Anda di halaman 1dari 8

SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN

Review Artikel Internasional:


The Effect of Bonus Schemes on Accounting Decisions
By Paul M. Healy

Kelompok 6:
I Gst. Ayu Made Agung Mas Andriani Pratiwi

(1391662024)

Ni Luh Nyoman Sherina Devi

(1391662026)

I Gst. Agung Ayu Mas Candraeni

(1391662027)

Ida Ayu Ratih Manuari

(1391662028)

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2015

BAB I
RINGKASAN DAN REVIEW ARTIKEL
1.1.

Ringkasan

1.1.1. Latar Belakang Fenomena yang Diuji dalam Penelitian


Makalah ini menguji hubungan antara manajer yang menerapkan
akuntansi berbasis akrual dan keputusan prosedur akuntansi dan laporan
pendapatan insentif yang sudah direncanakan. Penelitian sebelumnya menguji
bahwa eksekutif dihargai oleh skema bonus sehingga mereka memilih prosedur
akuntansi yang meningkatkan pendapatan untuk memaksimalkan kompensasi
bonus mereka. Tetapi hasil empiris penelitian sebelumnya bertentangan.
Pengujian ini memiliki beberapa masalah. Pertama, diabaikannya definisi
pendapatan

dari

rencana,

sehingga

keputusan

akuntansi

tertentu

tidak

mempengaruhi bonus. Kedua, pengujian sebelumnya menganggap skema


kompensasi selalu mendorong manajer untuk memilih prosedur akuntansi yang
meningkatkan pendapatan. Tetapi manajer juga dapat memilih prosedur
penurunan pendapatan. Misalnya, mereka biasanya mengizinkan dana yang
disisihkan untuk penghargaan kompensasi bila penghasilan melebihi target yang
ditetapkan. Jika penghasilan begitu rendah sehingga tidak peduli yang prosedur
akuntansi yang dipilih laba target tidak akan terpenuhi, manajer memiliki insentif
untuk mengurangi laba saat ini dengan menunda pendapatan atau mempercepat
write-off, di mana strategi ini dikenal sebagai 'taking a bath'. Strategi ini tidak
mempengaruhi penghargaan bonus saat ini dan meningkatkan kemungkinan
memenuhi target laba masa depan, Studi terdahulu tidak mengontrol untuk situasi
tersebut dan, karenanya, mengecilkan hubungan antara insentif kompensasi dan
keputusan akuntansi prosedur.
1.1.2. Uraian Atas Dukungan Teori
Penelitian sebelumnya diteliti oleh Fox (1980) dimana mereka
menemukan bahwa pada tahun 1980 sembilan puluh persen dari seribu
perusahaan terbesar AS manufaktur yang digunakan rencana bonus untuk
menggaji manajer, sedangkan hanya dua puluh lima persen menggunakan rencana
kinerja. Bonus penghargaan juga cenderung merupakan proporsi yang lebih tinggi

dari kompensasi eksekutif puncak dari pembayaran kinerja. Pada tahun 1978,
misalnya, Fox melaporkan bahwa untuk sampel yang rasio rata-rata bonus
akuntansi untuk gaji pokok adalah lima puluh dua persen. Rasio rata-rata untuk
penghargaan kinerja adalah tiga puluh empat persen. Selanjutnya Watt (1977) dan
Watts dan Zimmerman (1978) dimana mereka mendalilkan bahwa skema bonus
menciptakan insentif bagi manajer untuk memilih prosedur akuntansi dan akrual
untuk meningkatkan nilai sekarang dari penghargaan mereka. Makalah ini
mengusulkan sebuah teori yang lebih lengkap dari efek akuntansi skema insentif
bonus.
1.1.3. Skema Riset dan Alat Analisis dalam Penelitian
Skema yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:

BONUS
MANAJER

PROSEDUR
AKUNTANSI

KEBIJAKAN
AKRUAL

Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengujian


kontinjensi yang terdiri dari uji chi-square dan uji t statistik.
1.1.4. Hasil Uji Hipotesis
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini antara lain:
H1 : Kebijakan akrual yang diterapkan manajer berhubungan dengan pelaporan
pendapatan insentif terkait rencana bonus manajer.
H2 : Perubahan metode akuntansi oleh manajer berhubungan dengan dengan
pelaporan pendapatan insentif terkait rencana bonus manajer.
Adapun untuk menguji H1, peneliti melakukan pengujian kontijensi dan
table hasil uji menunjukkan bahwa decomposed accrual mengidentifikasikan
adanya perubahan persediaan dan piutang dagang sebagai subkomponen akrual
sangat berhubungan dengan insentif rencana bonus manajer. Namun terdapat
beberapa keterbatasan dari contingency test ini. Pertama, metode penugasan
observasi portofolio LOW memiliki bias seleksi. Kedua, adanya error dalam
mengukur akrual diskresioner. Ketiga, adanya error dalam mengukur laba
2

sebelum

akrual

diskresioner.

Pengujian

tambahan

dilakukan

dengan

membandingkan akrual bagi perusahaan yang rencana bonusnya meliputi batas


atas dengan perusahaan yang rencana bonusnya tidak memiliki batas atas. Teori
memprediksi bahwa manajaer yang rencana bonusnya memiliki batas atas akan
berinsentif memilih akrual diskresioner income-decresing (penurunan pendapatan)
ketika batas tersebut dicapai. Hasil uji ini ternyata sesuai dengan teori tersebut.
Kemudian untuk menguji H2, contingency test direplikasi dengan
menggunakan perubahan prosedur akuntansi pada laba yang tersedia (laba
dilaporkan) untuk bonus sebagai proksi keputusan akuntunsi diskresioner. Hasil
uji test tidak mendukung teori yang ada. Adapun penjelasan yang memungkinkan
untuk ini adalah karena 1) mengubah prosedur akuntansi lebih menghabiskan
banyak biaya bagi manajer dibandingkan dengan mengubah akrual, dan 2)
perubahan prosedur akuntansi memengaruhi lana dan rencana bonus saat ini dan
yang akan datang.
Selanjutnya dilalukan uji hubungan perubahan rencana bonus dengan
perubahan prosedur akuntansi. The Sign dan Wilcoxon Signed-Rank signifikan
pada angka 0,0730 dan 0,0212, konsisten dengan hipotesis yang menyatakan
bahwa perubahan rencana bonus berhubungan dengan perubahan pada prosedur
akuntansi.
1.1.5. Simpulan Hasil Penelitian
Dari hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa
skema bonus dapat menjadi hal yang efektif untuk mempengaruhi akuntansi
akrual dan prosedur keputusan manajerial. Dari pengujian teori yang dilakukan
peneliti, diperoleh hasil bahwa ada perubahan sukarela yang tinggi dalam
prosedur akuntansi selama bertahun-tahun berikut dengan adopsi atau modifikasi
rencana bonus.
1.2.

Review Motivasi Penelitian


Motivasi dalam penelitian ini adalah peneliti ingin mengembangkan

penelitian sebelumnya, dimana penelitian ini menguji kontrak bonus yang khas,
serta memberikan analisis yang lebih lengkap dari penelitian sebelumnya.

1.3.

Review Masalah Penelitian


Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah:
1) Bagaimana hubungan kebijakan akrual yang diterapkan manajer dengan
pelaporan pendapatan insentif terkait rencana bonus manajer?

2) Bagaimana hubungan perubahan metode akuntansi oleh dengan pelaporan


pendapatan insentif terkait rencana bonus manajer?
1.4.

Review Landasan Teori


Landasan Teori dalam penelitian ini adalah teori agensi. Dimana teori

agensi mengasumsikan bahwa semua individu bertindak atas kepentingan mereka


sendiri. Pemegang saham sebagai principal diasumsikan hanya tertarik kepada
hasil keuangan yang bertambah atau investasi mereka di dalam perusahaan.
Sedang para agen disumsikan menerima kepuasan berupa kompensasi keuangan
dan syarat-syarat yang menyertai dalam hubungan tersebut.
1.5.

Review Hipotesis
Baik H1 dan H2 telah diuji dan mendapatkan hasil yang mendukung kedua

hipotesis tersebut (poin 1.1.6), dimana kebijakan akrual dan perubahan prosedur
akuntansi ditemukan berhubungan dengan insentif manajer atas rencana bonus.
1.6.

Review Karakteristik Desain Penelitian

1.6.1. Rantai Kausal dan Valididas Logika


Penelitian ini memiliki rantai kausal dan validitas logika yang baik karena
peneliti telah menjelaskan pendahuluan, landasan teori, dan pengembangan
hipotesis, mengenai variabel Y yang digunakan yaitu bonus manajer dan variabel
X yang digunakan yaitu prosedur akuntansi dan kebijakan akrual. Penelitian ini
menjelaskan secara rinci setiap variabel yang digunakan beserta hubunganhubungan antar variabel.
1.6.2. Pengendalian Variabel Extraneous
Validitas extraneous dikendalikan melalui purposive sampling. Validitas
eksternal dalam penelitian ini adalah data cross section. Pengumpulan data terdiri
dari populasi yang dipilih untuk penelitian ini adalah 250 industri terbesar
perusahaan-perusahaan AS yang terdaftar di tahun 1980. Dimana dieleminasi
sebanyak 123 perusahaan karena rincian kontrak bonus tidak tersedia untuk

umum. Selanjutnya dieleminasi sebanyak 6 perusahaan karena perusahaan


tersebut tidak muncul untuk penghargaan manajemen puncak oleh bonus.
Selanjutnya dieleminasi lagi sebanyak 27 perusahaan karena perusahaan tersebut
memiliki kontrak untuk mentransfer bonus sebagai gaji karyawan. Akhirnya dari
beberapa kriteria yang ditetapkan oleh peneliti diperoleh sampel sebanyak 94
perusahaan.
1.6.3. Validitas Internal
Validitas internal berkenaan dengan derajat akurasi antar desain penelitian.
Validitas internal tercapai jika peneliti berhasil meyakinkan bahwa variabel X
benar-benar mempengaruhi variabel Y. Validitas internal dari penelitian ini
tercapai karena penelitian dapat menjelaskan bahwa variabel X, yaitu prosedur
akuntansi dan kebijakan akrual mempengaruhi variabel Y, yaitu bonus manajer.
1.6.4. Validitas Eksternal
Validitas eksternal dari hasil riset merupakan kemampuan data untuk
digeneralisasi terhadap orang-orang, tempat, dan waktu (generalizability).
Validitas eksternal dari penelitian ini cukup baik karena pengambilan datanya
telah melalui purposive sampling dimana data diambil setelah melalui kriteriakriteria yang diajukan. Hanya saja karena data dalam penelitian menggunakan
perusahaan-perusahaan skala besar yang telah go public serta tercatat di Bursa
Efek Jakarta, maka data tidak dapat digeneralisasikan pada perusahaan skala kecil
karena berkemungkinan menunjukkan hasil yang bias.
1.6.5. Pengumpulan dan Analisis Data
Sampel penelitian adalah perusahaan yang memenuhi kriteria meliputi (1)
terdaftar di Bursa Efek Jakarta selama tahun 20032005, (2) terklasifikasi dalam
sektor pemanufakturan, (3) menerbitkan laporan keuangan secara lengkap dan
memiliki saldo ekuitas bernilai positif, serta (4) menggunakan periode laporan
keuangan mulai 1 Januari sampai 31 Desember dan Rupiah sebagai mata uang
pelaporan, menerapkan skema bonus dengan motivasi harga saham. Sedangkan
alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda.

1.6.6. Uji statistik


Uji statistik dalam penelitian ini adalah pengujian kontingensi dengan uji
chi square dan uji t test.
1.6.7. Konsistensi antara Masalah Penelitian, Hipotesis dan Analisis Data
Dalam penelitian ini terdapat konsistensi antara masalah penelitian,
hipotesis, dan analisis data. Masalah penelitian ini telah menjabarkan apa yang
ingin diteliti oleh peneliti, yaitu pengaruh kebijakan akrual dan prosedur akuntansi
pada bonus manajer. Berdasarkan masalah penelitian tersebut, dibuat hipotesis
yang sesuai dengan penelitian serta untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini
digunakan regresi linear berganda.
1.6.8. Konsistensi Hasil Pengujian dengan Simpulan
Penelitian memiliki konsistensi terhadap hasil pengujian dengan simpulan.
Hasil penelitian serta simpulan dijelaskan peneliti secara rinci dan terstruktur.
Berdasarkan hasil dan simpulan penelitian dinyatakan bahwa skema bonus
menciptakan insentif bagi manajer untuk memilih prosedur akuntansi dan akrual
dalam memaksimalkan nilai atas penghargaan bonus mereka. Skema ini
tampaknya menjadi cara yang efektif untuk mempengaruhi akrual manajerial dan
keputusan prosedur akuntansi.
1.6.9. Implikasi Kebijakan
Implikasi kebijakan dalam penelitian ini adalah penelitian ini telah
menganalisis format jenis perjanjian bonus dengan menyediakan karakterisasi
yang lebih lengkap dari pengaruh insentif akuntansi mereka daripada studi
sebelumnya sehingga dapat menjadi sarana referensi bagi pihak yang
berkepentingan. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat meneliti tentang
mengapa pemberian reward dalam skema bonus atas dasar laba, bukan atas harga
saham. Selain itu, peneliti selanjutnya juga dapat meneliti tentang efek lain yang
timbul akibat adanya skema bonus dan bentuk kompensasi lainnya.

BAB II
DESAIN RISET

Kajian Teoritis

Kajian Empiris

Teori Akuntansi
Positif

Kebijakan Akrual (X1)

Bonus Plan (Y)

Fox (1980)
Hagerman and Zmijewski
(1979)
Watts (1977)
Watts and Zimmerman
(1978)
Healy (1983)
Watts and Zimmerman
(1983)

Prosedur Akuntansi (X2)