Anda di halaman 1dari 3

Indikasi dilakukan Pemeriksaan Foto Thorax antara lain:

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.

Infeksi traktus respiratorius bawah, misalnya TBC paru, bronchitis, pneumonia


Batuk kronis
Batuk berdarah
Trauma dada
Tumor
Nyeri dada
Metastase neoplasma
Penyakit paru akibat kerja
Aspirasi benda asing
Persiapan pasien pre operasi
Pemeriksaan berkala (follow up) yang objektif

Kriteria kelayakan foto


Foto Thorax harus memenuhi criteria tertentu sebelum dinyatakan layak baca.
Diantaranya:
1. Faktor Kondisi
Yaitu faktor yang menentukan kualitas sinar X selama di kamar rintgen (tempat
expose). Faktor kondisi ini meliputi hal-hal berikut yang biasa dinyatakan dengan
menyebut satuannya.
a. Waktu/lama exposure millisecond (ms)
b. Arus listrik tabung mili Ampere (mA)
c. Tegangan tabung kilovolt (kV)
Ketiga hal diatas akan menetukan kondisi foto apakah
-

Cukup/normal
Kurang bila foto thorax terlihat putih (samar-samar)
Lebih bila foto thorax sangat hitam

Dalam membuat foto thorax ada dua kondisi yang dapat sengaja dibuat, tergantung
bagaimana yang ingin diperiksa yaitu :
a. Kondisi pulmo (kondisi cukup) foto dengan kV rendah
Inilah kondisi standard pada foto thorax, sehingga gambaran parenkim dan
corakan paru dapat terliha. Cara mengetahui apakah suatu foto rontgen pulmo
kondisinya cukup atau tidak :
- Melihat lusensi udara (hitam) yang terdapat di luar tubuh
- Memperhatikan vertebrae thorakalis:
o Pada proyeksi PA kondisi cukup : tampak VTh I-IV

o Pada proyeksi PA kondisi kurang : hanya tampak VTh I


b. Kondisi kosta (kondisi keras/tulang) foto dengan kV tinggi
Cara mengetahui apakah suatu pulmo kondisinya keras atau tidak :
- Pada foto kondisi keras, infiltrate pada paru tidaki terlihat lagi. Cara
mengetahuinya adalah dengan membandingkan densitas paru dengan
-

jaringan lunak. Pada kondisi keras densitas keduanya tampak sama.


Memperhatikan vertebrae thorakalis
o Proyeksi PA kondisi keras : tampak VTh V-VI
o Proyeksi PA kondisi tulang : yang tampak VTh I-XII, selain itu
densitas jaringan lunak dan kosta terlihat mirip

2. Insiprasi cukup
Foto thorax harus dibuat dalam keadaan inspirasi cukup. Cara mengetahuinya adalah:
a. Foto dengan inspirasi cukup
- Diafragma setinggi VTh X (dalam keadaan ekspirasi diafragma
setinggi VTh VII-VIII)
- Kosta VI anterior memotong dome diafragma
b. Foto dengan inspirasi kurang
- Ukuran jantung dan mediastinum meningkat sehingga dapat
-

menyebabkan saah interpretasi


Corakan bronkovesikuler meningkat sehingga dapat terjadi salah
interpretasi

3. Posisi sesuai
Seperti yang telah diterangkan diatas, posisi standard paling banyak dipakai adalah PA
dan lateral. Foto thorax biasanya diambil dalam posisi erect
Cara membedakan foto thorax posisi AP dan PA adalah :
- Pada foto AP scapula terletak dalam bayangan thorax sementara pada
-

foto PA scapula terletak di luar bayangan thorax


Pada foto AP clavicula terlihat lebih tegak dibandingkan foto PA
Pada foto PA jantung biasanya terlihat lebih jelas
Pada foto AP gambaran vertebrae biasanya terlihat lebih jelas
Untuk foto PA label terletak sebelah kiri foto sementara foto AP label
terletak di sebelah kanan foto.

Cara membedakan foto posis erect dan supine :


a. Erect
-

Dibawah hemidiafragma sinistra terdapat gambaran udara dalam


fundus gaster akibat aerofagia. Udara ini samar-samar karena
bercampur dengan makanan. Jarak antara udara gaster dengan
permukaan diafragma adalah 1 cm atau kurang. Udara di fundus gaster
ini disebut Magenblase.

Terdapat gas di flexura lienalis akibat bakteri komensal yang hidup di


tempat itu. Warna lebih gelap.

b. Supine
-

Udara magenblase bergerak ke bawah (corpus gaster) sehingga jarak


udara magenblase dengan diafragma kurang lebih 3 cm. Jadi pada

posisi supine udara magenblase jarang terlihat.


4. Simetris
Jarak antara sendi sternoklavikularis dextra dan sinistra terhadao garis median adalah
sama. Jika jarak antara foto kanan dan kiri berbeda maka foto tidak simetris.
5. Foto thorax tidak boleh terpotong

Syarat foto Thorax Normal


1. Posisi penderita simetris
Hal ini dapat dievaluasi dengan melihat apakah proyeksi tulang korpus vertebrae
toracal terletak di tengah sendi sternoklavikular kanan dan kiri
2. Kondisi sinar X sesuai
Jumlah dan kualitas sinar cukup
3. Film meliputi seluruh kavum thorax, mulai dari pucak cavum thorax sampai sinus
phrenicocostalis kanan dan kiri dapat terlihat pada foto tersebut
DAFTAR PUSTAKA

1. Sjahriar, Rasad. 2005. Radiologi Diagnostik. Edisi ke-2 Jakarta: Balai Penerbit FK UI
2. Rusdi Gazali, Malueka. 2008. Radiologi Diagnostik. Yogyakarta: Pustaka Cendekia
Press.
3. Amstrong Peter, L.Wastie Martin. 1989. Pembuatan Gambar Diagnostik. Jakarta:
EGC
4. Palmer et al. 1995. Petunjuk Membaca Foto untuk Dokter Umum. Jakarta: EGC