Anda di halaman 1dari 11

Much.

yusuf abdulloh mujib


14641045
JENIS-JENIS ALAT SERTA PENGGUNAANNYA
JENIS ALAT UKUR LINEAR
A. Alat ukur linear langsung
Mistar ukur
Mistar ukur merupakan alat ukur linier yang paling dikenal, biasanya berupa pelat baja
atau kuningan di mana pada kedua tepi salah satu permukaannya diberi skala (metrik dan inchi)
dengan panjang ukurannya bervariasi dari 100 s.d. 300 mm dengan kecermatan ukuran yaitu
pembagian skala dalam 0.5 atau 1.0 mm.
Cara Pengukuran :
Cara pengukuran dengan mistar ini ialah dengan cara menempelkan mistar pada objek
ukur sampai tepi mistar berimpit dengan tepi benda yang diukur sehingga secara tidak langsung
panjang objek yang diukur tersebut dapat langsung dibaca dengan memakai ujung objek ukur
sebagai indeks pembacaan skala.
Jenis Jenis Mistar :
1. Meteran Lipat
Merupakan gabungan dari mistar ukur degan sambungan engsel pada ujungnya. Hasil
dari pengukurannya kurang baik dibandingkan dengan menggunakan mistar ukur biasa.

Gambar 2.1 Mistar lipat

2. Meteran Gulung
Merupakan meteran yang dibuat dari pelat baja tipis berbentuk pita yang dapat digulung
dan ditempelkan dalam suatu wadah.

Gambar 2.2 Mitar Gulung

b. Mistar ingsut
Merupakan alat ukur linear serupa dengan mistar ukur yang mana mempunyai skala linier
pada batang dengan ujungnya yang berfungsi sebagai sensor penahan benda ukur (disebut rahang
ukur tetap) dan juga terdapat peluncur dengan sisi yang dibuat sejajar dengan permukaan rahang
ukur(disebut rahag ukur gerak) yang biasanya dapat digeserkan pada batang ukur.
Cara Pengukuran :
Cara kerjanya ialah benda ukur ditahan padasalah satu sisi permukaannya oleh rahang
ukur tetap, kemudian peluncur digeserkan sehingga rahang ukur gerak menempel pada sisi lainnya,
pada saat benda ukur dijepit maka orang yang melakuka pengukuran dapat membaca posisi garis
indeks pada skala ukur.
Hal hal yang harus diperhatikan saat memakai mistar ingsut ialah sebagai berikut :
a)
b)

Rahang ukur gerak (peluncur) harus dapat meluncur pada batang ukur dengan bik tanpa bergoyang,
Periksa kedudukan nol serta kesejajaran permukaan ke dua rahang dengan cara mengatupkan
rahang,

c) Benda ukur sedapat mungkin jangan diukur hanya dengan menggunakan ujung rahang ukur (harus
agak kedalam), supaya kontak antara permukaan sensor dengan benda ukur cukup panjang
sehingga terjadi efek pemosisian mandiri yang akan meniadakan kesalahan kosinus,
d) Tekanan pengukuran jangan terlampau kuat yang bisa melenturkan rahang ukur ataupun lidah ukur
kedalaman sehingga mengurangi ketelitian,

e)

Pembacaan skala nonius mungkin dilakukan setlah mistar ingsut diangkat dari objek ukur dengan
hati hati.

Gambar 2.3 Mistar Ingsut / Jangka Sorong

c. Mikrometer
Merupkan alat ukur linier yang mempunyai kecermataan yang lebh tinggi dari pada mistar
ingsut, mempunyai kecermatan sebesar 0.01 mm (meskipun namanya mikrometer). Jenis khusus
memang ada yang dibuat dengan kecermataan 0.005 mm, 0.002 mm, 0.001 mm dab bahkan sampai
dengan 0.0005 mm.
Pemakaian
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemakaian mikrometer ialah sebagai berikut :
1. Permukaan benda ukur dan mulut ukur mikrometer harus dalam kondisi bersih.
2. Sebelum dipakai, kedudukan mikrometer harus diperiksa.
3. Bukalah mulut ukur sampai sedikit melebihi dimensi objek ukur.
4. Beda ukur dipegang dengan tangan kiri dan mikrometer dengan tangan kanan.
5. Pada waktu mengukur, penekanan poros ukur pada benda ukur tidak boleh terlalu keras
sehingga memungkinkan kesalahan ukur karena adanya deformasi.
6. Kalibrasi
7. Untuk melakukan kalibrasi mikrometer dapat dilakukan beberapa pemeriksaan sebagai
berikut
8. Gerakan silinder putar/poros ukur. harus berputar dengan baik, rasakan tidak terjadi
goyangan karena keausan ulir utama.
9. Kedudukan nol apabila. Apabila mulut ukur dirapatkan garis referensi/indeks harus menunjuk
nol.
10. Keberfungsian beberapa bagian yang lain seperti gigi gelincir (ratchet) dan pengunci poros
ukur.

11. Kerataan dan kesejajaran muka ukur (permukaan sensor). Karena keausan, muka ukur dapat
menjadi tidak rata dan tidak sejajar sehinggia memungkinkan kesalahan ukur.
12. Kebenaran penunjukan harga pengukuran. Sehingga harga yang ditunjukan oleh mikrometer
harus sesuai dengan ukuran standar yang benar 9 harga nominal dengan toleransi yang
diterapkan sesuai dengan standar)

Gambar 2.4 Mikrometer

B. Alat Ukur Linier Tak Langsung

a. Dial Indikator
Dial indikator atau dial gage digunakan untuk mengukur kebengkokan, run out,
kekocakan, end play, back lash, kerataan, dan sebagainya. Didalam dial indikator terdapat
mekanisme yang dapat memperbesar gerakan yang kecil. Pada saat spindle bergerak
sepanjang permukaan yang diukur, gerakan tersebut diperbesar oleh mekanisme pembesar
dan selanjutnya ditunjukkan oleh jarum penunjuk.

Gambar 2.5 Dial Indikator

Prosedur penggunaan dial indikator


1. Posisi spindle dial indikator harus tegak lurus dengan permukaan yang diukur.
2. Garis imajinasi dari mata si pengukur ke jarum penunjuk harus tegak lurus pada permukaan
dial indikator pada saat sedang membaca hasil pengukuran

3. Dial indikator harus dipasang dengan teliti pada batang penyangganya, artinya dial indikator
tidak boleh goyang.
4. Putarlah outer ring dan stel pada posisi nol. Gerakkan spindle ke atas dan ke bawah,
kemudian

periksalah

bahwa

jarum

penunjuk

selalu

kembali

ke

posisi

nol

setelah spindle dibebaskan.


5. Usahakan dial indicator tidak sampai terjatuh, karena terdapat mekanisme pengubah yang
sangat presisi.
6. Jangan memberi oli atau grease diantara spindle dan tangkainya, karena akan menghambat
gerakan spindle.
b. Bore Gage atau Cylinder Gage
Bore gage adalah merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur diameter silinder.
Pada bagian atas terdapat dial gage dan pada bagian bawah terdapat measuring point yang dapat
bergerak bebas. Pada sisi lainnya terdapatreplacement rod yang panjangnya bervariasi tergantung
keperluan. Dalam satu set, terdapat bermacam-macam ukuran replacement rod dengan panjang
tertentu. Disamping itu juga terdapat replacement washer yang tebalnya mulai dari 1 3
mm.Replacement securing thread adalah semacam mur pengikat yang fungsinya untuk mengunci
agar replacement rod dan washernya tidak lepas pada saat bore gagedigunakan.

Gambar 2.6 Bore Gage atau Cylinder Gage

Pengukuran diameter silinder dengan bore gage memerlukan alat ukur lain yaitu mistar
geser dan mikrometer. Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk mengukur diameter
silinder.
Cara I :
a) Ukurlah diameter silinder dengan mistar geser, misal diperoleh hasil pengukuran : 75,40 mm.

b) Pilih replacement rod yang panjangnya lebih besar dari hasil pengukuran tersebut, misal 76
mm.
c) Pasang replacement rod pada bore gage. d) Ukur panjang replace-ment rod dengan
mikrometer luar seperti pada gambar 36 di samping dan usaha-kan jarum dial gage tidak
bergerak, misal diperoleh hasil pengukuran = 76,20 mm.

e) Masukkan replacement rod ke dalam lubang (silinder), goyangkan tangkai bore gage ke kanan
dan ke kiri seperti pada gambar 37 sampai diperoleh penyimpangan terbesar (posisi tegak
lurus)
f) Baca besarnya penyimpangan yang ditunjukkan dial gage, misal diperoleh 0,13 mm.
g) Besarnya diameter silinder adalah selisih antara hasil pengukuran panjang replacement
rod dengan besarnya penyimpangan jarum bore gage.
Jadi diameter silinder = 76,20 0,13 = 76,07 mm.
Cara II :
a) Ukurlah diameter silinder dengan mistar geser, misal diperoleh hasil pengukuran : 75,40
mm.
b) Pilih replacement rod yang panjangnya lebih besar dari hasil pengukuran tersebut, misal 76
mm.
c) Pasang replacement rod pada bore gage.

d)

Set

mikrometer

luar

pada

76

mm,

kemudian

tempatkanreplacement

rod antara anvil dan spindle mikrometer


e) Set jarum dial gage pada posisi nol dengan cara memutar outer ring

f) Masukkan replacement rod ke dalam lubang (silinder), goyangkan tangkai bore gage ke
kanan dan ke kiri sampai diperoleh penyimpangan terbesar (posisi tegak lurus)
g) Baca besarnya penyimpangan yang ditunjukkan dial gage.
h) Apabila penyimpangan jarum dial gage :
(1) Di sebelah kanan nol: silinder = 76 penyimpangan
(2) Di sebelah kiri nol : silinder = 76 + penyimpangan

c. Caliper Gage
Caliper gage adalah merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur
diameter dengan ukuran kecil, misalnya diameter lubang laluan katup, diameter
dalam rocker arm dan sebagainya.
Pada bagian atas caliper gage terdapat dial gage dan pada bagian bawah terdapat kaki (lug) yang
dapat bergerak bebas. Fungsi tombol yang terdapat pada dial gage untuk menggerakkan kaki-kaki.
Apabila tombol ditekan, maka kaki-kaki tersebut akan saling berhimpitan (menyempit). Untuk menset
nol dapat dilakukan dengan memutar outer ring sehingga jarum penunjuk bertepatan dengan angka
nol pada skala pengukuran.

Gambar 2.7 Caliper Gage


Prosedur penggunaan Caliper Gage
Pengukuran komponen mesin dengan caliper gage memerlukan alat ukur lain yaitu
mistar geser dan mikrometer. Adapun prosedur pengukuran diameter dalam dengan caliper
gage dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Ukur diameter dalam dengan mistar geser, misal diperoleh hasil pengukurannya = 8,40

mm
2. Set mikrometer luar mendekati hasil pengukuran dengan mistar geser, misal : 8,50 mm
3. Tempatkan kaki-kaki caliper diantara anvil dan spindle mikrometer luar
4. Gerakkan caliper sampai diperoleh penunjukan jarum maksimal (posisi tegak lurus).
5. Putar outer ring sampai angka nol pada skala pengukuran lurus dengan jarum penunjuk.
6.

Tekan tombol caliper, kemudian masukkan kaki-kaki caliper ke dalam lubang dan
bebaskan tombol.

7. Gerakkan caliper sampai diperoleh penunjukkan maksimal.


8.

Baca penunjukkan jarum penunjuk pada caliper gage. Apabila hasil pembacaan = 0,07
mm, maka diameter dalam lubang tersebut adalah = 8,50 0,07 = 8,43 mm

d. Telescoping gage
Telescoping gage atau pengukur T merupakan alat ukur pembanding yang biasa
digunakan untuk mengukur diameter dalam komponen yang agak ke dalam. Hal tersebut
dimungkinkan karena alat ukur ini mempunyai batang ukur yang cukup panjang. Poros ukur
atau sensornya dapat bergerak memanjang sendiri karena adanya pegas didalamnya. Pada
batang pengukur dilengkapi dengan pengunci yang dihubungkan dengan poros ukur
sehingga dengan pengunci tersebut, poros ukur dapat dimatikan gerakannya.

Alat ukur ini biasanya terdiri atas satu set yang berisi beberapa pengukur T yang
masing-masing mempunyai kapasitas pengukuran yang berbeda (lihat gambar 43). Pada
batang ukurnya biasanya sudah dicantumkan kapasitas pengukurannya, misalnya 10 25
mm. Ini berarti ukuran terkecil yang dapat diukur adalah 10 mm dan ukuran maksimumnya
25 mm.

Gambar 2.8 Telescoping gage


Prosedur penggunaan Telescoping gage adalah sebagai berikut :
a. Pilihlah telescoping gage dengan kapasitas ukur tertentu sesuai dengan range dari komponen
yang akan diukur.
b. Masukkan telescoping gage ke dalam lubang dan kendorkan penguncinya sehingga poros ukur
benar-benar menyentuh bidang yang diukur.
c. Kuncilah gerakan poros ukur dengan cara memutar pengunci ke kanan sehingga poros ukur
tidak dapat bergerak lagi.
d. Keluarkan telescoping gage yang sudah terkunci tersebut dari lubangnya.
e. Ukurlah panjang poros ukur dengan mikrometer luar. Besarnya diameter lubang sama dengan
angka yang ditunjukkan pada mikrometer
2. Alat Ukur Massa
Berikut penjelasannya Hanya ada satu jenis alat ukur massa, yaitu neraca. Meski begitu,
sebenarnya neraca jenisnya bermacam-macam..
Neraca, atau yang lebih dikenal dengan sebutan timbangan adalah alat yang digunakan
untuk mengukur massa suatu benda. Ada beberapa jenis neraca, yaitu Neraca Pasar, yaitu
neraca yang biasa digunakan di pasar-pasar tradisional, bentuknya seperti pada gambar di
samping. Cara pemakaian neraca ini yaitu dengan meletakkan benda yang akan ditimbang
di bagian yang berbentuk mirip baskom, lalu di bagian sebelahnya yang datar diletakkan
bandul neraca yang hampir seimbang dengan bobot benda, selanjutnya lengan neraca akan
bergerak dan hasil pengukuran dapat diketahui.

Neraca Dua Lengan, yaitu neraca yang biasanya terdapat di laboratorium, bentuknya
seperti pada gambar di samping. Cara pemakaian neraca ini hampir sama dengan cara
pemakaian neraca pasar, bedanya bandul neraca yang terdapat pada neraca pasar dapat
digantikan dengan barang lain.

Neraca Tiga Lengan, yaitu neraca yang juga biasanya terdapat di laboratorium, bentuknya
seperti pada gambar di samping. Cara pemakaian neraca ini yaitu dengan cara menggeser
ketiga penunjuk ke sisi paling kiri (skalanya menjadi nol), kemudian letakkan benda yang
akan diukur pada bagian kiri yang terdapat tempat untuk benda yang akan diukur, lalu geser
ketiga penunjuk ke kanan hingga muncul keseimbangan, dan hasil pengukuran dapat
diketahui.

Neraca Kamar Mandi, adalah neraca yang biasa digunakan untuk mengukur berat badan,
bentuknya seperti pada gambar di samping. Neraca ini biasanya terdapat di klinik, rumah
sakit, rumah, atau mungkin di tempat-tempat lain yang memiliki neraca ini. Cara pemakaian
neraca ini yaitu dengan cara kita naik ke atas neraca ini, selanjutnya jarum yang terdapat di
neraca akan menunjukkan berapa hasil pengukuran berat badan kita.

3.
Alat
Ukur
Waktu
Waktu adalah selang antara dua kejadian/peristiwa. Misalnya, waktu siang adalah sejak
matahari terbit hingga matahari tenggelam, waktu hidup adalah sejak dilahirkan hingga
meninggal. Untuk peristiwaperistiwa yang selang terjadinya cukup lama, waktu dinyatakan
dalam satuan-satuan yang lebih besar, misalnya menit, jam, hari, bulan, tahun, abad dan
lain-lain.
1
1
1

hari
jam
menit

=
=
=

24
60
60

jam;
menit;
sekon

Sedangkan, untuk kejadian-kejadian yang cepat sekali bisa digunakan satuan


milisekon (ms) dan mikrosekon (s). Untuk keperluan sehari-hari, telah dibuat alatalat pengukur waktu, misalnya stopwatch dan jam tanganm tangan

TERMOKOPEL

Pada dunia elektronika, termokopel adalah sensor suhu yang banyak


digunakan untuk mengubah perbedaan suhu dalam benda menjadi
perubahan tegangan listrik(voltase). Termokopel yang sederhana dapat
dipasang, dan memiliki jenis konektor standar yang sama, serta dapat mengukur
temperatur dalam jangkauan suhu yang cukup besar dengan batas kesalahan
pengukuran kurang dari 1 C. Termokopel paling cocok digunakan untuk
mengukur rentangan suhu yang luas, hingga 2300C. Sebaliknya, kurang cocok

untuk pengukuran dimana perbedaan suhu yang kecil harus diukur dengan
akurasi tingkat tinggi, contohnya rentang suhu 0100 C dengan keakuratan
0.1 C. Untuk aplikasi ini, Termistor dan RTD lebih cocok. Contoh Penggunaan
Termokopel yang umum antara lain : Industri besi dan baja Pengaman pada alatalat pemanas Untuk termopile sensor radiasi Pembangkit listrik tenaga panas
radioisotop, salah satu aplikasi termopile.

MULTIMETER
Multimeter adalah alat pengukur listrik yang sering dikenal sebagai VOM
(Volt/Ohm meter) yang dapat mengukur tegangan (voltmeter), hambatan (ohmmeter), maupun arus (amper-meter). Ada dua kategori multimeter: multimeter
digital atau DMM (digital multi-meter)(untuk yang baru dan lebih akurat hasil
pengukurannya), danmultimeter analog. Masing-masing kategori dapat
mengukur listrik AC, maupun listrik DC.