Anda di halaman 1dari 29

BAB I

PETROLOGI BATUAN METAMORF


Petrologi adalah bidang geologi yang berfokus pada studi mengenai
batuan dan kondisi pembentukannya. Ada empat cabang petrologi, berkaitan
dengan tiga tipe batuan: beku, piroklastik, metamorf, dan sedimen. Kata petrologi
itu sendiri berasal dari kata Bahasa Yunani petra, yang berarti "batu".

Petrologi batuan beku berfokus pada komposisi dan tekstur dari batuan
beku (batuan seperti granit atau basalt yang telah mengkristal dari batu

lebur atau magma). Batuan beku mencakup batuan volkanik dan plutonik.
Batuan piroklastik adalah batuan yang terbentuk dari letusan gunung api
(berasal dari pendinginan dan pembekuan magma) namun seringkali

bersifat klastik.
Petrologi batuan sedimen berfokus pada komposisi dan tekstur dari batuan
sedimen (batuan seperti batu pasir atau batu gamping yang mengandung

partikel-partikel sedimen terikat dengan matrik atau material lebih halus).


Petrologi batuan metamorf berfokus pada komposisi dan tekstur dari
batuan metamorf (batuan seperti batu sabak atau batu marmer yang
bermula dari batuan sedimen atau beku tetapi telah melalui perubahan
kimia, mineralogi atau tekstur dikarenakan kondisi ekstrim dari tekanan,
suhu, atau keduanya).

Petrologi memanfaatkan bidang klasik mineralogi, petrografi mikroskopis, dan


analisa kimia untuk menggambarkan komposisi dan tekstur batuan. Ahli petrologi
modern juga menyertakan prinsip geokimia dan geofisika dalam penelitan
kecenderungan dan siklus geokimia dan penggunaan data termodinamika dan
eksperimen untuk lebih mengerti asal batuan. Petrologi eksperimental
menggunakan perlengkapan tekanan tinggi, suhu tinggi untuk menyelidiki
geokimia dan hubungan fasa dari material alami dan sintetis pada tekanan dan
suhu yang ditinggikan. Percobaan tersebut khususnya berguna utuk menyelidiki
batuan pada kerak bagian atas dan mantel bagian atas yang jarang bertahan dalam
perjalanan kepermukaan pada kondisi asli.
1. Pengertian Batuan Metamorf

Batuan metamorf adalah batuan ubahan yang terbentuk dari batuan aslinya,
berlangsung dalam keadaan padat, akibat pengaruh peningkatan suhu (T) dan
tekanan (P) yang tinggi. Batuan metamorfosa disebut juga dengan batuan malihan
atau ubahan, demikian pula dengan prosesnya, proses malihan. Proses
metamorfisme atau malihan merupakan perubahan himpunan mineral dan tekstur
batuan, namun dibedakan denag proses diagenesa dan proses pelapukan yang juga
merupakan proses dimana terjadi perubahan. Proses metamorfosa berlangsung
akibat perubahan suhu dan tekanan yang tinggi, diatas 200C dan 300 Mpa (mega
pascal), dan dalam keadaan padat. Sedangkan proses diagenesa berlangsung pada
suhu dibawah 200C dan proses pelapukan pada suhu dan tekanan normal, jauh
dibawahnya, dalam lingkungan atmosfir.
Preses metamorfosa dapat didefinisikan sebagai:
Perubahan himpunan mineral dan tekstur batuan dalam keadaan (fasa) padat
(solid slate) pada suhu diatas 200C dan tekanan 300 Mpa.
Batuan metamorf memerlukan perhatian tersendiri, karena perubahannya
berlangsung dalam keadaan padat. Saat lempeng-lempeng tektonik bergerak dan
fragmen kerak bertabrakan, batuan terkoyak, tetarik (extended), terlipat,
terpanaskan dan berubah dengan cara yang kompleks. Tetapi meskipun batuan
sudah mengalami perubahan dua kali atau lebih, biasanya bekas atau bentuk
batuan semula masih tersimpan, karena perubahannya terjadi dalam keadaan
padat. Padat tidak seperti cair atau gas cenderung untuk menyimpan peristiwaperistiwa (events) pengubahannya. Diantara kelompok batuan, batuan metamorf
merupakan yang paling kompleks, tetapi juga paling menarik karena didalamnya
tersimpan semua cerita yang telah terjadi pada kerak bumi.
2. Proses metamorfisme
Proses metamorfisme, meliputi:
1. Proses perubahan fisik yang menyangkut struktur dan tekstur oleh tenaga
kristaloblastik (tenaga dari sedimen-sedimen kimia untuk menyusun
susunan sendiri).

2. Proses-proses

perubahan

susunan

mineralogi,

sedangkan

susunan

kimianya tetap (isokimia) tidak ada perubahan komposisi kimiawi, tapi


hanya perubahan ikatan kimia.

Tahap-tahap proses metamorfisme:


1. Rekristalisasi
Proses ini dibentukoleh tenaga kristaloblastik, di sini terjadi penyusunan
kembali kristal-kristal dimana elemen-elemen kimia yang sudah ada
sebelumnya.
2. Reorientasi
Proses ini dibentuk oleh tenaga kristaloblastik, di sini pengorientasian
kembali dari susunan kristak-kristal, dan ini akan berpengaruh pada tekstur
dan struktur yang ada.
3. Pembentukan mineral-mineral baru
Proses ini terjadi dengan penyusunan kembali elemen-elemen kimiawi
yang sebelumnya sudah ada.
a. Dalam metamorfosa yang berubah adalah : tekstur dan asosiasi
mineral, yang tetap adalah komposisi kimia dan fase padat (tanpa
melalui fase cair).
b. Teksturnya selalu mereflesikan sejarah pembentukannya.
c. Ditinjau dari perubahan P & T, dikenal :
1) Progresive metamorfosa : perubahan dari P & T rendah ke P &
T tinggi.
2) Retrogresive metamorfosa : perubahan dari P & T tinggi ke P &
T rendah.
Kondisi

yang

mengontrol

metamorfosa/mempengaruhi

rekristalisasi dan tekstur.


1) Tekanan : - Tekanan Hidrostatik
- Tekanan searah (stress)

Di sini dikenal 2 kelompok mineral yaitu :


a. Stress mineral : yaitu mineral-mineral yang tahan terhadap
tekanan.
Contoh : staurolit, kinit
b. Anti stress mineral : yaitu mineral-mineral yang jarang
dijumpai pada batuan yang mengalami stress.
Contoh : olivin, andalusit
2) Temperatur : pada umumnya perubahan temperatur jauh lebih
efektif daripada perubahan tekanan dalam hal pengaruhnya
bagi perubahan mineralogi.
Katalisator : berfungsi mempercepat reaksi, terutama pada
metamorfose bertemperatur rendah.
Ada 2 hal yang dapat mempercepat reaksi yaitu :
(a)

Adanya larutan-larutan kimia yang berjalan antar

ruang butiran.
(b)

Deformasi batuan, dimana batuan pecah-pecah

menjadi fragmen-fragmen kecil sehingga memudahkan kontak


antar larutan nimia dengan fragen-fragmen.
3)

Fluid

4)

Komposisi

Proses metamorfisme membentuk batuan yang sama sekali berbeda dengan


batuan asalnya, baik tekstur maupun komposisi mineral. Mengingat bahwa
kenaikan tekanan atau temperatur akan mengubah mineral bila batas
kestabilannya terlampaui, dan juga hubungan antar butiran / kristalnya. Proses
metamorfisme tidak mengubah komposisi kimia batuan. Oleh karena itu
disamping faktor tekanan dan temperatur, pembentukan batuan metamorf ini jika
tergantung pada jenis batuan asalnya.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses metamorfisme


Komposisi batuan asal sangat mempengaruhi pembentukan himpunan mineral
baru, demikian pula dengan suhu dan tekanan. Suhu dan tekanan tidaklah
berperan langsung, akan tetapi juga ada atau tidaknya cairan serta lamanya
mengalami panas dan tekanan yang tinggi, dan bagaimana tekanannya, searah,
terpuntir dan sebagainya.
1. Pengaruh cairan terhadap reaksi kimia
Pori-pori yang terdapat pada batuan sedimen atua batuan beku terisi ole cairan
(fluida), yang merupakan larutan dari gas-gas, garam dan mineral yang
terdapat pada batuan yang bersangkutan. Pada suhu yang tinggi intergranular
ini lebih bersifat uap dan pada cair, dan mempunyai peran yang penting dalam
metamorfisme. Di bawah suhu dan tekanan yang tinggi akan terjadi
pertukaran unsur dari larutan ke mineral-mineral dan sebaliknya. Fungsi
cairan ini sebagai media transport dari larutan ke mineral dan sebaliknya,
sehingga mempercepat proses metamorfisme. Jika tidak ada larutan atau
jumlahnya sedikit sekali, maka metamorfismenya akan berlangsung lambat,
karena perpindahannya akan melalui diffusi antar mineral yang padat.
2. Suhu dan tekanan
Batuan apabila dipanaskan pada suhu tertentu akan membentukmineralmineral baru, yang hasil akhirnya adalah batuan metamorf. Sumber panasnya
berasal dari panas dalam bumi. Batuan dapat terpanaskan oleh timbunan
(burial) atau terobosan dapat juga menimbulkan perubahan tekanan, sehingga
sukar dikatakan metamorfisme hanya disebabkan ole keniakan suhu saja.
Tekanan dalam proses metamorfisme bersifat sebagai stress yang mempunyai
besaran serta arah. Tekstur batuan metamorf memperlihatkan bahwa batuan ini
terbentuk di bawah differensial stress, atau tekanannyatidak sama besar dari
segala arah.
Berbeda dengan batuan beku yang terbentuk melalui lelehan dan di bawah
pengaruh uniform stress, atau mempunyai bersaran yang sama dari semua
arah.

3. Waktu
Untuk mengetahui berapa lama berlangsungnya proses metamorfisme tidaklah
mudah dan sampai saat ini masih belum diketahui bagaimana caranya.
Dalam percobaan di laboratorium memperlihatkan bahwa di bawah tekanan
suhu tinggi serta waktu reasi yang lama akan menghasilkan kristal dengan
ukuran yang besar. Dan dalam kondisi yang sebaliknya dihasilkan kristal yang
kecil. Dengan demikian untuk sementara ini disimpulkan bahwa batuan
berbutir kasar merupakan hasil metamorfisme dalam waktu yang panjang serta
suhu dan tekanan yang tinggi. Sebaliknya yang berbutir halus, waktunya
pendek serta suhu dan tekanan yang rendah.

Batuan metamorf terbentuk akibat perubahan tekanan dan atau temperatur,


dalam keadaan padat serta tanpa merubah komposisi kimia batuan asalnya.

Proses metamorfosa/malihan dipengaruhi oleh komposisi batuan asal dan kondisi


metamorfosis.

4. Tipe-tipe metamorfosis
a) Berdasarkan penyebab/proses utama
Dynamic Metamorphism(metamorfisme dynamo), terjadi akibat pengaruh
tekanan kuat dalam waktu yang lama. Contohnya batu sabak.

Metamorfosa kontak (Thermal Metamorphism), terjadi akibat pengaruh

suhu yang tinggi karena adanya aktifitas magma. Contohnya marmer.


Metamorfosa dinamo-termal (Dynamo-thermal Metamorphism), terjadi

akibat tambahan tekanan dan kenaikan temperatur. Contohnya skis.


b) Berdasarkan setting
Contact Metamorphism
Pyrometamorphism
Regional Metamorphism
Orogenic Metamorphism
Burial Metamorphism
Ocean Floor Metamorphism
Hydrothermal Metamorphism
Fault-Zone Metamorphism
Impact or Shock Metamorphism

5. Fasies dan Seri fasies metamorfosis


Fasies metamorfosis
Sekumpulan batuan yang masingmasing mempunyai paragenesa mineral
tertentu; mempunyai keseimbangan P dan T yang sama. Mineral indikatornya
berupa himpunan mineral yang mencirikan kondisi P & T tertentu.
Seri fasies metamorfosis
Sekumpulan fasies metamorfosis yang mencirikan suatu daerah secara
individu;dalam satu diagram PT ditunjukkan oleh satu kurva atau sekumpulan
kurva yang memperlihatkan batasan dari tipe fasies dan metamorfosis yang
berbeda > akibat adanya gradien geotermalberbeda di daerah terjadinya
metamorfosis.
6. Faktor-Faktor Yang Harus Diperhatikan Dalam Deskripsi Batuan
Metamorf
a) Warna
Warna

batuan

berkaitan

erat

dengan

komposisi

mineral

penyusunnya.mineral penyusun batuan tersebut sangat dipengaruhi oleh


komposisi magma asalnya sehingga dari warna dapat diketahui jenis
magma pembentuknya.

b) Tekstur Batuan
Pengertian tekstur batuan mengacu pada kenampakan butir-butir mineral yang
ada di dalamnya, yang meliputi tingkat kristalisasi, ukuran butir, bentuk butir,
granularitas, dan hubungan antar butir (fabric). Jika warna batuan berhubungan
erat dengan komposisi kimia dan mineralogi, maka tekstur berhubungan dengan
sejarah pembentukan dan keterdapatannya. Tekstur merupakan hasil dari
rangkaian proses sebelum,dan sesudah kristalisasi. Secara umum, tekstur
metamorf terbagi atas tekstur dan tekstur larutan sisa. Tekstur metamorf yaitu :

Lepidoblastik, apabila terdiri dari mineral mineral yang tabular.


Nematoblastik, apabila terdiri dari mineral mineral yang prismatic.
Porfiroblastik, apabila mempunyai tekstur porfiroblastik
Granoblastik, apabila terdiri dari mineral mineral yang
equedimensional (granular) dengan batas batas yang sutured.

Mineral mineralnya mempunyai bentuk anhedral.


Granuloblastik, apabila terdiri dari mineral mineral yang
equedimensional (granular) dengan batas batas yang unsutured.

Mineral mineralnya mempunyai bentuk anhedral.


Relic, apabila tteksturnya berasal dari batuan terdahulu.
Hornfelsik, seperti granoblastik memperlihatkan tekstur mosaic tetapi

tidak menunjukkan orientasi.


Homeoblastik, apabila batuan terdiri dari atas satu tekstur saja.
Heteroblastik, apabila batuan terdiri atas lebih dari satu tekstur.
Granoblastik polygonal
c) Struktur Batuan
Secara umum struktur batuan metamorf terdiri atas :
1. Foliasi
Struktur paralel yang ditimbulkan oleh mineral mineral pipih sebagai
akibat dari proses metamorphosis. Dapat diperlihatkan boleh mineral
mineral prismatic yang menunjukkan orientasi orientasi tertentu.
Dihasilkan oleh proses metamorfisme regional, kataklastik.
2. Non-Foliasi
Struktur yang dibentuk oleh mineral yang equidimensional yang terdiri
dari butiran butiran granular. Dihasilkan oleh proses metamorfisme
kontak.

Struktur struktur yang biasa dikenal pada batuan metamorf adalah :


a) Slaty cleavage : merupakan struktur foliasi planar yang dijumpai sebagai
bibang bidang belah pada batu sabak.
b) Granulose / hornfelsik : struktur yang tidak menunjukkan cleavage,
merupakan bmozaik yang terdiri dari mineral yang equidimensional, hasil
dari metamorphosis thermal
c) Filitik : terlihat rekristalisasi yang lebih kasar dari slaty cleavage, sudah
mulai terjadi pemisahan mineral granular (segregasi) tetapi belum
sempurna, lebih kilap daripada batu sabak.
d) Schistose : struktur akibat perulangan mineral pipih dengan mineral
equigranular, mineralnya pipih orientasi tidak terputus putus.

e) Gneistose : struktur akibat perulangan mineral pipih dengan mineral


equigranular, orientasi mineral pipih terputus putus oleh mineral
granular.
f) Milonitik : berbutir halus, menunjukkan gerusan gerusan akibat
granulation yang kuat.
g) Filonitik : gejala dan kenampakan mirip milonitik, tetapi sudah terjadi
rekristalisasi dan menunjukkan kilap silky.

HASIL PRAKTIKUM
PETROLOGI BATUAN METAMORF

1.
No. Peraga

: 31 Z

Jenis Batuan

: Batuan Metamorf

Deskripsi Batuan
Warna

: Hitam Keputihan

Tekstur

: Granoblastik

Struktur

: Gneisstose

Komposisi Mineral

: Kuarsa 30 %, feldspar 20 %, dan mineral mineral mafic

10%
Deskripsi Komposisi : Komposisi mineral pada batu gniess terdapat mineral
mineral yang resistance

Nama Batuan

: Gneiss

Petrogenesa

: Batuan merupakan hasil metamorfosa regional derajat

tinggi berbutir kasar, mempunyai sifat bended (gneissic)

2.
No. Peraga

: 25 Z

Jenis Batuan

: Batuan Metamorf

Deskripsi Batuan
Warna

: Hijau kehitaman

Tekstur

: Granoblastik

Struktur

: Non Foliasi

Komposisi Mineral

: Mineral Serpentin 40%

Deskripsi Komposisi :Mineral mineral pada batu serpentinit terdiri dari batuan
beku ultrabasa

Nama Batuan

: Serpentinit

Petrogenesa

: Batuan metamorf ini terbentuk akibat larutan aktif (dalam

tahap akhir proses hidrotermal) dengan batuan beku ultrabasa.

3.
No. Peraga

: 10 Z

Jenis Batuan

: Batuan Metamorf

Deskripsi Batuan
Warna

: Putih

Tekstur

: Granoblastik

Struktur

: Non Foliasi

Komposisi Mineral

: Kuasa 40%

Deskripsi Komposisi : Batu metamorf ini terdiri dari mineral mineral kuasa

Nama Batuan

: Kuarsit

Petrogenesa

: Batuan metamorf ini terdiri dari kuarsa yang terbentuk

dari batuan asal batu pasir kuarsa umumnya terjadi pada metamorfisme regional.

4.
No. Peraga

: 18 Z

Jenis Batuan

: Batuan Metamorf

Deskripsi Batuan
Warna

: Putih

Tekstur

: Granoblastik

Struktur

: Non Foliasi

Komposisi Mineral

: Kalsit 30%

Deskripsi Komposisi : Batuan marmer terdiri dari mineral kalsit sebagai mineral
pembentuk utamanya.

Nama Batuan

: Marmer

Petrogenesa

: Batu marmer terbentuk dari kristal kristal kalsit yang

merupakan proses metamorfisme pada batuan gamping. Batuan ini padat, kompak
dan massive dapat terjadi karena metamorfosa kontak atau regional.

5.
No. Peraga

: 33 Z

Jenis Batuan

: Batuan Metamorf

Deskripsi Batuan
Warna

: Hitam

Tekstur

: Lepidoblastik

Struktur

: Filitik

Komposisi Mineral

: Mineral pipih (30%)

Deskripsi Komposisi : Pada batu filit terdapat mineral pipih yang sangat luas

Nama Batuan

: Filit

Petrogenesa

: Batu Filit terbentuk dari derajat metamorfisme lebih tinggi

dari slate, dimana lembar mika sudah cukup besar untuk dapat dilihat secara
megaskopis, memberikan belahan Phylitic berkilap sutra pecahan pecahannya.

BAB II
PEMBAHASAN
Pada praktikum petrologi acara batuan metamorf kali ini, pengamatan
yang dilakukan adalah pengamatan secara megaskopis dengan tujuan untuk
menganalisis kemudian melakukan pemerian nama batuan. Peraga batuan yang
diamati ada lima macam, antara lain:
1. Gneiss
Batu Gneiss pada hasil praktikum memiliki
kenampakan warna hitam keputihan, dengan tekstur
pada batu gneiss ini ialah Gronoblastik, struktur
batuannya gneisstose, dengan komposisi mineral
yang terkandung dalam batu gneiss ini ialah kurasa
(30%), feldspar (20%), dan mineral mineral mafic

(10%). Komposisi mineral pada batu gneiss terdapat mineral mineral yang
resitance. Pada batu gneiss memiliki petrogenesa batuannya merupakan hasil
metamorfosa regional derajat tinggi berbutir kasar mempunyai sifat bended
(gneissic)
Gneiss adalah typical dari jenis batuan metamorf, batuan ini terbentuk pada
saat batuan sediment atau batuan beku yang terpendam pada tempat yang dalam
mengalami tekanan dan temperatur yang tinggi. Hampir dari semua jejak jejak asli
batuan ( termasuk kandungan fosil) dan bentuk bentuk struktur lapisan ( seperti
layering dan ripple marks) menjadi hilang akibat dari mineral-mineral mengalami
proses migrasi dan rekristalisasi. Meskipun batuan ini terubah secara alamiah,
gneiss dapat mengekalkan bukti terjadinya proses geokimia di dalam sejarah
pembentukannya, khususnya pada mineral mineral seperti zircon yang bertolak
belakang dengan proses metamorfosa itu sendiri. Batuan batuan keras yang
berumur tua seperti pada batuan gneiss yang berasal dari bagian barat Greenland,
Isotop atom karbon dari batuan tersebut menunjukkan bahwasannya ada
kehidupan pada masa batuan tersebut terbentuk , yaitu sekitar 4 millyar tahun
yang lalu.

Sifat Fisik
Pada batuan gneiss, kurang dari 50 persen dari mineral mineral menjadi
mempunyai bentuk bentuk penjajaran yang tipis dan terlipat pada lapisan-lapisan.
Kita dapat melihat bahwasannya tidak seperti pada batuan schist yang mempunyai
pensejajaran mineral yang sangat kuat, batuan gneiss tidak retak atau hancur
sepanjang bidang dari pensejajaran mineral tersebut, dan terbentuk urat-urat yang
tebal yang terdiri dari butiran-butiran mineral di dalam batuan tersebut, hal ini
tidak seperti kebanyakan bentuk bentuk perlapisan yang terdapat pada batuan
schist. Dengan proses metamorfosa lebih lanjut batuan gneiss dapat berubah
menjadi magmatite dan akhirnya terkristalisasi secara total menjadi batuan granit.
Pada batuan ini terbentuk goresan goresan yang tersusun dari mineral-mineral
seperti hornblende yang tidak terdapat pada batuan batuan sediment.

Kandungan Mineral
Gneiss terdiri dari gabungan mineral-mineral pipih (mika) dengan mineral bulat
(kuarsa, garnet, silimanit, dan lain-lain). Mineral-mineral utama dari gneiss adalah
quartz, orthose, plagioclase, biotite, muscovite, amphibole, pyroxene. Sedangkan
mineral tambahan seperti apetite, zircon, sphene, grenat, cordierite, sillimanite,
epidote, pyrite, graphite. Gneiss (pengucapan / nas /) adalah umum dan
didistribusikan secara luas jenis batu yang dibentuk oleh bermutu tinggi proses
malihan regional dari formasi yang sudah ada sebelumnya yang semula baik
batuan beku atau batuan sedimen. Batu Gneissic biasanya kasar foliated
menengah dan sebagian besar recrystallized tetapi tidak membawa sejumlah besar
micas, klorit atau mineral platy. Gneisses yang bermetamorfosis batuan atau setara
mereka yang disebut granit gneisses, diorite gneisses, dll Namun, tergantung pada
komposisi mereka, mereka juga mungkin disebut garnet gneiss, biotite gneiss,
albite gneiss, dll Orthogneiss menunjuk sebuah gneiss berasal dari batuan beku
batu, dan paragneiss adalah salah satu dari batuan sedimen. Gneissose digunakan
untuk menggambarkan batu-batu dengan sifat-sifat yang mirip

dengan

gneiss.
Gneiss schist mirip, kecuali bahwa mineral tersebut diatur ke dalam band.
Kadang-kadang sulit untuk membedakan antara gneiss dan schist karena beberapa
gneiss tampaknya memiliki lebih mika daripada yang benar-benar. Hal ini
terutama berlaku dengan perpisahan kaya mika pesawat. Etimologi dari kata
"gneiss" masih diperdebatkan. Beberapa sumber mengatakan itu berasal dari kata
kerja Jerman, Abad Pertengahan gneist (memicu; disebut demikian karena batu
gemerlap) dan telah terjadi dalam bahasa Inggris setidaknya sejak 1757. Sumbersumber lain mengklaim root menjadi istilah pertambangan Saxon tua yang
tampaknya untuk memiliki berarti busuk, busuk, atau mungkin materi tak
berharga
Deskripsi dari komposisi mineralnya antara lain :
a. Mineral kuarsa

Mineral kuarsa dengan warna yang dimiliki yaitu putih mengkilap, kilapnya
vitreous, dan kekerasannya 7, pecahannya conchoidal, belahannya tidak dapat
terlihat dengan jelas,system Kristal yang dimiliki oleh mineral kuarsa yaitu
trigonal atau hexagonal, termasuk kedalam kelompok mineral Silicates ;
Tectosilicates ; Silica group. Quartz adalah paling banyak kedua mineral di Bumi
kerak benua, setelah feldspar. Ini terdiri dari kerangka kontinu SiO

silikon -

oksigen tetrahedra, dengan setiap oksigen yang dibagi antara dua tetrahedra,
memberikan formula keseluruhan SiO 2.Pada suhu dan tekanan permukaan, kuarsa
adalah bentuk paling stabil silikon dioksida. Kuarsa akan tetap stabil sampai
dengan 573 C pada 1 kilobar tekanan.Ketika tekanan meningkat temperatur di
mana kuarsa akan kehilangan stabilitas juga meningkat.

b. Mineral Feldspar
Mineral Feldspar dengan kenampakan warnanya putih, kilapnya vitreous,
kekerasan 6, pecahan dari feldspar tidak sempurna, belahannya yaitu 2/3, system
Kristal yang dimiliki oleh mineral feldspar yaitu monoclinic,

jumlah

prosentasenya

sebesar

pada

andesit

pada

saat

praktikum

diperkirakan

15%.Feldspars (K Al Si 3 O 8 - Na Al Si 3 O 8 - Ca Al 2 Si 2 O 8) adalah kelompok


yang membentuk batu-tectosilicate mineral yang membentuk sebanyak 60% dari
bumi 's kerak. Feldspars mengkristal dari magma dalam kedua intrusif dan
extrusive berapi batu, sebagai vena, dan juga hadir dalam berbagai jenis batuan
metamorf.Rock terbentuk seluruhnya plagioclase feldspar (lihat di bawah) dikenal
sebagai anorthosite.Feldspars juga ditemukan di berbagai jenis batuan sedimen.
c. Mineral Mafic
Mafic digunakan untuk mineral silikat, magma, dan batuan yang relatif tinggi
di unsur yang lebih berat. Istilah ini berasal dari menggunakan MA dari
magnesium dan FIC dari kata Latin untuk besi, tetapi juga mafic magma relatif
kaya akan kalsium dan natrium. Mafic mineral biasanya berwarna gelap dan
memiliki gravitasi spesifik relatif tinggi (lebih besar dari 3.0). Common batumafic membentuk mineral termasuk olivin, pyroxene, amphibole, biotite mika,

dan plagioclase feldspars. Mafic magma biasanya diproduksi di pusat-pusat


penyebaran, dan merupakan bahan yang baru dibedakan dari mantel atas. Mafic
umum meliputi batu basal dan gabbro. (Harap dicatat bahwa beberapa ahli geologi
dengan motif dipertanyakan mengalihkan urutan besi dan magnesium dan muncul
dengan istilah "femag." Istilah ini tidak boleh disamakan dengan Femag, cerdas
yang membosankan-antek dari setan Dr saprolit.) Felsic, di sisi lain, digunakan
untuk mineral silikat, magma, dan batuan yang memiliki persentase lebih rendah
dari unsur-unsur yang lebih berat, dan Sejalan diperkaya dalam unsur-unsur yang
lebih ringan, seperti silika dan oksigen, aluminium, dan kalium. Istilah ini berasal
dari fel untuk feldspar (dalam hal ini kaya potasium varietas) dan SIC, yang
menunjukkan persentase yang lebih tinggi silika. Felsic mineral biasanya ringan
dalam warna dan memiliki gravitasi khusus kurang dari 3.0. Felsic common
mineral termasuk kuarsa, Muscovite mika, dan orthoclase feldspars. Yang paling
umum adalah felsic batu granit, yang mewakili disucikan produk akhir bumi
proses diferensiasi internal. Penting untuk dicatat bahwa ada banyak antara
langkah-langkah dalam proses pemurnian, dan banyak antara magma yang
dihasilkan selama konversi dari mafic ke felsic. Kita sebut magma menengah ini
terkait dengan tahap-tahap "peralihan."

Mafic adalah kata sifat yang

menggambarkan sebuah silikat mineral atau batuan yang kaya akan magnesium
dan besi; istilah diturunkan oleh kontraktor "magnesium" dan "besi". Kebanyakan
mafic mineral berwarna gelap dan kepadatan relatif lebih besar dari 3. Common
batu-mafic membentuk mineral termasuk olivin, pyroxene, amphibole, dan biotite.
Mafic umum meliputi batu basal dan gabbro. Dalam hal kimia, batu-batuan mafic
di sisi lain dari batu felsic spektrum dari batu. Istilah kira-kira sesuai dengan kelas
yang lebih tua batu dasar.

2. Serpentinit
Batu Serpentinit pada hasil praktikum
memiliki kenampakan warna hijau kehitaman,
dengan tekstur pada batu Serpentinit ini ialah
Gronoblastik, struktur batuannya Non-Foliasi,

dengan komposisi mineral yang terkandung dalam batu Serpentinit ini ialah
mineral serpentin(40%).

Komposisi mineral pada batu Serpentinit terdapat

mineral mineral pada batu Serpentinit terdiri dari batuan beku ultra basa. Pada
batu Serpentinit memiliki petrogenesa batuannya merupakan batuan metamorf ini
terbentuk akibat larutan aktif ( dalam tahap akhir proses hidrotermal) dengan
batuan beku ultra basa.
Serpentinite adalah sebuah batu yang terdiri dari satu atau lebih kelompok
serpentine mineral. Mineral dalam kelompok ini dibentuk oleh serpentinization,
sebuah hidrasi dan metamorf transformasi ultramafic batu dari mantel bumi.
Pengubahan ini sangat penting di dasar laut pada batas lempeng tektonik. Ini
adalah batu negara bagian California, Amerika Serikat meskipun Legislatif
California ditetapkan bahwa berbelit-belit adalah "Negara resmi Rock dan
lithologic lambang. Geologis Serpentinization adalah suhu rendah proses malihan
melibatkan panas dan air yang rendah silika mafic dan batu-batuan ultramafic
teroksidasi dan terhidrolisis dengan air ke serpentinite. Peridotite, termasuk
dunite, di dan di dekat dasar laut dan di sabuk gunung diubah menjadi berbelitbelit, brucite, magnetit, dan mineral lainnya - yang langka, seperti awaruite
(Ni3Fe), dan bahkan besi asli. Dalam proses sejumlah besar air diserap ke dalam
batu meningkatkan volume dan menghancurkan struktur. Perubahan densitas 3,32,7 g/cm3 dengan kenaikan volume secara bersamaan sekitar 40%. Reaksi
eksotermik dan jumlah besar energi panas yang dihasilkan dalam proses. Rock
temperatur dapat dibesarkan oleh sekitar 260 oC, menyediakan sumber energi
untuk pembentukan non-vulkanik hidrotermal vents. The magnetit-membentuk
reaksi kimia menghasilkan gas hidrogen. Karbonat dan sulfat berkurang dan
bentuk metana dan hidrogen sulfida. Hidrogen, metan, dan hidrogen sulfida
menyediakan sumber energi bagi mikroorganisme chemotroph laut dalam.
Deskripsi dari komposisi mineralnya antara lain :
a. Mineral Serpentine
Mineral Serpentine adalah pembentukan batu besar mineral dan ditemukan
sebagai konstituen dalam banyak metamorf dan batuan cuaca. Sering warna

banyak dari batu-batu tersebut ke warna hijau dan sebagian besar batu-batu yang
memiliki warna hijau mungkin memiliki berbelit-belit di beberapa jumlah.
Serpentine sebenarnya adalah nama umum diterapkan pada beberapa anggota
kelompok polimorfik. Mineral ini mempunyai kimia dasarnya sama tetapi berbeda
struktur. Struktur Serpentine terdiri dari lapisan silikat tetrahedrons terhubung
menjadi lembaran. Antara lapisan silikat lapisan Mg (OH) 2. Ini Mg (OH) 2
lapisan yang ditemukan dalam mineral brucite dan disebut brucite lapisan.
Bagaimana lapisan brucite stack dengan lapisan silikat merupakan alasan utama
bagi banyak polimorf. Penumpukan tidak sempurna dan memiliki efek menekuk
lapisan. Pada sebagian besar serpentines, silikat lapisan dan lapisan brucite lebih
dicampur dan diproduksi berbelit lembar. Pada varietas asbes yang brucite silikat
lapisan lapisan dan membungkuk ke tabung yang memproduksi serat. Serpentine
dapat menarik batu hijau yang mengambil cat yang bagus dan cocok untuk diukir.
Telah digunakan sebagai pengganti batu giok dan kadang-kadang sulit dibedakan
dari batu giok, sebuah bukti dari keindahan halus bahan berbelit-belit. Nonfiberous berbelit-belit bukan merupakan kepedulian kanker. Serpentines asbes
harus disimpan dalam wadah tertutup jelas, tetapi membuat spesimen yang
menarik. Kadang-kadang dengan warna emas sebagai nama chrysotil di yunani
berarti serat emas.
KARAKTERISTIK FISIK:
* Warna adalah zaitun hijau, kuning atau keemasan, cokelat, atau hitam.
* Luster adalah berminyak, licin atau halus.
* Transparansi kristal bening dan massa yang buram.
* Crystal System adalah variabel, lihat di atas.
* Crystal Kebiasaan: pernah di individu besar kristal, biasanya kompak massa
atau fibrosa. Pembuluh darah berkelok-kelok viberous dapat ditemukan dalam
berbelit besar atau batu-batu lain.
* Pembelahan crysotile varietas telah ada, dalam lizardite dan antigorite itu baik
dalam satu arah.
* Fracture adalah konkoidal di antigorite dan lizardite dan splintery di

crysotiles.
* Kekerasan adalah 3-4,5
* Specific Gravity adalah 2,2-2,6
* Streak putih
* Associated Mineral termasuk kromit, olivin, garnet, kalsit, biotite dan bedak.
* Lain Karakteristik: berkeluk-keluk di kasar memiliki perasaan halus bila
disentuh dan serat yang sangat fleksibel.

3. Kuarsit
Batu

Kuarsit

pada

hasil

praktikum

memiliki kenampakan warna putih, dengan


tekstur

pada

batu

Kuarsit

ini

ialah

Gronoblastik, struktur batuannya Non-Foliasi,


dengan komposisi mineral yang terkandung
dalam batu Kuarsit ini ialah mineral kuarsa.
Komposisi mineral pada batu Kuarsit terdapat mineral mineral kuarsa (40%)
sebagai pembentuk utama batuannya. Pada batu Kuarsit memiliki petrogenesa
batuannya merupakan batuan metamorf ini terdiri dari kuarsa yang terbentuk dari
batuan asal batu psir kuarsa umumnya terjadi pada metamorfisme regional.
Komposisi dari kuarsit adalah kuarsa yang mengalami metamorphose regional,
batuan ini mengalami kristalisasi pda suhu 8000 C dan pada tkanan 5,5
kilobar.Kuarsit terbentuk dari batuan sedimrn yang banyak mengandung mineral
kuarsa seperti graywack, jasper, flint dan lain-lain. Dalam keadaan belum diolah
kuarsit dimanfaatkan sebagai agregat bahan bangunan, sedangkan setelah di olah
dengan persyaratan tertentu dapat dimanfaatkan seperti mineral kuarsa antara lain
untuk pembuatan bata refraktori, bahan abrasiv, industri gelas, kramik dan lainlain. Kuarsit (dari Jerman Quarzit) adalah batuan metamorf yang keras yang
semula batu pasir. Sandstone diubah menjadi kuarsit melalui pemanasan dan
tekanan biasanya berkaitan dengan kompresi tektonik dalam orogenic ikat
pinggang. Kuarsit murni biasanya putih menjadi abu-abu, meskipun quartzites
sering terjadi dalam berbagai nuansa pink dan merah karena jumlah yang

bervariasi oksida besi (Fe2O3). Warna lain, seperti kuning dan oranye, yang
disebabkan

oleh

kotoran

mineral

lainnya.

Ketika

batu

pasir

adalah

bermetamorfosis ke kuarsit, kuarsa individu butir recrystallize bersama dengan


mantan bahan penyemenan untuk membentuk mosaik yang saling kristal kuarsa.
Sebagian besar atau semua asli tekstur dan struktur sedimen dari batu pasir yang
akan terhapus oleh metamorphism. Minor jumlah mantan bahan penyemenan,
oksida besi, karbonat dan tanah liat, sering bermigrasi selama rekristalisasi dan
metamorfosis. Ini menyebabkan coretan dan lensa untuk membentuk dalam
kuarsit. Kuarsit sangat resisten terhadap pelapukan kimia dan sering bentuk dan
tahan puncak bukit pegunungan. Hampir murni kadar silika menyediakan batu
kecil untuk membentuk tanah dari dan oleh karena itu kuarsit punggung sering
telanjang atau hanya ditutupi dengan tanah yang sangat tipis dan sedikit vegetasi.
Kuarsit adalah batu dekoratif dan dapat digunakan untuk menutupi dinding,
seperti atap genteng, sebagai lantai, dan anak tangga. Hancur kuarsit kadangkadang digunakan dalam pembangunan jalan dan rel kereta api pemberat. Kuarsit
kemurnian tinggi digunakan untuk memproduksi ferrosilicon, industri pasir silika,
silikon karbida logam dan silikon.
Deskripsi dari komposisi mineralnya antara lain :
b. Mineral kuarsa
Mineral kuarsa dengan warna yang dimiliki yaitu putih mengkilap, kilapnya
vitreous, dan kekerasannya 7, pecahannya conchoidal, belahannya tidak dapat
terlihat dengan jelas,system Kristal yang dimiliki oleh mineral kuarsa yaitu
trigonal atau hexagonal, termasuk kedalam kelompok mineral Silicates ;
Tectosilicates ; Silica group. Quartz adalah paling banyak kedua mineral di Bumi
kerak benua, setelah feldspar. Ini terdiri dari kerangka kontinu SiO

silikon -

oksigen tetrahedra, dengan setiap oksigen yang dibagi antara dua tetrahedra,
memberikan formula keseluruhan SiO 2.Pada suhu dan tekanan permukaan, kuarsa
adalah bentuk paling stabil silikon dioksida. Kuarsa akan tetap stabil sampai
dengan 573 C pada 1 kilobar tekanan.Ketika tekanan meningkat temperatur di
mana kuarsa akan kehilangan stabilitas juga meningkat.

4. Marmer
Batu

Marmer

pada

hasil

praktikum

memiliki kenampakan warna putih, dengan


tekstur

pada

batu

Marmer

ini

ialah

Gronoblastik, struktur batuannya Non-Foliasi,


dengan komposisi mineral yang terkandung
dalam batu Marmer ini ialah mineral kalsit
(30%). Komposisi mineral pada batu Marmer
ini terdapat mineral mineral kuarsa. Pada batu Marmer memiliki petrogenesa
batuannya merupakan batuan marmer ini terbentuk dari kristal kristal kalsit
yang merupakan proses metamorfisme pada batu gamping. Batuan ini padat,
kompak dan massive, dapat terjadi karena metamorfosa kontak / regional.
Marmer merupakan jenis batuan metamorfosa yang dihasilkan dari
metamorfosa kontak atau regional dari jenis batu gamping. warna asli marmer
adalah putih tapi karena terdapat mineral pengotor yang justru membuat marmer
menjadi menarik. Mineral-mineral pengotor itu antara lain adalah grafit, pyrite,
dan ilmenit. Batuan metamorf ini termasuk tipe metamorf kontak dengan sifat
kimia kalkaris. Beberapa yang dimiliki oleh marmer ini antara lain wananya putih
tulang sampai kekuning kuningan tanpa adanya bintik bintik. Dibawah
mikroskop dengan pembesaran 15 kali terdapat campuran warna warni mineral
asesoris. Komposisi utamanya adalah kalsit (CaCO3) dengan sedikit kuarsa dan
pirit serta gravit sehingga variasi warna marmer sangat ditentikan oleh adanya
mineral asesorisnya. Tempat terbentuknya di daerah Italia, turki, Amerika Serikat,
dan Cekoslovakia. Di Indonesia banyak dijumpai disemua pegunungan kapur
tulungagung, Blitar, trenggalek, Ponorogo, Malang Selatan, dan Padalarang (jawa
barata). Kegunaan marmer adalah sebagai bahan bangunan, serta sebagai sumber
hara kalsium dan magnesium. Marmer adalah batuan metamorf non foliated
dihasilkan dari metamorphism kapur, sebagian besar terdiri dari kalsit (suatu
bentuk kristal kalsium karbonat, CaCO3). Hal ini secara luas digunakan untuk
patung, sebagai bahan bangunan, dan dalam banyak aplikasi lain.

Marmer adalah batuan metamorf yang dihasilkan dari regional atau, jarang,
hubungi metamorphism dari batuan sedimen karbonat (baik batu kapur atau
dolomit) atau yang lebih tua metamorphism dari marmer. Proses malihan ini
menyebabkan rekristalisasi lengkap dari batu asli menjadi mosaik yang saling
kalsit, aragonite dan / atau dolomit kristal. Suhu dan tekanan yang diperlukan
untuk membentuk marmer biasanya menghancurkan setiap fosil dan tekstur
sedimen hadir di batu asli.

Marmer putih adalah hasil yang sangat murni

metamorphism kapur. Karakteristik swirls dan vena dari banyak varietas marmer
berwarna biasanya disebabkan oleh berbagai mineral kotoran seperti tanah liat,
lumpur, pasir, besi oksida, atau certa yang awalnya hadir sebagai biji-bijian atau
lapisan dalam batu kapur. Warna hijau sering disebabkan oleh berbelit-belit yang
dihasilkan dari batu kapur magnesium awalnya tinggi atau silika dolostone dengan
kotoran. Berbagai kotoran telah dimobilisasi dan recrystallized oleh tekanan dan
panas dari metamorphism. Marmer putih itu berharga untuk penggunaannya di
patung sejak zaman klasik. Preferensi ini harus dilakukan dengan kelembutan dan
relatif isotropy dan homogenitas, dan relatif tahan terhadap pecah. Juga,
rendahnya indeks bias kalsit memungkinkan cahaya untuk menembus beberapa
milimeter ke dalam batu sebelum tersebar ke luar, sehingga karakteristik "lilin"
pandangan yang memberikan "kehidupan" kepada patung-patung marmer tubuh
manusia. Tidak berwarna atau berwarna terang kelereng sumber yang sangat
murni kalsium karbonat, yang digunakan dalam berbagai industri. Tanah halus
marmer atau kalsium karbonat bubuk adalah komponen kertas, dan produkproduk konsumen seperti pasta gigi, plastik, dan cat. Ground kalsium karbonat
dapat dibuat dari batu kapur, kapur, dan marmer; sekitar tiga-perempat dari
kalsium karbonat tanah di seluruh dunia adalah terbuat dari marmer. Tanah
kalsium karbonat digunakan sebagai lapisan pigmen untuk kertas karena
kecerahan yang tinggi dan sebagai pengisi kertas karena memperkuat lembaran
dan menanamkan kecerahan tinggi. Tanah kalsium karbonat digunakan dalam
produk konsumen seperti bahan tambahan makanan, dalam pasta gigi, dan sebagai
pengisi inert dalam bentuk pil. Digunakan dalam plastik karena menanamkan
kekakuan, dampak kekuatan, stabilitas dimensi, dan konduktivitas termal.
Digunakan dalam cat karena pengisi yang baik dan professional, memiliki

kecerahan tinggi, dan tahan cuaca. Namun, pertumbuhan permintaan kalsium


karbonat tanah dalam dekade terakhir ini kebanyakan karena pigmen dalam
lapisan kertas. Kalsium karbonat juga dapat dikurangi di bawah panas tinggi
kalsium oksida (juga dikenal sebagai "jeruk nipis"), yang memiliki banyak
aplikasi termasuk menjadi komponen utama dari banyak bentuk semen. Marmer
yang telah dipoles sangat baik untuk didnding maupun lantai, selain itu juga dapat
dibuat sebagai barang hiasan seperti patung ataupun meja.
Deskripsi dari komposisi mineralnya antara lain :
a. Kalsit
Kalsit adalah mineral mineral karbonat. Kalsit berkomposisi CaCO3,
merupakan bahan utama batu gamping. Dapat terjadi dari penguapan langsung air
laut atau melalui binatang, dipisahkan dari air laut, untuk membuat cangkang atau
rumahnya. Kristalnya tidak berwarna, transparant, atau putih. Didalam batu
gamping sering mengandung pengotoran menjadikan batu gamping berwarna abu
abu atau coklat. Jika kalsit bereaksi dengan larutan magnesium karbonat dalam
air laut atau air tanah menjadi dolomit (CaMg karbonat). Kalsit mempunyai tiga
bidang belah yang tidak saling tegak lurus dan kekerasannya 3 dalam skala mohs.

5. Filit
Batu Filit pada hasil praktikum memiliki
kenampakan warna hitam, dengan tekstur pada
batu Marmer ini ialah Lepidoblastik, struktur
batuannya Filitik, dengan komposisi mineral
yang terkandung dalam batu Filit ini ialah
mineral pipih (30%). Komposisi mineral pada
batu Filit ini terdapat mineral mineral pipih yang sangat luas. Pada batu Filit
memiliki petrogenesa batuannya merupakan batu Filit terbebtuk dari derajat
metamorfisme lebih tinggi dari slate, dimana lembar mika sudah cukup besar

untuk dapat dilihat secara megaskopis, memberikan belahan phylitic, berkilap


sutra pecahan pecahannya.
Nama batuan metamorf ini adalah Phyllite yang termasuk tipe batuan
metamorf secara regional dengan sifat kimia pelitik. Komposisi mineral yang
terkandung di dalamnya berupa kuarsa, serisit, mika, khlorit, albit, grafit dan
kadang kadang dijumpai adanya garnet dan khloritoid. Warna batuan metamorf
tersebut pada umumnya terang, kelabu perak dan kadang kadang kehijau
hijauan. Pada umumnya banyak di jumpai dipegunungan Alpen, Skotlandia,
Inggris, Belgia, Australia, Jerman, Cekoslavia, Irlandia Utara. Untuk di daerah
Indonesia batuan metamorf ini belu banyak diketahui dan di perkirakan terdapat
banyak di daerah Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan
maupun Kalimantan Timur serta hampir semua pulau irian jaya. Kegunaan dari
batuan metamorf ini sebagian besar untuk perhiasan dan bahan bangunan berupa
bahan lantai dan dinding. Phyllite adalah jenis batuan metamorf foliated terutama
terdiri dari kuarsa, sericite mika, dan klorit; batu mewakili gradasi di tingkat
metamorphism antara batu tulis dan mika schist. Menit kristal grafit, sericite, atau
menanamkan klorit sutra, kadang-kadang kilau keemasan ke permukaan belahan
dada (atau schistosity). Phyllite terbentuk dari metamorphism terus dari batu tulis.
The protolith (atau orangtua batu) untuk phyllite adalah sebuah batu tulis.
Konstituennya mineral platy lebih besar daripada yang ada di batu tulis tetapi
tidak terlihat dengan mata telanjang. Phyllites dikatakan memiliki "phyllitic
tekstur" dan biasanya diklasifikasikan sebagai memiliki nilai rendah di daerah
fasies metamorf. Phyllite memiliki fissility baik (kecenderungan untuk membagi
menjadi lembaran) dan akan terbentuk di bawah kondisi metamorf derajat rendah.
Biasanya Phyllites hitam atau abu-abu. Yang foliation umumnya berkerut atau
bergelombang dalam penampilan.
Deskripsi dari komposisi mineralnya antara lain :
a. Mineral Pipih
Mineral kecil, berwarna hitam mengkilat. Kelompok ini mudah dikenali
dengan bidang belah yang searah dan mudah dibelah. Dua macam mika yang

sering dijumpai dalam batuan adalah biotit K(Mg, Fe)3(Si3Al)O10(OH)2 dan


muscovit Kal2(Si3Al)O10(OH)2. Biotit berwarna coklattua sampai hitam yang
disebabkan oleh adanya unsur besi (Fe) didalamnya, sedangkan muscovit bening
(tdak berwarna) muscoviy berasal dari kata muscovy yang merupakan istilah lama
untuk Rusia. Dahulu Rusia terkenal sebagai penghasil lembaran lembaran
muscovit yang lebar, dapat dipergunakan sebagai kaca jendela.