Anda di halaman 1dari 10

Tugas Sistem Utilitas I

Deaerasi Kimia dengan Senyawa Hidrazin

Kelompok H :
Humairah Adillah Lubis (03031181320011)
Melza Julia Habsary (03031281320033)
Gea Jennifer Tandy (03031281320013)
Sintia Desparana (03031381320011)
Yuni Astriyani (03031381320019)
Rina Armita (03031381320021)
Lefin Nassya Farista (03031381320023)
Riska Nurfitriani (03031381320053)

Jurusan Teknik Kimia


Fakultas Teknik
Universitas Sriwijaya
2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan yang telah melimpahkan rahmatNya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan karya ilmiah mengenai deaerasi kimia
ini dengan baik.
Adapun karya ilmiah mengenai deaerasi kimia dengan hidrazin ini telah kami
usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak, untuk itu kami
berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam proses pembuatan
karya ilmiah ini.
Kami mengharapkan agar karya ilmiah mengenai deaerasi kimia ini dapat
memberikan manfaat pengetahuan kepada para pembaca. Namun tidak lepas dari semua itu,
kami menyadari sepenuhnya bahwa terdapat kekurangan dalam penulisan karya ilmiah ini.
Oleh karena itu, kami menginginkan kepada pembaca atas saran dan kritik dalam rangka
perbaikan makalah ini.

Palembang, November 2014

Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................................................i
DAFTAR ISI..............................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................................1
A. LATAR BELAKANG....................................................................................................1
B. RUMUSAN MASALAH...............................................................................................1
C. TUJUAN PENULISAN.................................................................................................2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA................................................................................................3
A. DEAERASI KIMIA.......................................................................................................3
B. HIDRAZIN.....................................................................................................................3
C. PRINSIP KERJA............................................................................................................3
D. CARA KERJA...............................................................................................................4
E. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN..........................................................................5
BAB III PENUTUP....................................................................................................................6
A. KESIMPULAN..............................................................................................................6
B. SARAN..........................................................................................................................6
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................7

ii

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Air memiliki banyak kegunaan dalam proses industri, terutama sebagai
penunjang utama dalam sistem utilitas pabrik. Air mengandung gas terlarut seperti
oksigen, dimana air umumnya mengandung 4-8 ppm oksigen. Oksigen dapat larut
dalam air karena molekul-molekul oksigen menempati ruang diantara molekul air.
Oksigen terlarut dalam air sangat menentukan baku mutu air sebagai air baku di
industri, contohnya pada air umpan boiler.
Dalam penyediaan air umpan boiler, dibutuhkan air dengan kandungan gasgas terlarut didalamnya kecil, seperti gas oksigen dan karbon dioksida. Pengaruh
adanya gas karbon dioksida dalam air dapat meyebabkan air bersifat asam. Bila gas
ini terkandung dalam air, maka air menjadi bersifat korosif terhadap pipa yang akan
membentuk besi karbonat yang larut. Korosi juga dapat terjadi akibat dari oksidasi
yang disebabkan berikatannya logam dengan oksigen yang terkandung di dalam air.
Besi atau logam yang berkarat bersifat rapuh, mudah larut dan beracun. Hal ini
tentu sangat merugikan dan berbahaya. Jika berkarat, besi yang digunakan akan
menjadi rapuh dan menyebabkan ambruk. Pada alat-alat produksi dalam industri
makanan dan farmasi, adalah sangat dilarang menggunakan logam yang mudah
berkarat. Hal ini disebabkan karena karat yang terbentuk dapat mudah larut dalam
makanan, obat-obatan, atau senyawa kimia yang diproduksi sehingga dapat
membahayakan bagi tubuh manusia.
Di Industri, untuk menghilangkan oksigen terlarut dalam air dapat
menggunakan prinsip deaerasi. Metode deaerasi ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu
metode deaerasi dengan sistem pemanasan dan metode deaerasi dengan sistem
penambahan zat kimia (perlakuan kimia). Metode deaerasi dengan sistem
penambahan zat kimia memiliki prinsip dasar bahwa dengan penambahan zat kimia,
maka kelarutan dari gas-gas yang terdapat dalam air akan menjadi berkurang.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari deaerasi kimia?
2. Apa itu senyawa hidrazin?
1

3. Bagaimana prinsip kerja dari deaerasi kimia dengan menggunakan hidrazin?


4. Bagaimana cara kerja dari deaerasi kimia dengan menggunakan hidrazin?
5. Apa kelebihan dan kekurangan deaerasi kimia dengan menggunakan hidrazin?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian deaerasi kimia.
2. Untuk mengetahui senyawa hidrazin yang digunakan dalam deaerasi kimia.
3. Untuk mengetahui prinsip kerja dari deaerasi kimia dengan menggunakan
hidrazin.
4. Untuk mengetahui cara kerja dari deaerasi kimia dengan menggunakan hidrazin.
5. Untuk

mengetahui

kelebihan

dan

kekurangan

deaerasi

kimia

dengan

menggunakan hidrazin.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Deaerasi Kimia
Metode deaerasi dengan sistem penambahan zat kimia (perlakuan kimia)
adalah deaerasi yang dilakukan dengan cara memasukkan larutan atau senyawa kimia
ke dalam air yang mengandung oksigen terlarut, dimana oksigen terlarut pada air
tersebut akan bereaksi dengan zat kimia yang diinjeksikan, sehingga gas-gas yang
terlarut dalam air menjadi berkurang. Kelarutan oksigen oleh zat kimia bergantung
dari jenis zat kimia yang diberikan. Untuk mencapai kadar oksigen yang sangat
rendah (kurang dari 7 ppb/trace), penyingkiran oksigen harus melibatkan bahan kimia.
Bahan kimia yang digunakan untuk menyingkirkan oksigen terlarut dalam air disebut
sebagai pengikat oksigen (oxygen scavenger).

B. Hidrazin
Senyawa kimia yang biasanya digunakan dalam deaerasi kimia adalah
hidrazin. Hidrazin merupakan suatu senyawa kimia yang sangat reaktif terhadap
oksigen serta larut dalam air dan alkohol. Reaksi antara hidrazin dengan oksigen
adalah :
N2H4+ O2 2H2O + N2
Hasil reaksi tersebut berupa gas nitrogen dan air sehingga total padatan
terlarut (TDS) air tidak meningkat. Laju reaksi hidrazin dengan oksigen tidak secepat
reaksi natrium sulfit dengan oksigen, tetapi dapat ditingkatkan dengan penambahan
katalis. Berdasarkan reaksi di atas, kebutuhan hidrazin untuk menyingkirkan satu ppm
O2 adalah satu ppm.
Hidrazin memiliki sifat fisik yang mirip dengan air karena nilai densitas
hidrazin sedikit di atas densitas air. Hidrazin membentuk suatu monohidrat yang lebih
kental (1,032 g/cm3) dibandingkan dengan bahan anhidrat. Hidrazin dapat dapat
muncul melalui kopling sepasang molekul amonia dengan penghilangkan satu
hidrogen per molekul. Setiap sub unit H2N-N berbentuk piramida. Jarak antara N-N
adalah 1,45 (145 pm), dan molekulnya mengadopsi konformasi gauche. Hambatan
rotasi dua kali lipat etana. Sifat-sifat struktur ini mirip dengan gas hidrogen
peroksida, yang mengadopsi konformasi anticlinal miring , dan juga mengalami
3

hambatan rotasi yang kuat. Hidrazin memiliki sifat-sifat kimia basa (alkalis)
dibandingkan dengan ammonia:
N2H4 + H2O [N2H5]+ + OH
C. Prinsip Kerja
Hidrazin mempunyai formulasi N2H4. Hidrazin akan bereaksi dengan oksigen
membentuk air dan gas nitrogen, sehingga kandungan oksigen terlarut dalam air akan
berkurang. Reaksi hidrazin dengan oksigen adalah sebagai berikut :
N2H4+ O2 2H2O + N2

D. Cara Kerja
Untuk mengikat oksigen terlarut yang terdapat dalam air kondensat agar tidak
menimbulkan korosi pada boiler, senyawa hidrazin diinjeksikan ke dalam air
kondensat pada suatu titik sebelum air kondensat masuk ke deaerator. Penginjeksian
ini dilakukan oleh pompa khusus injeksi bahan kimia. Air kondensat yang sudah
bebas oksigen dan gas-gas lain ini kemudian turun dan ditampung pada tangki
penampung (storage tank) yang berada di bagian bawah deaerator dan siap untuk
dialirkan ke pompa air pengisi ketel.

E. Kelebihan dan Kekurangan


1. Kelebihan
a. Untuk boiler tekanan tinggi, hidrazin merupakan pengikat oksigen yang
gemar digunakan karena reaksinya dengan oksigen tidak menghasilkan
endapan dan gas yang korosif.
N2H4 + O2 2 H2O + N2
Hidrazin harus dijaga pada konsentrasi 1 ppm di dalam air untuk
memastikan konsentrasi oksigen dapat serendah mungkin.
b. Disamping kemampuan mengikat oksigen yang dimiliki sangat tinggi,
Hidrazin sangat larut dalam air. Hidrazin saat ini mengisi pasar pengikat
oksigen dalam jumlah yang paling besar.

2. Kekurangan
a. Terlepas dari keunggulan-keunggulan yang telah disampaikan di atas, telah
diketahui secara luas bahwa hidrazin merupakan bahan kimia yang sangat
beracun dan mudah terbakar.
b. EPA (Environmental Protection Agency) menyatakan bahwa hidrazin
merupakan bahan yang karsinogenik terhadap tubuh manusia. Walaupun
sangat baik sebagai pengikat oksigen, hidrazin merupakan senyawa yang
berbahaya bagi kesehatan. Hidrazin sangat beracun dan dapat menyebabkan
gangguan pernapasan dan bersifat karsinogenik. Industri-industri di negara
maju sudah lama mengkaji alternatif pengganti hidrazin sebagai pengikat
oksigen dan saat ini sudah mulai meninggalkan hidrazin. Dampak buruk
hidrazin bagi kesehatan saat ini masih belum dipermasalahkan di tanah air
sehingga hidrazin masihdigunakan secara luas. Akan tetapi, mengingat
dampak hidrazin merupakan permasalahan global, Indonesia juga perlu
memikirkan alternatif pengganti hidrazin mulai dari sekarang. Senyawa yang
diperkirakan potensial untuk menggantikan hidrazin adalah karbohidrazida.
Karbohidrazid merupakan alternatif yang paling tepat karena memiliki
kemampuan mengikat oksigen yang hampir sama dengan hidrazin dan juga
aman bagi kesehatan maupun lingkungan.
c. Kelemahan dari penggunaan hydrazine adalah sifatnya yang tidak sepenuhnya
volatil (berevaporasi bersama uap air). Hydrazine justru terdegradasi pada
temperatur 205oC menjadi ammonia yang akan menguap bersama uap air dan
bersama-sama oksigen mengkorosi komponen-komponen berbahan tembaga,
sehingga boiler bertekanan tinggi yang menggunakan hydrazine untuk
mengurangi konsentrasi oksigen hanya dapat menggunakannya pada saat
inisiasi awal.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Metode deaerasi dengan sistem penambahan zat kimia (perlakuan kimia)
adalah deaerasi yang dilakukan dengan cara meinjeksikan senyawa kimia ke
dalam air yang mengandung oksigen terlarut.
2. Senyawa kimia yang biasanya digunakan dalam deaerasi kimia adalah
hidrazin.

Hidrazin

merupakan

suatu

senyawa

kimia

yang

sangat

reaktif terhadap oksigen, sehingga kandungan oksigen dalam air dapat


dikurangi.
3. Senyawa hidrazin diinjeksikan ke dalam air kondensat dengan pompa khusus
injeksi bahan kimia pada suatu titik sebelum air kondensat masuk ke deaerato..
Air kondensat yang sudah bebas oksigen dan gas-gas lain ini kemudian turun
dan ditampung pada tangki penampung (storage tank) dan siap untuk dialirkan
ke pompa air pengisi ketel.
4. Hidrazin merupakan pengikat oksigen yang gemar digunakan karena reaksinya
dengan oksigen tidak menghasilkan endapan dan gas yang korosif.
5. Hidrazin merupakan bahan kimia yang sangat beracun, mudah terbakar dan
membahayakan kesehatan.

B. Saran
Dalam proses deaerasi kimia ini, tentunya kita harus lebih memperhatikan
mengenai prinsip dan cara kerjanya agar pengolahan air dapat dilakukan secara
maksimal. Begitupun juga senyawa hidrazin yang digunakan dalam deaerasi kimia
ini, di samping dapat mengikat oksigen terlarut secara efektif, kita juga perlu
mengetahui dan mewaspadai mengenai dampak negatifnya yang dapat
ditimbulkan dari senyawa kimia yang digunakan bagi makhluk hidup dan
lingkungannya untuk menghindari adanya penyalahgunaan zat tersebut. Oleh
karena itu, kita harus memiliki wawasan luas mengenai senyawa kimia yang
digunakan dalam proses industri agar kiranya dapat dimanfaatkan sebaik mungkin
dan tidak berdampak merugikan.

DAFTAR PUSTAKA
Biantari,

Rheny.

Oxigen

Scavenger.

https://www.scribd.com/doc/151646696/oxigen-

scavenger-SU-docx.html
Luiren,

Andrie.

Penghilangan

Kadar

Oksigen

dalam

Air

dengan

Pemanasan.

https://www.academia.edu/5491483/Penghilangan_kadar_Oksigen_dalam_air_dengan_pama
nasan.html
Putrawan, I Gede Dewa Arsa, Alfandra Ihsan dan Sofyan. Pembuatan Karbohidrizida.
http://eprints.undip.ac.id/21909/1/A-08.pdf.html
Apriyahanda,

Onny.

Menanggulangi

Korosi

pada

Boiler.

http://artikel-

teknologi.com/menanggulangi-korosi-pada-boiler/2/.html