Anda di halaman 1dari 4

PERAN KARYAWAN DALAM TATA KELOLA PERUSAHAAN

Karyawan mempunyai kontribusi dalam menciptakan nilai bagi perusahaan dalam


menerapkan keterampilan yang dimilikinya. Karyawan sering termotivasi untuk melakukan suatu
hal untuk mempertahankan dan meningkatan kinerjanya sehingga dapat memaksimalkan nilai
perusahaan . Peningkatan nilai perusahaan dapat maksimalisasi dapat dicapai ketika karyawan
diberi reward kepemilikan saham perusahaan sehingga karyawan dapat termotivasi dalam
bekerja .
Dalam berbagai cara karyawan memainkan peran penting dalam tata kelola perusahaan.
Pertama, karyawan sebagai sumber daya manusia yang paling penting dalam perusahaan , yang
memiliki fungsi bekerja untuk menuju pencapaian kinerja perushaan yang berkelanjutan. Kedua ,
karyawan dianggap sebagai invvestor dengan memiliki perusahaan melalui program pensiun
mereka , dan rencana tabungan . Meskipun karyawan tidak memiliki hak hukum berpartisipasi
dalam pengawasan rencana pensiun , mereka bergantung pada perwakilan mereka untuk
melaksanakan fungsi pengawasan atas nama mereka . Dengan demikian, karyawan melalui
administrator program pensiun, secara tidak langsung terlibat dalam pemantauan tata kelola
perusahaan perusahaan mereka. Ketiga dengan memberdayakan karyawan untuk berpartisipasi
dalam fungsi pengawasan dengan meminta dewan perusahaan atau komite audit untuk
menetapkan program wishtleblower sehingga mendorong karyawan untuk melaporkan
kecurangan perusahaan , kegiatan penipuan keuangan (farud), atau pelanggaran hukum yang
berlaku , peraturan , dan dengan peraturan tanpa adanya katakutan pembalasan dari terlapor.
Program wishtleblower yang efektif harus dapat meningkatkan tata kelola perusahaan .
Ada beberapa keuntungan dari partisipasi karyawan dalam tata kelola perusahaan .
Pertama , melalui pembagian saham perusahaan , karyawan memiliki lebih insentif untuk
menyelaraskan kepentingan mereka dengan para pemegang saham . Kedua , keterlibatan
karyawan dalam tata kelola perusahaan adalah proses pembelajaran bagi karyawan untuk
meningkatkan posisi mereka dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan . Ketiga ,
partisipasi karyawan dalam tata kelola perusahaan dapat dianggap sebagai mekanisme internal
untuk memonitor kinerja manajerial dan mencegah perilaku oportunistik manajemen.

Bahwa dalam rangka meningkatkan penerapan dan penegakan tata kelola perusahaan
yang baik (good corporate governance), diperlukan peran pemangku kepentingan dalam
penyaluran pengaduan terhadap kemungkinan pelanggaran aturan/etika oleh orang dalam
korporat. Oleh karena itu diperlukan kebijakan penerapan sistem pelaporan pelanggaran
(whistleblowing system) sebagai bagian dari pengendalian perusahaan dalam mencegah
kecurangan (fraud). Kebijakan penerapan sistem pelaporan pelanggaran ini diterapkan oleh PT.
Bio Farma Tbk, yang dimana kebijakan tersebut ditetapkan dalam keputusan Direksi PT. Bio
Farma Tbk. Kebijakan ini diterapkan bertujuan sebagai pedoman pelaksanaan dalam menangani
pengaduan pelanggaran dari pihak internal dan eksternal perusahaan untuk menjamin mekanisme
sistem pelaporan pelanggaran berjalan secara efektif dan sebagai upaya dalam pengungkapan
pelanggaran diperusahaan yang tidak sesuai dengan standar etika dan hukum.
Di PT.Bio Farma Tbk sistem pelaporan pelanggaran (whistleblower) di mulai dari :
Prosedur Pengelolaan
A. Pelaporan atas dugaan pelanggaran
1. Penerimaan Pengaduan
a) mekanisme pengaduan dilakukan melalui jalur formal yaitu kepada atasan langsung
ataupun divisi SDM dan SPI, jika kurang efektif maka dapat melaporkan melalui sistem
pelaporan pengaduan.
b) perusahaan wajib menerima dan menindaklanjuti menerima laporan pelanggaran baik
dari pihak internal dan eksternal.
c) perusahaan menyediakan alamat email pelaporan pengaduan ataupun dropbox
pengaduan.
2. Dugaan pelanggaran yang dapat dilaporkan
a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)

Korupsi.
Kecurangan (fraud).
pencurian.
menyuap dan atau menerima suap.
gratifikasi
benturan kepentingan
melanggar hukum dan kebijakan/prosedur perusahaan.

3. Pelapor Pelanggaran (whistle blower).


a) Pelapor pelanggaran adalah karyawan (pihak internal), ataupun pihak eksternal
(pelanggan,pemasok,masyarakat).
b) Pelapor harus memberikan bukti, informasi, atau indikasi yang jelas atas terjadinya
pelanggaran yang dilaporkan sehingga dapat ditelesuri atau ditindaklanjuti.

4. Pelindungan Pelapor
a) perlindungan kerahasiaan atas indetitas pelapor
b) perlindungan atas tindakan balasan terlapor.
c) perlindungan dari pemecatan, penurunan jabatan atau penundaan kenaikan

jabatan,

tekanan, tindakan fisik.


d) perlindungan catatan yang merugikan dalam file data pribadinya
e) informasi mengenai proses tindak lanjur yang sedang dilakukan informasi ini
disampaikan secara rahasia kepada pelapor.
B. Penanganan Pelaporan Dugaan pelanggan
1. Penerimaan Laporan Dugaan Pelanggaran
a. Pelaporan pelanggaran dapat disampaikan melalui :
1) Email ke : Pelaporan.wbs@biofarma.co.id
2) surat resmi kepada Direksi jika pelanggaran dilakukan oleh karyawan sedangankan
pelanggaran yang dilakukan oleh top managemen surat pengaduan langsung ditujukan
kepada Dewan Komisaris melalui pos.
3) Drop Box di perusahaan.
2. Proses Penaganan Pengaduan Dugaan Pengaduan Dugaan Pelanggaran.
a) Tim Pengelola pengaduan Pelanggaran melakukan verikasi terhadap laporan pelapor.
b) Menyampaikan resume dari hasil laporan dan berita acra hasil verifikasi kepada direktur
utama/Dewan Komisaris.

c) Pihak Dewan Direksi/Dewan Komisaris mempelajari laporan dari tim pelaporan


pengaduan apakah pelaporan dilanjutkan ke tahap investigasi atau diberhentikan karena
kurang bukti.
d) Dalam kasus

serius

dan

sensitive

dapat

dipertimbangkan

mengunakan

investigator/auditor eksternal yang lebih independen dalam melakukan investigasi.


e) Tim investigasi memperoleh akses menyeluruh akan unit yang diinvestigasi.
f) Tim Investigasi dalam pelaksanaan tugasnya wajib menyusun berita acara hasil
investigasi dan melaporkan kepada Dewan Direksi/Dewan Komisaris.
g) Berdasarkan hasil berita acra investigasi Dewan Direksi/Dewan Komisaris menentukan
apakah terlapor terbukti bersalah maka akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.
C. komunikasi dengan pelapor
komunikasi dilakukan oleh tim pengelola dan mennyampaikan mengenai penanganan kasus
kepada pelapor.
D. Evaluasi
Evaluasi terhadap sistem pelaporan pelanggaran dilakukan secara berkala sesuai dengan
keperluan dan perkembangan yang terjadi.