Anda di halaman 1dari 15

BABI

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mukosa mulut merupakan bagian yang paling mudah mengalami
perubahan, karena lokasinya yang berhubungan dengan penguyahan sehingga
sering pula mengalami iritasi mekanis. Disamping iu banyak banyak perubahan
yang sering terjadi akibat adanya kelainan sistemik.
Linea alba bukalis merupakan suatu temuan intra oral umum yang tampak
sebagai garis bergelombang putih, menimbul, dengan panjang yang sangat
bervariasi dan terletak pada garis oklusal di mukosa pipi. Secara umum kelainan
bertanduk tanpa gejala ini lebarnya 1 2 mm dan memanjang dari mukosa pipi
daerah molar kedua sampai ke kaninus.
Lidah merupakan salah satu organ penting pada tubuh manusia yang
memiliki

banyak fungsi. Lidah memiliki peran dalam proses pencernaan,

mengisap, menelan, persepsi rasa, bicara, respirasi, dan perkembangan rahang.


Lidah dapat mencerminkan kondisi kesehatan seseorang sehingga digunakan
sebagai indikator untuk mengetahui kesehatan oral dan kesehatan umum pasien.
Lidah dapat mengalami anomali berupa kelainan perkembangan, genetik,
dan environmental. Contohnya dapat berupa fissured tongue dan georafic tongue.
Fissured tongue merupakan suatu varian normal pada permukaan lidah yang
ditandai dengan adanya satu atau lebih celah-celah yang dalam dengan berbagai
macam ukuran dan kedalaman yang berbeda. 1
Fissured tongue merupakan salah satu kelainan perkembangan yang paling
sering ditemui dengan prevalensi dilaporkan 0,6% di Afrika Selatan, 27,7% di
Brazil, dan 5,71% di India Selatan. Prevalensi fissured tongue di seluruh dunia
menurut Rathee, mencapai 21%, dimana tidak dipengaruhi oleh perbedaan ras..2

Penderita fissured tongue biasanya tidak menyadari adanya kelainan


tersebut hingga dilakukan pemeriksaan intra oral pada dokter gigi yang
memeriksanya, fissured tongue sering kali tidak menimbulkan gejala, kecuali jika
ada debri yang masuk kedalam celah lidah tersebut sehingga dapat terasa perih,
Untuk itu, dokter gigi diharapkan mampu untuk memiliki pengetahuan dan
kemampuan untuk menangani varian normal yang salah satunya yang dibahas
dalam laporan kasus ini yaitu fissured tongue.
Geografic tongue merupakan suatu peradangan jinak yang disebabkan
oleh

pengelupasan

keratin

superficial

dan

papilla-papila

filiformisnya.

Geographic tongue adalah umum dan mengenai kira kira 1-2% penduduk.
Paling sering mengenai wanita dan orang dewasa usia muda sampai pertengahan.
Geografic tongue dapat timbul tiba-tiba dan menetap selama berbulan-bulan
sampai bertahun tahun. Kondisi georafic tongue biasanya terlihat hilang sponstan
dan akan kambuh kembali.
B.

Rumusan Masalah
Permasalahan yang akan dibahas dalam laporan kasus ini adalah:
Apa yang dimaksud dengan linea alba bukalis, fissured tongue dan geographic
tongue serta bagaimana penatalaksanaannya?

C.

Tujuan
Adapun tujuan laporan kasus ini adalah:
Untuk mengetahui secara jelas mengenai varian normal dalam kasus ini yaitu
linea alba bukalis, fissured tongue dan geographic tongue sehingga dapat memberi
penjelasan yang benar kepada penderita

D. Manfaat
Manfaat dari penulisan laporan kasus ini adalah untuk menambah wawasan dan
pemahaman yang lebih dalam bagi penulis maupun mahasiswa/i FKG Usakti mengenai linea
alba bukalis, Fissured Tongue dan geographic tongue.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi fissured tongue


Fissured tongues eringkali juga dikenal dengan scrotal tongue atau plicated
tongue adalah sebuah kondisi varian normal yang di tandai dengan terdapatnya
celah dalam pada dorsum lidah, dan umumnya tidak ada gejala sakit, Namun
apabila ada sisa makanan yang terjebak pada celah-celah tersebut, pasien dapat
mengeluhkan sakit atau rasa terbakar pada lidahnya. 3
Fissured tongue merupakan keadaan yang jinak berupa celah-celah dengan
kedalaman 2-6 mm pada permukaan dorsal lidah akan tetapi keadaan ini menjadi
semakin nyata seiring dengan bertambahnya umur.
Fissured tongue biasanya ditemukan pada orang yang sehat (fissured tongue
kongenital) dan lebih sering ditemukan pada orang yang berusia lebih tua. Fissured
tongue juga merupakan manifestasi dari Melkersson-Rosenthal syndrome, Down
syndrome, psoriasis dan seringkali timbul bersamaan dengan benign migratory
glossitis (geographic tongue). 2

B. Etiologi Fissured tongue


Etiologi dari varian ini tidak diketahui, tetapi herediter memegang peranan
penting. Kondisi ini merupakan herediter, terlihat saat lahir, atau mungkin menjadi
lebih jelas ketika usia lanjut. Umur dan faktor lokal lingkungan dapat mempengaruhi
perkembangannya. Fissured tongue juga dapat merupakan manifestasi dari
Melkersson-Rosenthal syndrome, Down syndrome, Sjogrens syndrome dan
psoriasis.2
Pada suatu percobaan hewan, Kekurangan B kompleks mungkin berhubungan
terhadap pembelahan retepeg pada celah lidah. 1 menurut Rathee, Prevalensi fissured

tongue di seluruh dunia mencapai 21%, dimana tidak dipengaruhi oleh perbedaan
ras.2

C. Gambaran Klinis Fissured tongue


Gambaran klinis dapat bervariasi baik dalam bentuk, jumlah, kedalaman dan
panjang serta pola dari celah celah lidah tersebut. Akan tetapi biasanya celah pada
fissure tongue terdapat lebih dari satu yang dalamnya 2-6 mm. Pola yang biasa
terlihat yakni terdapat celah sentral yang paling besar ditengah tengah lidah dengan
celah celah kecil bercabang disekitarnya. Berdasarkan polanya celah pada lidah
tersebut dibagi menjadi 3 arah yakni arah vertikal, transversal dan oblique.
Papila filiformis tersebar di mukosa pada permukaan dorsal lidah, dimana
papilla tersebut melindungi permukaan epitel dari tekanan mekanis. Perlindungan
mekanis pada mukosa lidah ini menjadi lebih rendah pada fissured tongue tanpa
adanya papilla dan keratin yang bisa saja menyebabkan terjadinya inflamasi. 2
Fissured tongue biasanya asimptomatik dan ditemukan secara kebetulan, akan
tetapi akumulasi makanan yang terjebak dalam celah-celah tersebut dapat
menimbulkan terjadinya halitosis dan focal glossitis.4

D. Diagnosis
Fissured tongue dapat terlihat jelas melalui gambaran klinis dimana terdapat
celah celah pada lidah yang terlihat prominen, Fissured tongue seringkali ditemui
dengan kelainan lainnya yakni benign migratory glossitis.
Frekuensi

fissured

tongue

banyak

ditemui

pada

pasien

dengan

keterbelakangan mental (Down syndrome), Melkersson-Rossenthal syndrome,


Sjogrens syndrome, dan psoriasis
Melkersson-Rossenthal syndrome terdiri dari tiga triad, meliputi bengkak yang
rekuren pada bibir dan wajah, kelumpuhan nervus 7 yang intermiten, serta fissured
tongue.2 Etiologi dari penyakit ini juga tidak diketahui.2

Down syndrome yang juga disebut dengan trisomy 21 syndrome merupakan


kelainan kromosom yang dapat menyebabkan kerusakan fisik dan mental. Down
syndrome memiliki tiga buah kromosom 21. Ciri-ciri yang umum terjadi pada
penderita Down syndrome adalah pergerakan otot yang lemah (hipotonia),
pergerakan reflek yang lambat (Moro), pendek, retardasi mental, cacat jantung , serta
kelainan kraniofasial (microbrachycephaly, profil wajah yang rata, dan kulit yang
berlebih pada belakang leher). Umumnya penderita Down syndrome memiliki
fissured tongue yang terlihat relative besar.5
Sjogrens syndrome merupakan penyakit autoimun dimana sel imun
menyerang dan merusak glandula eksokrin yang memproduksi saliva dan air mata.
Sjogrens syndrome biasanya digambarkan dengan triad dari keratoconjunctivitis
sicca (dry eyes), xerostomia (dry mouth), dan rheumatoid arthritis. Gejala intraoral
dari penyakit ini antara lain kering, permukaan mukosa oral yang lengket, karies
servikal atau insisal, tidak adanya saliva yang keluar dari glandula saliva mayor,
eritema mukosa oral dengan dorsal lidah yang bercelah-celah, atrofi papilla, dan
angular cheilitis.3
Fissured tongue juga merupakan manifestasi oral yang juga umum terjadi pada
psoriasis. Celah-celah pada fissured tonguetidak terlihat bertambah parah seiring
dengan bertambahnya keparahan psoriasis.3 Psoriasis merupakan penyakit autoimun
yang menyerang kulit. Penyakit ini terjadi ketika sistem imun gagal mengirimkan
sinyal yang mempercepat siklus pertumbuhan dari sel-sel kulit. Psoriasis tidak
menular. 7

E. Rencana Perawatan

Fissured tongue merupakan suatu varian normal yang tidak membutuhkan


perawatan yang spesifik.3 Oral hygiene yang baik dalam kasus ini sangat penting
karena bakteri dan plak dapat ditemukan dalam celah-celah tersebut sehingga
menyebabkan halitosis. Edukasi pada pasien bahwa fissured tongue merupakan
varian normal yang tidak berbahaya juga diperlukan. 2 Bila pasien mengeluhkan rasa
perih pada daerah celah pada fissured tongue lidah harus ditarik dan diulas dengan
hidrogenperioxida 3 % untuk menghilangak debris makanan.

BAB III
LAPORAN KASUS

LK - 1

Fissured Tongue Kongenital

UNIVERSITAS TRISAKTI
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
BAGIAN ILMU PENYAKIT MULUT

Nama
Umur
Pekerjaan
Alamat
Telp

: Yadi Surjadi
: 56 tahun
: Petugas keamanan
: Tomang Tinggi RT 2/3 NIM
: 081290180925

No. Kartu
: 0171964
Tanggal :11 2 2014
Nama Mahasiswa : Richard TH
: 041.212.139
Pembimbing
: drg Ruby C.

A. Keluhan Utama:
Pasien ingin memeriksakan lidahnya yang tampak bercelah-celah pada seluruh
permukaan
B. Anamnesis:

Pasien datang merasa khawatir dengan lidahnya yang tampak bercelah


celah. Pasien mulai menyadari lidahnya bercelah sejak tiga tahun yang lalu dan
semakin lama semakin tampak jelas, pasien merasakan perih ketika makan
makanan pedas serta merasa bau mulut. Pasien merasa takut apabila celah celah
tersebut berbahaya atau tidak. Pasien belum pernah melakukan perawaatan
apapun pada lidahnya. Kakak dari pasien juga memiliki kelainan serupa pada
lidahnya. Pasien menyikat gigi dua kali sehari yaitu pagi sebelum sarapan dan
sore hari saat mandi. Pasien tidak pernah menyikat lidahnya. Diketahui bahwa
riwayat kesehatan baik, tetapi memiliki gangguan pencernaan yaitu sakit maag.
8

C. Riwayat Penyakit Umum:


gangguan pencernaan

: maag

Diabetes

: tidak ada

Hipertensi

: tidak ada

Jantung

: tidak ada

Hepatitis

: tidak ada

D. Pemeriksaan Umum:
Sklera: kuning
Warna kulit: sawo matang
Berat badan : 80 kg
Tinggi badan : 173 cm
Nadi : 70
Tekanan darah : 140 / 80 mmhg
E. Pemeriksaan Sekitar Mulut (Ekstra Oral):
1. Bentuk Muka
: tappering
2. Pembengkakan
: TAK
3. Kelenjar Limfe
Submental
: TAK
Submandibula
: TAK
Servikal
: TAK
4. Bibir
: TAK
5. Kulit sekitar mulut
: TAK
6. Lain-lain
:F. Pemeriksaan Rongga Mulut (Intra Oral):
1. Higiene Oral: Sedang
a. Debri
b. Stain
c. Kalkulus
2. Mukosa labial
3. Mukosa bukal
4. Mukosa dasar mulut
5. Mukosa lidah
a. Dorsal

:::: TAK
: TAK
: TAK
: Fissure transversal dan oblique multiple dengan
kedalaman 2 mm

b. Lateral
c. Ventral
6. Mukosa gingiva
7. Mukosa palatum
a. Durum
b. Mole
. Mukosa orofaring

::: TAK
: TAK
: TAK
:

9.
:10. Gigi Geligi
8 7
7 6

5
5

Lain-lain

:
4
4

3
3

2
2

1
1

G. Pemeriksaan Radiologik

:-

H. Pemeriksaan Penunjang

:-

1
1

2
2

3
3

5 6
4 5

7
7

I. Analisis Kasus:
Pasien laki laki berusia 56 tahun dating ke RSGMP Trisakti dengan gambaran lidah yang
bercelah-celah, dan merasa mulutnya bau, menurut anamnesis pasien mulai menyadari sejak
3 tahun lalu dan mengetahui kakaknya memiliki kelainan serupa.
J. Diagnosis Kerja:
1. Fissured Tongue Murni (herediter)
K. Diagnosis Tetap:

10

Fissured Tongue Murni (herediter)


L. Diagnosis Banding:
Fissured tongue manifestasi dari sjorgen syndrome
Fissured tongue manifestasi dari Melkersson-Rosenthal syndrome
Fissured tongue manifestasi dari down syndrome
M. Rencana Perawatan:
1. Motivasi : keadaan tersebut bukan suatu keganasan melainkan suatu varian
normal
2. Edukasi: keadaan tersebut merupakan celah-celah lidah dan merupakan
suatu varian normal yang dapat disebabkan oleh faktor herediter
3. Instruksi: meningkatkan kebersihan gigi dan mulutnya karena apabila ada
debris yang tertinggal di celah-celah lidah tersebut dapat
menimbulkan terjadinya halitosis

BAB IV
PEMBAHASAN

Penyebab dari fissured tongue sampai saat ini masih belum dapat dipastikan
secara jelas. Namun faktor herediter memegang peranan penting. Fissured tongue juga

11

dapat merupakan manifestasi dari Melkersson-Rosenthal syndrome, Down syndrome,


Sjogrens syndrome dan psoriasis.3
Pada pasien di kasus ini, kemungkinan penyebab fissured tonguenya adalah
kongenital karena pasien mengetahui keberadaan fissured tongue di keluarganya yakni
kakanya yang juga memiliki lidah yang bercelah celah juga.

Dari anamnesis diketahui bahwa riwayat kesehatan baik, tetapi memiliki


gangguan pencernaan yaitu sakit maag. Saat ini pasien tidak sedang
mengonsumsi obat apapun dan tidak sedang dalam perawatan dokter. Pasien
bekerja sebagai petugas keamanan di Wisma Graha Cemerlang.
Fissured tongue adalah suatu varian normal pada permukaan lidah yang ditandai
dengan adanya satu atau lebih celah-celah yang dalam dengan berbagai macam ukuran
dan kedalaman yang berbeda.1 Tidak ditemukan kelainan pada pemeriksaan ekstra oral
pada pasien ini, sedangkan pada pemeriksaan intra oral ditemukan adanya fissure
transversal dan oblique yang berjalan multiple pada permukaan dorsal, lateral, dan
ventral lidah dengan kedalaman 2 mm pada dorsal lidah serta 1 mm pada lateral

Pada pemeriksaan intra oral, oral hygiene pasien tergolong sedang.


Kalkulus terdapat pada regio 3 dan 4, mukosa labial, bukal, dan dasar mulut tidak
ada kelainan.
Motivasi kepada pasien bahwa fissured tongue merupakan varian normal dan
bukan suatu keganasan dan edukasi bahwa celah-celah tersebut dapat disebabkan oleh
faktor herediter, serta anjuran untuk menyikat gigi pada waktu yang tepat yaitu pagi hari
setelah sarapan dan malam sebelum tidur, sangat diperlukan pada kasus ini karena sisa
makanan yang terjebak pada celah-celah lidah dapat menyebabkan halitosis dan
meningkatkan potensi terjadinya karies.1

12

BAB IV
KESIMPULAN

Fissured tongue merupakan suatu varian normal dalam rongga mulut. Etiologi dari
fissured tongue tidak diketahui, tetapi herediter memegang peranan penting. Umumnya

13

fissured tongue asimtomatik kecuali adanya debris yang terjebak pada celah-celah lidah
tersebut. Prevalensi fissured tongue pada pria lebih tinggi daripada wanita. Fissured tongue
tidak membutuhkan perawatan khusus hanya motivasi, edukasi, dan instruksi pasien untuk
menjaga dan meningkatkan oral hygiene.

DAFTAR PUSTAKA

1. Burket, dkk.2003.Oral medicine: Diagnosis and treatment ( 4th ed.). London: BC


Decker .
2. M Rathee, A Hooda, A Kumar. Fissured Tongue: A Case Report and Review of
Literature. The Internet Journal of Nutrition and Wellness. 2009 Volume 10 Number 1.

14

3. Scully, Crispian (2008). Oral and maxillofacial medicine : the basis of diagnosis and
treatment (2nd ed. ed.). Edinburgh: Churchill Livingstone
4. Scully C, dkk. 2010. Oral Medicine and Pathology at a Glance. Ed. ke-1. WilleyBlackwell. United Kingdom. Hlm. 15.
5. Genetic and Rare Disease (GARD). Fissured Tongue. http://www.rarediseases.org/raredisease-information/rarediseases/byID/334/viewFullReport
6. LluisNisa MD, Roland G. 2012. Lingua Plicata. Canadian Medical Association
Journal. 184:241.
7. National Psoriasis Foundation. About Psoriasis.
psoriasis

15

http://www.psoriasis.org/about-