Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH BIOLOGI

METABOLISME PROTEIN

Disusun Oleh:
NAMA

: GAOTSULLAH AL-JALILY

NIM

: 135100601111042

KELAS

:K

JURUSAN

: TEP

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN


UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2014

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penyusun panjatkan atas kehadirat Allah SWT atas terlaksananya
makalah biologi umum. Makalah ini dibuat penyusun sebagai tugas mata kuliah biologi dasar.
Selain itu, makalah ini ditujukan guna dapat menambah pengetahuan dalam ilmu bagi
penyusun dan mahasiswa lainnya.
Penyusun berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi penyusun sendiri dan bagi
mahasiswa yang mengikuti mata kuliah biologi umum.
Karena doa yang tidak disertai usaha adalah buta dan usaha yang tidak disertai doa
adalah kesombongan, maka belajar kita sebagai wujud sebuah usaha, harus kita rangkai
dengan doa. Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita menjadi generasi
yang lebih baik.
Akhirnya penyusun berharap kehadiran makalah ini benar benar dapat menjadi teman
aktif menuju prestasi bagi para mahasiswa.

Malang, 15 juli 2014

Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

BAB II PEMBAHASAN

BAB III PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Metabolisme adalah segala proses reaksi kimia yang terjadi di dalam makhluk hidup,
mulai makhluk hidup bersel satu yang sangat sederhana seperti bakteri,protozoa,jamur
tumbuhan hewan, sampai makhluk hidup yang susunan tubuhnya kompleks seperti manusia.
Di dalam proses ini, makhluk hidup mendapat, mengubah dan memakai senyawa dari
sekitarnya untuk mempertahankan hidupnya.
Salah satu proses metabolisme adalah metabolisme protein. Protein sangatlah vital bagi
kelangsungan hidup, utamanya manusia hal ini karena manusia membutuhkan nitrogen
terfiksasi yang harus berasal dari makanan. Jika jumlah protein terus meningkat, protein sel
akan dipecah menjadi asam amino untuk dijadikan energi atau disimpan dalam bentuk lemak.
Pemecahan protein jadi asam amino terjadi di hati dengan proses: deaminasi atau
transaminansi.
Tidak adanya simpanan nitrogen dalam tubuh yang dapat dibandingkan dengan lipid dan
glikogen, yakni semua kelebihan nitrogen dari kebutuhan tubuh yang meningkat akan
dikeluarkan. Jika tubuh mencerna nitrogen kurang dari yang dibutuhkan untuk pertumbuhan
normal dan perbaikan jaringan, maka tubuH memanfaatkan nitrogen yang disimpan dalam
protein otot.
1.2 Rumusan Masalah
Dalam makalah ini penyusun merumuskan beberapa masalah yang akan dibahas sebagai
berikut.
a. Bagaimanakah yang dimaksud metabolisme?
b. Bagaimanakah yang dimaksud protein?
c. Bagaimanakah metabolisme protein?
1.3 Tujuan
Tujuan dari penyusunan makalah ini sesuai dengan rumusan masalah, yakni.
a. Mengetahui pengertian metabolisme
b. Mengetahui pengertian protein
c. Mengetahui proses metabolisme protein

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Metabolisme
Metabolisme adalah segala proses reaksi kimia yang terjadi didalam tubuh makhluk
hidup, mulai makhluk hidup bersel satu hingga yang memiliki susunan tubuh kompleks
seperti manusia. Dalam hal ini, makhluk hidup mendapat, mengubah dan memakai senyawa
kimia dari sekitarnya untuk mempertahankan hidupnya.
Metabolisme merupakan pertukaran zat antara suatu sel atau suatu organisme secara
keseluruhan dengan zat antara suatusel atau organisme secara keseluruhan dengan
lingkungannya. Metabolisme berasal dari kata Yunani Metabole yang berarti perubahan.
Metabolisme kadang juga diartikan pertukaran zat antaara satu sel atau secara keseluruhan
dengan lingkungannya.
Proses metabolisme yang terjadi didalam sel merupakan aktivitas yang sangat
terkoordinasi, melibatkan kerjasama berbagai system enzim yang mengkatalis reaksi-reaksi
secara bertahap dan memerlukan pengaturan metabolic untuk mengendalikan mekanisme
reaaksinya.
Proses metabolisme bagi organisme hidup memiliki tiga fungsi spesifik, yaitu:
1.Untuk memperoleh energi kimia dalam bentuk ATP dari hasil degradasi zat-zat makanan
yang kaya energi yang berasal dari lingkungan.
2. Untuk mengubah molekul zat-zat makanan (nutrisi) menjadi perkursor unit pembangun
bagi biomolekul sel.
3.Untuk menyusun unit-unit pembangun menjadi protein, asam nikleat, lipida,
polisakarida, dan komponen sel lain. Untuk membentuk dan merombak biomolekul.
2.2 Pengertian Protein
Protein berasal dari kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama",
protein merupakan senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan
polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan
peptida. Ikatan peptide merupakanikatan antara dua asam amino dimanagugusan karboksil
dan ikatan amina dari duaasam amino yang berlainan bereaksi. Molekul protein mengandung
unsur karbon(C), hydrogen(H), oksigen(O), nitrogen(N) dan kadang kala sulfur(S) serta
fosfor(F). Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan
virus.

Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan
dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan
sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem
kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam
transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam
amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).
Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida, lipid, dan
polinukleotida, yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. Selain itu, protein
merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia.
2.2.1 Struktur Protein
Protein mempunyai struktur yang spesifik dankompleks. Struktur protein memegang
perananpenting dalam menentukan aktivitas biologisnya.Protein tidak hanya bervariasi
dalam jumlah danurutan asam amino, tetapi juga dalam alurrantai peptidanya. Rantai itu
mungkin lurus,membelok, memutar, melilit dan melipat dalamtiga dimensi. Berdasarkan
alur tersebut, proteindapat dibagi sebagai berikut:
1.Struktur Primer, merupakan urutan asam amino penyusun protein yang dihubungkan
melalui ikatan peptida (amida).
2.Struktur Sekunder, adalah struktur tiga dimensi lokal dari berbagai rangkaian asam
amino pada protein yang distabilkan oleh ikatan hidrogen.
3.Struktur Tersier, merupakan gabungan dari aneka ragam dari struktur sekunder.
Struktur tersier biasanya berupa gumpalan.
4.Struktur Kuartener, merupakan struktur yang terbentuk dari interaksi secara fisik tanpa
ikatan kovalen membentuk oligomer yang stabil (misalnya dimer, trimer, atau
kuartomer).
2.2.2 Sifat-Sifat Protein
1. Ionisasi, apabila larut dalam air akan membentuk ion ( + dan - )
2. Denaturasi, prubahan konformasi serta posisi protein sehingga aktivitasnya berkurang
atau kemampuannya menunjang aktivitas organ tertentu dalam tubuh.
3.Viskositas, tahanan yang timbul adanya gesekan antara molekul didalam zat cair yang
mengalir.
4. Kristalisasi, proses yang sering dilakukan dengan jalan penambahan garam amonium
sulfat atau NaCl pada larutan dengan pengaturan pH pada titik isolistriknya.
5. Sistem Koloid, merupakan sistem yang heterogen terdiri atas dua fase yaitu partikel
terdispersi dari medium atau pelarutnya.

2.3 Metabolisme Protein


Proses Katalisis protein menjadi asam amino terjadipada saluran pencernaan di dalam
tubuh. Proses pencernaan ini terjadi di mulut, lambung, danusus halus hingga asam amino di
angkut ke dalamdarah. Di dalam mulut terjadi pencernaan proteinsecara mekanik dan
enzimatis oleh enzim salivamenjadi polipeptida protein, selanjutnya polipeptidaprotein di
dalam lambung dikatalisis oleh enzimkelenjar lambung (pepsin, renin) dan asam
lambung(HCL) menjadi oligopeptida, proteosa, dan peptonyang selanjutnya dikatalisis oleh
cairan pankreas(tripsin, kimotripsin, karboksipeptidase) cairanempedu/hati, enzim kelenjar
usus halus(aminopeptidase, dipeptidase), dan bakteri usushalus hingga menjadi asam amino
di dalam darah dan limfa.
Setelah protein diubah menjadi asam-asam amino, maka dengan proses absorpsi melalui
dinding usus, asam amino tersebut sampai kedalam pembuluh darah. Proses absorpsi iniialah
proses transpor aktif yang memerlukanenergi. Asam-asam amino dikarboksilat atauasam
diamino diabsorpsi lebih lambatdaripada asam amino netral.
Protein yang terdapat di dalam sel dan makanan didegradasi menjadi monomer
penyusunnya (asam amino) oleh enzim protease yang khas. Protease tersebut dapatberada di
dalam lisosom maupun dalamlambung dan usus.
Katabolisme protein makanan pertama kali berlangsung di dalam lambung. Di tempat
iniprotease khas (pepsin) mendegradasi proteindengan memutuskan ikatan peptida yang
adadi sisi NH2 bebas dari asam amino aromatik,hidrofobik, atau dikarboksilat. Kemudian di
dalam usus protein jugadidegradasi oleh protease khas sepertitripsin, kimotripsin,
karboksipeptidase danelastase.
Hasil pemecahan ini adalah bagian-bagiankecil polipeptida. Selanjutnya senyawa
inidipecah kembali oleh aktivitasaminopeptidase menjadi asam-asam aminobebas. Produk ini
kemudian melalui dindingusus halus masuk ke dalam aliran darahmenuju ke berbagai organ
termasuk kedalam sel.
Dalam proses katabolisme protein maka akandihasilkan amonia sebagai hasil
deaminasioksidatif, zat ini merupakan bahan yang bersifatracun dan harus dikeluarkan dari
tubuh. Padamakhluk hidup, sebagian besar dikeluarkanmelalui dua jalan kecil dalam
tubuhnya yaitu :
1. Amonia dengan asam glutamat dalam hati,untuk membentuk glutamin membutuhkan
ATP, ditransfer ke ginjal dan kemudian dipisahkankembali menjadi glutamat dan
amonia. Akhirnya dieksresikan ke urine sebagai garam amonium(NH4+.)

2. Amonia dengan karbon dioksida untuk membentuk carbamil, yang kemudian


difosforilasi menjadi karbokmoil fosfat, sebuah reaksi yang membutuhkan dua ATP.
Karbamoil fosfat kemudian masuk ke dalam siklus ornithinurea.
2.4 Asam Amino
Setelah protein diubah menjadi asam-asamamino, maka dengan proses absorpsi
melaluidinding usus, asam amino tersebut sampaikedalam pembuluh darah. Proses absorpsi
iniialah proses transpor aktif yang memerlukanenergi. Asam-asam amino dikarboksilat
atauasam diamino diabsorbsi lebih lambatdaripada asam amino netral.
Tahap awal pembentukan metabolisme asamamino, melibatkan pelepasan gugus
amino,kemudian baru perubahan kerangka karbonpada molekul asam amino. Dua proses
utamapelepasan gugus amino yaitu:
1.Transaminasi
Transminasi ialah proses katabolisme asamamino yang melibatkan pemindahan
gugusamino dari satu asam amino kepada asamamino lain. Reaksi transaminasi terjadi
didalammitokondria maupun dalam cairan sitoplasma. Dalam reaksi transaminasi
inigugus amino dari suatu asam aminodipindahkan kepada salah satu dari tigasenyawa
keto, yaitu asam piruvat, as.ketoglutarat atau oksaloasetat, sehinggasenyawa keto ini
diubah menjadi asamamino, sedangkan asam amino semuladiubah menjadi asam keto.
2. Deaminasi Oksidatif
Asam amino dengan reaksi transaminasi dapatdiubah menjadi asam glutamat.
Dalam beberapasel misalnya dalam bakteri, asam glutamat dapatmengalami proses
deaminasi oksidatif yangmenggunakan glutamat dehidrogenase sebagaikatalis.
Dalam proses ini asam glutamat melepaskangugus amino dalam bentuk NH4+.
Selain NAD+glutamat dehidrogenase dapat pulamenggunakan NADP+ sebagai aseptor
elektron.Oleh karena asam glutamat merupakan hasilakhir proses transaminasi, maka
glutamatdehidrogenase merupakan enzim yang pentingdalam metabolisme asam amino
oksidase dan D-asam oksidase.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Metabolisme merupakan suatu proses dimana terjadi pembentukan atau penguraian zat di
dalam sel yang disertai dengan adanya perubahan energi. Proses metabolisme sangat penting
bagi mahluk hidup, karena melalui proses inilah mahluk hidup dapat memperoleh energi
untuk bergerak dan melakukan aktivitas kehidupan.
Metabolisme Protein memiliki peran penting dalam keberlangusungan hidup
utamanya bagi manusia. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan manusia akan nitrogen terfiksasi
yang harus berasal dari makanan (biasanya sebagai protein), terutama untuk sintesis protein
dan asam nukleat, tetapi juga untuk mensintesis banyak metabolit tertentu seperti porfirin dan
fosfolipid.
3.2Kritik dan Saran
Seperti karya ilmiah pada umumnya sudah pasti tidak lepas dari yang namanya kritik
dan kesalahan dalam pembuatan dan penulisanya. Ini semua dikarenakan keterbatasan
kemampuan penyusun dalam memnyusun makalah ini. Namun penyusun akan berjanji dan
berusaha untuk belajar dan merperbaiki kesalahan dalam pembuatan makalah. Oleh karena
itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun agar dalam
pembuatan makalah yang selanjutnya dapat lebih baik baik lagi. Penyusun siap menerima
kritik dan saran yang diberikan.

DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Protein diakses pada tanggal 15-07-2014
http://agusp3b3.blogspot.com/2011/12/makalah-metabolisme.html diakses pada tanggal 1507-2014
Praweda. 2000. Biologi Katabolisme. Diunduh pada tanggal 15-07-2014(http: //
kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/Sponsor-Pendaping/Praweda/Biologi/0116%20Bio
%203-1e.htm)
Toha. 2001. Biokimia, Metabolisme Biomolekul. Bandung, Alfabeta.