Anda di halaman 1dari 37

Mata Kuliah

Teknik Reservoir I
Dr. Ir. Wahju Wibowo

ITSB

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Daftar Pustaka
Craft, B. C. and Hawkins, M. F.: Applied Petroleum Reservoir
Engineering, Revised edition by R. E. Terry, Prentice-Hall, Inc.,
Englewood Cliffs, NJ, 1991.
Dake, L. P.: Fundamentals of Reservoir Engineering, Elsevier
Science Publisher B. V., Amsterdam, the Netherlands, 1978.
Dake, L. P.: The Practice of Reservoir Engineering, Revised Edition,
Elsevier Science Publisher B. V., Amsterdam, the Netherlands, 2001.
Ahmed, T.: Reservoir Engineering Handbook, Fourth Edition, Gulf
Professional Publishing, United States of America, 2010.

ITSB

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Ekspektasi

Hadir disetiap jam perkuliahan


Menyimak dan memahami materi perkuliahan
Bertanya jika tidak mengerti
Mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah
Mengerjakan ujian yang dilaksanakan (Quiz, UTS, UAS)
Komunikasi dilakukan melalui Ketua Kelas

ITSB

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Topik Bahasan
Pendahuluan
Review Sifat Fisik Fluida
Review Sifat Fisik Batuan
Cadangan Migas
Mekanisme Pendorong Reservoir
Persamaan Aliran dan Aplikasinya
Konsep Produktivitas
Analisis Decline Curve
Persamaan Kesetimbangan Materi

Mata Kuliah Teknik Reservoir I

Analisis Kesetimbangan Materi


(Material Balance Analysis)
Dr. Ir. Wahju Wibowo

Salah satu cara atau alat yang digunakan oleh seorang reservoir
engineer untuk melakukan interpretasi dan prediksi perilaku suatu
reservoir hidrokarbon.
Konsep material balance pertama kali dikembangkan oleh Schilthuis
di tahun 1941 berdasarkan konsep kesetimbangan materi dalam
suatu volume tertentu.
Volume awal = Volume tersisa + Volume terproduksi
Volume
Terproduksi
Volume
Awal

Volume
Tersisa

Kondisi Awal
Pi

Kondisi saat pengamatan


P(t)

ITSB

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Pendahuluan

ITSB

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Material Balance: Definitions of Variables


Production data
Gp
Wp

= cumulative gas produced (scf)


= Cumulative water produced (stb)

Reservoir Data
pi
p
Swc
cr

= Initial mean pressure in the reservoir (psi)


= current mean pressure in the reservoir, (psi)
= connate water saturation, (fraction)
= Compressibility of reservoir rock (psi-1)

Fluid PVT Data


Bgi
Bg
cw
Bw
Z
Zi

= Initial gas volume factor at pi (ft3/scf)


= Gas volume factor at current pressure p (ft3/scf)
= Compressibility of water (psi-1)
= Formation volume factor of water at current pressure p (rb/stb)
= compressibility factor, fraction
= initial compressibility factor, fraction

ITSB

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Material Balance: Gas Reservoir

Aplikasi MB pada reservoir gas biasanya digunakan untuk memperkirakan


atau menghitung:
Volume gas in place
Gas reserves
Gas recovery factor
Identifikasi adanya mekanisme pendorong lain selain ekspansi gas itu sendiri

Data yang diperlukan:


Data produksi dan tekanan reservoir
Data sifat fisik batuan dan fluida reservoir

Akurasi perhitungan tergantung kualitas data dan waktu saat evaluasi


dilakukan (sebaiknya setelah tekanan reservoir turun > 10% dari tekanan
awal atau telah berproduksi > 20% dari volume awal)

ITSB

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Material Balance: Gas Reservoir


Pada kuliah ini, akan dibahas secara mendalam perhitungan MB untuk
sistem reservoir:
1.

Volumetric dry gas reservoir: berlaku pada reservoir gas yang tertutup
tanpa adanya energi/influx dari luar reservoir. Mekanisme pendorong
reservoir adalah ekspansi dari fluida (gas dan connate water) dan batuan yg
ada didalam reservoir tersebut.Karena ekspansi connate water dan batuan
relatif sangat kecil dibanding gas, maka biasanya hal ini diabaikan.

2.

Dry gas reservoir dengan water influx: terjadi jika ada sumber energi lain
masuk ke dalam reservoir gas (air dari akuifer). Volume reservoir gas
berubah sebagai akibat adanya sebagian volume reservoir gas ditempati air
akuifer yang bergerak masuk ke dalam reservoir. Selain itu, adanya air
akuifer yang masuk ke reservoir akan memberikan tambahan energi dan
harus diperhitungkan dalam perhitungan material balance.

ITSB

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Material Balance: Volumetric Dry Gas Reservoir


G p Volume Terproduksi

G Bgi = (G G p ) Bg

G Bgi

(G G ) B

Volume
Awal

Volume
Tersisa

Kondisi Awal
Pi

Kondisi setelah
berproduksi
P(t)

T Zi

0.0282
Pi
G p = G 1

T Z
0.0282 P

Gp
G

G p Bg = G Bg G Bgi

= 1

= G 1

Zi
Pi
Z
P

Bgi

Gp = G G
B
g
Bgi

G p = G 1
B
g

= G 1 P Z i
Z P

Gp
P Zi
P Zi
P Pi Pi G p
=
1

Z Pi
Z Pi
G
Z Zi Zi G

RF =

ft 3
T Z
,
Bg = 0.0282
scf
P

P Zi

= 1
G Z Pi

Gp

P Pi Pi G p
=
Z Zi Zi G

ITSB

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Material Balance: Volumetric Dry Gas Reservoir


Persamaan MB untuk volumetric dry gas reservoir
P Pi Pi G p
=
Z Zi Zi G
P G p Pi
P
= i
+
Z
Zi G Zi

Y = m X + C
P
Y=
Z
P
m= i
Zi G

Pi
Zi

slope = m =

P
Z

Pi
Zi G

X = Gp
C=

Pi
Zi

G
Gp

= Gas In Place

Persamaan MB untuk volumetric dry gas reservoir


P G p Pi
P
= i
+
Z
Zi G Zi

Pi
Zi
slope = m =

Pi
Zi G

Kondisi awal, Gp = 0, memberikan

ITSB

Pi
Zi

Gas in place dapat dihitung dengan mengetahui:


Perpotongan pada sumbu Gp pada saat

P
Z

P
=0
Z

Slope atau garis miring - m

G = Gas In Place

Gp
Note.

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Material Balance: Volumetric Dry Gas Reservoir

Gas In Place = G = 43560

A h (1 S wi )
Bgi

ITSB

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Material Balance: Volumetric Dry Gas Reservoir


Step by step
1.

Pengumpulan data yang diperlukan:

Data tekanan reservoir

Data produksi sumur / reservoir

Data sifat fisik dan batuan reservoir

2.

Hitung z-factor sebagai fungsi dari


tekanan

3.

Hitung P/z dan plot vs. Gp

4.

Tarik garis lurus melalui data point yang


diplot

5.

Ekstrapolasi garis lurus tersebut sampai


pada P/z = 0 (memotong sumbu x)

6.

Tentukan harga G atau gas in place, yaitu


harga Gp @ P/z=0

7.

Perkirakan harga ultimate recovery @


tekanan abandonment

8.

Hitung parameter lain yang diinginkan

P
Z

Pi
Zi
slope = m =

Pi
Zi G

G = Gas In Place

Pa
Za
remaining reserves
cum.
prod. gas

ultimate
recovery

Note:
Pa = Tekanan abandonment
Za = z-factor pada tekanan abandonment

Gp

ITSB

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Material Balance: Volumetric Dry Gas Reservoir


Contoh Soal 1
Dari peta isopach suatu lapangan gas A, secara volumetrik memberikan volume
gas in place sebesar 44 mmscf. Berikut adalah data produksi dan tekanan yang
diambil dari sumur yang berproduksi dari lapangan gas A.
Reservoir
Pressure (Pr),
psi

Cum. Gas
Prod. (Gp),
mmscf

4000

0.00

0.80

3480

2.46

0.73

2970

4.92

0.66

2500

7.88

0.60

2100

11.20

0.55

Dengan menggunakan metode P/Z,


hitung besarnya gas in place
lapangan gas A. (bandingkan dengan
hasil volumetrik Mana yang lebih
valid?....)

Jika diasumsikan sumur tidak


mampu lagi mengalir pada tekanan
abandonment (di reservoir) sebesar
1000 psi (Z = 0.52), hitung kumulatif
produksi gas dan faktor perolehan
maksimum lapangan A

Hitung P/Z berdasarkan data produksi yang diketahui dan plot P/Z vs. Gp

ITSB

6000

P/Z,
psi

4000

0.00

0.80 5000.0

3480

2.46

0.73 4767.1

2970

4.92

0.66 4500.0

2500

7.88

0.60 4166.7

2100

11.20

0.55 3818.2

Dari plot P/Z, didapat gas in place


sebesar 47 mmscf.

Pada Pr = 1000 psi, maka P/Z =


1000/0.52 = 1923 psi. dari plot P/Z
perkiraan kumulatif produksi gas adalah
sebesar = 29 mmscf.

RF = 29 / 47 = 0.617 atau 61.7%

5000

4000

P/Z, psi

Reservoir
Cum. Gas
Pressure (Pr), Prod. (Gp),
psi
mmscf

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Material Balance: Volumetric Dry Gas Reservoir


Contoh Soal 1

3000

2000

P/Z = 1923 psi

1000

Gp = 29 mmscf

0
0

10

20

30

40

50

Cum. Gas Production (Gp), mmscf


G = 47 mmscf

ITSB

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Material Balance: Volumetric Dry Gas Reservoir


Contoh Soal 2
A volumetric gas reservoir has the following production history.

The following data are also available:


= 13%

Swi = 0.52

h = 54 ft

T = 164oF

A = 1060 Acres

Calculate the gas initially in place volumetrically and from the MBE

ITSB

Step 1. Calculate

Bgi

(164 + 460) 0.869 = 0.00853


= 0.02827

ft 3

1798

scf

Step 2. Calculate the gas initially in place volumetrically


A h (1 S wi )
1060 54 0.13 (1 0.52 )
G = 43560
= 43560
Bgi
0.00853

G = 18239925270.8 scf = 18.24 bcf


Step 3. Plot P/z vs. Gp

2500

2000

Reservoir
Cum. Gas
Time, Pressure (Pr), Prod. (Gp),
years
psi
bscf

P/Z,
psi

0.00

1798

0.00

0.87 2069.0

0.50

1680

0.96

0.87 1931.0

1.00

1540

2.12

0.88 1750.0

1.50

1428

3.21

0.89 1604.5

2.00

1335

3.92

0.90 1483.3

1500

P/Z, psi

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Material Balance: Volumetric Dry Gas Reservoir


Contoh Soal 2

1000

G = 14.2 bscf

500

0
0

10

Cum. Gas Production (Gp), bscf

20

Material Balance: Volumetric Dry Gas Reservoir


dengan Water Influx

ITSB

(G G ) B

G Bgi

Volume
Awal
Kondisi Awal
Pi

V p

We

Kondisi setelah
berproduksi
P(t)

G Bgi = (G G p ) Bg + V p

G Bgi + W p Bw = G Bg G p Bg + We
G p Bg + W p Bw = G Bg G Bgi + We
G p Bg + W p Bw = G (Bg Bgi ) + We

(B

Bgi )

=G+

(B

We
g

G = Gas In Place

V p = We W p Bw

G Bgi = (G G p ) Bg + We W p Bw

G p Bg + W p Bw

Volume gas
Tersisa

Bg + W p Bw ) (Bg Bgi )

G p & Wp

(G

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Volume Terproduksi

Bgi )

We (Bg Bgi )

ITSB

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Material Balance: Oil Reservoir

Aplikasi MB pada reservoir oil biasanya digunakan untuk memperkirakan


atau menghitung / memperkirakan:
Volume oil in place
Oil reserves & oil recovery factor
Perilaku reservoir dimasa mendatang pada berbagai macam mekanisme
pendorong reservoir

Data yang diperlukan:


Data produksi dan tekanan reservoir
Data sifat fisik batuan dan fluida reservoir

Akurasi perhitungan tergantung kualitas dan banyaknya data dan waktu


saat evaluasi dilakukan (sebaiknya setelah tekanan reservoir turun > 30%
dari tekanan awal atau telah berproduksi > 15% dari volume awal)

ITSB

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Material Balance: Definitions of Variables


Production data
Np
N
Gp
Gi
Wp
Wi
We
Rp

= Cumulative oil produced (stb)


= initial oil in place (stb)
= cumulative gas produced (scf)
= cumulative gas injected (scf)
= Cumulative water produced (stb)
= Cumulative water injected (stb)
= Cumulative water influx (stb)
= Gp/Np = Cumulative produced gas-oil ratio
(scf/stb)

Reservoir Data
pi
p
P
Swc
cr
cw
Vb
Vp
So
Sg
Sw
m

= Initial mean pressure in the reservoir (psi)


= current mean pressure in the reservoir, (psi)
= P2-P1
= connate water saturation, (fraction)
= Compressibility of formation (psi-1)
= Compressibility of water (psi-1)
= bulk volume (bbl)
= pore volume (bbl)
= oil saturation, fraction
= gas saturation, fraction
= water saturation, fraction
= ratio initial gas cap vol to vol. of oil zone
= porosity, fraction

Fluid PVT Data


Bgi
Bg
Boi
Bo
Bwi
Bw

cw
cr
Rsi
Rs
Z

= Initial gas volume factor at pi (ft3/scf)


= Gas volume factor at current pressure p (ft3/scf)
= Initial oil volume factor at pi (rb/stb)
= Oil volume factor at current pressure p (rb/stb)
= initial formation volume factor of water (rb/stb)
= Formation volume factor of water at current
pressure p (rb/stb)
= Compressibility of water (psi-1)
= Compressibility of reservoir rock (psi-1)
= solution gas-oil ratio at initial pressure pi (scf/stb)
= solution gas-oil ratio at current pressure p
(scf/stb)
= compressibility factor, fraction

ITSB

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Sifat Fisik Minyak (Black Oil)


Bo
Rs

Bw
Bg

ITSB

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Material Balance: Oil Reservoir

Aplikasi MB pada reservoir oil biasanya digunakan untuk memperkirakan


atau menghitung / memperkirakan:
Volume oil in place
Oil reserves & oil recovery factor
Perilaku reservoir dimasa mendatang pada berbagai macam mekanisme
pendorong reservoir

Data yang diperlukan:


Data produksi dan tekanan reservoir
Data sifat fisik batuan dan fluida reservoir

Akurasi perhitungan tergantung kualitas dan banyaknya data dan waktu


saat evaluasi dilakukan (sebaiknya setelah tekanan reservoir turun > 30%
dari tekanan awal atau telah berproduksi > 5% dari volume awal)

@ 2014

(r-bbl)

ITSB

Kondisi awal, Pi

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

Bentuk Umum Persamaan Material Balance


dari Reservoir Minyak
Kondisi setelah terjadi penurunan tekanan, P = Pi P

Gascap Gas

mNBoi
Oil + Originally
dissolved gas

NBoi

(r-bbl)

Perubahan volume di reservoir akibat penurunan tekanan reservoir, DP

A = ekspansi volume minyak dan gas yang terlarut didalamnya


B = ekspansi volume gascap gas
C = Perubahan volume pori-pori HC karena ekspansi connate water dan perubahan
volume pori karena adanya kompresibilitas formasi
Underground
withdrawal
(r-bbl)

ekspansi volume minyak


dan gas yang terlarut
didalamnya (r-bbl)

ekspansi
gascap gas
(r-bbl)

pengurangan volume pori-pori HC


karena ekspansi connate water dan
penurunan volume pori (r-bbl)

Kondisi awal, Pi

Kondisi setelah terjadi penurunan tekanan, P = Pi P

Gascap Gas

mNBoi
(r-bbl)

Oil + Originally
dissolved gas

NBoi

(r-bbl)

IOIP = N =

V (1 S wc )

( stb)

Boi
IOIP = N Boi (r - bbl)

m=

volume gascap awal (r - bbl)

volume minyak awal (r - bbl)

G Bgi

, maka

N Boi

G Bgi = m N Boi (r - bbl)

A = ekspansi volume minyak dan gas yang terlarut didalamnya

Ekspansi minyak = N (Bo Boi ) (r - bbl)

Ekspansi gas yang terbebas dari minyak = N (Rsi Rs ) Bg (r - bbl)


A = N (Bo Boi ) + N (Rsi Rs ) Bg (r - bbl)

Bo

Rs

Bo1

Rs1

Bo2

Rs2

ITSB

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Bentuk Umum Persamaan Material Balance


dari Reservoir Minyak

P2

P1

P2

P1

ITSB

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Bentuk Umum Persamaan Material Balance


dari Reservoir Minyak
Kondisi awal, Pi

Kondisi setelah terjadi penurunan tekanan, P = Pi P

IOIP = N =

Gascap Gas

mNBoi
(r-bbl)

( stb)

Boi

Oil + Originally
dissolved gas

NBoi

V (1 S wc )

IOIP = N Boi (r - bbl)

(r-bbl)

m=

volume gascap awal (r - bbl)

volume minyak awal (r - bbl)

G Bgi

, maka

N Boi

G Bgi = m N Boi (r - bbl)

B = ekspansi volume gascap gas

Volume gascap awal = G =

m N Boi

(scf)

atau

Bgi

G Bgi = m N Boi (r - bbl)

Volume gascap karena penurunan tekanan P = G Bg = m N Boi

B
g

B = m N Boi
m N Boi = m N Boi
1 (r - bbl)

Bgi
Bgi
Bg

Bg

Bg

(r - bbl)

Bgi

Bg2
Bg1
P2

P1

ITSB

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Bentuk Umum Persamaan Material Balance


dari Reservoir Minyak
Kondisi awal, Pi

Kondisi setelah terjadi penurunan tekanan, P = Pi P

IOIP = N Boi (r - bbl)

Gascap Gas

mNBoi
(r-bbl)

IGIP = G Bgi = m N Boi (r - bbl)

Oil + Originally
dissolved gas

NBoi

HCPV = V (1 S wc ) = IOIP + IGIP (r - bbl)

(r-bbl)

HCPV = N Boi + m N Boi

(r - bbl)

HCPV = N Boi (1 + m ) (r - bbl)

C = Perubahan/pengurangan volume pori-pori HC

Ekspansi volume connate water (Vw)

Perubahan/penurunan volume pori akibat compressibilitas formasi (Vf)


C = (HCPV ) = (Vw + V f )

INGAT !!!

C = (HCPV ) = +(cw Vw P + c f V f P )

c=

HCPV
HCPV
C = (HCPV ) = cw
S wc P + c f
P

(1 S wc )
(1 S wc )

cw S wc + c f
C = N Boi (1 + m )
(1 S )
wc

HCPV = V (1 S wc )

(r - bbl)

1 V
V P

V f = V =

1 V
V P

V (1 S wc )

(1 S wc )

Vw = V f S wc =

HCPV

(1 S wc )

HCPV

(1 S wc )

S wc

ITSB

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Bentuk Umum Persamaan Material Balance


dari Reservoir Minyak
Kondisi awal, Pi

Kondisi setelah terjadi penurunan tekanan, P = Pi P

Gascap Gas

mNBoi
(r-bbl)

Oil + Originally
dissolved gas

NBoi

Total produksi minyak = N + G = N + N R dimana R = G p


p
p
p
p
p
p
dan gas di permukaan
Np

free gas production = total gas production - solution gas production

free gas production = (N p R p ) (N p Rs ) (scf)

(r-bbl)

free gas production = N p (R p Rs ) Bg (r - bbl)

D = Underground withdrawal (volume pengurasan reservoir)

Volume karena produksi minyak dan gas terlarut dalam satuan reservoir (r-bbl)

Volume karena produksi gas bebas (free gas) dalam satuan reservoir (r-bbl)
Volume karena produksi
minyak dan gas terlarut dalam
satuan reservoir (r-bbl)

= N p Bo (r - bbl)

Volume karena produksi gas


bebas (free gas) dalam satuan
reservoir (r-bbl)

= N p (R p Rs ) Bg

D = N p Bo + N p (R p Rs ) Bg

(r - bbl)

(r - bbl)

ITSB

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Bentuk Umum Persamaan Material Balance


dari Reservoir Minyak
Kondisi awal, Pi

Kondisi setelah terjadi penurunan tekanan, P = Pi P

A = N (Bo Boi ) + N (Rsi Rs ) Bg (r - bbl)

Gascap Gas

mNBoi
(r-bbl)

B
g

B = m N Boi
m N Boi = m N Boi
1 (r - bbl)

Bgi
Bgi
cw S wc + c f
P (r - bbl)
C = N Boi (1 + m )
(1 S )
wc

Oil + Originally
dissolved gas

NBoi

Bg

(r-bbl)

D = N p Bo + N p (R p Rs ) Bg

Underground
withdrawal
(r-bbl)

ekspansi volume minyak


dan gas yang terlarut
didalamnya (r-bbl)

ekspansi
gascap gas
(r-bbl)

(r - bbl)

pengurangan volume pori-pori HC


karena ekspansi connate water dan
penurunan volume pori (r-bbl)

D = A+ B +C

B
cw S wc + c f
g

N p Bo + N p (R p Rs ) Bg = N (Bo Boi ) + N (Rsi Rs ) Bg + m N Boi


1 + N Boi (1 + m )

B
(1 S )
wc

gi

(B B ) + (R R ) B
o
oi
si
s
g
N p (Bo + (R p Rs ) Bg ) = N Boi

Boi

+ m Bg 1 + (1 + m ) cw S wc + c f

B
(1 S )

wc

gi

ITSB

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Bentuk Umum Persamaan Material Balance


dari Reservoir Minyak
Kondisi setelah terjadi penurunan tekanan, P = Pi P

Kondisi awal, Pi
Gascap Gas

mNBoi
(r-bbl)

B
g

B = m N Boi
m N Boi = m N Boi
1 (r - bbl)

Bgi
Bgi
cw S wc + c f
P (r - bbl)
C = N Boi (1 + m )
(1 S )
wc

Oil + Originally
dissolved gas

NBoi

A = N (Bo Boi ) + N (Rsi Rs ) Bg (r - bbl)


Bg

(r-bbl)

D = N p Bo + N p (R p Rs ) Bg

(r - bbl)

E = We Bw W p Bw = (We W p ) Bw (r - bbl)
Underground
withdrawal
(r-bbl)

ekspansi volume
minyak dan gas
yang terlarut
didalamnya (r-bbl)

ekspansi
gascap gas
(r-bbl)

(B B ) + (R R ) B
o
oi
si
s
g
N p (Bo + (R p Rs ) Bg ) = N Boi

Boi

pengurangan volume poripori HC karena ekspansi


connate water dan penurunan
volume pori (r-bbl)

B
c S

c
+ m g 1 + (1 + m ) w wc + f

B
(1 S )

wc

gi

Net water
influx(r-bbl)


P + (W W ) B
e
p
w

F = N p (Bo + (R p Rs ) Bg ) + W p Bw
Eo = (Bo Boi ) + (Rsi Rs ) Bg

B
g

E g = Boi
1

B
gi

ITSB

Underground withdrawal

(r - bbl)

r - bbl

stb

ekspansi volume minyak dan gas


yang terlarut didalamnya

r - bbl

stb

cw S wc + c f
E f , w = (1 + m ) Boi
(1 S )
wc

ekspansi gascap gas

r - bbl

stb

pengurangan volume pori-pori HC


karena ekspansi connate water
dan penurunan volume pori

Bentuk umum persamaan MB:


(B B ) + (R R ) B
o
oi
si
s
g
N p (Bo + (R p Rs ) Bg ) = N Boi

Boi

Menjadi:
F = N (Eo + m E g + E f , w ) + We Bw

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Linierisasi Bentuk Persamaan Umum MB

water
influx

B
c S

c
+ m g 1 + (1 + m ) w wc + f

B
(1 S )

wc

gi


P + (W W ) B
e
p
w


Net
water
influx

ITSB

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Pers. MB untuk Solution Gas Drive Reservoir


Bentuk umum persamaan MB:
(B B ) + (R R ) B
o
oi
si
s
g
N p (Bo + (R p Rs ) Bg ) + W p Bw = N Boi

Boi

oil + gas
production

water
production

B
c S

c
+ m g 1 + (1 + m ) w wc + f

B
(1 S )

wc

gi

oil +
dissolved gas
expansion

gas cap
expansion

change of
HC pore
volume

Eo

Eg

Ef,w


P + W B
e
w


water
influx

Above bubble point (P > Pb)

Karena P > Pb, maka no gas cap, m = 0

Karena P > Pb, maka no free gas prod., R p Rs Bg = 0

Karena P > Pb, maka no dissolved gas escape from oil solution, (Rsi Rs ) = 0

Pers. MB menjadi:

(B B ) cw S wc + c f
oi
N p Bo + W p Bw = N Boi o
+
(1 S )
Boi
wc


P + W B
e
w

For the case no water influx

(B B ) cw S wc + c f
oi
+
N p Bo = N Boi o
(1 S )
Boi
wc

F = N (Eo + Ew, f )

Eo+Ew,f

ITSB

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Pers. MB untuk Solution Gas Drive Reservoir


Pers. MB menjadi:

(B B ) cw S wc + c f
oi
N p Bo + W p Bw = N Boi o
+

Boi
(1 S wc )


P + W B
e
w

For the case no water influx

(B B ) cw S wc + c f
oi
+
N p Bo = N Boi o
(1 S )
Boi
wc

F = N (Eo + Ew, f )

Eo+Ew,f

Dalam bentuk lain:

co =

1 Bo
Bo P

1 Bo
Bo P

1 (Bo Boi )
Boi

cw S wc + c f

N p Bo = N Boi Co P +
(1 S )

wc

Co S o + cw S wc + c f
N p Bo = N Boi

(1 S wc )

N p Bo = N Boi ce P

Karena

S o = 1 S wc

maka,

dimana,

co S o + cw S wc + c f
ce =

(1 S wc )

Effective saturation
weighted
compressibility of the
system

ITSB

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Pers. MB untuk Solution Gas Drive Reservoir


Bentuk umum persamaan MB:
(B B ) + (R R ) B
o
oi
si
s
g
N p (Bo + (R p Rs ) Bg ) + W p Bw = N Boi

Boi

oil + gas
production

water
production

B
c S

c
+ m g 1 + (1 + m ) w wc + f

B
(1 S )

wc

gi

oil +
dissolved gas
expansion

gas cap
expansion

change of
HC pore
volume

Eo

Eg

Ef,w


P + W B
e
w

Below bubble point (P < Pb)

Karena P < Pb, maka gas escapes from solution and free gas saturation formed in the reservoir

Free gas compressibility is way higher than formation or water (50-100X), so that cw,f usually
neglected

Pers. MB menjadi:

(B B ) + (R R ) B
o
oi
si
s
g
N p (Bo + (R p Rs ) Bg ) + W p Bw = N Boi

Boi

+ m B g 1 + W B
e
w

gi

water
influx

For the case no water influx and no initial gas cap gas:
Pers. MB menjadi:

N p (Bo + (R p Rs ) Bg ) = N ((Bo Boi ) + (Rsi Rs ) Bg )


Np

N
Jadi

(Bo Boi ) + (Rsi Rs ) Bg


Bo + (R p Rs ) Bg

Np
N

= RF

1
Rp

ITSB

Np

dimana

= RF = Recovery Factor

N
dimana

RF

Rp =

Gp

= cumulative prod. gas oil ratio

Np

Recovery factor (RF) berbanding terbalik


terhadap cumulative production gas oil
ratio. Ini berarti bahwa semakin banyak
gas yang terproduksi akan memperkecil RF.
Oleh karena itu, unruk mendapatkan RF
yang optimum sebaiknya menjaga gas
sebanyak mungkin tetap berada di
reservoir.

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Pers. MB untuk Solution Gas Drive Reservoir

Rp

ITSB

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Pers. MB untuk Gas Cap Drive Reservoir


Bentuk umum persamaan MB:
(B B ) + (R R ) B
o
oi
si
s
g
N p (Bo + (R p Rs ) Bg ) + W p Bw = N Boi

Boi

oil + gas
production

water
production

B
c S

c
+ m g 1 + (1 + m ) w wc + f

B
(1 S )

wc

gi

oil +
dissolved gas
expansion

gas cap
expansion

change of
HC pore
volume

Eo

Eg

Ef,w


P + W B
e
w

Assumptions

Gas cap gas compressibility is way higher than formation or water (50-100X), so that cw,f usually
neglected

For the case no water influx :


Pers. MB menjadi:

(B B ) + (R R ) B
o
oi
si
s
g
N p (Bo + (R p Rs ) Bg ) = N Boi

Boi

oil + gas
production
(withdrawal rate)

Oil & dissolved gas


expansion

+ m
1

gi
Gascap gas
expansion

water
influx

ITSB

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Pers. MB untuk Gas Cap Drive Reservoir


For the case no water influx :
Pers. MB menjadi:

(B B ) + (R R ) B
o
oi
si
s
g
N p (Bo + (R p Rs ) Bg ) = N Boi

Boi

Pers. di atas dalam bentuk lain:

F = N (Eo + m E g )

+ m B g 1

gi

N
Eo+m.Eg

Bentuk umum persamaan MB:


(B B ) + (R R ) B
o
oi
si
s
g
N p (Bo + (R p Rs ) Bg ) + W p Bw = N Boi

Boi

Assumptions

We = (cw + c f ) Wi P


P + W B
e
w

dimana Wi = Volume air akuifer

Karena adanya water influx, tekanan reservoir biasanya terjaga dengan


baik, sehingga P akan menjadi kecil. Oleh karena itu biasanya Ew,f
diabaikan. Maka persamaan MB Menjadi:

F = N (Eo + m E g ) + We

assume Bw = 1

Untuk case no initial gas cap gas, m = 0,


dan pers MB menjadi

F = N Eo + We

B
c S

c
+ m g 1 + (1 + m ) w wc + f

B
(1 S )

wc

gi

Pergerakan air akuifer ke dalam zona minyak diakibatkan oleh adanya


sifat kompresibilitas air dan formasi batuan akuifer

ITSB

INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS BANDUNG

@ 2014

Pers. MB untuk Natural Water Drive Reservoir

Eo

=N+

We
Eo

F
Eo

45o
N

We
Eo