Anda di halaman 1dari 32

PT.

PLN (PERSERO)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

1. PRINSIP KERJA PLTGU


1.1. Turbin Gas (Siklus Brayton)
1.1.2. Sejarah Turbin Gas:
Siklus dasar turbin gas disebut siklus Brayton, yang pertama kali diajukan pada
tahun 1870 oleh George Brayton seorang insinyur dari Boston. Sekarang siklus Brayton
digunakan hanya pada turbin gas dengan proses kompresi dan ekspansi terjadi pada alat
permesinan yang berputar. John Barber telah mempatenkan dasar turbin gas pada tahun
1791. Dua penggunaan utama mesin turbin gas adalah pendorong pesawat terbang dan
pembangkit tenaga listrik.
Turbin gas digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik yang berdiri sendiri
(simple cycle) atau bergandengan dengan turbin uap (combined cycle) pada sisi suhu
tingginya. Turbin uap (combined cycle) memanfaatkan gas buang turbin gas sebagai
sumber panasnya. Turbin uap dianggap sebagai mesin pembakaran luar (external
combustion), dimana pembakaran terjadi diluar mesin. Energi termal dipindah ke uap
sebagai panas.
Turbin gas pertama kali berhasil dioperasikan pada pameran nasional Swiss (Swiss
National Exhibition) tahun 1939 di Zurich. Turbin gas yang dibangun antara tahun 1940-an
hingga tahun 1950-an efisiensinya hanya sekitar 17 persen; hal ini disebabkan oleh
rendahnya efisiensi kompresor dan turbin dan suhu masuk turbin yang rendah karena
keterbatasan teknologi metalurgi pada saat itu. Turbin gas terpadu dengan turbin uap
(combined cycle) yang pertama kali dipasang pada tahun 1949 di Oklahoma oleh General
Electric menghasilkan daya 3,5 MW.
Sebelum ini, pembangkit daya ukuran besar berbahan bakar batu bara ataupun
bertenaga nuklir telah mendominasi pembangkitan tenaga listrik. Tetapi sekarang, turbin
gas berbahan baker gas alam yang telah mendominasinya karena kemampuan start (black
start) yang cepat, efisiensi yang tinggi, biaya awal yang lebih rendah, waktu pemasangan
yang lebih cepat, karakter gas buang yang lebih baik dan berlimpahnya persediaan gas
alam. Biaya pembangunan pembangkit tenaga turbin gas kira-kira setengah kali biaya
pembangunan pembangkit tenaga turbin uap berbahan bakar fosil yang merupakan
pembangkit tenaga utama hingga awal tahun 1980-an. Lebih dari separoh dari seluruh
pembangkit daya yang akan dipasang dimasa akan datang diperkirakan akan merupakan
pembangkit daya turbin gas ataupun dikombinasikan dengan turbin uap (combined cycle).
On Becoming The Centre of Excellences

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

Di awal tahun 1990-an, General Electric telah memasarkan turbin gas dengan ciri
perbandingan tekanan (pressure ratio) 13,5 menghasilkan daya net 135,7 MW dengan
efisiensi termal 33 persen pada operasi sendiri (simple cycle operation). Turbin gas terbaru
yang dibuat General Electric bersuhu masuk 1425 OC (2600 OF) menghasilkan daya hingga
282 MW dengan efisiensi termal mencapai 39.5 persen pada operasi sendiri (simple cycle
operation).
Bahan bakar minyak ringan seperti minyak diesel, minyak tanah, minyak mesin jet,
dan bahan bakar gas yang bersih (seperti gas alam) paling cocok untuk turbin gas.
Bagaimanapun , bahan bakar tersebut diatas akan menjadi lebih mahal dan pasti akan
habis. Oleh karena itu, pemikiran kemasa depan harus dilakukan untuk menggunakan
bahan bakar alternatif lain.

Exhaust
gases

Gambar 1.1. Turbin Gas Siklus Terbuka

Biasanya turbin gas beroperasi pada siklus terbuka. Udara yang segar mengalir ke
kompresor, suhu dan tekanannya dinaikkan. Udara bertekanan terus mengalir ke ruang
pembakaran, dimana bahan bakar dibakar pada tekanan tetap.

On Becoming The Centre of Excellences

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

Gas panas yang dihasilkan masuk ke turbin, kemudian berekpansi ke tekanan udara
luar melalui berbaris sudu nosel. Ekspansi ini menyebabkan sudu turbin berputar, yang
kemudian memutar poros rotor berkumparan magnet, sehingga menghasilkan teganan
listrik dikumparan stator generator. Gas buang (exhaust gases) yang meninggalkan turbin
siklus terbuka tidak digunakan kembali.
Heat
Addition

Heat
Rejection

Gambar 1.2. Siklus Brayton

Turbin gas siklus terbuka dapat dibentuk menjadi sebagai turbin gas siklus tertutup
dengan menggunakan anggapan udara standar (air-standard assumptions). Proses
kompresi dan ekspansi tetap sama, tetapi proses pembuangan gas panas tekanan tetap ke
udara luar diganti dengan proses pendinginan qout.

Siklus ideal yang fluida kerja jalani dalam siklus tertutup ini adalah siklus Brayton,
yang terdiri dari empat proses dalam dapat balik (internally reversible):
1-2

Kompresi isentropik (isentropic compression) di kompresor

2-3

Penambahan panas tekanan tetap (constant pressure heat addition)

3-4

Expansi isentropik (isentropic expansion) di turbin

4-1

Pembuangan panas tekanan tetap (constant pressure heat rejection)


Proses yang terjadi pada PLTG adalah sebagai berikut :

On Becoming The Centre of Excellences

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

Pertama, turbin gas berfungsi menghasilkan energi mekanik untuk memutar kompresor
dan rotor generator yang terpasang satu poros, tetapi pada saat start up fungsi ini terlebih
dahulu dijalankan oleh penggerak mula (prime mover).
Penggerak mula ini dapat berupa diesel, motor listrik atau generator turbin gas itu sendiri
yang menjadi motor melalui mekanisme SFC (Static frequency Converter). Setelah
kompresor berputar secara kontinu, maka udara luar terhisap hingga dihasilkan udara
bertekanan pada sisi discharge (tekan) kemudian masuk ke ruang bakar.

Kedua, proses selanjutnya pada ruang bakar, jika start up menggunakan bahan bakar cair
(fuel oil) maka terjadi proses pengkabutan (atomizing) setelah itu terjadi proses
pembakaran dengan penyala awal dari busi, yang kemudian dihasilkan api dan gas panas
bertekanan. Gas panas tersebut dialirkan ke turbin sehingga turbin dapat menghasilkan
tenaga mekanik berupa putaran. Selanjutnya gas panas dibuang ke atmosfir dengan
temperatur yang masih tinggi.

Proses seperti tersebut diatas merupakan siklus turbin gas, yang merupakan penerapan
Siklus Brayton. Siklus tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 1.3. Diagram P-v dan T-s

Siklus seperti gambar, terdapat empat langkah:


Langkah 1-2 : Udara luar dihisap dan ditekan di dalam kompresor, menghasilkan udara
bertekanan (langkah kompresi)
Langkah 2-3 : Udara bertekanan dari kompresor dicampur dengan bahan bakar, terjadi
reaksi pembakaran yang menghasilkan gas panas (langkah pemberian
panas)
On Becoming The Centre of Excellences

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

Langkah 3-4 : Gas panas hasil pembakaran dialirkan untuk memutar turbin (langkah
ekspansi)
Langkah 4-1 : Gas panas dari turbin dibuang ke udara luar (langkah pembuangan)
Salah satu kelemahan mesin turbin gas (PLTG) adalah efisiensi termalnya yang rendah.
Rendahnya efisiensi turbin gas disebabkan karena banyaknya pembuangan panas pada gas
buang. Dalam usaha untuk menaikkan efisiensi termal tersebut, maka telah dilakukan berbagai
upaya sehingga menghasilkan mesin siklus kombinasi seperti yang dapat kita jumpai saat ini.

1.2.

Siklus Kombinasi (Combined Cycle)

Di bidang industri saat ini, dilakukan usaha untuk meningkatkan efisiensi turbin gas yaitu
dengan cara menggabungan siklus turbin gas dengan siklus proses sehingga diperoleh siklus
gabungan yang biasa disebut dengan istilah Cogeneration. Sedangkan untuk meningkatkan
efisiensi termal turbin gas yang digunakan sebagai unit pembangkit listrik (PLTG), siklus PLTG
digabung dengan siklus PLTU sehingga terbentuk siklus gabungan yang disebut Combined
Cycle atau Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU).
Siklus PLTGU terdiri dari gabungan siklus PLTG dan siklus PLTU. Siklus PLTG
menerapkan siklus Brayton, sedangkan siklus PLTU menerapkan siklus ideal Rankine seperti
gambar :

Gambar 1.4. Siklus kombinasi

On Becoming The Centre of Excellences

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

Siklus Brayton

Siklus Rankine

Kombinasi Brayton + Rankine

(PLTG)

(PLTU)

(PLTGU)

Gambar 1.5. Siklus Brayton, Siklus Rankine dan Siklus kombinasi


Penggabungan siklus turbin gas dengan siklus turbin uap dilakukan melalui peralatan
pemindah panas berupa boiler atau umum disebut Heat Recovery Steam Generator (HRSG).
Siklus kombinasi ini selain meningkatkan efisiensi termal juga akan mengurangi pencemaran
udara.
Dengan menggabungkan siklus tunggal PLTG menjadi unit pembangkit siklus kombinasi
(PLTGU) maka dapat diperoleh beberapa keuntungan, diantaranya adalah :

Efisiensi termalnya tinggi, sehingga biaya operasi (Rp/kWh) lebih rendah dibandingkan
dengan pembangkit thermal lainnya.

Biaya pemakaian bahan bakar (konsumsi energi) lebih rendah

Pembangunannya relatif cepat

Kapasitas dayanya bervariasi dari kecil hingga besar

Menggunakan bahan bakar gas yang bersih dan ramah lingkungan

Fleksibilitasnya tinggi

Tempat yang diperlukan tidak terlalu luas, sehingga biaya investasi lahan lebih sedikit.

Pengoperasian PLTGU yang menggunakan komputerisasi memudahkan pengoperasian.

Waktu yang dibutuhkan: untuk membangkitkan beban maksimum 1 blok PLTGU relatif
singkat yaitu 150 menit.

Prosedur pemeiliharaan lebih mudah dilaksanakan dengan adanya fasilitas sistem


diagnosa.

On Becoming The Centre of Excellences

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

Skema siklus PLTGU dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Gambar 1.6. Diagram Combined Cycle

Gambar 1.7. Diagram Cogeneration Cycle

On Becoming The Centre of Excellences

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

Gambar 1.8, Combined Cycle Power Plant (PLTGU)

On Becoming The Centre of Excellences

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

1.3. Prinsip Kerja PLTG


Sebagai mesin pembangkit, PLTG memerlukan alat pemutar awal (Starting Device) untuk
menjalankannya. Starting Device dapat berupa mesin diesel, motor listrik, motor-generator atau
udara. Fungsi dari Starting Device adalah untuk memutar kompresor pada saat start up untuk
menghasilkan udara bertekanan sebelum masuk ke ruang pembakaran (combustion chamber).
Tahapan start up PLTG meliputi :
a.

Persiapan dan pemeriksaan sebelum start.

b.

Ready to start

c.

Starting device energized, terhubung ke turbin dan start

d.

Bahan bakar diinjeksikan ke ruang bakar dan terjadi penyalaan.

e.

Periode warming-up, bahan bakar ditambah dan putaran naik

f.

PLTG mampu berputar dengan kemampuan sendiri dan Starting Device lepas dan
berhenti.

g.

Putaran bertambah dan mencapai full speed no load (100,3%)

h.

Sinkronisasi generator

i.

Pembebanan

1.4. Prinsip kerja PLTGU


Di dalam sistem turbin gas gas panas hasil pembakaran bahan bakar dialirkan untuk
memutar turbin gas sehingga menghasilkan energi mekanik yang digunakan untuk memutar
generator. Gas buang dari turbin gas yang masih mengandung energi panas tinggi dialirkan ke
HRSG untuk memanaskan air sehingga dihasilkan uap. Setelah menyerahkan panasnya gas
buang di buang ke atmosfir dengan temperatur yang jauh lebih rendah.
Uap dari HRSG dengan tekanan dan temperatur tertentu diarahkan untuk memutar turbin
uap yang dikopel dengan generator sehingga dihasilkan energi listrik. Uap bekas keluar turbin
uap didinginkan didalam kondensor sehingga menjadi air kembali. Air kondensat ini
dipompakan sebagai air pengisi HRSG untuk dipanaskan lagi agar berubah menjadi uap dan
demikian seterusnya.

On Becoming The Centre of Excellences

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

Gambar 1.9. Siklus air uap PLTGU Gresik

On Becoming The Centre of Excellences

10

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

Gambar 1.10. Siklus air uap PLTGU Priok

On Becoming The Centre of Excellences

11

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

1.5. Bagian-Bagian PLTGU


PLTGU yang merupakan siklus kombinasi mempunyai komponen utama yang terdiri dari :

1.5.1. Turbin Gas


Turbin gas dan alat bantunya pada umumnya merupakan suatu paket set unit PLTG
yang dapat berdiri sendiri maupun digabung menjadi siklus kombinasi.
Kompresor Utama (Main Compressor)
Kompresor Utama berfungsi untuk menaikan tekanan dan temperatur udara sebelum
masuk ruang bakar. Udara juga dimanfaatkan untuk : udara pembakaran, udara pengabut
bahan bakar, udara pendingin sudu dan ruang bakar dan perapat pelumas bantalan.

Gambar 1.11. Kompresor Utama


On Becoming The Centre of Excellences

12

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

Ruang Bakar (Combustion Chamber)


Ruang Bakar (Combustion Chamber) adalah ruangan tempat proses terjadinya
pembakaran. Energi kimia bahan bakar diubah menjadi energi thermal pada proses
pembakaran tersebut. Ada Turbin Gas yang memiliki satu atau dua Combustion Chamber yang
letaknya terpisah dari casing turbin, akan tetapi yang lebih banyak di jumpai adalah memiliki
Combustion Chamber dengan beberapa buah Combustor Basket, mengelilingi sisi masuk (inlet)
turbin. Contohnya PLTG di PLTGU Gresik memiliki satu Combustion Chamber berisi 18 buah
Combustor Basket, sedangkan PLTG Bali memiliki satu Combustion Chamber berisi 8 buah
Combustor Basket yang terpasang jadi satu dengan casing turbin.

Gambar 1.12. Combustion Chamber & Gas Turbine

On Becoming The Centre of Excellences

13

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

Turbin

Turbin berfungsi untuk mengubah energi thermal dari hasil pembakaran di dalam ruang
bakar menjadi energi kinetik dalam sudu tetap kemudian menjadi energi mekanik dalam sudu
jalan sehingga energi mekanik akan memutar poros turbin.

Generator

Generator berfungsi untuk mengubah energi mekanik putaran pada rotor yang terdapat
kutub magnet, kemudian menjadi energi listrik pada kumparan stator.

Alat Bantu Turbin Gas (Gas Turbine Auxcilliary)


-

Penggerak Mula (Prime Mover), yaitu Diesel, Starting Motor (Cranking Motor),
Generator sebagai Motor, memutar poros turbin gas sampai kekuatan bahan bakar
dapat menggantinya (turbin gas mampu berdiri sendiri).

Hydraulic Ratchet, berfungsi memutar poros turbin sebelum start, sebanyak 45


setiap 3 menit, untuk memudahkan pemutaran oleh penggerak mula dan meratakan
pendinginan poros saat turbin gas stop.

Turning Gear, fungsinya sama seperti juga Ratchet, hanya poros diputar kontinyu
dengan putaran lambat ( 6 RPM).

Accessories Gear, adalah tempat roda gigi untuk memutar alat-alat bantu seperti :
pompa bahan bakar, pompa pelumas, pompa hidrolik, main atomizing air
compressor, water pump, tempat hubungan Ratchet.

Torque Converter, sebagai kopling hidrolik, saat digunakan kopling diisi dengan
minyak pelumas. Sedangkan saat dilepas, minyak pelumas di drain.

Load Gear, disebut juga Reduction Gear atau Load Coupling untuk mengurangi
kecepatan turbin menjadi kecepatan yang dibutuhkan oleh Generator. Load Gear
Westinghouse dimanfaatkan untuk penggerak pompa bahan bakar dan pelumas.

Exciter, yaitu peralatan yang berfungsi memberikan arus searah untuk penguatan
kutub magnet Generator Utama.

Starting Clutch, disebut juga Jaw Clutch, sebagai kopling mekanik yang berfungsi
menghubungkan poros Penggerak Mula dengan poros kompresor saat proses Start.

On Becoming The Centre of Excellences

14

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

Bantalan (Bearing), terdiri dari bantalan aksial dan bantalan luncur. Bantalan luncur
disebut juga disebut juga Journal Bearing, yang berfungsi sebagai penyangga berat
poros turbin, kompresor dan generator. Sedangkan bantalan aksial disebut juga
Thrust Bearing, berfungsi sebagai penahan gaya aksial

Gambar 1.13. Alat Bantu Turbin Gas (Gas Turbine Auxiliary)

On Becoming The Centre of Excellences

15

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

1.5.2. HRSG (Heat Recovery Steam Generator)


Bagian-bagian HRSG adalah bagian per bagian dalam bentuk jadi (pre-assembled)
yang telah dikerjakan di bengkel pabrikan dan diangkut ke tempat pemasangan. Kemudahan
pemasangan bagian-bagian modular di lapangan dan melakukan pengerjaan bagian-bagian
sebanyak mungkin di bengkel pabrik akan meningkatkan mutu peralatan dan mempercepat
waktu pemasangan konstruksi.

On Becoming The Centre of Excellences

16

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

Peralatan utama HRSG dapat diidentifikasi seperti gambar berikut:

Gambar 1.14. Peralatan Utama HRSG


KETERANGAN GAMBAR :
1. Diverter box, bypass stack, and bypass stack silencer.
2. Blanking plate for conversion to simple cycle operation.
3. Superheater.
4. Reheater.
5. High pressure evaporator.
6. High pressure economizer.
7. Intermediate pressure superheater.
8. Low pressure superheater.
9. High pressure economizer.
10. Intermediate pressure evaporator.
11. High pressure economizer/intermediate pressure economizer.
12. Low pressure evaporator.
13. Low pressure economizer.
14. Stack and silencer.

On Becoming The Centre of Excellences

17

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

Bypass stack silencer


Bypass stack silencer adalah cerobong asap dari gas buang hasil pembakaran pada
turbin gas. Apabila suatu turbin gas dioperasikan dengan Open Circle, maka gas buang
tersebut akan dialirkan ke atmosfir melalui bypass stack.

Drum
Drum adalah bejana tempat menampung air yang datang dari Economizer dan uap hasil
penguapan dari Tube Wall (Riser). Kira-kira setengah dari drum berisi air dan setengahnya lagi
berisi uap.

Boiler Drum terbuat dari plat baja dilas dan dilengkapi diantaranya :
-

Man hole

Saluran menuju Superheater

Saluran menuju Feedwater Inlet

Saluran menuju Blow Down

Saluran menuju Down Comer

Saluran menuju Safety Valve

Pipa injeksi bahan kimia

Pipa Sampling

Pipa menuju alat ukur dan alat kontrol

Seperti terlihat pada gambar di bagian dalam Boiler Drum terdapat peralatan-peralatan
Screen dryer (pengering uap) dan Steam separator (pemisah uap).

On Becoming The Centre of Excellences

18

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

Gambar 1.15. Boiler Drum


Level air didalam drum harus dijaga agar selalu tetap kira-kira setengah dari tinggi
drum. Banyaknya air pengisi yang masuk ke dalam drum harus sebanding dengan banyaknya
uap yang meninggalkan drum, sehingga level air terjaga konstant.
Pengaturan level didalam Boiler Drum dilakukan dengan mengatur besarnya pembukaan

Flow Control Valve. Apabila level didalam air drum terlalu rendah/tidak terkontrol akan
menyebabkan terjadinya overheating pada pipa-pipa Boiler, sedangkan bila level drum terlalu
tinggi, kemungkinan butir-butir air terbawa ke turbin dan mengakibatkan kerusakan pada
turbin. Untuk mengamankannya pada boiler drum dipasang alarm untuk level high dan level low
serta trip untuk level very low dan very high.
Level air didalam boiler drum dapat dimonitor dengan menggunakan peralatan level

gauge/level indikator yang terdapat didekat boiler drum lokal), atau dengan cara remote (jarak
jauh) di control room, juga dicatat pada level recorder.
Uap yang dihasilkan dari dalam tube wall (riser), terkumpul didalam boiler drum. Uap
akan mengalir ke arah puncak boiler drum melewati steam separator dan screen dryer lalu
keluar dari dalam drum dalam keadaan kering menuju separator dan akhirnya ke turbin.Butirbutir air yang terpisah dari uap akan jatuh dan bersirkulasi kembali bersama air yang baru
masuk.

On Becoming The Centre of Excellences

19

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

Superheater
Superheater adalah peralatan yang berfungsi untuk menaikkan temperatur uap jenuh
sampai menjadi uap panas lanjut sesuai dengan kebutuhan untuk menggerakkan turbin.
Karena uap yang terbentuk dari pemanasaan didalam pipa pipa di ruang bakar berada dalam
wujud kenyang (jenuh) atau basah maka uap yang demikian jika digunakan

atau

diekspansikan dalam turbin, akan menimbulkan pengembunan yang cepat.

Reheater
Reheater adalah peralatan yang berfungsi untuk menaikkan temperatur uap dari turbin
tekanan tinggi untuk dipanaskan ulang

sesuai dengan kebutuhan untuk menggerakkan turbin

tingkat tekanan berikutnya. Uap yang telah digunakan untuk memutar turbin tekanan tinggi
(HP Turbine) mengakibatkan tekanan dan temperaturnya turun. Dengan memanfaatkan gas
bekas maka uap tersebut dipanaskan ulang untuk menaikkan temperaturnya dengan tekanan
tetap, sehingga mendapatkan entalpi yang lebih tinggi .
Sesuai analisa Termodinamika, baik superheater maupun reheater, efisiensi termis suatu
instalasi akan naik apabila menggunakan uap panas lanjut. Dengan menggunakan uap basah,
akan menimbulkan erosi pada sudu-sudu turbin .

Superheater (pemanas uap lanjut) dan reheater terpasang disaluran gas buang dalam
ketel uap. Didalam superheater uap jenuh

atau basah

yang berasal dari drum ketel

temperaturnya dinaikkan pada tekanan tetap sampai temperatur yang diinginkan. Energi panas
diambil dari gas-gas bekas, berlangsung secara radiasi dan/atau konveksi. Sebagaimana halnya
pada pipa pipa air lainnya. Temperatur uap dibuat sedemikian tinggi sehingga material ketel
harus mampu menahan suhu maupun tekanan kerjanya.
Pada turbin tekanan bertingkat , pada saat uap mencapai kadar tertentu, diadakan
pemanasan ulang didalam alat yang dinamakan reheater (pemanas ulang). Uap yang telah
dipanaskan ulang dalam reheater ini selanjutnya diekspansikan pada turbin tingkat berikutnya.
Superheater dibedakan atas dua tipe yakni :
-

Superheater konveksi

Superheater radiasi-konveksi

On Becoming The Centre of Excellences

20

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

Prinsip Superheater konveksi sama seperti ekonomiser, yakni menyerap

panas gas

bekas yang melewati superheater. Kenaikan temperatur uap praktis terjadi pada tekanan tetap
sampai akhirnya gas bekas meninggalkan supeheater.
Menurut penempatannya superheater ditempatkan pada :
-

Diantara pipa pipa air

Diatas pipa pipa air

Evaporator
Evaporator pada boiler dikenal juga dengan nama Tube wall. Didalam tube wall
terdapat air yang bersirkulasi dari boiler drum melalui down comer dan low header. Panas yang
dihasilkan dari proses pembakaran didalam furnance sebagian diberikan kepada air yang ada
didalam tube wall sehingga air berubah menjadi uap. Selain berfungsi untuk membuat air
menjaadi uap, tube wall juga mencegah penyebaran panas daari dalam furnance ke udara luar
dan untuk lebih menjamin agar panas tersebut tidak terbuang ke udara luar melewati tube wall,
maka dibalik tube wall (arah udara luar) dipasang dinding isolasi yang terbuat dari mineral
fiber.
Sedangkan pada down comer merupakan pipa yang berukuran besar, menghubungkan
bagian bawah boiler drum dengan lower header. Down comer (pipa turun) tidak terkena panas
secara langsung dari ruang bakar. Dan untuk menghindari kerugian panas yang terbuang pada

down comer, maka down comer diberi isolasi.

Economizer
Ekonomiser terdiri dari pipa pipa air yang ditempatkan pada lintasan gas asap sebelum

meninggalkan ketel. Pipa pipa ekonomiser dibuat dari bahan baja atau besi tuang yang
sanggup menahan panas dan tekanan tinggi. Korosi yang mungkin terbentuk sebelah sisi air
dapat dihindarkan dengan jalan melunakkan air pengisi terlebih dahulu, dan korosi di sebelah
luar (sisi gas asap) diatasi dengan mempertahankan temperatur gas asap tinggi diatas titik
embun gas sulphur. Konduktivitas panas dan tahanan aliran gas yang disebabkan oleh
abu/debu yang melekat pada pipa pipa dicegah dengan pembersihan pipa pipa secara
berkala.
Dengan

menggunakan

ekonomiser,

efisiensi

thermis

ketel

naik;

diperkirakan

penghematan pemakaian bahan bakar dapat berkurang 1% tiap kenaikan temperatur air
pengisi 50C.
On Becoming The Centre of Excellences

21

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Agar

Prinsip Kerja PLTGU

pemakaian ruangan kecil, maka permukaan pipa pipa biasanya dibuat polos

(licin) dan berliku dan dipasang horizontal serta sejajar satu sama lain dalam saluran gas
buang. Di kedua ujung pipa dibuat kotak pengumpul (header) atas dan bawah dan juga sejajar
satu sama lain. Penyerapan panas dari gas gas kepada air akan lebih bermanfaat bila gas
asap mengalir ke bawah dan air mengalir berliku liku keatas.

Ekonomiser yang banyak dipakai pada ketel Pembangkit Tenaga Listrik pada masing
masing seksi terdapat kotak pengumpul (header) atas dan kotak pengumpul bawah; kotak itu
dihubungkan ke delapan buah pipa pipa polos (licin)dan kadang bersirip yang juga dipasang
sejajar satu sama lain. Kotak kotak pengumpul dan pipa pipa dibuat dari bahan besi tuang.
Kotak kotak pengumpul itu tidak mempunyai kampuh dan di kedua ujungnya dibulatkan.

Air pengisi dimasukkan ke dalam header melalui down comer, kemudian disebarkan ke
semua pipa pemanas. Air mengalir ke atas dengan kecepatan rendah melalui deretan pipa
pipa vertikal tang dipanasi oleh gas gas panas yang mengalir tegak lurus terhadap pipa dan
selanjutnya air panas yang dihasilkan ditekan ke dalam drum ketel melalui sebuah pipa pipa
yang dihubungkan ke drum. Temperatur air itu dapat mencapai 100 1500C tergantung pada
temperatur gas pembakaran.

On Becoming The Centre of Excellences

22

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

Gambar 1.16. Economizer

Didalam pipa-induk-atas (tepat di atas pipa pipa vertikal) dibuat lubang pembersih
untuk membersihkan bidang dalam pipa pipa. Dalam pipa-induk-bawah dibuat pula lubang
untuk membuang lumpur yang mengendap.
Debu dan abu melayang yang dibawa oleh gas gas asap melekat pada sisi-luar pipa,
dibersihkan dengan blower yang bergerak pelahan-lahan turun-naik terus-menerus..
Banyak juga ekonomiser yang memakai pipa-pipa bersirip. Dengan penambahan sirip
sirip ini luas bidang panas bertambah besar sehingga pada jumlah penerima panas yang sama
dengan pipa polos, ekonomiser dapat diperkecil.

On Becoming The Centre of Excellences

23

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

Pipa pipa bersirip untuk tekanan sedang dibuat dari bahan besi tuang yang disusut
sekitar pipa-pipa baja yang tidak berkampuh. Dengan bantuan katup-by pass, gas asap dapat
dialirkan langsung kecerobong, jadi ekonomiser tidak bekerja. Temperatur air pengisi dan gas
asap, diatur dengan bantuan katup by pass ini.
Pipa air itu dipasang horizontal dengan sumbu belah-ketupat (berliku-liku) satu sama
lain. Agar gas asap terpaksa mengalir berbelok-belok. Akibatnya, perpindahan panas kepada air
dapat berlangsung lebih baik. Air pengisi masuk ke dalam ekonomiser melalui pipa induk
bawah, demikian juga halnya dengan pipa bagian atas.
Untuk membersihkan pipa-pipa dan sirip sirip dari ikatan abu dan debu-debu yang
berterbangan, dilakukan dengan memakai pipa penghembus-abu (soot blower) yang dipasang
diantara pipa-pipa bersirip. Pipa-pipa penghembus tadi dilubangi dimana (bila pembersihan
hendak dilakukan) dialirkan uap dari ketel.

Stack and silencer


Stack adalah cerobong asap dari gas bekas dari turbin uap setelah melalui HRSG

(boiler). Untuk jenis HRSG horizontal stack terdapat dibelakang HRSG, sementara untuk untuk
type vertikal terdapat diatas.

1.5.3. Turbin Uap


Karena siklus PLTGU merupakan gabungan antara siklus PLTG dengan PLTU, maka
komponen utama PLTGU adalah PLTU beserta sistem dan peralatan bantunya. Bagian PLTU
pada siklus PLTGU tersebut, antara lain :

Turbin

Turbin uap adalah penggerak mula (prime mover) yang mengubah energi panas dalam
uap menjadi energi mekanis berupa putaran poros turbin. Selanjutnya poros turbin dikopel
dengan mekanisme yang digerakkan, misalnya dengan poros generator untuk menghasilkan
energi listrik. Selain sebagai penggerak generator listrik, turbin uap dapat juga digunakan untuk
memutar pompa, transportasi dan sebagainya.
Uap untuk memutar turbin dapat diperoleh dari uap panas bumi, boiler berbahan bakar
fosil, boiler nuklir atau panas buangan (waste heat) PLTG.

On Becoming The Centre of Excellences

24

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

Pompa Air Pengisi

Fungsi pompa air pengisi adalah untuk menciptakan tekanan pada air pengisi dan
mengalirkannya ke boiler HRSG. Jenis pompa yang digunakan adalah pompa sentrifugal,
dengan tekanan stabil pada aliran yang berubah naik turun. Pompa air pengisi digerakkan oleh
motor listrik melalui kopling hidrolik pengatur putaran (variable speed hydraulic coupling).
Pada umumnya tersedia tiga unit pompa pada sistem air pengisi BFP pada satu unit
blok PLTGU, masing-masing dengan kapasitas 65% dari kebutuhan blok. Pada saat start-up
hingga 50% beban kapasitas blok, cukup hanya satu unit pompa air pengisi yang beroperasi,
dua unit pompa lainnya stand-by. Sedangkan bila beban blok PLTGU telah lebih dari 50%
hingga maksimum, maka dua unit pompa air pengisi yang harus beroperasi,satu unit pompa
lainnya stand-by.
Sistem pompa air pengisi beroperasi secara otomatis dengan DCS, tetapi dapat juga
dioperasikan secara manual dari Control Room maupun dari lokal. Sistem pompa air pengisi
dilengkapi alat bantu seperti sistem pelumasan, sistem pendingin, sistem pengaman proteksi
dan interlok, serta peralatan control dan instrumentasi.
Setiap pompa dilengkapi dengan saluran dan katup sirkulasi. Ketika pompa beroperasi
dengan kapasitas aliran beban rendah, maka sebagian besar tenaga daya yang yang butuhkan
pompa akan dirubah menjadi panas yang menaikkan suhu air pengisi. Aliran sirkulasi akan
mencegah air didalam pompa menjadi terlalu panas hingga menguap dan menyebabkan
kapitasi yang akan merusak impleller pompa. Pipa saluran sirkulasi menghubungkan sisi keluar
(discharge) pompa sebelum katup cek (check valve) kembali ke sisi masuk (suction) pompa,
dilengkapi dengan katup kontrol sirkulasi untuk mempertahankan aliran minimum pompa, dan
dua katup isolasi sebelum dan sesudah katup kontrol sirkulasi.

Kondensor

Kondensor adalah peralatan untuk merubah uap menjadi air. Proses perubahan nya
dilakukan dengan cara mengalirkan uap kedalam suatu ruangan yang berisi pipa-pipa (tubes).
Uap mengalir diluar pipa-pipa sedangkan air sebagai pendingin mengalir didalam pipa-pipa.
Kondensor seperti ini disebut surface (tubes) condenser. Sebagai pendingin digunakan air
sungai atau air laut.
Proses perubahan uap menjadi air terjadi pada tekanan dan temperatur jenuh, dalam
hal ini kondensor berada pada kondisi vakum. Karena temperatur air pendingin sama dengan
temperatur udara luar, maka temperatur air kondensatnya maksimum mendekati temperatur
udara luar. Apabila laju perpindahan panas terganggu, maka akan berpengaruh terhadap
tekanan dan temperatur.

On Becoming The Centre of Excellences

25

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

Deaerator
Deaerator berfungsi untuk menghilangkan oksigen dan gas yang terlarut dari air pengisi.

Jenis yang digunakan adalah jenis semprot (spray type).


Deaerasi awal (pre-deaeration) dilakukan dengan alat penyemprotan (spraying device).
Pada setiap kondisi operasi, penyemprot menjamin pemanasan air kondensat hingga suhu
jenuh (saturation) dan permukaan yang cukup luas untuk perpindahan masa. Karena secara
praktis, kelarutan oksigen didalam air pada suhu jenuh adalah nol, sehingga oksigen yang
terbawa dalam tetesan air akan terlepas dan berada bersama uap disekelilingnya. Karena uap
mengkondensasi pada air, maka konsentrasi oksigen di daerah sekitar penyemprot menjadi naik
sehingga memungkinkan membuang (vent out) sejumlah uap yang konsentrasi oksigennya
relatif tinggi.
Prinsip operasi deaerator didasarkan pada deaerasi fisikal yang terjadi pada dua tahap,
yaitu:
-

Deaerasi awal (pre-deaeration) dimana air pengisi disemprotkan pada satu sisi ruang
uap (area 1)

Deaerasi akhir (final-deaeration) dalam tangki air dimana uap dikenakan langsung ke air
yang akan di-deaerasi (area 2).

Area 2
Area 1

Gambar 1.17. Deaerator

On Becoming The Centre of Excellences

26

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

Deaerasi akhir (final-deaeration) terjadi dengan cara menyuntikkan uap kedalam air
pada tangki. Tergantung pada kondisi uap, suhu dan tekanan air, campuran uap/air dapat
digunakan untuk deaerasi.
Alat penyuntik uap yang dirancang dengan tepat, dengan memperhitungkan hidrodinamik didalam tangki untuk mendapatkan kontak langsung yang baik antara uap dan air akan
memungkinkan oksigen berpindah keluar dari air dan terbawa kedalam uap.
-

Membuang oksigen (O2 Removal)


Membuang oksigen adalah alasan utama pendeaerasian air pengisi, dan paling
ekonomis dilakukan secara mekanikal daripada menggunakan bahan kimia walaupun
dengan kimia lebih sempurna.
Seperti telah diketahui bahwa, oksigen terlarut 10 kali lebih korosif dari pada
karbon dioksida, terutama pada suhu lebih tinggi. Misalnya, air dua setengah kali lebih
korosif pada suhu 90C dari pada suhu 60C.
-

Membuang Karbon Dioksida (Carbon Dioxide Removal)


Jika karbon dioksida ada bersama oksigen, kedua gas ini beraksi bersama-sama
menjadi 40% lebih korosif dari pada bila beraksi sendiri-sendiri. Ferrous hydroxide
adalah senyawa alkaline, dan laju kelarutannya tergantung pada pH airnya. Semakin
rendah pH airnya, semakin cepat kelarutan ferrous hydroxide. Air kondensat yang
mengandungi karbon dioksida akan membentuk asam karbonik (carbonic acid):

CO2 + H2O = H2CO3

Karbon dioksida menyebabkan korosi pada saluran uap yang ditandai dengan
penipisan pipa atau alur-alur (grooving) dibagian bawah pipa.
Susunan HRSG dan alat bantunya harus dirancang agar dapat menyerap panas
gas buang (exhaust gas) dari turbin gas seoptimal mungkin sehingga dapat
menghasilkan uap dengan tekanan dan temperatur yang diperlukan untuk memutar
turbin uap. Sistem sirkulasi air uap yang diterapkan disesuaikan dengan temperatur gas
buang dari turbin gas agar fleksibel terhadap pembebanan.
Jumlah tingkat dan jumlah silinder dari turbin uap disesuaikan dengan tekanan
dan temperatur uap yang dihasilkan oleh HRSG. Turbin uapnya biasanya non ekstraksi,
karena pemanasan air dilakukan di dalam HRSG.

On Becoming The Centre of Excellences

27

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

Apabila PLTG akan digunakan dalam siklus kombinasi, maka panas gas buang
harus mempunyai suhu sekitar 500 0C agar dapat dimanfaatkan untuk menguapkan air
didalam Heat Recovery Steam Generator. Apabila PLTD (Diesel) akan digunakan
dalam siklus kombinasi, maka kapasitasnya harus cukup besar, yaitu sekitar 25 MW
agar air pendingin mesin dapat dimanfaatkan untuk pemanas awal air pengisi boiler.

1.6

Variasi Siklus Kombinasi PLTGU


Terdapat beberapa variasi dari siklus kombinasi PLTGU dalam memanfaatkan gas
buang untuk menghasilkan uap sebagai penggerak turbin PLTU. Gambar di bawah
menunjukkan contoh variasi siklus PLTGU :

On Becoming The Centre of Excellences

28

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

Gambar 1.18. PLTGU dengan PLTG digabung dengan peleburan besi

Gambar 1.19, PLTGU dengan turbin gas berbahan bakar batubara


Ditinjau dari konfigurasi jumlah turbin gas dan Heat Recovery Steam Generator (HRSG)
dan turbin uapnya, suatu PLTGU dapat di susun dengan beberapa konfigurasi, tetapi umumnya
dibedakan menjadi 3, yaitu :
-

Konfigurasi : 1 turbin gas (GT), 1 HRSG, 1 turbin uap (ST) = konfigurasi 1 1 1

Konfigurasi : 2 turbin gas (GT), 2 HRSG, 1 turbin uap (ST) = konfigurasi 2 2 1

Konfigurasi : 3 turbin gas (GT), 3 HRSG, 1 turbin uap (ST) = konfigurasi 3 3 1

Konfigurasi 1 1 1
Konfigurasi ini merupakan PLTGU yang paling sederhana karena hanya terdiri
dari 1 turbin gas (GT), 1 HRSG dan 1 turbin uap (ST). Pada sebagian PLTGU ini bahkan
generatornya hanya satu sehingga turbin gas, turbin uap dan generator merupakan
On Becoming The Centre of Excellences

29

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

mesin satu poros (single shaft combined cycle). Posisi generator dapat berada diantara
turbin gas dan turbin uap atau turbin uap diatara turbin gas dan generator.
Kelebihan susunan PLTGU 111 antara lain adalah mampu memenuhi
kebutuhan permintaan daya secara cepat dan ekonomis, konsumsi air dan bahan bakar
nya rendah serta konsumsi listrik pemakaian sendiri (works power) juga rendah.

Gambar 1.20, Diagram PLTGU dengan konfigurasi 1 1 1

Konfigurasi 2 2 1
PLTGU dengan susunan 221 lebih fleksibel dalam pengoperasian maupun
pemeliharaan dibanding susunan 111. Dengan susunan 221, apabila satu turbin
gas terganggu, maka turbin gas yang lain tetap dapat beroperasi dalam siklus
kombinasi. Sedangkan bila HRSG nya yang terganggu, maka turbin gas dapat
beroperasi dalam mode siklus terbuka (open cycle).

On Becoming The Centre of Excellences

30

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

Gambar 1.21, Diagram PLTGU dengan konfigurasi 2 2 1

Konfigurasi 3 3 1
Konfigurasi 331 merupakan konfigurasi yang menghasilkan output daya paling
besar dengan variasi operasi paling banyak.

On Becoming The Centre of Excellences

31

PT. PLN (PERSERO)


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Prinsip Kerja PLTGU

Gambar 1.22, Diagram PLTGU dengan konfigurasi 3 3 1

On Becoming The Centre of Excellences

32