Anda di halaman 1dari 3

PTR-BNK-003-03

ANALISIS MENGENAI SIKLUS GIPSUM-ANHIDRIT


Muhammad Al-Muhaimin
21100112120013
Program Studi Teknik Geologi
Universitas Diponegoro
malmuhaimin@gmail.com

ABSTRAK
Untuk memajukan ilmu pengetahuan perlu dilakukannya penelitian dan
pengembangan terhadap suatu objek ilmu pengetahuan. Dengan adanya penelitian
objek tersebut dapat dikaji lebih dalam sehingga akan ditemukan korelasi antara
suatu objek ilmu yang satu dengan yang lainnya. Salah satu objek ilmu yang dikaji
pada paper ini yaitu siklus gypsum-anhidrit. Gypsum ( CaSO4.2H2O) dan anhydrite
(CaSO4) merupakan dua mineral yang memiliki komposisi penyusun yang sama
yaitu CaSO4. Kedua mineral ini bisa saling berubah dari yang satu ke yang lain oleh
pengaruh tekanan dan suhu. Suhu dan tekanan akan menyebabkan air dalam tubuh
gypsum habis dan hanya menyisakan Kalsium Sulfat. Ketika Kalsium Sulfat tersebut
terangkat ke permukaan akan terpengaruh oleh aktifitas air sehingga akan
membentuk gypsum kembali. Oleh karena itu kajian objek secara mendalam seperti
ini diharapkan dapat memajukan ilmu pengetahuan baik fokus objek kajian itu
sendiri maupun objek yang berkorelasi dengannya.
Kata kunci : Siklus Gipsum-Anhidrit, Plaster of Paris, Air

PENDAHULUAN
Batuan sedimen non-klastik merupakan
batuan
sedimen
yang
pembentukannya
berbeda
dengan
batuan sedimen pada umumnya. Pada
batuan
sedimen
non-klastik
ini,
pengendapannya melalui proses kimiabiologi-biokimia. Pada batuan ini juga
tidak memerlukan adanya batuan
sumber dan proses fisik yang bekerja
pada batuan sumber tersebut.
Paper ini membahas siklus perubahan
gypsum
menjadi
anhydrite
dan
sebaliknya. Pembuatan paper bertujuan
untuk kemajuan ilmu pengetahuan di
mana dengan dibuatnya paper ini
diharapkan akan bermanfaat bagi yang
ingin
mempelajari
gypsum
dan
anhydrite.
TINJAUAN PUSTAKA

Gipsum adalah salah satu contoh


mineral dengan kadar kalsium yang
mendominasi pada mineralnya. Gipsum
yang paling umum ditemukan adalah
jenis
hidrat kalsium
sulfat dengan
rumus kimia CaSO4.2H2O. Gipsum
adalah salah satu dari beberapa
mineral yang teruapkan. Anhydrite adalah
mineral calcium sulfate dengan sistem Kristal
orthorombik. Anhydrite merupakan anggota
kelompok mineral Barite. Kelompok Barite
sendiri terdiri dari 3 jenis mineral, Anhydrite :
CaSO4 (Calcium Sulfate), Barite :
BaSO 4
(Barium Sulfate) dan Celestine : SrSO4 (Strontium
Sulfate).
METODOLOGI
Metodologi yang digunakan dalam pembuatan
paper ini adalah metodologi studi pustaka. Di
mana
penyusun
mengumpulkan
referensi
mengenai siklus gypsum anhydrite dari paper lain

maupun internet untuk menunjang teori-teori yang


ditulis di dalam paper ini.
DESKRIPSI
Deskripsi Gipsum :
Warna Batuan
: transparan
Struktur
: massif
Tekstur
Kekerasan : 2 Skala Mohs
Kilap
: kaca

Komposisi penyusun : CaSO4.2H2O


Lingkungan Pembentukan : Laut
dangkal

Deskripsi Anhidrit
Warna Batuan
: putih susu
Struktur
: massif
Tekstur
Kekerasan : 3-3,5 skala mohs
Kilap
: pearly
Komponen Penyusun : CaSO4
Lingkungan Pembentukan : pada
kedalaman 1,2 km di bawah
permukaan tanah
PEMBAHASAN

Siklus
gipsum-anhidrit
merupakan
siklus
pembentukan
dari
gipsum
menjadi anhidrit dan sebaliknya. Siklus
ini terjadi di bawah laut dan di bawah
permukaan tanah dimana gipsum
terbentuk. Faktor yang berpengaruh
pada siklus ini adalah suhu dan
konsentrasi
dari
gipsum.
Anhidrit
terbentuk pada kedalaman 1,2 km
(4000 feet) di bawah permukaan
tempat gipsum terbentuk. Awalnya
Gipsum
(CaSO4.2H2O)
terendapkan
pada kedalaman tertentu sehingga
mendapatkan
tekanan
yang
menyebabkan panas (heat). Pada saat
gipsum mendapat suhu sebesar 150 C
akan membentuk Plaster of Paris
(2CaSO4.H2O).

anhidrit menyatu di dalam satu batuan.


Ketika gipsum mendapat suhu yang
diakibatkan oleh tekanan mencapai 150
C sampai 200 C, pada saat itu akan
terbentuk Anhidrit (CaSO4), seperti pada
reaksi,
Sebelum terbentuknya Plaster of Paris
ataupun anhidrit, gipsum mengalami
dehidrasi di mana pada kondisi ini
gipsum kehilangan 75% dari seluruh air
yang dikandungnya. Oleh karena itu
ketika suatu anhidrit dipengaruhi oleh
aktifitas air maka akan membentuk
gipsum kembali, seperti pada reaksi,

KESIMPULAN
Siklus gypsum-anhidrite adalah siklus
perubahan gypsum menjadi anhydrite
di mana faktor-faktor yang berpengaruh
berupa tekanan dan suhu. Gypsum
berubah menjadi anhydrite pada suhu
150-200 C. ketika anhydrite mengalami
uplift dan kontak dengan air maka
anhydrite
akan
berubah
menjadi
gypsum kembali.
REFERENSI
Hardie, Lawrence A.1967.The GypsumAnhydrite
Equilibrium
At
One
Armosphere Pressure.America : The
American Mineralogist
http://www.venadelgesso.org
(diakses
pada tanggal 4 Juni 2013, pukul
21.31 WIB)
http://id.wikipedia.org (diakses pada
tanggal 4 Juni 2013, pukul 21.40
WIB)
modul praktikum sedimen non-klastik

Zat ini masih berupa gipsum dan akan


berubah
menjadi
anhidrit.
Pada
keadaan ini dapat ditemui gypsum dan

http://www.youtube.com
LAMPIRAN

Gambar 3 : Gypsum

Gambar 1 : Stabilitas gypsum dan


anhidrit sebagai fungsi dari suhu dan
aktifitas H2O pada tekanan atmosfer
Gambar 4 : Anhidrit

Gambar 5 : Kristal Gipsum


Gambar 2 : Siklus perubahan gypsum
menjadi anhidrit dan sebaliknya

Gambar 6 : Kristal Anhidrit

Anda mungkin juga menyukai