Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Setiap perusahaan memiliki aktivitas memproduksi barang dan jasa untuk mendapatkan
keuntungan yang layak. Dalam menjalankan aktivitasnya tersebut perusahaan akan sangat
mempengaruhi lingkungnya. Dengan lain, dalam menjalankan aktivitasya perusahaan harus
memiliki rasa tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan dan masyarakat. Apabila
memugkinkan disamping mendapatkan keuntungan bagi perusahaan sendiri juga sekaligus dapat
memberikan kesejahteraan bagi lingkungannya atau masyarakat.
Banyak perusahaan yang dalam menjalankan aktivitas bisnisnya tidak memperhatikan
lingkungan sekitar, sehingga berdampak pula pada masyarakat sekitar. Kesuksesan sebuah
perusahaan, tidak hanya ditentukan dari keberhasilan menjalankan bisnisnya semata dalam
mendorong ekonomi. Tetapi didukung juga kemampuan dalam mensukseskan program
memberdayakan masyarakat dan lingkungan sekitarnya dengan mempertimbangkan pula factor
masyarakat dan lingkungan hidup sekitar.
I.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka adapun rumusan masalahnya sebagai berikut :
1. Apa yang dimaksud dengan pengertian tanggung jawab sosial ?
2. Kepada siapa saja perusahaan harus bertanggung jawab ( area tanggung jawab
sosial) ?
3. Apa yang dimaksud dengan etika bisnis ?

I.3 Tujuan
Tujuan dalam pembahasan makalah ini, berdasarkan rumusan masalah di atas, adalah
sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui pengertian tanggung jawab sosial.
2. Untuk mengetahui area tanggung jawab sosial.
3. Untuk mengetahui pengertian etika bisnis.

I.4 Manfaat
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini yaitu manfaat secara akademis untuk
menambah wawasan dan pengetahuan penulis maupun pembaca.

BAB II
PEMBAHASAN

II.1 Pengertian Tanggung Jawab Sosial


Pengeritan tanggung jawab sosial ( Coorporate social responsibility ) menurut beberapa
ahli sebagai berikut :
1.

Konsep awal CSR berawal dari Howard R. Bowen pada tahun 1953 dengan definisi jika
CSR adalah suatu kewajiban atau tanggung jawab sosial dari perusahaan berdasarkan
kepada keselarasan dengan tujuan objective dan nilai nilai value dari suatu masyarakat.

2.

Fraderick et al mempunyai pemahaman jika CSR dapat diartikan sebagai prinsip yang
menerangkan perusahaan harus dapat bertanggung jawab terhadap efek dari setiap
tindakan di dalam masyarakat maupun lingkungan

3.

Ismail Solihin menganggap jika CSR adalah salah satu dari bentuk tanggung jawab
perusahaan terhadap pemangku kepentingan (Stakeholders)

4.

Merrick Dodd mnganggap bahwa CSR adalah suatu pengertian terhadap buruh,
konsumen dan masyarakat pada umumnya dihormati sebagai sikap yang pantas untuk
diadopsi oleh pelaku bisnis

5.

Salem Sheikh berkata bahwa CSR merupakan tanggung jawab perusahaan, apakah
bersifat sukarela atau berdasarkan undang undang, dalam pelaksanaan kewajiban sosial
ekonomi di masyarakat
Dari kelima definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa sebenarnya CSR adalah

Suatu tindakan yang bersifat sukarela maupun yang telah diatur undang undang, tindakan
tersebut mempunyai tujuan untuk menunjukan sifat kepedulian sebuah perusahaan maupun
lembaga terhadap karyawan, masyarakat sekitar perusahaan, masyarakat luas, lingkungan sekitar
perusahaan atau lingkungan secara luas sebagai komitmen tanggung jawab berkelanjutan
mengenai dampak kegiatan perusahaan yang telah dilakukannya.

Dengan beberapa alasan seperti diatas maka terjawab sudah kenapa perusahaan
perusahaan besar di dalam negeri maupun internasional melakukan program CSR, karena
memang akan berdampak positif bagi perusahaan tersebut. Selain citra positif yang diterima
perusahaan dengan adanya program CSR tentu saja akan berdampak positif pula pada
masyarakat maupun lingkungan yang merasakan secara langsung dampak dari program CSR.
Di Indonesia kegiatan CSR telah diatur dalam undang undang sejak 16 Agustus 2007
melalui Undang Undang Perseroan Terbatas (UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan
Terbatas), UU ini mengikat semua jenis korporasi yang berbentuk Perseroan Terbatas baik itu
berstatus swasta maupun milik negara. Pengikat perusahaan berbadan BUMN mengenai CSR
telah diatur dalam UU tentang BUMN pasal 66 Ayat 1, UU Nomor 19 tahun 2003 pasal 8
keputusan Menteri Negara Nomor 236 tahun 2003.
II.2 Area Tanggung Jawab Sosial
a. Bertanggung jawab terhadap pelanggan atau konsumen
Pelanggan adalah pembeli produka atau jasa ang diproduksi oleh perusahaan. Dalam
hal ini perusahaan harus berupaya untuk memuaskan para konsumennya agar
pembelian itu dapat terus dilakukan secara berkesinambungan. Perusahaan harus
memperhatikan adanyan KONSUMERISME. Konsumerisme adalah suatu gerakan
untuk memberikan informasi kepada para konsumen dan melingungi mereka dari
tindakan tindakan yang salah. Hal-hal yang sangat diperhatikan konsumerisme
misalnya, kualitas produk atau kualitas pelayanan jasa, iklan yang menyesatkan serta
tindakan perusahaan yang tidak adil.
Berkaitan dengan konsumerisme tersebut, dikenal empat hak-hak konsumen yang
perlu dilindung, yaitu :
1. Hak untuk keselamatan
Konsumen harus dilindungi keselamatanya dalam mengkomsumsi produk dan
jasa agar terhindar dari kerugian atau kecelakaan.
2. Hak untuk memperoleh informasi
Senbelum memutuskan suatu pembelian, konsumen berhak memperoleh inforasi
yang akurat tentang produk atau jasa yang akan dibelinya.

3. Hak untuk memilih


Dalam memutuskan untuk memilih priduk atau jasa yang akan dibelinya,
konsumen berhak untuk memilih beberapa variasi atau jenis produk atau jasa
sebaliknya produsen harus menyediakan banyak variasi pilihan produk pada
beberapa variasi harga yang layak.
4. Hak untuk didengar
Konsumen juga arus diperhatikan haknya untuk memberi masukan informasi,
keluhan atau menanyakan segala sesuatu tentang produk kepada produsen.
Perusahaan sebaiknya menyediakan petugas public relation atau hubungan
masyarakat untuk melayani konsumen dalam hal-hal tersebut.
b. Bertanggung jawab terhadap tenaga kerja
Seperti halnya terhadap konsumen, perusahaan juga harus bertanggung jawab
terhadap keberadaan tenaga kerja dalam perusahaan.tenaga kerja tersebut tentunnya
sangat mengharapkan adanya kenyamanan dalam bekerja, pemberian upah yang
layak, adanya jaminan kerja seperti asuransi kesehatan, cuti, dan rekreasi. Pekerja
juga berhak mengetahui keadaan umum perusahaan dan menghendaki adanya
manajer yang responsive terhadap keluhan pekerja
c. Bertanggung jawab terhadap lingkungan
Didalam menjalakan aktivitasnya, perusahaan harus memperhatikan keadaan
dilimgkunganya yaitu bagaimana upaya perusahaan agar tetap dapat menciptakan
ylingkungan disekitar perusahaan yang sehat, bebas dari polusi, yang disebabkan
oleh limbah perusahaan.
d. Bertanggung jawab terhadap investor
Pada umumnya para investor sangat berkepentingan terhadap kemajjuan perusahaan,
terutama yang terkait dengan pengelolaan dana, jual beli saham. Hal tersebut tentu
saja menyangkut masalah laba yang akan dibagikan kepada para pemegang saham.
Ekeskutif perusahaan harus dapat meyakinkan kepada investor bahwa pengelolaan
keuugangan perusahaan sudah tepat. Tentu saja hal ini akan tercermin kepada neraca
dan laporan laba rugi yang dibuat setiap tahun buku.

II.3 Etika Bisnis


Pengertian Etika
Kata etika berasal dari bahasa Yunani yaitu ethos yang mempunyai arti adat, akhlak,
watak, perasaan, sikap dan cara berpikir atau berarti adat istiadat. Dapat dikatakan pula bahwa,
etika adalah filsafat tentang nilai-nilai, kesusilaan tentang baik dan buruk . jadi disamping
mempelajari nilai-nilai, etika juga merupakan pengetahuan tentang batin seseorang yang sesuai
dengan norma-norma etik.
Pengerian Etika Bisnis
Etika bisnis terkait dengan masalah penilaian terhadap kegiatan dan perilaku bisnis yang
mengacu pada kebenaran tau kejujuran berusaha. Kebenaran disini yang dimaksud adalah etika
standar yang secara umum dapat diterima dan diakui prinsip-prinsipna baik oleh masyarakat,
perusahaan dan individu. Bangyak perusahaan yang kurang sukses dalam berusaha dikarenakan
kurang jujur terhadap konsumen dan tidak menjaga atau memelihara kepercayaan yang telah
diberikan oleh konsumen.
Terdapat beberapa factor yang berpengaruh terhadap perilaku bisni yaitu :
1. Lingkungan bisnis
Seringkali para eksekutif perusahaan dihadapkan pada suatu dilemma yang
menekanya. Di pihak lain eksekutif perusahaan juga harus bertanggung jawab
terhadap masyarkat agar kualitas barang terjaga, dan harga barang terjangkau. Disini
nampak terdapat dua hal yang bertentangan harus dijalankan misalnya, menekan
ongkos dan efisiensi tetapi harus tetap meningkan kualitas produk. Eksekutif
perusahaan harus pandai mengambil keputusan etis yang tidak merugikan perusahaan
2. Organisasi
Secara umum, anggota organisasi itu sendiri saling mempengaruhi satu dengan yang
lainya ( proses interaktif). Dilain pihak organisasi terhadap individu yang harus tetap
berperilaku etis, misalnya masalah pengupahan dan jam kerja maksimum.
3. Individu
Seseorang yang memiliki filosofi moral, dalam bekerja dan berinteraksi sesame akan
berperilaku etis. Prinsip-prinsip yang diterima secara umum dapat dipelajari atau
diperoleh dari hasil interaksi dengan teman, keluarga dan kenalaan. Dalam berkerja

individu harus memiliki tanggung jawab moral terhadap hasil pekerjaannya dengan
menjaga kehormatan profesinya. Bahkan beberapa profesi memiliki kode etik tertentu
dalam pekerjaan.
Kode Etik diperlukan untuk hal seperti berikut :
1. Untuk menjaga keselarasan dan konsistensi antara gaya manajemen strategis dan
kebijakan pengembangan usaha di satu pihak dengan pengembangan sosial ekonomi
dilain pihak
2. Untuk enciptakan iklim usaha yang bergairah dan suasana persaingan yang sehat
3. Untuk mewujudkan integritas perusahaan terhadap lingkungan, masyarakat dan
pemerintah
4. Untuk menciptakan ketenangan, kenyamanan dan keamanan batin bagi pemilik
perusahaan atau infestor serta bagi para karyawan
5. Untuk dapat mengangkat harkat perusahaan nasional didunia perdagangan
internasional.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
III.1 Kesimpulan
Didalam menjalankan bisnis, perusahaan harus bertanggung jawab terhadap
konsumen, tenaga kerja, lingkungan, dan investor. Karena hal tersebut sebagai salah
satu penentu kesuksesan suatu bisnis yang dijalankan oleh perusahaan. Selanjutnya
Etika juga berperan penting dalam penentu kesusksesan bisnis di perusahaan karena
berkaitan dengan bagaimana perilaku, sikap dan tindakan yang akui sehubungan
dengan suatu jenis kegiatan yang dijalankan oleh perusahaan
III.2 Saran
Diharapkan

setiap

perusahaan

didalam

menjalankan

bisnisnya

harus

memperhatikan kepentingan konsumen, tengaa kerja, lingkungan dan investor.


Karena perusahaan bertanggung jawab penuh terhadap kepuasan yang konsumen,
tenga kerja, lingkungan dan investor untuk lebih memaksimalkan kinerja perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA
Murti Sumarni, John Soeprihanto. 2010. Pengantar Bisnis ( Dasar-dasar Ekonomi
Perusahaan ) edisi kelima. Liberty Yogyakarta, Yogyakarta.
Bambang Riyanto. 2005. Dasar-dasar Pembelajaran Bisnis edisi 7. Obor Jakarta,
Jakarta.
http://ciptakanide.blogspot.com/2014/10/pengertian-tanggung-jawab-sosial.html

PENGANTAR BISNIS
TANGGUNG JAWAB SOSIAL BISNIS

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 1

Ni Luh Ayu Amanda Mas Juliantika

1206205024

M Rayindha Prasatya Yang

1206305018

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
2014/2015