Anda di halaman 1dari 15

A.

Pengertian
Demam Dengue (DD) adalah penyakit demam akut selama 2-7
hari dengan dua atau lebih manifestasi berikut : nyeri kepala, nyeri
perut, mual, muntah, nyeri retro orbital, myalgia, atralgia, ruam kulit,
hepatomegali , manifestasi perdarahan , dan lekopenia. Demam
Berdarah Dengue (DBD) adalah kasus Demam
Dengue dengan kecenderungan perdarahan dan manifestasi kebocoran
plasma. Sindrom Syok Dengue (SSD)/ Dengue Syok Sindrom
(DSS) adalah kasus Demam Berdarah Dengue disertai dengan
manifestasi kegagalan sirkulasi / syok / renjatan .
B. Etiologi
Gigitan nyamuk Aedes Aigypti
C. Manifestasi klinik
Manifestasi perdarahan :

Uji Tourniquet dinyatakan positif apabila > / 10 petekie pada

diameter 1 inci 2,5 cm.


Petekie, ekimosis, atau purpura
Perdarahan mukosa ( epistaksis, perdarahan gusi )
Hematemesis, melena
Trombositopenia < 100.000/mm . Biasanya mulai hari ke 3 dan
kembali normal 7 10 hari sejak permulaan sakit.
Manifestasi kebocoran plasma :

Peningkatan hematokrit > / = 20 %


Penurunan hematokrit > / = 20 % setelah pengobatan
Efusi pleura, asites, edema palpebra, atau hipoproteinemia
(khususnya albumin)
Manifestasi Syok :

Nadi lemah / kecil dan cepat


Tekanan nadi menurun (, 20 mmHg )
Hipotensi sesuai umur

Hipotensi ditentukan dengan tekanan sistolik < 80 mmHg (10,7 kPa) bagi
mereka dengan usia kurang dari 5 tahun, atau < 90 mmHg (12,0 kPa) bagi

mereka yang berusia lebih atau sama dengan 5 tahun. (Monica Ester,
1999)
Kulit dingin dan lembab

Gelisah dan lemah


Kencing < 1 cc/ Kg BB/Jam ( Oliguria )
Perfusi jaringan menurun
Nafas cepat dan dalam
Kesadaran menurun

(Naskah Lengkap Pelatihan bagi Pelatih Dokter Spesialis Anak dan Dokter
Spesialis Penyakit Dalam dalam Tatalaksana Kasus DBD, 1999)
Kriteria DBD menurut WHO (WHO, 1997) :
1. Klinis :
Demam tinggi mendadak, tanpa sebab yang jelas, berlangsung terusmenerus selama 2-7 hari
Terdapat manifestasi perdarahan : RL tes positif, petekie, ekimosis,
epistaksis, perdarahan gusi, hematemesis, melena.
Pembesaran hati / hepatomegaly
Syok
2. Laboratorium :
Trombositopenia (100.000 mm atau kurang)
Hemokonsentrasi : peningkatan hematokrit 20 % menurut standar
umur dan jenis kelamin.
Derajat DBD
Derajat I
Derajat

Demam disertai uji tourniquet positif


Derajat I disertai perdarahan spontan

II
Derajat

Derajat II disertai kegagalan sirkulasi /

III

syok (hipotensi, akral dingin, tekanan nadi


< 20 mmHg)

Derajat

Derajat III disertai syok yang berat

IV

(profound syok) : nadi tidak teraba,


tekanan darah tidak terukur

D. Patofisiologi
Ada dua perubahan patofisiologi utama terjadi pada DBD / DSS.
Pertama adalah peningkatan permeabilitas vascular yang meningkatkan
kehilangan plasma dari kompartemen vascular. Keadaan ini mengakibatkan hemokonsentrasi, tekanan nadi rendah, dan tanda syok lain, bila kehilangan plasma sangat membahayakan. Perubahan kedua adalah
gangguan pada hemostasis yang mencakup perubahan vascular,
trombositopenia, dan koagulopati.
Temuan konstan pada DBD / DSS adalah aktivasi system
komplemen, dengan depresi besar C3 dan C5. Mediator yang
meningkatkan permeabilitas vascular dan mekanisme pasti fenomena
perdarahan yang timbul pada infeksi dengue belum teridentifikasi.
Kompleks imun telah ditemukan pada DBD tetapi peran mereka belum
jelas.
Defek trombosit terjadi baik kualitatif dan kuantitatif yaitu
beberapa trombosit yang bersirkulasi selama fase akut DBD mungkin
kelelahan (tidak mampu berfungsi normal). Karenanya, meskipun klien
dengan jumlah trombosit lebih besar dari 100.0000 mm mungkin masih
mengalami masa perdarahan yang panjang.
Mekanisme yang dapat menunjang terjadinya DBD / DSS adalah
peningkatan replikasi virus dalam makrofag oleh antibody heterotipik.
Pada infeksi sekunder dengan virus dari serotip yang berbeda dari yang
menyebabkan infeksi primer, antibody reaktif silang yang gagal untuk
menetralkan virus dapat meningkatkan jumlah monosit terinfeksi saat
kompleks antibody-virus dengue masuk ke dalam sel ini. Hal ini
selanjutnya dapat mengakibatkan aktivasi reaktif silang CD4+ dan CD8+
limfosit sitotoksik. Pelepasan cepat sitokin yang disebabkan oleh aktivasi
sel T dan oleh lisis monosit terinfeksi di media oleh limfosit sitotoksik yang
dapat mengakibatkan rembesan plasma dan perdarahan yang terjadi
pada DBD. (Monica Ester, 1999)

Fase-fase pada DBD :

1.

Fase Inkubasi : 9-11 hari

2.

Fase Akut

3.

Fase Kritis

4.

Fase Penyembuhan : hari 7-

: hari ke 1-3
: hari 4-6

10
Apabila setelah hari ke 7 masih terjadi kenaikan suhu badan perlu
dipikirkan 3 hal :
1.

Proses pirogen : karena infuse terlalu lama

2.

Proses alergi

3.

Proses infeksi
(Materi Pelatihan Keperawatan Profesional Dasar Anak, 2002)

E. Komplikasi
1.

Syok

2.

Sepsis

3.

Ensefalopati

4.

Gagal Ginjal Akut

5.

Edema pulmo

6.

Perdarahan GIT

7.

Perdarahan Intra Kranial

8.

DIC
(Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak IDAI, 2004)

F. Pemeriksaan Penunjang
1.

AT dan Hmt serial, Hb, Gol darah, CT, BT

2.

Ro thorak : adakah efusi pleura

3.

USG : kelainan vesika felea


(Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak IDAI, 2004)

G. Penatalaksanaan
1.

Keperawatan

a.

Memonitor vital sign

b.

Mengganti cairan dan elektrolit yang hilang

c.

Memonitor tanda dehidrasi dan overhidrasi

d.

Memonitor tanda-tanda syok

e.

Memonitor perdarahan dan kebocoran plasma

f.

Mengelola infuse dan tranfusi

g.

Memenuhi kebutuhan nutrisi

h.

Mengontrol dan mengatasi demam

i.

Tirah baring

j.

Mengelola pemberian oksigen jika diperlukan

2.

Medis

a.

Terapi intravena : RL, Asering

b.

Tranfusi sesuai kebutuhan : plasma , trombosit, Whole Blood

c.

Antipiretik : paracetamol 10 mg/kg BB/pemberian. Tidak boleh


diberikan aspirin, Proris /

ibuprofen dapat memperberat

trombositopenia.
d.

Oksigenasi jika diperlukan

e.

Antibiotik diberikan untuk DBD ensefalopati, atau jika ada infeksi


sekunder

H.
1.

Asuhan Keperawatan
Pengkajian

a. Identitas : umur, alamat (daerah endemis ?, lingkungan rumah / sekolah


ada yang terkena DB ?)
b. Riwayat Kesehatan
1) Keluhan utama (keluhan yang dirasakan pasien saat pengkajian) : panas,
muntah, epistaksis, perdarahan gusi
2) Riwayat kesehatan sekarang (riwayat penyakit yang diderita pasien saat
masuk rumah sakit) : kapan mulai panas ?
3) Riwayat kesehatan yang lalu (riwayat penyakit yang sama atau penyakit
lain yang pernah diderita oleh pasien)
4) Riwayat kesehatan keluarga (riwayat penyakit yang sama atau penyakit
lain yang pernah diderita oleh anggota keluarga yang lain baik bersifat
genetik atau tidak)
5) Riwayat tumbuh kembang : adakah keterlambatan tumbuh kembang ?
6) Riwayat imunisasi
c. Pemeriksaan Fisik
1) Keadaan umum : kesadaran, vital sign, status nutrisi (berat badan,
panjang badan, usia)
2) Pemeriksaan persistem

a. Sistem persepsi sensori :


Penglihatan : edema palpebra, air mata ada / tidak, cekung / normal
Pengecapan : rasa haus meningkat/tidak, lidah lembab / kering
b. Sistem persyarafan : kesadaran, menggigil, kejang, pusing
c. Sistem pernafasan : epistaksis, dispneu, kusmaul, sianosis, cuping hidung,
odem pulmo, krakles.
d. Sistem kardiovaskuler : takikardi, nadi lemah dan cepat / tak teraba,
kapilary refill lambat, akral hangat / dingin, epistaksis, sianosis perifer,
nyeri dada
e. Sistem gastrointestinal :
Mulut : membran mukosa lembab / kering, perdarahan gusi
Perut : turgor ?, kembung / meteorismus, distensi, nyeri, asites,

lingkar perut ?
Informasi tentang tinja : warna (merah, hitam), volume, bau,

konsistensi, darah, melena


f. Sistem integumen : RL test (+) ?, petekie, ekimosis, kulit kering / lembab,
perdarahan bekas tempat injeksi ?
g. Sistem perkemihan : bak 6 jam terakhir, oliguria / anuria
d.
1)
2)
3)
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
2.

Pola Fungsi Kesehatan


Pola persepsi dan pemeliharaan kesehatan : sanitasi ?,
Pola nutrisi dan metabolisme : anoreksia, mual, muntah
Pola eleminasi
Bab : frekuensi, warna (merah ?, hitam ? ), konsistensi, bau, darah
Bak : frekuensi, warna, bak 6 jam terakhir ?, oliguria, anuria
Pola aktifitas dan latihan
Pola tidur dan istirahat
Pola kognitif dan perceptual
Pola toleransi dan koping stress
Pola nilai dan keyakinan
Pola hubungan dan peran
Pola seksual dan reproduksi
Pola percaya diri dan konsep diri
Diagnosa Keperawatan

a. Hipertermi berhubungan dengan peningkatan metabolic,


dehidrasi, viremia
b. PK: Syok Hipovolemia b.d dengan kebocoran plasma, perdarahan,
c. Takut b.d prosedur pengambilan darah (cek AT dan Hmt serial),
hospitalisasi.
d. Cemas orang tua b.d perkembangan penyakit anaknya
e. Defisit self care b.d kelemahan, sesak nafas

f. Kerusakan pertukaran gas b.d akumulasi cairan di rongga paru


g. Resiko kelebihan volume cairan
RENCANA KEPERAWATAN
Hipertermi b.d,

Setelah dilakukan

Pengaturan Panas (3900)

pening-katan

tindak-an perawatan 1.

Monitor suhu sesuai kebutuhan

metabolik, viremia

selama X 24 jam

Monitor tekanan

2.

suhu badan pasien

darah,

nadi

respirasi

Batasan

normal, dengan

3.

Monitor suhu dan warna kulit

karakteristik :

kriteria :

4.

Monitor

Suhu tubuh >


normal
Kejang
Takikardi
Respirasi
meningkat
Diraba hangat
Kulit memerah

dan

dan

laporkan

tanda

dan

gejala hipertermi
Termoregulasi

5.

(0800)
Suhu kulit normal

adekuat
6.

Suhu badan 35,9C37,3C


Tidak ada sakit

Anjurkan intake cairan dan nutrisi yang


Ajarkan klien bagaimana mencegah
panas yang

tinggi

7.

Berikan obat antipiretik

8.

Berikan obat untuk mencegah atau

kepala/ pusing

me-ngontrol menggigil

Tidak ada nyeri otot


Tidak ada perubahan
warna kulit Nadi,

1.

Pengobatan Panas (3740)


Monitor suhu sesuai kebutuhan

espirasi dalam batas 2.

Monitor IWL

norma Hidrasi

3.

Monitor suhu dan warna kulit

adequate Pasien

4.

Monitor

menyatakan nyaman

tekanan

darah,

nadi

dan

respirasi

Tidak menggigil Tidak5.

Monitor derajat penurunan kesadaran

iritabel / gra-

6.

Monitor kemampuan aktivitas

gapan / kejang

7.

Monitor leukosit, hematokrit, Hb

8.

Monitor intake dan output

9.

Monitor adanya aritmia jantung

10.

Dorong peningkatan intake cairan

11.

Berikan cairan intravena

12.

Tingkatkan sirkulasi udara dengan kipas


angin

13.

Dorong atau lakukan oral hygiene

14.

Berikan

obat

antipiretik

untuk

mencegah klien menggigil / kejang


15.

Berikan obat antibiotic untuk mengobati


penyebab demam

16.

Berikan oksigen

17.

Kompres dingin diselangkangan, dahi


dan aksila.

18.

Anjurkan klien untuk tidak memakai


selimut

19.

Anjurkan
berbahan

klien
dingin,

tipis

memakai baju
dan

menyerap

keringat

Manajemen Lingkungan (6480)


1.

Berikan ruangan sendiri sesuai indikasi

2.

Berikan tempat tidur dan kain / linen


yang bersih dan nyaman

3.

Batasi pengunjung
Mengontrol Infeksi (6540)

1.

Anjurkan klien untuk mencuci tangan


sebelum makan

2.

Gunakan sabun untuk mencuci tangan

3.

Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kegiatan perawatan klien

4.

Ganti tempat infuse dan bersihkan


sesuai dengan SOP

5.

Berikan perawatan kulit di area yang


odem

6.

Dorong klien untuk cukup istirahat

7.

Lakukan

pemasangan

infus

dengan

teknik aseptik
8.

Anjurkan klien minum antibiotik sesuai


advis
dokter

PK: Syok

Setelah dilakukan

1.

hipovolemia b.d

tindak-an /

Laporkan temuan bermakna : ekstremitas

kebocoran plasma,

penanganan selama 1

dingin dan pucat, penurunan amplitude

perdarahan ,

jam diharapkan klien

nadi, pengisian kapiler lambat.

dehidrasi

mempunyai perfusi

2.

Kaji dan catat status perfusi perifer.

Pantau tekanan darah pada interval

yang adekuat, dengan

sering ; waspadai pada pembacaan lebih

criteria :

dari 20 mmHg di bawah rentang normal


klien atau indicator lain dari hipotensi :

Kriteria hasil :

pusing, perubahan mental, keluaran urin

Amplitudo nadI
perifer meningkat

menurun.
3.

Bila hipotensi terjadi, tempatkan klien

Pengisian kapiler

pada posisi telentang untuk meningkatkan

singkat (< 2 detik)

aliran balik vena. Ingat bahwa tekanan

Tekanan darah dalam

darah > atau = 80/60 mmHg untuk

rentang normal CVP >

perfusi koroner dan arteri ginjal yang

atau = 5 cm H2O

adekuat.

Frekuensi jantung

4.

teratur

Pantau CVp (bila jalur dipasang) untuk


menentukan

Berorientasi terhadap

keadekuatan

aliran

balik

vena dan volume darah; 5-10 cm H2O

waktu, tempat, dan

biasanya dianggap rentang yang adekuat.

orang

Nilai

Keluaran urin > atau

mendekati

hipovolemia,

= 30 ml/jam

dengan

menunjukkan

khususnya

keluaran

bila

urin

terkait

menurun,

Akral hangat

vasokonstriksi, dan peningkatan frekuensi

Nadi teraba

jantung

Membran mukosa

hipovolemia.

lembab

5.

Turgor kulit normal

ditemukan

pada

Observasi terhadap indicator perfusi


serebral

Berat badan stabil

yang

menurun

penurunan

tingkat

gelisah,

konfusi,

kesadaran.

Bila

dan dalam batas

indicator positif terjadi, lindungi klien dari

normal Kelopak mata

cidera dengan meninggikan pengaman

tidak cekung Tidak

tempat tidur dan menempatkan tempat

demam Tidak ada

tidur

rasa haus yang sangat

Reorientasikan klien sesuai indikasi.

Tidak ada napas

6.

pada

posisi

paling

rendah.

Pantau terhadap indicator perfusi arteri

pendek /kusmaul

koroner menurun : nyeri dada, frekuensi


jantung tidak teratur.
7.

Pantau

hasil

laboratorium

terhadap

BUN (>20 mg/dl) dan kreatinin (>1,5


mg/dl) meninggi ; laporkan peningkatan.
8.

Pantau nilai elektrolit terhadap bukti


ketidak seimbangan , terutama Natrium
(>147 mEq/L) dan Kalium (>5 mEq/L).
Waspadai tanda hiperkalemia : kelemahan
otot, hiporefleksia, frekuensi jantung tidak
teratur. Juga pantau tanda hipernatremia,
retensi cairan dan edema.

9.

Berikan cairan sesuai program untuk


meningkatkan volume vaskuler. Jenis dan
jumlah cairan tergantung pada jenis syok
dan situasi klinis klien : RL, Asering

10.

Siapkan untuk pemindahan klien ke


ICU/PICU
(Keperawatan

Setelah dilakukan

pe-ngambilan

tindak-an keperawatan1.

darah, hos-

selama X 24 jam

pitalisasi,

rasa takut klien

pengalaman /

berkurang, dengan

lingkungan yang

criteria :

2.

Kaji respon takut klien : data objektif


Jelaskan

klien

keluarga

tentang

proses penyakit
3.

Terangkan klien / keluarga tentang


semua pemeriksaan dan pengobatan

Fear control (1404) 4.


:
Klien tidak menyerang atau menghin-

Batasan

dari sumber yang

karakteristik :

menakutkan Klien

Panik

menggunakan

Teror

relaksasi untuk

Perilaku

mengurangi

menghindar atau

dan subyektif

kurang
(00148)

Bedah

Swearingen : 1996)
Coping enhancement (5230)

Takut b.d prosedur

bersahabat.

Medical

takut Klien mampu

Sampaikan sikap empati (diam, memberikan sentuhan, mengijinkan menangis,


berbicara dll)

5.

Dorong

orang

tua

untuk

selalu

menemani anak
6.

Berikan pilihan yang realistic tentang


aspek perawatan

7.

Dorong klien untuk melakukan aktifitas


social dan komunitas

menyerang

mengontrol respon

Impulsif

takut

Nadi, respirasi

Klien tidak melarika

8.

Dorong penggunaan sumber spiritual


Anxiety Reduction (5820)

1.

Jelaskan semua prosedur termasuk pe-

, TD sistolik

diri Durasi takut

rasaan yang mungkin dialami

meningkat

menurun

menjalani prosedur

Anoreksia

Klien kooperatif saat 2.

Mual, muntah

dilakukan perawatan

Pucat

dan pengobatan

Stimulus
sebagai ancaman

Anxiety control

3.

Berbicara dengan pelan dan tenang

4.

Membina hubungan saling percaya

5.

Jaga

(1402)

Otot tegang

Tidur pasien adekuat 6.

Keringat

Tidak ada manifestasi


fisik

Berikan objek yang memberikan rasa


aman

Lelah

meningkat

selama

peralatan

pengobatan

di

luar

penglihatan pasien
Dengarkan

klien

dengan

penuh

perhatian
7.

Ciptakan suasana saling percaya

Gempar

Tidak ada manifestasi 8.

Ketegangan

perilaku

perasaan, persepsi klien dan takut secara

Klien mau berinter-aksi

verbal

me-ningkat
Menyatakan

sosial

9.

takut

Dorong

klien

mengungkapkan

Berikan aktivitas/peralatan yang menghibur untuk mengurangi ketegangan

Menangis

10.

Protes

Anjurkan

klien

menggunakan

teknik

relaksasi

Melarikan diri

11.

Anjurkan orang tua untuk membawakan


mainan kesukaan dari rumah

12.

Mengusahakan untuk tidak mengulang


pengambilan darah

13.

Libatkan orang tua dalam perawatan


dan pengobatan

14.

Berikan lingkungan yang tenang,


batasi pengunjung

Defisit self care


berhu-bungan

NOC:
Perawatan diri :

dengan kelemah-

(mandi, Makan

an

Toiletting, berpakaian) 1.

NIC: Membantu perawatan diri klien


Mandi dan toiletting
Aktifitas:
Tempatkan alat-alat mandi ditempat

Setelah diberi motivasi

yang

mudah

perawatan selama .x

dijangkau klien

dikenali

dan

mudah

24 jam, klien mengerti 2.

Libatkan klien dan dampingi

cara memenuhi ADL

Berikan bantuan selama klien masih

3.

secara bertahap

mampu mengerjakan sendiri

sesuai kemampuan,

NIC: ADL Berpakaian

dengan indicator :

Aktifitas:

Mengerti secara

1.

seder-hana

Informasikan pada Klien dalam memilih


pakaian selama perawatan

cara mandi, makan,

2.

toileting, dan

Sediakan pakaian di tempat yg mudah


di jangkau

berpakaian serta mau 3.

Bantu berpakaian yang sesuai

men-coba secara

4.

Jaga privcy klien

aman tanpa cemas

5.

Berikan pakaian pribadi yg digemari

Klien mau

dan sesuai

berpartisipasi dengan
senang hati tanpa
keluhan dalam

NIC: ADL Makan


1.

memenuhi ADL

Anjurkan duduk dan berdoa bersama


teman

2.

Dampingi saat makan

3.

Bantu jika klien belum mampu dan beri


contoh

4.

Beri rasa nyaman saat makan


Coping enhancement (5230)

Cemas orang tua

Setelah dilakukan

b.d

tindak-an keperawatan1.

Kaji respon cemas orang tua

perkembangan pe

selama

Jelaskan

nyakit anaknya

pertemuan

(perdarahan,

kecemasan orang

lemah, rewel,

tua berkurang, dengan

sesak na-fas,

kriteria :

2.

tentang

proses

3.
4.

Jelaskan orang tua tentang prosedur


pemeriksaan, perawatan dan pengobatan
Beritahu dan jelaskan setiap perkembangan penyakit anaknya

Anxiety control
Batasan

(1402)

karakteristik :

Tidur adekuat

sering bertanya

tua

penyakit anaknya

gelisah)

Orang tua

orang

5.

Tidak ada manifesttasi1


fisik

Dorong penggunaan sumber spiritual


Anxiety Reduction (5820)
Jelaskan semua prosedur termasuk
pera-saan yang mungkin dialami selama

Orang tua

Tidak ada manifesttasi

meng-ungkapkan

perilaku Mencari

perasaan cemas

informasi untuk

Khawatir
Kewaspadaan
me-ningkat
Mudah
tersinggung

mengurangi cemas

me-merah
Kecenderunga

Berikan objek yang dapat memberikan


ra-sa aman

Menggunakan teknik 4

Berbicara dengan pelan dan tenang


Membina hubungan saling percaya

relaksasi untuk

Dengarkan dengan penuh perhatian

mengurangi cema

Ciptakan suasana saling percaya

Berinteraksi social

Dorong

Gelisah
Wajah tegang,

men-jalani prosedur

orang

tua

mengungkapkan

pera-saan, persepsi dan cemas secara


Aggression Control
(1401)

verbal
8

Berikan

peralatan

Menghindari kata yang

yang meng-hibur

n me-nyalahkan

meledakledak Menghin

ketegangan

orang lain

dari perilaku yang

merusak Mampu
mengontrol verbal

Mampu
mengidentifikasi pola
koping yang efektif
dan tidak efektif
Mampu mengontrol
verbal
Melaporkan stress /
cemasnya berkurang
Mengungkapkan
menerima keadaan
Mencari informasi
berkaitan dengan
penyakit dan
pengobatan
Memanfaatkan
dukungan social

aktivitas
mengurangi

Anjurkan untuk menggunakan teknik


re-laksasi

10

Berikan lingkungan yang tenang, batasi


pengunjung

Coping (1302)

untuk

Anxiety control
(1402) Tidur adekuat
Tidak ada manifesttasi
fisik
Tidak ada manifesttasi
perilaku
Mencari informasi
untuk mengurangi
cemas
Menggunakan teknik
relaksasi untuk
mengurangi cemas
Berinteraksi social
Aggression Control
(1401)
Menghindari kata
yang meledak-ledak
Menghindari perilaku yang merusak
Mampu
mengontrol verbal
Coping (1302)
Mampu
mengidentifikasi pola
koping yang efektif
dan tidak efektif
Mampu mengontrol
verbal
Melaporkan stress /
cemasnya berkurang
Mengungkapkan
menerima keadaan
Mencari informasi
berkaitan dengan

penyakit dan
pengobatan
Memanfaatkan
dukungan social