Anda di halaman 1dari 21

ANALISIS PENGARUH EARNING PER SHARE (EPS), DEBT TO EQUITY

RATIO (DER), RETURN ON ASSET (ROA), RETURN (ON EQUITY ROE),


TERHADAP RETURN SAHAM
(Studi Empirik Pada Perusahaan Real Estate Dan Property Yang Terdaftar Di
Bursa Efek Indonesia (BEI) Dalam Pengamatan 2008 2012)
Yohanes Jhony Kurniawan
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Earning Per Share (EPS), Debt To Equity
Ratio (DER), Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), terhadap Return Saham
perusahaan real estate and property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dalam pengamatan
tahun 2008 -2012.Data yang digunakan merupakan data sekunder dan metode analisis yang
digunakan yaitu analisis regresi linier berganda dengan bantuan program Statistical Product and
Service Solution (SPSS) versi 16.0 untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai
hubungan antara variabel satu dengan variabel yang lain.Sample dalam penelitian ini terdiri dari
11 (seebelas) perusahaan real estate dan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dalam
pengamatan 2008 sampai dengan 2012 dengan purposive sampling sebagai metode pengambilan
sampel.Pengujian hipotesis dilakukan dengan dua tahap, terdiri dari: (1) Tahap pertama, yaitu
menguji pengaruh indikator mikro, yaitu : Earning Per Share (EPS), Debt To Equity Ratio (DER),
Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), terhadap Return Saham secara parsial, dan
tahap kedua pengujian secara simultan.
Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Debt To Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh terhadap
return saham, (2) Return On Asset (ROA) berpengaruh terhadap return saham, (3) Return On
Equity (ROE) berpengaruh terhadap return saham, (4) Earning Per Share (EPS) berpengaruh
terhadap return saham, dan(7) Hasil analisis regresi secara simultan diperoleh hasil bahwa Earning
Per Share (EPS), Debt To Equity Ratio (DER), Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE),
secara bersama-sama berpengaruh terhadap return saham. Kata Kunci: Return Saham, Debt to
Equity Ratio (DER), Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE), Earning per Share (EPS).
ABSTRACT
This study aimed to analyze the effect of Debt to Equity Ratio (DER), Return on Assets (ROA),
Return on Equity (ROE), Earning Per Share (EPS), on stock returns of real estate and property
company listed on the Indonesia Stock Exchange in observations from 2008-2012.The data used
are secondary data and analytical methods used are linear regresi analysis with the help of
statistical Product and Service Solutions (SPSS) version 16.0 to obtain a comprehensive picture of
the relationship between one variable with another variable.Sample in this study consisted of
eleven (11) real estate and property companies listed in Indonesia Stock Exchange (BEI) in the
observations of 2008 to 2012 with a purposive sampling as a sampling method.Hypothesis testing
is done in two stages, consisting of :(1) The first phase, which tested the effect of micro-indicators,
namely: Earning Per Share (EPS), Debt to Equity Ratio (DER), Return on Assets (ROA), Return
on Equity (ROE), to partially return stock, and (2) The second phase is simultant test.The results
of this study are: (1) Debt to equity ratio (DER) has no effect on stock returns, (2) Return on
Assets (ROA) effect on stock returns, (3) Return On Equity (ROE) ) effect stock returns, (4)
Earning Per Share (EPS) effect on stock returns, effect on stock returns, and (7) the results of the
analysis regresi simultaneously the result that the Debt to Equity Ratio (DER), Return on Assets
(ROA), Return on Equity (ROE), Earning Per Share (EPS), is jointly influence on stock
returns.Key Words : Stock Returns Debt to Equity Ratio (DER), Return On Asset (ROA), Return
On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS),

PENDAHULUAN
Latar Belakang Penelitian
Pasar modal pada prinsipnya tidak berbeda jauh dengan pasar tradisional,
dimana terdapat penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi penawaran harga.
Pasar modal dapat juga diartikan sebagai sebuah wahana yang mempertemukan
pihak yang membutuhkan dana (issuer) dengan pihak yang menyediakan dana
(investor) sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Pasar modal diharapkan mampu
menjadi alternatif pendanaan bagi perusahaan nasional dan juga dapat dilihat
sebagai alternatif dalam melakukan investasi (Jumayanti Indah Lestari, 2004).
Disamping itu pasar modal merupakan sarana untuk memobilisasi dana yang
bersumber dari masyarakat ke berbagai sektor yang melaksanakan investasi.
Perubahan harga saham dapat terjadi secara tidak terduga dan tidak
diperkirakan sebelumnya. Hal ini dikarenakan harga saham di pasar modal
dipengaruhi oleh tingkat permintaan dan penawaran terhadap saham yang
beredar di pasar modal. Perkembangan pasar modal di Indonesia masih
menarik perhatian dan minat investor meskipun gejolak ekonomi nasional
dan internasional terus bergerak dinamis.
Akan tetapi sektor saham dalam pasar keuangan di Indonesia masih
menjadi proyeksi yang menarik dan menjanjikan untuk tahun mendatang.
Dimana kehadiran pasar modal di Indonesia ditandai dengan banyaknya investor
yang mulai menanamkan sahamnya dalam industri real estate dan property.
Bisnis real estate dan property baik residensial maupun komersial menunjukkan
perkembangan yang cukup pesat di Indonesia, terbukti dengan semakin
pesatnya pembangunan perumahan, pusat bisnis dan supermall dalam tahuntahun
terakhir.
Selain itu ditunjukkan dengan semakin tingginya pertumbuhan kinerja
sektor real estate dan property dalam dua tahun terakhir dibanding
dengan sektorsektor ekonomi lainnya yaitu sebesar
60,11 %
dalam
kurun waktu tahun 2011 sampai tahun 2012 (IDX Annually 2012)
sebagaimana dalam Gambar 1.3. Jakarta Composite And Sectoral Indiches
Movement January 2011 Desember 2012
Gambar 1.1.
Jakarta Composite And Sectoral Indiches Movement January 2011
Desember 2012

Sumber : (IDX Annually 2012)

Pada Gambar 1.1. Jakarta Composite And Sectoral Indiches Movement


January 2011 Desember 2012 dapat disimpulkan bahwa perkembangan saham
industri properti lebih tinggi daripada saham industri yang lain. Saham industri
properti memimpin prosentase perkembangan yakni 60,11 %, berikutnya
berturut-turut; saham industri Trade sebesar 55, 42 %, saham industri Consumer
42,88%, saham industri Misc-Ind 38,56 %, saham industri Basic-Ind 38,56 %,
saham industri finance 19,38 %, saham industri JCL 15,81 %, saham industri
9,80 %, saham industri agriculture-11,10%, dan saham mining 45,30%.
Semakin pesatnya perkembangan sektor property ini diikuti dengan
semakin tingginya permintaan akan kebutuhan property, sehingga membuat
emitenemiten property membutuhkan dana dari sumber eksternal. Dana dari
sumber eksternal dapat diperoleh melalui pasar modal (Husnan, 1998). Banyak
masyarakat menginvestasikan modalnya di industri property dikarenakan harga
tanah yang cenderung naik. Penyebabnya adalah penawaran tanah bersifat tetap
sedangkan permintaan akan selalu besar seiring pertambahan penduduk. Kenaikan
yang terjadi pada harga tanah diperkirakan 40%. Selain itu harga tanah bersifat
rigrid, artinya penentu harga bukanlah pasar tetapi orang yang menguasai tanah
(Rachbini, 1997).
Debt to equity ratio, return on asset, return on equity, earning per share,
net margin profit, price to book value sebagai indikator kinerja perusahaan
merupakan informasi yang penting dan menarik bagi para investor dalam
mempertimbangkan investasinya pada pasar modal. Dimana kinerja keuangan
perusahaan yang baik akan menjadi lebih menarik bagi investor.
Robert Ang (1997) mengungkapkan bahwa rasio yang diperkirakan dapat
mempengaruhi return suatu saham adalah Debt to Equity Ratio (DER). Rasio ini
merupakan rasio solvabilitas yang mengukur kemampuan kinerja perusahaan
dalam mengembalikan hutang jangka panjangnya dengan melihat perbandingan
antara total hutang dengan total ekuitasnya. Didalam Balancing Theory
disebutkan bahwa keputusan untuk menambah hutang tidak hanya berdampak
negatif, tetapi juga dapat berdampak positif karena perusahaan harus berupaya
menyeimbangkan manfaat dengan biaya yang ditimbulkan akibat hutang
(Wahyudi, 2003). Selama manfaat masih jauh lebih besar dari biaya hutang, maka
hutang dapat ditambah.
Akan tetapi jika yang terjadi sebaliknya maka hutang tidak boleh ditambah.
Proporsi jumlah hutang terhadap modal sendiri dari suatu perusahaan dapat diukur
menggunakan rasio ini. Beberapa hasil penelitian yang meneliti mengenai
pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap return saham menunjukkan hasil
yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Hasil penelitian Natarsyah (2000)
dan Ratnasari (2003) menunjukkan bahwa Debt to Equity Ratio (DER)
berpengaruh positif dan signifikan pada return saham, sedangkan hasil penelitian
Santoso (1998), Hendarsanto (2005) dan Liestyowati (2002) menunjukkan bahwa
rasio Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif dan tidak signifikan
terhadap return saham.
3

Selain Debt to Equity Ratio (DER), terdapat juga variabel yang


mempengaruhi return saham yaitu Return On Assets (ROA) merupakan ukuran
kemampuan perusahaan didalam menghasilkan keuntungan (return) bagi
perusahaan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya (Tandelilin, 2010:378).
Semakin besar Return On Assets (ROA) menunjukkan kinerja yang semakin baik
(Ang, 1997). Nilai Return On Assets (ROA) yang semakin tinggi menunjukkan
suatu perusahaan semakin efisien dalam memanfaatkan aktivanya untuk
memperoleh laba, sehingga nilai perusahaan meningkat (Brigham, 2001).
Return on Equity (ROE) merupakan rasio keuangan yang banyak digunakan
untuk
mengukur
kinerja
perusahaan,
khususnya
menyangkut
profitabilitas perusahaan (Tandelilin, 2010:378). Return on Equity (ROE) untuk
mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba atas modalnya sendiri.
Secara umum Return on Equity (ROE) dihasilkan dari pembagian laba dengan
ekuitas selama setahun terakhir.
Earning per Share (EPS). Earning Per Share (EPS) merupakan
perbandingan antara laba bersih setelah pajak pada satu tahun buku dengan jumlah
saham yang diterbitkan (Ang, 1997). Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2001)
Earning Per Share (EPS) merupakan rasio yang menunjukkan berapa besar
keuntungan (return) yang diperoleh investor atau pemegang saham per saham.
Semakin tinggi nilai Earning Per Share (EPS) tentu saja menggembirakan
pemegang saham karena semakin besar laba yang disediakan untuk pemegang
saham.
Earning per Share (EPS). Menurut Gantyowati dan Arwanta (2004), investor
dapat menggunakan rasio Earning per Share (EPS) untuk mengetahui kinerja
perusahaan. Hubungan laba yang diperoleh dengan investasi yang ditetapkan
Pemegang saham diamati secara cermat oleh komunitas keuangan. Analis
menelusuri beberapa ukuran pokok yang menggambarkan kinerja perusahaan
dalam hubungannya dengan kepentingan investor. Penelitian yang menggunakan
variabel Earning Per Share (EPS) sebagai variabel yang mempengaruhi return
saham menunjukkan hasil yang berbedabeda. Penelitian yang dilakukan oleh
Eljelly dan Alghurair (2001), Aloysius (2004) dan Chen (2006) menunjukkan
bahwa Earning per Share (EPS) merupakan variabel yang signifikan dalam
menerangkan perubahan return saham. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil
penelitian yang dilakukan oleh Bowen et al (1986) menunjukkan hasil yang tidak
signifikan.
Akan tetapi informasi terkadang memberikan inkonsistensi pengaruh yang
berbeda-beda untuk setiap perubahan yang terjadi .
Berdasarkan uraian latar belakang permasalahan tersebut diatas, penulis
tertarik untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh kinerja keuangan
perusahaan; earning per share (EPS), debt to equity ratio (DER), return on asset
(ROA), return on equity (ROE), net profit margin (NPM) dan price to book value
(PBV) terhadap Return Saham

Penelitian ini berjudul Analisis Pengaruh earning per share (EPS), debt
to equity ratio (DER), return on asset (ROA), return on equity (ROE), net profit
margin (NPM) dan price to book value (PBV) terhadap Return Saham (Studi
Empirik Pada Perusahaan Real Estate Dan Property Yang Terdaftar Di Bursa Efek
Indonesia (BEI) Dalam Pengamatan 2008 2012)
Rumusan masalah
a. Apakah kinerja keuangan perusahaan earning per share (EPS), debt to equity
ratio (DER), return on asset (ROA), return on equity (ROE), secara parsial
berpengaruh terhadap return saham ?
b. Apakah kinerja keuangan perusahaan earning per share (EPS), debt to equity
ratio (DER), return on asset (ROA), return on equity (ROE), secara bersamasama berpengaruh terhadap return saham ?
Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Untuk mengetahui apakah kinerja keuangan perusahaan earning per share
(EPS), debt to equity ratio (DER), return on asset (ROA), return on equity
(ROEsecara parsial berpengaruh terhadap return saham perusahaan Real
Estate dan Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
b. Untuk mengetahui apakah kinerja keuangan perusahaan earning per share
(EPS), debt to equity ratio (DER), return on asset (ROA), return on equity
(ROE), secara bersama-sama berpengaruh terhadap return saham perusahaan
Real Estate dan Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
TINJAUAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESA
Tinjauan Teori
1. Pengertian Saham dan Harga Saham.Menurut Darmadji dan Fakhruddin
(2006:5) yang dimaksud dengan saham adalah: Sebagai tanda penyertaan atau
pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseorangan
terbatas. Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik
kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga
tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang
ditanamkan di perusahaan tersebut.
Menurut Sunariyah (2006: 126-127) yang dimaksud dengan saham adalah:Surat
berharga yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan yang berbentuk Perseroan
Terbatas (PT) atau yang biasa disebut emiten. Saham menyatakan bahwa pemilik
saham tersebut adalah juga pemilik sebagian dari perusahaan tersebut.
Sedangkan menurut Bambang Riyanto (2001:240) mengemukakan bahwa:Saham
adalah tanda bukti pengembalian bagian atau peserta dalam perseroan terbatas,
bagi yang bersangkutan, yang diterima dari hasil penjualan sahamnya akan tetapi
tertanam di dalam perusahaan tersebut selama hidupnya, meskipun bagi
pemegang saham sendiri bukanlah merupakan peranan permanen, karena setiap
waktu pemegang saham dapat menjual sahamnya.
5

Pengertian harga saham menurut Martono (2007:13) didefinisikan sebagai


berikut :
Harga saham merupakan refleksi dari keputusan-keputusan investasi,
pendanaan (termasuk kebijakan dividen) dan pengelolaan aset.
Sawidji Widioatmodjo (2005:102) mendefinisikan harga saham sebagai berikut :
Harga pasar saham adalah harga jual dari investor yang satu kepada investor
yang lain setelah saham tersebut dicantumkan di bursa, baik bursa utama maupun
OTC (Over the counter market).
Menurut Siegel Shim dalam buku Kamus Istilah Akuntansi (1999 : 441) yang
ditejemahkan oleh Moh. Kurdi mendefinisikan harga saham sebagai berikut :
Harga saham merupakan tingkat harga saham equilibrium dimana terdapat
kesepakatan antara pembeli dan penjual pada pasar modal di Bursa Efek.
2. Return Saham. Konsep risiko tidak terlepas kaitannya dengan return, karena
investor selalu mengharapkan tingkat return yang sesuai atas setiap risiko
investasi yang dihadapinya. Menurut Brigham et al. (1999:192), pengertian dari
return adalah mengukur kinerja keuangan dari suatu investasi.
Menurut Jones (2000:124) return adalah pendapatan dan laba yang dicapai.
(1) pendapatan atau Yield yaitu cash flow yang dibayarkan secara periodik kepada
para pemegang saham (dalam bentuk dividen), (2) laba yang didapat atau Capital
gain (loss), yaitu selisih antara harga saham pada saat pembelian dengan harga
saham pada saat penjualan. Hal tersebut diperkuat oleh Corrado dan Jordan
(2000:5), return dari investasi yang aman adalah aliran kas dan pendapatan atau
kerugian, Return from investment security is cash flow and capital gain/loss.
Berdasarkan pendapat yang telah dikemukakan, dapat diambil kesimpulan return
saham adalah keuntungan yang diperoleh dari kepemilikan sahan investor atas
investasi yang dilakukannya, yang terdiri dari capital gain/loss.
Menurut Jogiyanto (2003:109) saham dibedakan menjadi dua: (1) return
realisasi merupakan return yang telah terjadi, (2) return ekspektasi merupakan
return yang diharapkan akan diperoleh oleh investor di masa yang akan datang.
Secara umum faktor-faktor yang berpengaruh terhadap return saham terdiri dari
faktor fundamental, faktor pasar dan faktor makro. Karena faktor makro
berpengaruh secara lokal terhadap suatu obyek investasi, maka yang perlu dikaji
lebih jauh adalah faktor fundamental dan faktor pasar.
Faktor fundamental merupakan faktor yang berhubungan dengan kinerja
perusahaan emiten, sedangkan faktor pasar berkaitan dengan kinerja sahamnya.
Pengukuran return menurut teori pasar dapat diformulasikan sebagai berikut,
Jogiyanto (2003:109): (Pit Pit-1)/ Pit-1 x 100% = Rit (%)
Rit = tingkat keuntungan saham I pada periode t.
Pit = harga penutupan saham I pada periode t (periode penutupan/akhir).
Pit-1 = harga penutupan saham I pada periode sebelumnya (awal).
3. Debt to Equity Ratio (DER). Dalam Portofolio dan investasi, Tandelilin
(2010:378) mendefinisikan Debt to Equity Ratio (DER) mencerminkan
kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya yang ditunjukkan oleh
beberapa bagian dari modal sendiri atau ekuitas yang digunakan untuk membayar
6

hutang. Debt to Equity Ratio (DER) merupakan perbandingan antara total hutang
yang dimiliki perusahaan dengan total ekuitasnya.Dengan rumus sebagai berikut,
Tandelilin (2010:378); DER = Total Liability : Equity x 100%. Menggambarkan
struktur modal yang dimiliki oleh perusahaan, dengan demikian dapat dilihat
struktur resiko tidak tertagihnya hutang. Makin kecil angka rasio ini makin baik.
4. Return on Asset (ROA).Dalam Portofolio dan investasi, Tandelilin (2010:378)
mendefinisikan Return On Assets (ROA) merupakan ukuran kemampuan
perusahaan didalam menghasilkan keuntungan (return) bagi perusahaan dengan
memanfaatkan aktiva yang dimilikinya. Semakin besar Return On Assets (ROA)
menunjukkan kinerja yang semakin baik (Ang, 1997). Nilai Return On Assets
(ROA) yang semakin tinggi menunjukkan suatu perusahaan semakin efisien dalam
memanfaatkan aktivanya untuk memperoleh laba, sehingga nilai perusahaan
meningkat (Brigham, 2001).Dengan rumus sebagai berikut, Tandelilin
(2010:378);ROA = Laba bersih/Nilai AKTIVA
5. Return on Equity (ROE). Dalam Portofolio dan invesasi, Tandelilin
(2010:378) mendefinisikan Return on Equity (ROE) merupakan rasio keuangan
yang banyak digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan, khususnya
menyangkut profitabilitas perusahaan. Return on Equity (ROE) untuk mengukur
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba atas modalnya sendiri. Secara
umum Return on Equity (ROE) dihasilkan dari pembagian laba dengan ekuitas
selama setahun terakhir. Dengan rumus sebagai berikut, Tandelilin (2010:378);
ROE = Laba bersih/Nilai Ekuitas
6. Earning per Share (EPS).Earning Per Share (EPS) merupakan perbandingan
antara laba bersih setelah pajak pada satu tahun buku dengan jumlah saham yang
diterbitkan (Ang, 1997). Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2001) Earning Per
Share (EPS) merupakan rasio yang menunjukkan berapa besar keuntungan
(return) yang diperoleh investor atau pemegang saham per saham. Semakin tinggi
nilai Earning Per Share (EPS) tentu saja menggembirakan pemegang saham
karena semakin besar laba yang disediakan untuk pemegang saham.Dengan rumus
sebagai berikut, Darmadji dan Fakhruddin (2001); EPS= Keuntungan bersih /
Jumlah saham beredar. Rasio ini digunakan untuk mengukur suatu tingkat
keuntungan dari perusahaan. Nilai ini akan dibandingkan dengan nilai pada
kwartal yang sama pada tahun sebelumnya untuk menggambarkan pertumbuhan
tingkat keuntungan perusahaan. Hasil perhitungan rasio ini dapat digunakan untuk
memperkirakan kenaikan ataupun penurunan harga saham suatu perusahaan.
Hipotesis.Hipotesis alternatif yang akan diuji pada penelitian ini adalah sebagai
berikut:
Ha 1 = Terdapat pengaruh yang signifikan antara Earning Per Share (EPS)
terhadap return saham.
Ha 2 = Terdapat pengaruh yang signifikan antara Debt To Equity Ratio (DER)
terhadap return saham
Ha 3 = Terdapat pengaruh yang signifikan antara Return On Asset (ROA) terhadap
return saham.
7

Ha 4 = Terdapat pengaruh yang signifikan antara Return On Equity (ROE)


terhadap return saham.
Ha 7= Terdapat pengaruh yang signifikan antara kinerja keuangan perusahaan
earning per share (EPS), debt to equity ratio (DER), return on asset (ROA),
return on equity (ROE), net profit margin (NPM) dan price to book value (PBV)
secara bersama-sama terhadap return saham.
Kerangka Pemikiran atau Pendekatan Masalah
Kerangka Pemikiran
X1 = Earning Per Share (EPS)
X2 = Debt To Equity Ratio (DER)
Y = Return Saham
X4 = Return On Equity (ROE
X4 = Return On Equity (ROE)
earning per share (EPS), debt to equity ratio
(DER), return on asset (ROA), return on equity
(ROE), net profit margin (NPM) dan price to
book value (PBV)

Variabel Independen

Variabel Dependen

METODOLOGI PENELITIAN
Metode Yang Digunakan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif
kausal, yaitu bahwa penelitian dilakukan dengan cara melakukan pengamatan
terhadap konsekuensi-konsekuensi yang timbul dan menelusuri kembali fakta
yang secara rasional sebagai faktor-faktor penyebabnya.
Rancangan Analisis. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah
menggunakan pendekatan statistik dengan menggunakan regresi berganda yang
memperlihatkan rasio keuangan pengaruh earning per share (EPS), debt to equity
ratio (DER), return on asset (ROA), return on equity (ROE), terhadap return
saham pada perusahaan real estate dan property yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia (BEI) dalam pengamatan
2008 2012.
Penelitian ini juga menggunakan uji beda t-test untuk mengetahui apakah
ada perbedaan return saham, earning per share (EPS), debt to equity ratio (DER),
return on asset (ROA), return on equity (ROE), net profit margin (NPM) dan
price to book value (PBV.
Analisis data pada penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
Y = 0 + 1 1 + 2 2 + 3 3 + 4 4 ++
Dimana:
Y= Return Saham, X1= EPS, X2= DER, X3= ROA, X4=ROE, it= faktor
pengganggu perubahan dalam return saham.Penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan alat analisa statistik : Statistical Product and Service Sollution
(SPSS) versi 16.0.
8

Uji Hipotesis. Untuk melakukan pengujian terhadap hipotesis-hipotesis yang


diajukan perlu digunakan analisis regresi melalui uji t maupun uji F. Tujuan
digunakan analisis regresi adalah untuk mengetahui pengaruh variabel variabel
independen terhadap variabel dependen, baik secara parsial maupun secara
simultan, serta mengetahui besarnya dominasi variabel-variabel independen
terhadap variabel dependen. Metode pengujian terhadap hipotesis yang diajukan
dilakukan dengan pengujian secara parsial dan pengujian secara simultan.
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
Pengujian Hipotesis. Setelah pengujian asumsi klasik dilakukan maka tahap
berikutnya adalah melakukan pengujian mengenai pengaruh earning per share
(EPS), debt to equity ratio (DER), return on asset (ROA), return on equity
(ROEterhadap Return Saham dengan mengunakan uji regresi berganda.
a. Pengujian pengaruh earning per share (EPS), debt to equity ratio (DER),
return on asset (ROA), return on equity (ROE), terhadap Return saham (secara
parsial).
Tahap pertama dalam pengujian hipotesis yakni menguji pengaruh secara
parsial antara earning per share (EPS), debt to equity ratio (DER), return on asset
(ROA), return on equity (ROE), terhadap return saham. Pengaruh secara parsial
dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen dapat
dilakukan dengan membandingkan besarnya p-value pada kolom sig dengan level
of significant sebesar 0,05 atau membandingkan t-hitung (pada kolom t 0 dengan
t-tabel.
Pedoman yang dipakai untuk menerima atau menolak hipotesis jika hipotesis
alternatif (Ha) adalah sebagai berikut:
1) Ha diterima jika T-hitung > T-tabel, atau nilai p-value pada kolom
sig.<level of significant (0,05)
2) Ha ditolak jika T-hitung < T-tabel, atau nilai p-value pada kolom
sig.>level of significant (0,05)
Maka didapatkan hasil sebagai berikut;
1)Pengaruh EPS terhadap Return Saham. Pada variabel EPS t-hitung memiliki
nilai sebesar 3.483 lebih besar dari t-tabel yakni (2,776445) dan nilai p-value pada
kolom sig lebih kecil dari level significant (0,05), maka Ha diterima. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa secara parsial EPS berpengaruh signifikan terhadap
Return Saham. T-tabel dapat dicari dengan mengunakan Ms. Excel dengan
mengetik =TINV(probability, deg_freedom) kemudian enter didapat angka t-tabel
2,776445, atau bisa mengunakan t-tabel pada 0,05 , dan df= 4.
2) Pengaruh DER terhadap Return Saham. Pada variabel DER t-hitung memiliki
nilai sebesar 1.638 lebih kecil dari t-tabel yakni (2,776445) dan nilai p-value pada
kolom sig lebih besar dari level significant (0,05), maka Ha ditolak. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa secara parsial DER tidak berpengaruh signifikan
terhadap Return Saham.
9

3) Pengaruh ROA terhadap Return Saham. Pada variabel ROA t-hitung memiliki
nilai sebesar 2.024 lebih kecil dari t-tabel yakni (2,776445) tetapi nilai p-value
pada kolom sig lebih kecil dari level significant (0,05), maka Ha diterima.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial ROA berpengaruh signifikan
terhadap Return Saham.
4) Pengaruh ROE terhadap Return Saham. Pada variabel ROE t-hitung memiliki
nilai sebesar 2.017 lebih kecil besar dari t-tabel yakni (2,776445) tetapi nilai pvalue pada kolom sig lebih kecil dari level significant (0,05), maka Ha diterima.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial ROE berpengaruh signifikan
terhadap Return Saham.
Besaran p-value dan koefisien masing-masing variabel independen dapat
dilihat pada tabel 4.1. berikut ini:
Tabel 4.1. Return Saham
Coefficientsa
Coefficientsa
Standar
dized
Unstandardized Coeffici
Coefficients

95% Confidence

ents

Interval for B

Std.
Model
1

Error

Beta

Sig.

Collinearity
Correlations

Lower

Upper

Zero- Partia

Bound

Bound

order

Statistics
Tolera

Part

nce

VIF

(Const
2.625

3.147

.834 .404

-3.554

8.804

EPS

.297

.085

.142 3.483 .001

.130

.464

.156 .135 .134

.884 1.131

DER

9.194

5.612

.064 1.638 .102

-1.825

20.214

.052 .064 .063

.975 1.025

4.285

2.116

.876 2.024 .043

.129

8.440

.054 .079 .078

.008

ant)

ROA

126.7
89

ROE

-2.116

1.049

-.869

125.6
.044

2.017

-4.176

-.056

.046 -.079 -.078

.008
18

a. Dependent Variable:
RETURN

Sumber: Output SPSS

b. Pengujian pengaruh earning per share (EPS), debt to equity ratio (DER),
return on asset (ROA), return on equity (ROE), net profit margin (NPM) dan
price to book value (PBV) terhadap Return saham (secara simultan)
Tahap kedua dalam pengujian hipotesis yakni menguji pengaruh secara
simultan antara earning per share (EPS), debt to equity ratio (DER), return on
asset (ROA), return on equity (ROE), net profit margin (NPM) dan price to book
10

value (PBV) terhadap return saham. Pengaruh secara simultan dari variabel
independen terhadap variabel dependen dapat dilakukan dengan membandingkan
besarnya p-value pada kolom sig dengan level of significant sebesar 0,05 atau
membandingkan t-hitung pada kolom t 0 dengan t-tabel.
Pedoman yang dipakai untuk menerima atau menolak hipotesis jika hipotesis
alternatif (Ha) adalah sebagai berikut:
1) Ha diterima jika F-hitung > F-tabel, atau nilai p-value pada kolom sig.<level
of significant (0,05)
2) Ha ditolak jika F-hitung < F-tabel, atau nilai p-value pada kolom sig.>level of
significant (0,05)
Untuk dapat mengetahui apakah variabel dependen(harga saham) dipengaruhi
secara bersama-sama (simultan) oleh variabel-variabel independen earning per
share (EPS), debt to equity ratio (DER), return on asset (ROA), return on equity
(ROEmaka dapat dilihat melalui nilai yang terdapat pada Analysis of Variance
(ANOVA) seperti pada tabel 4.14. berikut ini :
Tabel 4.14
Analysis of Variance (ANOVA)
Model
1

Sum of Squares
Regression

df

Mean Square

79934.962

19983.741

Residual

2332364.165

655

3560.861

Total

2412299.127

659

F
5.612

Sig.
.000a

a. Predictors: (Constant), ROE, DER, EPS, ROA


b. Dependent Variable: RETURN

Sumber : Output SPSS


F-tabel dapat dicari dengan mengunakan Ms. Excel
dengan mengetik
=FINV(0,05;6;653) kemudian enter didapat angka t-tabel 2,385533, atau bisa
mengunakan t-tabel pada 0,05 , d1= 6 dan dk = 653. Sehingga berdasarkan tabel
diatas dapat diketahui bahwa F-hitung memiliki nilai 5.612 lebih besar daripada
F-tabel 2,385533 dan nilai nilai p-value pada kolom sig.<level of significant
(0,05), maka Ha dapat diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara
simultan antara earning per share (EPS), debt to equity ratio (DER), return on
asset (ROA), return on equity (ROE), berpengaruh secara signifikan terhadap
return saham.
Koefisien determinasi merupakan ukuran yang digunakan untuk
menentukan prosentase fluktuasi dari suatu variabel dependen yang dapat
dijelaskan oleh variabel independen. Dengan kata lain hal tersebut dapat
11

digunakan untuk untuk mengetahui ketepatan yang paling baik dalam analisis
regresi yang dinyatakan dengan koefisien determinasi majemuk ( R square).
R square = 1 berarti variabel independen berpengaruh sempurna terhadap
variabel dependen. Hal tersebut dapat dilihat dalam tabel 4.15. berikut ini:
Tabel 4.15
Model Summaryb
Change Statistics
Mode

.182a

Square

Adjusted R Std. Error of


Square

.033

.027

the Estimate
59.672953

R Square

Change

Change

.033

5.612

df1

df2
4

655

Sig. F

Durbin-

Change

Watson

.000

1.818

a. Predictors: (Constant), ROE, DER, EPS, ROA


b. Dependent Variable: RETURN

Sumber : Output SPSS

Berdasarkan tabel 4.15. tersebut diketahui bahwa nilai R square atau


koefisien determinasi sebesar 0,048, hal tersebut dapat diartikan bahwa sebesar
3,3 % harga saham dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen earning
per share (EPS), debt to equity ratio (DER), return on asset (ROA), return on
equity (ROE. Sedangkan sisanya (100 % - 3,3% = 96,7 %) dapat dijelaskan oleh
faktor-faktor lainnya seperti inflasi, jumlah uang beredar, stabilitas politik dan
keamanan, kondisi perekonomian global, pertumbuhan ekonomi, IHSG, loan debt
ratio, pembagian deviden, pengumuman industri sekuritas, regulasi dan deregulasi
ekonomi dan faktor-faktor ekonomi.
c. Model Regresi Linier Berganda Return Saham
Setelah melakukan pengujian asumsi klasik dan pengujian hipotesis, maka
dapat diperoleh model regresi linier berganda untuk return saham, dengan nilai
koefisiensi yang dapat diketahui pada tabel dibawah ini:

12

Tabel 4.16.
Coefficientsa

Standardiz
ed

Model

Unstandardized

Coefficient

95% Confidence

Coefficients

Interval for B

Std. Error

Beta

Sig.

Collinearity
Correlations

Lower

Upper

Zero-

Bound

Bound

order

Statistics

Toleran
Partial

Part

ce

VIF

(Constan
2.625

3.147

.834

.404

-3.554

8.804

EPS

.297

.085

.142

3.483

.001

.130

.464

.156

.135

.134

.884

1.131

DER

9.194

5.612

.064

1.638

.102

-1.825

20.214

.052

.064

.063

.975

1.025

4.285

2.116

.876

2.024

.043

.129

8.440

.054

.079

.078

.008

t)

ROA

126.78
9

ROE

125.61
-2.116

1.049

-.869

-2.017

.044

-4.176

-.056

.046

-.079

-.078

.008
8

a. Dependent Variable: RETURN

Sumber: Output SPSS

Berdasarkan tabel diatas aka didapatkan rumus regresi untuk return saham.
Adapun rumus tersebut sebagai berikut:
Y = 0 + 1 1 + 2 2 + 3 3 + 4 4 + 5 5 + 6 6 +
2.625+0, 297 1 +9.194 2 +4.285 3 -2.116 4 +
Keberartian rumus regresi untuk return saham:
1) Artinya besaran atau konstanta return saham tanpa earning per share (EPS),
debt to equity ratio (DER), return on asset (ROA), return on equity (ROE),
maka return sahamnya adalah 2.625.
2) Untuk variabel X1 atau EPS sebesar 0, 297bertanda positif, yang artinya setiap
kenaikan 1 satuan EPS akan mengakibatkan kenaikan yang positif pula
terhadap return saham sebesar 0, 297,
3) Untuk variabel X2 atau DER sebesar 9.194bertanda positif, yang artinya
setiap kenaikan 1 satuan DER akan mengakibatkan kenaikan yang positif pula
terhadap harga saham sebesar 9.194,
4) Untuk variabel X3 atau ROA sebesar 4.285bertanda positif, yang artinya
setiap kenaikan 1 satuan EPS akan mengakibatkan kenaikan yang positif pula
terhadap return saham sebesar 4.285,
13

5) Untuk variabel X4 atau ROE sebesar -2.116 bertanda negatif, yang artinya
setiap kenaikan 1 satuan ROE akan mengakibatkan penurunan yang negatif
terhadap return saham sebesar --2.116,
Dimana:
Y = Return Saham, X1= EPS, X2=DER, X3= ROA, X4=ROE
Pembahasan
1. Hasil Pengujian pengaruh earning per share (EPS), debt to equity ratio
(DER), return on asset (ROA), return on equity (ROE), terhadap return
saham (secara parsial).
Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan sebelumnya,
dapat diketahui bagaimana pengaruh masing-masing variabel independen terhadap
variabel dependennya.
Pada variabel yang berpengaruh secara parsial terhadap return saham
adalah earning per share (EPS), return on asset (ROA), return on equity (ROE),
net profit margin (NPM) dan price to book value (PBV)terhadap return saham
(secara parsial).Pada variabel yang berpengaruh secara parsial terhadap return
saham adalah earning per share (EPS), return on asset (ROA), return on equity
(ROE), Sedangkan Pada variabel yang tidak berpengaruh secara parsial terhadap
return saham adalah debt to equity ratio (DER).
Berikut penjelasan yang didapatkan dari masing-masing pengujian
hipotesis yang telah dilakukan:
Ha 1 = Terdapat pengaruh yang signifikan antara Earning Per Share (EPS)
dengan return saham, diterima.
Ha 2 = Terdapat pengaruh yang signifikan antara Debt To Equity Ratio (DER)
terhadap return saham, ditolak.
Ha 3 = Terdapat pengaruh yang signifikan antara Return On Asset (ROA) dengan
return saham, diterima.
Ha 4 = Terdapat pengaruh yang signifikan antara Return On Equity (ROE) dengan
return saham, diterima.
Pada variabel yang berpengaruh secara parsial terhadap return saham
adalah earning per share (EPS), return on asset (ROA), return on equity (ROE),
terhadap return saham (secara parsial).
Pada variabel yang berpengaruh secara parsial terhadap return saham yang
bersifat positif adalah earning per share (EPS) hal ini sejalan dengan penelitian
yang dilakukan oleh Penelitian yang dilakukan oleh Eljelly dan Alghurair (2001),
Aloysius (2004) dan Chen (2006) menunjukkan bahwa Earning per Share (EPS)
merupakan variabel yang signifikan dalam menerangkan perubahan return saham.
Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Bowen et
al (1986) menunjukkan hasil yang tidak signifikan.
Pada variabel yang berpengaruh secara parsial terhadap return saham yang
bersifat positif adalah return on asset (ROA) hal ini sejalan dengan penelitian
yang dilakukan oleh penelitian oleh Sunarto (2001), Sohib Natarsyah (2000),
Saiful Anam (2002) dan Sulistiyo (2004) menyimpulkan bahwa Return On Assets
14

(ROA) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap return saham akan
tetapi bertentangan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sparta (2000) dan
Ika Rahayu (2003) menyimpulkan bahwa Return On Assets (ROA) tidak
signifikan berpengaruh terhadap return saham.
Pada variabel yang berpengaruh secara parsial terhadap return saham yang
bersifat negatif adalah return on equity (ROE),dan net profit margin (NPM).
Pada variabel yang berpengaruh secara parsial terhadap return saham yang
bersifat negatif adalah return on equity (ROE) hal ini sejalan dengan penelitian
yang dilakukan oleh Teguh Prasetyo (2000) menyimpulkan bahwa ROE tidak
berpengaruh terhadap return saham, penelitian oleh Saiful Anam (2002)
menyimpulkan ROE secara parsial berpengaruh tidak signifikan terhadap return
sahamakan tetapi hal ini bertentangan dengan hasil penelitian yang dilakukan
oleh penelitian oleh Sunarto (2001) menyimpulkan ROE secara parsial
berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham,
Pada variabel yang tidak berpengaruh secara parsial terhadap return saham
adalah debt to equity ratio (DER) hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan
oleh Santoso (1998), Hendarsanto (2005) dan Liestyowati (2002) menunjukkan
bahwa rasio Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif dan tidak signifikan
terhadap return saham sedangkan hasil penelitian Hasil penelitian Natarsyah
(2000) dan Ratnasari (2003) menunjukkan bahwa Debt to Equity Ratio (DER)
berpengaruh positif dan signifikan pada return saham.
2. Pengujian pengaruh debt to equity ratio (DER), return on asset (ROA),
return on equity (ROE), earning per share (DER), terhadap return saham
(secara simultan)
Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan sebelumnya, dapat
diperoleh hasil bahwa debt to equity ratio (DER), return on asset (ROA), return
on equity (ROE), earning per share (DER), berpengaruh signifikan terhadap
return saham secara simultan (bersama-sama). Berdasarkan hasil pengujian
hipotesis diperoleh hasil bahwa:
Ha 7= Terdapat pengaruh yang signifikan antara kinerja keuangan perusahaan
earning per share (EPS), debt to equity ratio (DER), return on asset (ROA),
return on equity (ROE), secara bersama-sama dengan return saham, diterima
Hal tersebut mengambarkan bahwa investor memiliki berbagai
pertimbangan pada saat memutuskan untuk berinvestasi pada saham perusahaan
tertentu. Pertimbangan tersebut tidak hanya pada satu faktor saja, akan tetapi dari
berbagai faktor seperti earning per share (EPS), debt to equity ratio (DER),
return on asset (ROA), return on equity (ROE),
Berdasarkan koefisien determinasi nilai yang diperoleh sebesar 0,033, hal
tersebut dapat diartikan bahwa sebesar 3,3 % harga saham dapat dijelaskan oleh
variabel-variabel independen ; earning per share (EPS), debt to equity ratio
(DER), return on asset (ROA), return on equity (ROE). Sedangkan sisanya (100 %
- 3.3% = 96,7 %) dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lainnya seperti inflasi,
jumlah uang beredar, stabilitas politik dan keamanan, kondisi perekonomian
15

global, pertumbuhan ekonomi, IHSG, loan debt ratio, pembagian deviden,


pengumuman industri sekuritas, regulasi dan deregulasi ekonomi dan faktor-faktor
ekonomi.
Hal ini menunjukan bahwa investor benar-benar kondisi earning per share
(EPS), debt to equity ratio (DER), return on asset (ROA), return on equity (ROE
tetapi juga faktor-faktor lainnya yang mendominasi guna mengendalikan resiko
seperti inflasi, jumlah uang beredar, stabilitas politik dan keamanan, kondisi
perekonomian global, pertumbuhan ekonomi, IHSG, loan debt ratio, pembagian
deviden, pengumuman industri sekuritas, regulasi dan deregulasi ekonomi dan
faktor-faktor ekonomi.
KESIMPULAN, SARAN, DAN REKOMENDASI
Kesimpulan.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh earning per share
(EPS), debt to equity ratio (DER), return on asset (ROA), return on equity (ROE),
terhadap return saham pada perusahaan property yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia, yang diukur selama lima tahun yakni dari tahun 2008 hingga 2012.
Metode analisis yang digunakan didalam penelitian ini menggunakan regresi linier
berganda.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah digunakan, maka dapat
ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1)Pengaruh EPS terhadap Return Saham. Pada variabel EPS t-hitung memiliki
nilai sebesar 3.483 lebih besar dari t-tabel yakni (2,776445) dan nilai p-value pada
kolom sig lebih kecil dari level significant (0,05), maka Ha diterima. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa secara parsial EPS berpengaruh signifikan terhadap
Return Saham. T-tabel dapat dicari dengan mengunakan Ms. Excel dengan
mengetik =TINV(probability, deg_freedom) kemudian enter didapat angka t-tabel
2,776445, atau bisa mengunakan t-tabel pada 0,05 , dan df= 4.
2)Pengaruh DER terhadap Return Saham. Pada variabel DER t-hitung memiliki
nilai sebesar 1.638 lebih kecil dari t-tabel yakni (2,776445) dan nilai p-value pada
kolom sig lebih besar dari level significant (0,05), maka Ha ditolak. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa secara parsial DER tidak berpengaruh signifikan
terhadap Return Saham.
3)Pengaruh ROA terhadap Return Saham. Pada variabel ROA t-hitung memiliki
nilai sebesar 2.024 lebih kecil dari t-tabel yakni (2,776445) tetapi nilai p-value
pada kolom sig lebih kecil dari level significant (0,05), maka Ha diterima.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial ROA berpengaruh signifikan
terhadap Return Saham.
4)Pengaruh ROE terhadap Return Saham. Pada variabel ROE t-hitung memiliki
nilai sebesar 2.017 lebih kecil besar dari t-tabel yakni (2,776445) tetapi nilai pvalue pada kolom sig lebih kecil dari level significant (0,05), maka Ha diterima.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial ROE berpengaruh signifikan
terhadap Return Saham.
16

Persamaan regresi linier berganda dalam penelitian ini menggunakan koefisien


beta tidak standar (unstandardized coefficient). Hal ini disebabkan karena masingmasing variabel memiliki satuan dan berfungsi untuk menjelaskan besarnya
koefisien regresi masing-masing variabel bebas dalam menerangkan variabel
terikatnya. Berdasarkan tabel diatas maka didapatkan rumus regresi untuk return
saham. Adapun rumus tersebut sebagai berikut:
Y = 0 + 1 1 + 2 2 + 3 3 + 4 4 +
Y = 2.625+0, 297 1 +9.194 2 +4.285 3 -2.116 4 +
Dengan demikian maka diperoleh kejelasan mengenai fenomena pengaruh
pengaruh earning per share (EPS), debt to equity ratio (DER), return on asset
(ROA), return on equity (ROE), terhadap return saham pada perusahaan property
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, yang diukur selama lima tahun yakni dari
tahun 2008 hingga 2012.
Penelitian ini juga membuktikan bahwa investor memiliki berbagai
pertimbangan dalam melakukan investasi pada pasar modal, khususnya pada
instrumen saham, mengingat instrumen saaham merupakan salah satu instrumen
investasi yang dapat memberikan tingkat pengembalian yang tinggi dengan
tingkat resiko yang tinggi.
Selain itu seorang investor harus memperhatikan benar-benar earning per
share (EPS), debt to equity ratio (DER), return on asset (ROA), return on equity
(ROE), tetapi juga faktor-faktor lainnya yang mendominasi guna mengendalikan
resiko seperti inflasi, jumlah uang beredar, stabilitas politik dan keamanan,
kondisi perekonomian global, pertumbuhan ekonomi, IHSG, loan debt ratio,
pembagian deviden, pengumuman industri sekuritas, regulasi dan deregulasi
ekonomi dan faktor-faktor ekonomi.
Saran.
Setelah melakukan pengujian hipotesis baik secara parsial maupun secara
simultan maka terdapat saran yang dapat diberikan guna pengembangan ilmu dan
kegunaan gunalaksana.
Dalam rangka pengembangan ilmu yang merupakan penelitian lanjutan,
maka dapat
disarankan
agar menggunakan faktor-faktor lainnya yang
mendominasi guna mengendalikan resiko seperti inflasi, jumlah uang beredar,
stabilitas politik dan keamanan, kondisi perekonomian global, pertumbuhan
ekonomi, IHSG, loan debt ratio, pembagian deviden, pengumuman industri
sekuritas, regulasi dan deregulasi ekonomi dan faktor-faktor ekonomi yang dapat
mempengaruhi return saham.
Selain itu, perlu juga dipertimbangkan pengunaan sampel penelitian dari
sektor lainnya atau seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
sehingga hasil penelitian yang diperoleh dapat dijadikan sebagai generalisasi
diluar industri property. Periode penelitian yang dilakukan lebih 5 tahun sehingga
hasilnya dapat dibandingkan jika menggunnakan periode pengamatan yang
panjang. Data yang digunakan merupakan data bulanan sehingga hasil yang
diperoleh merupakan rincian karakteristik laju perubahan setiap bulannya, jika
17

menginginkan pola perubahan pengamatan yang lebih rinci maka dapat


mengunakan data harian.
Hasil penelitian menunjukan terdapat variabel yang tidak berpengaruh
secara parsial terhadap return saham adalah debt to equity ratio (DER), sehingga
masih banyak diperlukan penelitian lanjutan mengenai teori maupun penelitian
empiris.

18

DAFTAR PUSTAKA
Adhitama, W., Sudaryono, E.A, 2005, FaktorFaktor yang Mempengaruhi Price Earning
Ratio pada Perusahan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta, Jurnal
Bisnis & Manajemen, Vol, 5, No, 2, hal, 211222
Anastasia, Njo., Yanny Widiastuty., & Imelda Wijianti, 2003, Analisis Faktor Fudamental
dan
Risiko Sistematik terhadap Harga Saham Properti di BEJ, Jurnal
Akuntansi dan Keuangan, Vol. 5, No. 2, November
Ang, R, 1997, Buku Pintar Pasar Modal Indonesia, Mediasoft, Jakarta
Anis, Idrianita, 2004, Analisis Price Book Value Ratio sebagai Keputusan Investasi:
Penelitian pada Bursa Efek Jakarta, Media Riset Akuntansi, Auditing dan Informasi,
Vol. 4, No,1, April, hal, 6183
Arwanta, E., & Gantyowati, E. (2004). Kemampuan Prediksi Rasio Keuangan Terhadap Harga
Saham: Suatu Studi Empiris Menurut Sudut Pandang Kepentingan Investor. Kajian Bisnis,
12(1), 25-37.
Bachri, Syamsul,1997, Profitabilitas Dan Nilai Pasar Terhadap Perubahan Harga Saham
Pada Perusahaan Go Public Di BEJ, Jurnal Persepsi edisi khusus Vol. 1
Bhandari, Laxmi C, 1998, Debt Equity Ratio dan Expected Common Stock Return:
Empirical Evidence, Journal of Finance, Vol. XLII, No. 2, June
Bram, H. (2008). Pengaruh Earnings Per Share (DER) dan Price Earning Ratio (PER)
Terhadap Harga Saham Sektor Perdagangan Besar dan Ritel Pada Periode 200-2005 di
Bursa Efek Inndonesia. Jurnal Ilmiah Akuntansi. Volume 7 No.2, pp. 162-173
Brigham, E. F., & Houston, J. F. (2011). Fundamentals of financial management. CengageBrain.
com.
Budi, I.S., Nurhatmini E, 2003, Pengaruh Hari Perdagangan dan Exchange Rate terhadap
Return Saham di Bursa Efek Jakarta, Jurnal Manajemen & Bisnis, Vol, 5, No, 1,
Januari, hal, 4762
Budileksmana, Antariksa dan Gunawan, Barbara, 2003, Pengaruh Indikator Rasio
Keuangan Perusahaan Price Earning Ratio (PER) dan Price toBook Value (PBV)
terhadap Return Saham di Bursa Efek Jakarta, Jurnal Akuntansi dan Investasi, Vol.
4, No. 2
Chen., Zhang., Ganesh, 2006, Financial Distress Predicton in China, Review of Pasific
Basic Financial Markets and Policies, Vol, 9, Iss, 2, p, 317
Clara E.S., 2001, Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Yang Go Public Di Bursa Efek
Jakarta: Studi Kasus Industri Tekstil Dan Garmen, Tesis Magister Manajemen
Universitas Diponegoro (tidak dipublikasikan)
Corrado, C. J., Jordan, B. D., & Yce, A. (2000). Fundamentals of investments: valuation and
management. Irwin/McGraw-Hill.
Darmadji, T., & Fakhrudin, M. Hendy. 2006. Pasar Modal Di Indonesia: Pendekatan Tanya
Jawab.
Eduardus, T. (2001). Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio. Yogyakarta: PT. BPFE.
Eljelly, A. M., & Alghurair, K. S. (2001). Performance measures and wealth creation in an
emerging market: The case of Saudi Arabia. International Journal of Commerce and
management, 11(3/4), 54-71.
Fabozzi, Frank J. Publication: Hoboken, N.J. Publication: Massachusetts NBER 1999
Fahrudin M dan M. Sophian Hadianto, 2001, Perangkat dan Model Analisis Investasi di
Pasar Modal, Elex Media Komputindo, Jakarta
Francis, J. R., & Wilson, E. R. (1988). Auditor changes: A joint test of theories relating to agency
costs and auditor differentiation. Accounting Review, 663-682.
Gantyowati, Evi dan Arwanta, Erwin, 2004, Kemampuan Prediksi Rasio Keuangan
Terhadap Harga Saham, Kajian Bisnis, Vol. 12, No. 1
Gitman, L. J., & Zutter, C. J. (2000). Principles of managerial finance: brief. Addison Wesley.

19

Gujarati, Damodar,1995, Ekonometrika Dasar, Penerbit Erlangga, Jakarta


Hardiningsih, Pancawati., Suryanto.,Chariri, A, 2002, Pengaruh Faktor Fundamental dan
Resiko Ekonomi terhadap Return Saham pada Perusahaan di Bursa Efek Jakarta:
Studi Kasus Basic Industry & Chemical, Jurnal Strategi Bisnis, Vol, 8, Des. Tahun
2003
Harahap, rimpun, rajab, Analisis Pengaruh Earning Per Share (Eps), Debt To Equity Ratio
(Der), Return On Asset (Roa), Return On Equity (Roe), Net Profit Margin (Npm) Dan Price
To Book Value (Pbv) Terhadap Return Saham , 2013
Harianto, Farid dan Sudomo, Siswanto, 1998, Perangkat dan Teknik Analisis Investasi di
Pasar Modal Indonesia, PT. Bursa Efek Jakarta, Jakarta
Hendarsanto, P. (2005). Analisis Pengaruh Mva, Debt To Equity, Trading Day, Trading Volume,
Dan Roa Terhadap Return Saha M Pada Perusahaan Real Estat Dan Properti Di Bursa
Efek Jakarta (Periode 1999-2003) (Doctoral dissertation, Program Pascasarjana Universitas
Diponegoro).
http://www.bapepam.go.id/pasar_modal/regulasi_pm/uu_pm/bab_I.htm
http://www.idx.co.id/id-id/beranda/informasi/bagiinvestor/indeks.aspx
Husnan, Suad; Suwardi Hermanto, 1998, CAPM dan Strategi Portofolio: Kajian Kondisi
Pasar di BEJ 1997, Usahawan, No. 5 Th XXVII
Husnan, S. (1998). Manajemen Keuangan: Teori dan Penerapan (keputusan Jangka Pendek) Buku
2-4/E.
Ilatmin, S. (2004). Pengaruh Debt To Equity Ratio, Price To Earning Ratio, Net Profit Margin,
Dan Dividend Payout Ratio Terhadap Return Saham (Studi Kasus Pada Saham-Saham
Perusahaan Sektor Industri Manufaktur di Bursa Efek Jakarta) (Doctoral dissertation,
Program Pascasarjana Universitas Diponegoro).
Imam, Ghozali dan Irwansyah, 2002, Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan
dengan Alat Ukur EVA, MVA dan ROA terhadap Return Saham Pada Perusahaan
Manufaktur di BEJ, Jurnal Penelitian AkuntansiBisnis dan Manajemen, Vol. 9,
No. 1, p:1833
Imam, G. (2005). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: UNDIP.
Jogiyanto H.M, 2000, Teori Portfolio dan Analisa Investasi, BPFE :Yogyakarta, Edisi 2
Julliumursyida, Muammar, Wahyudin, dan Gazali. (2008). Pengaruh Kinerja Keuangan
Manufaktur terhadap Return Saham di Bursa Efek Jakarta. Media Riset Akuntansi,
Auditing dan Informasi. Volume 8 No.1, pp. 65-84
Lastari, J. I. (2004). Analisis Fundamental sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Investasi
terhadap Saham Emiten Perdagangan Retail Periode 2001 sampai 2003. Jurnal.
Liestyowati, 2002, Faktor yang Mempengaruhi Keuntungan Saham di Bursa Efek Jakarta:
Analisis Periode Sebelum dan Selama Krisis, Jurnal Manajemen Indonesia, Vol, 1,
No, 2
Malintan, R., & Herawati, T. (2013). Pengaruh Current Ratio (CR), Debt To Equity Ratio (DER),
Price Earning Ratio (PER), Dan Return On Asset (ROA) Terhadap Return Saham
Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2010.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, 1(1).
Martono, S. U., & Harjito, A. (2003). Manajemen Keuangan.
Michen, S. (2005). Studi Empiris Terhadap Dua Faktor yang Mempengaruhu Return Saham
Pada Industri Food & Beverages di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Akuntansi dan
Keuangan. Volume 2 No.2, pp. 89-98
Mulyono, Sugeng, 2000, Pengaruh Earning Per Share dan Tingkat Bunga Terhadap Harga
Saham, Jurnal Ekonomi dan Manajemen, Vol. 1, No. 2
Munawir, S. (2004). Analisa Keuangan Edisi 4. Liberty Yogyakarta.
Natarsyah, S, 2000, Analisis Pengaruh Beberapa Faktor Fundamental dan Resiko
Sistematik terhadap Harga Saham. Kasus Industri Barang Konsumsi yang GoPublik
di Pasar Modal Indonesia, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Vol, 15, No,3, hal,
294 312

20

Nilawati. (2004). Analisis ROI dan EVA terhadap Return On Shares LQ-45
di Bursa Efek
Jakarta. Jurnal Bisnis dan Akuntansi. Volume 6 No.2, pp. 151-166
Padan, W. P. (2012). Pengaruh Informasi Keuangan terhadap Return Saham pada Perusahaan
Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta (Doctoral dissertation).
Prasetyo, T. (2000). Analisa Rasio Keuangan dan Nilai Kapitalisasi Pasar sebagai Prediksi Harga
Saham di BEJ pada periode Bullish dan Bearish. Simposium Nasional Akuntansi III, 652695.
Prastowo, D., & Juliaty, R. (2002). Analisis Laporan Keuangan Konsep dan Aplikasi. Cetakan
Kedua, Penerbit Unit Penerbit dan Percetakan AMP YKPN, Yogyakarta.
Prihantini, R. (2009). Analisis Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar, ROA, DER dan CR Terhadap return
Saham (Studi Kasus Saham Industri Real Estate and Property yang Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia Periode 20032006) (Doctoral dissertation, Program Pasca Sarjana Universitas
Diponegoro).
Rachbini, D. J. (2002). Ekonomi politik: paradigma dan teori pilihan publik. Ghalia Indonesia.
Rahayu M, I. K. A. (2003). Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham Di
Bursa Efek Jakarta (Studi kasus pada perusahaan dalam indeks LQ 45 periode tahun 19992001) (Doctoral dissertation, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro).
Riyanto, Bambang, 1995, Dasardasar Pembelanjaan Perusahaan, Edisi 4, Cetakan 1, BPFE
Yogya
Santoso, Singgih, 1998, Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham Sektor Manufaktur di
Bursa Efek Jakarta, Jurnal Bisnis dan Ekonomi, Edisi 4,Th. III
Santoso, S. (2001). Statistik Parametrik. Elex Media Komputindo.
Sartono, A. (2001). Manajemen Keuangan: Teori dan Aplikasi-4/E.
Sekaran, U. (2006). Metodologi Penelitian untuk Bisnis. Jakarta: Salemba Empat.
Setiawan, 2005, Pengaruh Dividend Pay Out Ratio, Profit Margin, Asset Turnover,
Leverage dan Tingkat Resiko terhadap Price Earnings Ratio pada Kondisi Pasar
Bearish dan
Bullish (Kajian Empiris di Bursa Efek Jakarta pada Masa Krisis
Ekonomi), Majalah Ekonomi, Tahun XIV, No, 1, April.
Siddharta Utama dan Anto Yulianto B.S , 1998, Kaitan antara Rasio PBV dan Imbal
Hasil Saham pada BEJ, Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol. 1, No. 1, Januari,
p.127 140
Siegel, J. G., & Shim, J. K. (2000). Dictionary of accounting terms. Barron's Educational Series.
Sugiyono, D. R. (2002). Statistika Untuk Penelitian. Bandung: CV. Alfabeta.
Sunariyah. 1997. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal. Edisi Pertama. UPP AMPYKPN.
Yogyakarta.
Wahyudi, Sugeng, 2003, Pengaruh Rasio Harga Nilai Buku dan Rasio Hutang Modal
Sendiri terhadap Return, Media Ekonomi dan Bisnis, Vol. XV, No.2
Widioatmodjo, S. (2005). Cara Sehat Investasi di Pasar Modal, Pengantar Menjadi Investor
Profesional.

21