Anda di halaman 1dari 30

Kasus Ford Pinto

Ford Pinto

Ford Pinto adalah mobil yang diproduksi oleh perusahaan Ford. Desainer Ford Pinto
menempatkan tangki bahan bakar di bagian belakang mobil, di bagian belakang
poros. Hal ini dilakukan untuk menciptakan ruang bagasi yang lebih besar. Desain
ini sangat berbahaya, jika mobil ditabrak dari belakang bisa menyebabkan ledakan
yang disebabkan tangki bahan bakar. Tempat tangki bahan bakar bisa dilihat pada
Gambar Desain Ford Pinto.

Gambar Desain Ford Pinto

Pada tanggal 10 Agustus 1978, sebuah Ford Pinto ditabrak dari belakang di jalan
raya Indiana. Hantaman tabrakan itu menyebabkan tangki bahan bakar Pinto pecah,
meledak dan terbakar. Hal ini mengakibatkan kematian tiga remaja putrid yang
berada di dalam mobil itu. Kejadian ini bukan pertama kalinya Pint terbakar akibat
tabrakan dari belakang. Dalam tujuh tahun sejak peluncuran Pinto, sudah ada 50
tuntutan hukum yang berhubungan dengan tabrakan dari belakang. Meskipun
demikian, kali ini Ford dituntut di pengadilan criminal akibat penumpangnya tewas.
Untuk kasus ini, desainer dan pihak Ford secara keseluruhan tidak memikirkan
dampak berbahaya yang bisa terjadi. Desain dari mobil Ford Pinto tidak memikirkan
aspek keamanan dan keselamatan nyawa pengemudi dan penumpangnya.
Dilema yang dihadapi para desainer yang mengerjakan Pinto adalah
menyeimbangkan keselamatan orang yang mengendarai mobil dan kebutuhan
untuk memproduksi Pinto dengan harga yang dapat bersaing di pasar. Mereka harus
berusaha menyeimbangkan tugas mereka kepada public dan tugas mereka kepada
atasan. Akhirnya usaha Ford untuk menghemat beberapa dolar dalam biaya
manufaktur mengakibatkan pengeluaran jutaan dolar untuk membela diri dari
tuntutan hukum dan membayar ganti rugi korban. Tentu saja ada juga kerugian
akibat hilangnya penjualan akibat publisitas buruk dan persepsi publik bahwa Ford
tidak merancang produknya untuk keamanan pengendara.Semua menjadi dilemma.
Karena sangat sulit kalau sebuah institusi lebih mengutamakan laba perusahaan
daripada nyawa manusia.
Pada awalnya desain yang berbahaya ini telah diketahui oleh perusahaan Ford
sebelum mobil Ford Pinto dipasarkan, namun Ford lebih memilih untuk membayar
biaya ganti rugi kematian daripada mendesain ulang tangki bahan bakar, karena
dirasa akan membutuhkan biaya yang lebih besar untuk mendesain ulang tangki
bahan bakar.

Etika Bisnis

Etika bisnis berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam


kebijakan, institusi, dan pelaku bisnis. Etika bisnis merupakan studi standar formal
dan bagaimana standar itu diterapkan ke dalam sistem dan organisasi yang
digunakan masyarakat modern untuk memproduksi dan mendistribusikan barang
dan jasa, serta diterapkan kepada orang-orang yang ada di dalam organisasi.

Analisis Kasus Ford Pinto


Etika hendaknya diterapkan dalam bisnis dengan menunjukkan bahwa etika
konsistem dengan tujuan bisnis, khususnya dalam kencari keuntungan. Jika
perusahaan Ford memperhatikan keselamatan pengendara dalam produksi Ford
Pinto, perusahaan Ford tidak akan mengeluarkan biaya tambahan untuk
memberikan ganti rugi pada korban kecelakaan.

Dalam pengerjaan teknis perancangan dan pembuatan sebuah mobil Ford Pinto,
terjadi juga pelanggaran kode etik seorang insinyur/engineer yaitu

membuat keputusan yang konsistem terhadap keselamatan, kesehatan, dan


kesejahteraan public, serta menghindari sekaligus menyungkap faktor-faktor yang
membahayakan public dan lingkungan.

Sebagai seorang wirausaha hendaknya menerapkan etika saat berusaha. Dalam


bidang otomotif ada etika engineering dan etika bisnis yang mengikat dan harus
ditaati. Kejayaan suatu perusahaan besar dituntut dari hal-hal seperti kepercayaan,
nama baik perusahaan, produk yang berkualitas, dan tentunya ketahanan terhadap
persaingan dengan kompetitor. Dalam kasus Ford Pinto, keputusan bisnis yang
dibuat untuk memenangkan persaingan dengan kompetitor telah mengabaikan
kepercayaan, nama baik perusahaan, kualitas produk dengan mengabaikan etikaetika dasar yang harusnya ditaati.

Kasus Ford Pinto tidak akan terjadi jika kebijakan bisnis untuk mendapatkan laba
yang lebih besar dengan mengorbankan keamanan tidak diambil oleh Ford.
Kepercayaan konsumen terhadap sebuah produk bisnis sangatlah penting, karena
menjadi poin dasar dalam penentuan pemasaran produk dan keberlangsungan
sebuah perusahaan.

Makalah Ford Pinto


BAB 1

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Tujuan umum berdirinya sebuah perusahaan adalah untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat, namun tetap memikirkan perolehan keuntungan yang
semaksimal mungkin. Agar tetap menjadi pilihan masyarakat, perusahaan harus
memberikan mutu dan keunggulan yang berbeda dari produk saingannya yang
sejenis. Kenyataannya untuk menjadi yang tebaik dan mempunyai kelebihan
tersendiri dibanding produk saingan memerlukan pembiayaan yang lebih dan akan
mengurangi keuntungan.
Pembuatan produk sejenis yang diproduksi oleh banyak produsen, meskipun
memiliki keunggulan masing-masing, semuanya harus memiliki standar produk
yang sama. Tujuannya adalah untuk menjaga kenyamanan dan keamanan
konsumen. Hal ini yang menjadi tantangan bagi para insyinyur bagaimana
merancang produk yang sesuai standar, memiliki keunggulan tersendiri, namun
tetap memperoleh keuntungan maksimal. Masalah ini dapat dikaitkan dengan etika
profesi yang membahas tentang seorang insyinyur
harus memprioritaskan keselamatan konsumen dalam hasil rancangan produknya.
Sehemat apapun rencana biaya yang akn dikenakan pada sebuah produk tidak
boleh memberikan resiko negatif kepada penggunannya, yaitu membahayakan
kesehatan dan keselamatan pengguna.
Contoh kasus nyata pelanggaran dalam etika profesi yang pernah terjadi
tentang tentang prioritas keselamatan konsumen adalah kasus Ford Pinto. Secara
garis besar dapat diceritakan bagaimana perusahaan Ford sebagai salah satu
perusahaan penghasil mobil yang cukup ternama membuat mobil yang sudah
diketahui tidak aman untuk konsumen, namun tetap diproduksi dengan estimasi
penghematan biaya perbaikan yang dibandingkan dengan pengelauaran biaya
asuransi bila terjadi kecelakaan untuk perolehan keuntungan maksimal. Sebagai
calon insinyur, penulis mengangkat studi kasus ini untuk dibahas dan dianalisis
sebagai bahan pembelajaran dalam beretika profesi.

Tujuan
Tujuan dibagi menjadi 2 jenis, yaitu umum dan khusus. Adapun tujuan
umum dari penulisan tugas ini adalah sebagai berikut:
1.

Memperdalam dan memahami kasus ford pinto yang terjadi.

2.

Memperoleh referensi dalam beretika profesi dari kasus histori ford pinto.

Tujuan khusus yang ingin diperoleh adalah mengetahui penyebab terjadinya


peristiwa, dampak yang ditimbulkan dan relevansi dengan kondisi saat ini melalui
tugas ini pula ingin diketahui pula pelajaran yang bisa diambil dari kasus yang
terjadi untuk masa mendatang.

Sistematika Analisis Kasus


BAB I

PENDAHULUAN

Bab ini berisi tentang latar belakang suatu masalah yang ada pada penulisan
makalah, tujuan umum penulisan, tujuan khusus serta sistematika penulisan yang
terdapat di bab ini. Isi dari bab ini sangat berhubungan dengan bab-bab selanjutnya
dimana secara singkat isi makalah dipaparkan.
BAB II

DESKRIPSI KASUS

Berisikan sejarah dan kronologi peristiwa, pihak yang terlibat,


dampak yang timbul, dan tindakan yang dilakukan dari kasus. Bab ini menjelaskan
secara detail kasus yang terjadi.
BAB III

ANALISIS KASUS

Pada bab ini dilakukan penganalisisan atau pembahasan kasus.


Berisikan penyebab terjadinya peristiwa, pihak yang bertanggung jawab, etika
profesi yang dilanggar, implikasi dari kasus, relevansi dengan kondisi saat ini,
pelajaran yang bisa diambil untuk masa yang akan datang, serta solusi dan lesson
learned (agar kondisi tidak terulang kembali).
BAB IV

KESIMPULAN

Bab ini berisikan kesimpulan yang mengacu pada tujuan di bab I.


Tujuan yang dimaksud adalah tujuan khusus.
BAB V

DAFTAR PUSTAKA

Besikan darimana sumber-sumber studi kasus diperoleh. Bab ini


berhubungan dengan bab 2.

BAB II
DESKRIPSI KASUS

Sejarah Ford Pinto

Selama bertahun-tahun Ford model kecil diproduksi mengimport, mencakup Ford


Cortina yang sedikit banyaknya ditirukan pada Ford Falcon. Desain Ford Pinto dibuat
pada tahun 1968 di bawah naungan Ford executive Lee Iacocca. Setelah desain Ford
Pinto terbentuk mengimport, mempola pengendalian ban secara teknis
mengedepan Front-Drive Volkswagen Rabbit, untuk model tahun 1981.
Dibandingkan dengan lainnya, tempat duduk Ford Pinto sangat rendah.
Gaya ditirukan Ford Maverick yang lebih besar di lampu belakang dan kisi-kisi,
tetapi mempunyai suatu fastback profil lembut. Body styles mencakup two-door
coup dengan sistem konvensional, three-door hatchback menghubungi Runabout,
two-door station wagon, dan Ford Pinto Cruising Wagon memproduksi dari 1977
sampai 1980 dengan model menyerupai suatu van konversi kecil lengkap dengan
"bubble window" di sisi panel.
Desain mobil konvensional, dengan konstruksi unibody, mesin longitudinallymounted di depan, mengemudi roda belakang dengan manual maupun transmisi
otomatis dan poros sumbu bagian belakang. Suspension dengan panjangnya
berbeda A-Arms dengan per coil pada bagian depan dan poros sumbu Mesin asli
mencakup British-Built 1.6 L Ohv I4 dan German-Built 2.0 L SOHC I4. Pada tahun
1974, 1.6 L powerplant dan suatu baru 2.3 L mesin/motor menjadi tersedia; suatu
2.8 L V6 ada tersedia dari 1975.

Kronologi Peristiwa.
Pada bulan Mei tahun 1968, Ford Motor Company, berdasarkan rekomendasi saat itu
wakil presiden Lee Iacocca, memutuskan untuk memperkenalkan mobil subkompak
dan memproduksinya di dalam negeri dalam upaya untuk mendapatkan pangsa
pasar yang besar, mobil ini dirancang dan dikembangkan dengan jadwal dipercepat.
Selama beberapa tahun penjualan pertama Pinto sangat bagus, Total penjualan
mencapai 3.200.000 unit dari berbagai varian.
Ford Pinto yang mengadopsi penempatan tangki bahan bakar di bagian belakang.
Pinto adalah sebuah proyek terburu-buru, dimulai pada tahun 1968 dan mengambil
lebih dari dua tahun untuk mencapai ruang pamer. Akibatnya, keputusan desain
rekayasa datang setelah keputusan gaya ke tingkat yang lebih besar dari biasanya.
Desain ini sangat berbahaya, karena jika terjadi tabrakan pada bagian belakang
Ford Pinto maka bisa menyebabkan ledakan, kemudian disusul efek domino pintu
mobil yang menjadi sulit dibuka sehingga penumpang akan terperangkap di
dalamnya. Selama desain dan produksi, bagaimanapun, tes tabrakan
mengungkapkan cacat serius dalam tangki bensin. Dalam tabrakan lebih dari 25 mil
per jam, tangki bensin selalu pecah. Untuk memperbaikinya diperlukan perubahan
dan memperkuat desain.

Banyak studi laporan dan dokumen yang dihasilkan oleh Mother Jones mengenai
tabrakan belakang Pintos menunjukkan bahwa jika terjadi tabrakan Pinto dari
belakang dengan kecepatan lebih dari 30 mph, bagian belakang mobil akan
melengkung seperti akordion tepat ke kursi belakang. Gaya Pinto diperlukan bahwa
tangki bahan bakar berada di belakang poros belakang, sehingga hanya 9 atau 10
inci ruang menghancurkan antara bumper belakang dan poros belakang. Selain itu,
kepala baut terpapar yang mampu menusuk tangki bahan bakar pada dampak
belakang. Tabung yang mengarah ke tutup tangki gas akan merenggut tangki itu
sendiri dan gas segera akan tumpah ke jalan di sekitar mobil. Tangki bensin yang
tertekuk akan macet melawan rumah diferensial (tonjolan besar di tengah-tengah
poros belakang mobil), yang berisi empat benda tajam dan baut menonjol,
dan kemungkinan menyebabkan lubang di tangki dan menumpahkan lebih banyak
gas. Sekarang yang dibutuhkan adalah percikan dari tempat pembakaran rokok
atau serpihan logam, dan kedua mobil habis dilalap api. Jika diberikan kesempatan
untuk mengatakan bahwa Pinto adalah sungguh sebuah deraan yang bagus,
katakan pada 40 mph, kesempatan yang sangat baik bahwa pintu akan macet dan
Anda harus bersiap-siap menonton penumpang terjebak di dalam terbakar sampai
mati.

Gambar 1 Ford Pinto

Seperti produk yang lainnya, Pinto juga memiliki suatu tujuan produk. Tujuan produk
jelas dinyatakan dalam "buku hijau" Pinto. Buku ini tebal, berisikan rahasia teratas
mencakup langkah-demi-langkah rencana produksi untuk model tersebut, rincian
metalurgi, berat, kekuatan dan kualitas setiap bagian di dalam mobil. Tujuan produk
untuk Pinto berulang diterbitkan di artikel FG Ford eksekutif Olsen oleh Society of
Automotive Engineers. Tujuan produk ini sebagai berikut:
1. TRUE subkompak

Ukuran
Berat
2. RENDAH BIAYA KEPEMILIKAN
Harga awal
Konsumsi bahan bakar
Keandalan
Servis

3. KEUNGGULAN PRODUK KESELURUHAN


Penampilan
Kenyamanan
Fitur
Kemudi dan Penanganan
Kinerja
Keselamatan, terlihat, tidak ada sama sekali. Hal ini tidak disebutkan di seluruh
artikel. Seperti Lee Iacocca, salah seorang General Motors di Ford, yang sering
katakan, adalah "Keselamatan tidak menjual". Desain produk ini memang
cacat. Seorang insinyur Ford, yang tidak ingin namanya disebutkan, berkomentar:
"Perusahaan ini dijalankan oleh salesman, bukan insinyur, maka prioritas adalah
styling, bukan keselamatan."
Dalam kasus Ford Pinto ini, desainer dan pihak Ford secara keseluruhan tidak
memikirkan dampak berbahaya yang bisa terjadi. Desain dari mobil Ford Pinto tidak
memikirkan aspek keamanan dan keselamatan bahkan nyawa seseorang. Padahal
mobil ini diproduksi secara massal. Pada bulan Mei 1972 kecelakaan pun terjadi, Lily
Gray sedang bepergian dengan anak berumur 13 tahun Richard Grimshaw dan
mengalami kecelakaan diserempek mobil lain dlam kecepatan
30mil/jam. Dampaknya menyulut api di Pinto yang menewaskan Lily Gray dan
meninggalkan Richard Grimshaw dengan luka bakar akibat ledakan mobil Ford
Pinto. Pada pengadilan pertama, sebuah penilaian diberikan terhadap Ford
dan jaksa memutuskan pihak Ford wajib menggati rugi atas kecelakaan
kepada keluarga Gray $ 560.000 dan Matius Grimshaw $ 2,5 juta pada tetapi
yang mengejutkan datang ketika hakim pada awalnya memutuskan memdakwa
uang ganti rugi sebesar $ 125 juta dan kemudian diturunkan menjadi $ 3,5 juta.

Enam bulan setelah putusan kasus Grirnshaw kontroversial, Ford terlibat dalam
kasus lain yang kontroversial yang melibatkan Pinto. Sistem bahan bakar desain
mobil berkontribusi kepada kematian tiga wanita pada 10 Agustus 1968 ketika
mobil mereka ditabrak oleh kendaraan lain yang berpergian pada kecepatan realtif
rendah yang dikemudikan oleh seorang pria dengan sambil mabuk, sedang
menghisap ganja, pil kafein dan kapsul. Kenyataan bahwa Ford sebelumnya telah
memilih untuk tidak meng-upgrade desain sistem bahan bakar yang menjadi isu
perdebatan publik sebagai akibat dari kasus ini. Debat itu pada akhirnya menuju
jaksa Elkart County, Indiana memilih untuk menuntut Ford untuk pembunuhan
ceroboh dan kriminal karena kesembronoan.
Beberapa orang merasa isu yang diangkat dalam kasus-kasus Ford Pinto adalah
contoh dari dalam saku perusahaan yang mengabaikan keselamatan konsumen dan
lebih memilih mengejar keuntungan. Beberapa pihak lain merasa mereka adalah
contoh kasus yang terhindarkan dari liputan media. Terlepas dari semua pendapat
itu, kasus Ford Pinto adalah salah satu dari banyak masalah hukum dan etika yang
kompleks.
Kritikan dan hujatan pun berdatangan, namun ternyata pihak Ford memilih untuk
tidak mengganti desain dari mobilnya dan lebih memilih menghadapi tuntutan di
pengadilan dengan alasan sebagai berikut:

Analisis Biaya-Manfaat
Salah satu alat yang digunakan dalam perdebatan Ford adalah "biaya-manfaat
analisis" dari mengubah tangki bahan bakar. Menurut perkiraan Ford, tangki tidak
aman akan menyebabkan kematian membakar 180 jiwa, 180 luka bakar serius, dan
2.100 kendaraan terbakar setiap tahun. Perhitungnya akan hal itu, bahwa Ford
harus membayar $ 200.000 per kematian, $ 67.000 per cedera, dan $ 700 per
kendaraan, dengan total sebesar $ 49,5 juta. Namun, biaya menyelamatkan nyawa
dan luka-luka bakar bahkan lebih tinggi dengan diadakannya perubahan akan
menelan biaya $ 11 per mobil, yang jika dijumlahkan mencapai hingga $ 121 juta

per tahun. Pada dasarnya, Ford berpendapat bahwa hal itu akan lebih murah yaitu
untuk membiarkan pelanggan mereka terbakar!
Ringkasan perhitungan:
Ekspetasi biaya yang harus dikeluarkan Pinto untuk perbaikan:

Ekspetasi penjualan: 11.000.000 unit (termasuk seluruh unit yang dikatakan


memiliki kecacatan yang sama)

Harga modifikasi per unit: $11.00

Total biaya: $121 juta

Ekspetasi biaya yang dikeluarkan Pinto tanpa perbaikan:

Ekspetasi hasil kecelakaan (asumsi 2100 kejadian):

180 kematian
180 luka bakar serius
2100 kendaraan terbakar

Biaya tiap kecelakaan (asumsi tuntutan dari pengadilan):

$200,000 tiap kematian


$67,000 tiap luka bakar seris
$700 tiap satu unit mobil terbakar

Biaya total: $49.53 juta

[= (180 kematian x $200k) + (180 luka bakar x $67k) + (2100 kendaraan x $700
per kendaraan)]

Gambar 2 Kecelakaan Ford Pinto

Perusahaan membenarkan diri atas dasar bahwa risiko yang diterima atau analisis
manfaat untuk menentukan apakah biaya moneter melakukan perubahan lebih
besar dibandingkan dengan manfaat sosial. Berdasarkan angka-angka Ford
digunakan, biaya yang akan dikeluarkan sebesar $121 juta dibandingkan biaya
yang akan dikeluarkan sebesar $49,53 juta harga diletakkan pada kematian,
cedera, dan kerusakan mobil, dan dengan demikian Ford merasa benar tidak
menerapkan perubahan desain. Ini risiko atau analisis manfaat diciptakan dari
pengembangan kewajiban produk, yang mencapai puncaknya pada Hand's BPL
rumus Learned Hakim, di mana jika kerugian melebihi biaya untuk mengambil
tindakan pencegahan, maka perusahaan harus mengambil tindakan pencegahan,
sedangkan jika biaya terhutang , maka tidak perlu. Namun, formula BPL berfokus
pada kecelakaan tertentu, sedangkan risiko atau manfaat analisis memerlukan
pemeriksaan biaya, risiko, dan manfaat melalui penggunaan produk secara
keseluruhan. Berdasarkan analisis ini, Ford secara legal memilih untuk tidak
melakukan perubahan desain yang akan membuat Pinto lebih aman. Namun, hanya
karena itu hukum tidak selalu berarti bahwa itu etis. Sulit untuk memahami
bagaimana harga dapat diletakkan pada menyelamatkan kehidupan manusia.
Di sisi lain, diduga biaya $ 11 dari perangkat pencegahan api juga merupakan
estimasi menyesatkan. Salah satu dokumen yang tidak dikirim ke Washington oleh
Ford adalah analisis biaya "Rahasia" yang ditemukan oleh Mother Jones
menunjukkan bahwa kebakaran sebagian besar kecelakaan dapat dicegah jauh
kurang dari $ 11 mobil. Metode termurah melibatkan penempatan suatu karet
kantong berat di dalam tangki bahan bakar gas untuk menjaga tumpahan jika
pecah tangki. Goodyear telah mengembangkan kantong karet ini dan telah
menunjukkan kepada industri otomotif. Ford Motor Company telah menjalankan uji
tabrakan belakang pada sebuah mobil dengan kantong karet karet di tangki bensin.
Tangki pecah, tapi tidak ada bahan bakar bocor. Pada tanggal 15 Januari 1971, Ford
diuji lagi dengan kantong karet dan kembali bekerja. Jumlah pembelian dan biaya
instalasi kantong karet akan menjadi $ 5,08 per mobil. Dengan hanya $ 5,08 bisa
menyelamatkan nyawa beberapa ratus orang.
Pada 1973 Ford Pinto mengalami kecelakaan lagi, tiga gadis remaja berhenti untuk
mengisi bahan dengan sedan Ford Pinto mereka mengemudi. Setelah pengisian,
sopir menjatuhkan karet penutup tangki bensin saat mereka menuju ke US Highway
33. Mencoba untuk mengambil tutup, gadis-gadis berhenti di jalur kanan bahu jalan
raya karena tidak ada ruang di jalan raya untuk mobil dengan aman benrhenti. Tak
lama tiba-tiba mobil Pinto tersebut meledak setelah ditabrak oleh sebuah van
dengan kecepatan 50km/jam. Dua penumpang meninggal di tempat kejadian ketika
mobil meledak menjadi kobaran api. Sopir itu dikeluarkan dan meninggal tidak lama
kemudian di rumah sakit.Memeriksa van lama setelah kecelakaan itu, polisi
menemukan botol bir terbuka, ganja dan pil kafein dalam.
Sebuah partai potensial terbuka menggugat perdata kepada Indiana Highway
departemen. Itu adalah desain mereka yang tidak menyediakan tempat berhenti

yang aman di sepanjang Highway 33 di mana mobil bisa menepi untuk keadaan
darurat. Bahkan, jalan itu begitu berbahaya menurut warga Elkart County Komite
Keselamatan sebelumnya menulis surat kepada departemen meminta bahwa desain
jalan dimodifikasi untuk menyediakan tempat berhenti yang aman untuk keadaan
darurat. Hal ini juga dapat dikatakan, pengemudi Pinto bisa ditemukan lalai untuk
menghentikan mobil di tengah jalan raya.
Kejutan pertama dari carne litigasi yang dihasilkan ketika jaksa negara bagian
Indiana mengajukan gugatan terhadap Perusahaan Ford Motor untuk kecerobohan
pidana dan pembunuhan sembrono. Beberapa pihak berpendapat penuntutan
bertindak tidak etis dari hari pertama karena pengumpulan dan penyembunyian
bukti dari terdakwa mengenai informasi tentang kondisi pengemudi van.
Pada bulan Mei 1978 Departemen Perhubungan mengumumkan bahwa sistem
bahan bakar Pinto memiliki "cacat yang berkaitan dengan keselamatan" dan
menyerukan penarikan kembali. Ford setuju, dan pada 9 Juni 1978 perusahaan
menarik 1,5 juta Pintos.
Penarikan kembali terlambat untuk menyelamatkan reputasi Ford. Jutaan dolar
dalam gugatan telah diajukan dan kalah melawan si penggugat, termasuk
persidangan terbesar cedera pribadi yang pernah terjadi (di california dengan biaya
ganti rugi $126 juta). Dan dalam kasus tahun 1979 Negara tenggara dari Indiana v.
Ford Motor Co, Ford telah terkenal menjadi perusahaan AS pertama yang pernah
didakwa atau dituntut atas tuduhan pembunuhan kriminal (atas kasus tewasnya
tiga gadis remaja dalam Pinto akibat tabrakan belakang). Meskipun Ford dibebaskan
atas tuduhan pembunuhan sembrono Maret 1980, reputasi Pinto turun drastis dan
menimbulkan malapetaka; Ford menghentikan produksi mobil lima bulan setelah
sidang.

Gambar 3 Ford Pinto

Kontroversi seputar Ford Pinto menyangkut penempatan tangki bahan bakar


mobil yangterletak di belakang poros belakang, bukan di atasnya. Ini pada awalnya
dilakukan dalam upaya untuk menciptakan ruang bagasi lebih. Masalah dengan
desain, yang kemudian menjadi jelas, adalah bahwa itu membuat Pinto lebih rentan
terhadap tabrakan belakang. Kerentanan ini ditingkatkan dengan fitur lain dari
mobil. Tangki gas dan poros belakang dipisahkan dengan hanya sembilan inci. Ada
juga baut yang diposisikan dengan cara yang mengancam tangki bensin. Akhirnya,
desain pipa pengisi bahan bakar menghasilkan probabilitas yang lebih tinggi yang
akan memutuskan sambungan dari tangki dalam hal terjadi kecelakaan dari
biasanya, menyebabkan tumpahan gas yang dapat menyebabkan kebakaran yang
berbahaya. Karena banyaknya kelemahan dalam desain ini, Pinto menjadi pusat
perdebatan publik.
Masalah-masalah desain yang pertama dibawa ke publik perhatian dalam sebuah
artikel di majalah Agustus 1977 Mother Jones. Artikel ini mengutuk Ford Motor
Company dan penulis kemudian diberi hadiah Pulitzer. Artikel ini berasal perdebatan
publik atas risiko atau manfaat analisis yang digunakan oleh Ford Motor Company,
di tekad mereka, apakah atau, bukan desain Pinto tangki bahan bakar akan diubah
untuk mengurangi risiko kebakaran akibat tabrakan.
Inti dari debat publik tentang The Ford Motor Company adalah keputusan untuk
tidak melakukan perbaikan tangki bensin dari Pinto setelah penyelesaian resiko
atau analisa manfaat. Internal Ford mengungkapkan dokumen Ford telah
mengembangkan teknologi untuk melakukan perbaikan dengan desain dari Pinto
yang secara dramatis akan mengurangi kesempatan dari "Pinto" menyalakan
setelah akhir tabrakan belakang. Teknologi ini akan sangat mengurangi
kemungkinan luka bakar dan kematian setelah tabrakan. Ford mengstimasi biaya
untuk membuat penyesuaian produksi kepada Pinto akan menjadi $ 11 per
kendaraan. Kebanyakan orang merasa tercela bahwa Ford ditentukan bahwa biaya
$11 per mobil terlalu tinggi dan memilih untuk tidak membuat perubahan produksi
ke model Pinto.

Gambar 4 Rancangan Ford Pinto


Ada beberapa alasan mengapa seperti teori ekonomi yang ketat tidak boleh
digunakan. Pertama, tampaknya tidak etis untuk menentukan bahwa orang harus
diijinkan untuk mati atau cedera serius karena akan terlalu mahal untuk
mencegahnya. Kedua, analisis tidak memperhitungkan segala konsekuensinya,
seperti publisitas negatif yang Ford diterima dan penghakiman dan permukiman
yang dihasilkan dari tuntutan hukum. Juga, beberapa hal tidak dapat diukur dalam
hal dolar, karena itu termasuk kehidupan manusia. Namun, ada argumen yang
mendukung resiko atau analisa manfaat. Pertama, jika dikembangkan dengan baik
melalui hukum kasus yang sudah ada. Kedua, mendorong perusahaan untuk
mengambil tindakan terhadap menciptakan risiko yang menghasilkan biaya
kecelakaan besar. Selanjutnya, bisa dikatakan bahwa segala sesuatu harus memiliki
ukuran umum. Akhirnya, dapat ditemukan garis terang yang perusahaan dapat
mengikuti.

Risiko atau Analisis Manfaat


Dalam menentukan apakah diperlukan atau tidak untuk membuat perubahan
produksi, Ford Motor Company membela diri dengan berpendapat bahwa itu
menggunakan resiko atau analisa manfaat. Ford menyatakan bahwa alasan untuk
menggunakan risiko atau analisis manfaat adalah didasarkan pada National
Highway Traffic Safety Administration (NHTSA). Resiko atau alasan pendekatan
manfaat terdakwa jika biaya moneter membuat perubahan produksi lebih besar dari
"manfaat sosial" dari perubahan itu. Analisis ini mengikuti jalur yang sama
penalaran sebagai standar kelalaian yang dikembangkan oleh Hand Learned Hakim

di Amerika Serikat vs Carroll Towing pada tahun 1947. Filosofi di balik manfaat
analisis risiko mempromosikan tujuan efisiensi alokatif. Masalah yang muncul di
Ford Pinto dan banyak kasus serupa lainnya menyoroti dan emosional keadaan
manusia dibalik angka-angka yang tidak diperhitungkan dalam manfaat atau
analisa resiko.
Ford Motor Company berpendapat bahwa mereka telah sesuai dengan pendekatan
yang khas untuk risiko, analisis manfaat, dan mereka dapat dibenarkan tidak
membuat perubahan produksi ke model Pinto. Dengan asumsi angka yang
digunakan dalam analisis mereka itu benar, Ford tampaknya dibenarkan. Perkiraan
biaya untuk perubahan produksi adalah $ 11 per kendaraan. Ini per unit biaya $11
diterapkan untuk 11 juta mobil dan 1,5 juta truk hasil dalam keseluruhan biaya $
121.000.000.
Diperkirakan bahwa membuat perubahan akan menghasilkan total 180 jiwa
terbakar berakibat kematian, 180 jiwa mengalami luka bakar serius, dan 2.100
kendaraan terbakar. Perkiraan ini dikalikan dengan biaya unit yang diduga oleh
National Highway Traffic Safety Administration. Angka-angka ini adalah $ 200.000
per kematian, $ 67.000 per cedera, dan $ 700 per kendaraan menyamakan dengan
"total masyarakat" manfaat adalah $ 49,53 juta. Karena manfaat dari $ 49.530.000
jauh kurang dari biaya sebesar $ 121 juta Ford merasa dibenarkan dalam
putusannya untuk tidak mengubah desain produk.Risikonya atau manfaat
menunjukkan bahwa dapat diterima untuk 180 orang tewas dan 180 orang untuk
membakar jika biaya $ 11 per kendaraan untuk mencegah jumlah korban tersebut.
Pada kasus per kasus, argumen tampaknya tidak dapat dibenarkan, tapi melihat
gambar yang lebih besar mempersulit masalah dan memperkuat
risiko atau manfaat logika analisis.

Pihak yang Terlibat


Dalam kasus ini dapat diketahui beberapa pihak yang terlibat. Pihak utama
pembuat kasus adalah pimpinan ford pinto yang mengijinkan agar mobil ini
diproduksi. Selanjutnya dapat ditambahkan insinyur perancang desain mobil
bersangkutan. Selain itu, dilihat dari sisi yang lain juga dapat ditambahkan pihak
pemerintahan yang menjabat saat itu.
Jika dilihat secara institusi, pihak yang dikatakan salah adalah pimpinan Ford, tetapi
secara profesi yang salah adalah insinyur. Namun, ternyata tidak semudah itu juga
untuk menyatakan hal ini. Di satu sisi pihak penulis yakin bahwa Insinyur Ford pasti
mengetahui resiko ini. Menyalahkan pihak Insinyur yang menginginkan agar mobil
ini diproduksi secara murah juga sulit. Karena penulis tidak mengetahui secara
detail kondisi nyata yang terjadi di dalam perusahaan pada waktu itu. Tapi kasus

yang mungkin terjadi adalah seorang Insinyur akan mengalami kesulitan ketika dia
melaporkan kelemahan desain kepada otoritas transportasi Amerika. Seorang
Insinyur yang membocorkan rahasia perusahaan akan dipandang
sebagai whistleblower sehingga bisa dituntut dan dikemudian harinya akan sulit
mencari pekerjaan baru karena sudah pasti sebuah perusahaan tidak mau
menyewa seseorang yang tidak loyal terhadap garis kebijakan perusahaan.
Pimpinan perusahaan sebagai pengambil keputusan akhir seharusnya juga
lebih bijaksana mementukan apakah mobil dengan model tak sempurna itu akan
diproduksi atau tidak. Pemerintah yang mengatur tentang produk otomatif saatitu
juga seharusnya lebih peka setelah terjadinya kasus kecelakaan tas Ford Pinto yang
kedua atau ketiga kalinya.

Dampak yang Ditimbulkan


Banyak sekali dampak yang ditimbulkan akibat kenekatan pihak Ford untuk
tetap memproduksi mobil ini. Catatan kecelakaan yang diambil oleh penulis adalah
3 kasus yang paling terkenal. Kecelakan yang dialami oleh anak berumur 13 tahun
bernama Richard Grimshaw, mengalami luka bakar akibat ledakan mobil Ford Pinto,
kecelakan yang hingga menyebabkan kematian tiga gadis remaja akibat tabrakan
belakang, dan kasus luka baker parah seorang konsumen yang akhirnya
dimenangkan oleh korban dengan ganti rugi hingga $121. Setelah kejadian itu pihak
Ford selaku pembuatan mobil Ford Pinto mendapat kritikan dan hujatan dari
berbagai pihak. Pihak Ford dituntut menanggung semua apa yang telah terjadi yang
diakibatkan mobil Ford Pinto. Pada akhirnya pihak Ford harus menarik kembali
semua mobil yang telah diproduksinya, mengalami penurunan reputasi, dan
kerugian karena pemberhentian produksi selama 5 bulan setelah sidang tuntutan
oleh salah satu korban terhadap pihak ford.

Tindakan yang Dilakukan


Pada tanggal 9 Juni 1978 pihak Ford menarik 1,5 juta Pintos. Penarikan kembali
terlambat untuk menyelamatkan reputasi Ford. Jutaan dolar dalam gugatan telah
diajukan dan kalah melawan si penggugat, termasuk persidangan terbesar cedera
pribadi yang pernah terjadi (di california dengan biaya ganti rugi $126 juta). Dan
dalam kasus tahun 1979 Negara tenggara dari Indiana v. Ford Motor Co, Ford telah
terkenal menjadi perusahaan AS pertama yang pernah didakwa atau dituntut atas
tuduhan pembunuhan kriminal (atas kasus tewasnya tiga gadis remaja dalam Pinto
akibat tabrakan belakang).Meskipun Ford dibebaskan atas tuduhan pembunuhan
sembrono Maret 1980, reputasi Pinto turun drastis dan menimbulkan malapetaka;
Ford menghentikan produksi mobil lima bulan setelah sidang.

BAB III
ANALISIS KASUS

Penyebab Terjadinya Peristiwa


Penyebab utama peristiwa tersebut adalah rancangan mobil yang memiliki
resiko besar untuk mengalami kecelakan. Berdasarkan analisis biaya yang dilakukan
oleh insinyur ditemukan perbedaan biaya yang cukup besar antara melakukan
perbaikan rancangan mobil dengan biaya ganti rugi atas hasil kecelakaan. Biaya
ganti rugi atas hasil kecelakaan lebih kecil daripada membaiki rancangan mobil
tersebut sehingga diputuskan oleh pihak ford untuk tetap memproduksi mobil itu.
Pihak ford lebih memilih untuk mempertaruhkan nyawa manusia yang besar
asuransinya tidak seberapa dan berbagai tuntutan pengadilan yang diestimasikan
tidak akan menelan biaya begitu besar dibandingkan dengan melakukan perbaikan
terhadap desain mobil.
Tapi kasus yang mungkin terjadi adalah seorang insinyur akan mengalami kesulitan
ketika dia melaporkan kelemahan desain kepada otoritas transportasi Amerika.
Seorang Insinyur yang membocorkan rahasia perusahaan akan dipandang
sebagaiwhistleblower sehingga bisa dituntut dan dikemudian harinya akan sulit
mencari pekerjaan baru karena sudah pasti sebuah perusahaan tidak mau
menyewa seseorang yang tidak loyal terhadap garis kebijakan perusahaan.

Pihak yang Bertanggung Jawab


Pihak yang bertanggung jawab selintas adalah insiyur yang secara detail
mengetahui mobil ini tidak layak diproduksi dari berbagai penelitian yang dilakukan.
Namun setelah ditelaah lebih jauh dapat disimpulkan yang bertanggung jawab
adalah pihak pemimpin Ford, karena keputusan akhir untuk diproduksi tidaknya
mobil ada ditangan mereka. Ditambah dari fakta kronologi fakta bahwa
peluruncuran mobil Ford terkesan dipercepat untuk menyaingi produk pesaing
jepang.
Etika Profesi yang Dilanggar
Etika yang dilanggar berdasarkan kitab fundamental pada Accreditation
Board of Engineering and Technology pasal pertama yaitu seorang insinyur
harusmemprioritaskan keselamatan konsumen dalam hasil rancangan produknya.
Wlopun demi penghematan, tetap[ harus mengutamakan keselamatan dan
kesehatan pengguna.

Implikasi Kasus
Berdasarkan kasus tersebut, pihak Ford melakukan penarikan
kembali tetapiterlambat untuk menyelamatkan reputasi Ford. Jutaan dolar dalam
gugatan telah diajukan dan kalah melawan si penggugat, termasuk persidangan
terbesar cedera pribadi yang pernah terjadi (di california dengan biaya ganti rugi
$126 juta). Dan dalam kasus tahun 1979 Negara tenggara dari Indiana v. Ford Motor
Co, Ford telah terkenal menjadi perusahaan AS pertama yang pernah didakwa atau
dituntut atas tuduhan pembunuhan kriminal (atas kasus tewasnya tiga gadis remaja
dalam Pinto akibat tabrakan belakang).Meskipun Ford dibebaskan atas tuduhan
pembunuhan sembrono Maret 1980, reputasi Pinto turun drastis dan menimbulkan
malapetaka; Ford menghentikan produksi mobil lima bulan setelah sidang.

Relevansi dengan Keadaan Saati ini


Pelanggaran etika profesi pada keadaan saat ini sudah banyak berkurang
dikarenakan para insyinyur telah taat pada hukum tetapi beberapa tahun
sebelumnya muncul 8 kasus pelanggaran etika yaitu pada kasus ranjang bayi
sebanyak 400,000 unit bermerk Simplicity di tarik dari pasar yang diakibatkan oleh
kematian bayi berumur 8 bulan. Penyebabnya adalah sebagian part produk yang di
produksi di China mempunyai kelemahan pada kekuatan materialnya yang
gampang patah yang membahayakan bagi sang bayi. Kejadian ini bukan yang

pertama kalinya, pada bulan September 2008 perusahaan telah menarik 600,000
unit produk yang sama dan pada 2007 sebanyak 1 juta unit.
Pada tahun 2008, produsen susu terbesar di China menarik 700 ton produk susu
formula dari pasaran akibat kematian seorang anak dan laporan 50 anak yang
bermasalah dengan organ hatinya. Dua orang yang bertanggung jawab terlibat
telah dihukum mati akibat kejadian tersebut. Kejadian ini bukan yang pertama kali.
Pada bulan Maret 2007 FDA ( BPPOM-nya AMERIKA) menarik 60 juta kaleng
makanan kucing dan anjing yang diakibatkan kematian 14 ekor hewan peliharaan.
Produk mainan yang berasal dari China juga ditrik karena mengandung bahan kimia
berbahaya.
Pada tahun 2000 Bridgestone/Firestone Inc telah menarik 6,5 Juta produk Ban-nya.
Salah satu dari penarikan part produk otomotif berbahaya terbesar di dunia.
Penarikan tersebut diakibatan karena kecurigaan atas kematian 175 orang dan 700
korban luka-luka akibat pecah ban, produsen pesaingnya Goodyear juga mengalami
masalah yang pada produk ban-nya yang berhubungan dengan kecelakaan yang
mengakibatkan kematian 15 orang dan 120 orang luka-luka.
Pada Februari 2008, Departemen Pertanian Amerika menarik 143 juta pon daging
sapi dikarenakan proses pemotongannya tidak memenuhi standar. Hewan yang
dipotong merupaka hewan yang sakit dan dikhawatirkan menularkan penyakit bagi
yang mengkonsumsinya.
Pada tahun 2008 terjadi kasus kontaminasi Salmonela yang mengakibatkan
kematian 8 orang dan ratusan lainnya menjalani perawatan. Akibat dari kejadian
tersebut dilakukan penyelidikan terhadap produk yang berasal dari Peanut Corp. of
America dan hasilnya pabrik di Barkley-lah yang terkontaminasi Salmonela. Dalam
penyelidikan perusahaan tersebut dinyatakan bankrut dan proses hukum terhadap
yang bertanggung jawab masih tertahan.
Pada tahun 1982, 7 orang di Chicago meninggal setelah mengkonsumsi obat Tylenol
yang tercampur dengan POTASIUM SIANIDA yang menyebabkan kepanikan di
seluruh kota yang berdampak bagi produsennya Johnson & Johnson untuk
menghabiskan jutaan dollar dalam rangka menarik produk tersebut dari pasaran.
Pada 30 September 2004, produsen farmasi MERCK mengumumkan menarik produk
obat Vioxx dari seluruh dunia. Hal ini merupakan pencegahan dari hasil studi yang
menggambarkan bahwa produk tersebut berpotensi menimbulkan efek serangan
jantung dan stroke. Atas kejadian tersebut perusahaan mengkompensasikan
sebesar 4,85 Milyar Dollar bagi orang yang terkena efek obat tersebut.
Perusahaan farmasi raksasa Abbott Laboratories Inc, menarik 750,000 produk test
kit gonorhea (penyakit kelamin), di karenakan kesalahan dalam memberikan hasil
testnya. Untuk itu disarankan agar penggunanya melakukan test ulang untuk

periode 2 tahun terakhir. Akibatnya perusahaan tersebut memberikan kompensasi


kepada pihak yang merasa dirugikan atas kegagalan produk tersebut

Pelajaran yang Bisa Diambil untuk Masa Mendatang


Sebagai pebelajaran dimasa mendatang sebaiknya insinyur mentaati etika dan
hukum yang berlaku dikalangan insinyur. Etika yang berlaku sangat mempunyai
andil besar pada kelakukan insinyur, karena dalam kode etika insinyur telah diatur
oleh suatu aturan yang harus dilakukan oleh insinyur sebagai landasan untuk
menjadi insinyur beretika. Insinyur menggunakan keahlian dan pengetahuan
mereka untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia, Insinyur membantu
kalangan tekhnisi dan professional dari bidang ilmu mereka dan insinyur memiliki
sifat jujur, tidak memihak, dan setia dalam melayani masyarakat, pimpinan, dll.
Insinyur harus memiliki sikap profesional dan pandai-pandai dalam m\elakukan
suatu tindakan dan mengambil suatu keputusan.

SOLUSI dan LESSON LEARNED (agar tidak terulang kembali)


Adapun solusi yang dapat diberikan pada kejadian ford pinto agar tidak terulang
kembali yaitu merancang tabung gas yang sulit robek apabila terjadi tabrakan
dengan menggunakan plat baja, sehingga pada saat terjadi tabrakan tabung
tersebut tidak mudah bocor. Memasang alat pendingin dan temperature gas pada
tabung gas tersebut sehingga pada saat suhu tabung gas memanas dapat di
normalkan suhu melalui alat pendingin sedangkan temperature gas berfungsi
untuk mengetahui tekanan dalam tabung gas sehingga dapat mengetahui
kebocoran pada tabung gas. Solusi terakhir yaitu meletakkan posisi tabung gas
pada bagian tengan mobil, posisi ini terbilang posisi yang ideal dibandingakan
meletakkan di bagian belakang dan depan sehingga tabung gas tersebut akan
aman apabila terjadi kecelakan yang tak terduga. Yang terpenting dari kejadian ford
pinto yaitu utamakan keamanan dan keselamatan seseorang dan jangan
mementingkan keuntungan yang besar dari hasil pembuatan produksi tersebut.
Dengan memberikan solusi tersebut diharapkan agar tidak terulang kembali yang
banyak menelan korban jiwa. Dampak yang ditimbulkan akibat mengabaikan suatu
etika, apalgi menyangkut jiwa manusia akan memeberikan kerugian yang jauh lebih
besar.

BAB IV
KESIMPULAN

Dampak yang timbulkan akibat kenekatan pihak Ford untuk tetap memproduksi
mobil ini adalah kecelakan yang dialami oleh anak berumur 13 tahun bernama
Richard Grimshaw, mengalami luka bakar akibat ledakan mobil Ford Pinto,
kecelakan yang hingga menyebabkan kematian tiga gadis remaja akibat tabrakan
belakang, dan kasus luka bakar parah seorang konsumen yang akhirnya
dimenangkan oleh korban dengan ganti rugi hingga $121. Setelah kejadian itu pihak
Ford selaku pembuatan mobil Ford Pinto mendapat kritikan dan hujatan dari

berbagai pihak. Pihak Ford dituntut menanggung semua apa yang telah terjadi yang
diakibatkan mobil Ford Pinto. Pada akhirnya pihak Ford harus menarik kembali
semua mobil yang telah diproduksinya, mengalami penurunan reputasi, dan
kerugian karena pemberhentian produksi selama 5 bulan setelah sidang tuntutan
oleh salah satu korban terhadap pihak ford.
Penyebab utama peristiwa tersebut adalah rancangan mobil yang memiliki
resiko besar untuk mengalami kecelakan. Berdasarkan analisis biaya yang dilakukan
oleh insinyur ditemukan perbedaan biaya yang cukup besar antara melakukan
perbaikan rancangan mobil dengan biaya ganti rugi atas hasil kecelakaan. Biaya
ganti rugi atas hasil kecelakaan lebih kecil daripada membaiki rancangan mobil
tersebut sehingga diputuskan oleh pihak ford untuk tetap memproduksi mobil itu.
Pihak ford lebih memilih untuk mempertaruhkan nyawa manusia yang besar
asuransinya tidak seberapa dan berbagai tuntutan pengadilan yang diestimasikan
tidak akan menelan biaya begitu besar dibandingkan dengan melakukan perbaikan
terhadap desain mobil.
Sekilas Tentang Ford Pinto

Ford Pinto adalah mobil yang diproduksi oleh perusahaan Ford. Desainer Ford Pinto
menempatkan tangki bahan bakar di bagian belakang mobil, di bagian belakang
poros. Hal ini dilakukan untuk menciptakan ruang bagasi yang lebih besar. Desain
ini sangat berbahaya, jika mobil ditabrak dari belakang bisa menyebabkan ledakan
yang disebabkan tangki bahan bakar.

Kontroversi seputar Ford Pinto menyangkut penempatan tangki bahan bakar mobil.
Penempatan tangki bahan bakar terletak di belakang poros belakang, bukan di
atasnya. Hal ini dilakukan untuk menciptakan ruang bagasi yang lebih besar.
Masalah dengan desain, yang kemudian menjadi jelas, adalah bahwa itu membuat
Pinto lebih rentan terhadap tabrakan belakang. Kerentanan ini ditingkatkan dengan
fitur lain dari mobil. Tangki gas dan poros belakang dipisahkan dengan hanya
sembilan inci. Ada juga baut yang diposisikan dengan cara yang mengancam tangki
bensin. Akhirnya, desain pipa pengisi bahan bakar menghasilkan probabilitas yang
lebih tinggi yang akan memutuskan sambungan dari tangki dalam hal terjadi
kecelakaan bias terjadi, menyebabkan tumpahan gas yang dapat menyebabkan
kebakaran yang berbahaya. Karena banyaknya kelemahan dalam desain ini, Pinto
menjadi pusat perdebatan publik.

Kronologi Kasus 1

Pada tanggal 10 Agustus 1978, sebuah Ford Pinto ditabrak dari belakang di jalan
raya Indiana. Hantaman tabrakan itu menyebabkan tangki bahan bakar Pinto pecah,
meledak dan terbakar. Hal ini mengakibatkan kematian tiga remaja putrid yang
berada di dalam mobil itu. Kejadian ini bukan pertama kalinya Pint terbakar akibat
tabrakan dari belakang. Dalam tujuh tahun sejak peluncuran Pinto, sudah ada 50
tuntutan hukum yang berhubungan dengan tabrakan dari belakang. Meskipun
demikian, kali ini Ford dituntut di pengadilan criminal akibat penumpangnya tewas.

Untuk kasus ini, desainer dan pihak Ford secara keseluruhan tidak memikirkan
dampak berbahaya yang bisa terjadi. Desain dari mobil Ford Pinto tidak memikirkan
aspek keamanan dan keselamatan nyawa pengemudi dan penumpangnya.

Dilema yang dihadapi para desainer yang mengerjakan Pinto adalah


menyeimbangkan keselamatan orang yang mengendarai mobil dan kebutuhan
untuk memproduksi Pinto dengan harga yang dapat bersaing di pasar. Mereka harus
berusaha menyeimbangkan tugas mereka kepada public dan tugas mereka kepada
atasan. Akhirnya usaha Ford untuk menghemat beberapa dolar dalam biaya
manufaktur mengakibatkan pengeluaran jutaan dolar untuk membela diri dari
tuntutan hukum dan membayar ganti rugi korban. Tentu saja ada juga kerugian
akibat hilangnya penjualan akibat publisitas buruk dan persepsi publik bahwa Ford
tidak merancang produknya untuk keamanan pengendara.Semua menjadi dilemma.
Karena sangat sulit kalau sebuah institusi lebih mengutamakan laba perusahaan
daripada nyawa manusia.

Pada awalnya desain yang berbahaya ini telah diketahui oleh perusahaan Ford
sebelum mobil Ford Pinto dipasarkan, namun Ford lebih memilih untuk membayar
biaya ganti rugi kematian daripada mendesain ulang tangki bahan bakar, karena
dirasa akan membutuhkan biaya yang lebih besar untuk mendesain ulang tangki
bahan bakar.

Kronologi Kasus 2
Pada bulan November 1971, Grays membeli baru 1972 Pinto hatchback yang
diproduksi oleh Ford pada bulan Oktober 1971. The Grays mengalami kesulitan
dengan mobil dari awal. Selama beberapa bulan pertama kepemilikan, mereka
harus mengembalikan mobil ke dealer untuk perbaikan beberapa kali. Masalah

mobil mereka termasuk gas yang berlebihan dan konsumsi minyak, turun
pergeseran transmisi otomatis, kurangnya daya, dan sesekali mengulur-ulur. Ia
kemudian mengetahui bahwa mengulur-ulur dan konsumsi bahan bakar yang
berlebihan disebabkan oleh pelampung karburator berat.

Pada tanggal 28 Mei 1972, Mrs Gray, disertai dengan 13 tahun Richard Grimshaw,
ditetapkan dalam Pinto dari Anaheim untuk Barstow untuk bertemu Mr Gray. The
Pinto saat itu berusia 6 bulan dan telah didorong sekitar 3.000 mil. Mrs Gray
berhenti di San Bernardino untuk bensin, kembali ke jalan bebas hambatan
(Interstate 15) dan melanjutkan ke arah tujuan nya di 60-65 mil per jam. Saat ia
mendekati Route 30 off-jalan di mana lalu lintas padat, ia pindah dari jalur cepat ke
luar jalur tengah dari jalan bebas hambatan. Tak lama setelah perubahan jalur ini,
Pinto tiba-tiba terhenti dan meluncur berhenti di jalur tengah. Ia kemudian
menetapkan bahwa pelampung karburator telah menjadi begitu jenuh dengan
bensin yang tiba-tiba tenggelam, membuka ruang mengambang dan menyebabkan
mesin untuk banjir dan kios. Sebuah mobil bepergian segera balik Pinto mampu
berbelok dan menyebarkannya tetapi driver dari 1962 Ford Galaxie tidak mampu
untuk menghindari bertabrakan dengan Pinto. The Galaxie telah bepergian 50-55
mil per jam tapi sebelum dampaknya telah mengerem dengan kecepatan 28-37 mil
per jam.

Pada saat dampak, Pinto terbakar dan interior yang dilalap api. Menurut ahli
penggugat, dampak dari Galaxie telah didorong tangki gas Pinto depan dan
menyebabkan ia menjadi tertusuk oleh flens atau salah satu baut di perumahan
diferensial sehingga bahan bakar disemprotkan dari tangki bocor dan masuk ke
kompartemen penumpang melalui kesenjangan yang dihasilkan dari pemisahan
bagian roda belakang baik dari lantai pan. Pada saat Pinto datang untuk beristirahat
setelah tumbukan, kedua penghuni telah menderita luka bakar serius. Ketika
mereka muncul dari kendaraan, pakaian mereka hampir sepenuhnya dibakar. Mrs
Gray meninggal beberapa hari kemudian dari gagal jantung kongestif akibat luka
bakar. Grimshaw berhasil bertahan hidup, tetapi hanya melalui tindakan medis
heroik. Dia telah mengalami banyak dan luas operasi dan cangkok kulit dan harus
menjalani operasi tambahan selama 10 tahun ke depan. Dia kehilangan bagian dari
beberapa jari di tangan kirinya dan bagian dari telinga kirinya, sementara wajahnya
diperlukan banyak cangkok kulit dari berbagai bagian tubuhnya.

Analisis Kasus Ford Pinto

Etika hendaknya diterapkan dalam bisnis dengan menunjukkan bahwa etika


konsistem dengan tujuan bisnis, khususnya dalam kencari keuntungan. Jika
perusahaan Ford memperhatikan keselamatan pengendara dalam produksi Ford
Pinto, perusahaan Ford tidak akan mengeluarkan biaya tambahan untuk
memberikan ganti rugi pada korban kecelakaan.

Dalam pengerjaan teknis perancangan dan pembuatan sebuah mobil Ford Pinto,
terjadi juga pelanggaran kode etik seorang insinyur/engineer yaitu

membuat keputusan yang konsistem terhadap keselamatan, kesehatan, dan


kesejahteraan public, serta menghindari sekaligus menyungkap faktor-faktor yang
membahayakan public dan lingkungan.

Etika bisnis berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam


kebijakan, institusi, dan pelaku bisnis. Etika bisnis merupakan studi standar formal
dan bagaimana standar itu diterapkan ke dalam sistem dan organisasi yang
digunakan masyarakat modern untuk memproduksi dan mendistribusikan barang
dan jasa, serta diterapkan kepada orang-orang yang ada di dalam organisasi.

Sebagai seorang wirausaha hendaknya menerapkan etika saat berusaha. Dalam


bidang otomotif ada etika engineering dan etika bisnis yang mengikat dan harus

ditaati. Kejayaan suatu perusahaan besar dituntut dari hal-hal seperti kepercayaan,
nama baik perusahaan, produk yang berkualitas, dan tentunya ketahanan terhadap
persaingan dengan kompetitor. Dalam kasus Ford Pinto, keputusan bisnis yang
dibuat untuk memenangkan persaingan dengan kompetitor telah mengabaikan
kepercayaan, nama baik perusahaan, kualitas produk dengan mengabaikan etikaetika dasar yang harusnya ditaati.

Kasus Ford Pinto tidak akan terjadi jika kebijakan bisnis untuk mendapatkan laba
yang lebih besar dengan mengorbankan keamanan tidak diambil oleh Ford.
Kepercayaan konsumen terhadap sebuah produk bisnis sangatlah penting, karena
menjadi poin dasar dalam penentuan pemasaran produk dan keberlangsungan
sebuah perusahaan.
Questions :
1. Was the decision not to install the rubber bladder appropriate? Use the 5
question framework to support your analysis.
2. What faults can you identify in Fords cost-benefits analysis?
3. Should Ford have given its Pinto Costumers the option to have rubber baldder
installed during production for, say $20
Answer
1. No,It Was Not, Application of the 5-Question Approach
Question 1 : Profitability
Perusahaan Ford tidak menginstal rubber bladder karena memakan banyak biaya
sebesar $137.500.000, sedangkan jika rubber bladder tidak dipasang maka
biayanya hanya sebesar $49.530.000. Ini berarti Ford Mobil Company bisa
menghemat biaya sebesar $87.970.000. Dilihat dari sisi Ford, jelas Ford lebih
mencari profit daripada harus menginstal rubber bladder untuk keselamatan
penumpang. Dilihat dari sisi konsumen, jelas konsumen dirugikan karena Ford
sudah melakukan kecurangan dengan melakukan penghematan biaya produksi dan
tidak memperhatikan kualitas produk untuk keamanan dan keselamatan
pengendara.
Question 2 : Legality
Perusahaan Ford jelas melanggar legalitas karena dalam proses uji kecelakaan, Ford
melakukan lobby dengan Pemerintah dan uji kecelakaan ditunda selama 8 tahun,
padahal Ford Pinto sudah dijual ke pasaran sebelum uji kecelakaan tersebut. Hal ini
membuktikan bahwa Ford berusaha menutupi kecatatan produknya kepada publik
dengan tetap menjualnya tanpa diinstal rubber bladder.
Question 3: Fairness
Setelah produk Ford Pinto selesai diproduksi dan diuji kelayakaannya oleh Ford,
ternyata mobil meledak saat ditabrak dari belakang karena tangki bensin berada
tepat dibawah bumper. Ford sendiri sudah mengetahui hal tersebut dan
mengajukan lobby kepada pemerintah untuk menunda uji kecelakaaan selama 8
tahun. Ford juga tidak berusaha menginstal rubber bladder karena biayanya sangat

tinggi. Hal ini tidak fair bagi konsumen/publik karena perusahaan tidak
mementingkan keselamatan penumpang dan perusahaan Ford juga menutupi
kenyataan tersebut dan tetap menjual Ford Pinto ke pasaran.
Question 4 : Impact on Right
Dalam kasus ini, Ford tidak mementingkan hak-hak konsumen dan tidak menjamin
keselamatan pengguna Ford Pinto. Konsumen/publik seharusnya berhak mengetahui
produk tersebut layak digunakan atau tidak dengan spesifikasi produk yang jelas.
Tetapi Ford justru menyembunyikan kenyataan tersebut dan sama saja Ford
melakukan kebohongan publik.
Question 5 : does it contribute to suistanable development/and or survivability?
Jelas, kenyataannya produk Ford Pinto adalah produk cacat dan perusahaan Ford
juga tidak menginstal rubber bladder dikarenakan biaya yang sangat tinggi jika
dilihat dari cost-benefitnya.
Jika setelah produk Ford Pinto dipasarkan dan terjadi insiden kecelakaan yang
diakibatkan oleh kesalahan Ford yang dengan sengaja tidak menginstal rubber
bladder, maka persepsi negatif masyarakat akan produk tersebut akan muncul dan
hal tersebut bisa merusak reputasi Ford. Hal ini berpengaruh pada kelangsungan
produk Ford Pinto di pasaran. Konsumen/publik menjadi lebih berhati-hati memilih
kendaraan yang aman untuk dikendarai.

2.

What fault can you identify in Ford cost-benefit analysis?

Dalam kasus ini, Ford terlalu menekan biaya produksi sebesar $2000 untuk
memproduksi sebuah mobil dengan harapan memperoleh profit sebesar mungkin.
Ford mendesain mobil dengan meletakkan tangki bensin di bawah bumper belakang
dengan harapan membuat bagasi lebih luas. Saat uji kelayakan ternyata Ford Pinto
langsung meledak saat ditabrak dari belakang. Dari uji kelayakan tersebut
seharusnya Ford mendesain ulang Ford Pinto dengan menginstal rubber bladder di
tangki bensin. Tetapi hal tersebut tidak dilakukan karena membutuhkan biaya
sebesar $137.500.000. Apabila Ford tidak menginstal rubber bladder maka
biayanya hanya sebesar $49.530.000 sehingga menghemat $87.970.000. Hal ini
menandakan bahwa Ford tidak ingin kehilangan banyak biaya untuk mendesain
ulang Ford Pinto dengan rubber bladder dan mengesampingkan keselamatan
penumpang.
3. Should Ford has given its Pinto Costumers the option to have the rubber
bladder installed during production?
Tidak perlu karena rubber bladder seharusnya diinstal oleh Ford Pinto karena
kesalahan Ford Mobil Company. Consumer seharusnya tidak perlu dibebani $20
untuk mendapatkan rubber bladder karena itu merupakan tanggung jawab
perusahaan Ford untuk keselamatan para pengguna Ford Pinto. Kebijakan

pembebanan $20 tersebut saya rasa tidak etis karena Ford sekaan-akan ingin
mendapat ganti rugi karena kesalahan mereka sendiri dan jika itu diumumkan ke
publik sama saja memberi tahu publik akan bahaya Ford Pinto tanpa instalasi
rubber bladder