Anda di halaman 1dari 4

Rencana Keperawatan ISPA

Diagnosa I
No dx
Tujuan & KH
1
Setelah dilakukan

Intervensi
1.Observasi TTV

Rasional
1.Tanda-tanda

tindakan keperawatan

dilakukan

selama 2x 24 jam

pengawasan

diharapkan suhu tubuh

adanya

klien menurun secara


bertahap.
Kriteria Hasil:
1.TTV normal:
TD:100/60-115/60mmHg
Nadi: 70-110x/mnt
RR: 15-30X/mnt
S: 36,5-37,5C
2. Pasien merasa nyaman
3. Istirahat tidur
tercukupi

sebagai
terhadap

keadaan

klien.
2.Ajarkan keluarga untuk 2.Upaya
mengatasi

vital

tersebut

hipertermi membantu

seperti: tirah baring, beri menurunkan suhu tubuh


kompres

dingin

dan

anjurkan pasien memakai


pakaian yang tipis dan
menyerap keringat.
3.Anjurkan pasien untuk 3.Peningkatan suhu tubuh
minum banyak 1 -2 liter mengakibatkan
dalam 24 jam

penguapan

tubuh meningkat sehingga


perlu

nyaman

diimbangi

dan

dengan
untuk

kurangi memudahkan klien untuk

aktivitas
5.Kolaborasi dengan tim

istirahat dengan tenang


5.Menurunkan panas pada

dokter dalam pemberian

pusat hipotalamus

antipiretik
Diagnosa II
Tujuan & KH

Intervensi

Rasional

Setelah dilakukan tindakan

1.observasi tanda-tanda

Pernafasan

keperawatan selama 2x24

vital; terutama

merupakan

jam,di harapkan bersihan

pernafasan

karakteristik utama

x
2

dapat
klien

asupan yang banyak


4.Berikan lingkungan yang 4.Upaya

Nod

umum

jalan nafas kembali efektif

yang terpengaruh

Kriteria Hasil:

oleh adanya

1. TTV normal:

sumbatan jalan

TD:100/60-115/60mmHg

nafas

Nadi: 70-110x/mnt
RR: 15-30X/mnt
S: 36,5-37,5C
1. Penurunan produksi
sputum
2. Tidak ada bunyi nafas

2.Ajarkan batuk efektif

Batuk efektif

pada pasien

memudahkan

3.Auskultasi adanya

pengeluaran sekret
Untuk mengetahui

bunyi nafas tambahan

adanya bunyi nafas


abnormal pada

tambahan.
3. Pasien mampu
melakukan cara batuk

4.Beritahu keluarga

pasien
Untuk

efektif.

pasien tindakan untuk

mengencerkan

menurunkan viskositas

sekret yang kental

sekret :

dan memudahkan

mempertahankan

pengeluarannya.

hidrasi yang adekuat dg


meningkatkan masukan
cairan 1000 sampai
1500 cc/hari bila tidak
kontraindikasi.
5.Kolaborasi dengan

Expextorant untuk

tim dokter dalam

memudahkan

pemberian expectorant.

mengeluarkan
lendir

Diagnosa III
No dx Tujuan & KH

Intervensi

Rasional

setelah dilakukan

1.Ciptakan lingkungan yang

Nafsu makan dapat

asuhan keperawatan

menyenangkan selama

dirangsang pada

selama 2x 24 jam

waktu makan dan bantu

situasi releks dan

diharakan kebutuhan

sesuai dengan kebutuhan

menyenangkan

2.Diskusikan dan jelaskan

Makanan sebagai

pada keluarga pasien tentang

bahan yang

pentingnya makanan yang

dibutuhkan tubuh

sesuai dengan kesehatan dan

untuk proses me

peningkatan daya tahan

tabolisme dan

tubuh.

katabolisme serta

nutrisi pasien dapat


terpenuhi secara
adekut
Kriteria Hasil :
A: tidak terjadi
penurunan berat
badan
B: kadar protein

peningkatan daya

darah normal (3-

tahan tubuh

5mg)
C:Mukosa bibir

terutama dalam
keadaan sakit

lembab
D:Porsi makan habis
3.Timbang berat badan
Nafsu makan

Penimbangan BB

membaik

untuk mengetahui
sejauh mana nutrisi
pasien terpenuhi.
4.Kolaborasi dengan petugas

Penurunan kadar

lab dalam pemeriksaan kadar protein darah


protein darah

menunjukkan
penurunan keb
nutrisi

5.Kolaborasikan dengan ahli

makanan bergizi

gizi atau dengan dokter

penting untuk klien

mengenai makanan yang

dalam memenuhi

dibutuhkan

kebutuhan nutrisi
klien