Anda di halaman 1dari 15

Osmosis pada kentang

Posted by Bithdaddy
Posting kali ini saya membahas tentang praktikum mengamati proses osmosis pada kentang.
Jenis praktikum yang ini lebih mudah dan lebih murah dibandingkan disain praktikum sejenis
yang menggunakan kertas selofan atau usus babi.
Langsung saja, misalnya prosedur praktikumnya seperti berikut ini
Alat dan Bahan

Pisau

Tissue

Gelas ukur 50 ml

Stopwatch

Neraca

Kentang

Aquades

Larutan glukosa 30%

Larutan glukosa 5%

Cara Kerja
1. Bersihkan kentang mentah dari kulitnya.
2. Potong kentang dengan ukuran 2 1 cm sebanyak 3 potong. Usahakan potongan
kentang tersebut memiliki berat yang sama. Saat mengupas kentang dan
memotongnya upayakan jangan sampai terkena air atau cairan apa pun.
3. Siapkan larutan gula 30 % dan 5 % masing-masing dalam gelas ukur dengan volume
sekitar 20 mL.
4. Masukkan potongan kentang secara bersamaan ke masing-masing gelas ukur yang
telah diberi tanda A (larutan glukosa 30%), gelas ukur B (larutan glukosa 5%), dan
gelas ukur C berisi aquades.
5. Biarkan potongan kentang tersebut terendam selama 20 menit.

6. Setelah 20 menit angkatlah kemudian simpan di atas tissue. Dan periksa keadaan
kentang tersebut, kemudian timbang ulang kentang tersebut dan catat hasilnya.

Hasil Pengamatan
LARUTAN

SEBELUM

SESUDAH

KEADAAN

GULA 30%

1 GR

0,2 GR

LEMBEK

GULA 5%

1 GR

0,4 GR

AGAK
LEMBEK

AQUADES

1 GR

1,2 GR

KERAS

Pembahasan
Perhatikan berat kentang semula sebelum direndam, semua sama 1 gr. Setelah perendaman
pada larutan gula 5% tekstur kentang agak lembek, sedangkan perendaman pada larutan gula
30% kondisinya lebih lembek. Tetapi keduanya menunjukkan pengurangan berat.
Sedangkan perendaman pada aquades, tekstur kentang menjadi keras dan beratnya
bertambah.

Kiri: kentang menjadi lembek setelah direndam dalam larutan glukosa. Kanan :
kentang mengeras setelah direndam aquades.
Bagaimana penjelasannya?
Ingat konsep ini: osmosis adalah perpindahan air, dari larutan hipotonis ke larutan hipertonis
melalui membran semipermeabel.

Saat kentang direndam dalam larutan gula 30% dan 5% akan terjadi perpindahan air secara
osmosis dari sel-sel kentang keluar menuju ke larutan. Perpindahan air ini terjadi karena selsel kentang hipotonis terhadap larutan gula yang hipertonis. Lihat gambar berikut.

Perhatikan apa yang terjadi jika sel hewan dan sel tumbuhan direndam dalam larutan
hipertonis atau hipotonis.
Peristiwa ini berakibat pada dua hal:
1. Sel-sel kentang kekurangan air (isi sel), akibatnya terjadi plasmolisis yang
mengakibatkan penurununan tekanan turgor. Jika tekanan turgor menurun akibatnya
kentang menjadi empuk dan lembek
2. Terjadi penurunan berat kentang akibat perpindahan air dari sel-sel kentang ke
larutan.
3. Kelunakan kentang dan pengurangan berat bergantung pada konsentrasi larutan.
Semakin hipertonis larutannya, maka semakin lembek kentangnya, juga semakin
banyak pengurangan beratnya.

Beginilah bentuk sel yang mengalami plasmolisis. Perhatikan rongga yang terbentuk di
antara membran sel dengan dinding sel.

Untuk kentang yang direndam dalam aquades, peristiwa yang berkebalikan terjadi. Air dari
larutan masuk ke dalam sel-sel kentang, karena sel-sel kentang hipertonis dibandingkan air.
Akibat masuknya air ini menyebabkan isi sel bertambah, dan sel dalam keadaan turgid
(tekanan turgor tinggi). Inilah yang menyebabkan kentang menjadi keras dan beratnya
bertambah. http://praktikumbiologi.blogspot.com/2011/07/osmosis-pada-kentang.html
Proses Difusi dan Osmosis Didalam Sel
l) Mekanisme difusi
Difusi merupakan proses perpindahan atau pergerakan molekul zat atau gas dari konsentrasi
tinggi ke konsentrasi rendah. Difusi melalui membran dapat berlangsung melalui tiga
mekanisme, yaitu difusi sederhana (simple difusion),d ifusi melalui saluran yang terbentuk
oleh protein transmembran (simple difusion by chanel formed), dan difusi difasilitasi
(fasiliated difusion).
Difusi sederhana melalui membrane berlangsung karena molekul -molekul yang berpindah
atau bergerak melalui membran bersifat larut dalam lemak (lipid) sehingga dapat menembus
lipid bilayer pada membran secara langsung. Membran sel permeabel terhadap molekul larut
lemak seperti hormon steroid, vitamin A, D, E, dan K serta bahan-bahan organik yang larut
dalam lemak, Selain itu, memmbran sel juga sangat permeabel terhadap molekul anorganik
seperti O,CO2, HO, dan H2O. Beberapa molekul kecil khusus yang terlarut dalam serta ionion tertentu, dapat menembus membran melalui saluran atau chanel. Saluran ini terbentuk
dari protein transmembran, semacam pori dengan diameter tertentu yang memungkinkan
molekul dengan diameter lebih kecil dari diameter pori tersebut dapat melaluinya. Sementara
itu, molekul molekul berukuran besar seperti asam amino, glukosa, dan beberapa garam
garam mineral , tidak dapat menembus membrane secara langsung, tetapi memerlukan
protein pembawa atau transporter untuk dapat menembus membrane.
Proses masuknya molekul besar yang melibatkan transforter dinamakan difusi
difasilitasi.
2) Mekanisme Difusi dan Difasilitasi
Difusi difasiltasi (facilitated diffusion) adalah pelaluan zat melalui rnembran plasrna yang
melibatkan protein pembawa atau protein transforter. Protein transporter tergolong protein
transmembran yang memliki tempat perlekatan terhadap ion atau molekul vang akan
ditransfer ke dalam sel. Setiap molekul atau ion memiliki protein transforter yang khusus,
misalnya untuk pelaluan suatu molekul glukosa diperlukan protein transforter yang khusus
untuk mentransfer glukosa ke dalam sel.
Protein transporter untuk grukosa banyak ditemukan pada sel-sel rangka, otot jantung, sel-sel
lemak dan sel-sel hati, karena sel sel tersebut selalu membutuhkan glukosa untuk diubah
menjadi energy.

3) Mekanisme osmosis
Osmosis adalah proses perpindahan atau pergerakan molekul zat pelarut, dari larutan yang
konsentrasi zat pelarutnya tinggi menuju larutan yang konsentrasi zat pelarutya rendah
melalui selaput atau membran selektif permeabel atau semi permeabel. Jika di dalam suatu
bejana yang dipisahkan oleh selaput semipermiabel, jika dalam suatu bejana yang dipisahkan
oleh selaput semipermiabel ditempatkan dua Iarutan glukosa yang terdiri atas air sebagai
pelarut dan glukosa sebagai zat terlarut dengan konsentrasi yang berbeda dan dipisahkan oleh
selaput selektif permeabel, maka air dari larutan yang berkonsentrasi rendah akan bergerak
atau berpindah menuju larutan glukosa yang konsentrainya tinggi melalui selaput permeabel.
jadi, pergerakan air berlangsung dari larutan yang konsentrasi airnya tinggi menuju kelarutan
yang konsentrasi airnya rendah melalui selaput selektif permiabel. Larutan vang konsentrasi
zat terlarutnya lebih tinggi dibandingkan dengan larutan di dalam sel dikatakan .sebagai
larutan hipertonis. sedangkan larutan yang konsentrasinya sama dengan larutan di dalam sel
disebut larutan isotonis. Jika larutan yang terdapat di luar sel, konsentrasi zat terlarutnya lebih
rendah daripada di dalam sel dikatakan sebagai larutan hipotonis.
Apakah yang terjadi jika sel tumbuhan atau hewan, misalnya sel darah merah ditempatkan
dalam suatu tabung yang berisi larutan dengan sifat larutan yang berbeda-beda? Pada larutan
isotonis, sel tumbuhan dan sel darah merah akan tetap normal bentuknya. Pada larutan
hipotonis, sel tumbuhan akan mengembang dari ukuran normalnya dan mengalami
peningkatan tekanan turgor sehingga sel menjadi keras. Berbeda dengan sel tumbuhan, jika
sel hewan/sel darah merah dimasukkan dalam larutan hipotonis, sel darah merah akan
mengembang dan kemudian pecah /lisis, hal irri karena sei hewan tidak memiliki dinding sel.
Pada larutan hipertonis, sel tumbuhan akan kehilangan tekanan turgor dan mengalami
plasmolisis (lepasnya membran sel dari dinding sel), sedangkan sel hewan/sel darah merah
dalam
larutan
hipertonis
menyebabkan
sel
hewan/sel
darah
merah
mengalami krenasi sehingga sel menjadi keriput karena kehilangan air.
http://nandofiles.blogspot.com/p/proses-difusi-dan-osmosis-didalam-sel.html
Mengamati Proses Difusi dan Osmosis (biologi XI)
Posted by Maulyadi Salasanto on November 20, 2011 in Uncategorized
Proses Difusi dan Osmosis
Tujuan : Mengamati proses terjadinya Difusi dan Osmosis
Alat dan Bahan :
Difusi :
1. Satu gelas air Sanqua
2. Tinta Printer warna hitam
Osmosis :
1. 3 gelas air Sanqua
2. kentang

3. garam
4. mistar
5. cutter
Cara Kerja
Difusi :
1. Masukkan beberapa tetes tinta ke dalam gelas yang telah terisi air
Osmosis :
1. Potong kentang membentuk bujur sangkar dengan ukuran 3 x 3 x 3 cm, dibuat sebanyak 9
buah
2. Masing masing gelas yang berisi air ditulis label A, B, dan C
3. Gelas A dibiarkan begitu saja
4. Gelas B diberi garam 10 %
5. Gelas C diberi garam 20 %
6. masukkan kentang ke dalam masing masing gelas sebanyak 3 buah per gelas
7. Diamkan selama 30 menit
Hasil Pengamatan
Difusi :
Air menjadi bewarna hitam
Osmosis :
Terjadi perubahan ukuran pada kentang di gelas label B dan C. Berikut hasil pengukurannya
No Gelas Kimia Kentang Tinggi Panjang Lebar
Awal Akhir Awal Akhir Awal Akhir
1 A1 3 3 3 3 3 3
22333333
33333333
4 B 4 3 2.5 3 2.5 3 2.6
5 5 3 2.5 3 2.6 3 2.6
6 6 3 2.6 3 2.5 3 2.5
7 C 7 3 2 3 2.1 3 2.2
8 8 3 2 3 2.1 3 2.2
9 9 3 2.2 3 2.2 3 2.1
Jawaban Pertanyaan :
1. Apakah terjadi perubahan ? Jawab : Ya, dari kedua pengamatan baik Difusi maupun
Osmosis mengalami perubahan
2. Kentang pada gelas kimia yang manakah yang berkurang ukurannya ? Jawab : Kentang
pada gelas label B dan C

3. Apakah yang terjadi pada gelas kimia A ? Jawab : Tidak terjadi apa apa
4. Apa sajakah yang mempengaruhi perubahan ukuran kentang ? Jawab : Hal hal yang
mempengaruhi perubahan ukuran kentang adalah banyaknya garam yang dilarutkan ke dalam
air
5. Lewat manakah sebenrnya air yang ada ? jawab : Air yang terdapat dalam kentang keluar
karena perbedaan kepekatan antara larutan garam dan air dalam kentang, sehingga
menyebabkan kentang mengerut
Kesimpulan
Ketika beberapa tetes tinta dimasukkan ke dalam air, tinta akan bercampur dengan air, dan
dalam beberapa menit kemudian tanpa di aduk, tinta sudah bercampur dengan air secara
keseluruhan. Peristiwa bercampurnya air dan tinta disebut peristiwa Difusi. Difusi merupakan
perpindahan zat dari larutan berkonsentrasi tinggi (hipertonik) ke larutan berkonsentrasi
rendah (hipotonik) baik melaui selaput pemisah maupun tidak, tanpa menggunakan energi
(energi sel). Dalam percobaan sebelumnya, yang bertindak selaku hipertonik adalah Tinta,
sedangkan Hipotonik adalah air.
Pada percobaan kedua, yang kita amati adalah proses terjadinya osmosis. Ketika kentang
yang baru dipotong dimasukkan ke dalam larutan garam dengan kepekatan yang berbeda,
maka terjadi pengerutan. Kentang di gelas C mengalami pengerutan lebih besar di banding
kentang di dalam gelas B, sedangkan pada gelas A tidak terjadi perubahan. Hal ini
membuktikan bahwa bearnya kepekatan suatu larutan garam berpengaruh pada perubahan
ukuran kentang. Seperti inilah proses terjadinya Osmosis. Osmosis adalah perpindahan
molekul air dari larutan dengan kepekatan rendah menuju larutan dengan kepekatan tinggi
melalui selaput semi permiabel. Pada percobaan sebelumnya, air didalam kentang yang
berkepekatan rendah akan keluar menuju larutan garam dengan kepekatan lebih besar
daripada molekul air dalam kentang, sehingga kentang mengerut karena kekurangan air.
http://melacakalam.wordpress.com/2011/11/20/mengamati-proses-difusi-dan-osmosisbiologi-xi/
Pengertian Proses Difusi
Oct 10, 2011 ~ Leave a Comment ~ Written by Budiyanto

peristiwa difusi
Pengertian Proses Difusi- Proses ini merupakan perpindahan molekul larutan berkonsentrasi
tinggi menuju larutan berkonsentrasi rendah tanpa melalui selaput membran. Gambar
menunjukkan proses terjadinya difusi. Pada permulaan percobaan semula molekul glukosa
ada di bagian A. Setelah beberapa saat, proses difusi menyebabkan konsentrasi glukosa di A
turun dan di B naik dengan kecepatan yang sama. Setelah 3 jam, konsentrasi pada kedua
ruang tersebut sama dan keseimbangan akan tercapai. Difusi pada membran sel (selaput
plasma) dapat terlihat pada Gambar ! Proses difusi sering terjadi pada tubuh kita. Tanpa kita
sadari, tubuh kita selalu melakukan proses ini, yaitu pada saat kita menghirup udara. Ketika
menghirup udara, di dalam tubuh akan terjadi pertukaran gas antarsel melalui proses difusi.

Proses difusi pada selaput plasma


Contoh lain proses difusi adalah saat kita membuat minuman sirup. Sirup yang kita larutkan
dengan air akan bergerak dari larutan yang konsentrasinya tinggi ke larutan yang
konsentrasinya rendah. Pada masing-masing zat, kecepatan difusi berbeda-beda. Untuk
contoh kasus yang dijelaskan, yaitu antara sirup dan gas, maka kecepatan difusi sirup lebih
besar pada gas. Berdasarkan hal itu coba Anda cari lagi contoh proses difusi lain yang pernah
Anda ketahui! http://budisma.web.id/materi/sma/kelas-xi-biologi/pengertian-proses-difusi/
Perlakuan objek 1:CuSO4 dimasukkanke dalam gelas beker kosong.Perlakuan objek
2:CuSO4 dimasukkanpada gelas beker berisi air100 mL.
M. PRAHASTOMI M. S.

Pengamatan
Gelas beker terisi air :CuSO4 mulaimenyebar di bagian-bagian tertentu darimolekul air.Gelas
beker tak terisiair: Tidak adaperubahan apapun.Serpihan CuSO4tidak bereaksi.Gelas beker
terisi air:Pengamatan selama3 hari menunjukkanbahwa, CuSO4
sudahterkonsentrasisemuanya danmenyebar padaseluruh bagian air.Gelas beker tak terisiair:
Tidak adaperubahan.
Selang waktu30 menitSelang waktu3 hari
M. PRAHASTOMI M. S.

Poin-poin penting dari hasilpengamatan


Selama pengamatan 30 menit di gelas beker berisi air terjadi difusi CuSO4Pengamatan dalam 30
menit, CuSO4 masih dalamproses difusinya, dan terlihat seperti gumpalan cair ungumenyebar
pada gelas, dan data hari ketiga menunjukkanCuSO4 sudah terlarut semua.Kesetimbangan
merupakan hasil akhir dari proses difusi,dimana CuSO4 yang didiamkan didiamkan 3 hariakhirnya
terkonsentrasi seluruhnyaHarus terdapat media dimana suatu molekul (CuSO4)dapat
berdifusi, yaitu air.
M. PRAHASTOMI M. S. http://id.scribd.com/doc/30635345/Pengamatan-Peristiwa-Difusi
Pengertian Difusi
November 25th, 2011 Pustakers 1 Comment

Pengertian Difusi Difusi merupakan peristiwa mengalirnya atau berpindahnya suatu zat
dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah,
sedangkan osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian
yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Contoh peristiwa difusi yang sederhana adalah
pemberian gula pada cairan teh tawar dan contoh peristiwa osmosis adalah kentang yang
dimasukkan ke dalam air garam.
Kecepatan difusi ditentukan oleh : jumlah zat yang tersedia, kecepatan gerak kinetik dan
jumlah celah pada membran sel. Difusi sederhana ini dapat terjadi melalui dua cara:

ujuan

Melalui celah pada lapisan lipid ganda, khususnya jika bahan berdifusi terlarut lipid.
Melalui saluran licin pada beberapa protein transpor.
Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada
konsentrasi zat terlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri.
Faktor yang mempengaruhi difusi :

1.

Suhu, makin tinggi difusi makin cepat

2. BM makin besar difusi makin lambat


3. Kelarutan dalam medium, makin besar difusi makin cepat
4. Perbedaan Konsentrasi, makin besar perbedaan konsentrasi antara dua bagian, makin
besar proses difusi yang terjadi.
5. Jarak tempat berlangsungnya difusi, makin dekat jarak tempat terjadinya difusi, makin
cepat proses difusi yang terjadi.
6. Area Tempat berlangsungnya Difusi, makin luas area difusi, makin cepat proses
difusi.
Difusi merupakan peristiwa mengalirnya atau berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari
bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Osmosis adalah
perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian
yang lebih pekat. Equilibrium merupakan keadaan dimana kedua zat bercampur/imbang.
Hipertonis adalah keadaan dimana konsentrasi pelarut lebih besar dari pada zat terlarut.
Isotonis adalah keadaan dimana konsentrasi pelarut sama besar dari pada zat terlarut.
Hipotonis adalah keadaan dimana konsentrasi pelarut lebih kecil dari pada zat terlarut.[ps]
http://www.pustakasekolah.com/pengertian-difusi.html
pengamatan peristiwa difusi
Judul

: Pengamatan peristiwa difusi

: Untuk mengetahui bagaimana peristiwa difusi pada sirup

Alat dan Bahan :

No

Nama alat / Bahan

spesifikasi

Jumlah

Air

Secukupnya

Sirup

Secukupnya

Gelas

1 2 buah

4
5

Rumusan masalah

1.

Apakah pengaruh sirup yang dimasukkan dalam air ?

2.

Apakah yang terjadi pada sirup yang dimasukkan dalam air ?

Landasan teori

Pada peristiwa difusi yang terjadi dalam pengamatan larutan memiliki sifat untuk
berpindah dari konsentrasi yang rendah ke konsentrasi yang lebih tinggi, setelah sirup
dimasukan dalam air maka sirup tersebut akan mengendap kemudian menyebar dan membuat
larutan air menjadi pekat oleh warna sirup pada saat itulah terjadi peristiwa difusi

Variabel

Variable bebas

: Sirup
Air

Variabel terikat

: Banyak gelas

Variabel respon

: Kepekatan yang ditimbulkan oleh sirup

Hipotesis

1.

Sirup yang dimasukan dalam air akan memberikan warna pada air namun warna yang
ditimbulkan oleh sirup tidak begitu pekat karena masih baru dimasukkan dalam air.

2.

Saat sirup dimasukkan kedalam air maka sirup tersebut akan menyebar secara perlahan
keseluruh air dan memberikan warna pada air tergantung sirup warna apa yang dipakai
setelah beberapa saat sirup tersebut akan mengendap dan memberikan warna pekat pada air.

Langkah - langkah

Mengamati peristiwa difusi


1.

Siapkan gelas yang akan dipakai ( 1 2 buah ).

2.

Kemudian siapkan sirup ( terserah mau menggunakan warna apa ).

3.

Tuangkan sirup kedalam air ( secukupnya ) tunggu hingga sirup tersebut menyebar ke air.

4.

Setelah bebebrapa saat ( kurang lebih 30 menit ) amatilah apa yang terjadi pada air.

Analisis data

Setelah 30 menit terjadi peristiwa difusi pada air pada larutan air terlihat bahwa sirup
mulai mengendap kemudian menyebar keseluruh air dan mengakibatkan kepekatan warna
pada air pada saat itulah terjadi peristiwa difusi yaitu perpindahan dari kodentrasi yang
rendah ke konsentrasi yang lebih tinggi

Kesimpulan

Banyaknya sirup yang dimasukkan dalam air sangat mempengaruhi peristiwa difusi,
dan pada saat sirup dimasukkan kedalam air kondisi sirup tersebut masih dalam konsentrasi

rendah setelah beberapa saat sirup tersebut mulai mengendap dan pada saat itulah sirup mulai
menuju pada konsentrasi yang tinggi, sirup yang dalam keadaan seperti itu dapat membuat air
menjadi pekat oleh warna sirup. http://p1nd4ng.blogspot.com/2010/11/peristiwa-difusi.html
Beberapa proses osmosis yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari:
1. Jika kita merendam wortel ke dalam larutan garam 10 % maka sel-selnya akan kehilangan
rigiditas (kekakuannya). Hal ini disebabkan potensial air dalam sel wortel tersebut lebih
tinggi dibanding dengan potensial air pada larutan garam sehingga air dari dalam sel akan
keluar ke dalam larutan tersebut. Jika diamati dengan mikroskop maka vakuola sel-sel wortel
tersebut tidak tampak dan sitoplasma akan mengkerut dan membran sel akan terlepas dari
dindingnya. Peristiwa lepasnya plasma sel dari dinding sel ini disebut plasmolisis.
2. Penggunaan cairan infus yang harus isotonik dengan sel darah dalam tubuh, agar tidak
terjadi krenasi maupun plasmolisis.
3. Penyerapan air dan mineral dalam tanah oleh akar tanaman.
Akar mempunyai fungsi penyerapan dan penyimpanan. Tumbuhan memperoleh bahan-bahan
yang diperlukan untuk pertumbuhan melalui akarnya. Akar menyerap air dari lingkungan
sekitarnya secara osmosis. Akar juga menyerap menyerap mineral dari lingkungan sekitarnya
bersama dengan penyerapan air. Air masuk kedalam akar melalui rambut-rambut akar.
Rambut akar akan meningkatkan luas permukaan akar dan dapat meningkatkan jumlah air
yang di serap atau di ambil oleh tumbuhan. Air yang ada ditanah masuk karena adanya
perbedaan konsentrasi air dan akan masuk melalui akar dan akan melewati Epidermis
korteks endodermis perisikel xylem.
Penyerapan air oleh akar terjadi melalui mekanisme perbedaan tekanan antara sel-sel akar
dan air tanah. Ketika tekanan bagian dalam sel-sel akar lebih rendah dari tekanan di luar,
tumbuhan memasukkan air dari luar. Jadi, sel-sel akar mengambil air dari luar tidak setiap
saat dan terus menerus, melainkan hanya ketika sel-sel tersebut memerlukannya. Penentu
terpenting yang memunculkan keadaan ini adalah besarnya tekanan yang dihasilkan oleh air
di dalam akar. Tekanan ini harus diseimbangakan dengan keadaan di luar. Agar hal ini terjadi,
tumbuhan harus mengambil air dari luar ketika tekanan di dalam mengalami penurunan.
Tatkala hal sebaliknya terjadi, yaitu ketika tekanan di dalam lebih tinggi daripada keadaan di
luar, tumbuhan mengeluarkan air dari dalam dirinya melalui daunnya (bukan melalui
akarnaya) dengan cara penguapan untuk menjadikan tekanan itu seimbang kembali.

Gambar 6. Bagian-bagian dalam tumbuhan

4. Mekanisme pelepasan obat time release.


Bagian semipermeabel yang mengandung larutan NaCl jenuh akan dimasuki partikel air yang
berasal dari dalam tubuh. Hal ini akan menyebabkan lapisan impermeabel elastis akan
terdorong dan luas permukaan bagian yang mengandung obat akan semakin sempit
sedangkan bagian yang mengandung larutan NaCl akan semakin luas karena terjadi
penambahan molekul air. Hal ini akan menyebabkan lepasnya obat melalui dinding kaku
yang terdapat lubang-lubang kecil sedikit demi sedikit sampai seluruh obat terdorong keluar
dan masuk ke dalam tubuh.
5. Proses desalinasi air laut
Jika tekanan sebesar diterapkan pada larutan yang dipisahkan dengan pelarut murninya
oleh membran semipermeabel, maka tercapai keadaan kesetimbangan antara larutan dan
pelarut murni. Jika tekanan pada larutan lebih kecil daripada P + , maka pelarut dalam
larutan lebih kecil daripada pelarut murninya dan secara netto akan ada aliran pelarut dari
pelarut murni ke larutannya, yang prosesnya disebut dengan osmosis. Akan tetapi jika jika
tekanan pada larutan dinaikkan melebihi P+, maka pelarut dalam larutan lebih besar
daripada pelarut murninya, maka secara netto akan ada aliran pelarut dari dalam larutan ke
dalam pelarut murninya. Fenomena ini disebut dengan osmosis balik. Fenomena inilah yang
dijadikan dasar dalam proses desalinasi air laut. Dalam hal ini diperlukan membran yang
hampir impermeabel terhadap ion-ion garam, cukup kuat untuk menahan perbedaan tekanan
dan permeabel terhadap air. http://kimia.upi.edu/staf/nurul/Web
%202011/0807598/contoh.html
Pengertian Osmosis
Pada prinsipnya pengertian osmosis adalah suatu proses difusi. Para ahli kimia
menyatakan bahwa osmosis adalah difusi dari tiap pelarut melalui suatu selaput yang
permeable diferensial. Seperti dikatakan diatas, pelarut universal adalah air melalui selaput
yang permeable secara diferensial dari suatu tempat berkonsentrasi tinggi ke tempat

berkonsentrasi rendah. Perlu ditekankan bahwa konsentrasi disini adalah konsentrasi


pelarutnya, yaitu air dan bahan konsentrasi dari zat larut (molekul ion) dalam air itu.
Pertukaran air diantara sel dan lingkungannya adalah suatu faktor yang begitu penting
sehingga memerlukan penamaan khusus yaitu osmosis.
Osmosis adalah difusi atau aliran-aliran substansi-substansi melalui suatu membran.
Jika membran cukup permeable (dapat dilalui dengan lancar) cairan dan partikel terlarut, baik
molekul maupun ion dari dua larutan diantara membran yang berseberangan akan berpindah,
bergerak atau mengalir, (berdifusi).
Osmosis adalah peristiwa perpindahan masa dari lokasi dengan potensi solvent tinggi,
menuju lokasi berpotensi solvent rendah melalui membran semi permeable, umumnya yang
disebut solvent disini adalah air dapat dikatakan bahwa peristiwa osmosis adalah transfer
solvent (dan bukan salut) sedangkan transfer salut dikenal sebagai dialysis (arah aliran dari
titik berpotensi solut tinggi menuju ke rendah (Wibisono, 2006).
Menurut Svendsen dan Anthony (1974), osmosis ialah perpindahan molekul pelarut
melewati membran menuju ke daerah yang konsentrasi zat terlarutnya lebih tinggi untuk
membran yang tidak dapat ditembus. Perpindahan ini dapat dihalangi dengan pemindahan
tekanan yang lebih pada zat pelarut. http://sin9gih.blogspot.com/2011/02/pengertianosmosis.html
http://definisionline.blogspot.com/2010/08/definisi-difusi-dan-osmosis.html