Anda di halaman 1dari 7

NAMA

: KARTIKA SANDI UTAMI

KELAS

: 3EA19

NPM

: 14212035

TUGAS 1

: Jelaskan apa yang dimaksud dengan metode ilmiah dan kaitannya dengan
metodologi penelitian dan metodologi penulisan!

Metode ilmiah
Metode Ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara
sistematis berdasarkan bukti fisis. Senn, memandang metode sebagai prosedur atau
cara mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah-langkah yang sistematis. Ilmuwan
melakukan pengamatan serta

membentuk

hipotesis

dalam

usahanya

untuk

menjelaskan fenomena alam. Sementara itu, metodologi merupakan suatu pengkajian


dalam mempelajari peraturan-peraturan dalam metode tersebut. Prediksi yang dibuat
berdasarkan

hipotesis

suatu hipotesis lolos

uji

tersebut

diuji

berkali-kali,

dengan
hipotesis

melakukan eksperimen.
tersebut

dapat

Jika

menjadi

suatu teori ilmiah.


Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi.
Metode Ilmiah merupakan suatu cara sistematis yang digunakan oleh para ilmuwan
untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Dengan demikian maka metode penelitian
mengemukakan secara teknis tentang metode-metode yang digunakan dalam suatu
penelitian. Sedangkan metodologi penelitian membahas konsep teoritik berbagai
metode, kelebihan dan kelemahannya
Karakteristik penelitian ilmiah, yaitu :
a. Sistematik.
Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai
pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang
kompleks.
b. Logis.
Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan berdasarkan fakta
empirik. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah
bekerjanya akal, yaitulogika. Prosedur penalaran yang dipakai bisa prosedur
induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum dari berbagai kasus

individual (khusus) atau prosedur deduktif yaitu cara berpikir untuk menarik
kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum.
c. Empirik.
Artinya suatu penelitian biasanya didasarkan pada pengalaman sehari-hari
(fakta aposteriori,yaitu fakta dari kesan indra) yang ditemukan atau melalui hasil
coba-coba yang kemudian diangkat sebagai hasil penelitian. Landasan penelitian
empirik ada tiga yaitu :
o Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada penggolongan
atau perbandingan satu sama lain).
o Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu.
o Hal-hal empirik tidak bisa secara kebetulan, melainkan ada penyebabnya (ada
hubungan sebab akibat).
d. Replikatif.
Artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus diuji kembali oleh peneliti
lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode,
kriteria, dan kondisi yang sama. Agar bersifat replikatif, penyusunan definisi
operasional variabel menjadi langkah penting bagi seorang peneliti.

Langkah-Langkah Metode Ilmiah


Karena metode ilmiah dilakukan secara sistematis dan berencana, maka terdapat
langkah-langkah yang harus dilakukan secara urut dalam pelaksanaannya. Setiap
langkah atau tahapan dilaksanakan secara terkontrol dan terjaga. Adapun langkahlangkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:
1. Merumuskan masalah.
2. Merumuskan hipotesis.
3. Mengumpulkan data.
4. Menguji hipotesis.
5. Merumuskan kesimpulan.
Merumuskan Masalah

Berpikir ilmiah melalui metode ilmiah didahului dengan kesadaran akan adanya
masalah. Permasalahan ini kemudian harus dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya.
Dengan penggunaan kalimat tanya diharapkan akan memudahkan orang yang
melakukan metode ilmiah untuk mengumpulkan data yang dibutuhkannya,
menganalisis data tersebut, kemudian menyimpulkannya.Permusan masalah adalah
sebuah keharusan. Bagaimana mungkin memecahkan sebuah permasalahan dengan
mencari jawabannya bila masalahnya sendiri belum dirumuskan?
Merumuskan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah yang masih memerlukan
pembuktian berdasarkan data yang telah dianalisis. Dalam metode ilmiah dan proses
berpikir ilmiah, perumusan hipotesis sangat penting. Rumusan hipotesis yang jelas
dapat memabntu mengarahkan pada proses selanjutnya dalam metode ilmiah.
Seringkali pada saat melakukan penelitian, seorang peneliti merasa semua data sangat
penting. Oleh karena itu melalui rumusan hipotesis yang baik akan memudahkan
peneliti untuk mengumpulkan data yang benar-benar dibutuhkannya. Hal ini
dikarenakan berpikir ilmiah dilakukan hanya untuk menguji hipotesis yang telah
dirumuskan.
Mengumpulkan Data
Pengumpulan data merupakan tahapan yang agak berbeda dari tahapan-tahapan
sebelumnya dalam metode ilmiah. Pengumpulan data dilakukan di lapangan. Seorang
peneliti yang sedang menerapkan metode ilmiah perlu mengumpulkan data
berdasarkan hipotesis yang telah dirumuskannya. Pengumpulan data memiliki peran
penting dalam metode ilmiah, sebab berkaitan dengan pengujian hipotesis. Diterima
atau ditolaknya sebuah hipotesis akan bergantung pada data yang dikumpulkan.
Menguji Hipotesis
Sudah disebutkan sebelumnya bahwa hipotesis adalah jawaban sementaradari suatu
permasalahan yang telah diajukan. Berpikir ilmiah pada hakekatnya merupakan
sebuah proses pengujian hipotesis. Dalam kegiatan atau langkah menguji hipotesis,
peneliti tidak membenarkan atau menyalahkan hipotesis, namun menerima atau

menolak hipotesis tersebut. Karena itu, sebelum pengujian hipotesis dilakukan,


peneliti harus terlebih dahulu menetapkan taraf signifikansinya. Semakin tinggi taraf
signifikansi yang tetapkan maka akan semakin tinggi pula derjat kepercayaan
terhadap hasil suatu penelitian.Hal ini dimaklumi karena taraf signifikansi
berhubungan dengan ambang batas kesalahan suatu pengujian hipotesis itu sendiri.
Merumuskan Kesimpulan
Langkah paling akhir dalam berpikir ilmiah pada sebuah metode ilmiah adalah
kegiatan perumusan kesimpulan. Rumusan simpulan harus bersesuaian dengan
masalah yang telah diajukan sebelumnya. Kesimpulan atau simpulan ditulis dalam
bentuk kalimat deklaratif secara singkat tetapi jelas. Harus dihindarkan untuk menulis
data-data yang tidak relevan dengan masalah yang diajukan, walaupun dianggap
cukup penting. Ini perlu ditekankan karena banyak peneliti terkecoh dengan temuan
yang dianggapnya penting, walaupun pada hakikatnya tidak relevan dengan rumusan
masalah yang diajukannya.
PENGERTIAN METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi penelitian adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang
digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu. Metodologi juga merupakan analisis
teoritis mengenai suatu cara atau metode. Penelitian merupak an suatu penyelidikan
yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu
usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang
memerlukan jawaban. Hakekat penelitian dapat dipahami dengan mempelajari
berbagai aspek yang mendorong penelitian untuk melakukan penelitian. Setiap orang
mempunyai motivasi yang berbeda, di antaranya dipengaruhi oleh tujuan dan profesi
masing-masing. Motivasi dan tujuan penelitian secara umum pada dasarnya adalah
sama, yaitu bahwa penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia yang selalu
berusaha

untuk

mengetahui

sesuatu.

Keinginan

untuk

memperoleh

dan

mengembangkan pengetahuan merupakan kebutuhan dasar manusia yang umumnya


menjadi motivasi untuk melakukan penelitian.

Metodologi Penulisan
Metode Penulisan
1. Studi pustaka
Dengan

metode

berbagai

ini

literature

penulis
yang

akan

berkaitan

melakukan
dengan

pengumpulan

masalah

yang

data

dari

dibahas

dalam tugas akhir ini.


2. Penelitian lapangan (field research)
a. Teknik observasi yaitu dengan melakukan pengamatan langsung baik
terhadap karyawan maupun system yang berjalan.
b. Teknik interview yaitu dengan melakukan wawancara kepada
pimpinan perusahaan dan pihak yang berkompeten untuk mendapatkan
informasi.
c. Dokumentasi adalah teknik terakhir dalam pengumpulan data yang
bersifat tercetak (printed) yang diperoleh dari PT. Krakatau Steel
dengan tujuan untuk melengkapi data-data tambahan penelitian dan
untuk mendapatkan informasi yang mendukung analisis data, seperti
profil perusahaan, dan lain-lain.
d. Dalam penerapannya, kadang-kadang penelitian dan metode ilmiah
disamakan artinya. Namun penelitian dan metode ilmiah terdapat
beberapa perbedaan. Perbedaan tersebut akan diuraikan dalam tabel
berikut ini.
TABEL PERBEDAAN PENELITIAN DAN METODE ILMIAH
No

PENELITIAN

.
1.

Dalam

kegiatan

METODE ILMIAH
penelitian Sedangkan Dalam Metode ilmiah

telah terdapat metode ilmiah belum tentu bisa disebut suatu kerja
yang

digunakan

menyelidiki

suatu

untuk penelitian.
masalah.

Sehingga apabila seseorang


melakukan penelitian, orang
tersebut juga telah melakukan

2.

metode ilmiah.
Penelitian dilakukan

secara Sedangka Berdasar pada rumusan

sadar, cermat dan sistematis masalah pada metode ilmiah, cara


mengenai

subjek

tertentu kerja dalam metode ilmiah lebih

sehingga

dapat sederhana dibanding cara kerja pada

mengungkapkan
teori-teori,

fakta-fakta, metode ilmiah.

atau

aplikasi-

aplikasi. Sehubungan dengan


hal

tersebut

melaksanakan

penelitian

diperlukan
kesabaran,
keahlian

Dalam
ketekunan,

ketelitian,

dan

khusus.

Penelitian

ilmiah

(scientific

research)

bukan

hanya

dilakukan

upaya

untuk

yang

pemuasan

rasa ingin tahu, tetapi juga


berkaitan dengan upaya untuk
memecahkan masalah-masalah
yang berkaitan dengan gejalagejala

sosial

ataupun

kebendaan (alam).
3.

Kerja

penelitian

dilakukan Sedangkan

Metode

ilmiah

yang

dalam rangka penemuan dan dipentingkan ialah aplikasi berpikir


pengembangan pengetahuan.
4.

Penelitian
masalah
sehingga

ilmiah
cukup

deduktif

-induktif

didalam

pemecahan suatu masalah.


rumusan Sedangkan Rumusan masalah dalam
kompleks metode ilmiah dapat berupa masalah

membutuhkan yang sangat sederhana atau masalah

kegiatan yang kompleks pula yang kita temui dalam kehidupan


untuk

menyelesaikan/ sehari-hari, misalnya ketika hari

memecahkannya.

Dalam hujan, salah satu sudut lantai kamar

penelitian ilmiah kita harus di rumah kita menjadi menjadi

merancang instrumen untuk basah. Untuk menyelesaikan masalah


mengumpulkan data dengan sederhana

ini

kita

tidak

perlu

benar, menganalisis data, dsb. melakukan penelitian ilmiah, cukup


Melakukan penelitian ilmiah berpikir

dengan

menggunakan

memerlukan waktu yang lebih metode ilmiah


lama, tidak cukup hanya satu
atau dua hari saja sebagaimana
kita

memecahkan

sehari-hari

yang

masalah
sederhana

melalui metode ilmiah

REFERENSI
http://rinawssuriyani.blogspot.com/2013/04/pengertian-metode-dan-metodologi.html
http://ridwan-sururi.blogspot.com/2013/04/makalah-hakikat-penelitian-metode.html
http://expresisastra.blogspot.com/2013/10/Pengertian-metode-dan-metodologiPenelitian-dan-perbedaannya.html