Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN
I.A Latar Belakang
Suatu penampilan yang cantik atau rapih didukung oleh rambut yang
rapih dan dengan warna yang segar sebagai cerminan dari kepribadian
seseorang untuk menampilkan citra yang bersahaja. Sediaan rias rambut
digunakan dalam tata rias rambut dimaksud untuk melembutkan,menata,
membantu perawatan dan menyuburkan rambut. Rambut adalah sel epidermis
yang mengalami proses pengubahan struktur menjadi akar dan batang rambut
dan muara lemak, disamping pori yang menjadi muara kelenjat keringat.
Sediaan pewarna rambut yaitu hair color, pemucat rambut atau hair
bleach merupakan produk kosmetika yang digunakan dalam tata rias rambut
untuk mewarnai rambut, baik untuk mengembalikan warna yang asli asalnya
ataaupu warna lain.
Mulanya pewarna rambut bermaksud untuk menutupi uban, agar dapat
bergaya lebih muda dari usia sebenarnya, tetapi kemudian dilakukan sesuai
dengan mode yang berkembang atau alasan lain untuk merubah penampilan
baik menggunakan bahan pewarna rambut alami maupun yang sintesis.
Pewarnaan rambut temporer adalah pewarnaan rambutyang akan
menambah cerah dan warna pada rambut serta tidak menunjukkan efek yang kekal
atas rambut. Sifat pewarnaannya pada rambut sebentar dan mudah dihilangkan
dengan keramas menggunakan sampo.( 2 atau 3 x shampo)

Ekstrak Daun Keben dari tanaman Barringtonia asiatica yang dapat


menghasilkan zat warna coklat kemerahan dapat dijadikan salah satu pewarna
rambut alami. Zat warna ini dapat diperoleh dengan cari maserasi dengan
metode freeze drying.

I.B Tujuan Penulisan


Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk membahas dan
mempelajari bagaimana cara membuat formulsai tentang pewarna rambut
setengah padat temporer serta manfaatnya.

I.C Manfaat Penulisan


Manfaat penulisan makalah ini adalah sebagai sumber informasi dan sarana
untuk mempelajari mengenai bagaimana membuat formulasi sediaan pewarna
rambut padat temporer.
I.D Rumusan Masalah
1. Apakah yang harus diperhatikan di dalam membuat dan kombinasikan
sediaan pewarna rambut agar sesuai dengan karakteristik rambut ?
2. Zat warna apa saja yang dapat digunakan sebagai sediaan pewarnaan
rambut ?
3. Zat warna apa saja yang tidak boleh digunakan sebagai sediaan pewarnaan
rambut ?
4. Metode apa saja yang dapat digunakan pada proses pembuatan sediaan
pewarna rambut?

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II.A Defenisi rambut dan pewarna rambut
Rambut pada dasarnya adalah keratin, yaitu sejenis protein yang juga sama
ditemukan pada kulit dan kuku. Warna alami pada rambut bergantung pada
perbandingan dan jumlah dari 2 jenis protein yang terkandung di dalamnya.

Bagian atau susunan dari Rambut terdiri dari beberapa bagian diantaranya
Ujung Rambut, Batang rambut dan Akar Rambut.
1. Ujung Rambut : yaitu yang berbentuk runcing terdapat pada rambut yang
baru tumbuh & belum pernah dipotong.
2. Batang Rambut : Yaitu bagian rambut yang berada diluar kulit, berupa
benang-benang halus terdiri dari keratin / sel-sel tanduk.
3. Akar Rambut : Yaitu bagian rambut yang berada di dalam kulit dan
tertahan di dalam folikel/ kantong rambut.
Batang Rambut mempunyai 3 lapisan, yaitu :

Cuticula / kulit ari / selaput rambut. Adalah lapisan lapisan luar, terdiri
dari sel-sel tanduk yang pipih/gepeng dan bening (tembus cahaya) dan
tersusun, bagian bawah menutupi bagian diatasnya. Karena cuticula

bening dan tembus cahaya maka terlihatlah warna dari rambut tersebut.
Susunan rambut yang saling menutupi memungkinkan hasil yang
diinginkan dalam penyasakan dan memudahkan cairan (Zat cair) lebih
mudah masuk dalam rambut.

Cortex/Kulit rambut. Adalah bagian yang berada di tengah (antara cuticula


& medulla) disusun oleh kumpulan semacam benang-benang sangat halus
sekali (tidak dapat dilihat oleh mata hanya dengan mikroskop benda).
Benang yang sangat halus disebut fibril. Fibril terbentuk oleh molekul,
molekul fibril mengandung butiran pigmen melanin. Sel tanduk yang
membentuk fibril mengandung suatu zat belerang/sulfur mempunyai
pengaruh reaksi terhadap obat keriting/cold wave dan obat cat rambut.
Molekul-molekul keratin berada dalam bentuk spiral terdapat ikatan-ikatan
yang mempertahankan bentuk rambut secara tetap (Pengeritingan).

Medula / Sumsum rambut. Adalah berupa bagian tengah rambut yang


dibentuk oleh Zat tanduk yang berwujud anyaman dengan rongga-rongga
yang berisikan Udara. Penampang melintang rambut lurus berbentuk
bundar / lonjong berombak menebal disatu sisi. Rambut keriting
penampang melintangnya tidak menentu (kadang berbentuk ginjal)

Akar rambut adalah bagian rambut yang tertanam / berada didalam kulit
jangat. Akar rambut tertanam miring dalam lapisan dalam. Bagian-bagian dari
akar rambut ialah :
a.

Folikel rambut / kantong rambut. Adalah suatau saluran yang menyerupai


kantong dan melindungi tunas rambut serta tertanam didalam dermis(lapisan
dalam kulit).

b.

Umbi rambut. Adalah bagian bawah folikel / kantong rambut yang punya
mulut seperti corong memanjang keatas dari lapisan dermis dan berakhir pada
lapisan epidermis. Gunanya untuk menghisap / menyerap udara serta
penimbunan kotoran dan sebum.

c.

Papil Rambut. Adalah tempat membuat sel-sel tunas rambut dan tempat
membuat sel-sel pigmen melanin ( Zat warna pada rambut).

d.

Pembuluh darah. Adalah saluran yang untuk merembeskan cairan yang berisi
Zat makanan untuk keperluan sel-sel lapisan epidermis.

e.

Kelenjar minyak. Adalah suatu saluran yang berguna untuk memberikan


kelembutan rambut.

f.

Kelenjar keringat. Adalah saluran bermuaranya sel-sel keringat.

g.

Zat warna Rambut. Adalah tempat untuk membuat warna pada rambut atau
disebut sebagai sel melanin.

Ada 3 (tiga) lapisan pada Kulit :


a.

Lapisan Epidermis. Adalah lapisan bagian luar pada kulit. Gunanya untuk
melindungi lapisan-lapisan yang lunak/ lapisan yang ada di dalamnya.

b.

Lapisan Dermis. Adalah lapisan bagian dalam kulit.

c.

Lapisan Sub-Cutis. Adalah lapisan paling dalam pada kulit yang berguna
untuk memberi bentuk tubuh, sebagai isolator yang mempertahankan panas
tubuh, dan tempat menimbun cadangan makanan.

II.B Zat warna yang digunakan dalam pewarnaan rambut


Ada 2 jenis protein melanin rambut yaitu
Eumelanin

: warna hitam sampai coklat

Phaeomelanin

: kekuningan dan merah.

Zat warna alam


Zat warna alam berasal dari tumbuh-tumbuhan sebagai( simplisia, sediaan
galenika seperti :
-

ekstrak dan rebusan,

sari komponen warna, maupun zat semisintetik yang dibuat berdasarkan


pola warna senyawa komponen warna yang dikandung dalam
simplisianya

Zat warna jenis ini meliputi:

Simplisia: akar, kulit batang, dan daun hena ( Lawsonia alba, Lawsonia
inermin, dan Lawsonia spinosa), dapat disajikan dalam bentuk serbuk,
tunggal atau campur. Lawsone (2-hidroksi-1,4 napthoquinon). Untuk
mendapat warna yang bagus dicampur dengan Indigo. Indigo, serbuk daun

kering terutama dari jenis indigofera argentea; digunakan dalam kombinasi

1.

dengan hena (coklat sampai hitam).


Bunga : Bunga kamomil, diperoleh dari Matricacia chammomilla
(apigenin yang berwarna kuning) Apigenin (4,5,7, trihiroksiflavon)
Ekstrak Daun
Misalnya Ekstrak Daun Keben dari tanaman Barringtonia asiatica yang
dapat menghasilkan warna coklat kemerahan.
Ekstrak Kayu :

Kayu brazil, diperoleh dari Caesalpinia braziliensis atau C. echinata


Zat : brazilin ( warna kekuningan bila kena oksigen atau dengan alkali
berwarna merah). Kombinasai keduanya menghasilkan warna coklat.

2.

Catechu (Gambir) diambil dari 2 spesies yang berbeda


a.

Ouroparia ( Uncaria) gambir : kuning

b.

Acacia catechu : coklat sampai hitam


zat :

Catechin dan pyrocatechol (1,2- dihidroksi benzen). Kombinasi


dengan phenol lain : pirang sampai hitam

3.

Fustic : Chrophora tinctoria


zat

: morrin C15H10 O2 ( 2,3,45,7- pentahidrosiflavon), maciarin


C12 H16O4. H2O

4.

Campeche wood (Hematoxylon campechianum L.


Zat

: hematoxyllin (hidroksibrasilin) yang segera teroksidasi menjadi


hematein (hitam)

5.

Quercitron (Quercus tinctoria).


Zat

6.

: quercetin ( 3,3,4,5,7-pentahidroksiflavon)

Wall nut (Juglans cinerea, Juglans nigra, Juglans regia)


zat

: Juglon (5-hidroksi 1,4 napthoquinone), pirogalol memberikan


warna coklat

Kelebihan dari zat warna alam adalah tidak merugikan atau merusak kulit
kepala.

Kekurangannya: warna yang dihasilkan relative keras dan perubahan rambut


menjadi kaku, liat , kadang-kadang rapuh dan dipengaruhi oleh pengeriting
permanen.

Zat warna senyawa logam


Zat warna senyawa logam meliputi ; bismut nitrat, kadmium sulfat, kobalt
sulfat, nikel sulfat, AgNO3, CuSO4 dan Pb. Acetat (1-2%).
warna

Amm.tioglikolat,

monoetanolamtioglikolat,

Zat pembangkit

Na.

Metabisulfit,

Na.sulfida,Na.tiosulfat 3%, dan pirogalol 1%.


Zat warna organik sintetik
Zat

warna

organik

sintetik:

kelompok

senyawa-senyawa

amina,

aminofenol dan zat warna oksidatif. Zat warna oksidatif (zat warna organic atau
zat pewarna rambut permanen). Zat warna oksidatif meliputi: pirogalol,
resorsinol, aminohidrokinon, 1,2,4- trihidroksibenzen, 2,4-diaminofenol, 2 amino4-nitrofenol, parafenilendiamina, 2 nitro parafenilendiamina dll.
Zat warna sintetik
Zat warna sintetik meliputi: 4-amino-3- nitrofenilaminoetilamina, 2amino-4-nitrofeniletanolamina, 5,8-dihidroksinaftokinon, hitambiru naftol, dan
lain-lain. Zat warna asam : asam pirogalat ( perlu penambahan alkali untuk
mempercepat oksidasi).

II.C Jenis- jenis pewarna rambut


Pewarnaan rambut dibedakan berdasarkan pada
1. Daya lekat zat warna
2. Proses sistem pewarnaan.
Berdasarkan daya lekat zat warna ( lama perlekatan warna), pewarnaan
rambut dibagi dalam :
a.

Pewarnaan rambut temporer

b.

Pewarnaan rambut semipermanen

c.

Pewarnaan rambut permanen

Pewarnaan Rambut Temporer

Pewarnaan rambut temporer adalah pewarnaan rambutyang akan


menambah cerah dan warna pada rambut serta tidak menunjukkan efek yang kekal
atas rambut. Sifat pewarnaannya pada rambut sebentar dan mudah dihilangkan
dengan keramas menggunakan sampo.( 2 atau 3 x shampo)
Uji tempel tidak perlu dilakukan dengan pewarnaan ini jika menggunakan
pewarna yang diizinkan
Jenis sediaan perwarnaan rambut (temporer)
1.

Bilasan warna, baik dalam bentuk cairan atau serbuk

2.

Sampo warna termasuk juga kombinasinya dengan bilasan warna

3.

Krayon rambut

4.

Krim pewarnaan rambut

5.

Aerosol
Bahan pewarna jenis ini adalah pewarna asam yang mempunyai molekul

besar sehingga tidak mampu masuk ke dalam batang rambut dan mudah terlepas,
misalnya asam pirogalat dan asam tartrat. Dan juga beberapa zat warna azoic,
azinic, indigoid, triphenilmetan dan derivate antrakinon
Bilasan Warna : Metilen biru, asam violet 6 B, nigrosin ( bentuk kristal
atau lar 1%)

Larutan metilen biru dalam 1 bgn alkohol dan 3 bagian air

Larutan asam violet 6 B dalam alkohol.

Lar zat warna 1 bagian dicampur dengan 1000 bagian air. Dapat ditambahkan
asam adipat , sitrat, dan tartrat agar lebih efektif

Pewarnaan Rambut Semi Permanen


Pewarnaan rambut semipermanen adalah pewarnaan rambut yang
memiliki daya lekat agak permanen, tidak terlalu lama, bertahan beberapa hari
atau berminggu-minggu (6-8 minggu) atau dapat tahan terhadap keramas sampo,
tetapi jika berulang dikeramas, zat warnanya akan luntur juga.( 5-10 x shampoo)
Bahan pewarna ini dapat berasal dari alami ( indigo) atau sintetik zat
warna gol.nitro (senyawa amino dan nitro aromatik)

Untuk pewarnaan rambut semipermanen biasanya lebih banyak digunakan


sediaan pewarnaan rambut langsung. Daya penetrasi zat warna yang digunakan
dalam pewarnaan rambut semi permanen biasanya sangat terbatas ( tergantung
kelarutannya). Sebelum melakukan pewarnaan rambut semipermanen lebih
dahulu dilakukan uji tempel, karena waktu lekatnya relatif lama.
Zat Warna yang digunakan
Senyawa nitro aromatik dan amino termasuk zat warna oksidasi, tetapi
banyak

derivate-derivat

amin

dan

aminofenol

digunakan

tanpa

pengoksidasi atau developer. Memberikan warna merah dan kuning,


contoh: nitroanilin, nitrofenilin diamin, nitroaminofenol, zat warna
oksidasi sendiri misalnya 1,2,4 triaminobenzene, 1,2,4 trihidroksibenzen,
amino hidrokinon, 2,4 diaminophenol dan zat warna golongan
aminoantrakuinon misalnya 1,4 diaminoantrakinon.
Substitusi alkyl, aminoalkil, hidroksi, dan radikal lain dalam gugus amino
dari orto dan para fenilendiamin, nitro dan aminofenol memberikan trayek
warna yang luas.
Senyawa yang teroksidasi dalam udara misalnya: 1,2,4, triaminobenzen,
derivat dari 1,2,4 trihidroksi benzene, amino hidrokinon, 2,4 diaminofenol.
Dengan mencampur senyawa-senyawa ini dapat dibuat warna yang cantik.
2,4, diaminofenol dioksidasi menjadi 1,2,4 benzenetriol
Zat warna bantuan pelarut, Zat warna yang tidak efektif pada temperature
kamar , kecuali jika dilarutkan oleh surfaktan atau bahan kimia lain.
Contoh pelarut organik yang pernah dicoba : amil, benzyl, butyl, furfural
dan fenil etil alcohol, sikloheksanol, dioksan, etil asetat dan format dan
mono butyl eter dari etilen dan dietilen glikol.
Jumlah bervariasi dari 1-10 %. Pelarut ini meningkatkan kecepatan
pewarnaan misalnya benzyl alcohol meningkatkan sp 2-4% (penetrasi ke
rambut cepat tetapi juga menodai kulit)
Contoh zat warna dgn bantuan pelarut : zat warna dispersi dan kompleks logam
1.

Zat warna dispersi, contohnya kelompok zat warna azo, antrakinon dan nitro
yang tidak larut dalam air ( untuk mewarnai cellulose asetat , nilon dll).
Dijual sebagai campuran zat warna yang tidak larut dan surfatan yang dipilih,
kemudian digunakan sebagai suspensi dalam air dari serbuk yang terbagi
bagus yang mana larut dalam serabut.

2.

Kompleks logam
-

Kompleks logam dari zat warna azo. Kompleks ini stabil terhadap cahaya
dan oksidasi.
Mis: zat warna chrome yaitu kompleks chromium ( na dikromat) dengan
zat warna azo yang mempunyai gugus asam dan fenol.

Kompleks Kation-Anion. Kompleks dari reaksi zat warna anionik dengan


surfaktan kationik, atau zat warna kationik bereaksi dengan surfaktan
anionik.

Pewarnaan Rambut Permanen


Pewarnaan rambut permanen adalah pewarnaan rambut yang memiliki
daya lekat jauh lebih lama dan akan tetap melekat pada rambut hingga:

pertumbuhan rambut selanjutnya dan rambut yang kena cat dipotong

dilunturkan dengan proses pemucatan rambut

dilunturkan dengan penghilang cat

Pewarnaan permanen disebut juga pewarnaan oksidasi karena pewarnaan


melalui proses oksidasi di dalam batang rambut.

II.D Efek Toksik


Reaksi toksik topikal pada kulit dan batok kepala, kerusakan pada jaringan
rambut. Keracunan sistemik (peradangan dan kerusakan organ ginjal dan hati,
demam , gangguan syaraf, teratogenik, karsinogenik, dan mutagenik). Gangguan
penyakit kulit meliputi hipertemia, eritema, pruritus, hiperplasia, pembengkakan
gangguan gerak, rasa nyeri, demam, dermatitis kontak, ekzem.
Karena itu pada tiap pembuatan sediaan pewarna rambut, kecuali untuk
sediaan pewarnaan rambut temporer dengan zat warna yang telah terdaftar, harus
terlebih dahulu dilakukan pengujian kepekaan dan perlu berhati-hati pada waktu
penggunaannya.
Petunjuk dalam pembuatan sediaan pewarna rambut :
1. Menggunakan bahan yang diperkenankan pemerintah
2. Bahan yang digunakan terutama zat warna harus tidak melebihi batas
kadar yang ditetapkan pemerintah

10

3. Zat warna baru atau zat warna yang disangsikan batas keamanannya,
terlebih dahulu harus diuji keamanannya, misalnya uji temple
4. Melakukan pengujian terhadap keamanan sediaan jadi pewarnaan rambut,
terutama uji tempel; hal inidilakukan untuk meyakinkan apakah dalam
formulasi sediaan pewarnaan rambut terjadi reaksi antara komponen
sehingga terbentuk zat yang bersifat iritan atau tidak.
5. Sediaan pewarnaan rambut yang hendak dipasarkan untuk konsumsi orang
banyak harus diberikan penandaan yang jelas mengenai cara penggunaan;
komposisi harus menyebutkan jenis dan kadar zat warna yang digunakan;
dan pada etiket disebutkan perlu tidaknya dilakukan uji tempel sebelum
digunakan; tidak digunakan jika terdapat luka pada kulit kepala
Syarat zat warna rambut yang baik

Tidak membahayakan kesehatan


Mewarnai rambut, tetapi tidak mewarnai kulit
Tidak memberikan efek yang merugikan terhadap struktur rambut
memerlukan waktu yang lama untuk menghasilkan efeknya
Tidak mengiritasi kulit
Menghasilkan warna yang natural dalam penampilan
Tahan terhadap perlakuan lain seperti pengeritingan permanen

II.E karakteristik komponen pewarna rambut

11

No
1

Nama Bahan
Karakteristik
Ekstrak
Daun Pembuatan ekstrak daun keben dilakukan dengan cara
Keben

maserasi menggunakan penyari alkohol 70%. Kemudian


didapat dengan metode freeze drying. Dan diperoleh zat

Metil Paraben

warna coklat kemerahan


Merupakan serbuk kristal tidak bewarna sampai putih
dan tidak berbau dan digunakan sebaga pengawet. Metil
paraben larut dalam 3 bag etanol 90%, 5 bag
propilenglikol, 60 bag gliserin dan 400 bag air. Aktif
pada rentang Ph yang luas dan memiliki aktivitas
antimikroba spektrum luas. Konsentrasi yang biasa
digunakan pada sediaan adalah 0,02-0,3%.

Dimetikon

Dimetikon kelarutannya tidak larut dalam air, dalam


metanol, dalam etanol dan dalam aseton; sangat sukar
larut dalam isopropanol; larut dalam hidrokarbon
terklorinasi, dalam benzene, dalam toluene, dalam
xilena, dalam eter dan dalam heksana. (Farmakope
Indonesia Edisi IV,1995).
Fungsi

sebagai

anti

busa

dan

pelembut

dan

mengkilapkan rambut.

Etanol

Etanol sering disebut dengan alkohol. Karakteristik : zat


cair tidak bewarna, mudah menguap, mudah terbakar,

Aminomethyl

biasanya digunakan sebagai pelarut.


Bentuk : Kristal padatan putih dengan bau amina

Propanediol

sedikit. Larut dalam air dan alkohol. Toksisitas rendah,


warna stabil, digunakan pada produk kosmetik dengan

Polyglycol

konsentrasi < 2 %
Larut dlam air, stabilitas kurang baik, konduktivitas

7
8

Collagen
PVP

termal bagus, tidak bercampur dengan minyak mineral.


Terbentuk dari amina dan asam karboksilat
Polivinilpirolidon, disebut juga polyvidone atau
povidone, adalah larut dalam air polimer yang dibuat
dari monomer N-vinylpyrolidone. Larut dalam air.
Setelah kering berbentuk bubuk serpihan cahaya dan
mudah

menyerap

12

air

di

udara.

Memiliki

sifat

pembasahan yang baik dan mudah membentuk lapisan


9

Polyquaternium

film.
Merupakan nomenklatur internasional untuk bahan
kosmetik. Memiliki sifat sebagai polimer polikationik

10
11

Air
Asam Laktat

dan antimikroba.
Cairan biasanya digunakan sebagai pelarut
Pemerian : Cairan kental, tidak berwarna atau
agak kuning, tidak berbau atau berbau lemah,
tidak enak, larutan encer yang berasa asam;
Higroskopik.
Kelarutan : Mudah larut dalam air, dalam etanol
95% dan dalam eter. E Acidum lacticum : 0.41

12

Cetrimonium

cetrimonium,
kuarterner yang

adalah kation
digunakan

amonium

garam

sebagai

antiseptik:

cetrimonium
bromide

cetrimonium
klorida

cetrimonium memiliki kode atc d08 aj02 (sebagai


antiseptik kulit). Penggunaan secara bersamaan dengan
13

HPMC

surfaktan dapat mengurangi efek Cetrimonium.


HPMC (Martindale : 2007)
Nama Resmi
:
HYDROXYPROPILMETHYL CELLULOSA
Pemerian : Serbuk putih atau hablur putih
Kelarutan : Kelarutan Hydroxyethylmethyl selulosa
praktis tidak larut dalam air panas (di atas 608C),
aseton, etanol (95%), eter, dan toluena. Larut dalam air
dingin untuk membentuk larutan koloid.
Inkompabilitas : Keamanan : Hydroxyethylmethyl selulosa digunakan
sebagai eksipien dalam berbagai lisan dan sediaan

13

farmasi topikal, dan umumnya dianggap sebagai bahan


dasarnya tidak beracun dan nonirritant.
Kegunaan : Coating agent, pensuspensi, pengikat tablet,
14

Gliserin

15

PEG 25

agen penebalan, agen peningkat viskositas.


Pemerian : - Warna : putih
- Rasa : Rasa tawar seperti lendir
- Bau
: Hampir tidak berbau
- Bentuk : Butir, bentuk bulat (bulat telur)
Kelarutan :
- Dapat bercampur dengan air dan dengan etanol 95 %
- praktis tidak larut dalam kloroform dalam eter dan
dalam minyak lemak dan dalam minyak menguap.
Titik lebur : 18 0C
Titik didih : 290 0C
Massa molekular : 92,09382g/mol
Bobot jenis : 1,261 g/ml
pH larutan : 7
Stabilitas :
- Terhadap udara : Higroskopik dengan adanya udara
dari luar (mudah teroksidasi)
- Terhadap panas : mudah terdekomposisi dengan
adanya pemanasan, mengkristal dalam suhu rendah,
kristal tidak akan mencair sampai dengan suhu 20 0C
akan timbul ledakan jika dicampur dengan bahan
teroksidasi.
Inkompatibilitas :
- seperti kromium trioksid, kalium horat, atau kalium
permanganat.
- Berubah warna menjadi hitam dengan adanya cahaya
atau setelah kontak dengan ZnO dan bisulfat.
- Gliserin + kontaminan yang mengandung logam akan
berubah warna dengan penambahan fenol salisilat dan
tanin.
- Asam borat membentuk kompleks gliseroborik acid
(lebih kuat dari pada asam borat)
Sumber : - Farmakope Indonesia III hal. 413
- Handbook of pharmaceutical Excipient hal. 59
Pemerian : Serbuk yang mudah mengalir; putih; bau
manis yang samara /sedikit.
Fungsi

: Pengikat tablet; lubrikan

Kelarutan : Larut dalam air dan dapat bercampur dalam


semua proporsi dengan polietilen glikol lainnya; larut
dalam aseton, diklorometana, etanol dan metanol; agak
sukar larut dalam hidrokarbon alifatik dan eter; tidak

14

larut dalam lemak, fixed oil, dan minyak mineral.


Kelarutan : semua PEG larut dalam air dan bercampur
dalam berbagai perbandingan polietilen glikol (setelah
dipanaskan, jika diperlukan). Larutan PEG dengan
bobot meolekul yang tinggi dapat memebentuk gel.
Polietilen glikol yang cair larut dalam aseton, alkohol,
benzene, gliserin dan glikol. Polietilen glikol yang
wujudnya padat larut dalam aseton, diklorometan,
etanol (95%).
Stabilitas : PEG secara kimia stabil di udara dan dalam
larutan, walaupun PEG>2000 higroskopis. PEG tidak
rentan terhadap pertumbuhan mikroba dan tidak mudah
menjadi tengik. PEG (padat atau cair) dapat disterilisasi
dengan autoklaf, filtrasi atau gama irasiasi. Sterilisasi
PEG yang padat dengan pemanasan pada suhu 150C
selama 1 jam dapat menyebabkan oksidasi, penggelapan
warna dan pembentukan degradasi asam. Idealnya
sterilisasi dilakukan pada lingkungan yang inert.
Oksidasi PEG dapat juga dihambat dengan penambahan
antioksidan yang tepat. Penyimpanan dalam bnitrogen
dapat mengurangi kemungkinan terjadinya oksidasi.
Harus disimpan dalam wadah yang tertutup baik pada
tempat yang sejuk dan kering. Wadah yang terbuat dari
stainless steel, aluminium, kaca atau lined steel
diutamkan untuk penyimpanan PEG cair.
Inkompabilitas : PEG dalam wujud padat dan cair
inkompatibel dengan beberapa zat pewarna.Aktivitas
antibakteri dari beberapa antibiotik, seperti penisilin dan
basitrasin, berkurang dalam basis PEG. Efektivitas
pengawet seperti paraben juga dapat berkurang karena
membentuk ikatan dengan PEG. Perubahan fisik yang
terjadi pada basis PEG adalah menjadi lebih lunak atau
lebih cair dengan adanya campuran fenol, asam tannat
dan asam salisilat. Dapat menyebabkan perubahan
warna sulfonamid dan ditranol, juga pengendapan
sorbitol. Plastik, seperti polietilen, fenolformaldehid,
polivinilklorida dan membran selulosa dapat mnejadi
lebih lunak atau larut dengan PEG. Perpindahan PEG
dapat terjadi dari salut film tablet, menyebabkan
interaksi dengan komponen pada inti tablet.
16

Cocoamide DEA

Cocamide DEA
Sinonim
Coconut fatty acid monoethanolamide,

15

Coconut fatty acid diethanolamide,


Coconut fatty acid triethanolamide,
Karakteristik
Cairan

kental

atau

lunak

Cocamide

DEA

diproduksi dari minyak kelapa. Minyak nabati


seperti kelapa mengandung fatty acid, yang
terdapat dalam jumlah yang besar di alam.
Minyak

ini

mudah

dihidrolisa

dengan

menggunakan bahan-bahan untuk membentuk


sabun alkali dan gliserin. Proses Acidification
dari sabun kemudian dihasilkan

fatty acid.

Selanjutnya proses reaksi fatty acid dengan


amine

menghasilkan

Cocamide

DEA

menurunkan

Cocamide

merupakan
tegangan

zat

DEA.

yang

dapat

permukaan

atau

surfaktan. Semua surfaktan dapat larut dalam


sebagian air dan sebagian lemak Hal ini yang
memungkinkan kualitas minyak dan air, yang
biasanya tidak dapat bercampur atau tidak
dapat

bersatu.

Penggunaan
Cocamide DEA digunakan untuk meningkatkan
kualitas foaming (busa yang terbentuk) serta
menstabilkan busa, selain itu cocamide DEA
membantu

mengentalkan

produk

seperti

shampo, hand soap, serta sediaan kosmetik


yang lain.

17

TEA

Trietanolamin (TEA) (Handbook of Excipients 6th


edition hal. 663)
Pemerian : Berwarna sampai kuning pucat, cairan
kental.
Kelarutan : bercampur dengan aseton, dalam benzene
1 : 24, larut dalam kloroform, bercampur dengan etanol.
Konsentrasi : 2-4%

16

Kegunaan: Zat pengemulsi


OTT : akan bereaksi dengan asam mineral menjadi
bentuk garam kristal dan ester dengan adanya asam
lemak tinggi.
Stabilitas : TEA dapat berubah menjadi warna coklat
dengan paparan udara dan cahaya.
18

Pirogalol

19

Tembaga II Sulfat

20

Accrylates
copolymer

Pirogalol (C6H3(OH)3) atau 1,2,3, -trihidroksi benzene


(asam pirogalat).
Pemerian : Padatan hablur putih atau hablur tidak
berwarna dengan berat
molekul 126,1
Titik lebur : 1330C
Kelarutan : 0,5 g larut dalam 2 ml air
Pirogalol bersifat sebagai reduktor (mudah teroksidasi).
Dalam bentuk larutan akan menjadi warna gelap jika
terkena udara. Jika pemakaiannya dicampur dengan zat
warna yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, pirogalol
berfungsi sebagai zat pembangkit warna dan
dikombinasikan dengan pewarna logam lain. Ini bertujuan
untuk mendapatkan keuntungan agar zat warna dapat
menempel lebih kuat lagi pada rambut dibandingkan pada
saat sebelum dicampur, selain itu
Universitas Sumatera Utara
dapat menghasilkan warna coklat gelap. Pirogalol
diizinkan digunakan sebagai zat pembangkit warna dengan
batas kadar 5% (Ditjen POM, 1985).
Tembaga (II) sulfat merupakan senyawa logam yang dapat
digunakan dalam pewarna rambut.
Pemerian : Berbentuk serbuk atau granul berwarna biru,
transparan dengan
berat molekul 223,68
Kelarutan : 1 g larut dalam 3 ml air; 0,5 ml air panas; 2,8
ml gliserol; 5000 ml
alkohol
Tembaga (II) sulfat dalam konsentrasi rendah yang umum
dapat digunakan untuk pewarna rambut untuk membuat
efek pewarnaan lebih lama, praktis tidak berbahaya dalam
proses penyerapannya melalui kulit yang luka, tetapi jika
senyawa ini masuk dalam tubuh melalui oral dapat
mengakibatkan keracunan (Ditjen POM, 1985).
Nama bahan
Stirena/akrilat kopolimer
Deskripsi
Serbuk halus berwarna hitam dan tidak berbau atau
emulsi berwarna putih susu dengan bau ringan;
kelarutan dalam air: tidak larut.

17

Frasa Risiko, Frasa Keamanan dan Tingkat


Bahaya
Peringkat NFPA ( Skala 0-4 ) :
Kesehatan 1 = tingkat keparahan rendah
Kebakaran 1 = dapat terbakar
Reaktivitas 0 = tidak reaktif
3. Penggunaan
Sebagai bahan dasar pembuatan emulsi cat.
4. Identifikasi Bahaya
Risiko utama dan organ sasaran
Tidak tersedia informasi
Rute paparan
Paparan jangka pendek
Terhirup
Menghirup uap bahan dapat menyebabkan iritasi
pada hidung dan saluran pernapasan, pusing,
lemah, lelah, mual atau sakit kepala.
Kontak dengan kulit
Dapat menyebabkan iritasi tingkat sedang pada kulit.
Kontak dengan mata
Dapat menyebabkan iritasi parah pada mata.
Tertelan
Dapat menyebabkan iritasi pada saluran
gastrointestinal, mual, muntah.
Paparan jangka panjang
Terhirup
Tidak tersedia informasi.
Kontak dengan kulit
Dapat menyebabkan iritasi pada kulit, dermatitis.
Kontak dengan mata
Dapat menyebabkan iritasi parah pada mata.
Tertelan
Tidak tersedia informasi.

II.F Macam-Macam Metode Pewarnaan


Berdasarkan proses sistem pewarnaan dibagi menjadi 2 golongan, yaitu :
a. Pewarnaan rambut langsung
Sediaan pewarna rambut langsung telah mengandung zat warna,
sehingga dapat langsung digunakan dalam pewarnaan rambut, tanpa
terlebih dahulu harus diberi pembangkit warna.
Pewarna rambut langsung terdiri dari :
1) Pewarnaan rambut langsung dengan zat warna alam.

18

Zat warna alam meliputi bahan warna nabati, ekstrak, sari komponen
warna bahan nabati.
2) Pewarnaan rambut langsung dengan zat warna sintetik.
Zat warna sintetik berdasarkan pola warna komponen warna bahan
nabati.
b. Pewarnaan rambut tidak langsung
Sediaan pewarna rambut tidak langsung disajikan dalam dua kemasan,
masing-masing berisi komponen dan komponen pembangkit warna.
Jika akan digunakan terlebih dahulu harus dicampur komponen yang
satu dengan yang lainnya
Pewarnaan rambut tidak langsung, terdiri dari :
1) Pewarnaan rambut tidak langsung dengan zat warna senyawa logam.
Pewarnaan rambut tidak langsung dengan zat warna oksidatif.
II.G Contoh formula
No Nama Bahan
1
2
3
4
5

Fungsi Bahan

II

III

IV

(g)

(g)

(g)

(%)
3

Ekstrak Daun Keben


Sasha
Indigo-Henna
Basic Brown
HPMC

Zat Pewarna
Zat Pewarna
Zat Pewarna
Zat pewarna
Meningkatkan

6
7
8
9

Gliserin
Metil paraben
PEG 25
Dimetikon

Viskositas
Humektan
Pengawet
Surfaktan
Antibusa,

10
11
12

Cocoamide DEA
TEA
Acrylates Copolymer

pelembut
Surfaktan
1
Surfaktan
1
Transparansi dan 10

13

Pirogalol

Elastisitas
Pembangkit

14

Tembaga II Sulfat

warna
Mempertahankan

20
20
0,05
1

1
15

2,5
0,02
1
10

pewarnaan
15

Cetrimonium

rambut
Antiseptic

19

0,1

0,1

16

Asam Laktat

Mempertahankan

17
18

Poliaquaternium
Etanol

pH
Antimikroba
Pelarut

1
Ad

q.s

100
19

Air

Pelarut

Ad

Ad

100

100

II.H Formula pewarna rambut kontemporer Kelompok kami


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Nama Bahan
Ekstrak Daun Keben
Metil Paraben
Dimetikon
Aminomethyl Propanediol
Polyglykol
Collagen
PVP
Pirogalol
Etanol
Air

Kegunaan

Jumlah

Zat Warna
Pengawet
Antibusa, pelembut
Penetapan pH
Cosolvensi
Nutrisi Rambut
Suspending agent
Pembangkit Warna
Pelarut
Pelarut

(g)
5
0,02
0,02
0,5
1
3
10
1
20
Ad 100

Cara pembuatannya
1.
2.
3.
4.
5.

Sediakan bahan sesuai dengan jumlahnya


Campurkan Metil paraben, Ekstrak daun Keben, Aminomethyl Propanediol
dan collagen, kemudian etanol (M1)
Campurkan dimetikon dan PVP, kemudian tambahkan sebagian air (M2)
Pirogalol larutkan dengan sebagian air (M3)
Masukkan M1, M2, M3 dalam mixer kemudian tambahkan poliglikol dan

6.

tambahkan sisa air ad 100ml.


Masukkan wadah, beri label.

II.I Evaluasi
1. Uji Organoleptis
Meliputi: bau, warna, bentuk sediaan
2. Evaluasi Fisika
a. Pengukuran pH
Sesuai dengan pH Kulit kepala ideal yaitu 5-7
b. Pengukuran Viskositas
Tidak terlalu kental agar memudahkan saat penuangan, tidak terlalu
encer agar memudahkan saat penggunaan

20

c.

Homogenitas
Kandungan zat aktif merata di seluruh bagian
3. Evaluasi kimia
a. Uji identifikasi (sesuai dengan monografi sediaan masing-masing)
b. Penetapan kadar (sesuai dengan monografi sediaan masingmasing)

4. Uji Stabilitas
Untuk memastikan bahwa berbagai fungsi kosmetik

pewarna rambut

permanen dapat dipasarkan, langkah yang pertama ada atau tidaknya


perubahan yang ditandai oleh :
1. Perubahan kimia
Perubahan warna, warna memudar, perubahan bau, noda, kristalisasi
2. Perubahan Fisika
Pemisahan, pengendapan, pengumpulan, blooming, sweating, gelling, perubahan
bentuk produk / bentuk tidak rata, penguapan, pembekuan, softening.

21

BAB III
PEMBAHASAN
No Nama Bahan

Fungsi Bahan

II

III

IV

(g)

(g)

(g)

(%) kami

Ekstrak

2
3
4
5

Keben
Sasha
Indigo-Henna
Basic Brown
HPMC

Zat Pewarna
Zat Pewarna
Zat pewarna
Meningkatkan

6
7
8
9

Gliserin
Metil paraben
PEG 25
Dimetikon

Viskositas
Humektan
Pengawet
Surfaktan
Antibusa,

10
11
12

Cocoamide DEA
TEA
Acrylates

pelembut
Surfaktan
1
Surfaktan
1
Transparansi dan 10

13

Copolymer
Pirogalol

Elastisitas
Pembangkit

Tembaga II Sulfat

warna
Mempertahankan

14

Daun Zat Pewarna

Kel
(g)
5

20
20
0,05
1

1
15

2,5
0,02
1
10

0,02

5
1

pewarnaan
Cetrimonium
Asam Laktat

rambut
Antiseptic
0,1
Mempertahankan

17
18

Poliaquaternium
Aminomethyl

pH
Antimikroba
Penetapan pH

19
20
21
22

Propanediol
Polyglycol
Collagen
PVP
Etanol

Cosolvensi
Nutrisi Rambut
Suspending Agent
Pelarut
Ad

15
16

0,1
1
1
0,5
1
3
10
20

q.s

100
23

Air

Pelarut

22

Ad

Ad

Ad

100

100

100

1. Formula Kel 1
Kelebihan
-

Sasha sudah dipasarkan secara umum, memiliki berbagai warna yang


tersedia.
Kekurangan

Menggunakan Acrylates copolimer, yang jika terkena kulit dapat


menyebakan iritasi pada kulit dan mukosa.

2. Formula Kel 2
Kelebihan
-

Menggunakan bahan yang lebih sedikit namun memiliki dan dapat


memberikan efek pewarnaan rambut yang diinginkan.

Viskositas yang diinginkan tercapai dengan adanya penggunaan PEG 25


Kekurangan

Warna yang diinginkan akan lebih cepat berubah menjadi gelap karena
menggunakan gliserin-TEA

3. Formula Kel 3
Kelebihan
-Mengandung antiseptik dan penstabil pH untuk menjaga sediaan tetap
stabil dan tidak mudah terkontaminasi bakteri sehingga melindungi
konsumen dari penggunaan zat merugikan.
Kekurangan
-

Penggunaan Cetrimonium jika dicampur bersama polimer maupun


surfaktan, efek dari cetrimonium semakin berkurang dan memiliki resiko
kestabilan produk.

4. Formula Kel 4
Kelebihan
-

Kombinasi antara Daun Ekstrak Keben dengan Pirogalol dan Tembaga II


Sulfat sangat efektif untuk meningkatkan intensitas pewarnaan rambut
yang dihasilkan dan mempertahankan hasil pewarnaan rambut.
Kekurangan

23

Penggunaan Logam Tembaga II Sulfat akan membuat pewarnaan rambut


sukar hilang dan tidak cocok jika digunkan untuk pewarna rambut
kontemporer.

5. Formula kel kami


-

Apa yang menjadi keunggulan produk kami

bahan yang dipergunakan merupakan bahan yang berasal dari alam, yaitu
Ekstrak Daun Keben sehingga tidak menggunakan pewarna sintetik.
selain berfungsi untuk mewarnai rambut, dalam produk kami memiliki
suatu bahan collagen yang berfungsi untuk memberikan nutrisi yang
lengkap untuk rambut dan kulit rambut
produk kami, cocok untuk semua jenis kulut kepala, karena bahan yang
digunakan masih berada dalam keamanan standar penggunaan bahan
kosmetik dan mengurangi zat yang dapat merugikan pengguna.
-

Apakah produk kami dapat merusak kulit kapala, apabila digunakan


sesering mungkin

tidak, dikarenakan produk yang kami hasilkan selain pengguanaanya


hanya dengan beberapa kali keramas dapat menyebabkan warna rambut
kemabali seperti semula sehingga tidak menyebabkan akumulasi, juga
bahan-bahan yang digunakan dikategorikan aman

Formulasi
bahan yang dipergunakan dalam formulasi rambut harus dapat hilang
hanya beberapa kali keramas, dimana kemampuan daya penetrasi rambut
hanya pada bagian luar rambut

24

BAB IV
KESIMPULAN
Karakteristik pewarna rambut kontemporer yang baik

No
1
2
3
4
5

Tidak membahayakan kesehatan


Mewarnai rambut, tetapi tidak mewarnai kulit
Tidak memberikan efek yang merugikan terhadap struktur rambut
Tidak mengiritasi kulit
Menghasilkan warna yang natural dalam penampilan

Nama Bahan
Ekstrak Daun Keben
Metil Paraben
Dimetikon
Aminomethyl Propanediol
Polyglykol

Kegunaan

Jumlah

Zat Warna
Pengawet
Antibusa, pelembut
Penetapan pH
Cosolvensi

(g)
5
0,02
0,02
0,5
1

25

6
7
8
9
10

Collagen
Nutrisi Rambut
3
PVP
Suspending agent
10
Pirogalol
Pembangkit Warna
1
Etanol
Pelarut
20
Air
Pelarut
Ad 100
Evaluasi yang harus dilalui:
1. Uji Organoleptis
2. Evaluasi Fisika
a. Pengukuran pH
b. Pengukuran Viskositas
c. Homogenitas
3. Evaluasi kimia
a. Uji identifikasi (sesuai dengan monografi sediaan masing-masing)
b. Penetapan kadar (sesuai dengan monografi sediaan masing-masing)
4.Uji Stabilitas
a. Perubahan kimia
b. Perubahan Fisika
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
1. http://www.nabit-ist.com/anatomi-rambut.html diakses pada tanggal 4 Nov
2014
2. http://www.chem-istry.org/artikel_kimia/kimia_material/reaksi_kimia_pada_pewarna_rambut/
diakses pada tanggal 4 November 2014
3. http://diploma.chemistry.uii.ac.id/index.php?
option=com_content&task=view&id=45&Itemid=113

diakses

November 2014
4. ocw.usu.ac.id/course/download/.../pap330_slide_pewarna_rambut.pd...
diakses 4 November 2014
5. pustaka.unpad.ac.id/wp.../pembuatan_sediaan_pewarna_rambut.pdf
diakses 4 November 2014
6. www.scribd.com/doc/548g18191/Bab-2 diakses 4 November 2014
7. karlheinz.s dkk, COSMETOLOGY-TEORY AND PRACTICE VOL II,
Augsburg, 2005 diakses 4 November 2014
8. Product safety Asseessment Aminomethyl Propanediol diakses 4
November 2014

26

9. Karakteristik sifat fisika kimia hidrogel PVP-Madu-Gliserin hasil


irradiasi Gamma Oleh Darmawan, Lely Hardiningsih dan Farah Nurlidar
Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi BATAN
diakses 4 November 2014
10. Pemanfaatan ekstrak daun keben (Barritongnia asiatica Kurz.) sebagai
pewarna rambut
diakses 4 November 2014
11. Pemerian Acrylates Copolymer (Disusun oleh : Sentra Informasi
Keracunan Nasional (SiKerNas) Pusat Informasi Obat dan Makanan,
Badan POM RI Tahun 2010
Diakses 23 November 2014
12. Pemerian Cocoamide DEA via
http://www.immunotec.co.id/produk_detail.php?invid=289&ktg=PC
Diakses 23 November 2014
13. Martindale : 2007

27

Anda mungkin juga menyukai