Anda di halaman 1dari 14

Pembuatan Natrium Tiosulfat

A. JUDUL PERCOBAAN
Pembuatan Natrium Tiosulfat
B. TUJUAN PERCOBAAN
Mepelajari pembuatan garam natrium tiosulfat dan sifat-sifat kimianya.
C. LANDASAN TIORI
Sulfit ,SO32- ,kelarutan hanya sulfit dari logam alkali dan sdari amonium larutan dalam air.
Sulfit dan logam lainnya larut sangat sedikit atau tidak larut. Hidrogen sulfit dari logam alkali
tanah hanya dikenal dalam larutan (vogel, 1985 : 320-321)
Belerang mempunyai kesamaan sifat dengan oksigen antara lain yaitu, kedua membentuk
senyawa ionik dengan logam aktif, dan keduanya membentuk senyawa ionik dengan logam
aktif,dan keduanya membentuk senyawa kovalen seperti H2S dan H2O,CS2,SCl2,dan
Cl2O.Tetapi,beberapa faktor yang membuat berbeda antara lain adalah panjang ikatan kofalen
tunggal O adalah 74 pm dan S adalah 104 pm,elektronegatifitas O adalah 3,5 dan S hanya 2,6
(Sugiarto, 2004 : 221)
Ion tiosulfat mirip dengan ion sulfat kecuali bahwa salah satu oksigen diganti dengan atom
Belerang (tio-merupakan awalan yang berarti belerang). Kedua atom belerang ini mempunyai
lingkungan yang sama sekali berbedatambahan atom belerang bertindak mirip sebagai ion
sulfida. Tingkat oksidasi bagi atom belerang pusat adalah +5, Sedangkan bagi atom belerang
tambahan adalah -1. Natrium tiosulfat pentahidrat dapat diprepasi dengan mudah dengan
mendidikan belerang dalam larutan sulfit menurut persamaan reaksi:
S2O32-(aq)SO32-(aq) + S(s)
Ion tio sulfat tidak stabil oleh pemanasan disproporsionasimenjadi tiga spesies dengan tingkat
oksidasi belerang yang berbeda-beda yaitu sulfat,sulfida,dan belerang menurut persamaan
reaksi :
3Na2 SO4(s) + 4S(s)4Na2 S2O3(s)
Tiosulfat bereaksi dengan asam membentuk endapan kuning belerang dan gas belerang
dioksidasi menurut persamaan reaksi :
H2S2O3(aq) + 2H2O(e)S2O32-(aq) + 2H3O+
H2O(e) + S(s) + S2(g)H2S2O3(aq)
Natrium tio sulfat dalam laboratorium berguna untuk titrasi redoks, misalnya pada iodometri,
yaitu untuk menentukan kadar iodin dalam suatu larutan.(Sugiarto,2004 : 228-229)
Asam tiosulfat tidak stabil pada suhu kamar, Asam ini dipisahkan pada suhu 78oC dari
persamaan reaksi :
H2S2O3SO3 + H2S
Atau dari reaksi
H2S2O3 + HClHO3SCl + H2S
p dari S-OMolekul gas sulfur tioksida SO3 memiliki struktur segitiga datar dapat mengalami
resonansi dengan melibatkan ikatan OOO

SSS
OOOOOO
Adanya orbital P untuk ikatan dan orbital d kosong dari S menyebabkan panjang S-O sangat
pendek yaitu 1,43 A. Ion tio sulfat memiliki struktur [ S SO3 ]2- dengan panjang gelombang
ikatan S-S dan S-O masing-masing 1,99 + 0,10 dan 1,48 + 0,6oA, panjang ikatan S-S mendekati
panjang S-O menunjukkan bahwa dalam ikatan S-S juga terlibat ikatan II (pi). (Tim Dosen
Kimia Anorganik, 2010 : 5).
Tio sulfat, S2O32- kelarutan : kebanyakan tio sulfat yang pernah dibuat, larut dalam air, tio sulfat
dari timbel,perak dan barium larut sedikit sekali.Banyak dari larutan tio sulfat ini larut dalam
larutan Natrium tiosulfat yang berlebih,membuat garam kompleks (vogel, 1985 : 325).
Natrium tiosulfat merupakan garam berhidrat dengan rumus kimia Na2S2O3, 5H2O, padatan
kristal tak berwarna,larut dalam air, dan dapat berfungsi sebagai zat pereduksi. Digunakan untuk
pembuat larutan baku sekunder,v sebagai anti klor (untuk mengganti sisa klor yang dapat
merusak sisa tekstil), da ndalam fotografi/ penyeblonan larutan garam ini dikenal dengan hipo
sebagai fiksir (untuk melarutkan senyawa perak halida). Ti 48oC ; d 1,7 (Mulyono, 2005 : 209).
Dalam bidang kedokteran Natrium tiosulfat digunakan sebagai penangkal keracunan sianida,
tiosulfat bertindak sebagai donor sulfur untuk konvensi sianida tiosianat (yang kemudian dapat
aman dieksresikan dalam urin, dikatalisis oleh enzim rhodanase Natrium tiosulfat juga digunakan
untuk menurunkan kadar klorin dikolam renang dan spa berikut klorinasi super, serta untuk
menghilangkan noda yodium, misalnya setelah ledakan triiode Nitrogen. (Anonim, 2010)
Natrium tiosulfat (Na2S2O3) dapat dibuat dari H2SO4. H2SO4 adalah asam yang sangat penting
digunakan dalam industri kimia. H2SO4 mencair pada suhu 10,5oC membentuk cairan kental.
Asam tiosulfat H2SO3 tidak dapat dibentuk dengan menambahkan asam kedalam tiosulfat
karena pemisahan asam bebas dalam air kedalam campuran S, H2S, H2Sn, SO2 dan H2SO3
H2S2O3H2S + SO3
Garam yang bisa disebut tiosulfat stabil dan berjumlah banyak. Tiosulfat dibuat dengan
memanaskan alkali / larutan sulfat dengan S dan juga dengan mengoksidasi polisulfida dengan
air seperti deaksi berikut :
H2S2O3Na2S2O3 + S
2 H2S2O3 + 2S2 NaS3 + 3O2
Selain itu natrium tiosulfat dapat dibuat dari SO2 dengan reaksi sebagai berikut :
SO3(g)2 SO2 (aq) + O2 (g)
Kemudian direaksikan dengan Na2S3 dan H2O, reaksi :
2 NaHS3 + CO22 SO2 + Na2CO3
Produk ( NaHSO3) direaksikan lagi dengan Na2S3, reaksi :
2 Na2SO3 + CO2 + H2O2 NaHS3 + Na2CO3
Terakhir Na2SO3 direaksikan dengan S dengan bantuan pemanasan, reaksi :
Na2S2O3Na2SO3 + S
(Amonium, 2010 : 1-2 )
D. ALAT DAN BAHAN
a) Alat
1. Tabung reaksi 6 Buah
2. Rak tabung reaksi 1 Buah
3. Gelas ukuran 10 ml 1 Buah

4. Gelas ukuran plastik 50 ml 1 Buah


5. Cawan penguap 1 Buah
6. Alat refluks (labu refluks + pendingin) 1 Set
7. Pengaduk kaca 1 Buah
8. Pipet tetes 4 Buah
9. Pembakar spiritus 1 Buah
10. Penjepit kayu 1 Buah
11. Gelas kimia 100 ml 1 Buah
12. Statif dan klem
13. Botol somprot 1 Buah
14. Corong biasa 1 Buah
15. Kaki tiga, kasa asbes 1 Buah
b) Bahan
1. Larutan Na2S2O3 0,5 M
2. Larutan HCl encer
3. Kristal Na2S2O3 . 5 H2O
4. Serbuk S
5. Na2SO3
6. Larutan I2 0,2 N
7. Aquadest
8. Es batu
9. Tissue
E. PROSEDUR KERJA
1. Pembuatan Natrium tiosulfat pentahidrat
a) Menimbang 25 gram natrium sulfit dan 4 gram serbuk belerang
b) Mencampur natrium sulfit dan serbuk Belerang tersebut ke dalam gelas kimia, ditambahkan
aquadest 15 ml, kemudian diaduk.
c) Memasukkan campuran tersebut ke dalam labu refluks kemudian direfluks selama 1 jam.
d) Menyaring campuran dengan corong biasa selagi masih panas.
e) Menguapkan filtrat yang diperoleh hingga terbentuk kristal.
f) Menimbang kristal yang diperoleh.
2. Mempelajari Sifat kimia natrium tiosulfat
a) Pengaruh pemanasan
Memanaskan 1 gram kristal natrium tiosulfat pentahidrat dalam tabung reaksi.
Mengamati apa yang terjadi
b) Reaksi dengan iod
Melarutkan 1 gram kristal natrium tiosulfat dengan 10 ml dan mereaksikan dengan iod secara
berlebih.
Mengamati yang terjadi.
c) Pengaruh asam encer
Mereaksikan 3 ml larutan natrium tiosulfat dengan asam klorida encer dengan volume yang
sama.
Mengamati isi tabung.
Mencium bau yang ditimbulkan.

F. HASIL PENGAMATAN
a) Pembuatan natrium tiosulfat diaduk pentahidrat
25 g Na2SO3 + 4 g Serbuk Belerang + 15 ml H2O > suspensi berwarna kuning direfluks larutan
disaring filtrat bening diuapkan kristal ditimbang 7,1 gram.
b) Mempelajari sifat kimia natrium tiosulfat
1. Pengaruh pemanasan.
1 g Kristal Na2SO3. 5 H2O dipanaskan meleleh
2. Reaksi dengan iod
larutan bening larutan bening + 2 ml(coklat) I2 1 g Na2SO3 . 5 H2O + 10 ml H2O
3. Pengaruh asam encer
larutan bening + endapan berwarna kuning dan berbau tengik3 ml Na2S2O3 + 3 ml HCl encer
G. ANALISIS DATA
Diketahui :
M Na2SO3 = 25 gram
Mr Na2SO3 = 126 g/mol
M S8 = 4 gram
V H2O = 10 ml
Mr H2O = 18 g/mol
M Na2S2O3 . 5 H2O praktek = 7,2 g
Ditanyakan :
Rendemen Na2S2O3 . 5 H2O =...............?
Penyelesaian :
8 Na2S2O3 . 5 H2O8 Na2SO3 + S8 + 5 H2O
Mol Na2SO3 = Massa
Mr
= 25 gram
126 g/mol
= 0, 1984 mol
Mol S8 = Massa
Mr
= 4 gram
256 g/mol
= 0, 0156 Mol
Mol H2O = Massa
Mr
= 1 g/ml x 10 ml
18 g/mol
= 0,56 mol
Mol Na2S2O3.5H2O = 8/1 x mol S8
= 8 x 0,0156 mol
= 0,1248 mol

Mol Na2S2O3 yang bereaksi = 8 x mol S8


= 8 x 0,0156 mol
= 0,1248 mol
Mol H2O yang bereaksi = 5 x 0,0156 mol
= 0,0780 mol
8 Na2S2O3 . 5 H2O8 Na2SO3 + S8 + 5 H2O
Mula-mula: 0,1948 0,0156 0,56 Bereaksi : 0,1248 0,0156 0,078 0,1248
Sisa : 0,0736 - 0,492 0,1248
Berat teori Na2S2O3. 5 H2O = mol sisa x Mr
= 0,1248 g x 248 g/mol
= 30,950 g
% Rendemen Na2S2O3. 5 H2O = Berat praktek x 100 %
Berat teorig
= 7,1 g x 100 %
30,950 g
= 22,94 %
H. PEMBAHASAN
a. Pembuatan Natrium tiosulfat pentahidrat
Pada percobaan ini Natrium tiosulfat diperoleh dengan mereaksikan antara natrium sulfit
(Na2SO3) dengan Sulfur dalam bentuk S8. Kedua senyawa ini direfluks dengan melarutkannya
dalam air. Sebelum dimasukkan dalam labu refluks kedua senyawa dicampur dan diaduk terlebih
dahulu dengan penambahan air beberapa mililiter sampai terbentuk suspensi, ini dilakukan agar
serbuk sulfur tidak mengapung jika dimasukkan ke dalam labu refluks. Kemudian ditambahkan
batu didih untuk mencegah terjadinya letupan yang besar pada saat pemanasan. Proses refluks
dilakukan pada percobaan ini agar struktur molekul sulfur yang membentuk cincin yang
mengandung 8 atom (S8) dapat diputuskan, sehingga dapaat bereaksi dengan natrium sulfit. Agar
pemutusan cincin S8 ini berlangsung dengan sempurna, maka proses refluks dilakukan selama 1
jam.
Setelah direfluks larutan disaring agar terpisah dari zat pengotornya. Larutan tersebut disaring
dalam keadaan panas untuk mencegah terbentuknya kristal dalam kertas saring. Setelah disaring.
Setelah disaring, filtrat yang diperoleh kemudian diuapkan sampai terbentuk kristal. Proses
penguapan ini untuk menghilangkan molekul air yang bukan pentahidrat. Adapun kristal yang
diperoleh adalah kristal yang berwarna putih, sesuai dengan warna kristal Na2S2O3 yang
sebenarnya. Setelah ditimbang, massa kristal Na2S2O3 yang diperoleh adalah 7,1 gram dengan
rendemen 22,94 %. Nilai rendemen yang diperoleh kecil, karena pada saat pencampuran
Na2SO3 dan S8 dalam gelas kimia tersebut, tidak semuanya masuk ke dalam labu refluks.
Demikian juga pada saat setelah direfluks, dan disaring ke dalam cawan penguap, masih ada
sedikit zat yang tertinggal dalam labu refluks tersebut. Sehingga hanya sedikit kristal yang
diperoleh.
Adapun reaksi yang berlangsung pada pembuatan Na2S2O3 ini adalah :
8 Na2S2O3 + 5 H2O8 Na2SO3 + S8 + 5 H2O
b. Mempelajari sifat natrium tiosulfat
1. Pengaruh pemanasan
Percobaan selanjutnya, yaitu mengetahui pengaruh pemanasan terhadap natrium tiosulfat
pentahidrat. Diperoleh bahwa kristal natrium tiosulfat pentahidrat meleleh jika dipanaskan. Jika

dibandingkan dengan natrium tiosulfat dekahidrat,maka natrium tiosulfat pentahidrat lebih cepat
meleleh karna natrium tiosulfat dekahidrat lebih banyak mengandung air. Tiosulfat disini bersifat
hidroskopis.
Na2S2O3(aq) + 5H2O(e)Na2S2O3 . 5 H2O(s)
Na2S2O3(aq) + 10 H2O(e)Na2S2O3 . 10 H2O(s)
2. Reaksi dengan iod
Kristal Na2S2O3 . 5 H2O yang dilarutkan dengan air, ditambahkan dengan larutan iod berlebih
menghasilkan larutan berwarna bening. Perubahan warna iod ini menunjukkan terjadinya reaksi
redoks :
2 I-Reduksi : I2 + 2 e
S4O62- + 2eOksidasi : 2 S2O32S4O62- + 2I2 S2O32- + I2
2 NaI + Na2S4O6Jadi : 2 Na2S2O3 + I2
Dari reaksi diatas terlihat bahwa natrium tiosulfat mereduksi iod.
3. Pengaruh asam encer
Pada percobaan ini larutan Natrium tiosulfat direaksikan dengan HCl encer menghasilkan larutan
berwarna kuning dengan endapan putih & juga berbau tengik. Adapun reaksinya adalah :
H2S2O3 + 2 NaClNa2S2O3 + 2 HCl
+ H2O + S SO2 H2S2O3
Asam klorida berfungsi untuk menguapkan sulfur dioksida dan mengendapkan sulfur. Itulah
sebabnya pada reaksinya menimbulkan bau tengik yang merupakan gas SO2.
I. Kesimpulan dan Saran
1. Kesimpulan
Natrium tiosulfat pentahidrat dapat dibuat dengan cara mereaksikan natrium sulfit dan belerang
dengan air.
Massa natrium tiosulfat yang diperoleh yaitu 7,1 gram dengan rendemen sebesar 22,94 %
Natrium tiosulfat bersifat hidrokopis.
Ion tiosulfat dapat mereduksi iod membentuk ion tetrationat .
Sulfur dapat dibebaskan dengan penambahan HCl encer pada natrium tiosulfat.
2. Saran
Lebih teliti dalam memperhatikan kebersihan alat yang digunakan.
Pencampuran dan pengadukan natrium tiosulfat dan serbuk belerang dengan air sebaiknya
dilakukan dengan labu refluks, agar semua larutan dapat terpakai dan tidak ada yang tertinggal
jika dilarutkan dulu dalam gelas kimia.
DAFTAR PUSTAKA
Anatomi, 2010. Pembuatan Natrium Tiosulfat online (http://aboutchemistry21.blogspot.com/)
Diakses tanggal April 2010-05-29
Kristian sugiarto, 2004. Kimia anorganik I. Yogyakarta : Jurusan Pendidikan Kimia FMIDA
UNY.
Mulyono, 2005. Kamus Kimia. Bandung : Bumi Aksara.

Tim Dosen Kimia, 2010. Penuntun Praktikum Kimia Anorganik. Makassar : Jurusan FMIPA
UNM.

PEMBUATAN NATRIUM TIOSULFAT


By Faaza

PEMBUATAN NATRIUM TIOSULFAT


1. TUJUAN

Tujuan dilakukannya percobaan ini adalah untuk mempelajari pembuatan garam natrium
tiosulfat dan sifat-sifatnya.
1. LANDASAN TEORI

Natrium banyak ditemukan di bintang-bintang. Garis D pada spektrum matahari sangat jelas.
Natrium juga merupakan elemen terbanyak keempat di bumi, terkandung sebanyak 2.6% di
kerak bumi. Unsur ini merupakan unsur terbanyak dalam grup logam alkali.
Jaman sekarang ini, sodium dibuat secara komersil melalui elektrolisis fusi basah natrium
klorida. Metoda ini lebih murah ketimbang mengelektrolisis natrium hidroksida, seperti yang
pernah digunakan beberapa tahun lalu (Mohsin, http://chem-is-try.org).
Sifat Natrium, seperti unsur radioaktif lainnya, tidak pernah ditemukan tersendiri di alam.
Natrium adalah logam keperak-perakan yang lembut dan mengapung di atas air. Tergantung pada
jumlah oksida dan logam yang terkekspos pada air, natrium dapat terbakar secara spontanitas.
Lazimnya unsur ini tidak terbakar pada suhu dibawah 115 derajat Celcius.
Di antara banyak senyawa-senyawa natrium yang memiliki kepentingan industrial adalah garam
dapur (NaCl), soda abu (Na2CO3), baking soda (NaHCO3), caustic soda (NaOH), Chile salpeter
(NaNO3), di- dan tri-natrium fosfat, natrium tiosulfat (hypo, Na2S2O3 . 5H20) and borax (Na2B4O7
. 10H2O) (Cotton, 1989).
Natrium Tiosulfat berupa hablur besar, tidak berwarna, atau serbuk hablur kasar. Mengkilap
dalam udara lembab dan mekar dalam udara kering pada suhu lebih dari 33C. Larutannya netral
atau basa lemah terhadap lakmus. Sangat mudah larut dalam air dan tidak larut dalam etanol.
Natrium tiosulfat juga berperan sebagai antidot untuk keracunan sianida. Sodium tiosulfat
merupakan donor sulfur yang mengkonversi sianida menjadi bentuk yang lebih nontoksik,

tiosianat, dengan enzyme sulfurtransferase, yaitu rhodanase. Tidak seperti nitrit, tiosianat
merupakan senyawa nontoksik, dan dapat diberikan secara empiris pada keracunan sianida.
Penelitian dengan hewan uji menunjukkan kemampuan sebagai antidot yang lebih baik bila
dikombinasikan dengan hidroksokobalamin (Olson, 2007).
Asam tiosulfat tidak bisa dibentuk dengan menambahkan asam kedalam tiosulfat karena adanya
dekomposisi asam bebas ini di dalam air dalam campuran S, H2S, H2Sn, SO2, dan H2SO4 ini bisa
dibuat dengan menghilangkan air, dalam temperature rendah (-780C).
Dalam campuran garam-garam tiosulfat adalah stabil dan berasam. Tiosulfat dibuat dengan
mendidihkan alkali atau larutan sulfat nitrat dengan S dan juga oksidasi polisulfida dengan
udara .
Natrium tiosulfat (Na2SO3) dapat dibuat dari H2SO4. H2SO4 adalah asam yang sangat penting
yang digunakan dalam induksi kimia. H2SO4 mencair pada suhu 10,50C membentuk cairan
kental. H2SO4 berikatan dengan hydrogen dan tidak bereaksi dengan logam di dalam air untuk
menghasilkan H2. H2SO4 menyerap air dan dapat menghasilkan gas. Ion SO42- adalah tetrahedral,
mempunyai panjang ikatan 1,49 , mempunyai rantai pendek. Ikatan S O memiliki 4 ikatan
antar S dan O dan 2 ikatan yang didelokalisasi S dan 4 atom O. Asam tiosulfat H2SO3 .tidak
dapat dibentuk dengan menambahkan asam ke dalam tiosulfat karena pemisahan asam bebas
dalam air ke dalam campuran S, H2S, H2Sn, SO2 dan H2SO3.
H2S + SO3 H2S2O3
Garam yang biasa disebut tiosulfat stabil dan berjumlah banyak. Tiosulfat dibuat dengan
memanaskan alkali/larutan sulfit dengan S dan juga dengan mengoksidasi polisulfida dengan air
seperti reaksi berikut :
Na2S2O3 + S Na2S2O3
2NaS3 + 3O2 2Na2S2O3 +2S
(Puput, http://aboutchemistry21.blogspot.com)

Gambar Sodium-tiosulfat-2-3-hydrate (Anonim,


http://commons.wikipedia.org)

1. ALAT DAN BAHAN


1. Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah sebagai berikut:

Satu set alat refluks

Hot plate

Labu alas bulat 100 mL

Tabung reaksi 5 buah

Corong

Batang pengaduk

Statif dan klem

Aluminium foil

Cawan petri

Gegep

Cawan penguapan

Pipet ukur 10 mL dan filler


1. Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah sebagai berikut:

Natrium Sulfit

BaCl2.2H2O

HCl 0,01 M

I2 1%

Aquades

Serbuk belerang

1. PROSEDUR KERJA
2. Pembuatan Natrium Tiosulfat

Rendamen = 138,4 %

1. Mempelajari Sifat Natrium Tiosulfat


1. Reaksi dengan iod

- direaksikan dengan 2,5 mL larutan iod

Larutan warna kuning berubah


menjadi bening

1. HASIL PENGAMATAN
2. Pembuatan Natrium tiosulfat

Berat Na2SO3 = 25 g

Berat S

Berat gelas kimia

= 26,93 g

Berat kristal eksperimen

= 2,56 g

= 0,375 g

1. Menghitung Rendamen Na2S2O3

Reaksi

Na2SO3 + S

Na2S2O3

Diketahui

Mr Na2SO3 = 126 g/mol


Ar S

= 32 g/mol

Mr Na2S2O3 = 158 g/mol


Mol Na2SO3 =
=
= 0,1984 mol
Mol S

=
= 0,0117 mol
Pereaksi pembatas adalah S, sebab jika S direaksikan akan habis bereaksi sebanyak 0.0117 mol
maka mol Na2SO3 tersisa adalah 0,1867 mol
Mol S mol Na2S2O3 = 0,0117 mol
Massa teoritis Na2S2O3 = mol x Mr
= 0,0117 mol . 158 g/mol
= 1,8486 g
Massa eksperimen Na2S2O3 = 1,8486 g
Rendamen

=
= 138,4 %

1. Mempelajari sifat natrium tiosulfat

No

Perlakuan

Reaksi dengan iod

Hasil Pengamatan

Larutan warna kuning


berubah menjadi warna
2,5 mL Natriun tiosulfat + 2,5 bening

mL larutan iod

Reaksi : Na2S2O3 + I2
Na2S4O6 + NaI

1. Reaksi reaksi yang terjadi

- S2O3 + I2 2I- + S4O6- Na2S2O3 + I2 Na2S4O6 + NaI

1. PEMBAHASAN

Banyak sekali reaksi yang digunakan dalam analisis anorganik kualitatif melibatkan
pembentukkan endapan. Endapan adalah zat yang memisahkan diri sebagai suatu fase padat
keluar dari larutan. Endapan mungkin berupa kristal (kristalin) atau koloid, dan dapat
dikeluarkan dari larutan dengan penyaringan atau pemusingan (sentrifuge), seperti yang
dilakukan pada percobaan ini yakni pembuatan natrium tiosulfat, dimana natrium tiosulfat ini
dihasilkan dengan mereaksikan Natrium sulfit dengan belerang melalui beberapa tahapan reaksi
sampai akhirnya menghasilkan endapan.
Percobaan ini diawali dengan merefluks natrium sulfit dan belerang dalam sebuah labu alas
bulat, tujuan dari refluks ini yakni untuk mempercepat terjadinya reaksi dan reaksi yang terjadi
dapat maksimal (sempurna), artinya tidak ada volume yang berkurang. Agar diperoleh endapan
maka larutan ini disaring dan filtratnya dipanaskan hingga volumenya menjadi setengah dari
volume awalnya kemudian disaring kembali, dan dibiarkan beberapa menit sehingga diperoleh
endapan yakni natrium tiosulfat. dari percobaan ini diperoleh berat endapan sebesar 1,3386 g
dengan rendamen sebesar 138,4 %. Persen rendamen yang diperoleh ini artinya banyaknya
natrium tiosulfat yang diperoleh pada percobaan ini adalah sebanyak 138,4% dari berat mulamulanya. Kesalahan terjadi akibat penyimpulan endapan yang telah terbentuk, padahal endapan
masih harus direflux karena campuran belum begitu homogen.

Untuk mengetahui bagaimana sifat-sifat dari natrium tiosulfat ini dilakukan beberapa pengujian
yakni reaksi dengan iod, reaksi dengan klor dan pengaruh asam encer. Ketika direaksikan dengan
iod larutan yang tadinya berwarna kuning berubah menjadi bening, hal ini terjadi karena produk
reaksi antara iod dengan natrium tiosianat menghasilkan tetratiosianat (S4O62-) yang tidak
berwarna sehingga larutan yang tadinya berwarna kuning berubah menjadi bening. Warna bening
yang dihasilkan adalah tanda bahwa terbentuknya senyawa NaI.
Natrium tiosulfat ini banyak digunakan dalam fotografi dan digunakan untuk melarutkan perak
yang tidak reaktif dari emulsi dengan pembentukan kompleks [Ag(S2O3)] dan [Ag(S2O3)2]3-,
sehingga natrium tiosulfat ini diproduksi dalam jumlah banyak di pabrik-pabrik.
1. KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pembuatan natrium
tiosulfat dilakukan dengan mereaksikan natrium sulfit dan belerang dengan cara direfluks,
disaring, diuapkan dan dikeringkan sampai terbentuk endapan. Sifat-sifat Natrium tiosulfat
antara lain berwarna bening ketika direaksikan dengan iod.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, http://commons.wikipedia.org)
Cotton dan Wilkinson, 1989, Kimia Anorganik Dasar, Universitas Indonesia Press, Jakarta.

Mohsin, Yulianto, Natrium, http://chem-is-try.org


Olson, 2007, Kimia Farmasi, Erlangga, Jakarta.
(Puput, Pembuatan Natrium Tiosulfat, http://aboutchemistry21.blogspot.com