Anda di halaman 1dari 10

ILMIAH Volume V No.

I1I, 2013

Mahdi Hendrich. Analisis Perhitungan

ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA USAHA


PETERNAKAN LELE PAK JAY DI SUKABANGUN II PALEMBANG
Mahdi Hendrich
Dosen Tetap Akuntansi Politeknik Darussalam
Email : mahdihendrich@yahoo.co.id
No. Hp. 085267202408

ABSTRACT
At the matter of facts, catfish breeding is considered as a business of producing catfish which is oriented on
profit and the how to get it, as well as its capital, in order to figure out the accurate calculation of getting
new born babies of catfish, further more it has been implemented as determinating or calculating element to
figure out the cost price production of catfish breeding in keeping with the production capacity itself. This
report was conducted on finding out the calculation of cost price production of catfish breeding of Mr. Jay.
Moreover, the way of making report of cost price production which was done by Mr.Jay could not show that
the cost price production itself. On the other sides, the writer thinks that the accurate calculation of cost
good sold, or cost price selling be known whether or not it is reasonable, and the former analysis done has
something
to
do
with
the
profits
earned
as
well.
Keywords: Analysis, Calculation Cost Price Production
ABSTRAK
Peternakan Lele sebagai usaha yang bertujuan untuk memproduksi lele juga berorentasi pada laba dan tidak
terlepas dari masalah pencapaian laba, dan pengembalian modal sehingga dalam perhitungan harga pokok
produksi dan pengumpulan biaya yang telah dikeluarkan untuk membeli bibit lele sebagai produk utamanya,
biaya yang telah dikeluarkan ini seharusnya dipakai sebagai elemen perhitungan pembentukan harga pokok
produk untuk pengembalian modal usaha peternak lele dengan kapasitas produksi yang dihasilkan. Adapun
tujuan penulisan laporan akhir ini bertujuan untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi ternak lele
Pak Jay, karena harga pokok produksi sebagai salah satu alat perhitungan dalam pengambilan keputusan.
Usaha lele Pak Jay dalam membuat laporan harga pokok produksi belum dapat menunjukkan harga pokok
produksi yang sesuai dengan pengumpulan biaya produksinya. Di sisi lain, penulis beranggapan bahwa
perhitungan harga pokok produksi usaha lele yang tepat dapat diketahui harga pokok penjualan yang
memadai dan analisis yang berdampak pada laba yang diinginkan perusahaan.
Kata kunci: Analisis, Perhitungan Harga Pokok Produksi
Pertanian) sebagai usaha yang memproduksi lele
juga berorentasi pada laba. Hal ini tidak terlepas
dari masalah pencapaian laba, dan perhitungan
harga pokok produksi serta biaya yang telah di
keluarkan untuk membeli bibit lele sebagai
produk utamanya.
Usaha lele Pak Jay yang berlokasi di jalan
Sukabangun II lr. Masjid Kecamatan Sukarami
Palembang adalah sebuah usaha lele yang
mengelolah atau membesarkan lele. Usaha ini
berkembang dengan pesat seiring banyaknya Jenis
metode observasi yang digunakan oleh penulis
dalam menyusun laporan akhir ini yaitu observasi
non partisipan. Artinya penulis hanya mengamati
secara langsung tanpa menjadi bagian dari staf
tenaga kerja pada perusahaan dimana tempat
penulis melakukan penelitian terhadap objekobjek yang diteliti.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka
penulis merumuskan masalah yang akan diteliti
adalah bagaimana Perhitungan Harga Pokok

PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Komponen pembentukan laba adalah
pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan
produksi dan jasa yang dihasilkan oleh
perusahaan. Biaya adalah pengorbanan yang
harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk
memproduksi atau menghasilkan sesuatu barang
atau jasa, biaya tersebut disebut sebagai biaya
harga pokok atau harga pokok produksi. Dalam
penentuan harga pokok produksi, informasi yang
dibutuhkan oleh usaha lele adalah informasi
mengenai biaya bahan baku, biaya tenaga kerja,
dan biaya overhead pabrik. Ketiga jenis biaya
tersebut harus ditentukan secara cermat, baik
dalam pencatatan maupun penggolongannya
sehingga informasi harga pokok produksi yang
dihasilkan dapat diandalkan baik untuk
perhitungan harga jual produk maupun untuk
perhitungan laba rugi periodik. Oleh karena itu
informasi biaya dan informasi harga pokok
produksi sangat diperlukan untuk berbagai
pengambilan keputusan. Peternakan lele (Bidang

40

ISSN: 1979-0759

ILMIAH Volume V No.I1I, 2013

Mahdi Hendrich. Analisis Perhitungan

Produksi Ikan Lele Pada Usaha Peternakan Lele


Pak Jay di Sukabangun II Palembang
Tujuan dan Manfaat Penulisan
Adapun tujuan yang ingin di capai adalah
untuk mengetahui bagaimana analisis Analisis
Perhitungan Harga Pokok Produksi Pada Usaha
Peternakan Lele dan Sebagai
bahan
pertimbangan yang dapat digunakan dalam
meningkatkan kinerja pada kegiatan manajemen
yang ada.

Objek Penelitian dan teknis analisa


Objek penelitian yang penulis lakukan
adalah pada Usaha Peternakan Lele Pak Jay di
Sukabangun II Palembang.
Teknik Analisis
Dalam penelitian ini, teknik yang digunakan
adalah analisa harga pokok produksi yaitu dengan
cara mengumpulkan bahan dan data yang
diperlukan untuyk kemudian mengolah dan
membahasnya.
Alat yang digunakan penulis dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Akuntansi biaya yaitu, sebagai suatu bidang
akuntansi yang mempelajari bagaimana cara
mencatat, mengukur dan melaporkan tentang
informasi baiaya yang digunakan.
2. Akuntansi manajemen yaitu, sebagai
penyedian informasi bagi pengambilan
keputusan.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar
sebagai berikut:

METODE PENELITIAN
Menurut Nazir (2005 : 55) ada 2 jenis penelitian
yang digunakan yaitu:
1. Penelitian Lapangan (field research)
2. Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Berdasarkan data diatas maka penulis memilih 2
jenis penelitian tersebut untuk menulis laporan
akhir ini. Adapun penelitian yang penulis gunakan
adalah :
1. Penelitian Lapangan (field research)
Teknik pengumpulan data yang dilakukan
secara langsung kepad perusahaan yang
bersangkutan, untuk memperoleh data dan
informasi yang dibutuhkan dalam penulisan
laporan akhir ini.
2. Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Metode yang dilakukan dengan membaca
semua hal yang berhubungan dengan masalah
yang dihadapi untuk
memperoleh informasi
yang dibutuhkan.
Data yang Dibutuhkan
Untuk melengkapi kegiatan ini, bentukbentuk data yang diperoleh dari suatu penelitian
menurut Supranto (2004:20) adalah :
1. Data Primer
Data Primer (primary data) merupaka data
yang diperoleh langsung dari objek yang
diteliti.
2. Data Sakunder
Data Sakunder ( Secondary data) merupakan
data yang diperoleh dari perusahaan dalam bentuk
yang sudah jadi.
Untuk pengumpulan data primer dan data
sekunder tersebut, penulis menggunakan metode
observasi dan interview. Berikut ini adalah data
yang penulis dapatkan dalam menyusun laporan
akhir ini:
1. Data primer yang penulis peroleh dari usaha
lele Pak Jay adalah informasi yang berkaitan
dengan:
a. Sejarah perusahaan
b. Aktivitas perusahaan
c. Proses produksi
d. Laporan harga pokok produksi
2. Data sekunder yang penulis peroleh dari
perusahaan dan dari riset kepustakaan adalah
struktur organisasi serta
uraian tugas dan tanggung jawab.

PENENTUAN HARGA POKOK


PRODUKSI

PENGKLASIFIKASIAN
BIAYA

ANALISIS UNSUR-UNSUR HPP

Biaya Bahan Baku


Biaya Tenaga Kerja Langsung
Biaya Overhead pabrik
PERHITUNGAN HPP PRODUKSI

Gambar 1. Harga Pokok Produksi


Dilihat dari gambar kerangka berfikir diatas maka
penulis akan menjelaskan kerangka berfikir yang
digunakan yaitu penentuan harga pokok produksi,
pengklasifikasian biaya, analisis unsur-unsur
harga pokok produksi dan perhitungan biaya.
Analisis harga produksi meliputi semua
unsur biaya yang melekat pada suatu produk yang
menggambarkan tinggi rendahnya imbalan yang
terdapat didalam produsen atas biaya yang
dikeluarkan untuk memproduksi suatu produk,
untuk menentukan harga pokok produksi yang
mutlak biaya produksi perlu diklasifikasikan
menurut jenis atau objek pengeluarannya hal ini
penting agar pengumpulan data biaya dan
alokasinya yang seringkali menuntut adanya
ketelitian yang tinggi, seperti misalnya penentuan
tingkat penyelesaian produk dalam proses pada

41

ISSN: 1979-0759

ILMIAH Volume V No.I1I, 2013

Mahdi Hendrich. Analisis Perhitungan

produksi dapat dilakukan dengan mudah sehingga


penggolongan biaya juga disesuaikan dengan
tujuan tersebut. Klasifikasi Biaya (Penggolongan
Biaya) dapat digolongkan menjadi beberapa
golongan, tertentu yang lebih ringkas untuk dapat
memberi informasi biaya yang lengkap bagi
seorang pimpinan dalam mengelola dan
menjalankan fungsinya dalam pengklasifikasian
biaya terdapat unsur-unsur harga pokok produksi
yang dapat digolongkan ke dalam tiga kategori
yaitu, biaya bahan baku (direct material cost),
biaya tenaga kerja langsung (direct labor cost),
dan biaya overhead pabrik sehingga harga pokok
produksi dapat menghasilkan harga pokok
produksi yang benar dengan menjumlahkan
biaya-biaya yang dikeluarkan dari proses
pengolahan sampai barang tersebut siap dijual.
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Biaya
Adapun pengertian biaya menurut Mulyadi
(2007:24) adalah:
pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam
satuan uang, yang telah terjadi atau yang
kemudian akan terjadi pada tujuan tertentu
(didalam arti luas) sedangkan dalam arti yang
lebih sempit, biaya diartikan sebagai pengorbanan
sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva.
Dari definini di atas bahwa biaya sebagai
suatu pengorbanan atas sumber-sumber ekonomi
untuk mendapatkan sesuatu yaitu pendapatan.
Sebagai harga pokok, biaya yang dapat diukur
atau merupakan harga pertukaran atas sumber
ekonomis yang dikorbankan atau diserahkan
untuk mendapatkan suatu barang, jasa atau aktiva.
Namun kadang-kadang
biaya juga diukur
berdasarkan harga pasar dan aktiva yang didapat.
Biaya sebagai beban adalah apabila pengorbanan
sumber ekonomis dalam rangka merealisasikan
pendapatan dengan demikian, jika dari cara
bagaimana perusahaan pada umumnya berupaya
untuk menghasilkan laba, maka perbedaan antara
harga pokok dan beban semata-mata terletak pada
faktor waktu.
Penggolongan Biaya
Di dalam penggolongan biaya harus
disesuaikan dengan tujuan dari biaya yang
disajikan. Menurut Mulyadi (2007:14) biaya
digolongkan menjadi lima, yaitu:
1. Penggolongan Biaya menurut Objek
Pengeluaran, dalam cara penggolongan ini,
nama objek pengeluaran merupakan dasar
penggolongan biaya. Misalnya nama objek
pengeluaran adalah bahan bakar, maka
semua pengeluaran yang berhubungan
dengan bahan bakar disebut biaya bahan
bakar
2. Penggolongan Biaya menurut Fungsi Pokok
dalam Perusahaan dalam perusahaan

3.

4.

5.

42

manufaktur, ada tiga fungsi pokok, yaitu


fungsi produksi, fungsi pemasaran, dan funsi
administrasi & umum.
a. Biaya Produksi
Merupakan biaya-biaya yang terjadi
untuk mengolah bahan baku menjadi
produk jadi yang siap untuk dijual.
Contohnya adalah biaya depresiasi mesin
dan ekuipmen, biaya bahan baku, biaya
bahan penolong; biaya gaji karyawan
yang bekerja dalam bagian, baik yang
langsung maupun yang tidak langsung
berhubungan dengan proses produksi.
b. Biaya Pemasaran
Merupakan biaya-biaya yang terjadi
untuk melaksanakan kegiatan pemasaran
produk. Contohnya adalah biaya iklan,
biaya promosi, biaya angkutan dari
gudang perusahaan ke gudang pembeli,
gaji karyawan bagian-bagian yang
melaksanakan kegiatan pemasaran, biaya
contoh (sample)
c. Biaya Administrasi dan Umum
Merupakan
biaya-biaya
untuk
mengkoordinasi kegiatan produksi dan
pemasaran produk. Contoh biaya ini
adalah biaya gaji karyawan bagian
keuangan, akuntansi, personalia, dan
Bagian Hubungan Masyarakat, biaya
pemeriksaan akuntan, biaya photocopy.
Penggolongan biaya menurut Hubungan
Biaya dengan Sesuatu yang dibiayai
Sesuatu yang dibiayai dapat berupa produk
atau departemen. Dalam hubungannya
dengan produk, biaya dapat dibagi menjadi
dua: biaya Produksi langsung dan biaya
produksi
tidak
langsung.
Dalam
hubungannya dengan departemen, biaya
dibagi menjadi dua: biaya langsung
departemen dan biaya tidak langsung
departemen. Dalam hubungan dengan
sesuatu yang dibiayai, biaya dapat
dikelompokan menjadi dua golongan yaitu
biaya Langsung (direct cost) biaya Tidak
Langsung (indirect cost).
Penggolongan Biaya menurut Perilaku Biaya
dalam Hubungannya dengan Perubahan
Volume Kegiatan dalam hubungannya
dengan perubahan volume aktivitas, biaya
dapat digolongkan menjadi, biaya variable,
biaya semivariabel, biaya semi fixed dan
biaya tetap
Penggolongan Biaya Atas Dasar Jangka
Waktu Manfaatnya, biaya dapat dibagi
menjadi dua yaitu pengeluaran modal
(capital
expenditure)
,
pengeluaran
pendapatan (revenue expenditure).

ISSN: 1979-0759

ILMIAH Volume V No.I1I, 2013

Mahdi Hendrich. Analisis Perhitungan


mengkonsumsi total biaya produksi sesuai
dengan yang diperhitungkan sebelumnya.
3. Menghitung Laba Rugi Periodik
Guna mengetahui apakah kegiatan produksi
dan pemasaran perusahaan dalam periode
tertentu mampu menghasilkan laba bruto.
Manajemen memerlukan informasi biaya
produksi yang telah dikeluarkan untuk
memproduksi produk dalam periode tertentu.
4. Menentukan Harga Pokok Persediaan
Produk Jadi dan Produk dalam Proses yang di
Sajikan dalam Neraca
Pada saat manajemen di tuntut untuk
membuat pertanggungjawaban perperiode,
manajemen harus menyajikan laporan
keuangan berupa neraca dan laporn laba rugi,
yang menyajikan harga pokok persediaan
produk jadi dan harga pokok yang pada
tanggal neraca masih dalam proses.
Berdasarkan catatan biaya poduksi yang
masih melekat pada produk jadi yang belum
di jual pada tanggal neraca serta dapat
diketahui biaya produksinya. Biaya yang
melekat pada produk jadi pada tanggal neraca
disajikan dalam harga pokok persediaan
produk jadi. Biaya produksi yang melekat
pada produk yang pada tanggal neraca masih
dalam proses pengerjaan disajikan dalam
neraca sebagai harga pokok persediaan produ
dalm proses.
Unsur-Unsur Harga Pokok Produksi
Terdapat tiga unsur-unsur harga pokok
produksi menurut Nurlela (2007:219-257) yaitu :
1. Biaya bahan baku
Biaya ini meliputi harga pokok dari semua
bahan yang secara praktis dapat diidentifikasi
sebagai produk selesai. 2. Biaya tenaga kerja
langsung
Meliputi gaji dan upah dari seluruh tenaga
kerja langsung yang secara praktis dapat
diidentifikasikan dengan pengolahan bahan
menjadi produk jadi atau setengah jadi.
3. Biaya overhaed pabrik
Biaya ini meliputi semua biaya produksi selain
biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja
langsung. Oleh karena itu, biaya overhaed
pabrik meliputi juga biaya bahan penolong,
gaji dan upah tenaga kerja tidak langsung dan
biaya produksi tak langsung lainnya.
Metode Pengumpulan Biaya Produksi
Menurut Nurlela (2007:48) metode yang
digunakan dalam memproduksi suatu produk
dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu:
1. Metode Harga Pokok Pesanan ( Job Order
Cost Method) yaitu:
Metode harga pokok pesanan, biaya produksi
dikumpulkan menurut persanan demi pesanan.
Metode ini dianggap tepat untuk perusahaanperusahaan yang menghasilkan berbagai macam

Harga Pokok Produksi


Harga pokok produksi atau products cost
merupakan elemen penting untuk menilai
keberhasilan (performance) dari perusahaan
dagang maupun manufaktur. Harga pokok
produksi mempunyai kaitan erat dengan
indikator-indikator tentang sukses perusahaan,
seperti misalnya: laba kotor penjualan, dan laba
bersih.
Pengertian Harga Pokok Produksi
Harga pokok produksi pada dasarnya
menunjukan harga pokok produk barang dan jasa
yang diproduksikan dalam suatu periode
akuntansi tertentu.
Hal ini berarti bahwa harga pokok produksi
merupakan bagian dari harga pokok. Harga pokok
dari produk yang terjual dalam suatu periode
akuntansi. Berikut ini pengertian harga pokok
menurut beberapa pendapat.
Menurut Nurlela (2007:60) harga pokok produksi
adalah:
Kumpulan biaya produksi yang terdiri dari
bahan baku langsung, tenaga kerja langsung dan
biaya overhead pabrik ditambah persediaan
produk dalam proses awal dan dikurang
persediaan produk dalam proses akhir.
Dari definisi di atas harga pokok produksi
merupakan biaya-biaya yang terjadi dalam
hubungannya dengan pengolahan bahan baku
menjadi barang jadi.
Manfaat Informasi Harga Pokok Produksi
Untuk mengetahui laba atau rugi secara
periodik suatu perusahaan dihitung dengan
mengurangkan pendapatan yang diperoleh dengan
biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh
pendapatan tersebut. Oleh karena itu diperlukan
informasi dari harga pokok produksi.
Menurut Mulyadi (2007 : 41) manfaat dari
penentuan harga pokok produksi secara garis
besar adalah sebagai berikut:
1. Menentukan Harga Jual Produk
Perusahaan
yang
berproduksi
masa
memproses produknya untuk memenuhi
persediaan di gudang dengan demikian biaya
produksi dihitung dalam jangka waktu
tertentu untuk menghasilakan informasi biaya
produksi per satuan produk. Penentuan harga
jual produk, biaya produksi per unit
merupakan
salah
satu
data
yang
dipertimbangkan disamping data biaya lain
serta data non biaya.
2. Memantau Realisasi Biaya Produksi
Manjemen memerlukan informasi biaya
produksi yang sesungguhnya dikeluarkan
dibandingkan dengan rencana produksi yang
telah ditetapkan , oleh sebab itu akuntansi
biaya digunakan dalam jangka waktu tertentu
untuk
memantau
apakah
produksi

43

ISSN: 1979-0759

ILMIAH Volume V No.I1I, 2013

Mahdi Hendrich. Analisis Perhitungan

produk yang masing-masing bersifat kas, seperti


misalnya pada percetakan meubel. Pada harga
pokok produk/pesanan harus ditentukan pada
saat suatu pesanan diselesaikan dari proses
produksinya.
2. Metode Harga Pokok Proses (Proces
CostMethod) yaitu:
Pada sistem harga pokok proses, biaya produksi
dikumpulkan berdasarkan departemen atau
pusat-pusat biaya yang dibentuk sesuai dengan
tahap-tahap pengolahan produknya. Metode ini
dianggap tepat untuk perusahaan-perusahaan
yang menghasilkan produk yang sama dan
proses produksinya berlangsung secara kontinyu
seperti misalnya : pabrik tepung, pabrik
makanan dan minuman. Karena proses
produksinya yang belangsung secara kontinyu
maka perhitungan harga pokok produk
dilakukan secara periodik, tidak setiap unit
produk diselesaikan dari proses produksinya.
Metode perhitungan biaya produksi
Metode perhitungan biaya produksi adalah suatu
cara memperhitungkan unsur biaya produksi ke
dalam
harga
pokok
produksi.
Dalam
memperhitungkan unsur biaya ke dalam harga
pokok produksi dapat dilakukan dengan dua cara
menurut Nurlela (2007;48) adalah sebagai
berikut:
1. Metode Variable Costing yaitu:
Merupakan metode penentuan harga pokok
produksi yang hanya memperhitungkan biaya
produksi yang berperilaku variabel ke dalam
harga pokok produksi yang terdiri dari biaya
bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan
biaya overhead pabrik.
Unsur biaya produksi menurut metode
variabel costing tersusun sebagai berikut:
Biaya bahan baku
xxx
Biaya tenaga kerja langsung
xxx
Biaya overhead pabrik variabel
xxx
Harga pokok produksi
xxx
Harga pokok produk yang dihitung dengan
pendekatan variable costing terdiri dari unsur
harga pokok produksi variabel (biaya bahan baku,
biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead
pabrik variabel) ditambah dengan biaya non
produksi variabel (biaya pemasaran variabel dan
biaya administrasi dan umum variabel) dan biaya
tetap (biaya overhead pabrik tetap, biaya
pemasaran tetap, biaya administrasi dan umum
tetap).
2. Metode Full Costing yaitu:
Merupakan metode penentuan harga harga
pokok produksi yang memperhitungkan
semua unsur biaya produksi kedalam harga
pokok produksi, yang terdiri dari biaya
bahan baku, biaya tenaga kerja langsung,
dan biaya overhead pabrik, baik yang
berperilaku variabel maupun tetap.

Dengan demikian harga pokok produksi menurut


metode full costing terdiri dari unsur biaya
produksi berikut ini:
Biaya bahan baku
Biaya Tenaga kerja langsung
Biaya overhead pabrik variabel

xxx
xxx
xxx

Biaya overhead pabrik tetap

xxx

Harga pokok produksi


xxx
Harga pokok produk yang dihitung dengan
pendekatan full costing terdiri dari unsur harga
pokok produksi (biaya bahan baku, biaya tenaga
kerja langsung, biaya overhead pabrik variabel
dan biaya overhed pabrik tetap) ditambah dengan
biaya nonproduksi (biaya pemasaran, biaya
administrasi dan umum).
PEMBAHASAN
Penulis akan membahas permasalahan
sebagaimana yang telah telah di jelaskan
sebelumnya
yaitu
pembahasan
mengenai
klasifikasi biaya, alokasi biaya dan perhitungan
biaya produksi serta unsur-unsur harga pokok
produksi yang dilakukan oleh usaha lele Pak Jay.
Hasil Pengamatan
Pengklasifikasian Unsur Unsur Harga Pokok
Produksi
Berdasarkan data yang diperoleh, akan
diklasifikasikan unsur-unsur harga pokok
produksi yang ada pada usaha lele Pak Jay.
Pengklasifikasian ini sangat penting bagi
perkembangan suatu usaha baik perusahaan besar
maupun perusahaan kecil. Hal ini dilakukan agar
perhitungan harga pokok produksi yang benar
akan membantu manajemen dalam memperoleh
informasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
yaitu untuk penentuan harga pokok produksi.
Usaha lele Pak Jay mengklasifikasikan biaya
produksi untuk usaha yang dihasilkannya yaitu:
1. Biaya Bahan Baku
Biaya ini meliputi harga pokok dari semua
bahan
yang
secara
praktis
dapat
didefinisikan sebagai produk selesai.pada
usaha lele bahan bakunya adalah bibit lele
yang diperoleh dengan membeli dari
peternak lele.
2. Biaya Tenaga Kerja
Biaya tenaga kerja meliputi seluruh biaya
yang dikeluarkan untuk membayar upah
karyawan yang langsung terkait dengan
proses produksi. Tenaga kerja yang
menangani kegiatan pembibitan dan
pemeliharaan terdiri dari 1 orang tenaga
kerja (anggota keluarga). Tenaga kerja yang
ada pada usaha lele Pak Jay dapat dibedakan
menjadi :

44

ISSN: 1979-0759

ILMIAH Volume V No.I1I, 2013

Mahdi Hendrich. Analisis Perhitungan

a. Tenaga kerja tetap


Tenaga kerja yang sifat hubungan
kerjanya dengan perusahaan, untuk
waktu yang tidak ditentukan terlebih
dahulu oleh peraturan yang ada pada
perusahaan mereka bekerja pada
perusahaan sesuai dengan jam yang
sudah ditentukan oleh perusahaan.
b. Tenaga kerja tidak tetap
Tenaga kerja yang bekerja untuk waktu
tertentu biasanya pada saat perusahaan
sangat membutuhkan tenaga kerja
tambahan untuk mempercepat proses
pemanenan. Tenaga kerja ini dibedakan
menjadi tenaga kerja harian lepas.
3. Biaya Overhaed Pabrik
Biaya ini meliputi semua biaya produksi
selain bahan baku dan biaya tenaga kerja
langsung. Pada usaha lele biaya overhead
pabrik terdiri dari biaya pakan, biaya
suplemen, dan biaya air.
Pengalokasian Unsur-unsur Harga Pokok
Produksi
Usaha lele Pak Jay dalam melakukan
kegiatan produksi menghasilkan produk lele yang
berkualitas untuk itu poerlu dilakukan perincian
biaya produknya. Usaha lele Pak Jay telah
melakukan pengalokasian terhadap biaya-biaya
yang merupakan unsur dari harga pokok produksi,
akan tetapi ada biaya produksi yang belum
dialokasikan atau dikeluarkan secara tepat yaitu
biaya tenaga kerja, dan biaya overhead.
Analisis Terhadap Pengklasifikasian UnsurUnsur Harga Pokok Produksi
Setelah semua unsur biaya dikelompokkan
berdasarkan klasifikasi yang ada selanjutnya
adalah melakukan pengumpulan biaya. Selama ini
pengumpulan biaya dalam usaha lele masih
kurang memadai untuk tujuan penentuan harga
pokok produksi. Untuk itu pada bagian ini akan
diklasifikasikan biaya- biaya yang telah
dikeluarkan usaha lele Pak Jay selama 3 bulan
yaitu Januari, Februari, Maret untuk 3 kolam dan
disertakan alokasi pembebanan biaya ke produksi.
1. Biaya Bahan Baku
Biaya bahan baku yang dikeluarkan oleh
usaha lele meliputi biaya pembelian bibit lele.
Usaha lele menggunakan metode harga pokok
proses sehingga setiap satuan produk yang
sama akan membutuhkan bahan baku yang
sama pula. Biaya bahan baku produk dapat
diikuti jejaknya pada setiap macam produk.
2. Biaya Tenaga Kerja
Biaya tenaga kerja yang dikeluarkan oleh
perusahaan lele adalah biaya tenaga kerja yang
terlibat secara langsung dalam kegiatan
produksi yaitu berjumlah 1 orang untuk
kegiatan pembesaran lele yang berkualitas
dengan upah mingguan sebesar Rp 50.000

perminggu sedangkan tenaga kerja tidak


langsung hanya dibutuhkan 1 orang apabila
panen lele telah tiba untuk tiap 3 bulan dengan
upah harian sebesar Rp 100.000 selama 1 hari
namum dalam perhitungan harga pokok
produksi usaha lele Pak Jay tidak melakukan
perhitungan untuk tenaga kerja hal ini tentu
akan merugikan pemilik usaha.
3. Biaya Overhead Pabrik
Biaya overhead pabrik di usaha lele adalah
semua biaya produksi selain biaya bahan baku
dan biaya tenaga kerja. Berdasarkan hasil
pengamatan yang telah dilakukan , maka biaya
overhead yang berhasil dikelompokkan dalam
usaha lele Pak Jay terdiri dari :
1. Biaya Pakan
2. Biaya Air
3. Biaya Lain-lain
4. Biaya Suplemen
5. Biaya Penyusutan mesin
6. Biaya tenaga kerja tidak langsung
Pada setiap akhir periode biaya overhead pabrik
dihitung berdasarkan biaya yang sesungguhnya
terjadi, yang kemudian dibebankan pada
departemen produksi. Selama ini untuk
perhitungan harga pokok produksi, usaha lele Pak
Jay belum membebankan biaya overhead pabrik
kepada produk secara nyata berdasarkan
pengumpulan biaya yang telah dipergunakan.
Agar diperoleh perhitungan yang benar, maka
biaya overhead harus dialokasikan ke produk
berdasarkan jenis produk yang akan dihasilkan
sehingga nantinya diketahui berapa biaya
sesungguhnya yang digunakan oleh setiap produk
secara nyata.
Analisis Terhadap Pengalokasian Unsur-Unsur
Harga Pokok Produksi
Penulis melakukan analisis terhadap
pengalokasian unsur-unsur harga pokok produksi
lele sebanyak 6000 bibit lele yang masing-masing
2000 bibit lele perkolam degan hasil panen 250
kg perkolam. Untuk lebih jelasnya analisis
terhadap alokasi biaya-biaya yang merupakan
unsur-unsur dari harga pokok lele dapat disajikan
berikut ini :
1. Biaya bahan baku
Seperti analisis yang telah dilakukan
terhadap pangklasifikasian unsur-unsur harga
pokok produksi sebelumnya, yang menjadi bahan
baku pada peternakan ini adalah bibit lele. Biaya
bahan baku untuk tahun 2013 dalam 3 bulan
Januari, Februari, dan Maret untuk 3 kolam dapat
dilihat dalam tabel di bawah ini :

45

ISSN: 1979-0759

ILMIAH Volume V No.I1I, 2013

Mahdi Hendrich. Analisis Perhitungan

Tabel 1. Alokasi Biaya Bahan Baku


Tahun 2013
Kolam

Harga Bahan

Pemakaian Bahan
Kolam Baku/ (Ekor)

Baku / ekor
lele
Rp150

2000

Tabel 3. Alokasi Biaya Air Kolam


Tahun 2013
Kolam

Jenis Produk

Alokasi Biaya Air Kolam

Jumlah

Bahan Baku /
Jenis Produk
Rp 300.000

5000 L

(5000L/15000L) x Rp600.000,00

Rp 200.000,00

5000 L

(5000L/15000L) x Rp600.000,00

Rp 200.000,00

5000 L

(5000L/15000L) x Rp600.000,00

Rp 200.000,00

Jumlah Pemakaian

Rp150

2000

Rp 300.000

Rp150

2000

Rp 300.000

Sumber: Hasil Olahan Penulis


2. Biaya Tenaga Kerja
Pada analisis sebelumnya untuk biaya tenaga
kerja langsung maupun tidak langsung tidak
diperhitungkan atau dimasukkan kedalam
perhitungan harga pokok produksi yang ada pada
laporan usaha lele Pak Jay pada halaman 22.
Berdasarkan teori untuk biaya tenaga kerja harus
dimasukkan kedalam laporan harga pokok
produksi. Berikut perhitungannya berdasarkan
upah tarif yang ada pada usaha lele Pak Jay.
- Biaya Tenaga Kerja Langsung
Upah mingguan
1 orang x Rp 50.000
= Rp 50.000
Upah 1 bulan = Upah mingguan x 4 minggu
= Rp 200.000
Upah 3 bulan = Upah 1 bulan x 3 bulan
= Rp 200.000 x 3 bulan
= Rp 600.000
3. Biaya Overhead Pabrik
Berdasarkan
pengklasifikasian
yang
dilakukan sebelumnya, maka penulis akan
merincikan lebih jelas biaya overhead pabrik
yang ada pada perusahaan. Seperti biaya pakan
lele. Biaya air, biaya suplemen, biaya lainnya, dan
biaya tenaga kerja tidak langsung. Berikut ini
akan diuraikan biaya-biaya overhead yang terjadi
pada usaha lele Pak Jay selama 3 bulan Januari,
Februari, dan Maret untuk 3 kolam tahun 2013.
a. Biaya Pakan
Tabel
berikut
Menunjukkan
alokasi
penggunaan biaya pakan lele yang dikeluarkan
oleh usaha lele sebesar Rp 1.236.000
Tabel 2. Alokasi Biaya Pakan Lele
Tahun 2013

Total

Rp 600.000,00

Sumber: Hasil Olahan Penulis


Dari data pengalokasian biaya air diatas
sebesar Rp 600.000 dimana diperlukan air
sebanyak 15000 Liter untuk 1 kolam maka
perkolamnya sebanyak 5000 Liter air.
a. Biaya Suplemen (Vitamin)
Tabel
berikut
Menunjukan
alokasi
pemakaian suplemen (vitamin) yang dikeluarkan
oleh usaha lele sebesar Rp 300.000.
Tabel 4. Alokasi Biaya Suplemen
Tahun 2013
Kolam

Alokasi Biaya suplemen

Jumlah

Jenis
Produk
2000 lele

(2000/6000 lele) x Rp300.000,00

Rp 100.000,00

2000 lele

(2000/6000 lele) x Rp300.000,00

Rp 100.000,00

2000 lele

(2000/6000 lele)) x Rp300.000,00

Rp 100.000,00

Total

Rp 300.000,00

Sumber: Hasil Olahan Penulis


a. Biaya Lain-lain
Tabel di bawah ini menunjukan alokasi
pemakaian biaya lain-lain yang dikeluarkan oleh
usaha lele biaya lain-lain itu seperti biaya listrik,
biaya pengalokasian bibit mati, biaya penyusutan
mesin, dan biaya tenaga kerja tidak langsung.
a. Biaya Listrik
Tabel 5. Alokasi Biaya Lain-lain
Tahun 2013
Alokasi Pemakaian Biaya
Kolam

Jenis Produk

lain-lain

Jumlah

Alokasi Pemakaian Biaya Pakan Lele

Jumlah

2000 lele

(2000/6000 lele) x Rp150.000,00

Rp 50.000,00

Jenis
Produk
2000 lele

(2000/6000 lele) x Rp1.236.000,00

Rp 412.000,00

2000 lele

(2000/6000 lele) x Rp150.000,00

Rp 50.000,00

2000 lele

(2000/6000 lele) x Rp1.236.000,00

Rp 412.000,00

2000 lele

(2000/6000 lele) x Rp150.000,00

Rp 50.000,00

2000 lele

(2000/6000 lele) x Rp1.236.000,00

Rp 412.000,00

Kolam

Total
Total

Rp150.000,00

Rp 1.236.000,00

Sumber: Hasil Olahan Penulis

Sumber: Hasil Olahan Penulis

b. Biaya Pengalokasian Bibit Mati


Usaha peternakan terutama ternak lele Pak
Jay dalam proses pembesaran tidak semua hasil
panen dapat dipanen contohnya usaha lele Pak Jay
menebar 6000 bibit lele untuk 3 kolam jika semua
dapat dipanen menghasilkan 750 kg lele untuk 3
kolam namum dalam usaha lele Pak Jay 750 kg
lele tersebut tidak dapat dihasilkan semua
biasanya Pak Jay hanya menghasilkan 730 kg lele

a. Biaya Air Kolam


Tabel berikut
Menunjukkan alokasi
pemakaian biaya air kolam yang dikeluarkan oleh
usaha lele sebesar Rp 200.000

46

ISSN: 1979-0759

ILMIAH Volume V No.I1I, 2013

Mahdi Hendrich. Analisis Perhitungan

sisanya mengalami kematian hal ini menyebabkan


kerugian pada uasaha lele Pak Jay besar biaya
kerugian yang ditanggung Pak Jay yaitu:
= Jumlah lele yang mengalami kematian
X Harga jual lele
= Lele 20 kg x Rp 14.000
= Rp 280.000

gambaran mengenai data produksi dan Biayabiaya ke produk.prinsip akuntansi yang lazim
menghendaki penentuan harga pokok produksi
dengan menggunakan metode full costing. Dalam
metode full costing menghendaki pembebanan
seluruh biaya produksi baik itu biaya tetap
maupun biaya variabel sebagai komponen
pembentukan harga pokok produksi. Biaya-biaya
yang dibebankan pada pengumpulan biaya sesuai
dengan penggolongan biaya serta pengumpulan
biaya produksi beserta alokasi pemakaiannya ke
produk secara merata, maka akan dapat disusun
suatu laporan produksi tahun 2013.
laporan produksi :

a. Biaya Penyusutan Mesin Pompa


Biaya Penyusutan yang ada pada Usaha Lele
Pak Jay adalah biaya mesin yang sudah ada sejak
5 tahun yaitu pada tahun 2008 yaitu sebanyak 3
pompa yang dibeli padengan harga 1 pompanya
Rp 325.000.
Harga Perolehan

Rp 975.000
= Rp. 195. 000

Umur ekonomis

5 tahun

2000 lele

masuk proses

= Rp. 195.000

2000 lele

2000 ekor/ 6000 lele


selesai
250 kg

masuk proses

2000 ekor/ 6000 lele


selesai
250 kg

b. Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung


Untuk biaya tenaga kerja tidak langung
dimana usaha lele Pak Jay hanya memiliki 2
orang pegwai tambahan yang hanya dibayar untuk
tiap 3 bulan saja selama 1 hari atau pada saat
pemanenan
tiba,
berikut
perhitungannya
berdasarkan tarif upah yang ada pada usaha lele
Pak Jay:
Tiap 3 bulan panen
2 orang x Rp 100.000
= Rp 200.000
Terdapat 4 jenis biaya overhead yang akan
dibebankan oleh perusahaan yaitu:
Biaya overhead:
a. Biaya Pakan : Rp 1.236.000
b. Biaya Air
: Rp 600.000
c. Biaya Suplemen
: Rp 300.000
d. Biaya lain-lain:
- Biaya listrik
: Rp 150.000
- Biaya Pengalokasian bibit mati
:
Rp 280.000
- Biaya penyusutan mesin
:
Rp 195.000
- Biaya tenaga kerja tidak langsung
: Rp 200.000
Analisis terhadap Perhitungan Harga Pokok
Produksi
Setelah penulis melakukan analis atas
pengklasifikasian dan pengalokasian biaya
berdasarkan biaya-biaya yang membentuk unsurunsur harga pokok produksi atas produksi lele
seabnyak 730 kg untuk 3 kolam, maka berikut ini
dapat dilihat total dari unsur-unsur biaya yang
membentuk harga pokok produksi, yaitu:
1. Biaya bahan baku
: Rp 900.000
2. Biaya tenaga kerja langsung: Rp 600.000
3. Biaya overhead pabrik :
Rp 2.961.000
Rp 4.461.000

2000 lele

masuk proses

2000 ekor/ 6000 lele


selesai
250 kg

Biaya yang dikeluarkan :


Tabel 6. Jumlah Produk Ekuivalen HPP/Kg
Kolam

Jumlah Produk Ekuivalen HPP/Kg

Kolam 1 2000 lele:


BBB:
BTK:

Rp 300.000

6000 Lele

Rp 50

BOP

Rp 200.000

6000 Lele

Rp 33.333

Rp 990.333

6000 Lele

Rp 1.357.000

Rp 165.055
Rp 248.388

Kolam 2 2000 lele:


BBB:
BTK:

Rp 300.000

6000 Lele

Rp 50

BOP

Rp 200.000

6000 Lele

Rp 33.333

Rp 990.333

6000 Lele

Rp 1.357.000

Rp 165.055
Rp 248.388

Kolam 3 2000 lele:


BBB:
BTK:

Rp 300.000

6000 Lele

Rp 50

BOP

Rp 200.000

6000 Lele

Rp 33.333

Rp 990.333

6000 Lele

Rp 1.357.000

Rp 165.055
Rp 248.388

Sumber: Hasil Olahan Penulis


Dari hasil perhitungan yang di atas ternyata
harga pokok yang dihasilkan atas pengumpulan
biaya setiap kolam sebesar Rp 248.388 sehingga
untuk mengumpulkan harga pokok per unit
produknya dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 7. Jumlah Harga Pokok Produksi
Lele Per Unit
Jenis produk

HPP/Kg

Jumlah Harga Pokok


Per Jenis Produk

2000 lele
2000 lele
2000 lele

Rp 248.388
Rp 248.388
Rp 248.388

Rp 248.388
Rp 496.776
Rp 745.164

Sumber: Hasil Olahan Penulis

Untuk mempelajari pertanggung jawaban


biaya yang telah dipakai serta dapat memberikan

Sehingga susunan laporan biaya produksi


tahun 2013 adalah sebagai berikut:

47

ISSN: 1979-0759

ILMIAH Volume V No.I1I, 2013

Mahdi Hendrich. Analisis Perhitungan


penggolongan dan pengumpulan biaya produksi
secara tepat maka akan dihasilkan informasi biaya
untuk penentuan harga pokok produksi secara
wajar dengan adanya informasi yang wajar ini
akan digunakan sebagai dasar pengambilan
keputusan bagi manajemen sehingga keputusan
diambil tepat dan dapat mendukung keberhasilan
perusahaan di masa yang akan datang.

Tabel 8. Perbandingan Kalkulasi


harga pokok produksi
Pada Usaha Lele Tahun 2013
(untuk panen per 3 bulan Januari Maret
untuk 3 kolam)
(dalam ribuan rupiah)
Menurut Perusahaan
Biaya Bahan Baku:
Biaya Bibit Lele
2000 bibit @150 x 3 kolam
900

Menurut Teori
Biaya Bahan Baku:
Biaya Bibit Lele
2000 bibit @150 x 3 kolam
900

Selisih

0
600

KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan pada bab-bab
sebelumnya, maka dapat di ambil kesimpulan
sebagai berikut :
1. Dalam penentuan harga pokok produksinya,
perusahaan belum memasukkan beberapa
biaya seperti biaya tenaga kerja langsung dan
biaya overhead pabrik yang meliputi biaya
penyusutan mesin, biaya lain-lain dan biaya
tenaga kerja tidak langsung. Alasan
perusahaan tidak memperhitungkan biayabiaya
tersebut,
karena
perusahaan
menganggap semua biaya tersebut merupakan
biaya umum yang tidak dimasukkan ke dalam
kategori biaya produksi.
2. Dalam penentuan harga pokok produksi belum
menunjukkan harga pokok produksi yang
wajar karena harga pokok tersebut tidak
dihitung berdasarkan penggolongan dan
pengumpulan biaya yang dikeluarkan tetapi
lebih
mengacu
pada
pertimbangan
manajemen.
Saran-saran
Berdasarkan hasil kesimpulan di atas, maka
penulis mencoba untuk memberikan saran bagi
perusahaan yang berguna untuk meningkatkan
usahanya di masa yang datang.
1. Dalam hal penggolongan biaya produksi
maupun
pngumpulan
biaya
produksi
hendaknya perusahaan memperhitungkan
unsur-unsur biaya yang masuk ke dalam
kriteria biaya overhead pabrik karena dengan
kesalahan walau sedikitpun dalam melakukan
pengumpulan biaya produksi maka informasi
harga pokok produksi tidak relevan dan
hasilnya akan berdampak pada prusahaan.
2. Dari hasil evaluasi penentuan harga pokok
produksi
hendaknya
perusahaan
memperhitungkan perhitungan harga pokok
yang benar sehingga informasi harga produksi
dapat tersaji dengan wajar
maka dapat
digunakan sebagai dasar pengambilan
keputusan yang tepat bagi manajemen dan
dapat mendukung keberhasilan perusahaan di
masa akan datang.

Biaya tenaga kerja


600
Biaya
Overhead
Pabrik :
Biaya pakan lele
1.236
Biaya
air
600
Biaya Suplemen
300

Biaya Overhead Pabrik :


Biaya pakan Lele
1.236
Biaya air
600
Biaya Suplemen
300

0
0
0

150
B. Lain-lain :
Biaya listrik
150
Biaya Pengalokasian bibit
mati
280
Biaya penyusutan mesin 195
Biaya tenaga kerja
tidak langsung
200

280
195
200
825

1.425
Jumlah BOP
2.961
Jumla BOP
2.136

Harga Pokok Produksi:


4.461

Harga Pokok Produksi:


3.036

`Sumber: Hasil Olahan Penulis


Terjadi perbedaan perhitungan harga pokok
produksi menurut perusahaan dengan hasi
analaisis ternyata harga pokok produksi menrut
analisis untuk tahun 2013 selama 3 bulan Januari,
Februari, dan Maret untuk 3 kolam sebesar Rp
4.461.000 maka perkolamnya
Rp 1.487.000
sedangkan dalam hasil perhitungan harga pokok
produksi menurut perusahaan biaya produksi
lebih rendah yaitu sebesar Rp 3.036.000 maka
selisihnya yaitu sebesar Rp 1.425.000 perbedaan
tersebut sebagai akibat biaya-biaya yang
seharusnya diperhitungkan oleh perusahaan
sebagai unsur biaya produksi tidak diperhitungkan
. Biaya ini adalah biaya tenaga kerja dan biaya
overhead pabrik yang meliputi,biaya penyusutan
mesin, biaya lain-lain dan biaya tenaga kerja tidak
langsung.
Alasan
peusahaan
tidak
meperhitungkan biaya-biaya tersebut karena
perusahaan menganggap semua biaya tersebut
merupakan biaya yang tidak di masukan ke dalam
kategori biaya produksi. Oleh karena itu,
perusahaan harus lebih berhati-hati dalam
melakukan perhitungan harga pokok produksi .
Adanya kesalahan dalam klasifikasi dan
pengumpulan biaya produksi tidak menunjukan
keadaan sebenarnya dimana harga pokok produksi
lebih rendah dan ini akan menyebabkan informasi
yang dihasilkan menjadi informasi yang kurang
tepat untuk mengambil keputusan. Setelah
dilakukan pengklasifikasian dan melakukan

DAFTAR PUSTAKA
Adolf Matz dan Milton F. Usry, 1990. Cost
Accounting - Planning and Controll,

48

ISSN: 1979-0759

ILMIAH Volume V No.I1I, 2013

Mahdi Hendrich. Analisis Perhitungan

Cincinnati,
Ohio:
South-Western
Publishing Co.
Mulyadi, 2007. Akuntansi Biaya, Yogyakarta:
Aditya Media
RA. Supriyono, 1999. Akuntansi Biaya,
Yogyakarta: BPFE
RA. Supriyono, 2002. Akuntansi Biaya dan
Akuntansi Manajemen untuk Teknologi
Maju dan Globalisasi, Yogyakarta: BPFE

Ibnu Subiyanto dan Bambang Suripto, 1993.


Akuntansi Biaya, Jakarta: Gunadarma
Bastian Bustami dan Nurlela, 2007, Akuntansi
Biaya Teori dan Aplikasi Graha Ilmu :
Yogyakarta.
Sugiyono 2006.
Metodologi
Penelitian
Bandung : CV Alfabeta
Supranto, J. (2004). Statistik Teori dan Aplikasi.
Jilid 1 Edisi 6. Erlanggga : Jakarta.

49

ISSN: 1979-0759