Anda di halaman 1dari 17

PAPER AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN II

PELAPORAN SEGMEN DAN INTERIM

Halaman Judul

Kelompok

: B12.6.5

Disusun Oleh Kelompok 2:


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Yuni Widiyasari
B12.2012.02208
Munika Sari
B12.2012.02218
Luthfiah Distaputri Ramuwisit
B12.2012.02233
Aisya Nuraida
B12.2012.02234
Novia Ratna P.
B12.2012.02241
Siti Septiani
B12.2012.02254

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG
2015

PELAPORAN SEGMEN DAN INTERIM

Page 1

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT. Tuhan Semesta Alam yang telah menciptakan alam beserta
hukum-hukumnya, melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga dengan pertolongan-Nya
penyusun dapat meyelesaikan paper ini. Sholawat serta salam penyusun sanjungkan untuk
junjungan kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya serta orangorang yang mengikuti ajarannya.
Penyusunan paper ini berjudul PELAPORAN SEGMEN DAN INTERIM. Paper ini telah
selesai disusun guna memenuhi tugas matakuliah Akuntansi Keuangan Lanjutan II.
Penyusun menyadari dalam penyusunan paper ini terdapat banyak kekurangan dan
keterbatasan kemampuan, pengetahuan dan juga pengalaman yang penyusun miliki. Oleh
karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat membantu penyusun harapkan demi
kesempurnaan paper ini dan semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin

Semarang, 16 Maret 2015

PELAPORAN SEGMEN DAN INTERIM

Page 2

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...................................................................................................................i
KATA PENGANTAR.................................................................................................................ii
DAFTAR ISI.............................................................................................................................iii
PEMBAHASAN........................................................................................................................1
1.1. PELAPORAN SEGMEN...............................................................................................1
1.1.1. Definisi Pelaporan Segmen.....................................................................................1
1.1.2. Tujuan Pelaporan Segmen.......................................................................................2
1.1.3. Identifikasi Segmen Yang Perlu Dilaporkan...........................................................2
1.1.4. Ruang Lingkup Pelaporan Segmen.........................................................................2
1.1.5. Komponen Utama Yang Dilaporkan Di Dalam Laporan Segmen..........................3
1.1.6. Kriteria Pengabungan..............................................................................................4
1.1.7. Ambang Batas Kuantitatif.......................................................................................4
1.1.8. Pertimbangan Ulang Atas Segmen Yang Dilaporkan..............................................5
1.1.9. Penyajian Dalam Pelaporan Segmen.......................................................................6
1.1.10. Penilaian Segmen....................................................................................................6
2.1.11. Mengalokasikan Biaya Bersama Dan Mengukur Profitabilitas Segmental............7
2.2. LAPORAN KEUANGAN INTERIM............................................................................7
2.2.1. Definisi Laporan Keuangan Interim........................................................................7
2.2.2. Dua Pandangan Tentang Laporan Interim...............................................................8
2.2.3. Manfaat Laporan Keuangan Interim.......................................................................8
2.2.4. Unsur Laporan Interim............................................................................................9
2.2.5. Penyajian Laporan Keuangan Interim.....................................................................9
2.3. ILLUSTRASI PELAPORAN SEGMEN DAN INTERIM..........................................11
JAWABAN SOAL BAKER.....................................................................................................13

PELAPORAN SEGMEN DAN INTERIM

Page 3

PEMBAHASAN
1.1. PELAPORAN SEGMEN
1.1.1. DEFINISI PELAPORAN SEGMEN
Menurut FASB Statement No.131, pelaporan segmen berlaku untuk
perusahan, yang didefinisikan sebagai perusahaan yang menerbitkan efek hutang
atau ekuitas yang diperdagangkan dipasar umum, yang diwajibkan untuk
memberikan laporan keuangan kepada SEC, atau memberikan laporan keuangan
dengan tujuan memberikan surat berharga dipasar umum. Perusahaan harus
melaporkan informasi segmen dengan cara yang sama dengan manajemen
mengatur perusahaan dengan unit-unit untuk pengambilan keputusan internal dan
tujuan evaluasi kinerja. Standar merunjuk pendekatan yang demikian sebagai
pendekatan manajemenuntuk segmentasi.
Dalam PSAK No.5 Pelaporan Segmen memiliki beberapa definisi, meliputi :
1. Segmen perusahaan adalah komponen suatu entitas yang aktivitasnya
mewakili kegiatan usaha utama atau kelompok pelanggan. Suatu segmen dapat
berbentuk sebuah anak perusahaan, suatu divisi, suatu departemen, dalam
beberapa hal sebuah joint venture atau anak perusahaan lain bukan investasi.
Aktiva, kinerja dan aktivitas segmen tersebut secara jelas dapat dipisahkan
secara fisik dan operasional dari aktiva, kinerja dan aktivitas yang lain dalam
etitas yang sama.
2. Segmen industri adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dan
menghasilkan suatu produk atau jasa yang berbeda menurut pembagian
industri, atau sekolompok produk atau jasa sejenis yang berbeda, terutama
untuk para pelanggan di luar perusahaan.
3. Segmen geografis adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dan
mempunyai usaha di suatu atau sekelompok negara dalam suatu wilayah
georafis tertentu.
Berdasarkan (FASB Statement No.14) mengenai Pelaporan Keuangan Segmen
menyatakan bahwa data keuangan konsolidasi dari suatu perusahaan dipisahkan
menurut lini produk dan geografis.

1.1.2. TUJUAN PELAPORAN SEGMEN


Laporan keuangan segmen sangat diperlukan karena:
PELAPORAN SEGMEN DAN INTERIM

Page 1

Tingkat profitabilitas, kesempatan berkembang, prospek masa depan, dan


resiko invesatasi sangat berbeda diantara segmen industri dan geografi.
Para pemakai laporan keuangan segmen dapat mengkaji prospek dan risiko
suatu perusahaan yang didiversifikasi. Informasi ini tidak dapat diperoleh dari
data yang diagregasikan.
Tujuan penyajian informasi menurut segmen adalah meyediakan informasi
bagi para pemakai laporan keuangan mengenai skala relatif, kontribusi laba,
dan trend pertumbuhan dari berbagai industri dan wilayah geografis
perusahaan yang didiversifikasi untuk memungkinkan para pemakai laporan
keuangan membuat pertimbangan yang lebih baik terhadap perusahaan secara
keseluruhan.

1.1.3. IDENTIFIKASI SEGMEN YANG PERLU DILAPORKAN


Segmen yang ditentukan oleh pendekatan manajemen disebut segmen usaha.
Statement No.131 menjelaskan suatu segmen usaha sebagai komponen dari suatu
perusahaan :
o Yang terlibat dalam aktivitas usaha yang menimbulkan pendapatan dan biaya,
termasuk pendapatan dan biaya segmen.
o Yang hasil usahanya ditelaah secara teratur oleh pemimpin usaha yang
berwenang, yang berwenang melakukan pengambilan keputusan.
o Yang mampu menyediakan informasi keuangan yang terpisah.
Beberapa bagian dari perusahaan tidak termasuk kriteria dalam segmen.
Program pensiun dan manfaat pensiun lainnya tidak termasuk segmen usaha.
Demikian juga, departemen pusat atau fungsional perusahaan yang tidak
memperoleh pendapatan bukan merupakan segmen usaha.

1.1.4. RUANG LINGKUP PELAPORAN SEGMEN

Pelaporan segmen berlaku bagi perusahaan yang menerbitkan surat-surat


berharga yang diperdagangkan kepada publik.

PELAPORAN SEGMEN DAN INTERIM

Page 2

Entitas yang secara ekonomis signifikan, termasuk anak perusahaan, adalah


entitas dengan tingkat pendapatan, laba, aktiva atau jumlah tenaga kerja yang

signifikan di negara tempat operasi utama perusahaan dilaksanakan.


Apabila yang disajikan meliputi baik laporan keuangan induk perusahaan
maupun laporan keuangan konsolidasi, maka informasi yang dimaksud dalam
pernyataan ini hanya perlu disajikan dalam bentuk informasi yang

dikonsolidasi.
Apabila laporan keuangan anak perusahaan juga diterbitkan, maka informasi
menurut segmen juga perlu disajikan untuk anak perusahaan.

1.1.5. KOMPONEN

UTAMA

YANG

DILAPORKAN

DI

DALAM

LAPORAN SEGMEN :
1. Pendapatan dan Beban Segmen

Pendapatan Segmen adalah pendapatan yang dapat diatribusikan atau

dikaitkan secara langsung pada suatu segmen, atau bagian yang relevan dari
pendapatan yang dapat dialokasikan secara layak pada suatu segmen.
Pendapatan ini merupakan hasil transaksi baik dengan pihak luar
perusahaan maupun dengan segmen lain dalam perusahaan yang sama.

Beban Segmen adalah beban yang dapat ditribusikan secara langsung


pada suatu segmen atau bagian yang relevan dari suatu beban yang dapat
dialokasikan secara layak sebagai beban suatu segmen.

2. Hasil Segmen

Hasil segmen adalah selisih antara pendapatan segmen dan beban segmen
dan umumnya mencerminkan laba usaha, meskipun dasar yang lain sering

lebih cocok.
Penghasilan bunga dan beban bunga biasanya tidak termasuk dalam hasil
segmen kecuali kalau operasi segmen terutama bersifat finansial. Juga pajak
penghasilan, hak minoritas (minority interest) dan pos luar biasa

(extraordinary item) lazimnya tidak dimasukkan sebagai hasil segmen.


Kalau pendapatan dan beban tidak dapat langsung ditriibusikan pada suatu
segmen tetapi terdapat dasar alokasi yang layak, maka pendapatan dan
beban tersebut dapat dialokasikan dengan menggunakan dasar yang layak

tersebut.
Beban bersama pada banyak perusahaan seperti beban kantor pusat tidak
dialokasikan pada masing- masing segmen karena beban tersebut

PELAPORAN SEGMEN DAN INTERIM

Page 3

dimanfaatkan bersama sedemikian rupa sehingga alokasi di antara segmen


dipandang tidak bermanfaat.

3. Aktiva dan Kewajiban Segmen


o Pengungkapan aktiva segmen memberikan indikasi penggunaan sumber
daya untuk mencapai hasil operasi segmen.
o Aktiva semacam itu termasuk semua aktiva berwujud dan tak berwujud
yang dapat diidentifikasi pada segmen tertentu. Aktiva yang dimanfaatkan
oleh dua atau lebih segmen harus dialokasikan di antara segmen-segmen
tersebut dengan dasar alokasi yang layak.
o Kewajiban biasanya tidak dialokasikan karena dianggap berkaitan dengan
perusahaan secara keseluruhan atau karena dipandang meningkatkan hasil
pembelanjaan dan bukan hasil operasi.

1.1.6. KRITERIA PENGABUNGAN


Suatu perusahaan dapat menggabungkan beberapa segmen usaha yang mirip
apabila pengelompokan tersebut sesuai dengan tujuan Statement No. 131 dan
segmen-segmen tersebut memiliki ciri-ciri ekonomis yang sama/mirip. Segmen
tersebut juga harus memiliki kesamaan dalam beberapa area berikut:
a. Sifat produk dan jasanya
b. Sifat proses produksi
c. Jenis kelas pembeli/pengguna produk dan jasa tersebut
d. Metode distribusi untuk produk dan jasa, dan
e. Bila ada, sifat lingkungan peraturan (misalnya, pelayanan umum)

1.1.7. AMBANG BATAS KUANTITATIF


Segmen usaha harus dilaporkan apabila segmen tersebut memenuhi ambang
materalitas. Suatu segmen dianggap material dan perlu dilaporkan terpisah
apabila ada satu dari tiga kriteria berikut terpenuhi :
1. Pendapatan yang dilaporkan suatu segmen, termasuk pendapatan antar
segmen, mencakup 10% atau lebih atas pendapatan gabungan seluruh segmen
usaha
2. Nilai absolute dari laba atau rugi yang dilaporkan mencakup 10% atau lebih
atas jumlah yang lebih besar antara :
a. Gabungan laba seluruh segmen usaha yang melaporkan laba atau
b. Nilai absolute dari gabungan rugi seluruh segmen usaha yang melaporkan
kerugian.
PELAPORAN SEGMEN DAN INTERIM

Page 4

3. Aktivanya mencakup 10% atau lebih atas aktiva gabungan seluruh segmen
usaha. Apabila segmen yang perlu dilaporkan telah diidentifikasi, seluruh
segmen usaha lainya digabungkan dengan kegiatan usaha lain dalam kategori
lain-lain untuk keperluan pelaporan.

1.1.8. PERTIMBANGAN ULANG ATAS SEGMEN YANG DILAPORKAN


Segmen yang dilaporkan harus mencakup 75% dari seluruh pendapatan
eksternal. Apabila segmen yang dilaporkan tidak memenuhi kriteria ini,
segmen tambahan harus diidentifikasi untuk dilaporkan, walaupun segmensegmen itu tidak memenuhi ambang batas kuantitatif. Dua atau lebih dari dua
segmen yang lebih kecil yang tidak dilaporkan tersendiri dapat digabungkan
untuk membentuk sebuah segmen usaha yang dilaporkan hanya jika segmensegmen tersebut memenuhi sebagian besar kriteria penggabungan.
Statement No.131 tidak menentukan secara khusus jumlah segmen yang harus
dilaporkan. Namun terlalu banyak segmen yang dilaporkan akan menjadi
terlalu rinci dan akhirnya malah tidak memberikan hasil yang diharapkan.
Walaupun tidak ada batasan pasti yang ditetapkan, FABS menganjurkan agar
perusahaan yang mengidentifikasi lebih dari 10 segmen yang dilaporkan untuk
mempertimbangkan penggabungan tambahan.

1.1.9. PENYAJIAN DALAM PELAPORAN SEGMEN


a.

Perusahaan harus menggambarkan aktivitas masing-masing segmen industri


dan menunjukkan komposisi masing- masing wilayah geografis yang
dilaporkan.
Untuk setiap segmen industri dan geografis yang dilaporkan, informasi

b.

keuangan berikut ini harus diungkapkan:


Penjualan atau pendapatan operasi lainnya, dibedakan antara pendapatan
yang dihasilkan dari pelanggan di luar perusahaan dan pendapatan dari
segmen lain
Hasil segmen
Aktiva segmen yang digunakan
Dinyatakan dalam jumlah uang atau sebagai persentase dari jumlah yang
c.

dikonsolidasikan, dan dasar penetapan harga antar segmen.


Perusahaan harus menyajikan rekonsiliasi antara informasi segmen-segmen
individual dan informasi keseluruhan dalam laporan keuangan.

1.1.10.

PENILAIAN SEGMEN

PELAPORAN SEGMEN DAN INTERIM

Page 5

Penilaian segmen diperlukan untuk mengetahui kemajuan segmen tersebut.


Penilaian dilakukan pada setiap segmen industri yang memenuhi satu atau
lebih uji 10% masih harus dievaluasi kembali sebelum penentuan akhir
sebagai segmen pelaporan dibuat.
Suatu segmen yang hanya memenuhi satu pengujian namun tidak dapat
diharapkan untuk memenuhi pengujian ditahun mendatang, tidak perlu
dipertimbangkan sebagai segmen pelaporan.
Sebaliknya, suatu segmen yang gagal memenuhi salah satu pengujian
namun telah menjadi segmen pelaporan di tahun sebelumnya dan
diharapkan

akan

memenuhi

pengujian

ditahun

mendatang

harus

dipertimbangkan sebagai segmen pelaporan.

2.1.11.
MENGALOKASIKAN BIAYA BERSAMA DAN MENGUKUR
PROFITABILITAS SEGMENTAL
o Terlepas dari cara pembagian suatu perusahaan ke dalam sejumlah sub unit,
dalam rangka pelaporan, beberapa segmen akan mengalami timbulnya biaya
bersama ( common cost ).
o Contoh contoh khas dari biaya dan beban semacam itu adalah biaya bunga,
pajak penghasilan, kompensasi untuk manajemen puncak, dan beban
administrasi umum perusahaan. Tergantung pada operasi perusahaan,
kebanyakan biaya dan beban yang tidak diinventariskan pada waktu yang
sama lebih dari satu sub unit.
o Sehubungan dengan perhitungan laba rugi operasi dari setiap segmen, FASB
Statement No.14 menyimpulkan bahwa sembilan pos khusus tidak
dialokasikan ke segmen. Kesembilan pos tersebut adalah
1. Pendapatan yang dihasilkan pada tingkat korporasi tetapi tidak berasal
dari operasi segmen industri.
2. Beban umum korporasi.
3. Beban bunga, kecuali yang berkaitan dengan segmen yang bergerak
dibidang keuangan.
4. Pajak penghasilan.
5. Equitas pada laba rugi dari subsidiari-subsidiari yang tidak
dikonsolidasikan dan investee lainnya yang tidak dikonsolidasikan.
PELAPORAN SEGMEN DAN INTERIM

Page 6

6.
7.
8.
9.

Keuntungan atau kerugian dari operasi yang dihentikan.


Pos-pos luar biasa.
Beban interes minoritas.
Efek kumulatif dari perubahan prinsip akuntansi.

2.2. LAPORAN KEUANGAN INTERIM


2.2.1. DEFINISI LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Laporan keuangan interim adalah laporan kuangan yang diterbitkan diantara
dua laporan keuangan tahunan. Laporan keuangan interim dapat disusun
secara bulanan, triwulanan, atau periode lainnya yang dikurang dari satu tahun
dan mencakup seluruh komponen laporan keuangan sesuai standar akuntansi
keuangan. Secara konseptual, laporan keuangan interim menyediakan
informasi yang lebih tepat waktu tetapi kurang lengkap dibandingkan dengan
laporan keuangan tahunan.
Laporan interim menunjukkan adanya trade off antara ketepatan waktu dan
kehandalan data-data keuangan karena memerlukan adanya estimasi untuk
melakukan review piutang, utang dagang, persediaan, dan informasi lainnya
yang mendukung pengukuran yang disajikan dalam laporan keuangan tahunan.
Kebutuhan minimum pengungkapan sebagaimana diatur dalam opinion tidak
mewajibkan penyajian keuangan yang wajar hasil operasi dan posisi keuangan
sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Oleh karenanya, laporan
keuangan interim biasanya diberi label tidak diaudit.

2.2.2. DUA PANDANGAN TENTANG LAPORAN INTERIM YAITU :


1. Pandangan yang menganggap periode interim sebagai dasar periode
akuntansi dan menyimpulkan bahwa hasil operasi tiap periode ditentukan
dengan cara yang sama seperti pada periode tahunan.
2. Pandangan yang menganggap periode interim sebagai bagian yang integral
dengan periode tahunan.
Pernyataan ini dikembangkan berdasarkan pandangan kedua yang menganggap
laporan keuangan interim sebagai bagian integral dengan periode tahunan.

2.2.3. MANFAAT LAPORAN KEUANGAN INTERIM


Laporan keuangan interim tertentu diperbandingkan dengan periode sebelumnya
memberi manfaat yang lebih besar bagi para pemakai laporan dalam contoh
kondisi-kondisi sebagai berikut:
PELAPORAN SEGMEN DAN INTERIM

Page 7

a) Laporan keuangan interim diperbandingkan dengan laporan keuangan


interim periode sebelumnya, untuk mengetahui kecenderungan (trend) posisi
keuangan dan kinerja.
b) Laporan keuangan interim diperbandingkan dengan interim yang sama dalam
periode akuntansi yang lalu, untuk mengetahui kecenderungan berulang
(cyclical) musiman dari kegiatan usaha.
c) Laporan keuangan interim diperbandingkan dengan laporan keuangan
kumulatif dari awal tahun buku sampai dengan tanggal laporan keuangan
interim untuk mengetahui kontribusi atau pengaruh periode interim yang
dilaporkan pada periode berjalan.
d) Laporan keuangan interim diperbandingkan dengan laporan keuangan tahun
buku yang lalu, untuk mendapat gambaran pengaruh dan kinerja interim
tersebut terhadap posisi keuangan, kinerja dan arus kas periode akuntansi
yang lalu.

2.2.4. UNSUR LAPORAN INTERIM


Unsur yang sama antara pelaporan kuangan interim dengan pelaporan keuangan
tahunan adalah:
A. Dasar pengakuan pendapatan
B. Kebijakan akuntansi dasar pelaporan pada periode interim, kecuali jika
ada perubahan dalam standar akuntansi
C. Penyajian penggolongan aktiva sebagai lancar atau tidak lancar, dan
kewajiban sebagai jangka pendek atau jangka panjang.

2.2.5. PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN INTERIM


a. Laporan keuangan interim meliputi neraca, laporan laba rugi dan saldo laba
interim, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Laporan
keuangan interim harus disajikan secara komparatif dengan periode yang sama
dengan tahun sebelumnya. Perhitungan laba-rugi interim harus mencakup
periode sejak awal tahun buku sampai dengan periode interim terakhir yang
dilaporkan.
b. Laporan keuangan interim harus menggolongkan aktiva sebagai kelompok
lancar atau tidak lancar, dan kewajiban sebagai kelompok jangka pendek atau
jangka panjang sesuai laporan tahunan. Khusus untuk perusahaan tertentu
seperti bank dan asuransi yang mempunyai metode khusus dalam
penggolongan aktiva, maka penggolongan aktiva harus dilakukan sesuai
dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku.
PELAPORAN SEGMEN DAN INTERIM

Page 8

c. Apabila perusahaan melaporkan ringkasan informasi keuangan pada tanggal


laporan keuangan interim, data berikut merupakan data minimum yang harus
dilaporkan:
Pendapatan atau penjualan kotor, beban, estimasi pajak penghasilan, pos
luar biasa, pengarus kumulatif perubahan akuntansi, perubahan
akuntansi data laba bersih,
Data laba bersih per saham untuk setiap periode interim disajikan,
Pendapatan dan beban musiman,
Perubahan suatu segmen usaha, pos luar biasa, transaksi tidak biasa dan
tidak sering terjadi,
Kewajiban kontijensi,
Perubahan akuntansi,
Perubahan yang material pada unsur laporan arus kas.
e. Suatu perubahan kebijakan akuntansi harus diterapkan secara retrospektif
dengan melaporkan jumlah setiap penyesuaian yang terjadi yang berhubungan
dengan periode sebelumnya sebagai suatu penyesuaian pada saldo laba awal
periode, kecuali jika jumlah tersebut tidak dapat ditentukan secara wajar.
Informasi komparatif harus dinyatakan kembali, kecuali jika untuk
melaksanakannya dianggap tidak praktis. Pengaruh perubahan akuntansi
terhadap hasil keuangan untuk periode interim pada periode interim berikutnya
harus diungkapkan.
f. Laporan keuangan interim terakhir, misalnya triwulan keempat tidak perlu
disusun karena pada dasarnya laporan keuangan tersebut dapat digantikan
dengan laporan keuangan tahunan.

PELAPORAN SEGMEN DAN INTERIM

Page 9

2.3. ILLUSTRASI PELAPORAN SEGMEN DAN INTERIM

Analisis Hasil Riset


HASIL UJI PENJUALAN : Uji penjualan 10% diterapkan dengan menentukan
jumlah penjualan setiap segmen perusahaan kemudian membandingkannya dengan
nilai 10% dari gabungan penjualan seluruh segmen perusahaan.

HASIL UJI AKTIVA : Uji Aktiva 10% dilakukan dengan membandingkan jumlah
aktiva masing-masing segmen dengan nilai 10% dari total aktiva semua segmen
usaha.

PELAPORAN SEGMEN DAN INTERIM Page 10

HASIL UJI LABA USAHA : Dalam penerapan uji laba usaha 10% untuk
mengidentifikasi segmen yang perlu dilaporkan, nilai absolute laba atau rugi
operasi suatu segmen dibandingkan dengan nilai 10% dari yang lebih besar antara
laba operasi gabungan semua segmen usaha yang menghasilkan laba atau rugi
operasi gabungan semua usaha yang merugi.

TELAAH ULANG PERLUNYA PELAPORAN (UJI PENDAPATAN 75%)


Pendapatan dari keramik dinding, genteng dan lantai adalah 360,472,931,561 lebih
besar dari nilai ujinya (75% * 360,472,931,561) , maka tidak ada tambahan segmen
yang harus dilaporkan.

JAWABAN SOAL BAKER


L13-1
a) Segmen mana saja yang harus di laporkan?
SEGMEN
Elektronik
Sepeda

PENDAPATAN

TIDAK
IYA

PELAPORAN SEGMEN DAN INTERIM Page 11

LABA(RUGI)
SEGMEN
TIDAK
IYA

ASET
SEGMEN
TIDAK
IYA

Alat-alat Olahraga
Alat-alat Rumah Tangga
Peralatan Gas dan Minyak
Peralatan Pecah-Belah
Perangkat Keras

TIDAK
IYA
IYA
TIDAK
IYA

TIDAK
IYA
IYA
IYA
IYA

TIDAK
IYA
IYA
TIDAK
IYA

a. Segmen pendapatan (Rp 775.000.000 x 0,10) = Rp 77.500.000


b. Segmen laba (rugi) (Rp 103.700.000 total laba, tidak termasuk rugi x 0.10) = Rp
10.370.000
c. Segmen aset (Rp 1.185.000.000 x 0.10) = Rp 118.500.000

b) Segmen tersebut mencakup bagian yang mencukupi dari total pendapatan 75%
Pendapatan dari pelanggan non-afiliasi dari segmen dilaporkan
Total pendapatan dari pelanggan non-afiliasi
Rp. 655000000
=

= 87.3%
Rp. 750000000

S13-11
a. Tentukan laba atau rugi tiap segmen geografis.
Indonesia

Selandia
Baru
Rp 320.000

Penjualanan nonafliasi
Penjualan interarea
Total Pendapatan
Beban operasi
Biaya alokasi

Rp 2.500.000
100.000
Rp 2.600.000 Rp 320.000
1.820.000
290.000
100.000
128,4

Operasi laba (rugi)

Rp. 680.000

Rp

1.219,4

PELAPORAN SEGMEN DAN INTERIM Page 12

Singapura
Rp

60.000
10.000
Rp 70.000
70.000
2.400.000
(Rp2.400.000
)

Australia
Rp
Rp

120.000

120.000
30.000
4.800.000
(Rp4.710.000
)

*) 100.000 = (Rp 2.500.000 penjualan nonalfliasi / Rp 3.000.000) x Rp 120.000.000 biaya


umum yang dialokasikan
b. Bahas ketentuan pelaporan umum terkait dengan area geografis perusahaan.
o Pendapatan dari pelanggan eksternal dikaitkan dengan :
1) Negara asal perusahaan domisili
2) Total pendapatan dikaitkan dengan dimana perusahaan

tersebut

menghasilkan pendapatan. Jika pendapatan material negara tersebut


dihasilkan dari pelanggan eksternal, maka pendapatan untuk negara itu harus
diungkapkan secara terpisah.
o Aset jangka panjang yang produktif :
1. Yang terletak di negara asal entitas domisili dan
2. Total aset dari semua negara asing di mana entitas memegang aset. Jika aset
individu luar negeri adslsh material, maka jumlah aset yang dimiliki di
negara tertsebut harus diungkapkan secara terpisah.
Total penjualan asing untuk nonafliasii

Rp 500.000
=

Penjualan konsolidasi untuk nonafliasi


Total aset luar negeri
Total aset jangka panjang

= 16,7 %
Rp 3.000.000

Rp 500.000
=
Rp 2.700.000

= 18,5 %

Pendapatan dan aset jangka panjang untuk dalam negeri dan total operasi luar negeri harus
diungkapkan.
c. Tiga segmen yang dilaporkan secara terpisah :

Area Geografis
Luar Negeri
Selandia Baru
Singapura
Australia
Total

Area Geografis

Penjualan kepada
pelanggan nonafiliasi
Rp 2.500.000
320.000
60.000
120.000
Rp 3.000.000

Aktiva

PELAPORAN SEGMEN DAN INTERIM Page 13

Pendapatan
Konsolidasi
(10%x3.000.000)
83,3%
10,7
2,0
4,0
100,0%
Total Aset Jangka
Panjang
(10%x2.700.000)

Perlukah
Dilaporkan?
YES
YES
NO
NO

Perlukah
Dilaporkan?

Luar Negeri
Selandia Baru
Singapura
Australia
Total

Rp 2.200.000
280.000
140.000
80.000
Rp 2.700.000

81,4%
10,4
5,2
3,0
100,0%

YES
YES
NO
NO

Untuk kedua tes ini, operasi Selandia Baru secara terpisah dilaporkan sebagai kegiatan
operasi luar negeri yang signifikan, menggunakan 10 persen ambang batas materialitas.

PELAPORAN SEGMEN DAN INTERIM Page 14