Anda di halaman 1dari 21

TUGAS BAHAN GALIAN INDUSTRI

BELERANG

DISUSUN OLEH
KELOMPOK 4 (EMPAT)
Nama

NIM

1.
2.
3.
4.
5.

03101402036
03101402038
03101402040
03101402042
03101402044

Rendi Ali Purnomo


Sukarni
M. Reza Pahlevi
M. Ifan Tri Putra
Carlo Leo Agung Bukit

FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVESITAS SRIWIJAYA
2012
BAB I

GEOLOGI

1.1 Asal Kejadian


Di alam, belerang ditemukan, baik sebagai unsur dalam bentuk kristal
belerang ( hampir murni ) atau lumpur dengan kadar S : 40 60% maupun
sebagai persenyawaan dengan logam lain ( golongan sulfida dan garam sulfo ),
seperti galena ( PbS ), spalerit ( ( Zn, Fe ) S ), Phyrit ( FeS2 ), dan lain-lain.
Secara umum, tipe endapan belerang di alam terdiri atas endapan primer dan
endapan sekunder. Endapan primer terdiri atas endapan sublimasi, sedimentasi,
aliran belerang, dan endapan penggantian ( replacement ). Endapan sekunder
terdiri atas endapan pengayaan supergen ( hasil oksidasi, reduksi kima, dan
reduksi bakteri ) dan batuan penutup kubah garam ( cap rock over salt domes ) .
Proses sublimasi, sedimentasi, dan aliran belerang menghasilkan endapan
permukaan, sedangkan endapan penggantian menghasilkan endapan di bawah
permukaan bumi yang memerlukan pengeboran untuk ekplorasi dan eksploitasi.
Endapan kubah garam yang mengandung belerang biasanya berasosiasi dengan
batuan gamping, gypsum ataupun anhidrit, dan air belerang. Pada umumnya,
endapan ini mengandung minyak bumi pada kedalaman yang relatif dangkal dan
suhu sekitar 90o C.
Endapan kubah garam seperti yang ditemukan di daerah Gulf Coast ( USA )
diperlukan eksplorasi yang teliti, karena endapan ini terpencar dan jauh dari
permukaan bumi. Di indonesia endapan-endapan yang telah diketahui dan
diekploitasi merupakan endapan sublimasi dan sedimentasi.
I-1
I-2

1. Endapan Primer
a. Endapan Sublimasi
Proses sublimasi belerang ini berasal dari gas vulkanik yang disebut solfatara
dan dibagi menjadi dua yaitu solfatara dengan suhu 90 - 110 0 C dimana belerang
akan melekat pada permukaan batuan di sekitar mult solfatara atau akan mengisi
celah-celah batuan dan menjadi semen. Dan yang kedua adalah solfatara dengan
suhu 200 - 3000 C, aktivitas solfatara besar dan gas-gas vulkanik mengalir
melalui saluran-saluran, kemudian mendingin, meleleh, dan tertampung dalam
cekungan-cekungan.
b. Endapan Sedimentasi
Sedimentasi belerang terjadi di daerah yang berair. Belerang yang menyublim
akan tenggelam dan tertampung atau tertimbun sebagai suatu endapan di dasar
kawah. Berdasarkan suhu dasar kawah, belerang jenis ini dapat dibagi dua jenis,
yaitu:
-

Bila suhu dasar kawah lebih rendah dari titik cair belerang, maka belerang
akan mengendap ke dasar kawah bersamaan dengan lumpur atau debu. Ciriciri endapan ini adalah berwarna hitam coklat, abu-abu, dan kekuningkuningan serta mengandung mineral besi sulfida dan abu yang teropalkan
( sulfur-mud ).

Bila suhu dasar kawah lebih tinggi atau sama dengan titik cair belerang,
maka belerang akan terkumpul di dasar kawah sebagai cairan.

c. Aliran Belerang

I-3

Endapan belerang ini bersifat asam dan akan keluar bersamaan dengan aliran
air panas dan uap air melalui lubang solfatara. Endapan ini baru diketahui di
daerah Shoretoko Iwosan, Tokaichidake, dan Azuma Nusa, Jepang.
d. Endapan Penggantian (Replacement)
Proses endapan belerang pergantian (metasomatis replacement) terjadi karena
tersarangnya batuan induk oleh larutan hidrotermal, misalnya pirit atau markasit
(FeS2 ). Syarat-syarat pengendapan belerang metasomatis adalah :
-

Adanya batuan induk yang serasi, misalnya buatan piroklastik, tufa, dan
aliran lava atau breksi vulkanik.

Adanya struktur patahan, rekahan, kekar, dan lipatan atau batuan sarang
sebagai saluran.

Adanya kegiatan vulkanisme atau intrusi sebagai sumber hidrotermal.

2. Endapan Sekunder
a. Endapan Pengayaan Supergen
1). Alterasi Oksidasi dan Reduksi Kimiawi
Mineral sulfida umumnya sangat peka dan mudah berubah komposisi
(teralterasi dan teroksidasi) menjadi sulfat yang sebagian besar larut dalam air.
Karena itu, singkapan suatu vein sulfida biasanya bebas dari mineral sulfidis.
Misalnya goson ( limonit dan kuarsa ) sebagai penutup vein sulfida bogiron.
Syarat pengendapan sulfida supergen adalah :
-

Daerah tropis banyak hujan.

Batuan sarang, untuk sirkulasi dan udara.


I-4

Adanya urat-urat sulfida, vein yang diperkaya.

Adanya oksidasi pada bagian dari tubuh vein sebelah atas atau urat tadi.

Tidak ada bahan-bahan yang dapat melarutkan kembali bahan larutan itu,
misal batuan karbonat pada zona oksidasi.

Adanya recipitant pada daerah dibawah zona oksidasi

2). Reduksi Bakteri


Air yang merembes atau mengalir melalui batuan akan menjadi reaksi kimia
dan menghasilkan garam-garam sulfat. Dalam kondisi tertentu (miskin oksigen),
garam sulfat biasanya mengandung bakteri-bakteri yang dapat mereduksigaram
sulfat menjadi hidrogen sulfida.
b. Batuan Penutup Kubah Garam (Cap Rock Oversalt Domes)

Endapan belerang batuan penutup terdapat di atas kubah-kubah garam, dan


biasanya berasosiasi dengan gamping, gips, atau anhidrit. Jenis ini terjadi akibat
proses reduksi bakteriadari bahan-bahan gips, dan anhidrit dan membentuk
sulfida kalsium yang kemudian menjadi kalsium karbonat dan hidrogen sulfida.
Akhirnya, hidrogen sulfida itu dioksidasikan menjadi belerang dan air.
1.2 Mineralogi
Sifat-sifat fisik belerang adalah :
-

Kristal belerag berwarna kuning, kuning kegelapan, dan kehitam-hitaman,


karena pengaruh unsur pengotornya

Berat jenis : 2,05-2,09


I-5

Kekerasan : 1,5-2,5 (skala F.Mohs)

Ketahanan : getas/mudah hancur (brittle)

Pecahan : bebentuk konkoidal dan tidak rata

Kilap : damar

Rasa : batu ambar

Gores : berwarna putih


Sifat belerang lainnya adalah :

Tidak larut dalam air, atau H2SO4

Titik lebur 129oC dan titik didihnya 446oC

Mudah larut dalam CS2,CC14, minyak bumi, minyak tanah, dan anilin

Penghantar panas dan listrik yang buruk

Apabila dibakar apinya berwarna biru dan menghasilkan gas-gas SO 2 yang


berbau busuk ( Tabel 1)

I-6

Tabel 1. Sifat-Sifat Fisik Belerang


0

Titik Lebur

Rhombik, Sa

110,2-112,8

Monoklin, Sb

114,5-119,3

Titik Didih 0C

444,6

Berat Jenis, 20C, g/m3

Rhombik

2,07

Monoklin

1,96

Amorphous

1,92

Lelehan 125-150oC, g/ml

1,8-1,78

Tahanan kelistrikan, ohm cm

20oC

1,9 x 1012

110oC

4,8 x 1012

Untuk tipe sublimasi, karena proses terjadinya didasarkan kepada aktivitas


gunung berapi, maka selama gunung berapi aktif, belerang tipe ini dapat
diproduksi. Dengan demikian, sumber daya belerang sublimasi dapat dianggap
tidak terbatas.
.
BAB II
PENAMBANGAN DAN PENGOLAHAN

2.1 Penambangan

Penambangan belerang dapat dilakukan dengan metode tambang terbuka,


tambang bawah tanah, dan frasch-process, bergantung pada bentuk, letak dan
sebaran endapannya.
a. Tambang Terbuka
Kegiatan ini dilakukan untuk endapan tipe stratigrafi dan vulkanis
yang terletak dekat permukaan bumi. Penggalian dapat dilakukan dengan
menggunakan alat-alat sederhana atau alat muat mekanis (shovel, monitor, dan
dragline excavator).
b. Tambang Bawah Tanah
Penambangan bawah tanah dilakukan terhadap endapan yang terletak
di bawah permukaan bumi. Penambangan dikerjakan dengan membuat
lubang-lubang bukaan ke arah endapan, seperti shaft, tunneling, drift, adit,
dan lain-lain. Penambangan dapat menggunakan metode room and pillar, cut
and fill, gophering, dan lain-lain.
c. Metode Frasch-Process
Metode frasch-process adalah penambangan dengan menginjeksikan
air panas (160o C). Air panas berfungsi untuk melarutkan belerang dari
endapan kubah garam atau sejenisnya pada kedalaman antara 150-170 m.
II-1
II-2

Gambar 1. Penambangan dengan Franch Process


Metode ini dikerjakan dengan membuat lubang bor dilengkapi dengan
empat macam pipa bergaris-tengah 3-20 cm. Setiap pipa mempunyai fungsi
sebagai berikut:
- Pipa pertama (paling luar) berfungsi sebagai selubung, pelindung, serta
sebagai saluran air panas (superheated water).
- Pipa kedua berfungsi untuk mengalirkan lelehan belerang.
II-3

- Pipa ketiga ( paling dalam ) berfungsi memasukkan udara bertekanan tinggi.


Cara penambangannya adalah sebagai berikut:
-

Air panas dimasukkan melalui pipa pertama (paling luar) menuju ke formasi
batuan yang berisi belerang untuk melelehkan endapan belerang. Lelehan
belerang akan bergerak turun melalui pori-pori batuan dan berubah menjadi
cairan belerang, kemudian terkumpul pada bagian bawah lubang bor.

Melalui pipa ketiga (paling dalam) dimasukkan udara bertekanan tinggi untuk
menekan cairan belerang masuk ke pipa kedua dan mengalir menuju
permukaan tanah. Kecepatan aliran udara (debit udara) diatur sesuai dengan
kecepatan pelelehan belerang. Apabila aliran belerang tidak lancar, kedalam
pipa kedua dimasukkan air panas sehingga alur cairan belerang dapat lancar
kembali.

2.2 Pengolahan
Cara pengolahan belerang bergantung kepada jenis endapannya. Belerang
jenis lumpur, sebelum dimasukkan ke dapur autoclave dilakukan flotasi terlebih
dahulu, dengan tujuan untuk meninggikan kadar belerang dan menghilangkan
senyawa besi sulfat dan silikat dari larutan.
Belerang kristal pengolahannya dapat langsung dimasukkan kedalam dapur
autoclave dengan menambahkan solar, air, dan NaOH, lalu dipanaskan dengan
memasukkan uap air panas bertekanan tiga atmosfer selama 30-60 menit.
Untuk mendapatkan belerang berkadar murni tinggi dilakukan sublimasi dan
destilasi. Proses pemurnian belerang ini sangat penting karena industri
membutuhkan kemurnian tinggi, yakni 99,9% S, belerang berkadar sekitar 4566% S, dipergunakan untuk membasmi tikus,dan lain sebagainya.
II-4

Gambar 2. Pengolahan Belerang dengan Teknik Autoclaving

BAB III

KEGUNAAN DAN SPESIFIKASI

3.1 Kegunaan
Meskipun belerang merupakan suatu elemen terpenting dan dibutuhkan
hampir semua sektor industri, belerang sangat jarang muncul dalam suatuproduk
akhir. Pada umumnya, belerang digunakan sebagai bahan pemrosesan
(processing agent).
Saat ini konsumsi belerang dunia telah mencapai 40 juta ton. Beberapa
penggunaan belerang didunia industri dapat diuraikan menjadi 2 bentuk yaitu :
1. Penggunaan belerang dalam bentuk asam sulfat
2. Penggunaan belerang dalam bentuk belerang murni
Lebih dari 85% digunakan untuk membuat asam belerang ( H 2SO4 )dan
selebihnya digunakan dalam bentuk elemen murni atau senyawa kimia bukan
asam.
1. Penggunaan Belerang dalam Bentuk Asam Sulfat
Asam sulfat merupakan asam yang terpenting didalam industri, sehingga
konsumsi belerang per kapita pernah dipakai sebagai ukuran tingkatan industri
suatu bangsa.
Asam belerang atau asam sulfat digunakan baik secara langsung maupun tidak
pada berbagai pembuatan barang yang berkaitan dengan kehidupan manusia
sehari-hari.
III-1
III-2

a. Penggunaan Asam Sulfat ( Asam Belerang ) di Industri Pupuk


Di industri pupuk, asam sulfat merupakan bahan pembantu utama untuk
pembuatan pupuk fosfat dan asam sulfat. Batuan fosfat diubah oleh asam sulfat
menjadi asam fosfat, yang menghasilkan gipsum sebagai produk sampingan.
Asam fosfat ini merupakan bahan utama untuk memproduksi berbagai jenis
pupuk yaitu dikalsium fosfat, diamonium fosfat, dan triple superphosphate.
b. Penggunaan Asam Sulfat ( Asam Belerang ) di Industri Pulp/kertas
Pemakaian asam sulfat di industri kertas adalah untuk proses sulfatisasi
kertas yang terbuat dari kayu. Kadang-kadang dalam pabrik pulp digunakan gas
SO2 sebagai bahan antara (intermediate). Gas diperoleh dari pembakaran
belerang murni di pabrik pulp itu sendiri atau hasil sampingandari operasi
peleburan logam-logam biji sulfida. Gas tersebut akan diubah menjadi asam
sulfat yang sangat dibutuhkan dalam proses sulfidasi.
c. Penggunaan Asam Sulfat ( Asam Belerang ) di Industri Cat
Pemakaian asam sulfat di indutri cat adalah untuk memproduksi zat pewarna
litanium oksida dengan proses sulfat. Dalam proses ini asam sulfat direaksikan
dengan ilmenit atau titanium slag.
d. Penggunaan Asam Sulfat ( Asam Belerang ) di Industri Logam
Di industri logam, asam sulfat digunakan dalam proses liching bijih tembaga
atau buangan tambang tembaga berkadar rendah untuk dikonsentrasikan secara
konvensional. Asam sulfat merupakan reagen digunakan untuk mengekstraksi
uranium dari bijihnya, dengan vanadium sebagai produk sampingan. Dalam
industri logam besi dan baja, asam sulfat dipakai untuk bahan pembersih serta
III-3

karat,kotoran, dan gemuk di permukaan baja sebelum masuk ke proses


selanjutnya.
e. Penggunaan Asam Sulfat ( Asam Belerang ) di Industri Pengolahan Minyak
Bumi
Fungsi asam sulfat dalam proses pengolahan minyak bumi adalah sebagai
katalis dalam proses alkylation. Alkylation suatau proses produksi komponen
bahan dasar dengan bilangan oktan dan stabilitas tinggi dapat diproduksi dengan
menggabungkan aliran-aliran gas. Dalam proses pengolahan minyak bumi
hampir 75% asam sulfat dapat didaur ulang. Di sektor ini, pemakaian asam sulfat
bersaing dengan asam hydrofuor.
f. Penggunaan Asam Sulfat ( Asam Belerang ) di Industri lainnya
Industri lain yang memakai asam sulfat adlah industri kimia, bahan peledak,
karet sintetis, accu, pertenunan, film, dan fotografi.
Selain dalam bentuk larutan cair, asam belerang juga dipasarkan dalam bentuk
oleum, yaitu H2SO4 pekat yang mengandung SO3. Oleum 20% berarti 100 kg
larutan mengandung 29 kg SO3 dan 80 kg H2SO4. Asam belerang dapat
diproduksi dengan proses kontak dan proses kamar.
2. Pemakaian Belerang dalam Bentuk Belerang Murni
Belerang dapat digunakan langsung dalam bentuk belerang murni atau
senyawa bukan asam, seperti CS2 dan SO2. Belerang murni dipakai sebagai :
- Campuran aspal pada pembuatan jalan raya.
- Pembuatan insulator, dalam hal ini belerang yang dibusakan mempunyai
sifat kuat tekan yang tinggi.
III-4

- Bahan tambahan pembuatan beton special.


- Elektroda pada pembuatan batere logam alkali.
CS2, yaitu cairan belerang yang mudah terbakar digunakan secara tidak
langsung dalam industri kimia, farmasi, pengolahan karet, dan selulosa.
Tujuan penggunaan CS2 di industri adalah :
- Industri kimia, untuk memproduksi karbon tetraklorida, dan senyawa
organik yang mengandung belerang lainnya.
- Industri pengolahan minyak, sebagai pembuat bahan katalis.
- Industri farmasi, pembuatan fungisida, dan obat-obatan lainnya.
- Industri karet, untuk proses vulkanisasi dingin.
- Industri selulosa, sebagai bahan penolong pembuatan cellophone, dan
viscose rayon.
3.2 Spesifikasi
Asam sulfat ( asam belerang ) merupakan asam yang terpenting di dalam
suatu industri, sehingga konsumsi belerang per kapita pernah dipakai sebagai
ukuran tingkatan industri suatu bangsa.
Asam belerang atau asam sulfat digunakan baik secara langsung maupun tidak
langsung pada berbagai pembuatan barang yang berkaitan dengan kehidupan
manusia sehari-hari, terutama di industri pupuk, kertas, cat, plastik, bahan
sintetis, pengolahan minyak bumi, dan produksi logam.
Tabel 2. Spesifikasi Belerang dalam Berbagai Industri

Sektor
No
Industri
1.

Pupuk

Bentuk

Produk

Presentase

Penggunaan

Akhir

Penggunaan
Belerang

Asam sulfat
(H2SO4)

2.

Industri

Asam sulfat

Kimia

(H2SO4)

- Super fosfat
- Ammonium fosfat
- Ammonium sulfat
- Mixed fertilier
- Detergen sintetis
- Feed additive
- Anti knok basaline
- Resin sinteti
- Protective coatin
- Bahan pewarna
- Pengasam sumur minyak
(oil well aciing)
- Katalis dalam pengolahan
minyak bumi
- Reduksi alumunium
- Paper siding
- Pengolahan air
- Industri Pharmasi
- Insektisida
- Anti beku

Carbon disulfida - Rayon/viscose


- Cellophane
(CS2)
- Karbon tetraklorida
- Bahan kimia pengolahan
karet

3.

Titanium
dan

50%

18%

3%

Elemen (S)

- Insektisida
- Fungisida
- Industri karet
- Soil sulfur

2%

Asam sulfat

- Cat dan email


- Lenodeum dan coated

5%

pewarna

(H2SO4)

lainnya
4.

5.

6.

7.

Rayon dan

Asam Sulfat

film

(H2SO4)

Besi dan

Asam sulfat

baja

(H2SO4)

Minyak

Asam sulfat

bumi

(H2SO4)

Industri

Asam sulfat

lainnya

(H2SO4)

Senyawa
belerang lainnya

serat (fabric)
- Kertas
- Tinta cetak
- Serat ban
- Tekstil viscase
- Serat campuran
- Sellophane
- Film/fotografi
- Mobil
- Pelas timah dan kontiner
lainnya
- Produk logam lainnya
- Bahan bakar pesawat
- Oli/pelumas
- Produk minyak lainnya
- Bahan peledak
- Logam bukan besi
- Karet sintetis
- Batere/accu
- Textile finishing
- Bahan kimia untuk
perang
- Baja spesial
- Bahan celup/pewarna
- Bahan pemutih
- Industri kulit
- Fotografi

BAB IV

3%

2%

8%

8%

KESIMPULAN

1. Penambangan belerang dapat dilakukan dengan metode tambang terbuka,


tambang bawah tanah, dan frasch-process.
2. Perlu adanya peningkatan kegiatan produksi belerang yang lebih signifikan
khususnya didalam menembus pasar dunia.
3. Penggunaan belerang dapat digunakan pada bidang industri pupuk, kertas, cat,
plastik, bahan sintetis, pengolahan minyak bumi dan produksi logam.
4. Kebutuhan belerang indonesia selalu meningkat sebesar 8% setiap tahun.
5. Perlu adanya perkembangan jumlah dan kapasitas pabrik industri hilir
pemakai belerang di dalam negeri.

SOAL SOAL

1. Sebutkan 3 metode yang dipakai dalam proses penambangan belerang?


2. Sebutkan 2 metode underground mining yang dipakai dalam proses
penambangan belerang?
3. Sebutkan 3 sifat fisik belerang?
4. Sebutkan dan jelaskan 2 aplikasi asam sulfat ( asam belerang ) pada bidang
industri ?
5. Jelaskan proses pengolahan belerang jenis lumpur dalam suatu proses
pertambangan?

JAWABAN

1. - Metode Tambang Terbuka


- Metode Tambang Bawah Tanah
- Metode Frasch-Process
2. Metode Room and Pillar
- Cut and Fill
3. Kristal belerang berwarna kuning, kuning kegelapan, dan kehitam-hitaman,
karena pengaruh unsur pengotornya
4.a. Penggunaan Asam Sulfat ( Asam Belerang ) di Industri Pupuk
Di industri pupuk, asam sulfat merupakan bahan pembantu utama untuk
pembuatan pupuk fosfat dan asam sulfat. Batuan fosfat diubah oleh asam sulfat
menjadi asam fosfat, yang menghasilkan gipsum sebagai produk sampingan.
Asam fosfat ini merupakan bahan utama untuk memproduksi berbagai jenis
pupuk yaitu dikalsium fosfat, diamonium fosfat, dan triple superphosphate.
b.Penggunaan Asam Sulfat ( Asam Belerang ) di Industri Pulp/kertas
Pemakaian asam sulfat di industri kertas adalah untuk proses sulfatisasi kertas
yang terbuat dari kayu. Kadang-kadang dalam pabrik pulp digunakan gas SO2
sebagai bahan antara (intermediate). Gas diperoleh dari pembakaran belerang
murni di pabrik pulp itu sendiri atau hasil sampingandari operasi peleburan
logam-logam biji sulfida. Gas tersebut akan diubah menjadi asam sulfat yang
sangat dibutuhkan dalam proses sulfidasi.
5. Belerang jenis lumpur, sebelm dimasukkan ke dalam dapur autoclave dilakukan
flotasi terlebih dahulu, dengan tujuan untuk meninggikan kadar belerang dan

menghilangkan senyawa besi sulfat dan silikat dari larutan. Dapat juga dilakukan
dengan pelarutan dan penghabluran (solvent dan crystalization), misalnya pelarut
karbon disulfida, dimethil disulfida atau larutan hidrokarbon lainnya.