Anda di halaman 1dari 1

Uji akrolein (ketengikan)

Uji akrolein ini bertujuan untuk mengetahui terjadinya dehidrasi gliserol.


Digunakan 2 tabung pada uji ini. Tabung 1 berisi gliserol dan tabung 2 berisi minyak
kelapa. Hasil yang diperoleh adalah hasil reaksi gliserol ditambah dengan KHSO4
lebih menyengat daripada minyak kelapa yang direaksikan dengan KHSO4. Hal ini
dikarenakan gliserol lebih cepat tengik daripada minyak kelapa, sebab minyak
kelapa harus dihidrolisis terlebih dahulu hingga membenruk gliserol dan asam
lemak, lalu gliserol menjadi akrolein yang menyebabkan timbulnya bau. KHSO 4
merupakan pereaksi yang bersifat hidroskopis yang mempercepat terjadinya
aldehid. Bau yang timbul merupakan hasil dari oksidasi lemak. Asam lemak tidak
jenuh akan menghasilkan bau dan rasa yang tidak enak . Hasil yang didapat sejalan
dengan pendapat Sunarya (2003) yang meyatakan bahwa gliserol bila teroksidasi
baunya lebih menyengat dibandingkan dengan minyak kelapa. Proses ketengikan
dapat dilihat pada reaksi berikut:
Gliserol + KHSO4

dehidrasi

akrolein

bau

menyengat
Minyak kelapa tidak lebih tengik dari gliserol sebab tidak semua asam
lemaknya berubah menjadi akrolein, harus mengalami hidrolisis terlebih dulu
sebelum mengalami dehidrasi membentuk akrolein. Proses ketengikan dapat dilihat
pada bagan berikut :
Minyak kelapa
dehidrasi

hidrolisis asam lemak + gliserol

bau menyengat.

Sunarya, Yayan. 2003. Kimia Dasar II. Bandung: Alkemi Grafisindo

Press.

Anda mungkin juga menyukai