Anda di halaman 1dari 23

II. KLASIFIKASI TANAH

SIFAT INDEKS & KLASIFIKASI TANAH

1. Pendahuluan Tanah terdiri atas butiran dengan berbagai ukuran. Perbandingan dari masing- masing ukuran tidak teratur. Sifat kimia butiran juga beraneka ragam, sehingga jenis tanah beraneka. Oleh karena itu perlu pengklasifikasian guna penyeragaman jenis-jenis tanah dan membatasi jumlah. Tanah yang mirip diberi namal/symbol yang sama dengan berbagai kriteria. Sistem pengklasifikasian : AASHTO, ASTM. British Standard, MIT Standard. Umumnya memakai Unified System.

Indeks (pengenal)

Gradasi butir tanah butir kasar Gradasi butir →

Batas-batas konsistensi → tanah butir halu tanah butir halu

2. Gradasi Butir (Distribusi Ukuran Butir)

Sedimentasi (untuk butir halus)

Saringan (untuk butir kasar)

Sedimentasi (untuk butir halus) Saringan (untuk butir kasar) a. Saringan Standard Setiap saringan diberi nomor &

a. Saringan Standard Setiap saringan diberi nomor & ukuran (nomor besar, lubang kecil)

nomor saringan = jumlah lubang pada 1 “(1 inch) saringan yang biasa digunakan untuk analisis gradasi butir tanah :

saringan kasar dengan ukuran: 3 “, 2”, 1,5”, 3/4” & 3/8”

saringan halus dengan nomor : no 4 (4,75 mm); no 10 (2,00 mm); no 20 (0,85 mm); no 40 (0,43 mm); no 60 (0,25 mm); no 140 (0,106 mm); no 200 (0,075 mm).

b. Batas — batas ukuran butir tanah Standard ASTM : American Society of Testing & Materials Pada standard ASTM, ukuran butir jenis tanah dibatasi dengan no. saringan

Kerikil : lolos saringan 3” tertahan saringan no. 4 (4,75 mm) Pasir : lolos saringan no 40 Lanau : 0.075 - 0.005 mm Lempung < 0.005 mm

Universitas Gadjah Mada

c. Analisis saringan Untuk tanah berbu tir kasar Digunakan 1 susu n saringan standard −

c. Analisis saringan Untuk tanah berbu tir kasar Digunakan 1 susu n saringan standard

tanah berbu tir kasar Digunakan 1 susu n saringan standard − Datanya untuk menggambarkan kurva gradasi

Datanya untuk menggambarkan kurva gradasi

Sampel butiran -butiran kering, ditaruh diatas

Digetarkan, m aka butiran-butiran akan lolos sesuai dengan ukuran nya

Data presenta si masing-masing bagian terhadap berat total

d. Contoh analisis sa ringan

diperiksa samp el tanah kering seberat 2000 gram

ringan − diperiksa samp el tanah kering seberat 2000 gram Keterangan: (1) saringan standard (unified standard)

Keterangan:

(1) saringan standard (unified standard) (2) ukuran lubang

Universitas

Gadjah Mada

(3) berat tertahan Grafik hubungan (2) & (6) (Diagram gradasi butir an)

Grafik hubungan (2) & (6) (Diagram gradasi butir an) e. Analisis Sediment asi Bagian yang b

e. Analisis Sediment asi Bagian yang b erbutir halus (lolos saringan no. 200 0,075 m m) Berdasarkan H ukum Stokes Butiran tanah d i dalam air akan mengendap dengan kecepata n konstan

tanah d i dalam air akan mengendap dengan kecepata n konstan V = kecepatan (cm/dt) D

V

= kecepatan (cm/dt)

D

= diameter

equivalen butiran (mm) karena biasanya bu tiran tanah

tidak ber bentuk bola

G

= berat jenis tanah = berat jeni s air

n

= kekentalan air (poise . gr/cm/dt) tergantung t

g

= percepatan

gravitasi

Untuk suatu

pemeriksaan………

G,

g,

,

n

karena

kecepatan

konstan

maka hubung an antara φ, lintasan & waktu dapat dised erhanakan

menjadi

φ , lintasan & waktu dapat dised erhanakan menjadi C → bilangan konstan f. Cara pipet
φ , lintasan & waktu dapat dised erhanakan menjadi C → bilangan konstan f. Cara pipet

C bilangan konstan

f. Cara pipet & cara hidrometer Hidrometer : silind er gelas 1 literan a gram tanah = 1000 cm 3

Universitas

Gadjah Mada

Berat jenis larutan

Larutan air denga n tanah ini digodok sehingga merata, kemud ian silinder

didirikan di atas m eja pada saat ini dianggap sebagai saat t = 0

Pada saat t = t 1

dengan

= berat jenis kedalaman L 1 oleh buti ran-butiran

:

→ = berat jenis kedalaman L 1 oleh buti ran-butiran : ukuran ≤ D 1 dimana

ukuran D 1 dimana

Apabila berat jenis ai r ( ) dan temyata berat jenis larutan ( ) ma ka butiran

tanah dengan G, yang ada dalam 1000 cm 3 larutan, sebanyak/sebes ar W 1

yang ada dalam 1000 cm 3 larutan, sebanyak/sebes ar W 1 Grafik Gradasi butir (= grafik

Grafik Gradasi butir (= grafik distribusi ukuran butir tanah)

Absis ukuran butir

Ordinat % lebih kec il, dengan skala biasa

D (mm) dengan skala logaritma

kec il, dengan skala biasa D (mm) dengan skala logaritma Jika diketahui kurva g radasi tanah

Jika diketahui kurva g radasi tanah :

Jika suatu titik dar i suatu kurva tanah, mempunyai absis D mm &

Ordinat p

maka berarti bahw a tanah ini p% dari butir-butirnya berukuran < D

mm

Garis kurva makin kekiri butimya makin besar

Garis kurva makin ke kanan butirnya makin halus

Garis kurva makin tegak

Garis kurva makin miring

variasi butir makin sedikit (un iform)

variasi butir makin besar (het erogen)

Universitas

Gadjah Mada

Perpotongan : ukuran butir 0,005 mm; 0,075 mm (no. 200) ; 4,75 (no. 4) & 75 mm (saringan no. 3) Jika 40 % butir-butirnya mempunyai ukuran < 2,4 m

D 40 = 2,4 mm D 60 = 3,7 mm

pada suatu kurva yang ordinatnya 60 % D 10 φ efektif”, sebagai contoh tanah A pada suatu grafik mempunyai φ efektif 0,45 mm. Koefisien Uniformitas (C u ) yaitu koefisien lengkung

Menunjukkan kemiringan dari garis & makin besar jika

Menunjukkan kemiringan dari garis & makin besar jika 60 % dari seluruh butimya < 3,7 mm

60 % dari seluruh butimya < 3,7 mm garis vertikal lewat absis 3,7 mm, akan memotong titik

mm garis vertikal lewat absis 3,7 mm, akan memotong titik tanahnya makin tidak uniform Koefisien kurva

tanahnya makin tidak uniform Koefisien kurva (C c ) yaitu koefisien lengkung

uniform Koefisien kurva (C c ) yaitu koefisien lengkung Bentuk dari kurva gradasi Koefisien Uniformitas bersama-sama

Bentuk dari kurva gradasi

Koefisien Uniformitas bersama-sama dengan koefisien kurva Dikatakan bergradasi baik (wellgraded) bila kurva teratur & garisnya

cukup miring Dikatakan bergradasi jelek (poorly graded) bila kurva tidak teratur & ada bagian kurva yang terlalu tegak.

Untuk kerikil

gradasi baik Cu >4

Untuk kerikil → gradasi baik → Cu >4  
 
 

Cv min = 1 (tegak)

 

1 < C 0 < 3

gradasi jelek jika salah satu atau keduanya tidak terpenuhi

 

Tanah pasir

gradasi baik Cu > 6

1 < Cc < 3 Tanah butir kasar (kerikil atau pasir) disebut bersih jika mengandung butir-butir halus 0 — 5 % dan dikatakan sebagai tanah campuran jika mengandung butir halus > 12%. Perlu diketahui:

KONSISTENSI DAN PLASTISITAS TANAH KOHESIF

Plastisitas kemampuan tanah dalam menyesuaikan perubahan bentuk pada volume yang konstan tanpa retak-retak atau remuk

Universitas Gadjah Mada

disebabkan adanya miner al lempung dalam tanah

Kondisi basah dengan tin gkat kadar air tertinggi, sifat konsistensinya ber ubah-ubah

4 kondisi konsistensi tana h : cair, plastis, semi solid, dan solid.

Cair tanah dapat meng alir pada bidangnya oleh gerakannya sendiri (m iring)

Plastis jika dapat diuba h-ubah bentuknya tanpa mengalami retak-reta k

Semi solid jika dapat di ubah-ubah bentuknya mengalami retak-reta k

Solid tanah getas & ke ras, tidak dapat dibentuk

Kadar air transisi dari masing -masing konsistensi

Batas-batas konsistensi = Att erberg limit

1. Batas Cair (Liquid Limit) = WL = LL kadar air pada transisi cair plastis

2. Batas Plastis (Plastic Lim it) = WP = PL = UP = kadar air pada transis i plastis

semisolid

3. Batas Susut (Shrinkage

solid

Limit) = WS = US = kadar air pada transisi s emisolid

Panjang daerah kadar air ta nah pada kondisi plastis disebut “index plas tis” = IP =

Plasticity Index

IP = WL - WP LL – PL

Selisih antara batas cair & pla stis

Apabila tanah kohesif basah

berangsur-angsur konsi stensinya berubah, volume berubah (kohe sif = sifat

kembang susut)

dengan kadar air yang cukup tinggi dikering kan secara

berubah (kohe sif = sifat kembang susut) dengan kadar air yang cukup tinggi dikering kan secara

Universitas

Gadjah Mada

a. Penentuan batas cair tana h Liquid Limit (LL)

Batas cair : kadar air tran

Di Laboratorium alat C asagrande Tanah tepat pada kondisi batas cair akan bertaut pada 25 ketukan

isi antara cair & plastis

akan bertaut pada 25 ketukan isi antara cair & plastis landasan karet, Sampel tanah dica mpur

landasan

karet, Sampel tanah dica mpur dengan air sampai homogen dimasuk kan dalam

Handle diputar, mangko k naik 1 cm akan jatuh berulang-ulang pada

mangkok tanah dipis ahkan 2 bagian yang dibatasi alur dengan

colet (alur

berbentuk U jarak 2 mm). Jika cair sekali maka alur akan menutup, jika maka alur tidak menutup ( harus dipukul-pukul).

kurang cair

Makin kurang cair maka

persis pada batas cair jika diperlukan 25 pukulan.

makin banyak pukulan-pukulan yang diperluk an. Tanah

Contoh soal:

Pada penentuan batas berikut:

cair suatu sampel tanah kohesif didapat da ta sebagai

Jumlahketukan 38

28

22

17

Kadar air (%) 39.5

43.4

48.2

52

Setiap pasang data diplot kan pada grafik, kemudian ditarik garis lurus p enghubung

ng garis tegak lewat 25 ketukan, pada kada r air 46%.

Maka batas cair tanah ini WL = 46 %.

terbaik. Garis ini memot

Universitas

Gadjah Mada

b. Penentuan Batas Plastis ( Plastis Limit) Batas Plastis adalah bat as antara plastis -

b. Penentuan Batas Plastis ( Plastis Limit) Batas Plastis adalah bat as antara plastis - semi solid. Pada kondisi

plastis bila

tanah dapat digiling men jadi silinder kecil φ 3 mm tanpa retak-retak.

Bila timbul

retak-retak semi solid

Disepakati bahwa tanah t epat pada kondisi “batas plastis” jika digiling pa da φ 3 mm mulai timbul retak-retak.

jika digiling pa da φ 3 mm mulai timbul retak-retak. c. Penentuan Batas Susut ( Shrinkage

c. Penentuan Batas Susut ( Shrinkage Limit) Kadar air minimum jika ta nah dikeringkan tidak mengalami susut lagi.

minimum jika ta nah dikeringkan tidak mengalami susut lagi. Sampel tanah + air cukup → dalam

Sampel tanah + air cukup dalam cawan

dimasukkan

Cawan + tanah oven 10

0

-

105 °C

Volume menyusut ditimb ang beratnya W o , volume V o (volume tanah kering)

Universitas

Gadjah Mada

Berat volume tanah kering

Berat volume tanah kering Angka pori tanah kering dicari dari Sehingga didapat Dicari kadar air yang

Angka pori tanah kering dicari dari

Berat volume tanah kering Angka pori tanah kering dicari dari Sehingga didapat Dicari kadar air yang

Sehingga didapat

kering Angka pori tanah kering dicari dari Sehingga didapat Dicari kadar air yang menjadikan tanah kering

Dicari kadar air yang menjadikan tanah kering dengan

volume V 0 tadi menjadi kenyang air; dari persamaan :

G . w = e . S S = 1 Persamaan (a)
G . w = e . S
S
= 1
Persamaan (a)

Batas susut yang dicari

Batas-batas Konsistensi dan Sifat Tanah

Setelah diketahui batas cair WL dan batas plastis WP dapat dihitung IP tanah :

IP = WL – WP

IP = LL - PL

Tiap tanah mempunyai WL, WS, WP yang berbeda-beda yang dipengaruhi sifat-sifat

tanah.

Klasifikasi tanah:

Plastisitas rendah, jika WL < 50 %

Plastisitas tinggi, jika WL > 50 %

“Diagram Casagrande” absis : batas cair (WL)

Ordinat: IP

C

= Clay

CH : Clay High Plasticity

WL > 50 %

 

CL

: Clay Low Plasticity

WL < 50 %

gram A = gr dengan Pers. IP = 0,73 (WL – 20)

M

= Mo = Silt = lanau

O

= Tanah Organis = “ Organic Soil”

CL

= ML = Lempung/lanau dengan plastisitas rendah

Sehingga misal tanah mempunyai nilai dengan gr A maka harus disebut keduanya

contoh : CH - MH, CL - ML, ML - MH, CL - CH

Catatan : Di atas gr. A : IP > 0,73 (WL - 20)

Universitas Gadjah Mada

Diagram Casagrande LL = WL = 70 % PL = WP = 30% IP =

Diagram Casagrande

Diagram Casagrande LL = WL = 70 % PL = WP = 30% IP = 40

LL = WL = 70 % PL = WP = 30%

Diagram Casagrande LL = WL = 70 % PL = WP = 30% IP = 40

IP = 40 % CH IP = LL - PL

GarisB :WL = 50%

Tanah di atas garis A

lempung (c)

Tanah di bawah garis A

tanah organic

 

Lempung

Di kanan garis WL 50 % H

igh Plasticity (H)

Di kiri garis WL 50 % Low

Plasticity (L)

Kanan Atas

CH : H

P

Clay IP > 0,73 (WL - 20)

 

Dan W L

> 50%

Kiri Atas

CL = L

P

clay IP > 0,73 (WL - 20)

Dan W L Kanan Bawah OH

< 50% HP organic clay IP < 0,73 (WL – 20) Dan WL > 50%

Kanan Bawah MH

HP Silt IP < 0,73 (WL - 20) Dan WL < 50%

Universitas

Gadjah Mada

KLASIFIKASI TANAH SISTEM UNIFIED

1. Tiap tanah bersimbol 2 huruf

Huruf I (jenis)

=

G

-

Gravel

: kerikil

 

S

-

Sand

: pasir

M

-

Mo

: lanau (silt – lumpur)

C

-

Clay

: lempung

O

-

Organic Soil

: tanah organik

Huruf II

=

W

-

weligraded

(sifat tanah)

P

-

Poorlygraded

M

-

Mengandung lanau (silty)

C

-

Mengandung lempung (clayer)

L

-

Low Plasticity

H

-

High Plasticity

Berbagai sifat pengenal yang harus diketahuigradasi butir tanah butir kasar

butir- butir konsistensi

tanah butir halus

Contoh:

Tanah A digradasi, butir halus << 50 % - butir kasar pasir : 38 % G (gravel) kerikil : 62 %

D 10 = 0,5mm

D 60 = 16 mm

D 30 = 3 mm

!"#

GW = kerikil bergradasi baik 1 0 = 0,5mm D 6 0 = 16 mm D 3 0 = 3 mm

$ % &#

Tanah B Pasir: S (sand)

D 10 = 0,21 mm

D 60 = 0,34 mm

D 30 = 0,3 mm

1 0 = 0,21 mm D 6 0 = 0,34 mm D 3 0 = 0,3

%'( )

%*+,#-

SP = pasir bergradasi jelekD 6 0 = 0,34 mm D 3 0 = 0,3 mm %'( ) %*+,#- $

$

%'

%)

%'( % , ! #-

Tanah C Butir halus = 37% > 12 %

Butir kasar = 63 % > 50 %

Universitas Gadjah Mada

Pasir = 63% - 37% = 26%

Pasir = 63% - 37% = 26% G Kerikil =100% - 63% = 37% Tanah fraksi

G

Kerikil =100% - 63% = 37% Tanah fraksi halus > 12 % perlu diselidiki batas-batas konsistensinya WL, IP

jika WL & IP

di atas gr a GC

di bawah gr a GM

sama dengan gr a GC – GM

Universitas Gadjah Mada

BEBERAPA SIFAT MEKANIK /FISIK TANAH

PERMEABILITAS :

Sifat suatu bahan berpori, sehingga air dapat merembes (perkolasi)

Sifat ini ditentukan oleh besarnya pori Pasir : bersifat permeable (pervious) Lempung : bersifat impermeable (impervious) = rapat air Lanau : bersifat antara permeable & impermeable

Ukuran : konsistensi permeabilitas = k menentukan tingkat permeabilitas satuan = cm/dt

Aliran dalam pori - pori tanah selalu aliran laminar

V = k . i

Hukum Darcy

V

=

Velocity = kecepatan = cm/dt

 

k

=

koefisien permeabilitas = cm/dt

i

=

gradien hydraulic

=

selisih tinggi tekanan dibagi lintasan

/ . 0
/
.
0

k

=

kecepatan aliran jika i = 1

 

Q

= A. V

Hukum Continueitas Q = A 1 . V 1 = A 2 . V 2

Q

= debit/air yang mengalir dalam satuan waktu (cm 3 /dt)

A

=

luas tampang tanah yang dilewati air

 

Nilai k;

- kerikil

- : k = 10 – 10 -2 cm/dt

: k > 10 cm/dt

pasir

- : k = 10 -2 – 10 -5 cm/dt

lanau

- : k < 10 -5 cm/dt

lempung

Universitas Gadjah Mada

TEKANAN TOT AL, TEKANAN EFEKTIF & TEKANAN PORI

1. Tekanan tanah: ada 3 pen gertian yaitu :

a. Tekanan Normal Tota

(Tekanan Normal) → σ

Jumlah gaya tiap satu an yang bekerja pada suatu bidang tanah

b. Tekanan air pori (U)

Tekanan hidrostatis

dan ke segala arah.

air yang ada pada pori-pori tanah, yang memp unyai arah

c. Tekanan Normal efekt if (Tekanan efektif) → σ′ Tekanan antara butir- butir tanah

σ′ → untuk menghitun Settlement

g :

Gesekan (longsor

an)

menghitun Settlement g : Gesekan (longsor an) Hubungan antara σ ; σ′ ; U a. Universitas

Hubungan antara σ; σ′; U

a.

menghitun Settlement g : Gesekan (longsor an) Hubungan antara σ ; σ′ ; U a. Universitas

Universitas

Gadjah Mada

Dipandang potongan yang be rupa prisma massif.

Dipandang potongan yang be rupa prisma massif. Tekanan hidrostatis (arahnya melawan σ t o t a

Tekanan hidrostatis

(arahnya melawan σ total

Tekanan efektif

σ′ = σ - U

b. Keadaan khusus

Tidak ada aliran air

Tekanan bekerja pada

bidang horizontal

M.a. tanah mendatar t

anpa tambahan tekanan

Tekanan bekerja pada bidang horizontal M.a. tanah mendatar t anpa tambahan tekanan Universitas Gadjah Mada

Universitas

Gadjah Mada

Kesimpulan :

Tekanan tanah sangat dip engaruhi tekanan air pori (U) U sendiri berbeda-beda Permasalahan yang perlu diperhatikan :

1)

Ada tambahan tekana n di atas tanah tapi tanah belum sempat berko nsolidasi

2)

Ada aliran air

3)

Tanah basah tidak kenyang air (ada tambahan tekanan)

2.

σ′

= σ - U

TEKANAN HOMOGEN & TAK ADA AIR TANAH Dipandang bidang datar s eluas A m 2 pada kedalaman h meter dari muka tanah Berat tanah yang ada diat as A = W = (A x h x γ) ton Tekanan = berat persatua n luas

→ W = (A x h x γ ) ton Tekanan = berat persatua n luas

= berat prisma yang catatan:

1. satuan yang digunakan : t, m, γ (t/m 3 ), σ (t/m 2 )

2. kondisi tanah = γ → γ k a

3. tanah berlapis dan ada beban

tingginya h meter dengan luas penampang 1

tau γ saturated

m 2

h meter dengan luas penampang 1 tau γ saturated m 2 3. KEADAAN ADA AIR TAN

3. KEADAAN ADA AIR TAN AH tekanan total, tekanan po ri, tekanan efektif

dianggap 2 lapis tana

h:

1. yang diatas M.A.T 2. yang dibawah M.A.T

tekanan air ke atas ; t

Ada tiga macam tekanan :

ekanan pori h 2 . γ w

Tekanan total σ;

σ = h 1 . γ 1 + h 2 . γ sat

Tekan pori U;

U = h 2 . γ w → γ w = 1

Tekanan efektif σ′;

σ′ = σ - U

U; U = h 2 . γ w → γ w = 1 Tekanan efektif σ′

Universitas

Gadjah Mada

Untuk kondisi air tidak berg erak (keadaan seperti di atas), ternyata teka nan efektif dapat dihitung sebagai beriku t :

ternyata teka nan efektif dapat dihitung sebagai beriku t : Catatan : keadaan dalam praktek pada

Catatan :

keadaan dalam praktek pada umumnya pengaruh air tanah sebagai berikut :

praktek pada umumnya pengaruh air tanah sebagai berikut : Contoh : Pada suatu tempat, kondisi lapaisan

Contoh : Pada suatu tempat, kondisi lapaisan tanah sebagai berikut :

M.A.T terdapat pada kedalam an - 2.00 m

dari ± 0.00 sampai - 4,50

m berupa lapisan pasir yang keadaannya seba gai berikut

G = 2,6; c = 0,5 dan bagia n yang diatas M.A.T dengan S 60 %

dibawah - 4,50 m berupa l

Hitung : tekanan total, tekana n pori & tekanan efektif pada kedalaman - 2,0 0 m; -4,50 m & -9,00 m

empung dengan G = 2,7 & c = 0,6

- 2,0 0 m; -4,50 m & -9,00 m empung dengan G = 2,7 & c

Pasir di atas M.A.T :

Universitas

Gadjah Mada

Pasir dibawah M.A.T :

Lempung :

123

%, 4%& 4%&

%4*5678 '

9

%,

4%& %4*5678 '

123

%* 4%,

4%,

%4,5678 '

9 123 %4,5678 '

Pada -2.00 m

: 1 = 2.1,93 = 3,86 t/m 2

U 1 = 0

1 ' = 3,86 t/m 2

-4.50 m

: 2 = 2 . 1,93 + 2,5 . 2,07 = 9,04 t/m 2

U 2 = 2,5 . 1 = 2,5 t/m 2

2 ' = 9,04 – 2,5 = 6,54 t/m 2

-9.00 m

: 2 = 2 . 1,93 + 2,5 . 2,07 + 4,5 . 2,06 = 18,31 t/m 2

U 2 = 7. 1

2 ' = 11,31 t/m 2

= 7 t/m 2

CARA LANGSUNG MENGHITUNG '

1 ' = 1 = 2 . 1,93 = 3,86 t/m 2

2 ' = h 1 . + h 2 . ) = 2 . 1,93 + 2,5 . 1,07 = 6,54 t/m 2

3 ' = 1 = 2 . 1,93 + 2,5 . 1,07 + 4,5 . 1,06 = 11,31 t/m 2

4. ADA ALIRAN AIR

Aliran vertical

Gradient hidrolik = .

:/

0

Pada I – I

Tekanan Total = = h . ; + < . 123

Tekanan Pori = U' = h' . ;

+ (h + < - h) . ;

Universitas Gadjah Mada

Keadaan tanpa aliran = σ′ = atau berat volume : tak ada a liran →

Keadaan tanpa aliran = σ′ =

atau berat volume : tak ada a liran ada aliran

(γ′ + i . γ w )

. γ′ , selisih = i .

γ′

. γ w

+ i . γ w ) . γ′ , selisih = i . γ′ . γ

Aliran dari bawah ke atas

Gradient Hidrolik =

Pada lapisan I – I Tekanan Total = σ = h . γ w + +

Tekanan Pori = Tekanan air ke atas

.

= U = (h +

+

h) .

Universitas

Gadjah Mada

Tekanan efektif

Pada lapisan II – II =

= σ′ = σ

= . γ′ - h .γ w

=

- U

+

. γ′ -

. γ w

= . (γ′ - i . γ w )

σ 2 =

x . (γ′ +

. γ w )

w ) σ 2 ′ = x . ( γ′ + . γ w ) Leadaan

Leadaan kritis = Bila i terlalu

besar, sehingga σ′ = 0

0 = x . (γ′ + . w ) i . γ w = γ′
0 = x . (γ′ +
.
w )
i . γ w = γ′

Pada tanah non kohesif → γ w = 1

i kritis = γ′

Tanah mengapung

= Quick Contoh dalam praktek :

= Boilin g

Condition

= Quick Contoh dalam praktek : = Boilin g Condition Jika i > γ′ → Quick

Jika i > γ′ → Quick Conditions longso r Sehingga dalam penggalian diusahakan tidak terjadi, pada tanah berbutir kasar

Universitas

Gadjah Mada

CARA MENGATASI : − pen − mperpanjang turap ggalian tidak terlalu dalam me − mbun

CARA MENGATASI :

pen

mperpanjang turap

ggalian tidak terlalu dalam

me

mbun pasir & kerikil

pom

diti

pa sebelum penggalian

TANAH BAHAN FILTER

− pom diti pa sebelum penggalian TANAH BAHAN FILTER Pada bendungan air dapat m embawa butir-butir

Pada bendungan air dapat m embawa butir-butir tanah sehingga menimbulk an bahaya “piping” bendungan dapat runtuh Pada dinding penahan tanah, seandainya tidak ada drainasi bahaya “pipin g” Pencegahan :

perlu drainasi dengan “filt air diarahkan menuju

er” drainasi dan disitu terdapat bahan yang dapa t berfungsi

sebagai saringan agar bu ir-butir tanah tidak ikut mengalir.

Universitas

Gadjah Mada

Syarat bahan filter :

harus lebih permeabel da

pori-pori tidak boleh terl

ri tanah yang dilindungi

alu besar dibanding dengan gradasi butir t anah yang

dilindungi sehingga butir-b utir tanah tidak dapat masuk dalam pori-pori

jika air harus menuju pipa

/lubang drainasi gradasi bahan filter harus c ukup kasar

agar tidak terbawa masuk pipa.

Tanah yang memenuhi syara t ini:

Yang perlu diketahui : gradas i tanah yang dilindungi

1. D 15 f (filter) > 4 @ 5 x D 15 S (tanah yang dilindungi)

2.

D 15 f < 4 @ 5

D 85 S

4D 85 S > D 15 f > 5D 15 S

Jika tanah yang dilindungi ter lalu halus, maka dipakai filter berlapis tanah

ter lalu halus, maka dipakai filter berlapis tanah 1. filter tanah 2. filter I 3. filter

1. filter tanah

2. filter I

3. filter II

4. filter Ill

Jika ada lubang & ada pipa :

jika lubang bulat

jika lubang persegi

Misal : ada lubang 5 cm = 50 mm check pada grafik

: D 85 f > 1 x φ lubang

: D 85 f > 1,2 lebar lubang

→ check pada grafik : D 8 5 f > 1 x φ lubang : D

Universitas

Gadjah Mada

D 15 f = 0,001 → 5 D 15 S = 0,005 D 85 S
D 15 f
= 0,001
→ 5 D 15 S = 0,005
D 85 S = 0,03
→ 4 D 85 f = 0 ,012

D 15 f > 5 D 15 S = 0,005 D 15 f < 4 D 85 f = 0,12

Universitas

Gadjah Mada