Anda di halaman 1dari 27

http://hendrosmk.wordpress.

com/2011/08/07/pengenalanalat-sampling-darah/
selasa, 10 sept 2013 jam 12:45

PENGENALAN ALAT SAMPLING DARAH


RECOGNITION OF BLOOD SAMPLING TOOLS

PENDAHULUAN
Mengambil sample darah di daerah pembuluh darah vena bukanlah pekerjaan mudah, tetapi
begitulah tugas sehari-hari yang harus dilakukan oleh seorang analis yang bertugas di
laboratorium kesehatan. Meskipun terlihat sangat sederhana, terdapat berbagai tahap yang
harus dilakukan dengan benar apabila ingin mendapatkan hasil yang sempurna.
Phlebotomy yaitu pengambilan sample darah dengan cara melubangi pembuluh darah vena
subcutis.
Phlebotomis harus melaksanakan tugasnya dengan kompeten yaitu pada saat mengumpulkan
sample darah harus dengan sikap trampil, aman dan dapat dipercaya. Tujuan phlebotomi
adalah memperoleh sampel darah dalam volume yang cukup untuk pemeriksaan yang
dibutuhkan, dengan memperhatikan pencegahan interferensi preanalisis, memasukkannya ke
dalam tabung yang benar, memperhatikan keselamatan (safety), dan dengan sesedikit
mungkin menimbulkan ketidaknyamanan pada pasien.
Dalam peraturan perundang-undangan di indonesia belum diatur tenaga kesehatan yang
disebut sebagai teknisi phlebotomi, oleh karena itu teknisi phlebotomi belum sah sebagai
salah satu tenaga kesehatan.
Keputusan menteri kesehatan nomor : 370/MenKes/SK/III/2007 Standar Profesi Ahli
Teknologi Laboratorium Kesehatan tidak mencantumkan kewenangan analis

kesehatan/pranata laboratorium kesehatan untuk melakukan phlebotomi kecuali tercantum


dalam hal persiapan pengambilan sampel.
Taking blood samples in the area of the veins is not easy work, but that's day-to-day tasks that
must be performed by an analyst who served in the medical laboratory. Although it looks very
simple, there are many steps that must be done correctly if you want to get the perfect result.
Ie phlebotomy blood sampling by vein puncture subcutis.
Phlebotomis have to do their job competently at the time of collecting the blood sample
should be the attitude of skilled, safe and reliable. Phlebotomi goal is to obtain a blood
sample in a volume sufficient for the required examination, with attention to the prevention
of interference preanalisis, put it in the right tube, attention to safety (safety), and with the
least possible cause discomfort to the patient.
In laws and regulations in Indonesia are not regulated health professionals called phlebotomi
technicians, engineers phlebotomi therefore not valid as one health worker.
Health minister's decision number: 370/MenKes/SK/III/2007 Professional Standards Expert
Health Laboratory Technology analysts do not include health authority / institution health
laboratories to conduct phlebotomi unless stated in terms of sample preparation.
RUANG LINGKUP
Pengambilan darah vena
Agar dapat diperoleh spesimen darah yang memenuhi syarat uji laboratorium, maka prosedur
pengambilan sampel darah harus dilakukan dengan benar, mulai dari persiapan peralatan,
pemilihan jenis antikoagulan, pemilihan letak vena, teknik pengambilan sampai dengan
pelabelan.
Alat alat yang dipergunakan untuk pengambilan darah vena :
1.

Spuit
SCOPE
Venous blood sampling
In order to obtain blood specimens qualified testing laboratory, the blood sampling
procedure must be done right, ranging from the preparation of the equipment, the
choice of anticoagulant, the selection of the location of the vein, taking up with the
labeling technique.
Tool tool used for venous blood sampling:
1. syringe

Adalah alat yang digunakan untuk pengambilan darah atau pemberian injeksi intravena
dengan volume tertentu. Spuit mempunyai skala yang dapat digunakan untuk mengukur
jumlah darah yang akan diambil, volume spuit bervariasi dari 1ml, 3ml, 5ml bahkan ada yang
sampai 50ml yang biasanya digunakan untuk pemberian cairan sonde atau syring pump.
2.

Tourniquet
Is a tool used for taking blood or administering intravenous injections with a certain
volume. Syringe has a scale that can be used to measure the amount of blood to be
taken, the volume varies from 1ml syringes, 3ml, 5ml even up to 50ml which is
usually used for administering fluids or Syring pump sonde.
2. tourniquet

Merupakan bahan mekanis yang fleksibel, biasanya terbuat dari karet sintetis yang bisa
merenggang. Digunakan untuk pengebat atau pembendung pembuluh darah pada organ yang
akan dilakukan penusukan plebotomy. Adapun tujuan pembendungan ini adalah untuk fiksasi,

pengukuhan vena yang akan diambil. Dan juga untuk menambah tekanan vena yang akan
diambil, sehingga akan mempermudah proses penyedotan darah kedalam spuit.
3.

Kapas alkohol
Is mechanically flexible material, usually made of a synthetic rubber that can
stretch. Used to hedge pengebat or blood vessels in the organ to be performed
stabbing plebotomy. The purpose of containment is to fixation, the inaugural vein to
be taken. And also to increase the venous pressure will be taken, so that will ease
the process of suctioning blood into the syringe.
3. alcohol swab

Merupakan bahan dari wool atau kapas yang mudah menyerap dan dibasahi dengan antiseptic
berupa etil alkohol. Tujuan penggunaan kapas alkohol adalah untuk menghilangkan kotoran
yang dapat mengganggu pengamatan letak vena sekaligus mensterilkan area penusukan agar
resiko infeksi bisa ditekan.
4.

Needle, Wing Needle


A material of wool or cotton that is easy to absorb and moistened with antiseptic is
ethyl alcohol. Goal is the use of an alcohol swab to remove debris that can interfere
with observations of veins as well as disinfect the area where the stabbing so the
risk of infection can be reduced.
4. Needle, Needle Wing

Ialah ujung spuit atau jarum yang digunakan untuk pengambilan secara vakum. Needle ini
bersifat non fixed atau mobile sehingga mudah dilepas dari spuit serta container vacuum.
Penggantian needle dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan besarnya vena yang akan
diambil atau untuk kenyamanan pasien yang menghendaki pengambilan dengan jaru kecil.
5.

Vacuum Tube
Tip of syringe or needle is used to capture the vacuum. This needle is non fixed or
mobile so easily removed from the syringe and the vacuum container. Replacement
needle intended to adjust the size of the vein to be taken or for the convenience of
patients who require a small decision with jaru.
5. Vacuum Tube

Tabung vakum pertama kali dipasarkan dengan nama dagang Vacutainer. Jenis tabung ini
berupa tabung reaksi yang hampa udara, terbuat dari kaca atau plastik. Ketika tabung
dilekatkan pada jarum, darah akan mengalir masuk ke dalam tabung dan berhenti mengalir
ketika sejumlah volume tertentu telah tercapai.
6.

Blood Container

Vacuum tubes were first marketed under the trade name Vacutainer. This type of
tube is a vacuum tube, made of glass or plastic. When the tube attached to the
needle, the blood will flow into the tube and stops flowing when a certain volume
has been reached.
6. Blood Container
Tabung tempat penampungan darah yang tidak bersifat vakum udara. Ini biasa digunakan
untuk pemeriksaan manual, dan dengan keperluan tertentu misalnya pembuatan tampungan
sendiri untuk efisiensi biaya.
7.

Plester
Shelter tubes of blood that is not vacuum the air. It is commonly used for manual
inspection, and with specific purposes such as the manufacture of its own reservoir
for cost efficiency.
7. plaster

Digunakan untuk fiksasi akhir penutupan luka bekas plebotomi, sehingga membantu proses
penyembuhan luka dan mencegah adanya infeksi akibat perlukaan atau trauma akibat
penusukan.
Pengambilan darah kapiler
Pengambilan darah kapiler dimaksudkan untuk pemeriksaan laboratorium dengan volume
yang lebih sedikit dari pengambilan melalui vena. Pengambilan ini umumnya digunakan
untuk pemeriksaan dengan jumlah dibawah 500 mikroliter.
Alat-alat yang digunakan untuk pengambilan kapiler :
1. Lancet
Used for fixation of final wound closure plebotomi, thus helping the healing process
and prevent infection caused by injury or trauma caused by stabbing.

Capillary blood sampling


Capillary blood sample intended for laboratory examination with a volume less than
retrieval through a vein. This decision is generally used for the examination of the
number under 500 microliters.
The tools used for making capillary:
1. Lancet

Merupakan jarum kecil disposable yang digunakan untuk pengambilan darah kapiler
dipermukaan kulit atau ujung jari pasien. Bisa berupa classic lancet yang terpisah dari
pemantiknya. Atau bisa berupa automatic lancet yang langsung bisa dipergunakan tanpa
pemantik lagi.
2. Kapas alkohol.
3. Obyek Glass
A small disposable needles are used for capillary blood sampling on the surface of the skin or
the patient's fingertips. Can be a classic lancet apart from the lighters. Or it could be
automatic lancet can be used directly without the lighter again.
2. Alcohol swab.
3. Glass objects

Merupakan gelas preparat yang akan digunakan untuk pemaparan sediaan darah atau
pemeriksaan lain yang akan diperiksa dengan mikroskop.
4. Deck Glass
A glass preparations to be used for the exposure dosage blood or other tests that will be
examined with a microscope.
4. Deck Glass

Adalah penutup obyek glass, berbentuk persegi lebih kecil dan tipis karena dimaksudkan agar
bisa menutupi preparat tanpa mengganggu pemfokusan pengamatan dibawah mikroskop.
5. Tensimeter
Is the object glass cover, square-shaped smaller and thinner as it is meant to be able to cover
the preparations without disturbing the focusing observation under a microscope.
5. tensimeter

Alat untuk mengukur tensi darah atau tekanan darah serta detak jantung manusia. Dalam
sampling tensi ini digunakan untuk memeriksa Bleeding time.
6. Kertas Saring
Instrument for measuring blood pressure or blood pressure as well as the human heartbeat. In
sampling is used to check the tension Bleeding time.
6. Filter paper

Kertas yang mempunyai kerapatan tertentu sehingga bisa digunakan untuk menyaring
larutan. Bisa digunakan untuk pemeriksaan Bleeding time.
8.
9.

Tabung kapile Paper which has a certain density that can be used to filter the
solution. Bleeding can be used for the examination of time.
7. capillary tuber

Merupakan tabung kecil dengan diameter 1mm sehingga memiliki daya kapilaritas atau
menyerap cairan darah yang akan diambil. Sehingga cukup dengan menempelkan salah satu
ujungnya, maka darah akan mengisi tabung sesuai kebutuhan. Tabung kapiler dengan
antikoagulan bertanda strip merah, sedangkan tanpa koagulan dengan strip biru.
8. Wax
A small tube with a diameter of 1mm or so it has the power to absorb the liquid capillary
blood to be taken. So simply by attaching one end, then the blood will fill the tube as needed.
Capillary tubes with anticoagulants marked red strip, whereas without coagulant with a blue
strip.
8. wax

Merupakan dempul atau penutup yang digunakan sebagai penahan dasar tabung hematokrit
sehingga disaat penyimpanan sampel darah atau pemutaran nilai hematokrit, darah bisa
tertahan didalam tabung.
PENGAMBILAN DARAH VENA
Putty or cover is used as the basis of retaining hematocrit tube so that when the blood sample
storage or playback hematocrit value, blood can be retained in the tube.
TAKING BLOOD VEINS

Pada pengambilan darah vena (venipuncture),


contoh darah umumnya diambil dari vena median cubital, pada anterior lengan (sisi dalam
lipatan siku). Vena ini terletak dekat dengan permukaan kulit, cukup besar, dan tidak ada
pasokan saraf besar. Apabila tidak memungkinkan, vena chepalica atau vena basilica bisa
menjadi pilihan berikutnya. Venipuncture pada vena basilica harus dilakukan dengan hati-hati
karena letaknya berdekatan dengan arteri brachialis dan syaraf median.
In the venous blood draw (venipuncture), usually blood samples are taken from the median
cubital vein, the anterior arm (the inside folds of the elbow). This vein is located close to the
skin surface, big enough, and there are no large nerve supply. If not possible, veins or vena
basilica chepalica could be the next option. Venipuncture at the basilica vein should be done
with caution because it is located adjacent to the brachial artery and the median nerve.
Jika vena cephalica dan basilica ternyata tidak bisa digunakan, maka pengambilan darah
dapat dilakukan di vena di daerah pergelangan tangan. Lakukan pengambilan dengan dengan
sangat hati-hati dan menggunakan jarum yang ukurannya lebih kecil.
Lokasi yang tidak diperbolehkan diambil darah adalah :

Lengan pada sisi mastectomy


Daerah edema

Hematoma

Daerah dimana darah sedang ditransfusikan

Daerah bekas luka

Daerah dengan cannula, fistula atau cangkokan vascular

Daerah intra-vena lines Pengambilan darah di daerah ini dapat menyebabkan darah
menjadi lebih encer dan dapat meningkatkan atau menurunkan kadar zat tertentu.

If cephalica and basilica veins could not be used, then the blood sampling can be done in a
vein in the wrist area. Do a decision with the utmost care and using smaller needles.
Location of blood taken is not allowed:
Arm on the side of the mastectomy

The area of edema


hematoma
The area where the blood is being transfused
The area of scar
The area of the cannula, fistula or graft vascular
Regional intra-venous blood sampling lines in this area can cause the blood becomes more
dilute and may increase or decrease levels of certain substances
Ada dua cara dalam pengambilan darah vena, yaitu cara manual dan cara vakum. Cara
manual dilakukan dengan menggunakan alat suntik (syring), sedangkan cara vakum dengan
menggunakan tabung vakum (vacutainer).
Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pengambilan darah vena adalah :

Pemasangan turniket (tali pembendung)


o pemasangan dalam waktu lama dan terlalu keras dapat menyebabkan
hemokonsentrasi (peningkatan nilai hematokrit/PCV dan elemen sel),
peningkatan kadar substrat (protein total, AST, besi, kolesterol, lipid total)
o

melepas turniket sesudah jarum dilepas dapat menyebabkan hematoma

Jarum dilepaskan sebelum tabung vakum terisi penuh sehingga mengakibatkan


masukknya udara ke dalam tabung dan merusak sel darah merah.

Penusukan

penusukan yang tidak sekali kena menyebabkan masuknya cairan jaringan


sehingga dapat mengaktifkan pembekuan. Di samping itu, penusukan yang
berkali-kali juga berpotensi menyebabkan hematoma.

tutukan jarum yang tidak tepat benar masuk ke dalam vena menyebabkan
darah bocor dengan akibat hematoma

Kulit yang ditusuk masih basah oleh alkohol menyebabkan hemolisis sampel akibat
kontaminasi oleh alcohol, rasa terbakar dan rasa nyeri yang berlebihan pada pasien
ketika dilakukan penusukan
There are two ways in venous blood sampling, the manual way and the way of the
vacuum. Performed manually using a syringe (Syring), while the vacuum method
using vacuum tubes (vacutainer).

Some important things to note in the venous blood sampling are:


Installation of a tourniquet (rope hedge)

o installation in a long time and too hard can cause hemoconcentration (hematocrit
value increase / PCV and cell elements), increased levels of substrate (total protein,
AST, iron, cholesterol, total lipid)

o remove the tourniquet after the needle is removed can cause hematoma

The needle is released before the vacuum tube filled masukknya resulting air into the
tube and destroy red blood cells.

Stabbing

o stabbings were not all hit led to an influx of fluid so that the network can activate
clotting. In addition, stabbings that many times also potentially cause hematoma.

o tutukan improper needle fully inserted into the vein causing blood to leak due to
hematoma

The skin is still wet pierced by alcohol causing hemolysis due to sample
contamination by alcohol, burning and excessive pain in patients when d

Pengambilan Darah Vena dengan Syring


Pengambilan darah vena secara manual dengan alat suntik (syring) merupakan cara yang
masih lazim dilakukan di berbagai laboratorium klinik dan tempat-tempat pelayanan
kesehatan. Alat suntik ini adalah sebuah pompa piston sederhana yang terdiri dari sebuah
sebuah tabung silinder, pendorong, dan jarum. Berbagai ukuran jarum yang sering
dipergunakan mulai dari ukuran terbesar sampai dengan terkecil adalah : 21G, 22G, 23G,
24G dan 25G.
Pengambilan darah dengan suntikan ini baik dilakukan pada pasien usia lanjut dan pasien
dengan vena yang tidak dapat diandalkan (rapuh atau kecil).
Prosedur :

Persiapkan alat-alat yang diperlukan : syring, kapas alkohol 70%, tali pembendung
(turniket), plester, dan tabung. Untuk pemilihan syring, pilihlah ukuran/volume sesuai
dengan jumlah sampel yang akan diambil, pilih ukuran jarum yang sesuai, dan
pastikan jarum terpasang dengan erat.
Lakukan pendekatan pasien dengan tenang dan ramah; usahakan pasien senyaman
mungkin.

Identifikasi pasien dengan benar sesuai dengan data di lembar permintaan.

Verifikasi keadaan pasien, misalnya puasa atau konsumsi obat. Catat bila pasien
minum obat tertentu, tidak puasa dsb.

Minta pasien meluruskan lengannya, pilih lengan yang banyak melakukan aktifitas.

Minta pasien mengepalkan tangan.

Pasang tali pembendung (turniket) kira-kira 10 cm di atas lipat siku.

Pilih bagian vena median cubital atau cephalic. Lakukan perabaan (palpasi) untuk
memastikan posisi vena; vena teraba seperti sebuah pipa kecil, elastis dan memiliki

dinding tebal. Jika vena tidak teraba, lakukan pengurutan dari arah pergelangan ke
siku, atau kompres hangat selama 5 menit daerah lengan.

Bersihkan kulit pada bagian yang akan diambil dengan kapas alcohol 70% dan
biarkan kering. Kulit yang sudah dibersihkan jangan dipegang lagi.

Tusuk bagian vena dengan posisi lubang jarum menghadap ke atas. Jika jarum telah
masuk ke dalam vena, akan terlihat darah masuk ke dalam semprit (dinamakan flash).
Usahakan sekali tusuk kena.

Setelah volume darah dianggap cukup, lepas turniket dan minta pasien membuka
kepalan tangannya. Volume darah yang diambil kira-kira 3 kali jumlah serum atau
plasma yang diperlukan untuk pemeriksaan.
Venous Blood retrieval with Syring
Venous blood sampling manually with a syringe ( Syring ) is a way that is still
prevalent in many clinical laboratories and health care facilities . This syringe is a
simple piston pump consisting of a cylinder of a tube , plunger, and needle . Various
sizes of needles are often used starting from the largest to the smallest size is : 21G ,
22G , 23G , 24G and 25G .
Blood sampling was done by injection in elderly patients and patients with venous
unreliable ( fragile or small ) .
procedure :
Prepare the necessary tools : Syring , 70 % alcohol cotton , rope hedge ( tourniquet )
, plaster , and tubing . For election Syring , choose the size / volume according to the
number of samples to be taken , choose the appropriate needle size , and make sure
the needle is attached tightly.
Perform patient approach with calm and friendly ; try to patients as comfortable as
possible .
Identify patients correctly according to the data sheet request .
Verify the patient, such as fasting or consumption of drugs . Record if the patient is
taking certain medications , etc. are not fasting .
Ask the patient to straighten his arm , the arm that many choose to do activities .
Ask the patient to clench the hand .
Attach leash hedge ( tourniquet ) is approximately 10 cm above the elbow fold .
Select part of the median cubital or cephalic vein . Perform palpation ( palpation ) to
ascertain the position of the vein ; vein palpable as a small pipe , elastic and have
thick walls . If the vein is not palpable , do the ordering from the wrist to the elbow ,
or a warm compress for 5 minutes regions forearm .

Clean the skin at the part to be taken with alcohol 70 % cotton and let it dry .
Cleansed skin do not hold anymore .
Plugs section of a vein with a needle hole position facing up . If the needle has
entered the vein , blood will look into the syringe ( called flash ) . Try one stab hit .
Having considered adequate blood volume , loose tourniquet and ask the patient to
open his fist . The volume of blood taken approximately 3 times the amount of serum
or plasma required for checking

Letakkan kapas di tempat suntikan lalu segera lepaskan/tarik jarum. Tekan kapas
beberapa sat lalu plester selama kira-kira 15 menit. Jangan menarik jarum sebelum
turniket dibuka.

Pengambilan Darah Vena Dengan Tabung Vakum


Put cotton in the injection site and immediately release / pull the needle. Press cotton
and plaster some sat for about 15 minutes. Do not pull the needle before the tourniquet
is opened.
With the decision Venous Blood Vacuum Tube

Tabung vakum pertama kali dipasarkan oleh


perusahaan AS BD (Becton-Dickinson) di bawah nama dagang Vacutainer. Jenis tabung ini
berupa tabung reaksi yang hampa udara, terbuat dari kaca atau plastik. Ketika tabung
dilekatkan pada jarum, darah akan mengalir masuk ke dalam tabung dan berhenti mengalir
ketika sejumlah volume tertentu telah tercapai.
Jarum yang digunakan terdiri dari dua buah jarum yang dihubungkan oleh sambungan berulir.
Jarum pada sisi anterior digunakan untuk menusuk vena dan jarum pada sisi posterior
ditancapkan pada tabung. Jarum posterior diselubungi oleh bahan dari karet sehingga dapat
mencegah darah dari pasien mengalir keluar. Sambungan berulir berfungsi untuk melekatkan
jarum pada sebuah holder dan memudahkan pada saat mendorong tabung menancap pada
jarum posterior.
Keuntungan menggunakan metode pengambilan ini adalah, tak perlu membagi-bagi sampel
darah ke dalam beberapa tabung. Cukup sekali penusukan, dapat digunakan untuk beberapa

tabung secara bergantian sesuai dengan jenis tes yang diperlukan. Untuk keperluan tes biakan
kuman, cara ini juga lebih bagus karena darah pasien langsung dapat mengalir masuk ke
dalam tabung yang berisi media biakan kuman. Jadi, kemungkinan kontaminasi selama
pemindahan sampel pada pengambilan dengan cara manual dapat dihindari.
Kekurangannya sulitnya pengambilan pada orang tua, anak kecil, bayi, atau jika vena tidak
bisa diandalkan (kecil, rapuh), atau jika pasien gemuk. Untuk mengatasi hal ini mungkin bisa
digunakan jarum bersayap (winged needle).
Jarum bersayap atau sering juga dinamakan jarum kupu-kupu hampir sama dengan jarum
vakutainer seperti yang disebutkan di atas. Perbedaannya adalah, antara jarum anterior dan
posterior terdapat dua buah sayap plastik pada pangkal jarum anterior dan selang yang
menghubungkan jarum anterior dan posterior. Jika penusukan tepat mengenai vena, darah
akan kelihatan masuk pada selang (flash).
Prosedur :

Persiapkan alat-alat yang diperlukan : jarum, kapas alkohol 70%, tali pembendung
(turniket), plester, tabung vakum.
Pasang jarum pada holder, pastikan terpasang erat.

Lakukan pendekatan pasien dengan tenang dan ramah; usahakan pasien senyaman
mungkin.

Identifikasi pasien dengan benar sesuai dengan data di lembar permintaan.

Verifikasi keadaan pasien, misalnya puasa atau konsumsi obat. Catat bila pasien
minum obat tertentu, tidak puasa dsb.

Minta pasien meluruskan lengannya, pilih lengan yang banyak melakukan aktifitas.

Minta pasien mengepalkan tangan.

Pasang tali pembendung (turniket) kira-kira 10 cm di atas lipat siku.

Pilih bagian vena median cubital atau cephalic. Lakukan perabaan (palpasi) untuk
memastikan posisi vena; vena teraba seperti sebuah pipa kecil, elastis dan memiliki
dinding tebal. Jika vena tidak teraba, lakukan pengurutan dari arah pergelangan ke
siku, atau kompres hangat selama 5 menit daerah lengan.

Bersihkan kulit pada bagian yang akan diambil dengan kapas alcohol 70% dan
biarkan kering. Kulit yang sudah dibersihkan jangan dipegang lagi.

Tusuk bagian vena dengan posisi lubang jarum menghadap ke atas. Masukkan tabung
ke dalam holder dan dorong sehingga jarum bagian posterior tertancap pada tabung,
maka darah akan mengalir masuk ke dalam tabung. Tunggu sampai darah berhenti
mengalir. Jika memerlukan beberapa tabung, setelah tabung pertama terisi, cabut dan
ganti dengan tabung kedua, begitu seterusnya.

Lepas turniket dan minta pasien membuka kepalan tangannya. Volume darah yang
diambil kira-kira 3 kali jumlah serum atau plasma yang diperlukan untuk
pemeriksaan.

Letakkan kapas di tempat suntikan lalu segera lepaskan/tarik jarum. Tekan kapas
beberapa sat lalu plester selama kira-kira 15 menit. Jangan menarik jarum sebelum
turniket dibuka.
Vacuum tubes were first marketed by U.S. company BD ( Becton - Dickinson ) under
the trade name Vacutainer . This type of tube is a vacuum tube , made of glass or
plastic . When the tube attached to the needle , the blood will flow into the tube and
stops flowing when a certain volume has been reached .
Needles used consists of two needles that are connected by a threaded connection .
Needle on the anterior side is used to puncture the vein and the needle on the posterior
side of the tube is plugged . Posterior needle enclosed by material of rubber so as to
prevent the blood from flowing out patients . Threaded connection is used to attach
the needle on a holder and ease when pushing tubes stuck in the posterior needle .
The advantage of using this method is a decision , no need to divide the blood sample
into a tube . Once enough stabbings , can be used for multiple tube alternately
according to the type of test required . For the purposes of the test bacteria culture , it
is also better for the patient's blood can flow directly into the tube containing the
bacteria culture media . Thus , the possibility of contamination during sample removal
on making it the manual way can be avoided .
The drawback difficult decision in the elderly , small children , infants , or if the vein
is unreliable ( small , fragile ) , or if the patient is obese . To overcome this winged
needle may be used ( winged needle ) .
Winged needle or needles are often also called " butterfly " needle similar to
vakutainer as mentioned above . The difference is , between the anterior and posterior
needle there are two wings on the base of the needle plastic hose that connects the
anterior and anterior and posterior needle . If the proper insertion of the vein , blood
will appear in on the hose ( flash ) .
procedure :
Prepare the necessary tools : needles , alcohol 70 % cotton , rope hedge
( tourniquet ) , plaster , vacuum tubes .
Put the needle on a holder , make sure securely fastened .
Perform patient approach with calm and friendly ; try to patients as comfortable as
possible .
Identify patients correctly according to the data sheet request .
Verify the patient, such as fasting or consumption of drugs . Record if the patient is
taking certain medications , etc. are not fasting .
Ask the patient to straighten his arm , the arm that many choose to do activities .
Ask the patient to clench the hand .

Attach leash hedge ( tourniquet ) is approximately 10 cm above the elbow fold .


Select part of the median cubital or cephalic vein . Perform palpation ( palpation ) to
ascertain the position of the vein ; vein palpable as a small pipe , elastic and have
thick walls . If the vein is not palpable , do the ordering from the wrist to the elbow ,
or a warm compress for 5 minutes regions forearm .
Clean the skin at the part to be taken with alcohol 70 % cotton and let it dry .
Cleansed skin do not hold anymore .
Plugs section of a vein with a needle hole position facing up . Insert the tube into the
holder and push it so that the needle is stuck on the posterior part of the tube , then the
blood will flow into the tube . Wait until the blood stops flowing . If you need a tube ,
after the first tube is filled, remove and replace with a second tube , and so on .
Remove the tourniquet and ask the patient to open his fist . The volume of blood
taken approximately 3 times the amount of serum or plasma is required for
inspection .
Put cotton in the injection site and immediately release / pull the needle . Press
cotton and plaster some sat for about 15 minutes . Do not pull the needle before the
tourniquet is opened .
Menampung Darah Dalam Tabung
Beberapa jenis tabung sampel darah yang digunakan dalam praktek laboratorium klinik
adalah sebagai berikut :

Tabung tutup merah. Tabung ini tanpa penambahan zat additive, darah akan menjadi
beku dan serum dipisahkan dengan pemusingan. Umumnya digunakan untuk
pemeriksaan kimia darah, imunologi, serologi dan bank darah (crossmatching test)
Tabung tutup kuning. Tabung ini berisi gel separator (serum separator tube/SST)
yang fungsinya memisahkan serum dan sel darah. Setelah pemusingan, serum akan
berada di bagian atas gel dan sel darah berada di bawah gel. Umumnya digunakan
untuk pemeriksaan kimia darah, imunologi dan serologi

Tabung tutup hijau terang. Tabung ini berisi gel separator (plasma separator
tube/PST) dengan antikoagulan lithium heparin. Setelah pemusingan, plasma akan
berada di bagian atas gel dan sel darah berada di bawah gel. Umumnya digunakan
untuk pemeriksaan kimia darah.

Tabung tutup ungu atau lavender. Tabung ini berisi EDTA. Umumnya digunakan
untuk pemeriksaan darah lengkap dan bank darah (crossmatch)

Tabung tutup biru. Tabung ini berisi natrium sitrat. Umumnya digunakan untuk
pemeriksaan koagulasi (mis. PPT, APTT)

Tabung tutup hijau. Tabung ini berisi natrium atau lithium heparin, umumnya
digunakan untuk pemeriksaan fragilitas osmotik eritrosit, kimia darah.

Tabung tutup biru gelap. Tabung ini berisi EDTA yang bebas logam, umumnya
digunakan untuk pemeriksaan trace element (zink, copper, mercury) dan toksikologi.

Tabung tutup abu-abu terang. Tabung ini berisi natrium fluoride dan kalium
oksalat, digunakan untuk pemeriksaan glukosa.

Tabung tutup hitam ; berisi bufer sodium sitrat, digunakan untuk pemeriksaan LED
(ESR).

Tabung tutup pink ; berisi potassium EDTA, digunakan untuk pemeriksaan


imunohematologi.

Tabung tutup putih ; potassium EDTA, digunakan untuk pemeriksaan molekuler/PCR


dan bDNA.

Tabung tutup kuning dengan warna hitam di bagian atas ; berisi media biakan,
digunakan untuk pemeriksaan mikrobiologi aerob, anaerob dan jamur
Accommodate Blood In Tube
Several types of blood sample tubes used in clinical laboratory practice is as follows :
Tube red cap . This tube without the addition of additives , the blood will be frozen
and the serum separated by centrifugation . Generally used for the examination of
blood chemistry , immunology , serology and blood bank ( crossmatching test)
yellow cap tubes . It contains a gel separator tubes ( serum separator tube / SST )
whose function is to separate serum and blood cells . After centrifugation , the serum
will be at the top of the gel and the blood cells are under the gel . Generally used for
the examination of blood chemistry , immunology and serology
Tube light green cap . It contains a gel separator tubes ( plasma separator tube /
PST ) with lithium heparin anticoagulant . After centrifugation , the plasma will be at
the top of the gel and the blood cells are under the gel . Commonly used for blood
chemistry examination .
Tube cap purple or lavender . This tube contains EDTA . Commonly used for a
complete blood count and blood bank ( crossmatch )
blue cap tubes . This tube contains sodium citrate . Commonly used for examination
of coagulation ( eg PPT , APTT )
Tubes green cap . This tube contains sodium or lithium heparin , commonly used for
erythrocyte osmotic fragility examination , blood chemistry .
dark blue cap tubes . This tube contains EDTA -free metal , commonly used for the
examination of trace elements ( zinc , copper , mercury ) and toxicology .
Tube light gray cap . This tube contains sodium fluoride and potassium oxalate ,
glucose is used for examination .

Tube black cap ; contains sodium citrate buffer , used for checking LED ( ESR ) .
pink cap tubes ; contains potassium EDTA , used for examination imunohematologi .
Tube white cap ; potassium EDTA , used for examination of molecular / PCR and
bDNA .
tube yellow cap with black on the top ; contains the culture medium , used for
microbiological examination - aerobic , ana
Beberapa hal penting dalam menampung sampel darah adalah :

Darah dari syring atau suntikan harus dimasukkan ke dalam tabung dengan cara
melepas jarum lalu mengalirkan darah perlahan-lahan melalui dinding tabung.
Memasukkan darah dengan cara disemprotkan, apalagi tanpa melepas jarum,
berpotensi menyebabkan hemolisis. Memasukkan darah ke dalam tabung vakum
dengan cara menusukkan jarum pada tutup tabung, biarkan darah mengalir sampai
berhenti sendiri ketika volume telah terpenuhi.
Homogenisasi sampel jika menggunakan antikoagulan dengan cara memutar-mutar
tabung 4-5 kali atau membolak-balikkan tabung 5-10 kali dengan lembut. Mengocok
sampel berpotensi menyebabkan hemolisis.
Urutan memasukkan sampel darah ke dalam tabung vakum adalah : pertama botol
biakan (culture) darah atau tabung tutup kuning-hitam kedua tes koagulasi (tabung
tutup biru), ketiga tabung non additive (tutup merah), keempat tabung tutup merah
atau kuning dengan gel separator atau clot activator, tabung tutup ungu/lavendet
(EDTA), tabung tutup hijau (heparin), tabung tutup abu-abu (NaF dan Na oksalat)

PENGAMBILAN DARAH KAPILER


Some important things to accommodate the blood sample is:
Blood from Syring or injections should be inserted into the tube with a needle and then
removing the blood flow slowly through the tube wall. Enter the blood by spraying,
especially without removing the needle, potentially causing hemolysis. Enter into the blood
by way of the vacuum tube needle on the jar lid, let the blood flow to stop itself when the
volume has been met.
Homogenization of samples when using anticoagulants by twisting the tube 4-5 times or
flipping the tube gently 5-10 times. Whisk samples potentially cause hemolysis.
The order of entering the blood sample into the vacuum tube is: first - bottle culture
(culture) or blood-black tube yellow cap second - coagulation tests (blue cap tube), the third non-additive tube (red cap), fourth - tube red cap or yellow with separator gel or clot
activator, tube caps purple / lavendet (EDTA), green cap tube (heparin), gray cap tubes (NaF
and Na oxalate)
DECISION capillary blood

Pengambilan darah kapiler atau dikenal


dengan istilah skinpuncture yang berarti proses pengambilan sampel darah dengan tusukan
kulit. Tempat yang digunakan untuk pengambilan darah kapiler adalah :

Ujung jari tangan (fingerstick) atau anak daun telinga.


Untuk anak kecil dan bayi diambil di tumit (heelstick) pada 1/3 bagian tepi telapak
kaki atau ibu jari kaki.

Lokasi pengambilan tidak boleh menunjukkan adanya gangguan peredaran, seperti


vasokonstriksi (pucat), vasodilatasi (oleh radang, trauma, dsb), kongesti atau sianosis
setempat.

Pengambilan darah kapiler dilakukan untuk tes-tes yang memerlukan sampel dengan volume
kecil, misalnya untuk pemeriksaan kadar glukosa, kadar Hb, hematokrit (mikrohematokrit)
atau analisa gas darah (capillary method).
Prosedur

Siapkan peralatan sampling : lancet steril, kapas alcohol 70%.


Pilih lokasi pengambilan lalu desinfeksi dengan kapas alkohol 70%, biarkan kering.

Peganglah bagian tersebut supaya tidak bergerak dan tekan sedikit supaya rasa nyeri
berkurang.

Tusuk dengan lancet steril. Tusukan harus dalam sehingga darah tidak harus diperasperas keluar. Jangan menusukkan lancet jika ujung jari masih basah oleh alkohol. Hal
ini bukan saja karena darah akan diencerkan oleh alkohol, tetapi darah juga melebar di
atas kulit sehingga susah ditampung dalam wadah.
Capillary blood sampling or known as skinpuncture which means the process of blood
sampling with puncture skin. Premises used for capillary blood sampling are:
The end of a finger (fingerstick) or child earlobe.
For small children and babies were taken at the heel (heelstick) in the third part of
the edge of the sole of the foot or toes.
What decision should not indicate the presence of circulatory disorders, such as
vasoconstriction (pale), vasodilation (by inflammation, trauma, etc.), local congestion
or cyanosis.

Capillary blood sampling is done for the tests that require samples with small
volumes, eg for checking glucose levels, hemoglobin concentration, hematocrit
(mikrohematokrit) or blood gas analysis (capillary method).
procedure
Prepare sampling equipment: sterile lancet, cotton 70% alcohol.
Select the location of the disinfection with 70% alcohol swab, let dry.
Hold the part that does not move and press slightly so that the pain is reduced.
Plugs with a sterile lancet. Puncture should be in so that blood does not have to
squeeze the squeezed-out. Do not stick a lancet if the fingertips are still wet with
alcohol. This is not only because the blood would be diluted by alcohol, but also
widens the blood on the skin so hard to fit in the container.

Setelah darah keluar, buang tetes darah pertama dengan memakai kapas kering, tetes
berikutnya boleh dipakai untuk pemeriksaan.
Pengambilan darah diusahakan tidak terlalu lama dan jangan diperas-peras untuk
mencegah terbentuknya jendalan.
After the blood out, discard the first drop of blood with a dry cotton wears,
subsequent drops should be used for the examination.
Blood sampling was not labored too long and do not squeezed-squeezed to prevent
the formation of jendalan.

Pengambilan Darah Arteri


Pengambilan darah arteri umumnya menggunakan arteri radialis di daerah pergelangan
tangan. Jika tidak memungkinkan dapat dipilih arteri brachialis di daerah lengan atau arteri
femoralis di lipat paha. Pengambilan darah harus dilakukan dengan hati-hati dan oleh tenaga
terlatih.
Sampel darah arteri umumnya digunakan untuk pemeriksaan analisa gas darah.
Prosedur

Siapkan peralatan sampling di tempat/ruangan dimana akan dilakukan sampling.


Pilih bagian arteri radialis.

Pasang tali pembendung (tourniquet) jika diperlukan.

Lakukan palpasi (perabaan) dengan jari tangan untuk memastikan letak arteri.

Desinfeksi kulit yang akan ditusuk dengan kapas alkohol 70%, biarkan kering. Kulit
yang telah dibersihkan jangan dipegang lagi.

Tekan bagian arteri yang akan ditusuk dengan dua jari tangan lalu tusukkan jarum di
samping bawah jari telunjuk dengan posisi jarum tegak atau agak miring. Jika tusukan
berhasil darah terlihat memasuki spuit dan mendorong thorak ke atas.

Setelah tercapai volume darah yang dikehendaki, lepaskan/tarik jarum dan segera
letakkan kapas pada tempat tusukan lalu tekan kapas kuat-kuat selama 2 menit.
Pasang plester pada bagian ini selama 15 menit.
Arterial Blood retrieval
General arterial blood sampling using the radial artery in the wrist area. If it is not
possible to choose the brachial artery in the arm or the femoral artery in the groin.
Blood sampling should be done with care and by trained personnel.
Arterial blood samples are generally used for the examination of blood gas analysis.
procedure
Prepare sampling equipment in a place / room where sampling will be carried out.
Select part of the radial artery.
Attach leash hedge (tourniquet) if necessary.
Perform palpation (feeling) with your fingers to make sure the location of the artery.
Disinfection of the skin to be punctured with a 70% alcohol swab, let dry. Skin that
has been cleaned do not hold anymore.
Press the artery to be punctured with two fingers and then stick a needle in the
bottom side of the index finger with the needle position upright or slightly tilted. If
successful puncture blood was seen entering the thoracic syringe and push upwards.
Having achieved the desired blood volume, release / pull the needle and
immediately put cotton on cotton puncture site and press vigorously for 2 minutes.
Put tape on this section for 15 minutes.

Khusus Pengambilan Darah Vena Pada Pasien Yang Terpasang Cairan Intra Vena
Pemilihan letak vena menjadi perhatian penting ketika pasien terpasang intravena (IV) line,
misalnya infus. Prinsipnya, pengambilan sampel darah tidak boleh dilakukan pada lengan
yang terpasang infus. Jika salah satu lengan terpasang infus, maka pengambilan darah
dilakukan pasa lengan yang tidak terpasang infus. Jika kedua lengan terpasang infus, lakukan
pengambilan pada vena kaki. Lalu bagaimana jika seluruh akses vena tidak memungkinkan
untuk dilakukan pengambilan sampel darah? Berikut ini adalah teknik pengambilan sampel
darah pada pasien yang terpasang infus atau IV-lines (contoh kasus pasien luka bakar di atas
70%).
Aternatif 1
Jika memungkinkan, lakukan pengambilan darah pada lengan yang tidak terpasang infus.
Alternatif 2
Jika tidak memungkinkan, lakukan pengambilan sampel darah di daerah kaki.

Alternatif 3
Jika tidak ada akses vena di tempat lain, lakukan pengambilan sampel darah pada lengan
yang terpasang infus dengan cara :
1. Mintalah perawat untuk menghentikan aliran infus selama minimal 2 menit sebelum
pengambilan.
2. Pasang tourniquet pada bagian sebelah bawah jarum infus.
3. Lakukan pengambilan sampel darah pada vena yang berbeda dari yang terpasang
infus atau di bagian bawah vena yang terpasang infus.
4. Mintalah perawat untuk me-restart infus setelah spesimen dikumpulkan.
5. Buatlah catatan bahwa spesimen dikumpulkan dari lengan yang terpasangi infus
beserta jenis cairan infus yang diberikan. Tulislah informasi ini pada lembar
permintaan lab.
Alternatif 4
Jika hanya ada satu saja akses vena di tempat yang terpasang infus, maka :
1. Hentikan aliran infus seperti cara di atas
2. Keluarkan darah dari vena tersebut, buang 2-5 ml pertama, dan tampung aliran sampel
darah selanjutnya dalam tabung.
3. Mintalah perawat untuk me-restart infus setelah spesimen dikumpulkan.
4. Buatlah catatan bahwa spesimen dikumpulkan dari lengan yang terpasangi infus
beserta jenis cairan infus yang diberikan. Tulislah informasi ini pada lembar
permintaan lab.
Perhatian : Pemilihan alternatif 3 dan 4 harus dengan ijin dan pengawasan dokter.
Phlebotomis dapat bekerjasama dengan perawat untuk prosedur pengambilan ini.
Arterial Blood retrieval
General arterial blood sampling using the radial artery in the wrist area . If it is not
possible to choose the brachial artery in the arm or the femoral artery in the groin .
Blood sampling should be done with care and by trained personnel .
Arterial blood samples are generally used for the examination of blood gas analysis .
procedure
Prepare sampling equipment in a place / room where sampling will be carried out .
Select part of the radial artery .
Attach leash hedge ( tourniquet ) if necessary .
Perform palpation (feeling ) with your fingers to make sure the location of the artery .

Disinfection of the skin to be punctured with a 70 % alcohol swab , let dry . Skin that
has been cleaned do not hold anymore .
Press the artery to be punctured with two fingers and then stick a needle in the bottom
side of the index finger with the needle position upright or slightly tilted . If successful
puncture blood was seen entering the thoracic syringe and push upwards .

Having achieved the desired blood volume , release / pull the needle and immediately
put cotton on cotton puncture site and press vigorously for 2 minutes . Put tape on this
section for 15 minutes .
Arterial Blood retrieval
General arterial blood sampling using the radial artery in the wrist area . If it is not
possible to choose the brachial artery in the arm or the femoral artery in the groin .
Blood sampling should be done with care and by trained personnel .
Arterial blood samples are generally used for the examination of blood gas analysis .
procedure
Prepare sampling equipment in a place / room where sampling will be Carried out .
Select part of the radial artery .
Attach leash hedge ( tourniquet ) if Necessary .
Perform palpation (feeling ) with your fingers to the make sure the location of the
artery .
Disinfection of the skin to be punctured with a 70 % alcohol swab , let dry . Skin that
has been cleaned do not hold anymore .
Press the artery to be punctured with two fingers and then stick a needle in the bottom
side of the index finger with the needle position upright or slightly tilted . If successful
puncture blood was seen entering the thoracic syringe and push upwards .

Having Achieved the Desired blood volume , release / pull the needle and immediately
put cotton on cotton puncture site and press vigorously for 2 minutes . Put tape on this
section for 15 minutes .
Taking special Venous Blood In Patients Who Posted Intra Venous Fluids
The selection of the location of the vein is an important concern when a patient is
attached intravenous ( IV ) line , for example infusion . Principally , blood sampling
should not be conducted on an arm attached to a drip. If one arm is attached infusion ,

the blood draw done pasa infusion arm that is not installed . If both arms attached
infusion , did capture the leg veins . So what if the entire venous access is not possible to
do blood sampling ? Here is a sampling technique in patients whose blood mounted or
IV infusion - lines (eg cases of burns patients above 70 % ) .
aternatif 1
If possible , do the blood draw on the arm that is not attached infusion .
alternative 2
If not possible , perform blood sampling in the area of the foot .
alternative 3
If there is no venous access in other places , doing blood sampling on the arm that is
attached infusion by way of :
1 . Ask the nurse to stop the flow of infusion for at least 2 minutes before taking .
2 . Put a tourniquet on the lower part of the infusion needle .
3 . Perform blood sampling at different venous infusion of which is attached at the
bottom or attached vein infusion .
4 . Ask the nurse to restart the infusion after the specimen was collected .
5 . Make a note that the specimens were collected from infusion terpasangi arm along a
given type of intravenous fluids . Write this information on the lab request sheet .
alternative 4
If there is only one course at a venous access attached infusion , then :
1 . Stop the flow of infusion as described above
2 . Remove blood from the veins , discard the first 2-5 ml , and the flow capacity of the
next blood sample in the tube .
3 . Ask the nurse to restart the infusion after the specimen was collected .
4 . Make a note that the specimens were collected from infusion terpasangi arm along a
given type of intravenous fluids . Write this information on the lab request sheet .
Attention : Selection of alternatives 3 and 4 must be with the permission and
supervision of a doctor . Phlebotomis can work together with nurses for the retrieval
procedure .
Bahan bacaan :

Reading :
1. Calgary Laboratory Services, Blood Collection Guidelines.
2. Direktorat Laboratorium Kesehatan Departemen Kesehatan RI, Pedoman Praktek
Laboratorium yang Benar (Good Laboratory Practice), Cetakan ke-3, Jakarta, 2004.
3. Joyce LeFever Kee, Pedoman Pemeriksaan Laboratorium & Diagnostik, Edisi 6,
EGC, 2007.
4. Laboratorium Patologi Klinik FK-UGM, Tuntunan Praktikum Hematologi, Bagian
Patologi Klinik FK-UGM, Yogyakarta, 1995.
5. R. Gandasoebrata, Penuntun Laboratorium Klinik, Dian Rakyat, Bandung, 1992.
6. The Royal College of Pathologists of Australasia, Manual of Use and Interpretation
of Pathology Tests, Griffin Press Ltd., Netley, Australia, 1990.
7. WebPath, Phlebotomy Tutorial, The University of Utah Eccles Health Sciences
Library