memberikan
pelajaran kegawatdaruratan yang bermutu dan professional
b. Setiap pemberi jasa pelayanan Instalsai Gawat Darurat dapat bekerja berdasrkan
visi, misi, falsafah dan tujuan Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Khusus
Bersalin Sayang Ibu Balikpapan

BAB II

GAMBARAN UMUM
Sejarah Rumah Sakit Khusus Bersalin Sayang Ibu Balikpapan

BAB III

ORGANISASI INSTALASI GAWAT DARURAT

A. Visi, Misi, Landasan Nilai dan Tujuan Rumah Sakit Khusus Bersalin Sayang Ibu
Balikpapan
VISI
Rumah Sakit terbaik dalam pelayanan kesehatan ibu and anak se kalimanatan timur
MISI

Meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak

Meningkatkan pemanfaatan rumah sakit dan kesiapan sebagai pusat rujukan


primer ibu dan anak

Meningkatkan ketertiban administrasi keuangan, SDM dan perkantoran

LANDASAN NILAI

FALSAFAH

TUJUAN (GOAL)

B. Filosofi
C. Pengertian, Falsafah, Tugas, Fungsi Dan Tujuan IGD
1. Pengertian
Instalasi Gawat Darurat : adalah unit pelayanan rumah sakit yang memberikan
pelayanan pertama pada pasien dengan ancaman kematian dan kecacatan serta
terpadu dengan melibatkan berbagai multidisiplin
2. Falsafah
Kecepatan dan ketepatan dalam memberikan pertolongan pada pasien sesuai
tingkat kegawatdaruratan, tanpa membedakan social, ekonomi, agama dan ras
akan menurunkan angka kematian dan kecacatan
3.

Tugas dan fungsi


Memberikan pelayanan kesehatan pasien gawat darurat selama 24 jam secara
terus menerus dan berkesinambungan, meliputi:
a. Mengelola pelayanan gawat darurat

b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Melakukan pelayanan siaga bencana


Melakukan pendidikan dan pelatihan gawat darurat
Mengelola fasilitas, peralatan dan obat-oabatan life saving
Mengelola tenaga medis, tenga keperawatan dan tenaga non medis
Mengelola administrasi dan keuangan instalasi gawat darurat
Melakukan pengendalian mutu pelayann gawat darurat
Melakukan koordinasi dengan unit rumah sakit lain

4. Tujuan
a. Mencegah kematian dan kecacatan pada penderita gawat darurat, sehingga
dapat hidup dan berfungsi kembali dalam masyrakat sebagaimana mestinya
b. Menerima rujukan / merujuk penderita gawat darurat melalui system rujukan
untuk memperoleh penanganan yang lebih memadai
c. Melakukan pertolongan korban musibah masal dan bencana yang terjadi
didalam maupun luar rumah sakit
d. Mengembangkan dan menyebarluaskan penanggulangan penderita gawat
darurat melalui pendidikan dan penyelenggaraaan berbagai kursus yang
berhubungan dengan pengetahuan den keterampilan bantuan hidup dasar
(basic life support) maupun bantuan hidup lanjutan (advanced life support)

D. Visi, Misi,Falsafah Dan Tujuan IGD Rumah Sakit Khusus Bersalin Sayang Ibu
Balikpapan
VISI
MISI
FALSAFAH IGD
TUJUAN IGD

E. Struktur Organisasi Rumah Sakit Khusus Bersalin Sayang Ibu Balikpapan

F. Struktur Organisasai IGD

Ka Sie Pelayanan Medik

Kepala IGD

Ka. Sub Sie


Keperawatan

--------------------

Kepala Ruangan

PJ Shift Pagi

PJ Shift Sore

PJ Shift Malam

Bidan / Perawat
Pelaksana

Bidan / Perawat
Pelaksana

Bidan / Perawat
Pelaksana

G. Uraian Tugas Dan Jabatan SDM IGD

I. As Men Pelayanan Keperawatan


1. Nama Unit Kerja

: Instalasi Gawat Darurat

2. Nama Jabatan

: Asisten Manager Pelayanan Keperawatan

3. Pengertian :
Adalah seorang tenaga keperawatan yang diberikan tanggung jawab dan
wewenang dalam mengatur, mengendalikan kegiatan pelayanan
keperawatan pada Instalasi Gawat Darurat, Perinatologi dan Kamar Bedah di
Rumah Sakit Khusus Bersalin Sayanng Ibu Balikpapan
4. Jabatan Bawahan Langsung :
Kepala ruangan IGD, perinatologi, OK
5. Persyaratan dan Kualifikasi
a. Pendidikan formal
Sarjana Keperawatan (diutamakan)/setara, D III Keperawatan dengan
pengalaman 6 tahun sebagai PJ shift, 3-5 tahun sebagai Kepala Ruang
b. Pendidikan non formal
Pernah mengikuti pelatihan managemen pelayanan keperawatan
c. Pengalaman kerja
Berpengalaman dalam bidangnya / sebagai Kepala Ruang perawatan 2
tahun / PJ shift
d. Keterampilan :
1. Memiliki kemampuan menggunakan computer
2. Mempunyai kemampuan kepemimpinan
3. Mempunyai kemampuan untuk mengontrol emosi dengan baik
4. Mempunyai kemampuan untuk membina hubungan baik dengan
orang lain dan dapat dipercaya
e. Lain lain
1. Berwibawa
2. Sehat jasmani dan rohani
6. Tanggung Jawab :
Dalam melaksanakan tugasnya As Men Pelayanan Keperawatan
bertanggung jawab terhadap Manager Pelayanan terhadap hal hal :
a. Kebenaran dan ketepatan rencana kerja As Men Pelayanan Keperawatan
b. Kelancaran pelaksanaan tugas tenaga keperawatan
c. Keobjektifan dan kebenaran penilaian kinerja tenaga keperawatan
d. Kebenaran dan ketepatan telaah staf
e. Kebenaran dan ketepatan laporan berkala/ laporan khusus dalam hal
pendayagunaan tenaga
f. Kebenaran dan ketepatan rencana kebutuhan tenaga keperawatan
g. Kebenaran dalam pendayagunaan tenaga keperawatan
h. Kebenaran dan ketepatan laporan berkala/khusus pendayagunaan dan
pemeliharaan sarana dan fasilitas
i. Kebenaran dan ketepatan laporan berkala /khusus pelaksanaan asuhan
pelayanan keperawatan

7. Wewenang :
Dalam melaksanakan tugasnya sebagai As Men Yan Perawatan mempunyai
wewenang sebagai berikut :
a. Meminta informasi dan petunjuk kepada atasan
b. Memberi petunjuk dan bimbingan dalam pendayagunaan tenaga, alat
dan asuhan keperawatan
c. Mengkoordinasikan,
mengawasi,
mengendalikan
dan
menilai
pendayagunaan tenaga keperawatan, peralatan dan mutu asuhan
keperawatan
d. Member bimbingan penerapan etika profesi dan asuhan keperawatan
e. Menandatangani surat dan dokumen yang ditetapkan menjadi wewenang
As Men Pelayanan Keperawatan
f. Menghadiri rapat berkala dengan Manager Pelayanan, Ka. Unit IGD dan
Kepala Ruang untuk kelancaran pelaksanaan pelayanan keperawatan
8. Hasil Kerja :
a. Rencana kerja As Men Pelayanan Keperawatan
b. Usulan kebutuhan alat, obat-obatan dan SDM keperawatan
c. Tata cara kerja As Men Pelayanan Keperawatan
d. Data / informasi kebutuhan tenaga kerja keperawatan
e. Standar asuhan keperawatan dan pelayanan keperawatan
9. Uaraian Kerja :
a. Melaksanakan fungsi perencanaan (P1) meliputi:
1. Menyusun rencana kebutuhan tenaga keperawatan baik jumlah
maupun kualifikasi tenaga keperawatan, di wilayah tangguung
jawabnya
2. Menyiapkan usulan penempatan / distribusi tenaga keperawatan,
sesuai kebutuhan pelayanan, berdasarkan usulan Ka Ruangan
3. Menyiapkan rencana pengembangan staf, sesuai kebutuhan
pelayanan, koordinasi dengan Kepala Ruangan terkait
4. Menghadiri rapat pertemuan berkala dengan Manager Pelayanan, Ka
Unit IGD dan Kepala Ruangan terkait
5. Menyusun rencana jumlah dan jenis peralatan keperawatan yang
dibutuhkan oleh unit perawatan di wilayahnya
b. Melaksanakan fungsi penggerakan dan pelaksanaan (P2) meliputi:
1. Mengumpulkan berkas kepegawaian tenaga keperawatan, koordinasi
dengan Kepala Ruangan, berkas kepegawaian tersebut disimpan oleh
bagian personalia
2. Melaksanakan sebagian tugas dari Manager Pelayanan
3. Mewakili tugas dan wewenang Manager Pelayanan atas persetujuan
Direktur RS, sesuai kebutuhan
4. Mengumpulkan dan menjelaskan kebijakan rumah sakit dalam bidang
ketengaaan kepada staf perawatan koordinasi dengan Kepala
Ruangan terkait
5. Memerikan pembinaan, pengembangan profesi tenaga keperawatan

6. Menyusun protap / SOP ketenagaan, koordinasi dengan Kepala Ruang


terkait
7. Memberikan saran dan masukan sebagai bahan pertimbangan pada
atasan
8. Menganalisa dan mengkaji usulan kebutuhan tenaga keperawatan
c. Melaksanakan fungsi pengawasan, pengendalian dan penilaian (P3)
meliputi:
1. Melakukan
pengawasan,
pengendalian,
penilaian
terhadap
pendayagunaan tenaga keperawatan
2. Melakukan penilaian mutu penerapan etika serta kemampuan profesi
tenaga keperawatan.
II.

Kepala Instalasi IGD


1. Nama Unit Kerja

:Instalasi Gawat Darurat

2. Nama Jabatan

:Kepala Instalasi Gawat Darurat

3. Pengertian :
Seorang tenaga dokter profesional yang diberikan tugas tanggung
jawab dan wewenang dalam mengelola pelayanan medic di IGD serta
mengkoordinir dokter IGD dan ruangan
4. Persyaratan dan Kualifikasi :
a. Pendidikan formal
Doter umum yang telah melaksanakan wajib kerja sarjana
b. Pendidikan non formal
Memiliki sertifikat tentang kegawatdaruratan
c. Pengalaman kerja
Mempunyai pengalaman kerja sebagai dokter IGD minimal 5 tahun
d. Keterampilan
Mempunyai kemampuan kepemimpinan
e. Usia
Usia antara 25 55 tahun
Berbadan sehat jasmani dan rohani
5. Tanggung Jawab :
Bertanggung jawab langsung kepada Manager Pelayanan
6. Uraian Tugas :
a. Menyusun program kerja Instalasi Gawat Darurat
b. Memimpin, mengkoordinir, dan mengevaluasi operasional IGD
secara efeketif, efisien dan bermutu
c. Bertanggung jawab terhadap koordinasi dengan bagian Rawat Inap
dan Rawat Jalan jika pasien yang bersangkutan membutuhkan
penanganan / tindakan lebih lanjut setelah penanganan gawat
darurat
d. Memberikan pembinaan terhadap dokter jaga IGD
e. Membuat daftar jaga dokter IGD dan ruangan

f.

Bersama Kepala Ruangan IGD membuat perencanaan ketenagaan


dan fasilitas yang dibutuhkan untuk mencapai pelayanan yang
berkualitas di IGD
g. Memimpin pertemuan rutin setiap bulan dengan staf IGD untuk
membahas dan menginformasikan hal hal penting yang berkaitan
dengan pelayanan di IGD
h. Menghadiri pertemuan Managemen, bila dibutuhkan
i. Membuat laporan kinerja IGD setiap bulan dan akhir tahun
j. Membuat usulan usulan yang diperlukan kepada Managemen
yang berkaitan dengan peningkatan mutu pelayanan di IGD
7. Wewenang :
a. Memberikan penilaian kinerja staf IGD
b. Memuat prosedur pelayanan IGD
8. Hasil Kerja :
a. Daftar jaga IGD
b. Usulan perncanaan ketenagaan dan fasilitas yang dibutuhkan / di
IGD diperllukan
c. Standar pelayanan medic
d. Usulan yang berkaitan dengan mutu pelayanan
III.

Dokter IGD
1. Nama Unit Kerja

: Instalasi Gawat Darurat

2. Nama Jabatan

: Dokter IGD Dan Ruangan

3. Hubungan Jabatan :
a. Bertanggung jawab kepada : Manager Pelayanan
b. Sub ordinasi : kepala ruang IGD, Ka Instalasi Gawat Darurat
c. Hubungan koordinasi : As Men Pelayanan Keperawatan
4. Persyaratan Jabatan :
a. Pendidikan formal
Dokter umum yang telah melaksanakan wajib kerja sarjana
b. Pengalaman
Diutamakan yang sudah berpengalaman dibidangnya minimal 2
tahun
c. Keterampilan
1. Mempunyai kemampuan menangani pasien umum dan gawat
darurat
2. Penggunaan alat medis yang berhubungan dengan penanganan
pasien IGD
d. Kerjasama dan kepribadian : baik
e. Umur : minimal 25 tahun atau bila mampu diperpanjang per tahun
5. Tujuan :
a. Agar dapat memberikan pelayanan kepada pasien selama 24 jam
dan kepada pasien yang datang ke RS Khusus Bersalin Sayang

Ibu Balikpapan, dimana IGD sebagai salah satu pintu masuk pasien
RI & RJ
b. Memberikan rasa aman, nyaman kepada pasien yang
membutuhkan pelayanan medis di RSKB Sayang Ibu Balikpapan
sehingga tercapai kepuasan pasien
6. Fungsi : Menangani pasien IGD & ruangan
7. Tanggung Jawab : Bertanggung jawab langsung kepada Manager
Pelayanan

8. Uraian Tugas Dan Tanggung Jawab :


a. Mengutamakan keselamatan jiwa pasien
b. Mendahulukan penderita gawat darurat
c. Memahami dan terampil dalam melakukan RJP dan intubasi
d. Memahami gambaran EKG normal dan gambaran EKG yang
mengancam jiwa serta memerlukan penanganan segera seperti
Ventrikel Fibrilasi, Ventrikel Takikardi, Infark Myocard Akut, Ventrikel
Exttrasystole yang mengancam jiwa
e. Menulis status pasien yang meliputi :
Anamnesa
Pemeriksaan fisik
Diagnose kerja
Terapi
Pemeriksaan penunjang
f. Bersikap dan bertindak demi nama rumah sakit secara benar,
ramah, informative, tegas dan bijaksana
g. Melaporkan hal hal yang penting atau yang perlu di konsulkan
kepada konsulen / dokter spesialis yang bersangkutan
h. Mengisi status pasien RI dan melakukan visit pasien yang berada
diruangan untuk mengetahui secara umum pasien pasien yang
dirawat termasuk pasien yang memerlukan perhatian khusus
i. Bertanggung jawab atas permasalahan medis seluruh pasien yang
dirawat, baik diruang perawatan yang berkoordinasi dengan dokter
yang memiliki pasien / dokter yang merawat
j. Wajib mendatangi pasien yang baru masuk ke ruang perawatan
untuk mengetahui keadaan umum pasien
k. Menuliskan resep untuk pasien pasien di RI sesuai instruksi dokter
yang merawat
l. Menggunakan obat obat yang dianjurkan dalam formularium
Rumah Sakit Khusus Bersalin Sayang Ibu Balikpapan
9. Wewenang :
a. Melakukan konsul pasien ke konsulen yang bersangkutan atau
merujuk pasien sesuai kebutuhan

IV.

b. Mengusulkan memindahkan pasien dari ruang perawatan biasa ke


ruang intensive
Karu IGD
1. Nama Unit Kerja

: Instalasi Gawat Darurat

2. Nama Jabatan

: Kepala Ruang IGD

3. Pengertian :
Seorang tenaga perawat professional yang bertanggung jawab dan
berwenang dalam mengelola kegiatan pelayanan keperawatan di ruang
Instalasi Gawat Darurat (IGD)
4. Persyaratan dan Kualifikasi
a. Pendidikan formal : D III keperawatan, berpengalaman 3 tahun
b. Pendidikan non formal :
1. Memiliki sertifikat Managemen Keperawatan
2. Memiliki sertifikat PPGD
c. Pengalaman kerja :
Mempunyai pengalaman kerja di IGD minimal 5 tahun
d. Keterampilan :
Memiliki kemampuan dan kepemimpinan
e. Usia :
Usia antara 26 35 tahun
Berbadan sehat jasmani dan rohani
5. Tanggung Jawab :
a. Secara fungsional bertanggung jawab kepada As Men Pelayanan
Keperawatan
b. Secara operasional bertanggung jawab kepada Ka Instalasi Gawat
Darurat
6. Tugas Pokok :
Mengawasi dan mengendalikan semua kegiatan pelayanan perawatan
di ruang Instalasi Gawat Darurat
7. Uarian Tugas :
a. Melaksanakan fungsi perawatan meliputi :
1. Menyusun rencana kegiatan berdasarkan jenis, jumlah, mutu
tenaga kerja keperawatan serta tenaga lainnya sesuai dengan
kebutuhan di IGD
2. Menyusun dan mengatur daftar dinas tenaga perawat yang
berlaku tiap minggu
3. Membagi tugas harian dengan memperhatikan jumlah dan
tingkat kemampuan perawat
4. Merencanakan jumlah dan jenis peralatan di IGD
5. Menyusun program pengembangan staf di IGD
6. Bersama staf menentukan jumlah pegawai yang dibutuhkan di
ruang perawatan IGD
b. Melaksanakan fungsi penggerakan pelaksanaan meliputi ;

1. Memantau seluruh staf dalam penerapan dan pelaksanaan


tugas yang dibebankan
2. Mengadakan
pelatihan
untuk
pegawai
secara
berkesinambungan
3. Member orientasi kepada siswa/pegawai baru
4. Mengadakan pengadaan, pemeliharaan dan penggunaan alat
alat maupun obat obatan
5. Menciptakan suasana kerja yang harmonis
6. Menilai hasil kerja pegawai dan memberikan penghargaan yang
berprestasi baik
c. Melaksankan fungsi pengawasan, pengendalian dan penilaian
meliputi :
1. Mengawasi pelaksanaan tugas masing masing pegawai
2. Mengawasi penggunaan alat-alat agar digunakan secara tepat
3. Mengatur supaya alat alat tetap dalam keadaan siap pakai
4. Mengawasi pelaksanaan inventaris secara periodic
V.

Manajer On Duty (MOD)


1. Nama Unit Kerja

:Instalasi Gawat Darurat

2. Nama Jabatan

: Pengawas Perawat Sore / Malam/ Hari Libur

(Manager On Duty)
3. Pengertian :
Seorang tenga keperawatan yang diberi tanggung jawab dan
wewenang dalam mengkoordinasikan kegiatan pelayanan keperawatan
di RS pada waktu sore, malam dan hari libur
4. Persyaratan Kualifikasi :
a. Pendidikan formal : DIII keperawatan / DIII kebidanan
b. Pendidikan non formal :
pelatihan / kursus managemen keperawatan
c. Pengalaman kerja :
sebagai Karu perawatan 3 5 tahun
d. Keterampilan
1. Mempunyai bakat kepemimpinan
2. Mempunyai tanggung jawab dan loyalitas yang tinggi
3. Mempunyai hubungan personal yang baik, dapat membina
komunikasi yang terbuka dan dapat menerima kritik dan saran
e. Usia :
Usia antara 23 -35 tahun
Berbadan sehat jasmani dan rohani
f. Nilai kerjasama dan kepribadian
Nilai rata rata 3,4
5. Wewenang :
Dalam menjalankan tugasnya,
wewenang sebaga berrikut :

pengawas

control

mempunyai

a. Meminta informasi dan pengarahan dari atasan / doker jaga


b. Memberi petunjuk dan bimbingan dalam pendayagunaan tenaga
perawat
c. Memberi petunjuk dan bimbingan dalam pelaksanaan pemberian
asuhan keperawatan kepada staf
d. Memberi petunjuk dan bimbingan dalam pendayagunaan alat
e. Menampung, menanggulangi dan menyampaikan laporan kejadian
penting / KLB kepada atasan / dokter jaga
f. Membantu mengatasi masalah yang timbul dalam pelaksanaan
pelayanan / asuhan keperawatan koordinasi dengan atasan / dokter
jaga
g. Menandatangani surat surat / dokumen yang ditetapkan menjadi
wewenang pengawas perawatan sore / malam / hari libur
6. Uraian Tugas :
a. Melaksanakan fungsi perencanaan (P1) yaitu :
Menyusun rencana kerja pelaksanaan tugas (kunjungan ke ruang
rawat)
b. Melaksanakan fungsi penggerkan dan pelaksanaan (P2)
meliputi :
1. Mewakili manajer perawatan pada waktu sore / malam / hari
libur
2. Membina tenaga keperawatan pada waktu sore / malam / hari
libur
3. Melakukan supervise ke unit peawatan agar tujuan pelayanan
yang ingi dicapai tetap terjamin
4. Mengatasi masalah yang timbul terutama berkaitan dengan
pelayanan dan kalau perlu melaporkan kepada manajer
perawatan / pimpinan rumah sakit
5. Mengatur / mengalokasikan tenaga dan peralatan antar ruang
rawat dalam keadaan yang sangat mendesak
6. Membuat laporan secara keseluruhan tentang kondisi rumah
sakit pada waktu sore / malam / hari libur khususnya tentang
kegiatan pelayanan keperawatan kepada manajer keperawatan
7. Meneliti dan menandatangani daftar hadir tenaga keperawatan
yang beretugas
8. Melakukan timbang terima tugas pada waktu penggantian dinas
c. Melakukan fungsi pengawasan, pengendalian dan penilaian
(P3)
1. Mengawasi kelengkapan tenaga keperawatan dan tenaga lain
berdasarkan jadwal dinas di ruang rawat
2. Mengawasi / menilai kemampuan, keterampilan serta perilaku
tenaga keperawatan dan petugas lainnya
3. Mengawasi dan memelihara ketertiban dan keamanan di ruang
rawat dan keseluruhan rumah sakit serta koordinasi dengan
petugas keamanan rumah sakit
4. Mengawasi kelancaran pelaksanaan program bimbingan siswa /
mahasiswa institusi pendidikan keperawatan

5. Mengawasi pelaksanaan kebijakan bidang perawatan dan


peraturan rumah sakit yang berlaku
VI.

Penanggung Jawab Shift (PJ Shift)


1. Nama Unit

: Instalasi Gawat Darurat

2. Nama Jabatan : Penanggung Jawab Shift (PJ Shift)


3. Pengertian :
Seorang perawat professional yang diberi wewenang dan tanggung
jawab dalam mengkoordinasikan kegiatan pelayanan keperawatan di
IGD dan turut melaksanakan pelayanan keperawatan pada satu unit
ruangan perawatan pada shift sore, malam dan hari libur
4. Tujuan :
a. Agar pelayanan asuhan keperawatan dapt berjalan sesuai dengan
standar keperawatan
b. Agar mutu pelayanan asuhan keperawatan selalu terjaga, selalu
diupayakan, ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan / tntutan
masyarakat
5. Persyaratan dan Kualifikasi :
a. Pendidiksn formal
DIII keperawatan
b. Pendidikan non formal
Memiliki sertifikat kursus keperawatan khusus
c. Pengalaman kerja
Memiliki pengalaman sebagai pelaksana perawatan minimal 5 tahun
d. Keterampilan
Memiliki kemampuan kepemimpinan, berwibawa, rajin dan jujur
e. Usia
Usia antara 25 -35 tahun
Berbadan sehat jasmani dan rohani
6. Tanggung Jawab :
Secara organisasi bertanggungjawab langsung kepada Kepala Ruang
7. Tugas Pokok:
a. Sebagai coordinator shift dinas pagi, sore, malam dan hari libur
sesuai jadwal yang telah ditetapkan
b. Mempertanggung jawabkan pelaksanaan Asuhan Keperawatan
kepada Kepala Ruang
c. Bersama sama pelaksana perawatan melakukan kegiatan
Pelayanan Asuhan Keperawatan
d. Bertanggung jawab dalam kebenaran isi laporan / penulisan askep
8. Uraian Tugas Penanggung Jawab Shift :
a. Menngatur dan mengkoordiansikan seluruh kegiatan pelayanan
diruang rawat pada shift sore, malam dan hari libur

b. Memberi pengarahan dan motivasi kepada tenaga pelaksana


perawatan untuk melaksanakan Asuhan Keperawatan sesuai
ketentuan / standard yang berlaku pada shift sore, malam dan hari
libur
c. Bertanggung jawab atas pelaksanaan inventarisasi peralatan pada
shift sore, malam dan hari libur
d. Mengatur dan mengkoordinasikan pemeliharaan peralatan agar
selalu dalam keadaan siap pakai
e. Membantu melaksanakan program orientasi kepada petugas baru
meliputi penjelasan tentang peraturan rumah sakit, tata tertib dan
fasilitas yang ada
f. Memelihara dan mengembangkan system pencatatan dan
pelaporan asuhan keperawatan secara tepat dan benar untuk
tindakan keperawatan selanjutnya
g. Memberi motivasi tenaga non perawatan dalam memelihara
kebersihan ruangan dan lingkungan pada shift sore, malam dan hari
libur
h. Meneliti pengisian formulir sensus harian pasien pada shift malam
i. Memelihara buku register dan berkas catatan medic pada shift sore,
malam dan hari libur
j. Menyusun rencana keperawatan pada shift sore, malam dan hari
libur dan melaksanakan tindakan keperawatan
k. Bersama- sama pelaksana perawat lainnya, melaksanakan asuhan
kepearawatan kepada pasien shift sore, malam dan hari libur
l. Membuat laoran harian pada shift sore, malam dan hari libur
m. Melaksanakan serah terima tugas kepada penanggung jawab shift
berikutnya secara lisan maupun tertulis pada saat penggantian
dinas
n. Mengikuti pertemuan berkala yang diadakan oleh Kepala Ruang
VII.

Perawat Pelaksana IGD


1. Nama Unit Kerja

: Instalasi Gawat Darurat

2. Nama Jabatan

: Perawat Pelaksana Instalasi Gawat Darurat

3. Pengertian :
Seorang perawat professional yang diberi wewenang dan ditugaskan di
Instalasi Gawat Darurat
4. Persyaratan Dan Kualifikasi Pendidikan
a. Pendidiksn formal :
Berijazah keperawatan dari semua jenjang pendidikan yang
disyahkan oleh pemerintah atau yang berwenang
b. Pendidikan non formal :
Memiliki sertifikat kursus perawat khusus
c. Pengalaman kerja :
Memiliki pengalaman di Instalasi Gawat Darurat
d. Keterampilan :

Memiliki bakat dan minat serta berdedikasi tinggi, berkepribadian


mantap dan emosional yang stabil
e. Usia :
Usia antara 25-35 tahun
Berbadan sehat jasmani dan rohani
5. Tanggunng Jawab :
a. Secara admnistratif dan fungsional bertanggung jawab kepada
Kepala Ruangan Instalasi Gawat Darurat
b. Secara teknis medis operasional bertanggung jawab kepada dokter
IGD /Ka Instalasi Gawat Darurat
6. Tugas Pokok :
Melaksanakan asuhan keperawatan di IGD
7. Uraian Tugas :
a. Menyiapkan fasilitas dan lingkungan IGD untuk kelancaran
pelayanan
b. Melakukan pertolongan pertama kepada pasien dalam keadaan
darurat secara tepat dan cepat
c. Memberikan asuhan keperawatan kepada pasien gawat darurat dan
melaksanakan evaluasi tindakan perawatan yang telah dilakukan
d. Menerima pasien baru sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang
berlaku serta melaksanakan orientasi kepada pasien
e. Menciptakana dan memelihara hubungan kerja sama yang baik
dengan anggota tim (dokter, ahli gizi, analis, pekarya, pekarya
rumah tangga)
f. Melaksanakan tugas jaga sore, malam dan hari libur secara
bergiliran sesuai dengan jadwal dinas
g. Mengikuti pertemuan ilmiah dan penataran untuk meningkatkan
pengetahuan serta keterampilan
h. Mengikuti pertemuan berkala yang diaadakan oleh dokter
i. Melaksanakan pencatatan dan pelaporan asuhan keperawatan
yang tepat dan benar
j. Melaksanakan serah terima tuas kepada petugas pengganti secara
lisan / tertulis pada saat pergantian dinas
k. Menyiapkan pasien yang akan pulang lengkap dengan
adminstrasinya
l. Memberikan health education kepada penderita dan keluarga
m. Membantu merujuk pasien ke instansi yang lebih mampu
n. Memantau dan menilai kondisi pasien selanjutnya melakukan
tindakan yang tepat berdasarkan hasil pemantauan
o. Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik antara
pasien, keluarga, dokter serta sesama perawat
8. Wewenang :
a. Meminta informasi dan petunjuk kepada atasan

b. Memeberikan asuhan keperawatan gawat darurat pada pasien


sesuai kemampuan dan batas kewenangannya
VIII.

Tenaga Penunjang Keperawatan (TPK)


1. Nama Unit Kerja

: Instalasi Gawat Darurat

2. Nama Jabatan

:Tenaga Pembantu Perawat

3. Hubungn Jabatan :
a. Bertanggung jawab kepada : Kepala Ruangan
b. Sub ordinasi : Anggota Tim Kesehatan lainnya, Adm
c. Hubungan koordinasi : IRNA, Bagian Gizi, Apotik, Laboratorium,
IRJ, Rekam Medic, Kasir, Logistic, Laundry, Bagian Umum
4. Persyaratan Jabatan :
a. Pendidikan formal : minimal SMA
b. Pengalaman : pelatihan dasar tentang dasar dasar perawatan 6
bulan dalam bidang terkait atau pengalaman minimal 2 tahun di
bidang keperawatan
c. Nilai kerjasama dan kepribadian : nilai rata rata NPK 3,0
d. Umur : minimal 19 tahun 35 tahun (bila mampu dapat
diperpanjang pertahun )
e. Keterampilan :
a. Memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar tentang
pemenuhan kebutuhan dasar manusia
b. Komunikasi yang baik
f. Sikap :
1. Disiplin
2. Inisatif
3. Kerjasma
4. Loyalitas dan tanggung jawab yang tinggi
5. Tujuan Unit Kerjanya :
Membuat Rumah Sakit Khusus Bersalin Sayang Ibu dikenal sebagai
Rumah Sakit yang selalu memberi pelayanan dengan penuh cinta
kasih dan memuaskan pasien dan keluarganya, terkait sebagai tenaga
penunjang keperawatan.
a. Turut serta mengoptimalkan pelayanan keperawatan yang ada di
Instalasi Gawat Darurat
b. Membuat pelayanan keperawatan di Instalasi Gawat Darurat
berlandasakan pada sentuhan cinta kasih
6. Uraian Tugas :
a. Melaksanakan tugas pagi, sore yakni :
Dinas pagi : pkl 08.00 -15.00
Dinas sore : pkl 15.00 21.00
b. Mengatur tata ruang IGD guna mempermudah dan memperlancar
pelayanan yang diberikan kepada psien

c. Membantu menjaga dana memelihara kebersihan lingkungan unit


kerjanya guna memperlancar pelayanan yang diberikan kepada
pasien
d. Membantu menjaga kelengkapan alat alat yang ada di unitnya
e. Menyiapkan dan memelihara peralatan yang ada di unit kerjanya
f. Melaksanakan dan memelihara system pencatatan dan pelaporan
alat alat rumah tangga termasuk alat alat tenun secara tepat dan
benar sehingga tercipta suatu system informasi yang dapat
dipercaya
7. Uraian Tanggung Jawab :
a. Bertanggung jawab membantu menyelesaikan semua tugas yang
terkait dengan pelayanan pasien IGD
b. Bertanggung jawab untuk semua tindakan yang dilakukan dan tugas
yang diberikan
c. Melaksnakan peraturan, kebijakan dan prosedur yang ditentukan
oleh Rumah Sakit meliputi : kehadiran, penampilan dan k3
(Keselamatan, Kesehatan, Kerja)
d. Menjunjung nama baik Rumah Sakit Khusus Bersalin Sayang Ibu
Balikpapan
e. Turut membantu kerahasiaan pasien
f. Membantu mencegah terjadinya kecelakaan, luka, komplikasi dan
infeksi nosokomial terhadap pasien
g. Selalu mengikuti pertemuan berkala yang diadakan oleh kepala
ruangan
h. Selalu ingin untuk menambah pengetahuan dan keterampilannya
8. Wewenang :
a. Memprioritaskan keperluan, kelengkapan perawatan guna
memperlancar jalannya tindakan keperawatan
b. Menjaga kebersihan, kelengkapan, kerapihan ruangan dan
ketertiban pelayana terhadap pasien

H. TATA HUBUNGAN KERJA IGD


RUMAH SAKIT KHUSUS BERSALIN SAYANG IBU BALIKPAPAN

IRNA

ICU

GIZI

IRJ

KASIR

Logistic farmasi

Logistic umum

Instalasi
Gawat
Darurat

Admission

Umum / keamanan

Umum / tehnisi

Umum / supir

Kamar operasi

Rekam medik

laboratorium

II. Keterkaitan Hubungan Kerja IGD RSKB Sayang Ibu Dengan Unit Lain
1. Logistic Farmasi
Kebutuhan obat dan alat medis di IGD, diperoleh dari bagian logistic
farmasi dengan prosedur permintaan sesuai SPO terlampir
2. Logistic Umum
Kebutuhan alat alat rumah tangga dan alat tulis kantor di IGD, di peroleh
dari logistic umum dengan prosedur permintaan sesuai dengan SPO terlampir
3. Kamar Operasi (OK )
Pasien IGD yang memerlukan tindakan operasi oleh dokter, kemudian
penanggung jawab / keluarga pasien dianjurkan ke bagian admission untuk
dijelaskan biaya operasi serta perawat IGD memberitahu bagian OK tentang
rencana operasi (bila penanggung jawab / keluarga sudah setuju)
(prosedur pasien IGD yang akan dioperasi sesuai dengan SPO terlampir)
4. Laboratorium
Pasien IGD yang membutuhkan pemeriksaan laboratorium akan dibuatkan
formulir permintaan laboratorium oleh dokter dan formulir diserahkan kepada
petugas laboratorium oleh perawat IGD (prosedur pemeriksaan laboratorium
pasien IGD sesuai SPO terlampir)
5. Umum / tehnisi
Kerusakan alat medis dan non medis di IGD akan dilaporkan dan diajukan
perbaikan ke bagian umum dengan prosedur permintaan perbaikan sesuai SPO
yang berlaku
6. Rekam Medis
Pasien yang berobat ke IGD RSKBSI akan diberikan nomor rekam medis
dan status medis pasien, dan yang sudah selesai berobat disimpan dibagian
rekam medis serta bila pasien berobat kembali, status medias pasien diminta
kembali ke bagian rekam medis oleh petugas admission (prosedur permintaan
dan penyerahan status ke bagian rekam medis sesuai dengan SPO terlampir)
7. Admission
Setiap pasien yang berobat ke IGD selau didaftarkan ke bagian admission,
dari bagian admission disiapkan status dan slip pembayaran pasien, kemudian
status dan slip pembayaran diantarkan oleh petugas admission ke ruang IGD
(pendaftara pasien ke bagian admission sesuai denngan SPO terlampir)
8. Kasir
Pasien yang telah selesai berobat ke IGD akan diantar ke bagian kasir oleh
perawat IGD untuk menyelesaikan administrasi
9. IRNA
Pasien IGD yang akan dirawat, dibuatkan surat pengantar rawat oleh
dokter, penanggung jawab /keluarga pasien dianjurkan ke bagian admission
untuk memilih kamar perawatan, setelah penanggung jawab / keluarga pasien
menandatangani surat persetujuan rawat inap, maka pasien diantar oleh
perawat IGD ke bagian IRNA (prosedur pasien IGD yang akan dirawat inap
sesuai dengan SPO terlampir)
10. Gizi

Pasien IGD yang memerlukan kebutuhan nutrisi segera, akan dimintakan


langsung ke bagian gizi melalui telepon dengan memberitahukan nama
pasien dan makanan / minuman (teh manis )yang diperlukan
Dokter IGD yang praktek akan mendapat snack dan makan malam dari
bagan gizi sesuai dengan jadwal jaga dokter IGD yang diserahkan ke
bagian gizi
11. Intensive Care Unit
Apabila ada pasien dari IGD yang memerlukan perawatan intensif, maka
pasien akan dibuatkan surat pengantar rawat ICU oleh dokter, penanggung
jawab / keluarga pasien dianjurkan ke bagian admission untuk memilih kamar,
setelah penanggung jawab / keluarga menandatangani surat persetujuan rawat
ICU, maka pasien akan diantar oleh perawat IGD ke ruang ICU
12. Instalasi Rawat Jalan (IRJ)
Pasien IGD yang memerlukan tindakan lanjut / konsul ke dokter spesialis
pada jam kerja, perawat akan menghubungi dokter konsulen dan apabila
kondisi pasien memungkinkan untuk tindak lanjut di poliklinik, maka pasien
diantar oleh perawat IGD ke bagian IRJ.(prosedur konsulen pasien IGD ke
dokter spesialis yang sedang praktek sesuai dengan SPO terlampir)
13. Umum / Supir
Pasien IGD yang memerlukan ke RS lain dapat menggunakan ambulan RS
Khusus Bersalin Sayang Ibu bila keadaan memungkinkan (prosedur merujuk
pasien sesuai SPO terlampir)
14. Umum / Keamanan
Bila ada pasien IGD yang meninggal, maka setelah jenazah dirapikan akan
diantar ke kamar jenazah dengan terlebih dahulu menginformasikan ke bagian
umum / keamanan (prosedur pasien meninggal sesuai SPO terlampir)

BAB IV
SUMBER DAYA MANUSIA
A. POLA DAN KUALIFIKASI SDM INSTALASI GAWAT DARURAT
N
o

Nama Jabatan

Ka
instalasi Dokter
ACLS
gawat darurat
umum
(sudah lulus
PTT)

As
Men S1
Kep/ Manajemen - Sebagai
Ka
ruangan
pelayanan
setara D3
peayan
minimal 2 tahun (S1 kep/
keperawatan
keperawatan
setara )
- Sebagai
Ka
Ruangan
minimal 5 tahun (D3 Kep)
- Memiliki
keterampilan
dalam kepemimpinan
- Memiliki kemampuan untuk
mengontrol emosi dengan
baik, membina hubungan
baik dengan orang lain
serta dapat dipercaya
- Memiliki
kemampuan
menggunakan computer
- Sehat jasmani dan rohani

Ka ruang IGD

D3 Kep

Dokter IGD

Dokter
ACLS
umum
(sudah lulus
PTT)

Formal

Kualifikasi
Sertiikat

Pengalaman dan Kualifikasi

Jumlah
yang
diperlukan
- Sebagai dokter jaga di IGD
1
minimsl 3 tahun
- Memiliki kemampuan dalam
kepemimpinan
- Sehat jasmani dan rohani

- Manajeme - Sebagai
perawat
IGD
n bangsal
minimal 5 tahun
- PPGD
/ - Memiliki
kemampuan
BTCLS
dalam kepemimpinan
- Memiliki
kemampuan
dalam membina hubungan
dengan orang lain
- Dapat dipercaya
- Memiliki
kemampuan
menggunakan computer
- Sehat jasmani dan rohani
- Sebagai dokter umum di
IGD minimal 2 tahun
- Memiliki
kemampuan
mengenai pasien umum

dan gawat darurat


- Memiliki
kemampuan
menggunakan alat medic
yang
terkait
dengan
penanganan pasien gawat
darurat
- Sehat jassmani dan rohani
5

Perawat
pelaksana IGD

D3 Kep

TPK

SMU

PPGD
BTCLS
BLS

/ - Sebagai perawat di IGD


/
minimsl 2 tahun
- Memiliki
minat
dan
kepribadian yang baik
- Sehat jasmnai dan rohani

- Sebagai petugasa yang


terkait
dibidang
keperawatan minimla 2
tahun
- Memiliki minat kepribadian
serta komunikasi yang baik
- Disiplin / jujur / memiliki
loyalitas

B. Dasar Perhitungan Ketenagaan IGD adalah sebagai berikut :


1. Dokter Jaga Konsulen On Call
Dokter spesialis jaga on call dari 2 besar on call yaitu :
i.
Dokter spesialis kebidanan
ii.
Dokter spesialis anak
Pada hari biasa (senin sabtu) dokter jaga konsulen on call berlaku diluar jam
praktek dokter spesialis.
Pada hari libur, dokter jaga konsulen on call berlaku mulai jam 07.30 -07.29
keesokan harinya
2. Dokter Jaga IGD
Cara perhitungan ketenagaan dokter jaga IGD adalah berdasarkan rasio jumlah
kasus di IGD dalam 24 jam yaitu 1 : 20 kasus dibagi dalam 3 shift (1-1-1)
Peraturan kerja dokter jaga IGD dibagi dalam 3 shift yaitu :
a. Senin sabtu
Shift pagi
: jam 08.00 15.00
Shift sore
: jam 15.00 21.00
Shift malam : jam 21.00 08.00
Peraturan kerja dokter raungan dibagi dalam 2 shift yaitu ;
b. Senin sabtu
Shift pagi
: jam 08.00 15.00
Shift sore
: jam 15.00 21.00
c. Minggu hari libur

Dokter jaga IGD ruangan dirangkap oleh dokter IGD


3. Perawat IGD
Cara perhitungan ketenagaan perawat di IGD adalah berdasarkan jam perawatan
untuk setiap pasien dalam waktu 24 jam dan berdasarkan jumlah kunjungan
pasien IGD, rumus perhitungan tenaga perawat IGD berdasarkan metode
Thailand dan philipine :
(jml jam perawatan x 52 minggu x 7 hari x jml kunjungan / hari + 10 %
41 mg x 40 jam
Jumlah jam perawatan
Jumlah kunjungan

:1,5 jam
: 26 pasien / hari

= 1,5 x 52 x 7 x 26 +koreksi 10% = 9 orang


41 x 40
Koreksi 10% = 1 orang
Total
=10 orang
Terdiri dari = 9 orang perawat pelaksana dan 1 orang Ka Ru
Jadi, jumlah tenaga perwat yang dibutuhkan 10 orang, yang dibagi dalam 3 shift,
yaitu:
Dinas pagi
:3 orang
Dinas sore
:2 orang (1 org penanggung jawab shift, 1 org pelaksana)
Dinas malam
:2 orang (1 org penanggung jawab shift, 1 org pelaksana)
Lepas malam
:2 orang
Libur / cuti
:1 orang
C. Rekrutmen Dan Seleksi Perawat IGD
1. Penarikan Calon (Recruitment)
Penarikan calon adalah aktivitas atau usaha yang dilakukan untuk mengundang
para pelamar sebanyak mungkin sehingga bagian keperawatan memiliki
kesempatan yang luas untuk menemukan calon yang paling sesuai dengan tuntutan
jabatan yang diinginkan
Penarikan calon dilakukan karena berdasarkan analisa kebutuhan tenaga,
ditemukan jumlah pasien dan kegiatan tidak seimbang dengan jumlah tenaga yang
ada.
Dilihat dari sumbernya penarikan calon dapat dibagi dua yaitu:
a. Dari dalam rumah sakit khusus bersalin sayang ibu Balikpapan sendiri (internal
resources)
Menarik calon dari rumah sakit khusus bersalin sayang ibu Balikpapan sendiri
(internal resources) memiliki keuntungan lebih yatu calon sudah dikenal dan
proses dapat dilakukan dengan lebih cepat disbanding menarik calon dari luar
rumah sakit khusus bersalin sayang ibu. Calon nantinya masuk di bagian
keperawatan akibat mutasi atau promosi. Untuk mendapatkan calon pelamar
dapat melalui :
Informasi dari mulut ke mulut
Berkas berkas pelamar yang datang sendiri (unsoloticed applicants)

Pengiriman surat pemberitahuan ke seluruh unit kerja akan adanya


kebutuhan tenaga di bagian keperawatan
b. Dari luar rumah sakit khusus bersalin sayang ibu (ekternal resources)
Proses penarikan calon dari luar rumah sakit khusus bersalin sayang ibu dapat
dilakukan dengan cara :
Dari mulut ke mulut
Iklan
Lembaga lembaga pendidikan
Kantor penempatan tenaga kerja (milik swasta atau Negara)
2. Penyaringan / Seleksi Calon
Seleksi adalah proses penyeleksi pelamar, sehingga bagian keperawatan dapat
memperoleh karyawan yang paling sesuai dengan tuntutan jabatan yang diinginkan
Tahapan seleksi terdiri dari :
a. Umum
Para pelamar harus melalui proses seleksi umum yang diselenggarakan oleh
pihak rumah sakit
b. Khusus
Setelah pelamar lulus proses seleksi secara umum maka para pelamar diseleksi
secara khusus oleh bagian keperawatan dan IGD. Proses seleksi yang dilakukan
oleh bagian keperawatan dan IGD ini menyangkut pengetahuan dan kemampuan
dalam menjalankan fungsi keperawatan. Kompetensi yang harus dimiliki perawat
adalah minmal bentuk tes yang dilakukan terdiri atas :
a. Tes tertulis
Tes tertulis diberikan dalam bentuk pilihan ganda terdiri dari 100 soal, dengan
materi soal sesuai dengan kompetensi yang harus dimiliki perawat seperti
yang sudah disebutkan sebelumya. Batas kelulusan adalah 70 % benar
b. Tes keterampilan
Tes keterampilan yang diujikan meliputi :
BHD
Pasang infuse
Pemeriksaan tanda- tand vital
c. Tes wawancara
Tes ini dilakukan untuk mengetahui permintaan terhadap penyelenggaraan
keperawatan, pandangan terhadap penyelenggaraan keperawatan yang
berorientasi terhadap kepuasan pelanggan
d. Tes kesehatan
Standar yang harus dimiliki oleh perawat :
Sehat, tidak buta warna
Berpenampilan rapi dan menarik
D. Pengembangan SDM IGD
Untuk meningkatkan mutu pelayanan di IGD khususnya dan rumah sakit khusus
bersalin sayang ibu umumnya, diperlukan pembinaan / pengembangan kommpetensi
tenaga dokter dan perawat IGD. Pembinaa / pengembangan dilakukan melalui
pendidikan dan pelatihan.
Tujuan pedndidikan dan pelatihan adalah :

Untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan pelaksanan tugas


sehingga dapat menigkatkan efektivitas dan efisiensi kerja
Menambah penegtahuan wawasan bidang pelayanan kesehatan
1. Pendidikan
Perawat di IGD dengan pendidikan SPK diberi kesempatan untuk melanjutkan
pendidikan D III keperawatan dan untuk perawat dengan pendidikan D III
keperawatan diberikan kesempatan melanjutkan pendidikan S1 keperawatan.
Dengan syarat : masa kerja di rumah sakit khusus bersalin sayang ibu minimal 2
tahun dan nilai perstasi kerja (NPK) minimal 3,5
2. Pelatihan
Program pelatihan untuk peningkatan kompetensi tenaga dokter dan perawat di
indtalasi gawat darurat dilaksankan melalui :
- Internal training, yaitu program pelatihan yang diselenggarakan oleh
bagian peatihan dan pengembangan / HRD (human resources
development) rumah sakit khusus bersalin sayang ibu berkoordinasi
dengan kepala instalasi gawat darurat
- Eksternal training, yaitu program pelatihan diluar rumah sakit yang diikuti
sesuai dengan kebutuhan dalam upaya meningktkan mutu pelayanan
rumah sakit khususnya mutu pelayanan IGD
E. Penilaian Kinerja Perawat IGD
Penilaian kinerja ini merupakan hal yang sangat penting untuk menilai kualitas kerja
personal perawat sebagai dasar untuk melakukan perbaikan performance dalam
bekerja dan promosi, mutasi, pleatihan dan pendidikan yang dibutuhkan untuk
kompetensi, pengakuan dan pengahrgaan bagi perawat
Penilaian kinerja SDM perawat di instalasi gawat darurat dilaksanakan melalui
penilaian prestasi kerja, pejabat yang menilai adalah atasan langsung dan diketahui
atasan daari atasan langsug tersebut, kegiatan penilaian dilaksanakan dalam waktu
setiap bulan. Penilaian nilai prestasi kerja mempunyai pedoman tertentu dan aspek
yang dinilai terdiri dari :
Tujuan
Tujuan pedoman penilaian kinerja karyawan adalah :
1. Agar setiap karyawan mengerti standar prestasi kerja yang harus dicapai
dan bagaimana mencapainya, yang keseluruhannya mengacu pada
pelayanan dengan penuh cinta kasih.
2. Agar setiap karyawan termotivasi untuk meningkatkan kemampuan, usaha
dan sikap mental positifnya, sehingga dapat memperoleh keberhasilan
dalam karyanya.
3. Agar tercipta persatuan dan kesatuan keluarga besar rumah sakit khusus
bersalin sayang ibu dengan dilandasi hubungan yang harmonis antara
atasan dan bawahan, antar rekan kerja dan antar bagian untuk melayani
dengan penuh cinta kasih
4. Meningkatkan prodiktivitas dab kualitas kerja karyawan serta efisiensi
perusahaan

Kurang
<60

1 Keterampilan
A Kecepatan
menyelesaikan
pekerjaan
dibandingkan
standar waktu penyelesaian
rata rata orang dalam
idustrinya
B Meneyelesaikan
pekerjaan
tanpa kesalahan yang berarti
C Kualitas hasil kerja
2 Inisiatif
A Usaha memuaskan pemakai
atau pelanggan
B Usaha mencapai sasaran
agar tercipta biaya dan waktu
C Usaha
memecahkan
permasalahan
denngan
menguntungkan semua pihak
(win-win solution)
3 Kerajinan
A Bersedia kerja lebih panjang
dari
standar
waktu
perusahaan
baik
atas
kehendak sendiri atau bukan
B Bersedia
membantu
pekerjaan orang lain (ringan
tangan ) tanpa mengabaikan
pekerjaannya sendiri
C Menyelesaikan
jumlah
pekrjaan
lebih
banyak
disbanding rata-rata orang
dalam unit kerjanya
4 Kerjasama
A Kesamaan tujuan
Mengerti dan menyadari visi,
misi rumah sakit khusus
bersalin sayang
ibu &
sasaran unit kerjanya
B Komunikasi
Kemampuan
menjadi
pendengar dan pembicara
yang baik
C Kepercayaan
Tingkat
kepercayaan
terhadap
mereka
yang
bekerjasama dengannya
D Kebanggan
Mengahsilkan
pekerjaan
yang pantas dibanggakana

Cukup
60-<70

Cukup baik
70-<80

Baik
80-<90

Memuaskan
90-100

NPK

oleh mereka yang bekerja


sama dengannya
E Keadilan
Mudah
mengukur
kesalahannya (bila ada) dan
mudah mengakui hasil kerja
mereka yang bekerja sama
dengannya
F Keterbukaan
Menerima kritikan dengan
lapang
dada
dan
memberikan
penjelasan
segala hal apa adanya

BAB V
RAPAT
A. Pengertian
Rapat merupakan suatu pertemuan yang terdiri dari beberapa orang yang
memiliki kepentingan dan tujuan yang sama untuk membicarakan atau memecahkan
suatu masalah tertentu
B. Tujuan :
1. Umum :
Dapat membantu terselenggaranya pelayanan gawat darurat yang professional di
IGD rumah sakit khusus bersalin sayang ibu
2. Khusus :
a. Dapat menggali segala permasalahan terkait pemberian pelayanan di IGD
b. Dapat mencari jalan keluar atau pemecahan permasalahan yang terkait
dengan pelayanan di IGD
C. Kegiatan Rapat
Rapat diadakan oleh IGD yang dipimpin oleh As Men pelayanan keperawatan
dan kepala ruangan (Ka Ru) dan diikuti oleh seluruh stafnya. Rapat yang diadakan
ada 2 macam yaitu :
1. Rapat terjadwal :
Rapat terjadwal merupakan rapat yang diadakan oleh As Men Yan Per dan kepala
ruangan di IGD setiap bulan sekali dengan perencanaan yang telah dibuat
selama 1 tahun dengan agenda rapat yang telah dtentukan oleh Ka Ru
2. Rapat tidak terjadwal
Arapt tidak terjadwal merupakan rapat yang sifatnya insidential dan diadakan oleh
kepala ruangan untuk membahas atau menyelesaikan permasalahan di IGD
dikarenakan adanya permasalahan yang ditemukan bersifat insidential.

BAB VI
PELAPORAN
A. Pengertian
Pelaporan merupakan system atau metode yang dilakukan untuk melaporkan
segala sesuatu bentuk kegiatan yang ada terkait dengan pemberian pelayanan gawat
darurat di IGD
B. Jenis Laporan
Laporan dibuat oleh kepala ruangan IGD. Adapun jenis laporan yang dikerjakan
terdiri dari :
1. Laporan harian
Laporan yang dibuat oleh penanggungjawab shift dalam bentuk tertulis setiap
hari.
Adapun hal hal yang dilaporkan adalah :
a. Laporan kunjungan pasien IGD
b. Laporan SDM IGD
c. Laporan keadaan sarana dan fasilitas IGD
d. Laporan mutu pelayanan
2. Laporan bulanan
Laporan yang dibuat oleh Karu IGD dalam bentuk tertulis setiap bulannya dan
diserahkan kepada As Men Yan Per setiap tanggal 7.
Adapun hal hal yang dilaporkan adalah :
a. Laporan kunjungan pasien IGD yang meliputi:
i.
Laporan kunjungan pasien IGD berdasarkan kasus (gawat darurat,
gawat tidak darurat / darurat tidak gawat, tidak gawat darurat)
ii.
Jumlah kunjungan pasien IGD berdasarkan kasus (pulang, rawat,
konusl, rujuk, observasi, menolak rawat)
iii.
Jumlah kecelakaan berdasarkan jenis kecelakaan yang datang ke IGD
(kec. Kendaraan bermotor, kec. Pejalan kaki, kec. Di air, kec. Industry,
kec. Rumah tangga, kec. Tidak diketahui jenisnya) dan berdasarkan
kasus (pulang, rawat, kosul, rujuk, observasi, menolak rawat)
iv.
Jumlah pasien meninggal
v.
Jumlah kasus penyakit terbanyak di IGD
vi.
Jumlah pemeriksaan penunjang pasien IGD
b. Laporan SDM IGD
i.
Kuantitas SDM (dokter dan perawat IGD)
ii.
Kualitas SDM (dokter dan perawat IGD)
c. Laporan keadaan fasilitas dan sarana IGD yang meliputi :
i.
Kelengkapan alat dan fasilitas
ii.
Kondisi alat dan fasilitas
d. Laporan mutu pelayanan IGD meliputi :
i.
Angka kematian di IGD

ii.

Ankga keterlambatan pelayanan pertama gawat darurat (emergency


repon time)
3. Laporan triwulan
Laporan yang dibuat oleh Ka Ruangan dalam bentuk tertulis setiap 3 bulan dan
diserahkan kepada As Men Yan Per tiap tanggal 7. Adapun hal hal yang
dilaporkan adalah :
a. Laporan kunjungan pasien IGD dan evaluasi dalam 3 bulan
b. Laporan SDM IGD dan evaluasi dalam 3 bulan
c. Laporan keadaan fasilitas dan sarana IGD dan evaluasi dalam 3 bulan
d. Laporan mutu pelayanan IGD
4. Laporan tahunan
Laporan tahunan dibuat oleh Karu dalam bentuk tetulis setiap tahun dan
diserahkan kepada As Men Yan Per tiap tanggal 7. Adapun hal hal yang
dilaporkan adalah :
a. Laporan kunjungan pasien IGD dan evaluasi dalam 1 tahun
b. Laporan SDM IGD dan evaluasi dalam 1 tahun
c. Laporan keadaan fasilitas dan sarana IGD dan evaluasi dalam 1 tahun
d. Laporan mutu pelayanan IGD