Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PRAKTIKUM SATUAN PROSES

SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2014

MODUL

: PEMBUATAN GAS HIDROGEN (H2) DENGAN


BAHAN DASAR AIR SECARA ELEKTROLISIS

PEMBIMBING

: Ir. Emmanuela Maria W, MT

PEMBUATAN
PENYERAHAN

: 8 APRIL 2014
: 15 APRIL 2014

OLEH
KELAS : 1A
KELOMPOK : 7
SIFA FUZI ALLAWIYAH

(131411027)

SITI NURJANAH

(131411028)

SUCI SUSILAWATI

(131411029)

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


2014

LAPORAN PRAKTIKUM SATUAN PROSES


NAMA PEMBIMBING

: Ir. Emmanuela Maria W, MT

NAMA MAHASISWA

: SIFA FUZI ALLAWIYAH


SITI NURJANAH
SUCI SUSILAWATI

TANGGAL PRAKTEK

: 8 APRIL 2014

TANGGAL PENYERAHAN

: 15 APRIL 2014

A. Tujuan Percobaan
Setelah melakukan percobaan diharapkan mahasiswa mampu :
1. Membuat gas hidrogen dari bahan dasar air secara elektrolisis dengan
menggunakan elektroda stainless steel.
2. Mempelajari sifat-sifat hidrogen dan pemanfaatannya.
3. Menentukan massa hidrogen yang terbentuk dengan variasi waktu dan konsentrasi
elektrolit.
B. Dasar Teori
HIDROGEN
Hidrogen

adalah unsur

kimia pada tabel

periodik yang

memiliki

simbol H dan nomor atom 1. Hidrogen dalam bahasa latin yaitu hydrogenium dan dari
bahasa yunani hidrogen berasal dari kata hydro yang berarti air dan genes yang berarti
membentuk air. Pada suhu dan tekanan standar, hidrogen tidak berwarna, tidak
berbau, bersifat non-logam, bervalensi tunggal, dan merupakan gas diatomik yang
sangat mudahterbakar. Dengan massa atom 1,00794 gram, hidrogen adalah unsur
teringan di dunia. Hidrogen dapat membentuk senyawa dengan kebanyakan unsur dan
dapat dijumpai dalam air dan senyawa-senyawa organik.Hidrogen sangat penting
dalam reaksi asam basa yang mana banyak reaksi ini melibatkan pertukaran proton
antar molekul terlarut.Oleh karena hidrogen merupakan satu-satunya atom netral
yang persamaan Schrdingernya dapat diselesaikan secara analitik, kajian pada
energetika dan ikatan atom hidrogen memainkan peran yang sangat penting dalam
perkembangan mekanika kuantum.
Hidrogen adalah unsur paling melimpah dengan persentase kira-kira 75% dari
total massa unsur alam semesta. Senyawa hidrogen relatif langka dan jarang dijumpai

secara alami di bumi, dan biasanya dihasilkan secara industri dari berbagai
senyawa hidrokarbon seperti metana. Hidrogen juga dapat dihasilkan dari air melalui
proses elektrolisis, namun proses ini secara komersial lebih mahal daripada produksi
hidrogen dari gas alam. Unsur ini ditemukan dalam kelimpahan yang besar di bintangbintang

dan

planet-planet

gas

raksasa.Awan

molekul dari

H2 diasosiasikan

dengan pembentukan bintang.Hidrogen memainkan peran penting dalam pemberian


energi bintang melalui reaksi proton-proton dan fusi nuklir daur CNO.Di seluruh alam
semesta ini, hidrogen kebanyakan ditemukan dalam keadaan atomik danplasma yang
sifatnya berbeda dengan molekul hidrogen.
Gas hidrogen sangat mudah terbakar dan akan terbakar pada konsentrasi
serendah 4% H2 di udara bebas. Entalpi pembakaran hidrogen adalah -286 kJ/mol.
Hidrogen terbakar menurut persamaan kimia:
2 H2(g) + O2(g) 2 H2O(l) + 572 kJ (286 kJ/mol)
Ketika dicampur dengan oksigen dalam berbagai perbandingan, hidrogen
meledak seketika disulut dengan api dan akan meledak sendiri pada temperatur
560 C. Lidah api hasil pembakaran hidrogen-oksigen murni memancarkan
gelombang ultraviolet dan hampir tidak terlihat dengan mata telanjang. Oleh karena
itu, sangatlah sulit mendeteksi terjadinya kebocoran hidrogen secara visual.
Karakteristik lainnya dari api hidrogen adalah nyala api cenderung menghilang
dengan cepat di udara, sehingga kerusakan akibat ledakan hidrogen lebih ringan dari
ledakan hidrokarbon. H2 bereaksi secara langsung dengan unsur-unsur oksidator
lainnya.Ia

bereaksi

dengan

dengan klorindan fluorin,

spontan

menghasilkan

dan

hebat

hidrogen

pada
halida

suhu

kamar

berupa hidrogen

klorida dan hidrogen fluorida.


PEMBUATAN HIDROGEN dari AIR melalui ELEKTROLISIS
Proses pembuatan gas hidrogen dapat dilakukan dengan cara elektrolisis dan
termokimia. Untuk keperluan komersial, hidrogen harus dibuat dari zat-zat yang
mengandung atom hidrogen dalam struktur molekulnya, seperti bahan bakar fosil,
biomassa, alkohol, atau air.Semua metode pembuatan hidrogen memerlukan energi
yang berupa listrik, panas, atau cahaya. Elektrolisis air adalah penguraian air (H 2O)
menjadi oksigen (O2) dan hidrogen (H2) dengan cara pengaliran arus listrik melalui
katoda dan anoda yang tercelup di dalam air. Hidrogen akan muncul di katoda, yaitu
elektroda yang terhubung ke arus negatif, dan oksigen di anoda, yaitu elektroda yang

terhubung ke arus positip. Jumlah gas hidrogen yang diperoleh sebanyak 2 kali gas
oksigennya, dan jumlah keduanya proporsional dengan energi listrik yang digunakan.
Elektrolisis air murni berlangsung sangat lambat. Kecepatan elektrolisis air menjadi
hidrogen dan oksigen dapat ditingkatkan secara nyata dengan penambahan zat-zat
elektrolit yang berupa garam, asam, atau basa. Garam natrium dan lithium sering
digunakan dalam proses elektrolisis air karena harganya relatif murah dan mudah larut
dalam air. Asam yang biasa digunakan sebagai elektrolit adalah asam kuat misalnya
H2SO4, sedangkan basanya adalah basa kuat seperti KOH dan NaOH. Cara lain untuk
memproduksi hidrogen dari air dapat dilakukan dengan menguraikan air langsung
menggunakan panas pada suhu sekitar 4.000 K (3.727C). Suhu penguraian air
dengan panas dapat diminimalkan dengan proses termokimia, yaitu proses penguraian
air dengan panas menggunakan bantuan zat kimia. Dalam proses ini, bahan baku yang
diperlukan secara kontinyu hanyalah air, karena bahan kimia yang digunakan dalam
reaksi didaur ulang ke dalam proses.

Elektrolisis air juga sering dipakai untuk menghasilkan hydrogen dalam skala
laboratorium, arus dengan voltase rendah dialirkan dalam air kemudian gas oksigen
akan terbentuk di anoda dan gas hydrogen akan terbentuk di katoda.
2 H2O(l) 2 H2(g)

+ O2(g)

Elektrolisa air memanfaatkan arus listrik untuk menguraikan air menjadi unsurunsur pembentuknya, yaitu H2 dan O2.Gas hidrogen muncul di kutub negatif atau
katoda dan oksigen berkumpul di kutub positif atau anoda. Hidrogen yang dihasilkan
dari proses electrolisa air berpotensi menghasilkan zero emission, apabila listrik yang

digunakan dihasilkan dari generator listrik bebas polusi seperti energi angin atau
panas matahari.
Namun demikian dari sisi konsumsi energi, cara ini memerlukan energi listrik
yang cukup besar. Nah, selain keempat metode di atas, masih ada metode lain untuk
memproduksi gas hidrogen, yaitu antara lain photoelectrolysis, dekomposisi air pada
suhu tinggi (themal decomposition of water), photobiological production, plasmatron,
fermentasi bahan organik dan lain-lain.
C. Mekanisme Reaksi
Na+
NaOH

+ OH-(aq)
Katoda : 2Na+ (aq) + 2e 2Na
2Na + 2H O + 2e 2Na+
(aq)

(aq)

(l)

(aq)

+ 2OH- (aq) + H2 (g)

Anoda : 4OH- (aq) O2 (g) + 2H2O (l) + 4e


4NaOH
Total : 4Na + 4H O + 4OH2

(l)

(aq)

D. Prosedur Kerja
Alat
1. Elektrolyser
2. Gelas kimia
3. Corong
4. Batang pengaduk
5. Labu takar
6. Gelas ukur
7. Bola hisap
8. Elektroda Stainless steel
9. Kabel + mulut buaya
10. Rectifier

x1
(aq)

+ 2H2 (g) + O2 (g) + 2H2O (l)

Bahan
1. Larutan NaOH
2. aquades

Diagram Alir Pembuatan Gas Hidrogen


Membuat Larutan

Memasukan Larutan Ke Dalam

Menghubungkan
Alat

x2

Menetapkan

Ukur Arus per 5 Menit Hingga 25


Menit
Ulangi Dengan Volt Yang
Berbeda

E. Data Pengamatan
No

Larutan NaOH

.
1.
2.
3.

1% ( Volt )
5
2,5
7,5

No

Larutan NaOH

.
1.
2.
3.

1% ( Volt )
2,5
5
7,5

PERHITUNGAN
Diketahui :
P
T
R
a. NaOH 1% ( 5 volt )

Volume gas H2 Yang Terbentuk (mL)


5 menit 10 menit 15 menit 20 menit 25 menit
0,4
0,4
0,3
0,2
0,4
0,3
0,2
0,1
0,2
0,2
1,1
0,7
0,7
0,7
0,6

5 menit
12,25
6
20

10 menit
12,25
6
21

: 1 atm
: 25oC = 298oK
: 0,0821 L atm/mol

Arus (mA)
15 menit 20 menit
12,5
12,5
5,5
5,5
21
21

25 menit
12
5,75
21

i) t = 5 menit
b. v = 0,4 ml = 4x10-4 L
c. Secara Teori :
PV
n=
d.
RT

e.

n=

1 atm . 4 x 104 L
a tm
0,0821 L
K . 29 8o K
mol

f.

n=1,6 x 105 mol

h.

m H 2=1,6 x 10 mol x Mr H 2

i.

m H 2=1,6 x 105 mol x 2

j.

m H 2=3,2 x 10 gram

g.
5

k.
l. Secara praktikum :
I .t . Ar
w=
m.
n.96500
3

n.

o.

5
= 1,9 x 10

p.
q.
r.

%yield =
=

12,25 x 10 x 5 x 60 x 2
4.96500

massa praktikum
x 100%
massateori

1,9 x 105
3,2 x 105 x 100%

s.

= 59,4 %
t.
ii) t = 10 menit
u. v = 0,8 ml = 8 x 10-4 L
PV
n=
v.
RT

w.
x.
y.

n=

1 atm .8 x 104 L
atm
o
0,0821 L
K .29 8 K
m ol

n=3,2 x 105 mol

z.

m H 2=3,2 x 10 mol x Mr H 2

aa.

m H 2=3,2 x 105 mol x 2

ab.

m H 2=6,4 x 10 gram

ac. Secara praktikum :


I .t . Ar
w=
ad.
n.96500
ae. =

12,25 x 103 x 10 x 60 x 2
4.96500

5
af. = 3,8 x 10

ag.
ah.

%yield =

massa praktikum
x 100%
massateori

3,8 x 105
5 x 100%
6,4 x 10

ai.

aj.

= 59,4 %
ak.

al.
iii) t = 15 menit
am. v = 1,1 ml = 11 x 10-4 L
PV
n=
an.
RT

ao.

n=

1 atm . 11 x 104 L
atm
0,0821 L
K .29 8 o K
mol

ap.

n=4,5 X 105 mol

ar.

m H 2=4,5 x 10 mol x Mr H 2

as.

m H 2=4,5 x 105 mol x 2

at.

m H 2=9 x 10 gram

aq.
5

au.Secara praktikum :
I .t . Ar
w=
av.
n.96500
aw. =

12,5 x 103 x 15 x 60 x 2
4.96500

5,8 x 10

ax. =
ay.
az.

%yield =
ba.

massa praktikum
x 100%
massateori
5,8 x 105
9 x 105 x 100%

bb.

= 64,4%
bc.
iv) t = 20 menit
bd. v = 1,3 ml = 13 x 10-4 L
be. secara teori:
PV
n=
bf.
RT

bg.

n=

1 atm .13 x 104 L


atm
0,0821 L
K .29 8 o K
mol
5

bh.

n=5,3 x 10 mol

bj.

m H 2=5,3 x 105 mol x Mr H 2

bk.

m H 2=5,3 x 10 mol x 2

bl.

m H 2=10,6 x 105 gram

bi.

bm.
bn.

Secara praktikum :
I .t . Ar
w=
n.96500
3

bo. =

12,5 x 10 x 20 x 60 x 2
4.96500

bp. =

7,7 x 10

bq.
br.

%yield =
bs.
bt.

massa praktikum
x 100%
massateori
7,7 x 105
10,6 x 105 x 100%

= 72,64 %
bu.

bv.
v) t = 25 menit
bw. v = 1,7 ml = 17 x 10-4 L

n=

bx.

n=

by.

PV
RT
1 atm .17 x 104 L
atm
0,0821 L
K .29 8 o K
mol
5

bz.

n=6,9 x 10 mol

cb.

m H 2=6,9 x 105 mol x Mr H 2

cc.

m H 2=6,9 x 10 mol x 2

cd.

m H 2=13,8 x 105 gram

ca.

ce. Secara praktikum :


I .t . Ar
w=
cf.
n.96500
cg. =

12 x 103 x 25 x 60 x 2
4.96500

ch. =

9,3 x 10

ci.
cj.

%yield =

massa praktikum
x 100%
massateori
5

ck.

9,3 x 10
5 x 100%
13,8 x 10

cl.

= 67,4%
cm.
cn. NaOH 1% (2,5 volt )
i. t = 5 menit
co. v = 0,3 ml = 3 x 10-4 L
PV
n=
cp.
RT

cq.

1 a tm .3 x 104 L
n=
atm
0,0821 L
K .29 8 o K
mol

cr.

n=1,2 X 10 mol

cs.
ct.

m H 2=1,2 x 105 mol x Mr H 2

cu.

m H 2=1,2 x 105 mol x 2

cv.
cw.
cx.

m H 2=2, 4 x 10 gram
Secara praktikum :
I .t . Ar
w=
n.96500
cy. =

6 x 103 x 5 x 60 x 2
4.96500

cz. =

9,3 x 106

da.
db.

%yield =

massa praktikum
x 100%
massateori
9,3 x 106
5 x 100%
2,4 x 10

dc.

dd.

= 38,75%

de.
i. t = 10 menit
df. v = 0,5 ml = 5 x 10-4 L
PV
n=
dg.
RT

dh.

1 atm .5 x 104 L
n=
atm
0,0821 L
K .29 8 o K
mol

di.

n=2 x 105 mol

dj.
dk.

m H 2=2 x 105 mol x Mr H 2

dl.

m H 2=2 x 105 mol x 2

dm.

m H 2=4 x 105 gram

dn.
do.

Secara praktikum :
I .t . Ar
w=
n.96500
dp. =

6 x 103 x 10 x 60 x 2
4.96500

dq. =

1,9 x 105

dr.
ds.

%yield =

massa praktikum
x 100%
massateori

dt.

du.
dv.
i. t = 15 menit
dw.

1,9 x 105
4 x 105 x 100%

= 47,5%

v = 0,6 ml = 6 x 10-4 L
dx.

n=

PV
RT
4

dy.

1 atm .6 x 10 L
n=
atm
0,0821 L
K .29 8 o K
mol

dz.

n=2,4 X 10 mol

eb.

m H 2=2,4 X 105 mol x Mr H 2

ec.

m H 2=2,4 X 105 mol x 2

ed.

m H 2=4,8 x 105 gram

ea.

ee.
ef.

Secara praktikum :
I .t . Ar
w=
n.96500
3

eg. =

5,5 x 10 x 15 x 60 x 2
4.96500

eh. =

2,6 x 105

ei.
ej.

massa praktikum
x 100%
massateori

%yield =
ek.

2,6 x 105
4,8 x 105 x 100%

el.

= 54,71%
em.
i. t = 20 menit
en.v = 0,8 ml = 8 x 10-4 L
PV
n=
eo.
RT

ep.

n=

1 atm .8 x 104 L
atm
0,0821 L
K .29 8 o K
mol

eq.

n=3,3 x 10 mol

es.

m H 2=3,3 x 105 mol x Mr H 2

et.

m H 2=3,3 x 10 mol x 2

eu.

m H 2=6,6 x 105 gram

er.

ev.

Secara praktikum :
I .t . Ar
w=
n.96500

ew.

ex. =

5,5 x 10 x 20 x 60 x 2
4.96500

ey. =

3,4 x 10

ez.
fa.

massa praktikum
x 100%
massateori

%yield =
fb.
fc.

3,4 x 105
6,6 x 105 x 100%

= 51,5%

fd.

ff.

i. t = 25 menit
fe. v = 10 ml = 1 x 10-4 L
PV
n=
RT
4

fg.
fh.

n=

1 atm .1 x 10 L
atm
0,0821 L
K .29 8 o K
mol

n=4,1 x 105 mol

fi.
5

fj.

m H 2=4,1 x 10 mol x Mr H 2

fk.

m H 2=4,1 x 105 mol x 2

fl.

m H 2=8,2 x 10 gram

fm.
fn.

Secara praktikum :
I .t . Ar
w=
n.96500

fo. =

5,75 x 10 x 25 x 60 x 2
4.96500

fp. =

4,5 x 10

fq.
fr.

massa praktikum
x 100%
massateori

%yield =
fs.

4,5 x 105
8,2 x 105 x 100%

ft.
=54,9 %
fu.
fv. NaOH 1% ( 7,5 volt )
i. t = 5 menit
fw. v = 1,1 ml = 11 x10-4 L
PV
n=
fx.
RT
4

fy.

1 atm . 11 x 10 L
atm
0,0821 L
K .29 8 o K
mol

n=

fz.

n=4,5 x 105 mol

gb.

m H 2=4,5 x 105 mol x Mr H 2

gc.

m H 2=4,5 x 105 mol x 2

gd.

m H 2=9 x 10 gram

ga.

ge.
gf.

Secara praktikum :
I .t . Ar
w=
n.96500
3

gg. =

20 x 10 x 5 x 60 x 2
4.96500

gh. =

3,1 x 105

gi.
gj.

massa praktikum
x 100%
massateori

%yield =
gk.
gl.

3,1 x 105
9 x 105 x 100%

=34,4 %
gm.

i. t = 10 menit
gn. v = 1,8 ml = 18 x 10-4 L
PV
n=
go.
RT
n=

gp.

1 atm .18 x 104 L


atm
0,0821 L
K .29 8 o K
mol

gq.

n=7,4 x 105 mol

gs.

m H 2=7,4 x 105 mol x Mr H 2

gt.

m H 2=7,4 x 105 mol x 2

gu.

m H 2=14,8 x 10 gram

gr.

gv.
gw.

Secara praktikum :
I .t . Ar
w=
n.96500
gx. =

21 x 103 x 10 x 60 x 2
4.96500

gy. =

6,5 x 105

gz.
ha.

%yield =
hb.

massa praktikum
x 100%
massateori
6,5 x 105
14,8 x 105 x 100%

hc.
=43,9 %
hd.
i. t = 15 menit
he.v = 2,5 ml = 25 x 10-4 L
PV
n=
hf.
RT

hg.
hh.

n=

1 atm .25 x 104 L


atm
0,0821 L
K .29 8 o K
mol
4

n=1 x 10 mol

hi.
hj.

m H 2=1 x 104 mol x Mr H 2

hk.

m H 2=1 x 10 mol x 2

hl.

m H 2=2 x 104 gram

hm. Secara praktikum :


I .t . Ar
w=
hn.
n.96500
ho. =

21 x 103 x 15 x 60 x 2
4.96500

hp. =

9,8 x 10

hq.
hr.

massa praktikum
x 100%
massateori

%yield =
hs.

9,8 x 105
2 x 104 x 100%

ht.
= 49 %
hu.
i. t = 20 menit
hv.v = 3,2 ml = 32 x 10-4 L
PV
n=
hw.
RT
4

n=

hx.

1 atm .32 x 10 L
atm
0,0821 L
K .29 8 o K
mol

n=13,07 x 105 mol

hy.
hz.

id.
ie.

ia.

m H 2=13 x 10 mol x Mr H 2

ib.

m H 2=13 x 105 mol x 2

ic.

m H 2=26 x 10 gram

Secara praktikum :
I .t . Ar
w=
n.96500
if.

ig. =
ih.

21 x 103 x 2 x 60 x 2
4.96500
13 x 105

ii.

massa praktikum
x 100%
massateori

%yield =
ij.

13 x 105
26 x 105 x 100%

ik. = 50 %
il.
i. t = 25 menit
im.
v = 3,8 ml = 38 x 10-4 L
PV
n=
in.
RT
n=

io.

1 atm .38 x 104 L


atm
0,0821 L
K .29 8 o K
mol

ip.

n=15,5 x 105 mol

ir.

m H 2=15,5 x 10 mol x Mr H 2

is.

m H 2=15,5 x 105 mol x 2

it.

m H 2=31 x 10 gram

iq.

iu.
iv.

Secara praktikum :
I .t . Ar
w=
n.96500
iw. =

21 x 103 x 25 x 60 x 2
4.96500

ix. =

16,3 x 105

iy.
iz.

%yield =
ja.

jb.
jc.
jd.
je.
jj.
jo.

massa praktikum
x 100%
massateori
16,3 x 105
5
x 100%
31 x 10

= 52,58 %
Tabel Hasil Pengamatan

Volt
5
5

jf.

Waktu
jk.
jp.

5
10

jg.

Teori

(10-5)
jl.
3,2
jq.
6,4

jh.

Praktiku
m (10-5)
jm.
1,9
jr.
3,8

ji.

%Yi

eld (%)
jn.
59,4
js.
59,4

jt.
jy.
kd.
ki.
kn.
ks.
kx.
lc.
lh.
lm.
lr.
lw.
mb.

5
5
5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
7,5
7,5
7,5
7,5
7,5

ju.
jz.
ke.
kj.
ko.
kt.
ky.
ld.
li.
ln.
ls.
lx.
mc.

15
20
25
5
10
15
20
25
5
10
15
20
25

jv.
ka.
kf.
kk.
kp.
ku.
kz.
le.
lj.
lo.
lt.
ly.
md.

9
10,6
13,8
2,4
4
4,8
6,6
8,2
9
14
20
26
31

jw.
kb.
kg.
kl.
kq.
kv.
la.
lf.
lk.
lp.
lu.
lz.
me.

5,8
7,7
9,3
0,93
1,9
2,6
3,4
4,5
3,1
6,5
9,8
13
16,3

jx.
kc.
kh.
km.
kr.
kw.
lb.
lg.
ll.
lq.
lv.
ma.
mf.

64,4
72,64
67,4
38,75
47,5
54,71
51,5
54,9
34,4
43,9
49
50
52,58

mg.
F. Pembahasan
mh.
Oleh : Sifa Fuzi Allawiyah (131411027)
mi.
mj.
Percobaan kali yaitu pembuatan gas H2 dengan cara elektrolisis. Kami
menggunakan NaOH sebgai katalis untuk mempercepat reaksi yang berlangsung.
Konsentrasi NaOH yang digunakan adalah 1 %. Kami melakukan percobaan
sebanyak 3 kali dengan mengubah besarnya sumber arus sehingga H 2 yang terbentuk
berbeda dan didapat arus yang berbeda pula.
mk.
Reaksi elektrolisis berlangsung di katoda(-) dan di anoda(+). Gas H 2
akan terbentuk di katoda sedang di anoda akan terbentuk O 2 dan H2O. Pada katoda,
molekul air bereaksi dengan menangkap dua electron dan tereduksi menjadi gas H 2
dan ion hidroksida (OH-). Ion natrium positif berpindah menuju elektroda negative
(katoda) dan direduksi dengan bertambahnya elektron untuk membentuk larutan atom
natrium. Na+ + e- Na.Pada anoda, molekul air akan mengalirkan electron menuju
katoda dan terurao menjadi gas oksigen (O2) serta melepaskan 4 ion H+. Yang
selanjutnya ion H+ dan OH- mengalami nertalisasi sehingga terbentuk kembai menjadi
molekul air. Adapun reaksi yang terjadi dari proses elektrolisis air ini yakni :
Na+
ml.
NaOH
+ OH(aq)

(aq)

(aq)

mn.

Katoda : 2Na+ (aq) + 2e 2Na


2Na + 2H2O (l) + 2e 2Na+ (aq) + 2OH- (aq) + H2 (g)

mo.

Anoda : 4OH- (aq) O2 (g) + 2H2O (l) + 4e

mm.

2
mp.
mq.

2H2O (l)

x1

Total : 4Na + 4H2O (l) + 4OH- (aq) 4NaOH (aq) + 2H2 (g) + O2 (g) +

mr.
ms.Dari percobaan yang telah dilakukan didapatkan besarnya volume H2 dan arus
sebagai berikut :
mv.

mt.
N

mu.

Lar

utan NaOH
1% ( Volt )

nd.
1

ne. 5

nk.
2

nl. 2,5

nr.
3

Volume gas H2 Yang Terbentuk (mL)


my.
nb. 2
nc. 25
mz.
5
0
me
10
m
na. 15
m
nit
m
e
me
e
e
n
nit
n
n
i
it
it
t
nf. 0
ni. 0,
nj. 0,4
ng. 0,
,
nh. 0,3
2
4
4
np. 0,
nq. 0,2
nm.
nn. 0,
no. 0,1
2
0,3
2
nt. 1

ns. 7,5

nu. 0,
7

nw.0,
nv. 0,7

nx. 0,6

ny.
ob. Arus (mA)
nz.
N

oe. 5

of. 1

NaOH 1% (

Volt )

t
ol. 1

it

oa. Larutan

oj.
1

2
ok. 2,5

,
2

oq.
2

or. 5

5
os. 6

om.
12,25

ot. 6

og. 15
me
nit

oh. 2

oi. 25

me

nit

e
n
it
oo. 1

on. 12,
5

ou. 5,5

op. 12

2,
5

ov. 5,
5

ow.5,7
5

ox.
3

oy. 7,5

oz. 2

pa. 2

pc. 2
pb. 21

pd. 21

pe.
pf.

Dari data yang didapat kami mencoba membandingakan massa H 2

yang terbentuk secara teoritis dan secara praktikum. Massa H 2 secara teoritis dihitung
dengan menggunakan persamaan P.V = n.R.T , sedangakan massa H2 berdasarkan

praktikum

dihitung

dengan

menggunakan

persamaan

W=

Ar .i .t
.
n .96500 Dan

didapatkan hasil sebagai berikut :


pg.
ph.

pm.
pr.
pw.
qb.
qg.
ql.
qq.
qv.
ra.
rf.
rk.
rp.
ru.
rz.
se.

Volt

5
5
5
5
5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
7,5
7,5
7,5
7,5
7,5

pi.

pn.
ps.
px.
qc.
qh.
qm.
qr.
qw.
rb.
rg.
rl.
rq.
rv.
sa.
sf.

Waktu

5
10
15
20
25
5
10
15
20
25
5
10
15
20
25

pj.

Massa

pk.

Massa gas pl.

gas H2 Teori

H2 Praktikum

(10-5)
po.
3,2
pt.
6,4
py.
9
qd.
10,6
qi.
13,8
qn.
2,4
qs.
4
qx.
4,8
rc.
6,6
rh.
8,2
rm.
9
rr.
14
rw.
20
sb.
26
sg.
31

(10-5)
pp.
1,9
pu.
3,8
pz.
5,8
qe.
7,7
qj.
9,3
qo.
0,93
qt.
1,9
qy.
2,6
rd.
3,4
ri.
4,5
rn.
3,1
rs.
6,5
rx.
9,8
sc.
13
sh.
16,3

Yield
(%)

pq.
pv.
qa.
qf.
qk.
qp.
qu.
qz.
re.
rj.
ro.
rt.
ry.
sd.
si.

59,4
59,4
64,4
72,64
67,4
38,75
47,5
54,71
51,5
54,9
34,4
43,9
49
50
52,58

sj.
sk.

Dari perhitungan yang didapat diatas dapat dilihat bahwa terjadi

perbedaan antara massa gas H2 berdasarkan praktikum dan massa H2 berdasarkan


teori. Hal ini dapat disebabkan oleh sumber arus yang tidak konstan dan larutan
NaOH yang sudah tidak murni 100% serta penurunan konsentrasi NaOH karena
NaOH yang digunakan sudah disimpan beberapa lama.
sl.
sm.Oleh : Siti Nurjanah (131411028)

sn.

Percobaan pembuatan gas hidrogen dilakukan dengan cara elektrolisis

air. Proses elektrolisa air dikenal juga sebagai elektrolisa alkalis, karena untuk
berjalannya proses elektrolisa ini diperlukan larutan katalis berupa larutan elektrolit.
Pada elektrolisis larutan elektrolit akan dihasilkan zat-zat hasil reaksi yang bergantung
pada harga potensial reduksi ion-ion yang ada dalam larutan dan elektroda yang
digunakan, jumlah arus listrik yang digunakan, jenis dan konsentrasi dari larutan
elektrolit, waktu proses elektrolisa, tekanan dan suhu ruangan. Proses elektrolisis
dinyatakan bahwa atom oksigen membentuk sebuah ion bermuatan negative (OH -)
dan atom hydrogen membentuk sebuah ion bermuatan positif (H +). Pada kutub positif
menyebabkan ion H+ tertarik ke kutub katoda yang bermuatan negative sehingga ion
H+ menyatu pada katoda. Atom-atom hidogen akan membentuk gas hydrogen dalam
bentuk gelembung gas pada katoda yang melayang ke atas. Hal serupa terjadi pada
ion OH- yang menyatu pada anoda kemudian membentuk gas oksigen dalam bentuk
gelembung gas.
Pada percobaan ini larutan yang di gunakan adalah NaOH 1% dengan
so.
volt yang bervariasi. Pada proses elektrolisis, elektroda dialiri arus listrik (DC)
sehingga senyawa pada elektrolit yaitu larutan NaOH terurai membentuk ion-ion
menjadi konduktor elektrik yang menyebabkan terjadinya gelembung kecil pada
elektroda yang merupakan gelembung gas.
sp.
Dari percobaan, gas hidrogen yang terbentuk diukur laju alir nya
berdasarkan pengukuran penurunan volume pada buret pada rentang waktu tertentu
yang kemudian massa hydrogen yang terbentuk dihitung menggunakan persamaan
gas ideal menunjukkan bahwa semakin besar volt dan waktu yang digunakan maka
semakin besar massa hidrogen yang terbentuk.
sq.
Pada saat perhitungan yang digunakan menggunakan persamaan
Faraday sama seperti pada perhitungan menurut gas ideal bahwa semakin besar volt
dan waktu yang di gunakan, maka semakin banyak pula gas hidrogen yang terbentuk.
Namun pada saat perhitungan %yield tidak didapatkan hasil yang sesuai dengan teori,
hal tersebut di karenakan beberapa faktor yaitu karena sumber arus yang tidak
konstan, larutan yang sudah tidak murni sehingga menyebabkan konsentrasi larutan
menurun, atau faktor pengganggu dari luar seperti suhu ruangan dan lain-lain.
sr.
ss.
st.
su.
sv.
sw.

sx.
G. Kesimpulan
sy. Dari percobaan yang telah dilakukan didapatkan massa gas H2 sebagai berikut :
sz.

Volt

te.
tj.
to.
tt.
ty.
ud.
ui.
un.
us.
ux.
vc.
vh.
vm.
vr.
vw.

5
5
5
5
5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
7,5
7,5
7,5
7,5
7,5

ta.

tf.
tk.
tp.
tu.
tz.
ue.
uj.
uo.
ut.
uy.
vd.
vi.
vn.
vs.
vx.

Waktu

5
10
15
20
25
5
10
15
20
25
5
10
15
20
25

tb.

Massa

tc.

Massa gas td.

gas H2 Teori

H2 Praktikum ( x

( x 10-5)
tg.
3,2
tl.
6,4
tq.
9
tv.
10,6
ua.
13,8
uf.
2,4
uk.
4
up.
4,8
uu.
6,6
uz.
8,2
ve.
9
vj.
14
vo.
20
vt.
26
vy.
31

10-5)
th.
1,9
tm.
3,8
tr.
5,8
tw.
7,7
ub.
9,3
ug.
0,93
ul.
1,9
uq.
2,6
uv.
3,4
va.
4,5
vf.
3,1
vk.
6,5
vp.
9,8
vu.
13
vz.
16,3

Yield
(%)

ti.
tn.
ts.
tx.
uc.
uh.
um.
ur.
uw.
vb.
vg.
vl.
vq.
vv.
wa.

59,4
59,4
64,4
72,64
67,4
38,75
47,5
54,71
51,5
54,9
34,4
43,9
49
50
52,58

wb.
wc.

Dari percobaan dapat disimpulakan bahwa yang mempengaruhi

banyak sedikitnya produksi gas H2 adalah besarnya sumber arus yang digunakan,
lamanya waktu, besarnya konsentrasi larutan dan tingkat kemurnian larutan.
wd.
Dari data diatas dapat dilihat bahwa semakin besar arus yang
digunakan maka produksi gas H2 yang terbentuk semakin banyak.
we.
H. Daftar Pustaka
wf.

Dra. Hulupi, Mentik dkk.2012.Praktikum Satuan Proses 1.Bandung : Pusat


Pengembangan PendidikanPoliteknik.

wg. Dra. Hulupi, Mentik dkk.2012.Reaksi Senyawa Anorganik.Bandung : Pusat

Pengembangan PendidikanPoliteknik.