Anda di halaman 1dari 6

Arang Aktif Sekam Padi dan Batang Tebu Sebagai

Adsorben
Wawan Setiyawan

1113096000017

Jurusan Kimia 2013 A, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta
Jl. Ir. H. Juanda No 95 Ciputat 15412 Tangsel

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik arang sekam padi dan batang
tebu sebagai adsoerben. Arang sekam padi di aktifasi secara kimia melalui penambahan asam
sulfat, garam NaCl dan basa NaOH. Masing masing menggunakan kosentrasi 0,5 Molar.
Proses di aktifasi sambil di panskan tanpa pengadukan, yang bertujuan untuk larutan menyerap
semua ke dalam arang sehinga proses aktifasi berjalan baik. Pemanasan menggunakan suhu
105oC, dan di cuci dengan aquadest. Kemudian di uji dengan FeCl3 dan Bromtimol Blue. Hasil
menunjukan bahwa aktifasi dengan asam sulfat lebih baik dibandingkan dengan basa ataupun
garam, hal tersebut di tunjukan dengan diserapnya warna kuning pada FeCl3 dan menyerapnya
warna biru di bromtimol blue. Perlakuan sama dengan menggunakan batang tebu, namun
penyerapan pada batang tebu lebih baik dibandingkan sekam padi, karena bobot arang batang
tebu lebih ringan dibandingkan sekam padi, hal ini yang menyeabkan luas permukaan
penyerapan batang tebu lebih besar, sehingga membeningkan suatu larutan lebih cepat.
Kata kunci : sekam padi, batang tebu, FeCl3, bromtimol blue, adsorbansi

Pendahuluan
Definisi arang aktif ( activated
carbon ) berdasarkan pada pola strukturnya
adalah suatu bahan yang berupa karbon
amorf yang sebagian besar terdiri dari
karbon bebas serta memiliki permukaan
dalam sehingga memiliki daya serap yang
tinggi. Bahan baku untuk pembuatan arang

aktif adalah segala jenis bahan organik


padat yang mengandung karbon terutama
bahan yang berpori. Aktivasi arang
menggunakan uap air atau bahan kimia
akan menghasilkan arang aktif yang
mempunyai luas permukaan dan jumlah
pori yang sangat banyak (Baker et
al.,1997).

Menurut Pari (1996), arang aktif


adalah karbon yang mampu mengadsorbsi
anion, kation, dan molekul dalam bentuk
senyawa organic dan anorganik, baik
sebagai larutan maupun gas, serta
mempunyai sifat penyerapan yang selektif,
yaitu lebih menyukai bahan-bahan non
polar dari pada bahan polar. Arang dari
sekam padi cukup baik untuk di jadikan
adsorben, karena sekam padi mengandung
komponen-komponen
kimia
seperti
selulosa, hemiselulosa, dan lignin.
Terdapatnya selulosa dan hemiselulosa
menjadikan sekam padi berpotensi untuk
digunakan sebagai bahan penyerap. Sekam
padi merupakan lapisan keras yang
membungkus kariopsois butir gabah. Pada
penggilingan gabah, sekam akan terpisah
dari butir beras dan menjadi bahan sisa atau
limbah
penggilingan.dari
proses
penggilingan biasanya akan didapatkan
16,3-28% sekam (Balai Penelitian Pasca
Panen Pertanian, 2001). Sekam padi hanya
di gunakan untuk membungkus atau
melindungi telur, yang day jualnya rendah.
Begitu pula batang tebu, limbah batang tebu
hanya di gunakan untuk proses pembakaran
saat pembuatan gula. Jika sekam padi dan
batang tebu bisa di mn=anfaatkan mejadi
arang aktif, maka limbah tersebut
mempunyai day jual yang tinggi.

Metode penelitian
1. Alat dan Bahan
Alat
Alat yang digunakan yaitu Kaleng
pembakar, Kertas Saring, Gelas kimia,
Ayakan, Erlenmeyer, Cutter/pisau, Ukur
10 ml dan 100 ml, Hot Plate/ Stirrer, Pipet
Tetes, Kaca arloji Buret, Lumpang dan
Alu,
Statif,
Termometer,
Batang
Pengaduk, Spatula, Cawan Petri,
Stopwatch, Corong Kaca, Neraca o-hauss
dan Ring

Bahan
Bahan yang diunakan yaitu Sekam padi,
Batang tebu, NaCl (aq) 0,5 M, H2SO4 (aq)
0,5 M, NaOH (aq) 0,5 M, Aquades dan
FeCl3(aq) 0,05

2. Cara Kerja
Disediakan sekam padi beserta alat dan
bahan yang diperlukan. kemudian dibakar
sekam padi di dalam kaleng yang telah di
lubangi bagian bawahnya. Kemudian
dihaluskan arang yang terbentuk, lalu
saring dengan menggunakan ayakan
(penyaring). Diambil bagian yang
halusnya dan di timbang 20 gram. Setelah
di timbang 20 gram, arang diaktivasi.
Aktivasi
yang
dilakukan
adalah
aktivasi
kimia
dengan
mengggunakan larutan H2SO4 0,5 M
sebanyak 100 ml. dipanaskan hasil
campuran dengan menggunakan hot plate,
tanpa di aduk. Panaskan selama 3 jam
dengan suhu 1000C, atau hingga arang
sudah mencapai dasar semua. Setelah
selesai aktivasi, dicuci dengan air hingga
filtrat tak berwarna dan disaring dengan
menggunakan kertas saring. Arang aktif
dikeringkan dengan cara di jemur di atas
terik matahari, atau di oven dengan suhu
sedang ( 600C) selama 3 jam, setelah itu
baru memanaskan dengan suhu tingggi
(1050C) hingga kering sempurna. Setelah
dikeringkan, dilakukan pengujian arang
aktif dengan FeCl3 0,05M dan
dibandingkan dengan arang yang belum
diaktifasi Dilakukan prosedur dari awal
dengan aktivasinya menggunakan NaCl
0,5 M dan NaOH 0,5 M

Hasil pengamatan
Berat cawan kosong = 46,2916 gram
Berat arang halus

= 20,0142 gram

tanpa di aktifasi, arang batang tebu di


aktifasi dengan asam sulfat, arang sekam
padi aktifasi dengan asam sulfat.
H2SO4

Berbagai macam arang aktif dari


pengaktifan menggunkan asam, basa,
garam, hingga arang aktif menggunakan
batang tebu

Proses adsorbansi FeCl3 dengan arang


sekam padi metode asam

Proses adsorbansi dengan menggunakan


FeCl3, dari kanan ke kiri. Sekam padi di
aktifasi dengan asam sulfat, dengan garam
NaCl, dengan basa NaOH, arang tanpa di
aktifasi, arang batang tebu di aktifasi
dengan asam sulfat, arang sekam padi
aktifasi dengan asam sulfat.
Proses adsorbansi BB dengan arang sekam
padi metode asam

Proses adsorbansi dengan menggunakan


bromtimol blue, dari kanan ke kiri. Sekam
padi di aktifasi dengan asam sulfat, dengan
garam NaCl, dengan basa NaOH, arang

NaCl

Proses adsorbansi BB dengan arang sekam


padi metode garam

Proses adsorbansi BB dengan arang sekam


padi metode basa NaOH

Proses adsorbansi FeCl3 dengan arang


sekam padi metode basa NaOH
Tanpa Aktifasi

Proses adsorbansi FeCl3 dengan arang


sekam padi metode garam
NaOH

Proses adsorbansi BB dengan arang sekam


padi tanpa aktifasi

Proses adsorbansi FeCl3 dengan arang


sekam padi tanpa aktifasi
Batang Tebu

Proses adsorbansi FeCl3 dengan arang


sekam padi metode asam

Proses adsorbansi BB dengan arang sekam


padi metode asam

Pembahasan
Arang aktif merupakan arang yang
mempunyai daya serap lebih tinggi
dibandingkan arang biasa. daya serap yang
tinggi di pengaruhi oleh luas permukaan
pori-pori arang yang besar. Setiap arang
mempunyai daya serap yang berbeda-beda
tergantung kandungan dari arang tersebut.
Arang dari Sekam padi dan batang tebu
merupakan arang yang mengandung
selulosa, hemiselulosa, dan lignin.
Terdapatnya selulosa dan hemiselulosa
pada arang, menjadikan arang berpotensi

untuk digunakan sebagai bahan penyerap


yang baik. Selain kandungannya, proses
adsorbansi suatu arang di pengaruhi oleh
cara mengaktifasi. Aktifasi bisa di lakukan
dengan cara kimia dan fisika. Dengan cara
fisika, arang di panaskan di suhu 800 oC
1000 oC, jika pengaktifasian dengan cara
kimia, arang dicampurkan dengan asam,
basa, hingga netral.
Pada praktikum kali ini, dicoba
pengaktifasian dengan cara kimia. Hal
pertama yang dilakukan adalah dengan
mencampurkannya dengan asam sulfat.
Campuran arang dan asam kuat dipanaskan
diatas hotplate dengan suhu 105oC selama 3
jam, jangan diaduk dibiarkan arang
tenggelam semua, karena jika arang sudah
tenggelam semua, maka arang sudah selesai
diaktifasi. Arang dicuci dan diuji dengan
menggunakan FeCl3 dan bromtimol blue
atau BB. Saat di uji, arang sekam padi yang
diaktifasi menggunakan asam sulfat lebih
baik dibandingkan dengan pengaktifasian
basa dan garam. Hal tersebut ditunjukan
dengan terserapnya warna kuning pada
FeCl3 dan terserapnya warna biru pada
bromtimol blue. Semua arang mampu
menyerap warna pada FeCl3 maupun pada
bromtimol blue, namun kecepatan
penyerapan asam lebih cepat. Kurang dari
24 jam, campuran arang akif asam, sudah
mampu membeningkan larutan FeCl3 dan
BB. Sedangakan basa dan garam
membutuhkan waktu lebih dari 3 hari untuk
membeningkan larutan FeCl3 dan BB.
Pengujian selanjutnya yaitu dengan
mengaktifasi batang tebu dengan asam
sulfat. Berdasarkam percobaan hasil
penyerapan batang tebu lebih bening
dibandingkan sekam padi. Hal ini di
sebabkan dari perbedaan luas bidang serap
arang. Karena arang batang tebu lebih
ringan sehingga 0,05 gram arang batang
tebu lebih banyak dari pada 0,05 gram
arang sekam padi. Sehingga untuk
perlakuan yang sama, arang aktif batang
tebu lebih baik dari pada arang aktif dari
sekam padi.

Kesimpulan
1. Arang dari sekam padi yang di aktifasi
dengan asam H2SO4 lebih baik dari pada
basa NaOHdan garam NaCl
2. Kualitas arang aktif batang tebu lebih
baik dibandingkan arang aktif, dengan
perlakuan sama.

Daftar Pustaka
Sembiring, M. dan Sinaga, T. 2003. Arang
Aktif
(Pengenalan
dan
Proses
Pembuatannya).
Medan:
Universitas
Sumatera Utara.
Yuliati, Frita dan Susanto, Herri. 2011.
Kajian Pemanfaatan Arang Sekam Padi
Aktif sebagai Pengolah Air Limbah
Gasifikasi. Jurnal Teknik Kimia Indonesia
Vol. 10 No. 1 April 2011, 9-17.
Albrra
Harahap/2013/
arangaktif/http://www.sharemyeyes.com/2013/0
6/arang-aktif.html
Diakses 25 September 2014