Anda di halaman 1dari 28

A.

KEPALA SILINDER
Kegunaan
Untuk menutup blok silinder dan sebagai ruang bakar
Sebagai dudukan dari katup-katup, busi, injektor, poros kam, saluran gas masuk dan
keluar, saluran air pendinginan dan pelumasan.

Bagian-bagiannya:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Pegas katup
Batang katup
Pengatur katup
Ruang pendingin (air)
Busi
Saluran masuk
Dudukan katup
Ruang bakar
Paking kepala silinder

Pembebanan
Kepala silinder mendapat pembebanan tekanan dan temperatur tinggi akibat dari hasil
pembakaran bahan bakar dalam silinder motor.
Bahan kepala silinder
Untuk menahan tekanan hasil pembakaran dan panas yang timbul, maka kepala silinder
harus : kuat, keras dan tahan panas.
Macam-macam bahan kepala silinder
1. Besi tuang
Mempunyai kekuatan tekan tinggi
Keras
Dapat meredam getaran dan suara
Pemuaian kecil
2. Campuran aluminium
Dapat memindahkan panas dengan baik
Maka :
- Kecenderungan knocking berkurang
- Perbandingan komponen dapat ditinggikan
- Daya motor bisa lebih besar.
Pemuaian besar
Masalah : kerapatan paking kepala silinder berkurang
Dudukan dan penghantar katup harus dibuat dari logam yang keras, untuk
mengatasi keausan.
Ringan

Overhoul Komponen Utama Mesin / Engine

Macam-macam pendingin kepala silinder


Kepala silinder harus didinginkan, karena kepala silinder langsung bersinggungan dengan
pembakaran motor.
1. Pendinginan udara

Sirip-sirip pendingin akan ,memperluas bidang permukaan


Suara keras akibat getaran sirip
Biasanya terdapat pada sepeda motor, ada juga pada mobil (VW).

2. Pendinginan air
Ke radiator

Saluran-saluran
Saluran-saluran

Dari pompa air

Melalui saluran-saluran, air dapat bersikulasi dari blok silinder motor ke saluran
pendingin pada kepala silinder, kemudian ke radiator.
Dapat meredam suara motor
Pendinginan merata.

Bentuk-bentuk ruang bakar


Perencanaan ruang bakar mempengaruhi:
Perbandingan kompresi
Efesiensi motor
Kecenderungan knocking
Daya motor

Overhoul Komponen Utama Mesin / Engine

Ruang bakar motor bensin


1. Ruang bakar bentuk baji/ pasak

2. Ruang bakar bentuk bak

3. Ruang bakar bentuk atap

4. Ruang bakar bentuk atap dengan 4


katup

Ruang bakar motor diesel


5. Ruang bakar dalam torak
(DIRECT INJECTION)

Nozle

6. Ruang bakar kamar pusar


(INDIRECT INJECTION)
Nozle

Glow plug/
busi pemanas

Overhoul Komponen Utama Mesin / Engine

PENILAIAN KONSTRUKSI
BAIK
SEDANG
KURANG
Atap 4 K
Kamar
Atap 2 K
Pusar
Baji,
dalam
Baji, bak
torak
Atap 4 K
atap 2 K
kamar
pusar
Atap 4 K,
dalam
Kamar pusar
torak

TUNTUTAN TERHADAP BENTUK


RUANG BAKAR
Luas permukaan sekecil mungkin,
untuk membatasi kerugian panas,
Bentuk ruang bakar, sehingga terjadi
olahan pada campuran gas selama
kompresi (pembentukan campuran
lebih baik).
Tempat kedudukan busi/ nosel
penyemprot sedekat mungkin pada
pusat, sehingga waktu bakar pendek.
Pemasukan/ pembuangan gas melalui
katup harus lancar, luas penampang
katup harus besar.

Atap 2 K,
atap 4 K

Lain.

B. BLOK SILINDER
Blok silinder dan ruang engkol merupakan bagian pokok motor. Bentuk dan konstruksi blok
silinder tergantung pada beberapa faktor, antara lain :
Jumlah silinder, susunan silinder, susunan katup, jenis pendinginan, letak poros kam,
tempat dudukan motor, bahan serta pembuatannya.

Blok silinder harus memenuhi persyaratan


Kaku, pembebanan tekan tidak boleh mengakibatkan perubahan elatisitas pada
bentuknya
Ringan dan kuat
Konstruksi blok dan silinder harus memperoleh pendinginan yang merata
Pemuaian panas harus sesuai dengan bagian-bagian yang terpasang pada blok
tersebut (misal poros engkol, kepala silinder).
Silinder harus memenuhi persyaratan
Sifat luncur yang baik pada permukaan lurusnya dan tahan aus
Kuat terhadap tekanan tinggi
Tidak boleh mengalami perubahan bentuk akibat waktu pemakaian yang lama
Konstruksi silinder harus memperoleh pendinginan yang merata
Mudah dioverhoul atau diganti.
Jenis Konstruksi
Berdasarkan susunan silinder :
Sebaris

Konstruksi sederhana, baik untuk motor 2 s.d 6


silinder

Bentuk V

Overhoul Komponen Utama Mesin / Engine

Konstruksi pendek, kompak dan kaku


Baik untuk motor 6 s.d 12 silinder
Sifat getaran paling buruk oleh karena itu
jarang digunakan untuk motor 2 atau 4
silinder.
4

Konstruksi rendah tapi lebar


Baik untuk 2 s.d 12 silinder
Sifat getaran paling baik.

Blok silinder utuh

Pendinginan air
Konstruksi sederhana
Overhoul silinder perlu pengerjaan khusus
(mengebor, menghorning, memasang torak
oversial)

Blok silinder terbagi

Pendinginan udara dan air


Silinder dan torak yang aus dapat diganti
tanpa peralatan khusus.
Perlu
ketelitian
khusus
saat
perbaikan/overhoul (pada blok silinder
terbagi sistem pendinginan air).

Boxer (tidur)

Konstruksi Blok Silinder

Konstruksi Silinder
Lubang bor sebagai silinder
(blok tunggal)

Konstruksi kuat dan sederhana


Bahan sama untuk blok silinder
Paling umum pada motor mobil

Bahan harus mempunyai sifat luncur yang


baik dan tahan aus optimal
Blok silinder bisa dibuat dari logam ringan
Tabung silinder yang aus bisa diganti tetapi
perbaikan tersebut memerlukan alat khusus.
Sering digunakan pada mesin sepeda motor

Boring/Liner jadi
satu dengan blok

Tabung silinder Silinder


keringliner

Blok silinder
Overhoul Komponen Utama Mesin / Engine

diesel kecil
Tabung Silinder Basah
Bahan tabung harus mempunyai sifat khusus yang baik dan tahan aus yang optimal
Blok silinder bisa dibuat dari logam ringan
Pendingin merata karena tabung silinder bersinggungan langsung dengan air pendingin
Tabung silinder dapat diganti dengan cepat dan mudah, tetapi harus diperhatikan
pemasangannya (tinggi pemukaan serta kerataan permukaan tabung silinder).

Tabung silinder basah


Jenis berdiri

Tabung silinder basah


Jenis menggantung

ORing
Plastik
penyeka

Salur

Masalah pemuaian panas yang


berbeda antara tabung dan blok
Tekanan
pengepresan
paking
berubah ada kebocoran masuk

ruang bakar

Masalah pemuaian panas yang berbeda


antara tabung dan blok
Tekanan pengepresan paking kepala silinder
tetap
Posisi ring karet bergeser ada kebocoran
air pendinginan melalui lubang pelepas atau
masuk ruang engkol.

Lapisan luncur khusus


Silinder dan torak yang terbuat dari bahan aluminium mempunyai sifat gesek yang sangat
jelek. Untuk mengatasi hal tersebut, silinder aluminium harus mempunyai lapisan luncur
khusus.
a) Lapisan logam keras (misalnya : krom, nikel, campuran nikel,/ silisium)
Sifat luncur paling baik
Proses pelapisan perlu ketelitian tinggi
Sering digunakan pada motor kecil ( sepeda motor )
b) Penggunaan campuran aluminium dan silisium ( alusil )
Struktur permukaan setelah dituang
O
Silisium murni
#
Campuran aluminium/ silisium

Struktur permukaan setelah pengerjaan akhir


( pengasahan )
Permukaan luncur merupakan puncak-puncak
kristal silisium yang sangat keras dan tahan
aus.
Pengantar

Overhoul Komponen Utama Mesin / Engine

Pada setiap overhoul motor selalu diadakan pengukuran blok silinder dan mekanisme
engkol untuk menentukan tingkat keausan dari bagian-bagian motor. Selanjutnya dapat
dibandingkan dengan data yang ada pada buku manual pada masing-masing motor.
C. POROS ENGKOL DAN BAGIAN-BAGIANNYA
1

Poros Engkol

Jurnal poros engkol


Jurnal batang torak

Fungsi
Gerakan lurus / bolak-balik torak sebagai akibat tekanan gas pembakaran dirubah
menjadi gerakan putar dengan perantaraan batang torak.
Pembebanan pokok
Pembebanan puntir
Pembebanan bengkok

Puntir

Bengkok

Persyaratan bahan
Kuat, tahan terhadap pembebanan yang berubah-ubah (misal : getaran puntir)
Permukaan pena bantalan harus tahan tekanan tinggi dan keausan.
Bahan dan cara pembuatan
Tuntutan tinggi
: Poros engkol ditempa dari baja khusus diikuti perlakuan
(Motor diesel)
panas untuk meningkatkan kekuatan
Tuntutan sedang
(Motor bensin dan
diesel kecil)
Pengerasan permukaan
pena-pena
(Jurnal)

: Poros engkol dituang dari besi tuang khusus yang dapat


menerima perlakuan panas
: Permukaan pena diperkeras dengan perlakuan panas
atau kimia kemudian digerinda dengan tekanan kecil.
Tebal lapisan keras : 0,05 0,5mm

2. Bagian-bagian utama poros engkol

Overhoul Komponen Utama Mesin / Engine

Keterangan
1 Jurnal batang torak

2 Jurnal poros engkol

3 Bobot balans

Lubang oli

Jurnal dan batang torak dihubungkan dengan


bantalan luncur
Jurnal batang torak menerima langsung tekanan
pembakaran
Didukung langsung bantalan utama dengan blok
silinder
untuk menyeimbang gaya-gaya yang tidak seimbang
dari mekanisme poros engkol
Dengan pelumasan tekan oli dari bantalan utama
poros engkol ke bantalan luncur batang torak
Lubang dibuat besar untuk mengurangi berat poros
engkol.

Jumlah jurnal utama dan dimensi poros engkol


Ada 2 kemungkinan jumlah jurnal utama, yaitu sesuai dengan rumus :
a) n + 1

Keterangan :
n = jumlah silinder
b)

n
1
2

Contoh :
Untuk motor 4 silinder ada 2 kemungkinan jumlah jurnal utamanya, yaitu :
a) (n + 1) = 4 + 1 = 5 buah
b) (

n
1 ) = 2 + 1
2

= 3 buah

Makin banyak jumlah jurnal utama,

Dimensi poros engkol

L
1

Keterangan :
1
= Diameter jurnal poros engkol
2
= Diameter jurnal batang torak
L
= Panjang jurnal
R
=Jari-jari poros engkol ( langkah torak)
Lekukan poros engkol
Konstruksi poros engkol tergantung pada :
Jarak pengapian
Bentuk motor (V Box Baris)
Jumlah silinder
Jurnal bantalan utama

Overhoul Komponen Utama Mesin / Engine

Selisih sudut antara jurnal engkol ditentukan dengan rumus :


Selisih sudut =

720
n jumlahsilinder
n

Contoh :
a) Poros engkol 4 silinder
Jarak pengapian =
7200/4 = 1800 P.E
urutan pengapian
1 3 4 2 atau
1243

1; 4

2; 3

selisih sudut antara jurnal batang torak = 180 0


b) Poros engkol 6 silinder
Jarak pengapian =
7200/6 = 1200 P.E
urutan pengapian
1 5 3 6 2 4 atau
124653

1; 6

2; 5

3; 4

selisih sudut antara jurnal batang torak = 120 0


c) Poros engkol 2 silinder dengan lekukan yang berbeda.
1.
Selisih sudut antar pena engkol =
3600 (00)
Jarak pengapian

720
360 0 PE
2

Keuntungan : jarak pengapian teratur


Kerugian
: keseimbangan massa jelek, seperti motor 1 silinder (kedua torak bergerak
naik/ turun bersama-sama).
2

Selisih sudut antar pena engkol=


1800
Jarak pengapian
= 1800/5 400 PE

Keuntungan : Keseimbangan massa lebih baik (kedua torak saling menyeimbangkan


gerakan satu sama lain)
Kerugian
: Jarak pengapian tidak teratur

Overhoul Komponen Utama Mesin / Engine

Pemeriksaan poros engkol


a) Kontrol kebengkokan

b) Pengukuran diameter pena/ jurnal poros


engkol
Pena
engkol

AB

Jurnal
Poros
engkol

Jurnal
Pena
engkol
AB

Pengukuran mempergunakan dial


indikator dan dilakukan pada bagian
tengah dari panjang poros engkol,
untuk mendapatkan nilai
kebengkokan terbesar. Hasil
pembacaan dial indikator maksimum
dibagi dua.
Batas kebengkokan maksimum
0,04mm
Masing-masing pena/jurnal poros
engkol diukur pada dua titik (A dan B)
serta dua sumbu (X dan Y)
Batas kelonjongan/ketirusan
maksimum 0,05mm

Jurnal utama
(Jurnal poros
engkol)

Kelonjongan dapat ditentukan berdasarkan :


X1 dengan y1
(selisih diameter yang besar dikurangi yang kecil dalam dua sumbu x dan y)
Ketirusan dapat ditentukan berdasarkan :
X1 dan x 2 ; y1 dan y2
(selisih diameter yang besar dikurangi yang kecil dalam satu sumbu)
X saja atau y saja.
Kemungkinan perbaikan
Bila ketirusan/ kelonjongan melebihi batas
spesifikasi, poros engkol bisa digerinda
(under size)
Penggerindaan
dilakukan
sesuai
spesifikasi perusahaan.
Pakai bantalan poros engkol over size
yang sesuai untuk masing-masing step
perbaikan. Perbaikan/ penggerindaan
Poros engkol harus ada bentuk lengkung
(radius) pada daerah pinggir/ tepi setiap
jurnal-jurnal.
Keterangan
Bentuk radius pada setiap jurnal-jurnal bertujuan untuk menghindari terjadinya konsentrsi
tegangan yang besar pada daerah tersebut. Sehingga poros engkol tidak mudah patah.
Lembar Percobaan / Latihan/Evaluasi
1. Jelaskan fungsi mekanisme engkol
2. Sebutkan pembebanan pokok pada poros engkol
3. Berapa jumlah jurnal utama untuk motor baris 8 silinder yang mempergunakan rumus :
n
1 (dimana : n jumlah silinder )
2

4. Gambar lekukan poros engkol motor sebaris 4 silinder dengan urutan pebgapian 1 2
43
5. Berapa derajat poros kam jarak pengapian pada soal no. 4
6. Apa yang dimaksud dengan :
a. Ketirusan
b. Kelonjongan
Overhoul Komponen Utama Mesin / Engine

10

Overhoul Komponen Utama Mesin / Engine

11

D. BANTALAN POROS ENGKOL


Fungsi
Bantalan poros engkol melindungi dan menghantarkan poros engkol. Dengan demikian
bantalan harus membatasi sekecil mungkin gesekan dan keausan yang timbul, dengan
bantalan sistem pelumasan.
Pembebanan
Ditinjau dari arahnya, beban yang harus dipikul bantalan dibedakan :
Gaya aksial
Gaya radial

Arah beban yang ditumpu tegak lurus sumbu


Arah beban yang ditumpu sejajar poros.
poros
Gaya kombinasi

Arah beban sejajar dan tegak lurus


sumbu poros (terjadi saat tertentu).
Bantalan luncur
Persyaratan
Pada konstruksi bantalan luncur dituntut adanya celah oli yang merata pada sekeliling
poros
Tahan aus dan sifat luncur yang baik.

Prinsip kerja
Apabila dua bagian logam yang bersinggungan saling bergeser satu sama lain, akan timbul
panas dan keausan
Berdasarkan efek pelumasan, gesekan dibedakan menjadi 3 macam :
Gesekan kering
Titik kontak antara bantalan dan poros terjadi
dibanyak tempat.
Kondisi ini tidak pernah terjadi pada motor
dengan sistem pelumasan yang baik.
Tingkat keausan tinggi
Gesekan setengah cair

Overhoul Komponen Utama Mesin / Engine

Titik kontak antara bantalan dan poros terjadi


hanya di beberapa tempat.
Kondisi ini terjadi pada saat lapisan oli tidak
sempurna, karena temperatur oli terlalu tinggi,
tekanan oli kurang (pompa oli bekerja tidak
baik, awal motor berputar).
Tingkat keausan rendah.

12

Gesekan cair

Jenis-jenis bantalan luncur


a. Berdasarkan konstruksinya
Bantalan luncur radial
Lubang oli

Tidak terjadi kontak langsung antara bantalan


dan poros
Gesekan terjadi antara lapisan oli pada
permukaan luncur bantalan dan poros.
Kondisi ini dicapai pada setiap keadaan kerja
motor yang baik
Tingkat keausan rendah sekali.

Alur oli

Pasak
pemegang

Fungsi :
Mendukung
gaya
radial
dalam
hubungan antara batang torak dan poros
engkol
Konstruksi :
Terbagi menjadi dua bagian, agar bisa
dipasang pada poros engkol utuh.

Bantalan luncur aksial

Fungsi :
Mengantarkan poros engkol saat
menerima gaya aksial, yaitu pada saat terjadi
hubungan/pelepasan kopling.
Konstruksi :
Terbagi dalam dua bagian yang
menyatu atau terpisah dari bantalan
luncur radial.
Terpasang pada bagian tengah dari
panjang pors engkol.

b. Berdasarkan bahan
Bantalan satu bahan

Bantalan dua bahan


a
b

Terbuat dari besi tuang kelabu (c 2%)


atau perunggu.
Pemakaian hanya untuk beban kecil.

Bahan baja
.a Pendukung luar terbuat dari baja atau
paduan Cu Pb Sn
.b Permukaan luncur terbuat dari paduan
Pb Sn
Bahan aluminium
Pelindung luar terbuat dari paduan
aluminium
Permukaan luncur terbuat dari paduan
aluminium khusus.
Keterangan :
Sifat luncur lebih baik dan daya dukung
beban lebih besar.

Overhoul Komponen Utama Mesin / Engine

13

Overhoul Komponen Utama Mesin / Engine

14

Bantalan tiga bahan


a
b
c

a. Pelindung luar terbuat dari baja


b. Pendukung terbuat dari paduan Cu Pb Sn.
Tebal lapisan 0,3 1,5mm
c. Permukaan luncur terbuat dari logam putih
(contoh : paduan Pb Sn10) secara galvaris.
Tebal lapisan 0,01 0,03 mm

Keterangan :
Apabila keausan permukaan luncur besar,
maka pendukung akan berfungsi sebagai
permukaan luncur.
Pengikatan bantalan luncur
Penempatan
Pasak

Pasak

Untuk menempatkan bantalan pada posisi dudukan yang benar, konstruksi bantalan luncur
dilengkapi dengan ceruk (pasak pemegang)
Pengencangan (pre-load)

Untuk mendapatkan tekanan bidang


kontak yang sesuai antara bantalan dan
dudukannya, diukur melalui
pengencangan pendahuluan (pre-load).
Besarnya momen pengencangan serta
ukuran celah, lihat spesifikasi yang
benar.

Bantalan gelinding
Penggunaan
Penggunaan jenis bantalan pada poros engkol motor ditentukan faktor-faktor antara lain :
sistem pelumasan dan konstrusi poros engkol
Bantalan gelinding dipakai pada :
Motor menggunakan sistem pelumasan campur
Motor dengan konstruksi poros engkol terbagi.
Contoh-contoh konstruksi

Bantalan peluru radial


Overhoul Komponen Utama Mesin / Engine

Bantalan peluru kotak


sudut

Bantalan rol jarum


15

Pelumasan bantalan poros engkol


Bantalan gelinding
Bantalan jenis ini tidak menuntut banyak pelumasan.
Dalam praktik, cukup pelumasan ciprat atau pelumasan campur.
Bantalan luncur

Bantalan luncur memerlukan pelumasan tekan


Pelumasan bantalan batang torak berlangsung melalui saluran-saluran oli pada poros
engkol.
Aliran oli : Saluran utama alur pelumas pada bantalan poros engkol saluran
penghubung bantalan pangkal batang torak.
Jenis dan jumlah tergantung pada sistem pelumasan :
Pelumasan tekan sirkuit pompa bantalan luncur
Pelumasan campuran/autolube bantalan gelinding
Penggunaan bantalan gelinding menuntut poros engkol terbagi/terpisah supaya bantalan
gelinding dapat dibongkar/dipasang. Sedangkan dengan bantalan luncur, poros engkol
terdiri dari satu bagian utuh.

E. BATANG TORAK DAN RODA GAYA


1.

Batang Torak
Fungsi
menghubungkan torak dan poros engkol
merubah gerak lurus torak menjadi gerak putar pada poros engkol.
Memindahkan gaya torak ke poros engkol dan membangkitkan momen putar pada
poros engkol.

Overhoul Komponen Utama Mesin / Engine

16

Pembebanan
Pembebanan yang terjadi pada batang
torak antara lain :
a. Tekan
b. Regangan
c. Tekukan

Bahan
Batang torak terutama terbuat dari bahan baja dengan perbaikan mutu, contoh 34 CR
MO 4, atau besi tuang (misal GGG 50). Batang torak untuk motor balap terbuat dari
paduan titan, karena sifatnya ringan dan kekuatan tinggi.
Pada motor-motor kecil, batang torak terbuat dari paduan aluminium.
Nama bagian-bagian pada batang torak

Persyaratan bahan
Ringan supaya kelembaman massa kecil
Bentuknya harus kaku, kuat terhadap tekanan atau tekukan.
Konstruksi dan bentuk profil
Tutup pangkal batang torak, terdapat 2 jenis yaitu :
a) Bentuk lurus
)b Bentuk miring

Keterangan gambar : (b)


Penampang dibuat miring (bergigi), untuk mempermudah kedudukan yang baik pada
saat pemasangan
Pengkal batang torak dibuat miring, supaya batang torak dapat dibongkar pasang
melalui diameter silinder.
Bentuk profil batang torak
Biasanya batang torak dibuat berpenampang
bentuk I.
Karena bentuk ini mempunyai kekuatan tinggi
dan stabil, dengan berat yang relatif ringan.
Pemeriksaan batang torak

Overhoul Komponen Utama Mesin / Engine

17

Kontrol kebengkokan

Kebengkokan batang torak bisa disebabkan


oleh knocking (detonasi)
Nilai kebengkokan maksimum 0,04 mm/100
mm

Kontrol puntiran

Nilai puntiran maksimum 0,04mm/100mm

Kontrol celah samping pada pena


engkol

Celah samping batang torak pada pena


engkol 0,1 0,3mm
Celah terlalu kecil : macet
Celah terlalu besar : bunyi dan tekanan oli
ke bagian kepala silinder kurang baik

Celah

2. Roda gaya

Fungsi primer
menyimpan energi, untuk mengatasi hambatan/ tahanan diantara langkah-langkah kerja
(silinder tunggal)
menyeimbangkan ketidakstabilan putaran/memperhalus variasi putaran motor (silinder
banyak).
Fungsi sekunder (pada motor mobil)
sebagai pembawa roda gigi untuk starter
permukaan gesek, untuk tempat kedudukan plat kopling.

Pengaruh kelembaman massa


Ukuran roda gaya (massa dan diameter) disesuaikan dengan semua bagian yang bergerak
pada motor dan konstruksi motor.
Memberikan kecepatan yang lemah pada saat
Roda gaya terlalu berat :
percepatan karena kelembaman massa besar.
(diameter besar)
Akan membuat putaran mesin tidak merata pada
putaran rendah tetapi tidak mempunyai momen
Roda gaya terlalu ringan :
kelembaman yang besar saat percepatan.
Overhoul Komponen Utama Mesin / Engine

18

(diameter kecil)
E. TORAK
Fungsi torak
Mengisap, mengkompresi gas baru dan membuang gas bekas
Merubah tekanan hasil pembakaran menjadi gaya dorong pada batang torak
Mengatur pemasukan dan pembuangan gas pada motor 2 tak
Bagian/ ukuran utama pada torak
Puncak torak
Bidang api
Bidang cincin
Pinggang torak

1
2

D =

Diameter torak (diukur melintang terhadap pena, pada


bagian bawah pinggang)

Tk = Tinggi komponen
Dp = Diameter mata pena torak
4
D
Pembebanan torak
Menerima tekanan dan temperatur gas pembakaran yang tinggi
Menerima gaya percepatan yang tinggi
Menerima gaya gesek dan gaya samping
Bahan dan pembuatan torak
Persyaratan bahan torak
Melihat fungsi dan pembebanan torak, maka dituntut persyaratan a.l :
Kuat terhadap tekanan tinggi
Tahan terhadap temperatur tinggi
Tahan terhadap keausan dan mempunyai sifat luncur yang baik
Mempunyai koefesien muai panas kecil
Ringan
Macam-macam paduan
Bahan yang umumnya dipakai untuk torak adalah aluminium, karena sifatnya ringan. Tetapi
aluminium murni terlalu lembek dan mempunyai ketahanan kecil terhadap
pemuaian/gesekan. Untuk memenuhi persyaratan yang diinginginkan, maka aluminium
harus dicampur dengan logam lain.

Si

12 25%
Cu

5% Si < 1%
Si & Cu masing-masing 5%
Ni
25%

Paduan Al Si
Paduan Al Cu
Paduan al Si Cu
Paduan Al Ni

Keterangan
Silikon (Si)

Tembaga (Cu)

Nikel (Ni)

Makin tinggi kadar Si, makin kecil muai panas dan


gesekan. Tetapi makin sulit pengerjaan/ pembuatannya
Tahan terhadap karat dan kemampuan memindahkan
panas baik.
Memiliki kekenyalan yang tinggi, tahan terhadap
temperatur tinggi, muai panas kecil dan tahan terhadap
karat.

Overhoul Komponen Utama Mesin / Engine

19

Pembuatan torak
Penuangan yang diikuti pendinginan secara cepat
Paling umum, paling murah, juga dipakai pada penuangan torak dengan bentuk yang
rumit.
Percetakan dengan cara tekan
Memerlukan paduan khusus, menghasilkan torak dengan kekuatan dan ketahanan
terhadap temperatur lebih baik. Bentuk torak harus sederhana supaya mal cetak dapat
dikeluarkan lagi dari bagian dalam torak. Hanya dipergunakan untuk motor berprestasi
tinggi (diesel-turbo).
Perbaikan permukaan luar torak
.1 Pinggang torak
Untuk memperoleh sifat luncur yang baik, pinggang torak sering dilapisi, misalnya
dengan timah, grafit (karbon) atau molybden
.2 Puncak torak
Untuk mengurangi penyerapan panas dan untuk mempertinggi ketahana tehadap
panas, permukaan puncak torak sering dieloxasi. Eloxasi adalah perlakuan kimia yang
mempertebal lapisan aluminiumoxid yang sudah terdapat secara alami pada semua
bagian luar aluminium. Aluminiumoxid mempunyai titik lebur yang jauh lebih tinggi
daripada campuran aluminium dasar, sedangkan sifat hantar panas berkurang.
Pelumasan torak
Oli yang keluar pada bantalan pangkal
batang torak terlempar akibat putaran
poros engkol

Lubang semprot khusus pada pangkal


batang torak, diarahkan ke sisi torak
yang menerima gaya samping pada
langkah usaha.

Pendinginan torak

Nosel penyemprot pada blok motor


Tekanan buka katup pelepas > 200 kpa (2 bar)

Overhoul Komponen Utama Mesin / Engine

20

Saluran penyemprot yang melewati batang torak

Kedudukan sumbu pena torak


Untuk memperkecil gerakan tamparan torak pada posisi TMA dan TMB, sumbu pena torak
sering digeser kearah samping (0,3 s.d 1mm), ke sisi yang menerima gaya samping pada
langkah usaha.

Posisi torak mendekati TMA

Posisi torak pada TMA

Posisi torak setelah TMA

Penafsiran kerusakan torak


1. Keausan biasa

Alur-alur cincin torak yang aus

Pena torak longgar karena


keausan pada lubangnya.
Retak mulai dari ujung celah pinggang
torak.

Pemakaian dari 100.000 km (mobil) dan 300.000 km (truk) mengakibatkan alur cincin
menjadi aus, pena torak longgar, retak pada pinggang torak karena perlemahan bahan.

Overhoul Komponen Utama Mesin / Engine

21

2. Temperatur terlalu tinggi

Torak terbakar dan meleleh

Temperatur yang terlalu tinggi dapat disebabkan


oleh :
Knocking (detonasi), karena saat pengapian
terlalu awal, campuran terlalu kurus, atau
nilai oktan rendah (motor bensin).
Knocking
(detonasi),
karena
saat
penyemprotan
terlalu
awal,
nosel
penyemprotan aus, atau nilai cetan terlalu
rendah (motor diesel).

Campuran kurus, salah nilai panas busi


(motor bensin).
Salah pada nosel penyemprotan (motor
diesel)

Puncak torak terbakar dan


berlubang.
3. Pelumasan kurang
Goresan pada sekeliling pinggang disebabkan
oleh :
campuran yang terlalu kaya. Bahan bakar
mencuci lapisan oli dari dinding silinder.
Motor 2 tak, selain campuran yang terlalu
kaya, kekurangan oli (misal tanki oli sistem
auto tube kosong).

Goresan pada pinggang torak


4. Torak macet

Campuran kurus/saat pengapian terlalu


awal.
Pendinginan kurang
Salah perakitan :
Celah terlalu kecil : (lihat spesifikasi 0,03
s.d 0,06mm)

Keausan besar pada pinggang


torak
5. Korosi pada torak dan pena torak
Akibat proses elektrokimia yang berasal dari
sisa-sisa bahan bakar atau pelumas.
Hanya terjadi pada motor yang lama tidak
hidup.

Overhoul Komponen Utama Mesin / Engine

22

6. Kebisingan torak akibat kerusakan/ keausan


Tamparan pada saat motor dingin.
Kelonggaran besar antara torak dan dinding silinder.
Tamparan pada saat motor panas
Kelonggaran pena torak
Bising (gesekan kasar)
Permukaan torak tergores, macet.
Masalah pemuaian torak
Temperatur tinggi yang terjadi pada torak dari bahan logam ringan akan mengakibatkan
muai panas yang besar.
Pemecahan
1 Bentuk torak tirus dan lonjong
Bentuk torak
A
Lengkun
g
tirus
Tirus
lurus

Saat dingin :
Tirus (A<B)
Lonjong (C< D)

Saat panas :
Silindris, karena muai panas
puncak torak lebih besar dari pada
pinggang torak
Bulat, karena pemuaian diarahkan
ke sumbu pena torak.

2. Konstruksi torak
1. Torak dengan pembatas perpindahan panas
a. Torak dengan pinggang bercelah
Macam-macam celah :
Celah melintang
Celah memanjang
Celah U
Celah T
Celah kombinasi
Keterangan
Fungsi celah untuk membatasi pemuaian panas pinggang torak dengan cara
memperkecil perpindahan panas dari puncak ke pinggang torak (pada bagian
melintang sumbu pena torak). Torak jenis ini harus dibuat dari campuran
logam dengan koefesien muai panas kecil mahal.
1. Torak berpasangan
Torak terdiri dari 2 bagian yang dapat
dipisahkan, yaitu puncak torak dan badan torak.
Puncak torak terbuat dari baja tuang dan badan
torak terbuat dari aluminium. Perpindahan
panas dari puncak ke pinggang torak akan
terhambat dengan adanya pemisahan 2 bagian
tsb.
Pemakaian :
Pada motor diesel dengan tuntutan panas
tinggi.
Overhoul Komponen Utama Mesin / Engine

23

Torak dengan kontrol pemuaian


.a Pemuaian dibatasi
Torak baja invar
Penambahan baja akan mereduksi pemuaian
panas.
Invar = nama pembuatnya (baja dengan
pemuaian panas rendah)

Torak dengan cincin pemikul


Cincin pemikul dibuat dari besi tuang khusus
dan dipasang pada alur cincin torak pertama.
Pemuaian panas diperkecil
Keausan pada alur cincin torak berkurang.

b. Pemuaian diarahkan ke sisi sumbu pena torak


Torak bimetal
Strip baja disisipkan disekitar mata pena torak.
Torak akan memuai ke arah sumbu pena torak,
dengan penambahan strip baja ini akan
mengatur pemuaian panas (efek dari bimetal).
Torak bimetal juga sering disebut Autotermik.

Pemeriksaan Torak
ukur diameter torak

Tujuan pengukuran :
Untuk menentukan celah/selisih antara
torak dan dinding silinder.
Posisi pengukuran :
terhadap sumbu pena torak bagian
bawah.
Arah pengukuran :
terhadap sumbu pena torak
Besar celah : 0,15 mm

ukur alur cincin torak

Tujuan pengukuran :
Untuk memperoleh celah yang diinginkan
sesuai dengn data.
Celah aksial terlalu besar :
Terjadi pemompaan oli ke ruang bakar
oli boros.
Celah aksial terlalu kecil :
Terlalu rapat, tidak bisa mengembang
bisa patah.
Gerak bebas normal : 0,03 0,15 mm

Keseimbangan berat
Torak harus dibalans untuk mendapatkan putaran motor yang stabil/halus. Perbedaan
berat yang besar antar torak pada motor dapat menimbulkan getaran pada saat kerja.

Overhoul Komponen Utama Mesin / Engine

24

CINCIN TORAK
1. Cincin Kompresi
Fungsi
Sebagai perapat antara torak dengan silinder, agar tidak terjadi kebocoran gas dari
ruang bakar ke rumah poros engkol.
Sebagai penyekat oli, agar tidak masuk ke ruang bakar
Memindahkan panas torak ke dinding silinder.
Cara kerja
Langkah buang
Torak bergerak dari TMB ke TMA.
Posisi cincin berada pada bagian
bawah alur, akibat tekanan gas bekas
dan gesekan cincin dengan dinding
silinder.
Langkah hisap
Torak bergerak dari TMA ke TMB.
Posisi cincin berada pada bagian atas
alur, akibat dari gesekan cincin dengan
dinding silinder.
Langkah kompresi
Torak bergerak dari TMB ke TMA.
Posisi cincin seperti pada langkah
buang,
sehingga
gas
dapat
dimampatkan dengan sempurna.
Langkah usaha
Pada awal langkah usaha posisi cincin
berada pada bagian bawah alur, akibat
tekanan gas pembakaran. Selanjutnya
akan berada di tengah akibat dari
gesekan.
Persyaratan bahan
Tahan aus, liat dan mempunyai sifat luncur yang baik
Mempunyai kualitas pemegasan (defleksi) yang baik
Kelentingan pegas tidak berubah akibat temperatur tinggi.
Contoh-contoh cincin kompresi.
Bentuk-bentuk
Keterangan
Kuat, bentuk sederhana
Pembuatan mudah
Kadang-kadang
permukaannya
cembung
Cincin persegi panjang

sedikit

Dimaksudkan agar supaya pada saat masa


percobaan (running in) dalam waktu singkat
diperoleh kerapatan permukaan yang baik.

Dengan adanya sudut kemiringan cincin,


pada gerakan radial akan memperoleh
kelonggaran sehingga dapat bergerak
bebas pada alur apabila terjadi perubahan
bentuk (distorsi) atau noda-noda pada
dinding silinder.
Kemungkinan macet kecil sekali

Cincin bidang tirus


(cincin menit)

Cincin trapezium
Overhoul Komponen Utama Mesin / Engine

25

Cincin bentuk L

Memperbaiki kedudukan sisi sisinya pada


dinding silinder
Dipakai pada motor 2 tak dan motor-motor
balap
Ringan dan kuat
mahal

Cincin oli

Fungsi
Mengikis kelebihan oli pada dinding silinder
Membentuk lapisan oli tipis dan merata pada dinding silinder agar dinding silinder tidak
cepat aus.
Cara kerja

Pada saat torak bergerak dari TMB ke TMA, oli akan melumasi dinding silinder melalui
saluran/perlengkapan dari sistem pelumasan. Pada saat torak bergerak dari TMA ke TMB,
cincin akan mengikis sebagian oli pada dinding silinder dan membentuk lapisan oli yang
tipis dan merata di sekeliling dinding silinder.
Persyaratan bahan
Mempunyai sifat luncur yang baik
Pada cincin oli tanpa peregang harus mempunyai kualitas pemegasan yang baik
(defleksi)
Kelentingan pegas harus mampu membentuk lapisan oli yang sesuai dengan dinding
silinder.
Jenis-jenis cincin oli
Bentuk-bentuk

Peregang

Keterangan
Akibat pemakaian yang lama,
keausan permukaan luncur
dinding silinder bagian atas dan
bawah tidak sama. Maka perlu
adanya peregang agar cincin oli
dapat meregang pada setiap
kedudukan dalam silinder.
Untuk menghindari tersumbatnya
lubang-lubang pengembali pada
cincin oli, maka cincin dilengkapi
dengan peregang pegas cacing

Pegas cacing

Pengatur
Jarak
Rel
Sisi

Overhoul Komponen Utama Mesin / Engine

Peregang berfungsi untuk


mempertinggi tekanan
permukaan pada dinding silinder,
juga untuk menyesuaikan tinggi
kombinasi cincin pada alurnya.
Keausan pada alur akibat waktu
pemakaian yang lama, tidak
mengakibatkan kebocoran oli
pada ruang bakar.

26

Masalah-masalah pada cincin torak

Cincin patah dan terbakar


Deposit yang diakibatkan oleh panas yang
berlebihan, bahan bakar yang tidak terbakar
dan oli yang kotor, akan menempel dan
menyumbat alur cincin.
Deposit membeku dan mengeras cincin menjadi
macet akhirnya patah.

Keausan setempat akibat dari kotoran /karatan pada tabung silinder kering
Kotoran/karatan antara tabung dan silinder
akan menghambat / menghindari perpindahan
poros.

Keausan yang besar disebabkan panas


setempat.
Pemeriksaan/pengukuran

Pemasangan

Pemeriksaan :
Periksa cincin torak secara visual
terhadap cacat yang mungkin ada
Pengukuran :
Tempatkan cincin torak dengan tangan
pada silinder dan dorong ke dalam silinder
dengan bantuan torak.
Celah terlalu kecil :
Macet
Goresan pada bidang silinderlebih besar
Cincin bisa patah.
Ketentuan pemasangan cincin torak pada
torak :
Tanda/nomor dipasang menghadap ke atas
dan dipasang pada alur dengan urutan yang
benar.
Posisi celah masing-masing cincin torak
diatur bersilangan.

PENA TORAK

Fungsi
Pena torak berfungsi sebagai pemindah gaya dalam hubungan antara torak dan
batang torak.

Bahan
Pena torak biasanya dibuat dari baja nikel. Diameternya dibuat besar agar luas
bidang gesek menjadi besar sehingga tahan terhadap keausan. Pena torak juga dibuat
berlubang agar lebih ringan, sehingga bobot keseluruhan torak menjadi lebih ringan.
Overhoul Komponen Utama Mesin / Engine

27

Macam-macam pengikatan pena torak


1. Pengikatan dengan sekrup
Yang bergerak bebas adalah :
Pena torak dengan batang torak . pena torak
terikat mati terhadap torak.

2. Pengikatan dengan baut klem


Yang bergerak bebas adalah torak dengan pena
torak . pena torak terikat mati pada batang
torak.

3. Pengikatan tekan
Yang bergerak bebas adalah pena torak dengan
torak.
Yang diikat tekan / press antara pena torak
dengan batang torak
4. Pengikatan dengan cincin penjamin
Cincin penjamin

Pemeriksaan pena torak


Kontrol gerak bebas

Overhoul Komponen Utama Mesin / Engine

Yang bergerak bebas adalah :


Pena torak dengan batang torak.
Pena torak dengan torak.

Pengukuran gerak bebas antara pena torak


dan busingnya dilakukan dengan perasaan.
Pena torak dapat bergeser pada busingnya,
tetapi tidak longgar.

28