Anda di halaman 1dari 22

STANDAR KOMPETENSI

Memahami hubungan timbal balik antara perkembangan teknologi bahan


kayu dan perubahan di masyarakat
Memahami jenis dan sifat bahan kayu serta hubungannya dengan fungsi,
manufaktur dan perancangan suatu produk
Memahami perancangan suatu produk
Memahami melakukan suatu pekerjaan teknik secara benar, aman, dan
sadar lingkungan
Memahami pembuatan produk teknik berdasarkan rancangan sendiri dan
kelompok dengan menggunakan bahan kayu
Mengevaluasi proses perencanaan pembuatan produk dari bahan kayu
berdasarkan kriteria yang telah ditentukan

1. Kompetnsi Dasar
Menunjukkan beberapa perkembangan teknologi bahan kayu dan
pengaruh dalam kehidupan sehari-hari
Mendiskripsikan tentang perkembangan bahan kayu berdasarkan
argumen terbuka dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari

2. Indikator Pencapaian hasil Belajar


Menjelasakan perkembangan teknologi bahan kayu
Mendiskripsikan jenis dan sifat bahan kayu
Mendiskripsikan fungsi bahan kayu yang digunakan dalam kehidupan
sehari-hari
Menjelaskan cara mengolah kayu menjadi barang jadi dalam
kehidupan sehari-hari
Menjelaskan dampak limbah kayu terhadap pencemaran lingkungan
hidup

3. Materi Pembelajaran
a. Pengolahan Bahan Kayu
Setiap malam kita tidur enak
ditempat tidur dari kayu. Apakah
kalian berpikir dari manakah tempat
tidur kayu tersebut ? Benardari
hutan, lalu bagai manakah kayu
diolah hingga menghasilkan barang
jadi? Siapakah yang terlibat dalam
pekerjaan ini ?

Wahyu adalah seorang pembibit


hutan, ia bekerja seharian diluar. Ia
mempunyai hutan produksi, kalian
bisa
menamakannya
petani
penanam di hutan. Ia mengenal
macam-macam pohon di hutan . Bila
pohon-pohon itu sudah cukup besar,
ia menebangnya.
Mamat
bekerja
dipabrik
penggergajian,
Ia
menggergaji
pohon-pohon yang ditebang di
hutan, Di pabrik ini ia belajar bagai
mana pisau gergaji dipasang. Hal ini
sangat penting untuk diketahui
Didi mengontrol kualitas dari kayu,
tidak ada pohon yang sama, kita
bisa melihat perbedaannya dari

potongan potongan kayu tersebut.


Dimasa sekolahnya ia belajar
mengenai macam-macam kayu.
Dengan modal keterampilannya ia
bekerja di pabrik kepunyaan seorang
teman. Sebelum dibawa kepabrik
penggergajian kayu tyersebut sudah
di beli.
Hamid adalah seorang pengusaha
kayu, Ia mengerti banyak mengenai
harga-harga kayu. Ia membeli
pohon-pohon tersebut dari seorang
petani hutan atau kayu dari pabrik
penggergajian,
setelah
itu
ia
menjualnya kembali.
Herman merancang tempat tidur dan
mebel lainnya, semua itu ia pelajari
di Sekolah Tinggi Teknik, ia
memikirkan juga bagaimana proses
pembuatan tempat tidur dan mebel
tersebut di pabrik. Setelah itu
barulah dijual ditoko-toko.
Yanto adalah seorang pengusaha
toko, ia belajar di sekolah khusus
dagang, ia dapat menjelaskan
mengenai tempat tidur yang ada di
tokonya.
Tahu kah kamu, berapa banyak
propesi yang terlibat dengan kayu ?
Ya..tentu banyak, semuanya harus
memahami tentang kayu. Apakah
kamu tertarik untuk memahami
tentang pekerjaan kayu ?
Kayu merupakan bahan bangunan
alam, yang artinya kayu dapat
diperoleh dialam bebas atau yang
disebut hutan. Hutan di Indonesia
3

dikuasai oleh pemerintah, juga


untuk penebangannya. Namun
sekarang ini penebangan kayu di
hutan-hutan Indonesia banyak
yang
diserahkan
kepada
perusahaan penebangan swasta,
tentunya setelah memperoleh izin
dari
Departemen
Kehutanan.
Sedangkan
untuk
menjaga
kelestarian hutan agar tidak terjadi
banyak lahan atau hutan gundul
dari akibat penebangan dan
sekaligus untuk melaksanakan
reboisasi
para
penebang
diwajibkan menanam kembali
pohon pada lokasi penebangan.

Sedangkan cara mengangkut kayu


dari hutan ke pabrik pengolahan
atau ke perdagangan dilakukan
melalui
darat
dengan
cara
menggunakan
tenaga
binatang
seperti gajah, atau tenaga mesinmesin alat berat seperti traktor
pengangkut kayu yang selanjutnya
diangkut oleh truk.

Hutan Kayu

Kayu hasil penebangan dijual


kepada pedagang dalam bentuk
balok besar atau glondongan untuk
selanjutnya diolah, kayu tersebut
diberi tanda cap dan tanggal
penebangan, untuk mengangkut
kayunyapun harus ada surat-surat
lengkap
dari
Departemen
Kehutanan. Pengolahan kayu dari
mulai glondongan menjadi bahan
kayu berupa balok yang ada
diperdagangan, dapat dilakukan
dihutan dengan cara digergaji
manual maupun gergaji mesin. atau
dibawa kepabrik untuk diolah
dengan mesin-mesin pengerjaan
kayu.

Sedangkan yang melalui laut atau


sungai
dengan
cara
kayu
dihanyutkan ke sungai setelah
sampai di laut diangkut oleh kapal
laut.
Coba Anda perhatikan benda-benda
yang di dalam kelas. Sebutkanlah
benda-benda yang terbuat dari
bahan Kayu ?

Perabot di kelas

b. Cara Penyimpanan dan


Pengawetan Bahan Kayu
Kayu yang sudah diolah dari
glondongan hingga menjadi balok
atau
papan
yang
ada
diperdagangan, harus disimpan atau
dilindungi
dengan
baik
guna
menghindari
cacat-cacat
kayu
seperti melengkung, busuk, retak
dan sebagainya, sebelum dijual atau
digunakan oleh konsumen.
Cara
penyimpanan
untuk
pengawetan kayu bisa dilakukan
dengan cara terlebih dahulu kayu
dicelupkan kedalam cairan kimia
pada tungku yang besar dengan
tekanan tinggi, sehingga jamur-jamur
tidak akan hidup pada kayu yang
sudah diawetkan, lalu di susun/
ditumpuk dengan memberi ganjal
balok kecil setiap lapisan, sekaligus
untuk
mempercepat
proses
pengeringan yang disebut kering
udara.

Gambar cara penyimpanan kayu

Kayu balok atau papan perlu


pengeringan
yang
sempurna
sebelum
dipergunakan,
selain
dengan kering udara bisa juga
dengan proses kering oven. Caranya
setelah pengggergajian kayu balok
atau papan dimasukan kedalam

oven yang besar, lalu disusun diberi


ganjal balok kecil tiap-tiap lapisan
lalu dipanaskan
dengan tenaga
listrik kemudian
atur suhu
ruangannya sampai mendapatkan
pengeringan yang sempurna.

Gambar pengeringan dengan Oven

c. Struktur Kayu
Penebangan pohon dilakukan bila
pohon
telah
cukup
umurnya,
sehingga mutu kayunya cukup baik.
Batang dari pohon merupakan
bagian yang menghasilkan kayu
untuk bahan bangunan. Bahan kayu
keras yang diameternya tidak kurang
dari 20 cm dan panjang bagian
lurusnya minimal 1 m, masih dapat
digunkan untuk bahan mebel dan
kerajinan tangan.
Bila batang pohon ditebang, gelanggelang tahunan dapat terlihat pada
tampang lintang dan menunjukkan
umur dari pohon. Tiap tahun
terbentuk satu gelang tahunan.
Pohon di Indonesia tumbuh lebih
cepat
pada
musin
hujan
dibandingkan pada musin panas.
Oleh karena itu terjadi perbedaan
5

warna pada batang dan gelang


tahunan.

yang digunakan berupa kampak,


pahat dan gergaji. Dengan peralatan
tersebut, mereka menebang pohon
dan menggergaji sesuai ukuran,
batang-batang yang sudah dipotong
tersebut dirakit menjadi sebuah
rumah. Ini terbukti dari peninggalan
nenek moyang kita yaitu rumah
tradisional .

Rumah dari kayu keras

Kini kita tetap masih banyak


menggunakan
kayu
untuk
membangun rumah. Selain kayu
untuk membangun rumah, kayu juga
dapat dibuat sebagai bahan baku
pembuatan kertas, pensil, alat tulis
lainya atau mebel seperti lemari
pakaian, meja,kursi makan,tempat
tidur bahkan untuk peralatan rumah
tangga seperti souvenir kerajinan
tangan dan sebagainya.
d. Kegunaan Bahan Kayu
Pada tahun 857 Masehi, di
Indonesia
dimulai
membangun
rumah dari bahan kayu, karena
kebutuhan tempat untuk berteduh
menghindari diri dari ancaman
binatang buas, dan pengaruh cuaca,
maka manusia pada zaman dulu
membangun rumah menggunakan
batang-batang pohon. Peralatan

Perlengkapan rumah tangga

Menurut jenisnya kayu ada yang


keras dan ada pula yang lunak, pada
kayu yang lunak biasanya orang
menggunakannya
untuk
perlengkapan rumah tangga dan
sebagainya.
Sedangkan jenis kayu yang keras
biasanya orang menggunakannya
untuk
jembatan,
rangka
atap
bangunan, mebel seperti kursi,
tempat tidur dan sebagainya, selain
kuat tahan lama dibanding kayu
lunak.

Mebel dari kayu

Jembatan dari kayu keras

1. Kompetensi Dasar
Memilih bahan sesuai dengan sifatnya serta hubungan dengan produk
dalam kehidupan sehari-hari
Menjelaskan jenis-jenis bahan kayu dan menguji sifat-sifat bahan kayu
untuk produk teknologi

2.Indikator Pencapaian hasil

Belajar

Mengidentifikasi jenis dan kualitas bahan kayu untuk keperluan suatu


produk.
Membedakan berbagai jenis dan kualitas bahan kayu untuk suatu produk .
Melakukan pengujian kualitas bahan dan menetapkan bahan kayu yang
sesuai untuk suatu produk.
Membuat laporan hasil pengujian bahan kayu .
Memaparkan laporan hasil pengujian bahan kayu.

3. Materi Pembelajaran
a. Jenis-jenis Kayu
Indonesia
merupakan
negara
penghasil kayu yang sangat banyak,
baik
jumlah
maupun
macam
jenisnya, sehingga mudah didapat
dan relatif murah harganya. Oleh
karena itu, penggunaan kayu
sebagai bahan alat rumah tangga
sampai
dengan
konstruksi
bangunan bila ditinjau dari segi
ekonomisnya
sangatlah
menguntungkan.
Kayu merupakan bahan bangunan
alam, artinya dapat diperoleh di
alam bebas tanpa harus dibuat atau
diolah di pabrik.
Setiap jenis kayu mempunyai ciri
ciri khusus seperti bau, warna, pori,
berat, keras, lunak dan sebagainya.

Pohon yang baru ditebang masih


berupa gelondongan atau dolken,
dibentuk dengan cara digergaji
dapat berupa
batang berbentuk
empat persegi panjang atau bujur
sangkar yang dinamakan
balok,
dan dapat pula dibentuk menjadi
lembaran lembaran tipis yang
disebut papan.

Kayu Dolken

Kayu Balok

Pohon Kayu

Kayu bentuk papan

Semua jenis kayu akan menyusut


bila dikeringkan, karena pengaruh
penyusutan kayu dapat melengkung
dan retak-retak.. Balok atau papan
perlu pengeringan yang sempurna.
Bila balok atau papan tersebut
sudah kering maka dapat dikerjakan
dan
dipakai
untuk
berbagai
kebutuhan bahan alat rumah tangga,
konstruksi atau sesuai tujuan
penggunaannya.
b. Kayu Olahan
Kayu
olahan
dikelola
secara
komersial sejak tahun 1896, semula
hanya diperuntukkan kemasan the
yang lazim disebut tripleks.
Berkembangnya
teknologi
dan
tuntutan kebutuhan manusia, kayu
olahan
tidak
hanya
sekedar
kemasan teh saja, kini berkembang
untuk berbagai sektor keperluan
antara laian:
Kerangka bangunan perumahan,
dinding dan plafon rumah, penyekat
kedap suara ruangan, daun pintu
dan
jendela
rumah,
furniture,
bekesting
(cetakan)
konstruksi
beton, paking untuk peti kemas, dan
lain-lain. Berbagai macam keperluan
membedakan jenis kayu olahan
dalam
pertimbangan
ekonomis,
teknis dan estetika yang tidak
terlepas dari unsur-unsur pendukung
lain seperti lem dan bahan finishing.

Kayu Lapis Jenis Multiplek

Jenis kayu olahan antara lain:


Veneer, adalah lembaran kayu tipis
yang dihasilkan dari penyayatan
kayu massif.
Plywood, terdiri dari susunan yang
bersilangan serat.
Block Board, adalah plywood yang
bagian tengahnya dari batang kayu
massif yang disusun sedemikian
rupa.
Particle Board, adalah kayu olahan
yang dibuat serpihan- serpihan kecil
dicampur dengan bahan pengikat
yang dipres.
Medium Density Fibre (MDF), adalah
produk olahan dari serat-serat kayu
berbentuk bubur yang dipres.
c. Kekuatan Kayu
Lembaga Penelitian Hasil Hutan
(LPHH) di Bogor telah melakukan
penelitian mengenai kayu-kayu di
Indonesia.
Untuk
berbagai
keperluan, kayu-kayu tersebut dinilai
menurut kekuatanya yang ditentukan
dari tingkat dan pemakaian kayu.
Untuk tingkat kekuatan kayu, di
dilakukan pengujian kuat tarik kayu,
kuat lentur, kuat tekan atau desak
dan berat jenis kayu. Persyaratan
untuk
masing-masing
tingkat
menurut Den Berger ditentukan
sebagai berikut :
Tingkat
I
a. Kuat lentur
2
dalam Kg / cm 1000
b. Kuat desak
2
dalam Kg / cm 750
c. Berat Jenis
3
dalam Kg / cm 0,9

II

III

IV

725

500 360 < 360

425

300 215 < 215

0,6

0,4 0,3 < 0,3

Jenis kayu yang termasuk pada


tingkat I (satu) diantaranya : kayu
jati, Merbau, Bengkirai, Resak, biasa
10

digunakan pada konstruksi yang


berat. Sedangkan pada tingkat II
(dua) diantaranya : kayu rasamala,
merawan,
digunakan
untuk
konstruksi berat terlindungi. Untuk
tingkat III (tiga) diantaranya : kayu
puspa,
kamper,
kemuning,
digunakan
konstruksi
berat
terlindungi. Untuk tingkat IV (empat)
diantaranya : kayu meranti, suren,
Mahoni, sungkai, pinus, lame
digunakan untuk konstruksi ringan
dan tingkat V (lima) diantaranya :
kayu
albasiah,
jengjing untuk
pekerjaan keperluan sementara.

Kayu adalah bahan elastis yang


dapat dibebani , tidak akan patah
bila dibebani dengan beban ringan

Apabila kayu dibebani dengan beban


terlalu berat, maka kayu akan patah.

Kuat Tekan: Kayu dapat ditekan


searah / sejajar serat kayu dan juga
tegak lurus arah serat kayu. Kayu
lebih kuat menerima tekanan sejajar
serat kayu dibandingkan arah tegak
lurus serat kayu

11

Kuat Tarik :

Kuat Lentur:

Kayu dapat ditarik searah / sejajar


serat kayu dan juga tegak lurus arah
serat kayu.
Kayu lebih kuat
menerima tarikan sejajar serat kayu
dibandingkan arah tegak lurus serat
kayu

Kayu ditumpu pada dua titik dapat


menerima beban dan akan lentur
sampai batas lentur kayu yang
diijinkan, dan kayu akan patah bila
melampaui kuat lentur yang diijikan.

12

1. Kompetensi Dasar

Mengidentifikasi dan mnentukan hubungan dan sambungan pada


konstruksi kayu
Membuat gambar hubungan dan sambungan kayu
Mempresentasikan hasil gambar kerja

2. Indikator Pencapaian hasil belajar

Membuat gambar sambungan kayu secara isometris


Menggambar tampak muka, samping dan atas dari suatu sambungan
Membaca gambar tampak dan potongan sambungan kayu
Bekerjasama dalam kelompok untuk membuat gambar sambungan
Menyajikan hasil rancangan gambar sambungan kayu
13

3. Materi Pembelajaran
a. Hubungan / Sambungan Kayu
Penyambungan pada pekerjaan
kayu dapat dilakukan dengan cara
:Sambungan sudut dapat dilakukan
dengan
Sambungan takikan lurus
Sambungan pen dan lubang
tertutup
Sambungan ekor burung

Gambar sambungan ekor burung

Sambungan
melebar
dapat
dilakukan dengan
Sambungan alur dan lidah lepas
Sambungan alur dan lidah
Sambungan dowel
Gambar sambungan takikan lurus

Gambar sambungan alur dan lidah

Gambar sambungan pen dan lubang


tertutup

Sambungan memanjang dapat


dilakukan dengan
Sambungan bibir lurus
Sambungan bibir lurus berkait
Sambungan bibir miring berkait
14

Gambar sambungan bibir lurus

Sedangkan hubungan persilangan


dapat dilakukan dengan hubungan
parohan lintang siku-siku

b. Alat Sambungan
Macam-macam alat sambung
Untuk
memperkuat
sambungan
dalam pekerjaan kayu ada beberapa
alat sambung.
Menyambung
dengan
cara
memaku
Panjang dari paku harus 2 atau 3 X
dari tebal bilah kayu. Pukulah
perlahan dan peganglah paku
dengan jari pada waktu memaku,
lalu pukulah paku tersebut lebih
dalam lagi dengan alat pembenam
paku. Gunakan palu yang sedang,
bila ingin mencabut paku itu
kembali, gunakanlah pencabut
paku
dan
alaskan
dengan
sepotong kayu.

Gambar sambungan dengan paku

Menyambung dengan bantuan


skrup
Untuk
membenamkan
skrup
pada kayu gunakan obeng. Putar
kepala skrup tepat pada kepala
sekrup.
Agar
proses
penyekrupan
lebih
mudah
sebaiknya kayu dilubangi dahulu
dengan menggunakan bor yang
ukuran mata bor lebih kecil dari
ukuran
skrup
yang
akan
dipasang.

Gambar sambungan skrup

15

Menyambung dengan bantuan


lem kayu
Untuk
sambungan
yang
mengunakan dowel biasanya
diperkuatan dengan lem kayu.
Olesi dowel dan lubang dowel
dengan lem kayu tipis-tipis, lalu
satukan lembaran Kayu dengan
cara di klem dan jepitlah dengan
tekanan
merata.
Biarkan
beberapa saat hingga lem
benar-benar kering dan melekat
dengan sempurna. Bersihkan
sisa-sisa lem yang masih basah.

Gambar sambungan dengan lem


Dan dowel

16

1. Kompetensi Dasar
Menentukan jenis dan fungsi penggunaan alat untuk pekerjaan kayu
Memanfaatkan peralatan untuk proses dalam pembuatan produk teknologi
dengan menggunakan bahan kayu

B. Indikator Pencapaian hasil Belajar


Memilih jenis peralatan kerja yang diperlukan.
Menyebutkan fungsi penggunaan peralatan kerja dengan prinsip kerja
yang benar dan aman .
Memilih peralatan dasar yang diperlukan untuk pembuatan produk dari
bahan kayu
Menggunakan peralatan kerja dengan tepat dan benar
Menyimpan peralatan kerja dengan aman
Merawat peralatan kerja dengan benar

17

A. Materi Pembelajaran

meter gulung
sistem pegas

dilengkapi

dengan

a. Peralatan Pekerjaan Kayu


Sesuai dengan kondisi kehidupan
sehari-hari, lingkup pengerjaan kayu
itu
sangatlah
luas,
tentunya
memerlukan berbagai jenis peralatan
sesuai
dengan
fungsi
dan
kegunaannya. Untuk memudahkan
mempelajari
dan
penguasaan
penggunaan peralatan pekerjaan
kayu, maka peralatan pekerjaan
kayu dapat dikelompokan sebagai
berikut :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Peralatan untuk menggambar


Peralatan pengukur
Peralatan untuk pengerjaan
Peralatan pemutar
Peralatan penjepit
Peralatan finishing

Pada bagian ini akan dijelaskan


peralatan tangan yang sering
digunakan pada pekerjaan kayu.
Peralatan tersebut adalah:

Menunjukan cara mengukur suatu


pekerjaan dengan menggunakan Rol
meter

2. Siku siku
Untuk
memeriksa
kesikuan,
kerataan, atau membuat sudut 45
dan 90 biasanya menggunakan alat
siku siku.

1.Meteran
Alat untuk mengukur panjang, lebar,
dan tinggi suatu benda kerja
biasanya menggunakan alat ukur
meteran. Jenis meteran yang sering
digunakan pada pekerjaan kayu
adalah meteran lipat dan meteran
gulung
Hati-hati menggunakan meteran
gulung
terutama
pada
saat
mengembalikan plat ukur, karena

Menunjukan cara menggunakan sikusiku untuk memeriksa kesikuan


dalam suatu pekerjaan

18

3. Gergaji
4. Ketam tangan
Gergaji dibagi menjadi dua macam
yaitu gergaji pemotong dan gergaji
pembelah.
Gergaji potong digunakan untuk
memotong kayu. Arah menggergaji
tegak lurus arah serat kayu.

Ketam adalah alat untuk mengiris


kayu, artinya untuk meratakan dan
meluruskan serta menghaluskan
permukaan kayu. Jenis ketam
bermacam-macam antara lain ketam
blok (metal block plane), ketam
kasar (metal jack plane), ketam
penghalus (metal smooth plane).

Menunjukan cara memotong dengan


gergaji pemotong

Gergaji pembelah digunakan untuk


membelah kayu. Arah menggergaji
searah dengan arah serat kayu.
Jenis lain yang digunakan adalah
gergaji gerek, gergaji punggung.

Menunjukan cara membelah dengan


gergaji pembelah

Menunjukan cara mengetam kayu


dan cara memegang ketam kayu

5. Pahat Kayu
Dalam pekerjaan kayu alat untuk
melubang
dapat
menggunakan
pahat kayu atau bor tangan.
Pemahatan
dilakukan
dengan
menggunakan palu kayu atau palu
besi. Jenis pahat yang sering
digunakan pada pekerjaan kayu
adalah pahat lubang dan pahat
tusuk. Pahat lubang digunakan
dengan cara memukul tangkai pahat.
Oleh karena itu pada bagian ujung
tangkai diperkuat dengan ring besi
atau cincin besi agar tidak mudah
retak atau pecah.
19

penggunaannya untuk melukis garis


sejajar terhadap sisi bidang kayu
memanjang yang sudah diketam.
Seperti
membuat
garis
untuk
sponing, membuat dua garis untuk
lubang yang akan di pahat.

Menunjukan cara melubang dengan


pahat kayu

6. Bor tangan
Bor
disebut
juga
penggerek,
fungsinya untuk membuat lubang
bulat pada benda pekerjaan. Bor
tangan dilengkapi dengan tangkai
pemutar atau engkol yang fungsinya
menggerakkan mata bor. Jenis bor
lain yang digunakan pada pekerjaan
kayu adalah bor tangan listrik dan
mesin bor.

Menunjukan cara melubang dengan bor


tangan

7. Perusut
Perusut adalah salah satu alat Bantu
dalam
pekerjaan
kayu,

Menunjukan cara membuat garis yang


sejajar dengan sisi kayu dengan bantuan
alat perusut.

b. Finishing Kayu

Finishing
merupakan
tahap
pengerjaan terakhir yang sangat
penting dan menentukan.Dengan
memilih bahan finishing yang tepat
serta cara pengerjaan yang benar
akan menghasilkan barang / produk
yang bermutu dan bernilai tambah
tinggi.Tujuan pemberian pelapisan
atau penggunaan bahan cat atau
vernis/ lak pada kayu, maksudnya
disamping sebagai dekoratif/estetik
juga untuk pelindung.
Tujuan dan fungsi pengecatan
adalah :
Untuk memberi warna yang indah
dan menarik.
20

Untuk melindungi dan menjaga


agar benda yang dicat tidak
mengalami proses pelapukan dan
atau menjadi rusak
Untuk
melindungi
struktur
pengaruh negatif dari alam dan
cuaca
Untuk menambah ketahanan
konstruksi dari pengaruh panas.
Sebagai bahan bangunan, cat harus
memenuhi beberapa syarat di dalam
penggunaannya.
Syarat-syarat
tersebut adalah :
Cat harus dapat kering dalam waktu
maximal 30 jam . Pengecatan harus
dapat menghasilkan lapisan yang
lengket, rata, kenyal, melekat
dengan baik, tidak menyerap debu,
dan harus melekat dan menutup
dengan benda yang dicat.
Benda
pekerjaan
yang
akan
difinishing sebaiknya dihaluskan
terlebih dahulu dengan kertas
amplas yang kasar dengan nomor
120
setelah
halus
bersihkan
debunya amplas lagi dengan amplas
halus dengan nomor 220. Tutup poripori kayu dengan dempul dan
amplas kembali hingga rata .
Langkah berikutnya tinggal memilih
bahan finishing cat atau vernis yang
akan digunakan sesuai dengan
keinginan, dengan cara dikuaskan,
untuk cat dan vernis sebaiknya
encer dan apabila kental tambahkan
minyak pengencer cat atau vernis,
hal ini adalah untuk memudahkan
dalam pengkuasan.

untuk penyemprotan adalah spray


gun dan compessor .
Spray gun digunakan untuk tempat
campuran cat, plitur, atau vernis
yang dicampur dengan bahan
pengencer dengan perbandingan
tertentu. Agar mudah disemprotkan,
maka spray gun dihubungkan
dengan selang ke compressor .
Compressor
berfungsi untuk
memberi tekanan pada spray gun
yang diatur dengan alat pengatur
tekanan.

Menunjukan kuas sebagai


Alat dalam mengecat

Pengecatan dengan teknik penyemprotan

Cara
lain
ialah
dengan
penyemprotan. Alat yang digunakan
21

Dalih.SA, Oja Sutirno, Petunjuk Pengerjaan Kayu I. Jakarta : Direktorat


Pendidikan Menengah Kejuruan, Depdikbud. 1978.
Felix Yap K.H, Ir, Konstruksi Kayu. Bandung: Penerbit Bina Cipta. 1964.
J. Feenstra, Techniek Construeren en Produceren MHV 2. Leiden : Educatieve
Utgevers Spruyt, Van Mantgem & De Does bv. 1994.
Reguel Sinaga, Modul Teknik Pengecatan. Bandung: Pusat Pengembangan
Penataran Guru Teknologi Bandung. 2004.
Ruud Weber, Novherryon, Modul Pengerjaan Kayu. Jakarta : Direktorat Sekolah
Swasta. Depdikbud. 1998
R. Soegiharjo Soedibyo, Ilmu Bangunan Gedung. Jakarta: Direktorat Pendidikan
Menengah Kejuruan. Depdikbud. 1981.
Sutopo Edi Widjoyo, Bhakti Probowo, Ilmu Bahan Bangunan. Jakarta : Direktorat
Pendidikan Menengah Kejuruan. Depdikbud. 1977.
T.A. Prayitno, Prof.Dr.Ir.M.for, Teknologi Kayu. Yogyakarta : Universitas
Gadjah Mada.2005

22