Anda di halaman 1dari 5

No.

1.

Diagnosa
Kerusakan integritas kulit

Tujuan intervensi
Setelah diberikan askep selama

berhubungan dengan faktor

x24 jam diharapkan integritas Treatment

penyakit (gatal), edema

kulit klien membaik dengan

1. Bersihkan

local, eritema ditandai

KH:

dengan kerusakan lapisan

Tissue Integrity: Skin &

kulit

Mucous membranes

antibacterial yang sesuai.


kembali normal, lesi kulit
2. Taburkan kulit dengan
berkurang dan tidak nampak
bedak yang berisi obat.
eritema
3. Usahakan menahan diri
A: tujuan tercapai sebagian
menggunakan sabung yang
P: lanjutkan intervensi
bersifat
alkali
pada

1. Tekstur kulit kembali


normal (skala 5)
2. Lesi kulit berkurang (skala
5)
3. Tidak nampak eritema
(skala 5)

Intervensi
NIC Label: Skin Care : Topical

berkurang
dengan

sabun O: tekstur kulit nampak

permukaan kulit.
4. Gunakan antibiotic topical
pada area yang terjangkit
yang sesuai.
5. Gunakan obat topical anti
inflamasi pada area kulit
yang terjangkit yang sesuai.
6. Lakukan pemeriksaan pada
kulit yang dapat berisiko
terjadi gangguan setiap hari.

NIC Label :Skin Surveillance


1. Observasi dari ekstremitas
seperti

Evaluasi
S: klien mengatakan gatalnya

warna,

hangat,

bengkak,

nadi,

tekstur,

edema, atau lesi.


2. Monitor area kulit dari
kemerahan dan gangguan.
3. Monitor bila
terdapat
infeksi, terutama pada area
yang

terdapat

pembengkakan.
4. Instruksikan

anggota

keluarga tentang tanda dari


gangguan
sesuai.
5. Catat bila

kulit
kulit

yang
atau

membrane mukosa terjadi


perubahan.
2.

Resiko infeksi berhubungan

Setelah diberikan askep selama

Infection Control:

S : klien mengatakan mau

dengan pertahanan tubuh

x 24 jam diharapkan tidak

1. Kolaborasi pemberian

melakukan perubahan gaya

primer yang tidak adekuat

terjadi infeksi dengan KH:

antimicrobial pada kulit

hidup yang dapat

(integritas kulit tidak utuh)

Risk Control:

klien

mengurangi infeksi

1. Klien dapat melakukan


perubahan gaya hidup yang
dapat mengurangi infeksi
(skala 5)

2. Kolaborasi pemberian nutrisi


seimbang
3. Ajarkan klien dan keluarga
mengenai tanda dan gejala

O : tidak ada tanda-tanda


infeksi
A: tujuan tercapai sebagian
P: lanjutkan intervensi

infeksi serta faktor-faktor


Wound Healing : Primary

yang dapat menimbulkan

Intention

infeksi

1. Tidak ada tanda-tanda


infeksi (skala 5)
2. Tidak terjadi pemanjangan
waktu pada proses

Wound Care
1. Lakukan perawatan luka
dengan teknik steril

penyembuhan luka (skala 5) 2. Pantau adanya tanda-tanda


infeksi
3.

Gangguan Rasa Nyaman

Setelah diberikan askep selama

Pruritus Management:

S: klien mengatakan rasa

berhubungan dengan gejala

x 24 jam diharapkan rasa

1. Identifikasi riwayat alergi

gatalnya berkurang

terkait penyakit (rasa gatal)

nyaman klien meningkat

yang dimiliki klien yang

O: klien tidak tampak

ditandai dengan melaporkan

dengan KH:

dapat menimbulkan pruritus

menggaruk bagian tubuh

rasa gatal

Allergic Response Localized:

2. Pantau reaksi alergi yang

1. Tidak ada rasa gatal yang

mungkin muncul setelah

A: tujuan tercapai sebagian

pemberian terapi.

P: lanjutkan intervensi

terlokalisasi (skala 5)

3. Kolaborasi pemberian terapi


untuk meminimalisasi
pruritus (antihistamin, opiate
antagonis)
4. Anjurkan klien untuk
menghindari bahan-bahan

yang gatal

yang bersifat allergen


4.

Gangguan citra tubuh

Setelah diberikan askep selama

Coping Enhancement:

S: klien mengatakan tidak

berhubungan dengan

x 24 jam diharapkan terjadi

1. Tunjukkan sikap menerima

malu lagi dengan keadaannya

penyakit (adanya eritema,

perubahan pandangan klien

giant urticaria, dan edema

terhadap dirinya dengan KH:

local) ditandai dengan

Self esteem:

respon positif dari orang lain

mengalami urtikaria menjadi

verbalisasi perasaan yang

1. Verbalisasi penerimaan

terhadap dirinya

lebih positif dan sering

mencerminkan perubahan

terhadap keadaan saat ini

pandangan tentang tubuh

(skala 5)

individu (penampilan)

2. Mampu menerima kritik


yang membangung (skala 5)

terhadap kondisi klien


2. Bantu klien menganalisis

3. Bantu klien terlibat dalam


kelompok yang telah berhasil
menghadapi situasi seperti
yang sedang dihadapi klien
Body Image Enhancement:
1. Bantu klien dalam
mendiskusikan perubahan
yang terjadi akibat
penyakitnya
2. Monitor frekuensi klien
mengritik dirinya
3. Bantu klien mengidentifikasi
bagian tubuhnya yang
memiliki kelebihan

O: klien tampak menyentuh


bagian tubuh yang

A: tujuan tercapai sebagian


P: lanjutkan intervensi

4. Bantu klien
mengorientasikan diri
terhadap kelebihan yang
dimiliki