Anda di halaman 1dari 12

PROPOSAL

TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK (TAK)


SOSIALISASI PADA LANSIA

A. TOPIK
Role play tentang dampak positif dan negatif dari personal hygine pada lansia.
B. TUJUAN
1. Tujuan umum :
Agar lansia memahami dampak positif dan negatif dari personal hygine.
2. Tujuan khusus:
a.

Klien mampu memahami tentang personal hygine.

b.

Klien mengerti tentang manfaat personal hygine.

c.

Klien mampu menerapkan personal hygine yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

d.

Klien mampu mempertahankan personal hygine yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

C. Konsep R.O.M
R.O.M merupakan latihan gerak isotonik (terjadi kontraksi dan pergerakan otot) yang
dilakukan klien dengan menggerakan persendian-persendian tubuh manusia sesuai dengan
rentang gerak masing-masing.
Tujuan :
-

Latihan ini dapat mempertahankan atau meningkatkan kekuatan dan kelenturan otot

Mempertahankan fungsi kardiorespiratori

Mencegah kontraktur dan kekakuan pada persendian

Prosedur pelaksanaan :
Perawat memberikan bimbingan dan intruksi atau motivasi pada klien untuk menggerakan
persendian tubuh sesuai dengan rentang geraknya masing-masing

Prosedur :
a.

Gerakan bahu

lexi dan extensikan bahu.


Gerakan lengan keatas menuju kepala tempat tidur. Kembalikan keposisi sebelumnya

Abduksikan bahu
Gerakan lengan klien keatas tubuhnya sampai tangan bersangkutan menyentuh tangan
pada sisi disebelahnya.

b.

Rotasikan bahu internal dan ekternal


Gerakan siku

Fleksikan dan ektensikan siku


Bengkokan siku hingga jari-jari tangan menyentuh dagu dan luruskan kembali
ketempat semula.

Pronasi dan supinasikan siku


Genggam tanggan klien seperti orang yang berjabat tangan dan putar telapak tangan
klien kebawah dan keatas, pastikan hanya terjadi pergerakan siku, bukan bahu.

c.

Gerakan pergelangan tangan

Fleksi pergelangan tangan

Genggam telapak dengan satu tangan, tangan yang lainnya menyangga lengan bawah
dan bengkokkan pergelangan depan

Ektensikan pergelangan tanggan

Dari posisi fleksi, tegakan kembali pergelangan tangan keposisi semula

Fleksi radial ( Abdukasi)

Benggkokkan pergelangan tangan secara lateral menuju ibu jari

Fleksi ulnar/ulnar deviation (adduksi)

Bengkokan pergelangan tangan secara lateral kearah jari kelima.

d.

Gerakan jari-jari tangan

Flexi

Bengkokan jari-jari tangan dan ibu jari ke arah telapak tangan (tangan menggenggam)

Ekstensi

Bengkokan jari-jari tangan kebelakang sejauh mungkin

Abdukasi

Buka dan pisahkan jari-jari tangan

Adduksi

Dari posisi abdukasi,kmbalikan keposisi semula

Oposisi

Sentuhkan masing-masing jari tangan depan ibu jari


e.

Gerakan telapak kaki dan pergelangan kaki

Flexi dan ekstensikan jari-jari kaki


Letakkan satu tangan pada punggung kaki klien dan tangan yang lainnya di atas dagu
klien,gerakan kepala ke depan sampai menyentuh dada kemudian kembalikan ke
posisisi semula tampa di sangga oleh bantal.

Inversi dan eversi telapak kaki


Letakkan satu tangan dibawah tumit,dan tangan yang lainnya di atas punggung kaki
dan putar telapak kaki ke kedalam,kemudian keluar.

g.

Gerakan leher

Ambil bantal di bawah kepala klien

Flexi dan ekstensi leher


Gerakan kepala ke depan sampai menyentuh dada,kemudian kembalikan ke posisi semula
tanpa di sangga oleh bantal.

Flexi lateral leher


Letakkan ke dua tangan pada pipi klien dan gerakan kepala klien ke arah kanan dan kiri.

h.

Gerakan hiperekstensi

Bantu klien untuk berubah pada posisi pronasi di sisi tempat tidur dekat dengan perawat.

Hiperekstensi leher
Letakkan satu tangan di atas bahu klien dan tangan yang lainnya di bawah siku klien
kemudian tarik lengan atas ke atas dan kebelakang.

Hiperekstensi pinggul
Letakkan satu tangan di atas pinggul.tangan yang lain menyangka kaki bagian bawah
kemudian gerakan kaki ke belakang dari persendian pinggul.

Terapi Aktivitas Kelompok sering dipakai sebagai terapi tambahan. Sejalan dengan hal
tersebut, maka Lancaster mengemukakan beberapa aktifitas yang dilakukan pada TAK, yaitu
menggambar, mendengarkan musik, mempersiapkan meja makan, dan kegiatan sehari- hari
yang lain. Wilson dan Kneisl 1992 menyatakan bahwa TAK adalah manual, rekreasi dan
tehnik kreatif untuk menfasilitasi pengalaman seseorang serta meningkatkan respon sosial
diri dan harga diri. Aktifitas yang digunakan sebagai terapi di dalam kelompok, yaitu
membaca puisi, seni, musik, menari, literatur.
Terapi aktifitas kelompok dibagi menjadi empat, yaitu terapi aktifitas kelompok stimulasi
kognitif atau persepsi, terapi aktifitas kelompok stimulasi sensorik, terapi aktifitas simulasi
realita, dan terapi aktifitas kelompok sosialisasi..
Terapi aktifitas kelompok orientasi realitas adalah di orientasikan pada kenyataan yang
ada di sekitar klien,yaitu diri sendiri,orang lain yang ada di sekeliling klien atau orang yang
dekat dengan klien,dan lingkungan yang mempunyai hubungan dengan klien.Demikian pula
dengan orientasi waktu saat ini,waktu yang lalu,dan rencana kedepan.Aktifitas dapat berupa :
orientasi orang,waktu,tempat,benda yang ada di sekitar,dan semua kondisi nyata.
a. Tujuan
1). Tujuan Umum : Klien dapat meningkatkan personal hygien yang baik dalam kehidupan
sehari-hari.
2). Tujuan Khusus :
a. Klien mampu memahami personal hygien
b. Klien mengerti tentang manfaat personal hygien
c. Klien mampu menerapkan personal hygien yang baik dalam kehidupaan sehari-hari
d. Klien mampu mempertahankan personal hygien yang telah di terapkan

b. Aktifitas dan Indikasi


Aktifitas TAK dilakukan untuk melatih kemampuan personal hygien klien.klien yang
mempunyai indikasi TAK adalah klien dengan :
1 ) Klien dengan personal hygien yang tidak baik
2 ) Klien yang mengalami gangguan kesehatan akibat dari personal hygien yang tidak
Baik.

D. KLIEN
1. Karakteristik / kriteria
a. Klien dapat diajak berkerja sama
b. Klien dapat berkonsentrasi kurang lebih 45 menit
2. Proses seleksi
-

Pengkajian oleh mahasiswa

Penyeleksian klien sesuai kriteria

Klien tidak disorientasi

Sehat fisik, kooperatif dan dapat memahami pesan yang diberikan

Mengklasifikasi klien dan bekerja sama dengan perawat ruangan

Mengadakan kontrak dengan klien

PENGORGANISASIAN
1. Waktu
a) Hari/ tanggal

b) Waktu

c) Tempat

2. Tim Terapis
a) Setting : Peserta dan terapis duduk bersama dalam lingkaran dan keadaan ruangan tenang

Tim tearapis dan uraian tugas


Leader :
a. Menyusun rencana TAK
b. Mengarahkan kelompok sesuai tujuan
c. Memfasilitasi anggota untuk mengekpresikan perasaan, pendapatan dan memberikan
umpan balik
d. Role play
e. Mengkaji hambatan dalam kelompok
f. Mengkaji komplik interpersonal

g. Mengkaji sejauh mana anggota kelompok mengerti dan melaksanakan kegiatan


Co leader :
a. Pembantu pemimpin kelompok
b. Membantu mengorganisir anggota kelompok
c. Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader tentang aktifitas klien
d. Mengingatkan leader jika kegiatan menyimpang
e. Mengingatkan leader tentang waktu

Fasilitator :
a. Membantu

leader

memfasilitasi

anggota

untuk

berperan

aktif

dalam

mengkonsentransikan anggota kelompok untuk ikut dan fokus pada arahan yang
diarahkan oleh leader.
b. Membantu memotifasi dalam kelompok agar ikut dalam kegiatan.
c. Berperan sebagai role model bagi klien selama kegiatan berlangsung
-

Mempertahankan kehadiran peserta :

Selama kegiatan TAK berlangsung kurang lebih 45 menit.

d. Peserta yang ingin kebelakang untuk izin dan kembali ke kelompok awal.
Observer :
a. Mengobservasi respon klien
b. Mengobservasi pelaksanaan TAK
c. Mengobservasi jalannya/proses TAK
d. Mencatat perilaku verbal dan non verbal klien selama kegiatan berlangsung.

3. Metode
a. Diskusi dan tanya jawab
b. Bermain peran / simulasi dan latihan
4. Alat
a. Tape recorder
b. Kaset atau musik
c. Spidol
d. Kertas

e. Papan nama ( berwarna )

F. PROSES PELAKSANAAN
1.

Persiapan

a)

Membuat kontrak dengan klien

b)

Mempersiapkan alat dan tempat

2.
a

Orientasi
Salam terapieutik

1)

Salam dari terapis kepada klien

2)

Klien dan terapis pakai papan nama

Evaluasi/validasi

1)

Terapis menanyakan keadaan klien saat ini

2)

Terapis menanyakan apakah telah menerapkan personal hygien yang baik dalam

kehidupan sehari-hari.
c

Kontrak

1)

Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu berkenalan dengan anggota kelompok

2)

Menjelaskan aturan main, yaitu :

a)

Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus minta izin kepada terapis.

b)

Lama kegiatan 40 menit

c)

Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai

3. Tahap kerja
a.

Terapis membagi anggota menjadi 2 kelompok kecil ( kelompok A dan B ) dimana

kelompok A memegang kegiatan role play yang di peran kan oleh mahasiswa yarsi dan
kelompok B yang akan dilakukan terapis.
b.

Hidupkan tape recorder lalu leder membacakan prolog dan role play di mainkan.

c.

Setelah role play berakhir tanyakan pada kelompok B tentang makna dan arti dari role

play yang telah di sajikan.

d.

Fasilitator berperan dalam membantu dan mengarahkan klien tentang makna dan arti

dari role play tersebut.


e.

Berikan pujian untuk setia jawaban anggota kelompok dengan memberi tepuk tangan.

f.

Apabila anggota kelompok tidak dapat menjelaskan makna dan arti dari role play,maka

akan mendapatkan sangsi ( menynyi atau sesuai dengan hobi klien )


g.

Beri pujian untuk setiap keberhasilan untuk anggota kelompok dengan memberi tepuk

tangan.
4. Teminasi
a.

Evaluasi

1)

Terapis menanyakan perasaan klien setelah selesai mengikuti TAK.

2)

Memberi pujian atas keberhasilan kelompok.

b.

Tindak lanjut

1)

Menganjurkan anggota terapis untuk menerapkan personal hygien yang baik.

2)

Memasukkan kegiatan untuk saling mengingatkan antar klienn untuk selalu menjaga

kebersihan diri setiap harinya.


c.
1)

Kontrak yang akan datang


Menyepakati kegiatan berikutnya yaitu, dengan bercakap-cakap tetang kebersihan

diri dan lingkungan.


2)

G.

Menyepakati waktu dan tempat.

FORMAT EVALUASI
Terlampir

FORMAT EVALUASI
TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK
SOSIALISASI ( TAK ) PADA LANSIA
Nama
No
1

Aspek yang dinilai

Suandi

Adullah Maria

Menyebutkan identitas
( Nama lengkap, Nama
panggilan dan asal )
pada anggota
kelompok.

Mampu menyebutkan
manfaat dari
pergerakan sendi

Mampu mengikuti
gerakan sendi yang di
peragakan

Mampu mmengingat
kembali manfaat dari
pergerakan sendi
FORMAT EVALUASI

Artisa

Yulianti

Nyek
Hiong

Kriteria evaluasi :
Angka 4

: melaksanakan sendiri dengan lancar dan baik

Angka 3

: melaksanakan sendiri dengan baik

Angka 2

: melaksanakan dengan baik dibawah bimbingan

Angka 1

: melaksanakan dengan bimbingan tapi masih ada kesalahan

Angka 0

: tidak dapat melaksanakan

Evaluasi kelompok
Kelemahan :
-

Kegiatan terlalu monoton.

Tidak mengefisienkan waktu sebaik mungkin.

Ada seorang klien yang tidak mengikuti TAK sampai selesai

Klien terlalu sering pindah pindah sehingga klien mudah lelah.

Kelebihan :
-

Klien sangat berpartisipasi dengan kegiatan dengan baik.

Kerja sama kelompok sudah baik.

Kegiatan sudah cukup bagus.

PENGORGANISASIAN TAK

Leader

Co.Leader

Observer

Peserta

D. sasaran dan sumber pembelajaran


- Media : Tim Role Play,acsesoris yang di gunakan,tape recorder dan papan nama
- sumber: - Alimul hidayat,A.Aziz dkk,2004.kebutuhan Dasar Manusia.jakarta : EGC
- Dani,cecep.2007.Sanita Tempat-Tempat Umum.pontianak.
- Soemijat.juli,1994.Kesehatan Lingkungan.Yogyakarta:Gajah Mada
University Press.