Anda di halaman 1dari 31

TUGAS PETROLOGI

BATUAN BEKU PLUTONIK DAN BATUAN BEKU VULKANIK

DISUSUN OLEH:
NAMA:GANESHA KHRISMARDIYANA
NIM:410013061
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL
YOGYAKARTA
2014

BAB I
PENDAHULUAN

1.MAGMA

Pengertian Magma

Magma adalah cairan atau larutan sillikat pijar yang terbentuk secara alamiah, bersifat mudah
bergerak (mobile), bersuhu antara 900-11000C dan berasal atau terbentuk dari kerak bumi bagian
bawah hingga selubung bagian atas.
Kalau batasan diatas adalah berdasarkan sifat fisik magma, maka secara kimia-fisika magma
adalah sistem komponen ganda (multi component system) dengan fasa cairan dan sejumlah
Kristal yang mengapung di dalamnya sebagai komponen utama, disamping fasa gas pada
keadaan tertentu. Beberapa batasan dan hipotesis magma telah diberikan oleh para ahli seperti
Grout (1947), Turner & Verhoogen (1960), Taneda (1970) dll.
Hipotesis magma primer menurut Daly(1933).
1.

Magma yang terisolasi pada earth-shell, bersifat heterogen dan dapat dianggap mewarisi

keadaan bumi semula. Kemudian adanya pengaruh tekanan relief yang memadai akan
menghasilkan apa yang disebut liqua faction secara setempat dan berasal dari bahan habluran.
Pencairan batuan dapat dipengaruhi oleh tenaga panas yang diakibatkan gesekan oleh akibat
deformasi (deformation) & peluruhan mineral radio aktif. Surutnya gas secara setempat pun
akan menyebabkan terpisahnya magma; pada umumnya magma jenis ini menggambarkan suatu
lidah cair yang terperas ke atas dari asalnya yang jauh di daerah habluran di bawah permukaan
bumi.
2.

Magma yang bersifat homogen, misalnya basalan habluran atau eglokit yang meleleh,

perubahan basaltic durovitreous menjadi liqua vitreous akibat surutnya gas secara tempat,
basalan yang tetap vitreous kecuali pada bagian upper shell di mana bahan telah menghablur,
peridotit habluran dan karena pelelehan setempat akan mengakibatkan terjadinya cairan basalan,
serta liqua vitreous peridotite.
3. Magma primer tanpa spesifikasi awal, yaitu magma granitik dan magma basaltik.
Magma adalah bahan induk batuan beku. Lava adalah magma yang keluar melalui lubang
(kondoit) pada gunungapi. Kebanyakan magma membeku di bawah permukaan dan bahan yang
terakhir saja yang dapat dilihat yaitu batuan beku. Magma diartikan sebagai bahan batuan yang
melebur, mengandung fasa uap yang hilang sewatu magma membeku, dalam proses ini
memainkan peranan yang penting dalam arah pembentukan hablur.

Menurut Bunsen magma primer terdiri dari dua jenis yaitu granit dan basalt, dan batuan beku
yang mengandung campuran batuan. Batuan beku yang terdapat di bumi ini kebanyakan boleh
dimasukkan ke dalam dua jenis ini : granit dan basalt.
I.I.II

Arus Konveksi

Seperti halnya air yang sedang di rebus, magma di dalam bumi selalu bergejolak, bagian yang
paling panas mengalir ke bagian yang lebih rendah suhunya. Fenomena inilah yang disebut
sebagai arus konveksi (Lihat Gambar di bawah ini).
Arus konveksi pada mantel bumi inilah yang menyebabkan pergerakan lempeng dan
kerak bumi. Logika ini menjadi salah satu pijakan teori tektonik lempeng.
I.I.II

Tempat munculnya magma dan ekspresinya

Di permukaan Bumi, magma muncul di tiga lokasi yaitu di daerah pemekaran lempeng, di jalur
vokanik yang berasosiasi dengan zona penunjaman lempeng, dan di daerah hot spot yang muncul
di lantai samudera.
Magma yang muncul di zona pemekaran lempeng kerak Bumi berasal dari mantel dan membeku
membentuk kerak samudera.
Demikian pula magma yang muncul sebagai hot spot, berasal dari mantel. Hot spot ini di lantai
samudera membentuk gunungapi atau pulau-pulau gunungapi di tengah samudera. Karena
lempeng samudera terus bergerak, maka terbentuk deretan pulau-pulau tengah samudera, seperti
Rantai Pulau-pulau Hawai di Samudera Pasifik.
Sementara itu, magma yang muncul di zona penunjaman berasal dari kerak samudera yang
meleleh kembali ketika dia menunjam masuk kembali ke dalam mantel. Ketika berjalan naik ke
permukaan Bumi, magma ini juga melelehkan sebagian batuan yang diterobosnya. Kemunculan
magma ini membentuk deretan gunungapi. Di Indonesia, sebagai contoh, deretan gunungapi
seperti ini memanjang mulai dari Sumatera, Jawa, Nusatenggara sampai ke Maluku. Di
sekeliling Samudera Pasifik, deretan gunungapi ini membentuk apa yang dikenal sebagai Ring of
fire.
Komposisi kimiawi magma dari contoh-contoh batuan beku terdiri dari :

Senyawa-senyawa yang bersifat non volatile dan merupakan senyawa oksida

dalam magma. Jumlahnya sekitar 99% dari seluruh isi magma , sehingga merupakan
3

mayor element, terdiri dari SiO2, Al2O3, Fe2O3, FeO, MnO, CaO, Na2O, K2O, TiO2,
P2O5.
Senyawa volatil yang banyak pengaruhnya terhadap magma, terdiri dari fraksi-

fraksi gas CH4, CO2, HCl, H2S, SO2 dsb.


Unsur-unsur lain yang disebut unsur jejak (trace element) dan merupakan minor

element seperti Rb, Ba, Sr, Ni, Li, Cr, S dan Pb.

Beberapa ahli memiliki pendapat yang berbeda tentang Magma Primer, diantaranya :
Dally 1933, Winkler (Vide W. T. Huang 1962) berpendapat lain yaitu magma asli (primer)
adalah bersifat basa yang selanjutnya akan mengalami proses diferensiasi menjadi magma yang
bersifat lain.
Bunsen (1951, W. T. Huang, 1962) mempunyai pandapat bahwa ada dua jenis magma
primer, yaitu basaltis dan granitis dan batuan beku merupakan hasil campuran dari dua magma
ini yang kemudian mempunyai komposisi lain.
Magma pada perjalanannya dapat mengalami perubahan atau disebut dengan evolusi magma.
Proses perubahan ini menyebabkan magma berubah menjadi magma yang bersifat lain oleh
proses-proses sebagai berikut :
Hibridasi : proses pembentukan magma baru karena pencampuran 2 magma yang berlainan
jenis.
Sintetis : Pembentukan magma baru karena adanya proses asimmilasi dengan batuan
samping.
Anateksis : proses pembentukan magma dari peleburan batu-batuan pada kedalaman yang
sangat besar.
Dan dari proses-proses diatas, magma akan berubah sifatnya, dari yang awalnya bersifat
homogen pada akhirnya akan menjadi suatu tubuh batuan beku yang bervariasi.
I.I.III

Magma Differentiation

Diferensiasi magma adalah suatu tahapan pemisahan atau pengelompokan magma dimana
material-material yang memiliki kesamaan sifat fisika maupun kimia akan mengelompok dan
membentuk suatu kumpulan mineral tersendiri yang nantinya akan mengubah komposisi magma
4

sesuai penggolongannya berdasarkan kandungan magma. Proses ini dipengaruhi banyak hal.
Tekanan, suhu, kandungan gas serta komposisi kimia magma itu sendiri dan kehadiran
pencampuran magma lain atau batuan lain juga mempengaruhi proses diferensiasi magma ini.
Secara umum, proses diferensiasi magma terbagi menjadi :
Fraksinasi (Fractional Crystallization)
Proses ini merupakan suatu proses pemisahan kristal-kristal dari larutan magma karena proses
kristalisasi perjalan tidak seimbang atau kristal-kristal tersebut pada saat pendinginan tidak dapat
mengubah perkembangan. Komposisi larutan magma yang baru ini terjadi sebagai akibat dari
adanya perubahan temperatur dan tekanan yang mencolok serta tiba-tiba.
Crystal Settling / gravitational settling
Proses ini meliputi pengendapan kristal oleh gravitasi dari kristal-kristal berat yang mengandung
unsur Ca, Mg, Fe yang akan memperluas magma pada bagian dasar magma chamber. Disini,
mineral-mineral silikat berat akan berada di bawah. Dan akibat dari pengendapan ini, akan
terbentuk suatu lapisan magma yang nantinya akan menjadi tekstur kumulat atau tekstur berlapis
pada batuan beku.
Liquid Immisbility
Larutan magma yang memiliki suhu rendah akan pecah menjadi larutan yang masing-masing
akan membentuk suatu bahan yang heterogen.
Crystal Flotation
Pengembangan kristal ringan dari sodium dan potassium akan naik ke bagian atas magma karena
memiliki densitas yang lebih rendah dari larutan kemudian akan mengambang dan membentuk
lapisan pada bagian atas magma.

Vesiculation
Vesiculation merupakan suatu proses dimana magma yang mengandung komponen seperti CO 2,
SO2, S2, Cl2, dan H2O sewaktu-waktu naik ke permukaan sebagai gelembung-gelembung gas dan
membawa komponen-komponen sodium (Na) dan potassium (K).
I.I.IV
Kristalisasi Magma
Kristalisasi adalah proses pembentukan bahan padat dari pengendapan larutan, melt (campuran
leleh), atau lebih jarang pengendapan langsung dari gas. Kristalisasi juga merupakan teknik
pemisahan kimia antara bahan padat-cair, di mana terjadi perpindahan massa (mass transfer) dari
suat zat terlarut (solute) dari cairan larutan ke fase kristal padat.
5

Proses Kristalisasi Magma,Karena magma merupakan cairan yang panas, maka ion-ion yang
menyusun magma akan bergerak bebas tak beraturan. Sebaliknya pada saat magma mengalami
pendinginan, pergerakan ion-ion yang tidak beraturan ini akan menurun, dan ion-ion akan mulai
mengatur dirinya menyusun bentuk yang teratur. Proses inilah yang disebut kristalisasi.
Pada proses ini yang merupakan kebalikan dari proses pencairan, ion-ion akan saling mengikat
satu dengan yang lainnya dan melepaskan kebebasan untuk bergerak. Ion-ion tersebut akan
membentuk ikatan kimia dan membentuk kristal yang teratur. Pada umumnya material yang
menyusun magma tidak membeku pada waktu yang bersamaan.Kecepatan pendinginan magma
akan sangat berpengaruh terhadap proses kristalisasi, terutama pada ukuran kristal.
Apabila pendinginan magma berlangsung dengan lambat, ion-ion mempunyai kesempatan untuk
mengembangkan dirinya, sehingga akan menghasilkan bentuk kristal yang besar. Sebaliknya
pada pendinginan yang cepat, ion-ion tersebut tidak mempunyai kesempatan bagi ion untuk
membentuk kristal, sehingga hasil pembekuannya akan menghasilkan atom yang tidak beraturan
(hablur), yang dinamakan dengan mineral gelas (glass).
Pada saat magma mengalami pendinginan, atom-atom oksigen dan silikon akan saling mengikat
pertama kali untuk membentuk tetrahedra oksigen-silikon. Kemudian tetahedra-tetahedra
oksigen-silikon tersebut akan saling bergabung dan dengan ion-ion lainnya akan membentuk inti
kristal dan bermacam mineral silikat. Tiap inti kristal akan tumbuh dan membentuk jaringan
kristalin yang tidak berubah. Mineral yang menyusun magma tidak terbentuk pada waktu yang
bersamaan atau pada kondisi yang sama. Mineral tertentu akan mengkristal pada temperatur
yang lebih tinggi dari mineral lainnya, sehingga kadang-kadang magma mengandung kristalkristal padat yang dikelilingi oleh material yang masih cair.Komposisi dari magma dan jumlah
kandungan bahan volatil juga mempengaruhi proses kristalisasi.
Karena magma dibedakan dari faktor-faktor tersebut, maka penampakan fisik dan komposisi
mineral batuan beku sangat bervariasi. Dari hal tersebut, maka penggolongan (klasifikasi) batuan
beku dapat didasarkan pada faktor-faktor tersebut di atas. Kondisi lingkungan pada saat
kristalisasi dapat diperkirakan dari sifat dan susunan dari butiran mineral yang biasa disebut
sebagai tekstur. Jadi klasifikasi batuan beku sering didasarkan pada tekstur dan komposisi
mineralnya.
Jenis Kristalisasi Berdasarkan Proses Utama Dipandang dari asalnya, kristalisasi dapat dibagi
menjadi 3 proses utama :
6

1.

Kristalisasi dari larutan ( solution ) : merupakan proses kristalisasi yang umum dijumpai

di bidang Teknik Kimia : pembuatan produk-produk kristal senyawa anorganik maupun organic
seperti urea, gula pasir, sodium glutamat, asam sitrat, garam dapur, tawas, fero sulfat dll.
2.
Kristalisasi dari lelehan ( melt ) : dikembangkan khususnya untuk pembuatan silicon
single kristal yang selanjutnya dibuat silicon waver yang merupakan bahan dasar pembutan chipchip integrated circuit ( IC ). Proses Prilling ataupun granulasi sering dimasukkan dalam tipe
kristalisasi ini.
3.
Kristalisasi dari fasa Uap : adalah proses sublimasi-desublimasi dimana suatu senyawa
dalam fasa uap disublimasikan membentuk kristal. Dalam industri prosesnya bisa meliputi
beberapa tahapan untuk.
I.I.V
Asimilasi magma
Proses ini dapat terjadi pada saat terdapat material asing dalam tubuh magma seperti adanya
batuan disekitar magma yang kemudian bercampur, meleleh dan bereaksi dengan magma induk
dan kemudian akan mengubah komposisi magma.
Dalam proses asimilasi, terkadang batuan-batuan yang ada di sekitar magma chamber yang
kemudian masuk ke dalam magma membeku sebagai satu bentuk inklusi batuan yang disebut
dengan xenolith. Namun bentukan inklusi ini juga dapt terbentuk sebagai suatu inklusi kristal
yang disebut dengan xenocrsyt.
Sebagai ringkasan, Jakcson (1970) memberikan gambaran skematis mengenai proses-proses
differensiasi magma dalam suatu magma chamber. Kemudian dihasilkanlah skema seperti
berikut ini:
Skema differensiasi magma menurut Jackson K.C.
merupakan suatu proses yang menghasilkan magma turunan (derivative magmas) yang berbeda
komposisi kimia dan mineralogi dari Primitive Parental Magma atau yang kita sebut sebagai
magma induk. Secara umum proses diferensiasi dianggap terjadi dalam reservoir magma di
dalam kerak (kedalaman < 10 km), dimana magma dalam kondisi yang stagnan, mendingin
secara perlahan dan memiliki waktu ysng cukup untuk mengkristal. Proses diferensiasi yang
paling penting adalah Kristalisasi Fraksinasi (fractional crystallization), sedangkan proses
lainnya antara lain asimilasi dan magma mixing.
I.I.VI
Magma mixing

terjadi saat dua jenis magma yang berbeda bertemu dan kemudian bercampur menjadi satu
menghasilkan satu jenis magma lain yang homogen yang disebut dengan magma turunan.
Magma turunan ini biasanya bersifat pertengahan dari kedua jenis magma yang bercampur.
Sebagai contoh, magma andesitic dan dacitic kemungkinan adalah magma intermediet yang
terbentuk dari hasil pencampuran magma asam dan magma basa. Kedua jenis magma ini dpat
bertemu apabila dalam suatu regional terdapat 2 magma chamber yang memiliki potensi dan
berjarak tidak jauh dan kemudian terjadi intrusi magma berupa sill atau dike dari salah satu
magma chamber lalu intrusi ini mencapai magma chamber yang lain. Dari intrusi yang
menerobos dan bertemu dengan magma chamber inilah kemudian terjadi proses pencampuran 2
jenis magma yang berbeda menghasilkan satu jenis magma baru yang bersifat tengahan dari 2
jenis magma yang bercampur tersebut.

Intrusi dan Ekstrusi Magma


A. Intrusi Magma
Intrusi magma adalah peristiwa menyusupnya magma di antara lapisan batuan, tetapi tidak
mencapai permukaan Bumi. Intrusi magma dapat dibedakan atas sebagai berikut :
Intrusi datar (sill atau lempeng intrusi), yaitu magma menyusup di antara dua lapisan batuan,
mendatar, dan paralel dengan lapisan batuan tersebut.
Lakolit, yaitu magma yang menerobos di antara lapisan Bumi paling atas. Bentuknya seperti
lensa cembung atau kue serabi.
Gang (korok), yaitu batuan hasil intrusi magma yang menyusup dan membeku di sela-sela
lipatan (korok).
Diatermis, yaitu lubang (pipa) di antara dapur magma dan kepundan gunung berapi.
Bentuknya seperti silinder memanjang.
B. Ekstrusi Magma
Ekstrusi magma adalah peristiwa penyusupan magma hingga keluar ke permukaan Bumi dan
membentuk gunung api. Hal ini terjadi apabila tekanan gas cukup kuat dan ada retakan pada kulit
Bumi sehingga menghasilkan letusan yang sangat dahsyat. Ekstrusi magma inilah yang
menyebabkan terjadinya gunung api. Ekstrusi magma tidak hanya terjadi di daratan tetapi juga
8

bisa terjadi di lautan. Oleh karena itu gunung berapi bisa terjadi di dasar lautan. Secara umum
ekstrusi magma dibagi dalam tiga macam, yaitu:
1.

Ekstrusi linear, terjadi jika magma keluar lewat celah-celah retakan atau patahan

memanjang sehingga membentuk deretan gunung berapi. Misalnya Gunung Api Laki di Islandia,
dan deretan gunung api di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
2.

Ekstrusi areal, terjadi apabila letak magma dekat dengan permukaan bumi, sehingga

magma keluar meleleh di beberapa tempat pada suatu areal tertentu. Misalnya Yellow Stone
National Park di Amerika Serikat yang luasnya mencapai 10.000 km2.
3.

Ekstrusi sentral, terjadi magma keluar melalui sebuah lubang (saluran magma) dan

membentuk gunung-gunung yang terpisah. Misalnya Gunung Krakatau, Gunung Vesucius, dan
lain-lain.

A.
Tipe dan Sifat Magma
Magma dapat dibedakan berdasarkan kandungan SiO2. Dikenal ada tiga tipe magma, yaitu:
1.

Magma Basaltik (Basaltic magma) SiO2 45-55 %berat; kandungan Fe dan Mg tinggi;

kandungan K dan Na rendah.


2.

Magma Andesitik (Andesitic magma) SiO2 55-65 %berat, kandungan Fe, Mg, Ca, Na dan

K menengah (intermediate).
3.

Magma Riolitik (Rhyolitic magma) SiO2 65-75 %berat, kandungan Fe, Mg dan Ca rendah;

kandungan K dan Na tinggi.


Tiap-tiap magma memiliki karakteristik yang berbeda. Rangkuman dari sifat-sifat mangma itu
seperti terlihat di dalam Tabel.

Rangkuman Sifat-sifat Magma


Batuan
Tipe Magma Beku yang

Komposisi Kimia

Temperatur

Viskositas Kandungan Gas

dihasilkan
45-55 SiO2 %,
kandungan Fe, Mg,
Basaltik

Basalt

dan Ca tinggi,

1000 1200oC

Rendah

Rendah

800 1000oC

Menengah

Menengah

650 800 oC

Tinggi

Tinggi

kandungan K, dan
Na rendah.
55-65 SiO2 %,
Andesitik

Andesit

kandungan Fe, Mg,


Ca, Na, dan K
menengah.
65-75 SiO2 %,
kandungan Fe, Mg,

Rhyolitik

Rhyolit

dan Ca rendah,
kandungan K, dan
Na tinggi.

Temperatur magma tidak diukur secara langsung, melainkan dilakukan di laboratorium dan dari
pengamatan lapangan.
Jika membahasa tentang Magma atau Batuan Beku kita tidak akan terlepas dari Bowen Series.
Berikut adalah skema dari Bowen Series.

10

Magma mengandung gas-gas terlarut. Gas-gas yang terlarut di dalam cairan magma itu akan
lepas dan membentuk fase tersendiri ketika magma naik ke permukaan bumi. Analoginya sama
seperti gas yang terlarut di dalam minuman ringan berkaborasi di dalam botol dengan tekanan
tinggi. Ketika, tutup botol dibuka, tekanan turun dan gas terlepas membentuk fase tersendiri yang
kita lihat dalam bentuk gelembung-gelembung gas. Juga sering kita lihat ketika pemberian meali
bagi para pemenang balap kenderaan. Kepada mereka diberikan minuman di dalam botol dan
kemudian mereka mengkocok-kocok botol tersebut sebelum membuka tutupnya. Kemudian,
ketika tutup botol yang telah dikocok itu dibuka, maka tersemburlah isi botol tersebut keluar.
Demikian pula halnya dengan magma ketika keluar dari dalam bumi. Kandungan gas di dalam
magma ini akan mempengaruhi sifat erupsi dari magma bila keluar ke permukaan bumi.
Viskositas adalah kekentalan atau kecenderungan untuk tidak mengalir. Cairan dengan viskositas
tinggi akan lebih rendah kecenderungannya untuk mengalir daripada cairan dengan viskositas
rendah. Demikian pula halnya dengan magma.
Viskositas magma ditentukan oleh kandungan SiO2 dan temperatur magma. Makin tinggi
kandungan SiO2 maka makin rendah viskositasnya atau makin kental. Sebaliknya, makin tinggi
11

temperaturnya, makin rendah viskositasnya. Jadi, magma basaltik lebih mudah mengalir
daripada magma andesitik atau riolitik. Demikian pula, magma andesitik lebih mudah mengalir
drripada magma riolitik

BAB II
PETROLOGI BATUAN PLUTONIK
II.I.I.

Pengertian

Intrusi merupakan suatu proses yang terjadi akibat suatu adanya aktivitas magma
(plutonisme) yang berada dibawah permukaan bumi yang berusaha keluar namun tidak muncul
kepermukaan yang di akibat adanya tekanan dan temperature yang sangat tinggi dari dalam
bumi, yaitu dengan cara menerobos batuan yang sebelumnnya sudah terbentuk atau ada,
sehingga menghasilkan beberapa bentuk tubuh dari batuan beku.
Batuan ini secara genesa terjadi dan terbentuk disuatu tempat yang berada dibawah
permukaan bumi yang membeku dengan lambat, sehingga menghasilkan perbedaan dari
komposisi mineral, susunan kimia, struktur, tekstur yang tidak beraturan, ebrbentuk tabular,
12

bentuk pipas sehingga menhasilkan tubuh batuan beku dengan jenis yang berbeda- beda. Dimana
kontak batuan intrusi dengan batuan yang diintrusi atau daerah batuan, bila sejajar dengan
lapisan batuan maka tubuh intrusi ini disebut konkordan. Bila batuan yang mengintrusi
memotong dari lapisan massa batuan yang diintrusi maka disebut dengan diskordan.
Secara Umum dapat kita simpulkan bahwa batuan plutonik ( Plutonic Rock ) mempunyai
ciri-ciri sebagai berikut:

Batuan plutonic dapat berkomposisi semua jenis magma.

Batuan ini mengalami proses kristalisasi dalam jangka waktu yang sangat lama.

Secara khusus batuan ini hanya memiliki 1 testur batuan, yaitu FANERIK.

Batuan ini mengalami pembekuan jauh didalam permukaan bumi (DEEP SEATED

INTRUSION).
II.I.II.

STRUKTUR BATUAN PLUTONIK

II.I.I.Batholit
Batholit berasal dari bahasa Yunani (greek); dari kata Bathos (ukuran) dan lithos (batuan)
yang artinya merupakan suatu tempat, rongga atau ruang dengan ukuran besar sebagai tempat
sekaligus hasil dari intrusi batuan beku (plutonic) yang terbentuk akibat dari pembekuan magma
didalam kulit bumi. Batholit sering juga diartikan sebagai batuan beku yang terbentuk di dalam
dapur magma, sebagai akibat penurunan suhu yang sangat lambat.
Batholit umumnya berbentuk ruang besar yang tidak beraturan dan biasanya memiliki
bentuk yang jelas dipermukaan bumi dengan penampang melintang dari tubuh pluton (intrusi
dengan tubuh tidak beraturan) memperlihatkan yang sangat besar dan kedalaman yang tidak
diketahui batasnya. Luas area batholit baik yang ada didalam kulit bumi maupun suatu
Singkapan batholit yang muncul kepermukaan memiliki luas sampai 100 km2. Batholit biasanya
selalu tersusun atas senyawa-senyawa felsik (asam) sampai intermediet (menengah), itu artinya
batholit sebagian besar terdiri dari batuan beku asam sampai batuan beku intermediet, misalnya
granite, diorite, dan quartz monzonite.Meskipun terlihat tak beraturan, batholit merupakan suatu
ruang yang memiliki komposisi mineral yang komplek. Singkapan batholit akan muncul
kepermukaan setelah banyak mengalami proses pengangkatan (up lift) dan proses e rosi selama
jutaan tahun. Contoh singkapan baholit yang ada di Indonesia misalnya singkpan felsik batholit

13

di kepulauan sumatra, Riau, dan Kalimantan, sedangkan yang terkenal adalah intrusi granit yang
terdapat dipulau karimun (Riau).

II.I.II.Dike atau Dyke


Dalam ilmu geologi Dyke adalah suatu jenis intrusi batuan beku berbentuk lembar
yang mengenai lapisan tanah dan memotong secara bersebrangan Dyke, disebut juga gang,
merupakan salah satu badan intrusi yang dibandingkan dengan batholit, berdimensi kecil.
Bentuknya tabular, sebagai lembaran yang kedua sisinya sejajar, memotong struktur (perlapisan)
batuan yang diterobosnya. Kadang-kadang kontak hampir sejajar tapi perbandingan antara
panjang dan lebar tidak sebanding. Kenampakan di lapangan dyke dapat berukuran sangat kecil
dan dapat pula berukuran sangat besar.
-planar struktur dri dinding batuan, seperti selimut atau foliasi
-formasi batuan berbentuk masive, seperti intrusi igneous/magmatic dan garam
diapirs. oleh karena itu dike dapat mempengaruhi atau mengganggubatuan sediment atau produk
sediment aslinya
II.I.III. Sill
Sill atau Intrusi datar (lempeng intrusi), yaitu magma menyusup diantara dua lapisan batuan,
mendatar dan pararel dengan lapisan batuan tersebut. Sill adalah intrusi batuan beku yang
konkordan atau sejajar terhadap perlapisan batuan yang diterobosnya dengan ketebalan dari
beberapa mm sampai bebebrapa kilometer. Penyebaran ke arah lateral sangat luas sedangkan
penyebaran ke arah vertical sangat kecil. Berbentuk tabular dan sisi-sisinya sejajar.
Dalam ilmu geologi, sill merupakan suatu batuan beku plutonik yang berbentuk tabel
serta mengintrusi suatu lapisan batuan sediment yang lebih tua atau mengintrusi lapisan batuan
sediment yang sudah terlebih dahulu terbentuk, alas lahar volkanik atau tuff, atau bahkan
sepanjang arah foliasi di dalam batuan metamorf. Istilah sill berarti lembar intrusi. Maksudnya
adalah sill tidak memotong ke seberang batuan atau lapisan sedimen yang telah ada sebelumnya,
akan tetapi berlawanan dengan dike, dimana intrusi magma memotong ke seberang batuan yang
lebih tua.
Sills selalu paralel ke daerah tuff. Pada umumnya intrusi yang dibentuk oleh sill adalah didalam
suatu orientasi horisontal, walaupun proses tektonis dapat menyebabkan perputaran sill ke dalam
dekat orientasi vertikal. sill dapat dikacaukan dengan arus lahar. Ambang yang dipengaruhi oleh
arus lahar akan menunjukkan peleburan yang parsial dan menyatu.
14

Salisbury Sebuah batuan curam di Edinburgh, Scotlandia, merupakan suatu sill yang secara
parsial yang ultramafic mengarahkan intrusi batuan beku sepanjang es agesCertain. layered
mafic adalah berbagai sill yang sering berisi deposit bijih penting. Contoh Precambrian meliputi
Bushveld, Insizwa, dan Dyke Yang mengintrusi kompleks selatan Afrika, Duluth yang
mengintrusi kompleks dari Atasan Daerah, dan Stillwater kompleks gunung berapi di Amerika
Serikat. Contoh Phanerozoic pada umumnya lebih kecil dan meliputi Rm peridotite yang
kompleks Scotland dan Skaergaard yang berapi-api untuk kompleks timur Greenland. Intrusi
batuan beku ini sering berisi konsentrasi emas, platina, unsur logam pelapis kran, dan unsurunsur jarang lain.
II.I.IV.

Lacolith

Lacolith, sejenis dengan sill. Yang membedakan adalah bentuk bagian atasnya, batuan yang
diterobosnya melengkung atau cembung ke atas, membentuk kubah landai. Sedangkan, bagian
bawahnya mirip dengan Sill. Akibat proses-proses geologi, baik oleh gaya endogen, maupun
gaya eksogen, batuan beku dapt tersingka di permukaan. Lakolit adalah magma yang menyusup
di antara lapisan batuan yang menyebabkan lapisan batuan di atasnya terangkat sehingga
menyerupai lensa cembung, sementara permukaan atasnya tetap rata. Lakolit pada umumnya
merupakan suatu variasi khusus dari sill, yang artinya bentuk batuan beku yang menyerupai sill
akan tetapi perbandingan ketebalan jauh lebih besar dibandingkan dengan lebarnya dan bagian
atasnya melengkung, membentuk seperti kubah atau magma yang menerobos di antara lapisan
bumi paling atas. Bentuknya seperti lensa cembung atau kue serabi. Selain lakolit ada juga
lapolit yang bentuknya merupakan kebalikan dari lakolit, yang artinya bentuk batuan beku yang
luas, dengan bentuk seperti lensa dimana bagian tengahnya melengkung karena batuan
dibawahnya bersifat lentur. Pada dasarnya, sebagian besar batuan beku ini memiliki kandungan
silica lebih besar dari 66%, yang artinya batuan beku ini adalah batuan asam (felsik), misalnya
granit, diorite, synit, tonalit, dan lain-lain.
II.I.V.
Lopolith
Merupakkan salah satu jenis intrusi dalam, pada struktur intrusi ini hampir mirip dengan lakolit
hanya saja arah penggerusan terhadap lapisan batuan yang dilaluinya. Lopolit merupakan intrusi
magma yang mengintrusi sejajar dengan perlapisan batuan yang dilaluinya.
II.I.VI.
Stock

15

Stock, seperti batolit, bentuknya tidak beraturan dan dimensinya lebih kecil dibandingkan
dengan batholit, tidak lebih dari 10 km. Stock merupakan penyerta suatu tubuh batholit atau
bagian atas batholit
Jenjang Volkanik, adalah pipa gunung api di bawah kawah yang mengalirkan magma ke
kepundan. Kemudian setelah batuan yang menutupi di sekitarnya tererosi, maka batuan beku
yang bentuknya kurang lebih silindris dan menonjol dari topografi disekitarnya. Bentuk-bentuk
yang sejajar dengan struktur batuan di sekitarnya disebut konkordan diantaranya adalah sill,
lakolit dan lopolit. Lopolit, bentuknya mirip dengan lakolit hanya saja bagian atas dan bawahnya
cekung ke atas.Batuan beku dalam selain mempunyai berbagai bentuk tubuh intrusi, juga
terdapat jenis batuan berbeda, berdasarkan pada komposisi mineral pembentuknya. Batuanbatuan beku luar secara tekstur digolongkan ke dalam kelompok batuan beku fanerik.

16

Batuan Beku (Igneous Rock)


Batuan beku adalah batuan yang terbentuk langsung dari pembekuan
magma. Proses pembekuan tersebut merupakan proses perubahan fase dari
cair menjadi

padat.

mineral p r i m e r

Pembekuan

ataupun

gelas.

magma
Proses

akan

menghasilkan

pembekuan

magma

kristal-kristal
akan

sangat

b e r p e n g a r u h terhadap tekstur dan struktur primer batuan sedangkan komposisi


batuan sangatd i p e n g a r u h i o l e h s i f a t m a g m a s e l .
P a d a s a a t p e n u r u n a n s u h u a k a n m e l e w a t i tahapan perubahan fase cair ke
padat. Apabila pada saat itu terdapat cukup energi pembentukan kristal maka akan terbentuk
kristal-kristal mineral berukuran besar sedangkan bila energi pembentukan rendah akan
terbentuk kristal yang berukuranhalus. Bila pendinginan berlangsung sangat cepat maka kristal
tidak terbentuk dancairan magma membeku menjadi gelas.
Batuan beku insteusif atau instrusi atau plutonik adalah batuan beku yang telah menjadi kristal
dari sebuah magma yang meleleh di bawah permukaan Bumi. Magma yang membeku di bawah
tanah sebelum mereka mencapai permukaan bumi disebut dengan nama pluton. Nama Pluto
diambil dari nama Dewa Romawi dunia bawah tanah. Batuan dari jenis ini juga disebut sebagai
batuan beku plutonik atau batuan beku intrusif.
Sedangkan batuan belu ekstrusif adalah batuan beku yang terjadi karena keluarnya magma ke
permukaan bumi dan menjadi lava atau meledak secara dahsyat di atmosfer dan jatuh kembali
ke bumi sebagai batuan.
17

Magma ini dapat berasal dari batuan setengah cair ataupun batuan yang sudah ada, baik di
mantel ataupun kerak bumi. Umumnya, proses pelelehan dapat terjadi karena salah satu dari
proses-proses berikut ini ; penurunan tekanan, kenaikan temperatur, atau perubahan komposisi.
Lebih dari 700 tipe batuan beku telah berhasil dideskripsikan, dan sebagian besar batuan beku
tersebut terbentuk di bawah permukaan kerak bumi.
Berdasarkan keterangan dari para ahli seperti Bapak Turner dan Verhoogen tahun 1960, Bapak
F.F Groun Tahun 1947, Bapak Takeda Tahun 1970, Magma didefinisikan atau diartikan sebagai
cairan silikat kental pijar yang terbentuk secara alami, memiliki temperatur yang sangat tinggi
yaitu antara 1.500 sampai dengan 2.500 derajat celcius serta memiliki sifat yang dapat bergerak
dan terletak di kerak bumi bagian bawah. Dalam magma terdapat bahan-bahan yang terlarut di
dalamnya yang bersifat volatile / gas (antara lain air, co2, chlorine, fluorine, iro, sulphur dan
bahan lainnya) yang magma dapat bergerak, dan non-volatile / non gas yang merupakan
pembentuk mineral yang umumnya terdapat pada batuan beku.
Dalam perjalanan menuju bumi magma mengalami penurunan suhu, sehingga mineral-mineral
pun akan terbentuk. Peristiwa ini disebut dengan peristiwa penghabluran.
Pada batuan beku, mineral yang sering dijumpai dapat dibedakan menjadi
duakelompok yaitu :

1)

Mineral asam / felsic minerals


Mineral-mineral ini umumnya berwarna cerah karena tersusun atas silika dan alumni,
seperti : kuarsa, ortoklas, plagioklas, muskovit.

2)

Mineral basa / mafic minerals


Mineral-mineral ini umumnya berwarna gelap karena tersusun atas unsur-unsur besi,
magnesium, kalsium, seperti : olivin, piroksen, hornblende, biotit. Mineral-mineral ini berada
pada jalur kiri dari seri Bowen.Setiap mineral memiliki kondisitertentu pada saat mengkristal.
Mineral-mineral mafik umumnya mengkristal padas u h u y a n g r e l a t i f l e b i h t i n g g i
d i b a n d i n g k a n d e n g a n m i n e r a l f e l s i k . S e c a r a sederhana dapat dilihat
p a d a Bowen Reaction Series
.Mineral yang terbentuk p e r t a m a k a l i a d a l a h m i n e r a l ya n g s a n g a t l a b i l d a n
m u d a h b e r u b a h m e n j a d i mineral lain. Mineral yang dibentuk pada temperatur rendah
18

adalah mineral yangrelatif stabil. Pada jalur sebelah kiri, yang terbentuk pertama kali
adalah olivinsedangkan mineral yang terbentuk terakhir adalah biotit.Mineralmineral pada bagian kanan diwakili oleh kelompok plagioklas karena kelompok
mineral ini paling banyak dijumpai. Yang terbentuk pertama kali pada suhu tinggi
adalah calcic plagioclase (bytownit), s e d a n g k a n p a d a s u h u r e n d a h t e r b e n t u k alcalic
plagioclase (oligoklas). Mineral-mineral sebelah kanan dan kiri bertemu dalam bentuk
potasium feldsfar kemudian menerus ke muskovit dan berakhir dalam bentuk kuarsa
sebagai mineral yang paling stabil.
II.I.I.
ANALISIS BATUAN BEKU
A.I. Klasifikasi Batuan Beku
Penggolongan batuan beku dapat didasarkan pada tiga patokan utama yaitu berdasarkan
genetic batuan, berdasarkan senyawa kimia yang terkadung, dan berdasarkan susunan
mineraloginya.
Berdasarkan Genetik
Batuan beku terdiri atas kristal-kristal mineral dan k a d a n g k a d a n g mengandung gelas,
berdasarkan tempat kejadiannya (genesa) batuan beku terbagi menjadi 3 kelompok yaitu:
a.

B a t u a n b e k u d a l a m ( p l u k t o n i k ) , t e r b e n t u k j a u h d b a w a h permukaan

bumi. Proses pendinginan sangat lambat sehingga batuan seluruhnya terdiri atas kristalkristal (struktur holohialin). contoh :Granit, Granodiorit, dan Gabro
b. Batuan beku korok (hypabisal ), terbentuk pada celah-celahatau pipa gunung api.
Proses pendinginannya berlangsung relatif cepatsehingga batuannya terdiri atas
kristal-kristal yang tidak sempurna dan bercampur dengan massa dasar sehingga
membentuk struktur porfiritik.Contoh batuan ini dalah Granit porfir dan Diorit porfir.
c. Batuan beku luar (efusif) terbentuk di dekat permukaan bumi.P r o s e s p e n d i n g i n a n
s a n g a t c e p a t s e h i n g g a t i d a k s e m p a t m e m b e n t u k kristal. Struktur batuan ini
dinamakan amorf. Contohnya Obsidian, Riolitdan Batuapung.( Agung Mulyo, 2004)
Berdasarkan Senyawa kimia
Berdasarkan komposisi kandungan SiO2 SiO2 (C.L. Hugnes, 1962) batuan beku dapat dibedakan
menjadi:
a. Batuan beku ultra basa memiliki kandungan silika kurang dari45%. Contohnya Dunit dan
Peridotit.

19

b.

Batuan beku basa memiliki kandungan silika antara 45% - 52 %. Contohnya Gabro,

Basalt.
c. B a t u a n b e k u i n t e r m e d i e t m e m i l i k i k a n d u n g a n s i l i k a a n t a r a 52%-66 %.
Contohnya Andesit dan Syenit.
d. Batuan beku asam memiliki kandungan silika lebih dari 66%. Contohnya Granit, Riolit.Dari
segi warna,batuan yang komposisinya semakin basa akan lebih gelap dibanding yang
komposisinya asam.
Berdasarkan Indeks Warna
Klasifikasi batuan beku berdasarkan indeks warna menurut S.J. Shand, 1943, antara lain :
- Batuan beku Leucoctaris rock, jika mengandung kurang dari 30% mineral mafik.
- Batuan beku Mesococtik rock, jika mengandung 30% 60% mineral mafik.
- Batuan beku Melanocractik rock, jika mengandung lebih dari 60% mineral mafik.
Sedangkan klasifikasi batuan beku berdasarkan indeks warna menurut S.J. Ellis (1948) antara
lain sebagai berikut :
Batuan beku Holofelsic, batuan beku dengan indeks warna kurang dari 10%.
Batuan beku Felsic, batuan beku dengan indeks warna 10% sampai 40%.
Batuan beku Mafelsic, batuan beku dengan indeks warna 40% sampai 70%.
Batuan Beku Mafik, batuan beku dengan indeks warna lebih dari 70%.
pembentukan mineral. Dan tekstur afanitik menggambarkan pembkuan
y a n g cepat. Dalam klasifikasi batuan beku yang dibuat oleh Russel B. Travis, tekstur batuan
beku yang didasarkan pada ukuran butir mineralnya dapat dibagi menjadi:

Batuan dalam Bertekstur faneritik yang berarti mineral-mineral yang menyusun

batuan tersebut dapat dilihat tanpa bantuan alat pembesar.

B a t u a n g a n g Bertekstur porfiritik dengan massa dasar faneritik.

B a t u a n g a n g Bertekstur porfiritik dengan massa dasar afanitik.

B a t u a n l e l e h a n Bertekstur afanitik, dimana individu mineralnya tidak dapat

dibedakanatau tidak dapat dilihat dengan mata biasa.


Menurut

Heinrich

(1956)

batuan

beku

dapat

diklasifikasikan

m e n j a d i beberapa keluarga atau kelompok yaitu:

keluarga g r a n i t r i o l i t : b e r s i f a t f e l s i k , m i n e r a l u t a m a k u a r s a , alkali

felsparnya melebihi plagioklas


20

keluarga granodiorit qz latit: felsik, mineral utama kuarsa, Na P l a g i o k l a s

d a l a m k o m p o s i s i ya n g b e r i m b a n g a t a u l e b i h b a n y a k d a r i K Felspar

keluarga syenit trakhit: felsik hingga intermediet, kuarsa atau f o i d t i d a k


d o m i n a n t t a p i h a d i r , K - F e l s p a r d o m i n a n t d a n m e l e b i h i N a - Plagioklas, kadang
plagioklas juga tidak hadir .

keluarga monzonit latit: felsik hingga intermediet, kuarsa ataufoid hadir


dalam jumlah kecil, Na-Plagioklas seimbang atau melebihi K- Felspar

keluarga syenit fonolit foid: felsik, mineral utama felspatoid, K-Felspar melebihi
plagioklas

keluargatonalit dasit: felsik hingga intermediet, mineral utama kuarsa dan

plagioklas (asam) sedikit/tidak ada K-Felspar

keluargadiorite andesit: intermediet, sedikit kuarsa, sedikit K- Felspar, plagioklas


melimpah

keluarga g a b b r o b a s a l t : i n t e r m e d i e t - m a f i k , m i n e r a l u t a m a plagioklas
(Ca), sedikit Qz dan K-felspar

keluarga gabbro basalt foid: intermediet hingga mafik, mineralu t a m a f e l s p a t o i d


( n e f e l i n , l e u s i t , d k k ) , p l a g i o k l a s ( C a ) b i s a m e l i m p a h ataupun tidak hadir

keluarga peridotit: ultramafik, dominan mineral mafik (ol,px,hbl), plagioklas (Ca) sangat
sedikit atau absen.(doddy,1987 )
II.I.II.

Warna Batuan

gelasan.Batuan beku yang berwarna cerah umumnya adalah batuan beku asamyang
tersusun

atas

mineral-mineral

muskovit.Batuan

beku yang

felsik,misalnya

berwarna

kuarsa,

gelap sampai

potash

hitam

feldsfar

umumnya

dan

batuan

bekuintermediet diman jumlah mineral felsik dan mafiknya hampir sama banyak.B a t u a n
b e k u y a n g b e r w a r n a h i t a m k e h i j a u a n u m u m n y a a d a l a h b a t u a n beku basa
dengan mineral penyusun dominan adalah mineral-mineral mafik.
w a r n a

b a t u a n

k o m p o s i s i

b e r k a i t a n

e r a t

d e n g a n

m i n e r a l penyusunnya. mineral penyusun batuan

t e r s e b u t s a n g a t d i p e n g a r u h i o l e h komposisi magma asalnya sehingga


d a r i w a r n a d a p a t d i k e t a h u i j e n i s m a g m a pembentuknya, kecuali untuk batuan yang
mempunyai tekstur.
21

II.I.III.

Struktur Batuan

Struktur

adalah

kenampakan

yang b e r b e d a . p e n g e r t i a n
mengacu

hubungan

struktur

p a d a pengamatan

antara

pada

dalam

bagian-bagian

batuan

batuan

beku

biasanya

besar

atau

singkapan

skala

d i l a p a n g a n . p a d a b a t u a n b e k u struktur yang sering ditemukan adalah:


A. Joint struktur, merupakan struktur yang ditandai adanya kekar-kekar yang tersusun secara
teratur tegak lurus arah aliran. Sedangkan struktur yang dapat dilihat pada contoh-contoh batuan
(hand speciment sample), yaitu:
B.

Masif, yaitu jika tidak menunjukkan adanya sifat aliran, jejak gas (tidak menunjukkan

adanya lubang-lubang) dan tidak menunjukkan adanya fragmen lain yang tertanam dalam tubuh
batuan beku.
C. Vesikuler, yaitu struktur yang berlubang-lubang yang disebabkan oleh keluarnya gas pada
waktu pembekuan magma. Lubang-lubang tersebut menunjukkan arah yang teratur.
D. Skoriaan : bila lubang-lubang gas tidak saling berhubungan.
E. Pumisan : bila lubang-lubang gas saling berhubungan.
F. Aliran : bila ada kenampakan aliran dari kristal-kristal maupun lubang gas
G. Skoria, yaitu struktur yang sama dengan struktur vesikuler tetapi lubang-lubangnya besar
dan menunjukkan arah yang tidak teratur.
H. Amigdaloidal, yaitu struktur dimana lubang-lubang gas telah terisi oleh mineral-mineral
sekunder, biasanya mineral silikat atau karbonat.
I.

Xenolitis, yaitu struktur yang memperlihatkan adanya fragmen/pecahan batuan lain yang

masuk dalam batuan yang mengintrusi.


II.I.IV.

Tekstur Batuan

Pengertian tekstur batuan mengacu pada kenampakan butir-butir mineralyang ada di


dalamnya,

yang

granularitas,

meliputi
dan

tingkat

hubungan

kristalisasi,
antar

ukuran

butir

butir,

(fabric).

bentuk b u t i r ,
Jika

warna

batuan berhubungan erat dengan komposisi kimia dan mineralogi,


maka

tekstur

berhubungan

keterdapatannya.

dengan

Te k s t u r merupakan

sejarah
hasil

dari

pembentukan
rangkaian

dan
proses

s e b e l u m , d a n s e s u d a h k r i s t a l i s a s i . Pengamatan tekstur meliputi :

22

1. Kristalinitas
Kristalinitas merupakan derajat kristalisasi dari suatu batuan beku pada waktu terbentuknya
batuan tersebut. Kristalinitas dalam fungsinya digunakan untuk menunjukkan berapa banyak
yang berbentuk kristal dan yang tidak berbentuk kristal, selain itu juga dapat mencerminkan
kecepatan pembekuan magma. Apabila magma dalam pembekuannya berlangsung lambat maka
kristalnya kasar. Sedangkan jika pembekuannya berlangsung cepat maka kristalnya akan halus,
akan tetapi jika pendinginannya berlangsung dengan cepat sekali maka kristalnya berbentuk
amorf. Dalam pembentukannnya dikenal tiga kelas derajat kristalisasi, yaitu:

Holokristalin, Holokristalin adalah batuan beku dimana semuanya tersusun oleh kristal.

Tekstur holokristalin adalah karakteristik batuan plutonik, yaitu mikrokristalin yang telah
membeku di dekat permukaan.

Hipokristalin, Hipokristalin adalah apabila sebagian batuan terdiri dari massa gelas dan

sebagian lagi terdiri dari massa kristal.

Holohialin, Holohialin adalah batuan beku yang semuanya tersusun dari massa gelas.

Tekstur holohialin banyak terbentuk sebagai lava (obsidian), dike dan sill, atau sebagai fasies
yang lebih kecil dari tubuh batuan.
2. Granularitas
Granularitas dapat diartikan sebagai besar butir (ukuran) pada batuan beku. Pada umumnya
dikenal dua kelompok tekstur ukuran butir, yaitu:

Fanerik atau fanerokristalin, Besar kristal-kristal dari golongan ini dapat dibedakan satu

sama lain secara megaskopis dengan mata telanjang. Kristal-kristal jenis fanerik ini dapat
dibedakan menjadi:
Halus (fine), apabila ukuran diameter butir kurang dari 1 mm.
Sedang (medium), apabila ukuran diameter butir antara 1 5 mm.
Kasar (coarse), apabila ukuran diameter butir antara 5 30 mm.
Sangat kasar (very coarse), apabila ukuran diameter butir lebih dari 30 mm.
Afanitik, Besar kristal-kristal dari golongan ini tidak bisa dibedakan dengan mata telanjang
sehingga diperlukan bantuan mikroskop. Batuan dengan tekstur afanitik dapat tersusun oleh
kristal, gelas atau keduanya. Dalam analisis mikroskopis dibedakan menjadi tiga yaitu :
Mikrokristalin, Jika mineral-mineral pada batuan beku bisa diamati dengan bantuan
mikroskop dengan ukuran butiran sekitar 0,1 0,01 mm.
23

Kriptokristalin, jika mineral-mineral dalam batuan beku terlalu kecil untuk diamati meskipun
dengan bantuan mikroskop.

Ukuran butiran berkisar antara 0,01 0,002 mm.

Amorf/glassy/hyaline, apabila batuan beku tersusun oleh gelas.


3Bentuk Kristal
Bentuk kristal merupakan sifat dari suatu kristal dalam batuan, jadi bukan sifat batuan secara
keseluruhan. Ditinjau dari pandangan dua dimensi dikenal tiga bentuk kristal, yaitu:
Euhedral, jika batas dari mineral adalah bentuk asli dari bidang kristal.
Subhedral, jika sebagian dari batas kristalnya sudah tidak terlihat lagi.
Anhedral, jika mineral sudah tidak mempunyai bidang kristal asli.
Ditinjau dari pandangan tiga dimensi, dikenal empat bentuk kristal, yaitu:
Equidimensional, jika bentuk kristal ketiga dimensinya sama panjang.
Tabular, jika bentuk kristal dua dimensi lebih panjang dari satu dimensi yang lain.
Prismitik, jika bentuk kristal satu dimensi lebih panjang dari dua dimensi yang lain.
Irregular, jika bentuk kristal tidak teratur.
4. Hubungan Antar Kristal
Hubungan antar kristal atau disebut juga relasi diartikan sebagai hubungan antara kristal atau
mineral yang satu dengan yang lain dalam suatu batuan. hubungan antar kritak dapat dibagi
menjadi beberapa jenis antara lain sebagai berikut :
- Equigranular, yaitu jika secara relatif ukuran kristalnya yang membentuk batuan berukuran
sama besar. Berdasarkan keidealan kristal-kristalnya, maka equigranular dibagi menjadi tiga,
yaitu:
- Panidiomorfik granular, yaitu jika sebagian besar mineral-mineralnya terdiri dari mineralmineral yang euhedral.
- Hipidiomorfik granular, yaitu jika sebagian besar mineral-mineralnya terdiri dari mineralmineral yang subhedral.
- Allotriomorfik granular, yaitu jika sebagian besar mineral-mineralnya terdiri dari mineralmineral yang anhedral.
- Inequigranular, yaitu jika ukuran butir kristalnya sebagai pembentuk batuan tidak sama besar.
Mineral yang besar disebut fenokris dan yang lain disebut massa dasar atau matrik yang bisa
berupa mineral atau gelas.
II.I.V.

KOMPOSISI MINERAL
24

Berdasarkan jumlah kehadiran dan asal-usulnya, maka di dalam batuan beku terdapat mineral
utama pembentuk batuan (essential minerals), mineral tambahan (accessory minerals) dan
mineral sekunder (secondary minerals).
1.

Essential minerals, adalah mineral yang terbentuk langsung dari pembekuan magma, dalam

jumlah melimpah sehingga kehadirannya sangat menentukan nama batuan beku.


2.

Accessory minerals , adalah mineral yang juga terbentuk pada saat pembekuan magma

tetapi jumlahnya sangat sedikit sehingga kehadirannya tidak mempengaruhi penamaan batuan.
Mineral ini misalnya kromit, magnetit, ilmenit, rutil dan zirkon. Mineral esensiil dan mineral
tambahan di dalam batuan beku tersebut sering disebut sebagai mineral primer, karena terbentuk
langsung sebagai hasil pembekuan daripada magma.
3.

Secondary minerals adalah mineral ubahan dari mineral primer sebagai akibat pelapukan,

reaksi hidrotermal, atau hasil metamorfisme. Dengan demikian mineral sekunder ini tidak ada
hubungannya

dengan

pembekuan

magma.

Mieral

sekunder

akan

dipertimbangkan

mempengaruhi nama batuan ubahan saja, yang akan diuraikan pada acara analisis batuan ubahan.
Contoh mineral sekunder adalah kalsit, klorit, pirit, limonit dan mineral lempung.
4.

Gelas atau kaca, adalah mineral primer yang tidak membentuk kristal atau amorf. Mineral

ini sebagai hasil pembekuan magma yang sangat cepat dan hanya terjadi pada batuan beku luar
atau batuan gunungapi, sehingga sering disebut kaca gunungapi (volcanic glass).
5.

Mineral felsik adalah adalah mineral primer atau mineral utama pembentuk batuan beku,

berwarna cerah atau terang, tersusun oleh unsur-unsur Al, Ca, K, dan Na. Mineral felsik dibagi
menjadi tiga, yaitu felspar, felspatoid (foid) dan kuarsa. Di dalam batuan, apabila mineral foid
ada maka kuarsa tidak muncul dan sebaliknya. Selanjutnya, felspar dibagi lagi menjadi alkali
felspar dan plagioklas.
6.

Mineral mafik adalah mineral primer berwarna gelap, tersusun oleh unsur-unsur Mg dan Fe.

Mineral mafik terdiri dari olivin, piroksen, amfibol (umumnya jenis hornblende), biotit dan
muskovit.
Pemerian dan pengenalan mineral pembentuk batuan beku tersebut secara megaskopik sudah
harus dikuasai oleh para praktikan, seperti diberikan pada kuliah dan praktikum kristalografimineralogi serta dipraktekkan lagi pada acara I pengenalan mineral pembentuk batuan,
praktikum petrologi ini. Untuk mengetahui genesa masing-masing mineral pembentuk batuan
tersebut di atas, praktikan dianjurkan untuk mempelajari Reaksi Seri Bowen yang terdapat di
25

dalam buku-buku literatur Petrologi (misal Middlemost, 1985, Magmas and magmatic rocks,
Longman, Inc., London, 266 p).
BAB III
BATUAN BEKU VULKANIK
III.I.

Pengertian

Batuann Beku vulkanik merupakan batuan beku yang terbentuk merupakan hasil dari proses
cooling down Magma atau Lava. Jadi pada batuan beku khusus untuk vulkanik ini bukan hanya
hasil pembekuan magma tetapi juga lava yang berlangsung didalam tubuh gunung api maupun
dipermukaan bumi atau disebut juga intrusi dangkal (Shallow Intrusion).
Dikarenakan proses pembekuanya berada pada dalam tubuh api ataupun dipermukaan bumi,
sehingga proses pembekuanya berlangsung cepat dikarenakan langsung kontak dengan udara
maupun air yang ada dipermukaan bumi. Jika proses pembekuaan magma ini berlangsung secara
cepat maka belum sempat menngalami proses kristalisasi sempurna sehingga hanya terbentuk
kristal yang kecil-kecil ataupun glassy.
Pada batuan bekku jenis inilah kita temui jenis tekstur batuan beku yang beragam, namun tidak
untuk tekstur fanerik.
Beberapa contoh jenis testurnya :

Afanitik

Porfiritk

Glassy
III.II.

III.I.I.

Jenis Struktur Batuan Ekstrusi


Lava Dome

Lava Domes dan coules berhubungan dengan lava felsic mengalir mulai dari dasit hingga riolit.
Sifat sangat kental lava ini menyebabkan mereka tidak mengalir jauh dari lubang, menyebabkan
lava untuk membentuk kubah lava di ventilasi. Ketika kubah terbentuk pada permukaan miring
yang dapat mengalir dalam arus pendek tebal disebut coules (kubah aliran). Arus ini sering
hanya melakukan perjalanan beberapa kilometer dari ventilasi
III.I.II.

Pillow Lava

Lava bantal adalah struktur lava biasanya terbentuk ketika lava muncul dari ventilasi vulkanik
bawah laut atau gunung berapi subglacial atau aliran lava masuk laut. Namun, lava bantal juga
26

dapat terbentuk ketika lava yang meletus di bawah es glasial tebal. Lava kental keuntungan kerak
yang solid pada kontak dengan air, dan ini retak kerak dan merembes gumpalan besar tambahan
atau "bantal" sebagai lava lebih muncul dari aliran maju. Karena air meliputi sebagian besar
permukaan bumi dan gunung berapi sebagian besar terletak di dekat atau di bawah badan air,
lava bantal sangat umum.
III.I.III.

Block Lava Flows

Blok lava flows andesitik yang khas lava dari stratovolcanoes. Mereka berperilaku dengan cara
yang mirip dengan aliran Aa tetapi sifatnya lebih kental menyebabkan permukaan yang akan
dibahas dalam mulus-sisi fragmen sudut (blok) dari lava dipadatkan bukan klinker. Seperti arus
aa, interior cair dari aliran, yang disimpan terisolasi oleh permukaan kuning dipadatkan,
menimpa reruntuhan yang jatuh dari depan aliran. Mereka juga bergerak jauh lebih lambat
menurun dan lebih tebal di kedalaman dibandingkan arus Aa.
III.I.IV.

Piroklastik

Piroklastik (berasal dari bahasa Yunani, , berarti api, dan , yang berarti rusak)
adalah bebatuan klastik yang terbentuk dari material vulkanik. Ketika material vulkanik dikirim
dan diolah kembali melalui proses mekanik, seperti dengan air atau angin, bebatuan tersebut
disebut vulkaniklastik. Piroklastik biasanya berhubungan dengan aktivitas vulkanik, seperti gaya
letusan gunung Krakatau. Piroklastik biasanya dibentukdari abu vulkanik, lapilli dan bom
vulkanik yang dikeluarkan dari gunung berapi, bergabung dengan bebatuan di daerah tersebut
yang hancur.
1.

piroklastik jatuhan (fall),

2.

piroklastik aliran (flow), dan

3.

piroklastik surge.

Mekanisme erupsi eksplosif yang terjadi disebabkan oleh erupsi magmatis, preato magmatis, dan
preatik. Piroklastik jatuhan mempunyai ketebalan endapan yang sama, sementara piroklastik
aliran akan menebal pada cekungan dan piroklasktik surge adalah gabungan keduanya.
Secara genetik, batuan piroklastik dapat dibagi menjadi 3 jenis yaitu :
Endapan jatuhan piroklastik (pyroclastic fall deposits), dihasilkan dari letusan eksplosif
yang melemparkan material-material vulkanik dari lubang vulkanik ke atmosfer dan jatuh ke
27

bawah dan terkumpul di sekitar gunung api. Endapan ini umumnya menipis dan ukuran butir
menghalus secara sistimatis menjauhi pusat erupsi, sebaran mengikuti topografi, pemilahannya
baik, struktur gradded bedding normal & reverse, komposisi pumis, scoria, abu, sedikit lapili dan
fragmen litik, komposisi pumis lebih besar daripada litik.
Endapan aliran piroklastik (pyroclastic flow deposits), dihasilkan dari pergerakan lateral di
permukaan tanah dari fragmen-fragmen piroklastik yang tertransport dalam matrik fluida (gas
atau

cairan

yang

panas)

yang

dihasilkan

oleh

erupsi

volkanik,

material vulkanik ini tertransportasi jauh dari gunung api. Endapan ini umumnya pemilahannya
buruk, mungkin menunjukan grading normal fragmen litik dan butiran litik yang padat, yang
semakin berkurang menjauhi pusaterupsi, sortasi buruk dan butiran menyudut, sebaran tidak
merata dan menebal dibagian lembah. Contoh : lahar yaitu masa piroklastik yang mengalir
menerus antara aliran temperatur tinggi (> 1000C) di mana material piroklastik ditransportasikan
oleh fase gas dan aliran temperatur rendah yang biasanya bercampur dengan air
Endapan surge piroklastik (pyroclastic surge deposits), pergerakan lateral materialmaterial
piroklastik (low concentration volcanic particles, gases, and water; rasio partikel : gas rendah;
konsentrasi partikel relatif rendah) yang mengalir dalam turbulent gas yang panas. Pyroclastic
surge dibentuk langsung dari erupsi explosif phreatomagmatic dan phreatic (base surge) dan
dalam asosiasi dengan erupsi dan emplacement pyroclastic flow (ash cloud surge & ground
surge). Karekteristiknya, endapan ini menunjukan stratifikasi bersilang, struktur dunes, laminasi
planar,

struktur

anti

dunes

dan

pind

and

swell,

endapan

sedikit

menebal

di

bagian topografi rendah dan menipis pada topografi tinggi, terakumulasi dekat vent.

Tipe Endapan Piroklastik


Endapan Piroklastik Tak Terkonsolidasi (Unconsolidated)
1. Bom Gunung Api
Bom adalah gumpalan-gumpalan lava yang mempunyai ukuran lebih besar dari 64mm. Daerah
ini sebagian atau semuanya berujud plastic pada waktu tererupsi. Beberapa bomb mempunyai
ukuran yang sangat besar.

28

2. Block Gunung Api


Block Gunung Api merupakan batuan piroklastik yang dihasilkan oleh erupsi eksplosive dari
fragmen batuan yang sudah memadat lebih dulu dengan ukuran lebih besar dari 64 mm. Blockblock ini selalu menyudut bentuknya atau equidimensional.
3. Lapili
Lapili berasal bahasa latin lapillus, yaitu nama untuk hasil erupsi eksplosif gunung api yang
berukuruan 2mm 64mm. Selain dari fragmen batuan , kadang-kadang terdiri dari mineral
mineral augti, olivine, plagioklas.
4. Debu Gunung Api
Debu gunung api adalah batuan piroklastik yang berukuran 2mm- 1/256mm yang dihasilkan oleh
pelemparan dari magma akibat erupsi eksplosif. Namun ada juga debu gunung berapi yang
terjadi karena proses penggesekan pada waktu erupsi gunung api. Debu gunung api masih dalam
keadaan belum terkonsolidasi,( Endarto, Danang, 2005 )
Endapan Piroklastik yang Terkonsolidasi (consolidated)
1. Breksi piroklastik
Breksi piroklastik adalah batuan yang disusun oleh block block gunung api yang telah
mengalami konsolidasi dalam jumlah lebih 50 % serta mengandung lebih kurang 25 % lapili dan
abu.
2. Aglomerat
Aglomerat adalah batuan yang dibentuk oleh konsolidasi material material dengan kandungan
yang didominasi oleh bomb gunung api dimana kandungan lapili dan abu kurang dari 25 %
3. Batu lapili
Batu lapili adalah batuan yang dominant terdiri dari fragmen lapili dengan ukuran 2 64 mm
4. Tuff
Tuff adalah endapan dari gunung api yang telah mengalami konsolidasi, dengan kandungan abu
mencapai 75 %. Macamnya : tuff lapili, tuff aglomerat, tuff breksi piroklastik. ( Endarto,
Danang, 2005 )
Contoh Batuan Vulkanik :

GRANIDIORIT
Warna Batuan : Abu keputihan
Granularitas : Fanerik
29

Genesa Batuan : Ekstrusif


Komposisi Mineral : Ortoklas, dan Kuarsa
Jenis Batuan : Beku Asam
Nama Batuan : Granodiorit

DIORIT
Warna Batuan : Putih kecoklatan
Granularitas : Afanitik
Genesa Batuan : Ekstrusif
Komposisi Mineral : Ortoklas, dan Kuarsa
Jenis Batuan : Beku Asam
Nama Batuan : Riolit

BAB IV
REFERENSI
IV.I.

DAFTAR PUSTAKA

http://harizonaauliarahman.blogspot.com/2010/01/150-lagu-indonesia-terbaik-sepanjang

http://id.wikipedia.org/wiki/Lava

http://sourcerocks.blogspot.com
Pearson Prentice Hall,Inc.2005
http://wikipedia.com
Essentials of Geology oleh Frederick K. Lutgens & Edward J. Tarbuck
30

http://geology110.com
Bronto, Sutikno, GEOKIMIA.

Diposkan oleh ongki Ari P di 18.11


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

31