Anda di halaman 1dari 23

KESEHATAN REPRODUKSI

WANITA USIA LANJUT

TIM PKNM KELOMPOK 20 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIV. BRAWIJAYA

MENOPAUSE
DEFINISI :
Menopause merupakan suatu keadaan yang secara alamiah pasti terjadi pada setiap wanita
sehingga sesungguhnya tidak ada yang perlu dikuatirkan mengenai keadaan ini.
Perimenopause dimulai biasanya saat umur sekitar 40 tahunan tetapi dapat juga mulai lebih
awal. Selama 2 tahun terakhir menjelang menopause; saat inilah biasanya para wanita
mengalami banyak keluhan yang disebut PERIMENOPAUSE SYNDROME.
Masa perimenopause berakhir setelah seorang wanita tidak mendapatkan menstruasi selama 12
bulan berturut-turut. Selanjutnya, wanita tersebut mengalami menopause. Hot flashes; perasaan
panas, terkadang merah, hanya pada tubuh bagian atas, Gangguan tidur (insomnia),
Perubahan hasrat-respon seksual, Mengalami masalah ingatan dan konsentrasi karena
kurangnya tidur atau level estrogen yang naik-turun, Lebih sering mengalami serangan sakit
kepala, Sering berdebar-debar tanpa alasan yang jelas, Merasakan gatal pada seluruh tubuh.
Pengobatan : Sebenarnya, menopause adalah keadaan normal dan fisiologis yang sesuai
dengan siklus alam/ kodrati sehingga tidak membutuhkan pengobatan yang serius. Tetapi
beberapa keluhan memang memerlukan intervensi demi tetap terciptanya kualitas hidup yang
baik; seperti bila sudah muncul keluhan gangguan tidur, perubahan mood yang tiba-tiba, hotflashes dan rasa nyeri.

TIM PKNM KELOMPOK 20 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIV. BRAWIJAYA

MENOPAUSE
haid tdk teratur

rasa panas

gejala
menopause

sering
pusing

TIM PKNM KELOMPOK 20 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIV. BRAWIJAYA

gairah seks
menurun

Semburan panas
( hot flush)
Kekeringan vagina
/ Masalah saluran
air seni

Masalah
Psychologis
Pelupa

Berat Badan

Kenakan pakaian yang terbuat dari katun.


Bila ada merasakan datangnya serangan hot flash, minumlah segelas air dingin
gunakan kompres dingin
Kurangi makanan atau minuman yang mengandung kafein dan atau alkohol
Hindari makanan pedas dan minuman panas
Hindari tembakau, asupan vitamin E setiap hari

Gunakan krim vagina atau pelumas


Banyak minum air dan sering buang air kecil
Lakukan kegel exercise
Komunikasi dengan pasangan secara terbuka mengenai keluhan anda dan mintalah dukungan darinya.
Bergabunglah atau buatlah kelompok wanita menopause untuk berbagi.
Temuilah dan mintalah dukungan dari teman sekerja yang juga mempunyai pengalaman yang sama
Temuilah konsultan yang kompeten

buat catatan, penanda waktu/alarm


Mintalah orang lain untuk mengingatkan anda.

Olah raga aerobik 3x/minggu selama 30mnt


Sedapat mungkin gunakan tangga dan hindari lift atau eskalator
Kurangi asupan lemak dan kalori

TIM PKNM KELOMPOK 20 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIV. BRAWIJAYA

Cara Mengatasi Masalah

Hot
Flushes

kekeringan
vagina

pelupa

TIM PKNM KELOMPOK 20 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIV. BRAWIJAYA

masalah
psikologis

berat
badan

KANKER SERVIKS
Serviks merupakan bagian dari uterus tetapi struktur dan fungsinya berbeda dengan korpus uteri. Pada
kehidupan dewasa panjang serviks 2,5 cm dan membentuk sepertiga panjang seluruh uterus. Karsinoma serviks
merupakan keganasan yang paling banyak dijumpai pada wanita dengan perkembangan keganasan berjalan sangat
lambat dan mempunyai waktu fase laten panjang (1015 tahun), tetapi ironisnya sebagian besar penderita datang
dalam stadium lanjut karena lokalisasinya yang menyebabkan wanita segan untuk memeriksakan diri di awal gejala.
Kanker leher rahim biasanya terjadi pada usia antara 30 sampai 60 tahun bahkan sekarang cenderung makin muda.
Penyebab :
1. Perkawinan dalam usia muda (terutama usia sangat muda < 16 tahun). Menikah pada usia kurang 20 tahun
dianggap terlalu muda untuk melakukan hubungan seksual dan berisiko terkena kanker leher rahim 10-12 kali
lebih besar daripada mereka yang menikah pada usia > 20 tahun. wanita yang menjalin hubungan seks pada usia
remaja, paling rawan bila dilakukan di bawah usia 16 tahun. Hal ini berkaitan dengan kematangan sel-sel mukosa.
2. Usia > 35 tahun mempunyai risiko tinggi terhadap kanker leher rahim. Semakin tua usia seseorang, maka
semakin meningkat risiko terjadinya kanker laher rahim.
3. Multipartner (kawin usia muda yang kemudian bercerai dan selanjutnya kawin kembali)
4. Penggunaan antiseptik. Kebiasaan pencucian vagina dengan menggunakan obat-obatan antiseptik
5. Wanita yang merokok.
6. Riwayat penyakit kelamin seperti kutil genitalia
7. Penggunaan kontrasepsi oral dalam jangka waktu lama. Penggunaan kontrasepsi oral yang dipakai dalam jangka
lama yaitu lebih dari 4 tahun dapat meningkatkan risiko kanker leher rahim 1,5-2,5 kali.
8. Infeksi leher rahim
9. Keadaan gizi yang buruk
10. Banyak dijumpai pada kondisi sosial-ekonomi rendah
11. Higiene hubungan seksual kurang
12. Paritas tinggi (jumlah kelahiran terlalu banyak dengan jarak yang pendek)
13.

TIM PKNM KELOMPOK 20 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIV. BRAWIJAYA

TIM PKNM KELOMPOK 20 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIV. BRAWIJAYA

GEJALA / TANDA KLINIS


Gejala klinis kanker leher rahim meliputi keputihan yang sulit sembuh dan disertai bau, terdapat kontak berdarah,
serta kemungkinan terdapat rasa sakit saaat hubungan seksual (dispareunia). Pada stadium dini keadaan umum
penderita masih baik, tetapi pada stadium lanjut keadaan umum dapat mengalami penurunan kesehatan. Penderita
akan tampak pucat, kurus, nafsu makan menurun, mengeluarkan keputihan disertai darah terus-menerus,
keputihan dapat bercampur darah dan berbau, perut bagian bawah terasa sesak disertai nyeri, tungkai bagian
bawah dapat bengkak karena bendungan pada pembuluh darah balik di kaki.
DIAGNOSIS KANKER SERVIKS

Pengambilan Pap smear berkala (usia 35-40 tahun setiap tahun sekali, usia 40-50 tahun setiap enam bulan).
Pengambilan biopsi terarah.
Melakukan mikrokuretase intraservikal (kuret kecil pada leher rahim).
Pemeriksaan dengan kolposkopi.

Dengan dilakukan diagnosis lebih dini, maka diharapkan sebagian besar kesembuhan dapat dijamin. Pemeriksaan
pascapersalinan (masa puerperium) yaitu sekitar hari ke-42 (6 minggu) sangat dianjurkan karena perlukaan serviks
(porsio uteri) setelah persalinan dapat menjadi titik awal degenerasi ganas mulut rahim.

TIM PKNM KELOMPOK 20 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIV. BRAWIJAYA

PENYEBAB KANKER SERVIKS

menikah usia
dini

usia wanita > 35


th

multipartner

perokok

paritas tinggi

sosek
rendah/gizi
buruk

riwayat PMS

KB oral

TIM PKNM KELOMPOK 20 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIV. BRAWIJAYA

PENATALAKSANAAN KANKER SERVIKS


1. Pembedahan
Pada karsinoma in situ (kanker yang terbatas pada lapisan serviks paling luar), seluruh kanker
sering kali dapat diangkat dengan bantuan pisau bedah ataupun melalui LEEP (loop electrosurgical
excision procedure) atau konisasi.
2. Terapi penyinaran (radioterapi)
Terapi radiasi bertujuan untuk merusak sel tumor pada serviks serta mematikan parametrial dan
nodus limpa pada pelvik. Kanker serviks stadium II B, III, IV sebaiknya diobati dengan radiasi.
3. Kemoterapi
Kemoterapi adalah penatalaksanaan kanker dengan pemberian obat melalui infus, tablet, atau
intramuskuler. Obat kemoterapi digunakan utamanya untuk membunuh sel kanker dan
menghambat perkembangan-nya. Tujuan pengobatan kemoterapi tegantung pada jenis kanker dan
fasenya saat didiagnosis.

TIM PKNM KELOMPOK 20 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIV. BRAWIJAYA

GEJALA

keputihan

dispareuni
/ sakit
post
koitus

TIM PKNM KELOMPOK 20 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIV. BRAWIJAYA

nafsu
makan
menurun

wajah
pucat

TIM PKNM KELOMPOK 20 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIV. BRAWIJAYA

PEMERIKSAAN
PAP Smear

kolposkopi

mikrokuretase

biopsi terarah

TINDAKAN MEDIS

TIM PKNM KELOMPOK 20 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIV. BRAWIJAYA

KANKER PAYUDARA
Kanker payudara merupakan tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker
dapat tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak, maupun jaringan ikat pada
payudara. Kanker payudara sering ditemukan di seluruh dunia dengan insiden relatif tinggi, yaitu
20% dari seluruh keganasan
Sampai saat ini, penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti. Penyebab kanker
payudara termasuk multifaktorial, yaitu banyak faktor yang terkait satu dengan yang lain. Beberapa
faktor yang diperkirakan mempunyai pengaruh besar dalam terjadinya kanker payudara adalah
riwayat keluarga, hormonal, dan faktor lain yang bersifat eksogen (Soetrisno, 1988).
Faktor Risiko :
1. Faktor genetik
Faktor genetic berpengaruh dalam peningkatan terjadinya kanker payudara.
2. Hormon
Kelebihan hormone estrogen endogen atau lebih tepatnya terjadi ketidakseimbangan hormone
terlihat sangat jelas pada kanker payudara.
3. Faktor lingkungan dan gaya hidup
Pengaruh lingkungan diduga karena berbagai faktor antara lain: alcohol, diet tinggi lemak, dan
infeksi virus. Hal tersebut mungkin mempengaruhi onkogen supresi tumor dari kanker payudara.

TIM PKNM KELOMPOK 20 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIV. BRAWIJAYA

KANKER PAYUDARA

TIM PKNM KELOMPOK 20 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIV. BRAWIJAYA

GEJALA KLINIS
Pada stadium awal tIdak ada keluhan sama sekali hanya seperti fribroadenoma atau penyakit fribrokistik yang
kecil saja,bentuk tidak teratur,batas tidak tegas, permukaan tidak rata, konsistensi pada keras. Kanker
payudara mayoritas terjadi pada kuadran atas terluar. Umumnya lesi tidak terasa nyeri, terfiksasi dan keras
dengan batas yang tidak teratur, keluhan nyeri yang menyebar pada payudara dan nyeri tekan yang terjadi
pada saat menstruasi biasanya berhubungan dengan penyakit payudara jinak. Namun nyeri yang jelas pada
bagian yang ditunjuk dapat berhubungan dengan kanker payudara pada kasus yang lebih lanjut. Beberapa
gejala klinis :

a. Benjolan
Adanya benjolan pada payudara yang dapat diraba dengan tangan. Semakin lama benjolan tersebut
semakin mengeras dan bentuknya tidak beraturan.
b. Perubahan kulit pada payudara Kulit tertarik (skin dimpling), Benjolan yang dapat dilihat (visible
lump), Gambaran kulit jeruk (peu dorange), Eritema, Ulkus
c. Kelainan pada putting Puting tertarik (nipple retraction), Eksema, Cairan pada puting (nipple
discharge)

TIM PKNM KELOMPOK 20 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIV. BRAWIJAYA

FAKTOR RISIKO

Faktor
genetik

hormon

gaya hidup

GEJALA KLINIS
Benjolan
Adanya benjolan pada payudara yang
dapat diraba dengan tangan.

Perubahan kulit pada payudara

Kelainan pada putting

TIM PKNM KELOMPOK 20 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIV. BRAWIJAYA

Pemeriksaan payudara Sendiri (Teknik Sadari)


Pemeriksaan SADARI sebaiknya dilakukan mulai usia remaja. Dilakukan sebulan sekali, pada hari ke-7
sampai hari ke-10 dihitung dari hari pertama haid. Bila wanita telah menopause, SADARI dilakukan pada
tanggal yang sama setiap bulan, misalnya tanggal 10.

TIM PKNM KELOMPOK 20 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIV. BRAWIJAYA

PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI

TIM PKNM KELOMPOK 20 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIV. BRAWIJAYA

PEMERIKSAAN PAYUDARA

Mammografi
Wanita usia 40 tahun atau lebih sebaiknya menjalani pemeriksaan mammografi sekali setahun selama mereka
dalam kondisi sehat.
Mammografi adalah pemeriksaan payudara menggunakan sinar X yang dapat memperlihatkan kelainan pada
payudara dalam bentuk terkecil yaitu mikrokalsifikasi. Dengan mammografi, kanker payudara dapat dideteksi
dengan akurasi sampai 90%.
Ultrasonografi (USG)
USG payudara adalah pemeriksaan payudara menggunakan gelombang suara. USG dapat membedakan
benjolan berupa tumor padat atau kista. USG biasa digunakan untuk mengevaluasi masalah payudara yang
tampak pada mammogram dan lebih direkomendasikan pada wanita usia muda (di bawah 30 tahun).
Magnetic Resonance Imaging (MRI)
Untuk wanita dengan risiko tinggi kanker payudara, pemeriksaan MRI direkomendasikan bersama dengan
mammografi tahunan. MRI menggunakan magnet dan gelombang radio untuk memproduksi gambar irisan
tubuh.
PET Scan
Ini adalah pemeriksaan terbaru yang dapat menggambarkan anatomi dan metabolisme sel kanker.
Biopsi tanpa pembedahan (Fine Needle Aspiration Biopsy atau Core Biopsy).
Biopsi adalah pengambilan sampel jaringan yang akan diperiksa oleh dokter ahli Patologi Anatomi. Jaringan
akan dilihat di bawah mikroskop sehingga dapat ditentukan ada tidaknya sel kanker.

TIM PKNM KELOMPOK 20 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIV. BRAWIJAYA

PEMERIKSAAN KANKER PAYUDARA

Mammografi

PET Scan

TIM PKNM KELOMPOK 20 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIV. BRAWIJAYA

Ultrasonografi (USG)

Magnetic Resonance
Imaging (MRI)

Biopsi tanpa pembedahan (Fine Needle


Aspiration Biopsy atau Core Biopsy).

Penatalaksanaan
a. Terapi bedah/Mastektomi
Pasien yang pada awal terapi termasuk stadium 0, I, II dan sebagian stadium III disebut kanker
mammae operable.
b. Radiasi
Penyinaran/radiasi adalah proses penyinaran pada daerah yang terkena kanker dengan
menggunakan sinar X dan sinar gamma yang bertujuan membunuh sel kanker yang masih
tersisa di payudara setelah operasi.
c. Kemoterapi
Kemoterapi adalah proses pemberian obat-obatan anti kanker dalam bentuk pil cair atau kapsul
atau melalui infus yang bertujuan membunuh sel kanker.
d. Terapi hormonal
Terapi hormonal diberikan jika penyakit telah sistemik berupa metastasis jauh, biasanya
diberikan secara paliatif sebelum khemoterapi karena efek terapinya lebih lama.

TIM PKNM KELOMPOK 20 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIV. BRAWIJAYA

TINDAKAN MEDIS

Terapi
bedah/
Mastektomi

TIM PKNM KELOMPOK 20 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIV. BRAWIJAYA

Radiasi

Kemoterapi

Terapi
hormonal

Anda mungkin juga menyukai