Anda di halaman 1dari 8

Statistik Parametrik

Parametrik merupakan indikatir dari suatu distribusi hasil pengukuran di mana


mengikuti adanya prinsip-prinsip distribusi normal.
Syarat penerapan statistik parametrik adalah sebagai berikut.
a. Distribusi sampel diambil dari distribusi populasi yang terdistribusi secara normal.
b. Sampel diperoleh secara random (mewakili populasi)
c. Skala pengukuran harus kontinyu (rasio/interval) atau skala nominal yang diubah
menjadi proporsi.
d. Contohnya yaitu uji -z, uji t, korelasi pearson, anova
UJI t
Macam uji t terbagi menjadi dua yaitu 1 sampel dan 2 sampel. Uji t dengan 1 sampel
dapat menggunakan One Tail Test dan Two Tail Test, sedangkan uji t dengan 2 sampel dapat
menggunakan Independent t-test dan Paired t-test.
Uji t 1 sampel biasanya digunakan untuk menguji hipotesa deskriptif di mana kalimat
hipotesanya yang akan menentukan termasuk one tail test atau two tail test. One tail test
dibagi menjadi dua yaitu uji pihak kiri dan uji pihak kanan. Two tail test biasanya digunakan
bila hipotesa nol (Ho) berbunyi sama dengan dan Hipotesa alternatif (Ha) berbunyi tidak
sama dengan.
Uji t one tail test (uji pihak kiri) biasanya digunakan bila Ho berbunyi lebih besar/
sama dengan () dan Ha berbunyi lebih kecil (<). Contoh rumusan hipotesa adalah
sebagai berikut.
Ho = daya tahan lampu minimal 400 jam ( 400 jam)
Ha = daya tahan lampu lebih kecil dari 400 jam (< 400 jam)

Kurva Uji Pihak Kiri

Uji t one tail test (uji pihak kanan) biasanya digunakan apabila Ho berbunyi lebih kecil
atau sama dengan () dan Ha berbunyi lebih besar (>). Contoh rumusan hipotesa adalah
sebagai berikut.
Ho = pedagang labu paling banyak menjual 100 kg/ hari ( 100 kg)
Ha = pedagang labu dapat menjual lebih dari 100 kg/ hari (> 100 kg)
Kurva Uji Pihak Kanan

Contoh Uji t two tail test dengan contoh rumusan hipotesanya adalah sebagai berikut.

Ho = daya tahan baterai laptop sama dengan 4 jam\


Ha = daya tahan baterai laptop tidak sama dengan 4 jam
Ho = penjualan kartu perdana dalam satu bulan sama dengan 100 buah
Ha = penjualan kartu perdana dalam satu bulan tidak sama dengan 100 buah

Kurva Two Tail Test

Rumus t- test adalah sebagai berikut.


t=

x ratarata 0
SD / n

di mana :
t

= nilai t yang dihitung (t hitung)

= nilai yang dihipotesiskan

SD

= standar yang dihipotesiskan

= jumlah anggota sampel

Rumus standar deviasi adalah sebagai berikut.


xratarata
xi

SD=
di mana :
xi

= data ke-i

= jumlah data

Nilai

x-xrata

(x-xrata)2

x =
Langkah-langkah dalam pengujian adalah sebagai berikut.

x2 =

1.
2.
3.
4.

Menghitung rata-rata data


Menghitung standar deviasi
Menghitung harga t
Melihat harga t tabel
t hitung t tabel maka Ho diterima
t hitung > t tabel maka Ho ditolak
5. Menggambar kurva
6. Meletakkan t hitung dan t tabel dalam kurva (dk = n-1)
7. Membuat keputusan hipotesis
Uji t 2 sampel
Pada intinya uji t 2 sampel menggunakan 2 sampel/ populasi yang berbeda untuk nantinya
dilihat perbedaannya. Uji t 2 sampel ini dibedakan menjadi dua yaitu Independent t test dan
Paired Sample t test.
1. Indepedent t test
Digunakan untuk membandingkan dua kelompok mean dari dua sampel yang berbeda
(independent). Prinsipnya yaitu ingin mengetahui apakah ada perbedaan mean antara dua
populasi, dengan membandingkan dua mean sampelnya.
Misalnya sebagai berikut.

Melihat perbedaan antara kelas yang diberi pelatihan dan yang tidak diberi pelatihan.
Perbedaan perlakuan orang yang diberi obat diet dengan yang tidak.

Rumus t test Independent adalah sebagai berikut.


t=

Xratarata1Xratarata 2

S 12 S 22
+
N1 N2

Di mana :
Xratarata1 = rata-rata sampel 1
Xratarata2 = rata-rata sampel 2
S12

= varians sampel 1

S22

= varians sampel 2

= jumlah sampel

Rumus Independent t test (beda N sampel) adalah sebagai berikut.


t=

Xratarata 1Xratarata 2

( n 11 ) S 12 +(n 21)S 22 1 1
+
n 1+n 22
n1 n2

2. Paired Sample t test


Digunakan untuk membandingkan mean dari suatu sampel yang berpasangan
(paired). Sampel berpasangan adalah sebuah kelompok sampel dengan subyek yang sama
namun mengalami dua perlakuan atau pengukuran yang berbeda. Menguji perbedaan
kondisi awal/ sebelum dan setelah perlakuan.
Rumus Paired t test adalah sebagai berikut.
t=

di

N di ( di )
N1

Di mana :
D = selisih nilai sesudah dan sebelum (post pre)
N = banyak sampel
Tabel bantunya sebagai berikut.
No

Pre

Post

d2

UJI ANALISIS OF VARIANS(ANOVA)


Anova digunakan untuk menguji hipotesis rata-rata k sampel yang berpasangan. Data
berbentuk interval atau rasio. Jenis Anova adalah sebagai berikut.

Anova satu jalan (One Way Anova)

Contohnya : untuk menguji ada tidaknya perbedaan pendapatan antara karyawan

pabrik, salesperson, dan PNS.


Anova dua jalan (Two Way Anova)
Contohnya : untuk menguji ada tidaknya perbedaan secara signifikan antara
pendapatan karyawan pabrik, salesperson, dan PNS berdasarkan jenis kelamin.

Asumsi penggunaan Anova adalah sampel diambil secara random, data berdistribusi
normal, dan vaian antar sampel homogen.
Menghitung One Way Anova adalah sebagai berikut.
1. Hitung jumlah kuadrat total (JKtot)

2. Hitung jumlah kuadrat antar kelompok (JKant)

3. Hitung jumlah kuadrat dalam kelompok (JKdal)

4. Hitung Mean kuadrat antar kelompok (Mkant)

5. Hitung Mean kuadrat dalam kelompok (Mkdal)

6. Hitung F hitung (Fhit)

7. Bandingkan F hitung dengan F tabel (lihat tabel F)


- dk pembilang (antar kelompok) = m-1
- dk penyebut (dalam kelompok) = N-m
8. F hitung F tabel maka Ho diterima
Anova 2 Jalan (Two Way Anova)
Hampir sama dengan anova satu jalan hanya saja di sini sampelnya k-sampel tetapi
memiliki k-kategori. Menghitung anova dua jalan adalah sebagai berikut.
1. Hitung JK Total

2. Hitung jumlah kuadrat kolom

3. Hitung jumlah kuadrat baris (arah kanan)

4. Hitung jumlah kuadrat interaksi

5. Hitung jumlah kuadrat dalam

6. Hitung dk untuk :
- Dk kolom = kol 1
- Dk baris = bar 1
- Dk interaksi = dkkol x dkbar
- Dk dalam = (N - kol.bar)
- Dk total = N 1
7. Hitung MK kuadrat (MKkol, MKbar, MKint, MKdal) masing-masing JK dibagi dengan
dk.
8. Hitung harga F

KORELASI
Analisis korelasi merupakan suatu analisis untuk mengetahui tingkat keeratan hubungan
antara dua variabel. Tingkat hubungan tersebutb dapat dibagi menjadi tiga kriteria, yaitu
mempunyai hubungan positif, mempunyai hubungan negatif, dan tidak mempunyai
hubungan. Contohnya : ada hubungan positif antara tinggi badan dengan kemampuan
bermain basket; ada hubungan negatif antara curah hujan dengan es yang terjual. Kuatnya
hubungan antar variabel dinyatakan dalam koefisien. Koefisien positif terbesar = 1; koefisien

negatif terbesar = -1 (-1 r +1). Semakin kecil koefisien korelasi, maka semakin besar
error (kesalahan).
Korelasi Product Moment

rxy

xy
x2 y2

di mana :
rxy = korelasi antara variabel x dengan y ; x = (xi xratarata); y = (yi yratara)

rxy

nY 2(2)

2
( n X ( X 2 ) )

n ( XY )( X )( Y )

Korelasi Ganda
Menunjukkan arah dan kuarnya hubungan antara dua atau lebih variabel independen
dengan satu variabel dependen.
REGRESI
Regresi digunakan untuk uji asosiatif, lebih ditujukan untuk mengestimasi/
memprediksikan variabel bebas terhadap variabel terikat. Uji regresi hanya digunakan untuk
uji hubungan antara variabel hingga ke tingkat memprediksikan.
ANALISIS JALUR
Analisis jalur digunakan untuk menguji hubungan kausal (sebab akibat) yang didapatkan
melalui kajian teori yang telah dirumuskan. Analisis jalur digunakan dalam rangka
mempelajari saling ketergantungan antar variabel.