Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH DASAR- DASAR PEMULIAAN TANAMAN

REKOMBINASI (HIBRIDISASI)

Disusun Oleh :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Falikhatul Ibriza
Sunyi Rahastiningrum
Deborah Gita Sakinah
Ari Murti Ahmadi
Linda Kartika Dewi
Fathiya Suryaning R.

(13125)
(13155)
(13356)
(13388)
(13393)
(13507)

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2015

BAB I
PENDAHULUAN
Rekombinasi DNA adalah proses penggabungan DNA-DNA dari sumber
yang berbeda. Tujuannya adalah untuk menyambungkan gen yang ada di dalamnya. Oleh
karena itu, rekombinasi DNA disebut juga rekombinasi gen. Rekombinasi DNAdapat
dilakukan karena alasan struktur DNA setiap spesies makhluk hidup sama dan DNA dapat
disambungkan. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan tersebut, muncullah ilmu yang
mempelajari mengenai pembentukan kombinasi materi genetik yang baru dengan cara
penyisipan molekul DNA ke dalam suatu vektor sehingga memungkinkannya untuk
terintegrasi dan mengalami perbanyakan dalam suatu sel organisme lain yang berperan
sebagai sel inang yang dikenal sebagai teknologi DNA rekombinan atau biasa disebut
rekayasa genetika. Teknologi ini memungkinkan diperolehnya suatu produk dengan sifat
tertentu dalam waktu lebih cepat dan jumlah lebih besar daripada produksi secara
konvensional serta memadukan sifat dari dua jenis organisme yang berbeda (organisme
transgenik) dan lain-lain.
Hibridisasi merupakan suatu perkawinan silang antara berbagai jenis spesies pada
setiap tanaman. Yang mempunyai tujuan untuk memperoleh organisme dengan sifat-sifat
yang diinginkan dan dapat bervariasi jenisnya. Pada peristiwa hibridisasi akan memperoleh
kombinasi genetik yang diperoleh melalui persilangan dua atau lebih tetua yang berbeda
genotipnya. Emaskulasi atau sering disebut kastrasi merupakan pengambilan tepung sari pada
kelamin jantan agar tidak terjadi penyerbukan sendiri. Dalam proses pengambilan tepung sari
tersebut dilakukan pada saat sebelum kepala putik masak agar lebih menjaga dan
memperkecil kemungkinan terjadinya penyerbukan. Dalam dunia pertanian dan dalam sub
ilmu pemuliaan tanaman khususnya ada yang di namakan dengan kastrasi dan hibridisasi
tanaman, kastrasi dan hibridisasi adalah teknik yang digunakan oleh para pemulia yaitu orang
yang berusaha untuk memperbanyak tanaman dalam lingkup pemuliaan tanaman untuk
meningkatkan produktifitas dari tanaman yang dimuliakan, kastrasi disini merupakan proses
untuk menghilangkan kelamin jantan dari suatu bunga pada tanaman untuk menghindari atau
mencegah terjadinya penyerbukkan sendiri. Kastrasi digunakan agar tanaman itu tidak
menyerbuk sendiri, jika suatu tanaman menyerbuk sendiri secara terus menerus mungkin dari
filal juga tidak bisa optimal dalam hal produksinya.

BAB II
PEMBAHASAN
2. 1 Pengertian rekombinasi genetik
Rekombinasi genetik adalah proses pertukaran elemen genetik yang dapat
terjadiantara untaian DNA yang berlainan (interstrand), atau antara bagian-bagian gen yang
terletakdalam satu untaian DNA (intrastrand). Dalam pengertian yang lebih sederhana,
rekombinasi genetik didefinisikan menjadi penggabungan gen dari satu atau lebih sel ke sel
target. Sel yang disisipi atau dimasuki gen dari luar atau dari sel lain disebut biakan
rekombinan. Penyusunan kembali informasi genetik dalam dan antara molekul DNA yang
meliputi berbagai macam proses yang terletak secara kolektif dibawah rekombinasi
genetik (Warianto, 2011). Fungsi dari rekombinasi genetik bervariasi tergantung
mekanismenya. Beberapafungsi rekombinasi genetikadalah memelihara perbedaan genetik,
sistem perbaikan DNAkhusus, regulasi ekspresi gen tertentu, dan penyusunan kembali
genetik yang diprogramselama perkembangan.
2.1.1 Tipe rekombinasi genetik
Secara garis besar ada tiga tipe rekombinasi genetik yang sudah banyak diketahui,
yaitu (1) rekombinasi homolog/ umum, (2) rekombinasi khusus (site-specific rekombination),
dan (3) rekombinasi transposisi/ replikatif. Rekombinasi homolog menyebabkan
terjadinya pertukaran antarmolekul DNA yang merupakan homologi urutan nukleotida cukup
besar. Ciri khusus rekombinasi homolog adalah bahwa proses tersebut dapat terjadi setiap
titik di daerah homologi. Rekombinasi terjadi melalui tahap pemotongan untaian DNA yang
kemudian diikuti dengan proses penggabungan kembali. Rekombinasi antar kromosom
melibatkan proses pertukaran secara fisik antara bagian-bagian kromosom.
Proses rekombinasi terjadi secara akurat sehingga tidak ada satupun pasangan basa
nukleotida yang hilang atau ditambahkan ke dalam kromosom rekombinan. Proses pertukaran
tersebut menyebabkan terbentuknya struktur yang dapat terlihat sebagai kiasma (chiasma)
pada waktu meiosis. Kiasma merupakan tempat pemotongan dan penggabungan kembali
untai DNA, yaitu ketika dua kromatid yang berbeda (non-sister chromatids) terpotong dan
tergabungkan satu sama lain. Rekombinasi homolog dimulai ketika dua kromosom homolog
terletak berdekatan satu sama lain sehingga urutan nukleotida yang homolog dapat
dipertukarkan.
Kontak
antara
dua
pasang
kromosom
tersebut,
disebut sebagai proses sinapsis, terjadi pada awal meiosis yaitu pada profase. Contohnya
adalah organisme transgenik. Organisme transgenik adalah oraganisme yang mendapat
pindahan gen dari organisme lain. Gen yang ditransfer dapat berasal dari jenis (spesies) lain
seperti bakteri, virus, hewan, dan tanaman lain. Tujuan memindahkan gen tersebut
mendapatkan orgnisme baru yang memiliki sifat lebih baik (Warianto, 2011).
Rekombinasi genetik homolog melibatkan pertukaran genetik antara dua molekul
DNA (atau segmen molekul yang sama) yang mendiami wilayah yang luas dengan susunan
homolog. Susunan basa yang sebenarnya pada DNA tidak sesuai sepanjang susunan dua
DNA yang sama. Daerah rekombinasi khusus berbeda dalam hal pertukaran yang
hanyaterjadi pada susunan DNA yang terdefinisi. Perubahan DNA adalah berbeda dalam hal
perubahan ini melibatkan segment pendek DNA dengan kapasitas yang luar biasa

untuk berpindah dari satu lokasi kromosom ke lokasi yang lain. Pembahasan dari mekanisme
rekombinasi harus selalu menyertakan stuktur DNA yang luar biasa. Pada rekombinasi
genetik homolog, dua molekul DNA berinteraksi dan meluruskan susunannya yang
sama pada beberapa tahapan reaksi. Proses pelurusan ini bisa melibatkan formasi DNA
menengah baru lima tiga atau bahkan empat strand dilepaskan.
Cabang struktur DNA juga ditemukan sebagai rekombinan menengah. Pertukaran informasi
antara dua makromolekul helix besar sering melibatkan jalinan strand kompleks (Warianto,
2011).
2.1.2 Fungsi rekombinasi genetik
Fungsi dari rekombinasi genetik bervariasi tergantung mekanismenya. Beberapa
fungsi rekombinasi genetik adalah memelihara perbedaan genetik, sistem perbaikan DNA
khusus, regulasi ekspresi gen tertentu, dan penyusunan kembali genetik yang diprogram
selama perkembangan.
2.1.3 Teknik DNA rekombinan
Teknik DNA rekombinan adalah gabungan beberapa teknik yang sangat berguna
dalam bioteknologi khususnya untuk menggabungkan suatu potongan DNA dari suatu
organisme pada DNA organisma lain. Beberapa teknik yang sangat penting dalam teknik
DNA rekombinan adalah:
1) teknik memotong DNA pada posisi tertentu dengan bantuan enzim endonuklease restriksi
2) teknik menyambung DNA dengan bantuan enzim ligase DNA
3) Teknik mengurut basa DNA secara cepat
4) teknik hibridisasi asam nukleat
5) teknik kloning DNA
6) rekayasa genetik
Enzim DNAse restriksi atau lebih sering disebut dengan enzim restriksi adalah suatu
enzim yang memotong DNA untai ganda pada urutan basa tertentu yang dikenali. Saat ini
sudah ratusan enzim restriksi berhasil diisolasi. Hasil potongan suatu enzim ristriksi bisa
tidak rata atau rata. Di dalam sel enzim ini berfungsi menghancurkan DNA asing yang masuk
pada suatu organisme. Perbedaan enzim ini dengan enzim DNAse adalah potongan hasil
enzim restriksi merupakan potongan DNA sedangkan hasil kerja DNAse adalah
mononukleotida dan potongan-potongan DNA hasil enzim restriksi masih mungkin
bergabung kembali dengan bantuan enzim ligase, sedangkan hasil potongan DNAse tridak
bisa bergabung kembali walau dibantu dengan enzim ligase.

2.2. Pengertian hibridisasi


Hibridisasi adalah perkawinan antara berbagai sepesies, suku, ras atau varietas
tumbuhan yang bertujuan memperoleh organisme yang diinginkan (Tanto, 2002).hibridisasi
adalah proses penyilangan untuk menghasilkan varietas baru. Persilangan dilakukan dengan
cara menyilangkan tetua terpilih sebagai tetua jantan atau betina, secara acak maupun
resiprok, dan persilangan dilakukan interspesific maupun intergenerik. Tujuan hibridisasi
memperoleh kombinasi genetik yang diinginkan melalui persilangan dua atau lebih tetua
yang berbeda genotipenya.
2.2.1 Tahap yang dilakukan saat hibridisasi
Persiapan yang dilakukan untuk hibridasi yang pertama adalah penentuan induk/tetua
jantan dan betina. Pemilihan tetua tergantung pada sifat unggul yang diinginkan, kualitatif
atau kuantitatif.Sifat kualitatif lebih mudah diseleksi, gen sederhana (monogenik). Perbedaan
phenotipa adalah perbedaan gen pengendali,pengaruh lingkungan kecil, contohnya warna
bunga. Sifat kuantitatif adalah seleksi tidak mudah dilakukan, gen kompleks
(poligenik),pengaruh lingkungan besar. Contoh : hasil tanaman. Diperlukan lebih banyak
tetua sebagai sumber gen.
Emanskulasi adalah pengambilan kepala sari dari tetua betina untuk mencegah masuknya
polen sendiri atau polen asing. Sehingga perlu mengetahui biologi bunga (morfologi dan saat
anthesis). Isolasi dimaksudkan untuk mencegah terjadinya penyerbukan dari bunga lain yang
bukan kita harapkan, sehingga bunga betina dan bunga jantan tidak akan melakukan polinasi
sampai kita yang melakukannya, karena kondisinya yang terkurang. Polinasi adalah
pemindahan polen keatas putik.
2.2.2. Faktor yang Mempengaruhi Hibridisasi
Tanaman atau tetua yang sehat untuk dilakukan hibridisasi merupakan faktor yang
sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu hibridisasi. Jika tanaman yang terserang
penyakit maka akan berdampak pada hasil yang kurang baik. Tanaman yang sangat cocok
digunakan adalah tanaman yang bebas dari penyakit serta kontaminasi hama serta sesuai
dengan tingkat keunggulan lainnya dari breeder. Pengetahuan tentang morfologi dan metode
reproduksi tanaman, waktu tanaman berbunga (waktu bunga mekar), dan keadaan cuaca saat
penyerbukan juga penting karena lingkungan yang kurang sesuai dan tidak terkontrol
berdampak pada hasil yang kurang baik, jika tanaman yang digunakan dalam hibridisasi
adalah tanaman dataran tinggi maka lingkungan yang cocok adalah dingin sehingga apabila
diletakkan di daerah panas maka tanaman tersebut akan mati/tidak cocok dan sebaliknya.
Selain itu, pada saat persiapan jantan maupun tetua betina harus melihat serta melakukan
penyerbukan keadaan waktu yang cocok antara pagi atau sore hari.
Sebaiknya sebelum kita melakukan hibridisasi kita harus memiliki kemampuan dalam
proses hibridisasi setidaknya kita memiliki pengetahuan tenatang hal tersebut. Selain itu
seorang breeder harus memiliki seni dan kesabaran yang tinggi, sehingga apabila seorang
breeder tidak memiliki seni maka tidak akan memiliki kekreatifan untuk menciptakan bentuk
baru suatu tanaman/hasil hibridisasi. Dan yang terakhir harus memiliki sifat sabar, karena

karena apabila tidak memiliki kesabarna maka tidak akan memberikan hasil hibridisasi yang
diinginkan. Hibridisasi adalah proses penyilangan untuk menghasilkan varietas baru.
Persilangan dilakukan dengan cara menyilangkan tetua terpilih sebagai tetua jantan atau
betina, secara acak maupun resiprok, dan persilangan dilakukan interspesifik maupun
intergenerik (Lukianisa,2011).

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
1. Rekombinasi genetik adalah proses pertukaran elemen genetik yang dapat terjadi
antara untaian DNA yang berlainan (interstrand), atau antara bagian-bagian gen yang
terletak dalam satu untaian DNA (intrastrand). Ada tiga tipe rekombinasi genetik yang
sudah banyak diketahui, yaitu (1) rekombinasi homolog/ umum, (2) rekombinasi
khusus (site-specific rekombination), dan (3) rekombinasi transposisi/replikatif.
Fungsi rekombinasi genetik adalah memelihara perbedaan genetik, sistem perbaikan
DNA khusus, regulasi ekspresi gen tertentu, dan penyusunan kembali genetik yang
diprogram selama perkembangan.
2. Hibridisasi adalah perkawinan antara berbagai sepesies, suku, ras atau varietas
tumbuhan yang bertujuan memperoleh organisme yang diinginkan. Tahapan proses
hibridisasi adalah penentuan induk/tetua jantan dan betina dan emaskulasi, yaitu
isolasi, pengumpulan dan penyimpanan serbuk sari pada induk jantan, polinasi, dan
penutupan bunga.Tanaman atau tetua yang sehat untuk dilakukan hibridisasi,
pengetahuan tentang morfologi dan metode reproduksi tanaman, waktu tanaman
berbunga (waktu bunga mekar), dan keadaan cuaca saat penyerbukanmerupakan
faktor yang sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu hibridisasi.

DAFTAR PUSTAKA
Craig, N.L. (1988) The mechanism of conservativi site-specific reaombination. Annu. Rev,
Genet. 22 77-105.
Kucherlapati, R. & Smith, G.R. (eds) (1988) Ge-netic Recombination, American Society of
Microbiology, Washington, DC.
Prasetyo, Muhlas, 2009, Hibridisasi. Universitas Jember. Jember.
Tanto. 2002. Pemuliaan Tanaman dengan Hibridisasi (Allogam). Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada.
Warianto, Chaidar. 2011. Rekombinasi Genetik.