Anda di halaman 1dari 7

OSMOSIS

Osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif


dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran
semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat
terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran.
Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara
buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi
pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih
encer. Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya
pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan
dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor.
Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini
bergantung pada konsentrasi zat terlarut, dan bukan pada sifat zat
terlarut itu sendiri.
Osmosis adalah suatu topik yang penting dalam biologi karena fenomena
ini dapat menjelaskan mengapa air dapat ditransportasikan ke dalam dan
ke luar sel.

DIFUSI

Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam


pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi

rendah. Perbedaan konsentrasi yang ada pada dua larutan disebut


gradien konsentrasi. Difusi akan terus terjadi hingga seluruh partikel
tersebar luas secara merata atau mencapai
keadaan kesetimbangan dimana perpindahan molekul tetap terjadi
walaupun tidak ada perbedaan konsentrasi. Contoh yang sederhana
adalah pemberian gula pada cairan teh tawar. Lambat laun cairan menjadi
manis. Contoh lain adalah uap air dari cerek yang berdifusi
dalam udara.Difusi yang paling sering terjadi adalah difusi molekuler.
Difusi ini terjadi jika terbentuk perpindahan dari sebuah lapisan (layer)
molekul yang diam dari solid atau fluida.
Ada beberapa faktor yang memengaruhi kecepatan difusi, yaitu:[1]

Ukuran partikel. Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat


partikel itu akan bergerak, sehingga kecepatan difusi semakin tinggi.

Ketebalan membran. Semakin tebal membran, semakin lambat


kecepatan difusi.

Luas suatu area. Semakin besar luas area, semakin cepat kecepatan
difusinya.

Jarak. Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat


kecepatan difusinya.

Suhu. Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk


bergerak dengan lebih cepat. Maka, semakin cepat pula kecepatan
difusinya.

Difusi biasa terjadi ketika sel ingin mengambil nutrisi atau molekul
yang hydrophobic atau tidak berpolar / berkutub. Molekul dapat langsung
berdifusi ke dalam membran plasma yang terbuat dari phospholipids.
Difusi seperti ini tidak memerlukan energi atau ATP (Adenosine TriPhosphate).

Difusi khusus terjadi ketika sel ingin mengambil nutrisi atau molekul
yang hydrophilic atau berpolar dan ion. Difusi seperti ini memerlukan
protein khusus yang memberikan jalur kepada partikel-partikel tersebut
ataupun membantu dalam perpindahan partikel. Hal ini dilakukan karena
partikel-partikel tersebut tidak dapat melewati membran plasma dengan
mudah. Protein-protein yang turut campur dalam difusi khusus ini
biasanya berfungsi untuk spesifik partikel.

II.Persamaan
Osmosis dan difusi merupakan mekanisme nutrien pada waktu transport
nutrien melewati membran yang bersifat pasif. Transport pasif memiliki
arti bahwa mekanisme transport tersebut tidak melawan gradien
konsentrasi sehingga tidak membutuhkan energi untuk melakukan
mekanisme ini.
III. Perbedaan
Untuk memahami perbedaan tentang difusi dan osmosis harus dipahami
konsepnya dahulu dengan baik. Perlu Anda perhatikan pada definisi
masing-masing (silahkan baca ulang definisi di atas).
Dari definisi tersebut konsep yang perlu ditanamkan dengan baik bahwa:

Osmosis harus melewati membran. Jadi jika terjadi perpindahan pelarut


tanpa melalui membran selektif semipermeabel bukanlah osmosis tetapi
peristiwa tersebut adalah difusi. Perhatikan gambar berikut :

B
Gambar A adalah peristiwa osmosis.
penjelasan:
Gambar tersebut adalah 2 sel yang masing-masing memiliki membran
plasma dan pada gambar tersebut terjadi perbedaan konsentrasi.
Konsentrasi garam sebelah kanan lebih tinggi akibatnya volume
pelarutnya lebih kecil dibandingkan dengan sel yang sebelah kiri.
karena definisi osmosis adalah perpindahan pelarut bukan perpindahan
zat terlarut, maka akan terjadi perpindahan pelarut dari sel sebelah kiri ke
sebelah kanan.

Pada gambar B, di sana tidak nampak adanya membran semipermeabel


jadi peristiwa tersebut proses difusi bukan osmosis dimana yang pindah
adalah partikelnya bukan pelarutnya(jika sebuah larutan),
perpindahannya juga dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.
dengan kata lain untuk membedakan osmosis dan difusi dapat dilihat dari
2 aspek , yaitu:
ada tidaknya membran; jika tidak ada berarti difusi.
objek apakah yang pindah. jika partikel yang pindah adalah difusi.

IMBIBISI

Imbibisi adalah penyerapan air (absorpsi) oleh benda-benda yang padat


(solid) atau agak padat (semi solid) karena benda-benda tersebut
mempunyai zat penyusun dari bahan yang berupa koloid.
Ada banyak hal yang merupakan proses penyerapan air yang terjadi pada
makhluk hidup, misalnya penyerapan air dari dalam tanah oleh akar
tanaman. Namun, penyerapan yang dimaksudkan di sini yaitu penyerapan
air oleh biji kering. Hal ini banyak kita jumpai di kehidupan kita sehari-hari
yaitu pada proses pembibitan tanaman padi, pembuatan kecambah tauge,
biji kacang hijau terlebih dahulu direndam dengan air. Pada peristiwa
perendaman inilah terjadi proses imbibisi oleh kulit biji tanaman tersebut.
Tidak hanya itu, proses imbibisi juga memiliki kecepatan penyerapan air
yang berbeda-beda untuk setiap jenis biji tanaman.
Mekanisme
Transportasi tumbuhan adalah proses pengambilan dan pengeluaran zatzat ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Tumbuhan memperoleh bahan
dari lingkungan untuk hidup berupa O2, CO2, air dan unsur hara. Kecuali
gas O2 dan CO2 zat diserap dalam bentuk larutan ion. Mekanisme proses
penyerapan dapat belangsung karena adanya proses, difusi, osmosis,
transpor aktif, dan imbibisi. Imbibisi merupakan salah satu proses difusi
yang terjadi pada tanaman. Imbibisi merupakan masuknya air pada ruang
interseluler dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi. Proses imbibisi

tidak melibatkan membrane seperti pada peristiwa osmosis. Imbibisi


terjadi karena permukaan-permukaan struktur mikroskopik dalam sel
tumbuhan, seperti selulosa, butir pati, protein, dan bahan lainnya yang
dapat menarik dan memegang molekul-molekul air dengan gaya tarik
antarmolekul. Misalnya masuknya air pada biji saat berkecambah dan biji
kacang yang direndam dalam air beberapa jam. (Anonymous,2011)

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Imbibisi

a.

Faktor dalam terdiri dari:


Kecepatan transpirasi : semakin cepat transpirasi makin cepat

penyerapan.
b.

Sistem perakaran : tumbuhan yang mempunyai system perakaran

berkembang baik, akan mampu mengadakan penyerapan lebih kuat


karena jumlah bulu akar semakin banyak.
c.

Kecepatan metabolisme : karena penyerapan memerlukan energi,

maka semakin cepat metabolismem (terutama respirasi) akan


mempercepat penyerapan.

a.

Factor lingkungan terdiri dari:


Ketersediaan air tanah : tumbuhan dapat menyerap air bila air

tersedia antara kapasitas lapang dan konsentrasi layu tetap. Bila air
melebihi kapasitas lapang penyerapan terhambat karena akan berada
dalam lingkungan anaerob.
b.

Konsentrasi air tanah : air tanah bukan air murni, tetapi larutan yang

berisi berbagai ion dan molekul. Semakin pekat larutan tanah semakin
sulit penyerapan.
c.

Temperatur tanah : temperatur mempengaruhi kecepatan

metabolism. Ada temperatur optimum untuk metabolisme dan tentu saja


ada temperatur optimum untuk penyerapan.
d.

Aerasi tanah: yang dimaksud dengan aerasi adalah pertukaran

udara, yaitu maksudnya oksigen dan lepasnya CO2 dari lingkungan.

Aerasi mempengaruhi proses respirasi aerob, kalau tidak baik akan


menyebabkan terjadinya kenaikan kadar CO2 yang selanjutnya
menurunkan pH. Penurunan pH ini berakibat terhadap permeabilitas
membran sel.
(Soedirokoesoemo,1993)