Anda di halaman 1dari 7

BAB IV

SLAKE DURABILTY

4.1 Dasar Teori


Uji Slake Durability merupakan salah satu pengujian sifat mekanik
material geologi untuk menentukan dan mengetahui ketahanan

batuan

terhadap proses disintegrasi melalui standar putaran pada kondisi basah dan
kering. Pengetahuan tentang kekuatan material sangat diperlukan untuk
menindaklanjuti masalah-masalah yang berhubungan dengan stabilitas massa
dari material tersebut.
Gaya-gaya yang bekerja pada suatu massa materi geologi cenderung
akan menyebabkan timbulnya suatu ketidakstabilan (instability) pada daerah
dimana massa materi geologi tersebut berada, yang pada titik kulminasi akan
terjadi failure envelope. Dalam praktiknya, seringkali dianggap bahwa
mekanisme keruntuhan (failure) akan terjadi pada titik-titik di sepanjang
daerah yang tidak stabil (sebagai suatu asumsi maupun yang dapat diketahui
atau dapat diidentifikasi secara langsung di lapangan). Uji ketahanan batuan
ini dapat mencerminkan resistivitas batuan terhadap pelapukan.
Perhitungan slake durability untuk mrndapatkan hasil indeks durability
batuan adalah seperti di bawah ini:

LAPORAN PELATIHAN MEKANIKA BATUAN


LABORATORIUM MEKANIKA TANAH DAN BATUAN CEMARA ENGINEERING

30

Alat Slake Durability


4.2 Tujuan
Untuk mengetahui ketahanan batuan yang mengalami siklus
pembasahan dan pengeringan. Serta juga mengetahui Index Durability.

4.3 Alat dan Bahan


1. Sampel batuan siklus 1,2 dan 3.
2. Timbangan neraca analitik.
3. Slake durability 1 set.
4. Stopwacth.
5. Air

4.4 Prosos dan Tata cara pengujian

LAPORAN PELATIHAN MEKANIKA BATUAN


LABORATORIUM MEKANIKA TANAH DAN BATUAN CEMARA ENGINEERING

30

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Timbang sampel batuan siklus 1.


Membuka drum, kemudian memasukkan sampel ke dalam drum.
Memasukkan air pada bak tidak lebih dari as pemutar.
Menghidupkan slake durability bersamaan dengan stopwacth.
Menimbang batuan setelah di uji untuk mendapatkan berat basah.
Mengoven sampel batuan selama 2 jam dengan temperatur 110c.
Menimbang berat sampel setelah di oven untuk mendapatkan berat kering.
Mengulangi langkah 1-7 untuk siklus 2 dan 3.

4.5 Hasil Perhitungan


Tabel Slake Durability

No/Siklus

Berat
Sampel/s
(gr)

Berat
Sampel
setelah
dioven/s1
(gr)

Berat
Dru
m
(gr)

Wd+s

Wd+s1

Id (%)

Durability
Classification

252

248

152

404

400

98,41

high durability

II

235

225

152

387

377

95,74

high durability

Keterangan
Andesit, Hitam,
Keras
Andesit, Hitam,
Keras

Diketahui :
Wd = 152 gr
1. Sampel 1
S = 252 gr
S1 = 248 gr
2. Sampel 2
S = 235 gr
S2 = 225 gr
Perhitungan :
a. Siklus I
Id1 =

Id1 = 400-152 X 100 %


404-152

LAPORAN PELATIHAN MEKANIKA BATUAN


LABORATORIUM MEKANIKA TANAH DAN BATUAN CEMARA ENGINEERING

30

Id1 = 98,41 %

b. Siklus II
Id2 =

Id2 = 377 152 X 100 %


387 - 152
Id2 = 95,74 %

4.6 Pembahasan

LAPORAN PELATIHAN MEKANIKA BATUAN


LABORATORIUM MEKANIKA TANAH DAN BATUAN CEMARA ENGINEERING

30

Berdasarkan hasil perhitungan pada sampel batuan siklus 1, dan siklus


2, sampel batuan tersebut dapat dikelompokkan ke dalam grup batuan seperti
yang terdapat pada tabel di atas. Sehingga pengelompokkannya sebagai
berikut:
- Siklus 1 dengan nilai Id 98,41 %, sehingga dapat dikategorikan nilai
-

indeks slake durability ke dalam grup high durability.


Siklus 2 dengan nilai Id 95,74 %, sehingga dapat dikategorikan nilai
indeks slake durability ke dalam grup high durability.

4.7 Dokumentasi

LAPORAN PELATIHAN MEKANIKA BATUAN


LABORATORIUM MEKANIKA TANAH DAN BATUAN CEMARA ENGINEERING

30

LAPORAN PELATIHAN MEKANIKA BATUAN


LABORATORIUM MEKANIKA TANAH DAN BATUAN CEMARA ENGINEERING

30

LAPORAN PELATIHAN MEKANIKA BATUAN


LABORATORIUM MEKANIKA TANAH DAN BATUAN CEMARA ENGINEERING

30