Anda di halaman 1dari 7

TIMAH (Sn)

Timah dalam bahasa Inggris disebut sebagai Tin dengan symbol kimia Sn.
Kata Tin diambila dari nama Dewa bangsa Etruscan Tinia. Nama latin dari timah
adalah Stannum dimana kata ini berhubungan dengan kata stagnum yang dalam
bahasa inggris bersinonim dengan kata dripping yang artinya menjadi cair / basah,
penggunaan kata ini dihubungkan dengan logam timah yang mudah mencair. Timah
larut dalam HCl, HNO3, H2SO4, dan beberapa pelarut organic seperti asam asetat
asam oksalat dan asam sitrat. Timah juga larut dalam basa kuat seperti NaOH dan
KOH. Timah memiliki nomor atom 50 dan nomor massa rata-rata adalah 118,71.
Dengan nomor atom tersebut maka timah memiliki konfigurasi electron [Kr] 5s2
4d10 5p2. Dalam sistem tabel periodic timah berada pada golongan utama IVA (atau
golongan 14 untuk sistem periodic modern) dan periode 5 bersama dengan C, Si, Ge,
dan Pb. Timah menunjukkan kesamaan sifat kimia dengan Ge dan Pb seperti
pembentukan keadaan oksidasi +2 dan +4.
Timah tidak ditemukan dalam unsur bebasnya dibumi, akan tetapi diperoleh
dari senyawaannya. Timah pada saat ini diperoleh dari mineral cassiterite atau
tinstone. Cassiterite merupakan mineral oksida dari timah SnO2, dengan kandungan
timah berkisar 78%. Contoh lain sumber biji timah yang lain dan kurang mendapat
perhatian daripada cassiterite adalah kompleks mineral sulfide yaitu stanite
(Cu2FeSnS4) merupakan mineral kompleks antara tembaga-besi-timah-belerang dan
cylindrite (PbSn4FeSb2S14) merupakan mineral kompleks dari timbale-timah-besiantimon-belerang dua contoh mineral ini biasanya ditemukan bergandengan dengan
mineral logam yang lain seperti perak.
A. SUMBER TIMAH
Distribusi timah pada lingkungan sangat beragam dan luas. Di Amerika
Serikat sumber yang paling luas distribusinya

pada anak

adalah cat yang

mengandung timah yang masih ada pada bangunan-bangunan tua, juga dapat

ditemukan di sekitar tempat kerja yang mengandung timah. Timah juga dapat
mengkontaminasi air, makanan, dan sayur-sayuran, tetapi bahan kontaminasi paparan
timah ini tidak dapat dilihat, dirasa, atau dibaui. Timah juga terdapat pada produkproduk komersial, beberapa obat rumahan dan kosmetik yang diimport mengandung
timah; tanah, air, udara terutama yang dekat daerah penambangan atau peleburan
sangat erat kaitannya dengan paparan timah.

Sumber Paparan Timah pada Anak-anak yang sering dijumpai


(dikutip dari healthofchildren.com)
1. Rumah dan Bangunan
Sumber yang paling banyak menyebabkan keracunan timah pada anak-anak
sekarang ini adalah debu dan kepingan dari cat bertimah pada permukaan interior.
Seluruh rumah yang dibangun sebelum tahun 1978 di Amerika Serikat, sekitar 83%86% rumah di cat dengan dasar timah di dalamnya. Bangunan tua, lebih banyak
mengandung cat yang mengandung timah bahkan tidak hanya mengandung tetapi
memiliki konsentrasi timah yang tinggi pada cat-cat tersebut. Saat ini kandungan
timah pada cat dapat ditutup dengan cat yang non-timah, namun timah masih tetap
bisa dilepaskan dengan pengelupasan, kepingan cat yang terlepas, sisa kapur pada
tembok, atau pergesekan. Timah juga bisa mencemari lingkungan melalui renovasi
rumah. Pemerintah Amerika serikat telah melarang penggunaan timah dalam cat
sejak tahun 1977.

2. Air minum
Paparan timah dapat terjadi pada air minum, melalui pipa besi atau tembaga,
keran besi dan pateri yang mengandung timah. Bangunan tua, perumahan yang
dibangun sebelum tahun 1990an hampir semua dilengkapi dengan pipa-pipa tembaga
atau besi yang merupakan salah satu sumber paparan timah, namun tidak menutupi
kemungkinan rumah-rumah yang baru dibangun juga memiliki risiko yang sama.
Sumber-sumber potensial lainnya adalah peralatan kuningan, pendingin air minum
yang tua, teko kopi tua.
3. Makanan dan Sayur-sayuran
Walaupun timah tidak secara sengaja digunakan dalam produk, tapi bisa
mengkontaminasi seperti makanan dan minuman. Timah mungkin mengkontaminasi
makanan selama proses produksi, pengepakan dan penyimpanan. Proses produksi
misalnya, akar dari sayuran yang diambil dari tanah, endapan timah di dalam daun
sayuran

dan peralatan selama pengolahan. Pengepakan contohnya, warna pada

bungkus roti dan permen mungkin mengandung timah. Pada pengepakan makan
kaleng sangat mungkin mengandung timah yang digunakan sebagai pelapis kaleng
yang berfungsi sebagai anti karat. Penyimpanan misalnya barang-barang tembikar
dan keramik bisa menjadi berbahaya bila lapisan pelindungnya terlepas.
4. Produk-produk Komersial
Walaupun sudah dilarang di negara-negara maju seperti Amerika Serikat,
timah masih digunakan pada produk komersial seperti aki otomotif, komputer, cat
pada jembatan, barang-barang yang dibuat dari campuran timah putih dan hitam,
beberapa pelapis keramik.
5. Obat-obat rumahan dan kosmetik
Obat-obatan yang dipakai orang Meksiko yang digunakan untuk mengobati
penyakit seperti kolik di Meksiko dinamakan empacho ternyata mengandung
timah. Obat-obatan ini juga dikenal sebagai Alarcon, coral, liga, Maria Luisa, rueda.
Obat-obatan yang mengandung timah digunakan oleh komunitas Asia: ba-baw-san,
bali goli, chuifong, ghasard, kandu, tokuwan banyak digunakan di daerah china.
B. PAPARAN TIMAH
1. Paparan melalui tertelan
Paparan timah pada anak terutama terjadi dengan cara tertelan, meskipun cara
terhirup juga turut serta menyumbang timah di tubuh manusia dan mungkin

penyumbang utama untuk anak yang hidup di lingkungan yang berhubungan dengan
timah.
Cat bertimah adalah sumber utama dari paparan timah pada anak. Cat
bertimah yang sudah lama, mengelupas akibat pergesekan, menjadi kepingan atau
hancur karena pergesekan (seperti yang terdapat pada ambang jendela, tangga dan
pintu) ataupun bercampur dengan debu rumah dan tanah di sekitarnya sangat
mungkin terkontaminasi. Paparan timah kemudian masuk ke dalam tubuh melalui
aktivitas anak baik sengaja maupun tidak sengaja dari tangan ke mulut.
2. Paparan melalui terhirup
Paparan utama kedua adalah melalui jalan terhirup. Hampir seluruh timah
yang dihirup diabsorbsi ke dalam tubuh, sebaliknya 20%-70% timah yang ditelan
diabsorbsi sisanya akan terbuang melalui urine dan feces (anak-anak mengabsorbsi
lebih tinggi daripada orang dewasa).
Di Amerika Serikat sejak bensin bertimah dihilangkan setahap demi setahap
dimulai pada tahun 1970-an kemudian dengan pengontrolan yang ketat dilaksanakan
pada industri-industri, pada akhirnya telah mengurangi emisi udara sehingga paparan
melalui terhirup udara yang tercemar tidak lagi menjadi jalur utama paparan, tetapi
di beberapa negara yang lain, bensin bertimah masih digunakan termasuk di
Indonesia, hasil emisi masih menjadi masalah kesehatan anak yang utama.
Jalur masuk dengan cara menghirup masih menjadi jalan masuk utama untuk
anak yang hidup di lingkungan industri yang melibatkan timah dan anak yang terlibat
dalam aktivitas renovasi rumah.
C. JENIS TIMAH
1. timah anorganik, ditemukan pada cat yang sudah lama, tanah, dan beberapa
produk lainnya, pembuangan bensin bertimbal juga turut menyumbang
kontaminasi timah anorganik.
Contoh : Timah Oksida (SnO2), Timah(II) Klorida (SnCl2), Timah Sulfida
(SnS)
2. timah organik terdapat pada bensin bertimbal terdiri dari timah organik
sebelum dibakar.
Contoh : organotin
Tetrabutiltimah, dipakai sebagai material dasar untuk sintesis senyawaan
di- dan tributil.

Dialkil atau monoalkil-timah, dipakai sebagai stabilisator panas dalam

pembuatan PVC.
Tributil-Timah oksida, dipakai untuk pengawetan kayu
Trifenil-Timah asetat, merupakan kristal putih yang dipakai untuk

insektisida dan fungisida.


Trifenil-timah klorida dipakai sebagai biosida
Trimetil-timah klorida, dipakai sebagai biosida dan sintesis senyawa

organic.
Trifenil-timah hidroksida, untuk fungisida dan engontrol serangga.
Senyawa organotin dibuat dari reagen Grignard dengan timahtetraklorida.
Timah organik dapat lebih toksik daripada timah anorganik karena

tubuh lebih siap mengabsorbsinya


D. PENGARUH PAPARAN TIMAH
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan American Academy of
Pediatrics (AAP) mendefinisikan BLL adalah 10g/dL (0.1 ppm) sebagai ambang
batas perhatian

untuk kesehatan masyarakat

Anak-anak dengan gejala-gejala

keracunan timah, dengan konsentrasi timah darah lebih dari 70 g/dl, atau yang alergi
atau yang bereaksi terhadap Succimer memerlukan terapi parenteral dengan EDTA
dan dirawat inap.
Timah memasuki seluruh jaringan tubuh, didistribusikan melalui pembuluh
darah, salah satunya menuju ke otak. Timah di susunan saraf pusat meningkatkan
permeabilitas blood brain barrier (BBB) mengakibatkan penumpukan di otak . Selsel mengabsorbsi timah melalui jalur yang sama dengan ion kalsium dan mengatur
aktivitas jalur tersebut untuk menyerap lebih banyak timah dalam sel.
Canfield dkk, 2003, melaporkan kadar timah dalam darah pada anak
preschool dengan nilai 10 g/dL berkaitan dengan hilangnya 7,4 poin IQ relatif
terhadap anak-anak dengan timah darah 1 g/dL, sedangkan Schwartz, 1994
melaporkan, setiap

g/dL meningkat dari 10 sampai 15 g/dL menurunkan IQ

dengan 0,323 poin dan setiap g/dL di atas 15 g/dL menurunkan IQ dengan 0,232
poin, Oleh karena itu bila kadar timah darah 40 g/dL dapat menurunkan IQ hampir

15 poin dibandingkan timah darah 1 g/dL, dan timah darah 60-80 g/dL dapat
menurunkan IQ sekitar 20-25 poin.
E.

PENTINGNYA MINERAL

INI

UNTUK

MENDUKUNG

FUNGSI

KELENJAR ADRENAL
Tin dianggap sebagai trace mineral, atau micromineral. Mineral

ini

ditemukan dalam jumlah kecil dalam tubuh kita dan diyakini berperan di dalam tubuh
dan pada proses kesehatan kita secara keseluruhan. Ion logam ini ditemukan di dalam
jaringan manusia, ditemukan dalam jumlah besar dalam supra renal galnds, hati,
otak, limpa, dan kelenjar tiroid.
Masih banyak hal yang belum diketahui tentang fungsi mineral ini utuk tubuh
kita, dimana penelitian di masa depan akan membuat kita tahu banyak tentang fungsi
dari mineral ini. Dalam sebuah studi dua tahun terakhir dengan manusia, mineral ini
memberikan manfaat positif pada saat depresi, kelelahan, nyeri, masalah kulit, dan
pencernaan. Konsentrasi rata-rata dari mineral ini dalam tubuh sama seperti kobalt,
iodium, kromium, dan selenium yang dikenal sebagai nutrisipenting dalam tubuh.
Sn mendukung kerja dari adrenal, dan iodium mendukung kerja dari tiroid.
Dengan adanya kedua mineral ini pada sistem kerja dari organ tubuh, hal ini
memungkinkan kerja dari jantung dimana : ion logam Sn mengontrol kerja reseptor
sel sisi kiri, dan ion Iodium + tiroid mengontrol reseptor sel sisi kanan. Asupan
vitamin C/ vitamin B 1 yang rendah di dalam tubuh, menyebabkan fungsi dari ion
logam Sn pada kelenjar adrenal menjadi rendah, hal ini dapat mengakibatkan dari sisi
kirii jantung mengalami insufficiency.
1.

Fungsi dan Manfaat Tin


Mendukung pertumbuhan rambut dan dapat meningkatkan refleks.
Untuk memungkinkan sifat anti-kanker
Dapat membantu mengobati beberapa kasus insomnia.
Telah digunakan untuk mengobati depresi, kelelahan, dan kemurungan,

terutama ketika banyak pengobatan lain gagal.


Telah digunakan di beberapa negara untuk mengobati parasit pada usus.
2. Gejala Defisiensi Tin

penyerapan dari Tin sangat rendah dan tidak jelas berapa banyak dari asupan
harian 1,5-3,5 mg. sebenarnya melintasi lapisan usus dan memasuki peredaran

darah.
Defisiensi dapat menyebabkan kebotakan simetris, mengurangi respon

terhadap suara.
Defisiensi Tin dapat menyebabkan adrenal rendah, yang dapat menyebabkan

depresi, kelelahan, kesulitan bernapas, atau asma.


Tin dikaitkan dengan Iodine seperti kalsium dikaitkan dengan magnesium
Dalam satu penelitian terbukti bahwa timah dapat membantu dengan depresi

meskipun kondisi ini biasanya berhubungan dengan ketidakseimbangan dengan


lithium, magnesium, tembaga, sodium, mangan, dan vitamin tertentu. Hanya dalam
kasus di mana penyebab depresi tidak terletak pada tiroid rendah, tekanan darah
rendah, adrenal rendah dan ketidakseimbangan kimia, timah dapat meringankan
kondisi.