Anda di halaman 1dari 16

BAB 1

PENDAHULUAN
Anak yang sehat, cerdas, berpenampilan menarik, dan berakhlak mulia
merupakan dambaan setiap orang tua. Agar dapat mencapai hal tersebut terdapat
berbagai criteria yang harus terpenuhi dalam pertumbuhan dan perkembangan anak,
salah satunya adalah faktor keturunan dan genetika. Namun, selain faktor keturunan
masih terdapat faktor lain yang mempengaruhi kualitas seorang anak. (1)
Kualitas seorang anak dapat dinilai dari proses tumbuh kembang. Proses
tumbuh kembang merupakan hasil interaksi faktor genetik dan faktor lingkungan.
Faktor genetik/keturunan adalah faktor yang berhubungan dengan gen yang berasal
dari ayah dan ibu, sedangkan faktor lingkungan meliputi lingkungan biologis, fisik,
psikologis, dan sosial. (1)
Anak memiliki suatu ciri yang khas yaitu tumbuh dan berkembang sejak saat
konsepsi sampai berakhirnya masa remaja. Perkembangan merupakan sederetan
perubahan fungsi organ tubuh yang berkelanjutan, teratur dan saling berkaitan.
Berbagai masalah perkembangan anak seperti keterlambatan motorik, berbahasa,
perilaku, autisme, hiperaktif, dalam beberapa tahun terakhir ini semakin meningkat,
angka kejadian di Amerika serikat berkisar 12-16%, Thailand 24%, dan Argentina
22%, di Indonesia antara 13%-18%. (2)
Lima tahun pertama kehidupan seorang anak merupakan masa kritis
perkembangan karena pada masa ini terbentuknya dasar-dasar kepribadian manusia,
kemampuan

pengindraan,

berpikir,

keterampilan

berbahasa,

berbicara,

bertingkahlaku, sosial dan sebagainya. Pemantauan tersebut harus dilakukan secara


teratur dan berkesinambungan. Sedini mungkin pemantauan dapat dilakukan oleh
orang tua. Selain itu pemantauan dapat dilakukan oleh masyarakat melalui kegiatan
posyandu dan oleh guru di sekolah. Oleh karena itu, pengetahuan tentang deteksi dini
pertumbuhan dan perkembangan anak perlu dimiliki oleh orang tua, guru, dan
masyarakat. (1)
1

Untuk mengurangi masalah perkembangan, perlu dilakukan upaya pencegahan


sedini mungkin yaitu dengan melakukan deteksi dini. Salah satu cara deteksi dini
perkembangan yang sistematik, komprehensif, efektif, dan efisien adalah metode
skrining yang dapat dilakukan secara informal maupun formal. Dokter maupun
tenaga kesehatan adalah profesi yang paling mungkin melakukan deteksi dini
keterlambatan perkembangan anak pada saat orangtua membawa anaknya untuk
pemeriksaan rutin ataupun berobat karena sakit. Mereka akan selalu mendengarkan
keluhan dan cerita orang tua pasien. Walaupun demikian hanya sebagian dokter yang
melakukan skrining secara rutin di tempat praktek. Di Amerika hanya 30% dokter
anak yang melakukan skrining secara formal. Hal ini mungkin disebabkan
keterbatasan waktu, pengetahuan, dan keterampilan dalam melakukan skrining. (2)
Untuk mengurangi pengeluaran biaya dan waktu yang tidak perlu, pada tahap
awal skrining dapat dilakukan oleh perawat atau tenaga medis terlatih dengan
menggunakan kuesioner praskrining bagi orang tua, kemudian ditentukan anak yang
membutuhkan evaluasi formal. Kuesioner ini direkomendasikan oleh Depkes RI
untuk digunakan di tingkat pelayanan kesehatan primer sebagai salah satu upaya
deteksi dini tumbuh kembang anak.

(2)

KPSP sangat mudah digunakan baik oleh

petugas kesehatan bahkan bagi guru TK (Taman Kanak-kanak), guru PAUD


(Pendidikan Anak Usia Dini), maupun orangtua untuk mendeteksi dini adanya
kelainan perkembangan anak sejak usia 3 bulan sehingga dengan cepat dapat
dilakukan intervensi dini.(3)

BAB II
ISI

PERKEMBANGAN ANAK
1. Defenisi Perkembangan
Perkembangan adalah perubahan atau diferensiasi sel menuju keadaan yang lebih
dewasa.(4) Dimana terjadi pertambah kemampuan fungsi-fungsi individu antara
lain: kemampuan gerak kasar dan halus, pendengaran, penglihatan, komunikasi,
bicara, emosi- sosial, kemandirian, intelegensia bahkan perkembangan moral.(5)
2. Ciri-ciri Perkembangan
Menurut (Depkes, 2011) ciri-ciri dari perkembangan adalah sebagai berikut (6) :
a. Perkembangan menimbulkan perubahan.
b. Perkembangan pada tahap awal menentukan perkembangan selanjutnya.
c. Perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda beda. Seperti halnya
pertumbuhan perkembangan yang berbedabeda.
d. Perkembangan berkolerasi dengan pertumbuhan. Pada saat pertumbuhan
berlangsung cepat, perkembangan terjadi daya nalar, asosiasi mental dan
lainlain.
e. Perkembangan mempunyai pola yang tetap.
f. Perkembangan memiliki tahap berurutan, tahap ini di lalui seseorang anak
mengikuti pola teratur dan berurutan, tahap tahap tersebut tidak bisa
berbalik misalnya anak terlebih dahulu mampau membuat lingkungan
sebelum mampu membuat berdiri sebelum berjalan sebagainya.

3. Prinsip Perkembangan Anak


Menurut (Depkes, 2011) prinsipprinsip dari perkembangan adalah sebagai
berikut:
a. Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan belajar.
Kematangan merupakan proses intristik yang terjadi dengan sendirinya,
sesuai dengan potensi yang ada pada individu.
b. Pola perkembangan dapat diramalkan.
Terdapat persamaan pola perkembangan bagi semua anak. Dengan demikian
perkembangan seorang anak dapat diramalkan. Perkembangan berlangsung
dari tahapan umum ke tahapan spesifik, dan terjadi kesinambungan.
4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan
Menurut (Depkes,2011) pada umumnya anak memiliki pola pertumbuhan dan
perkembangan yang normal, dan ini hasil interaksi. Banyak faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Adapun faktor faktor
tersebut antara lain :(6)
a.

Faktor dalam (Internal)


1) Perbedaan ras/ etnik atau bangsa
Bila seseorang anak yang dilahirkan sebagai ras / bangsa Amerika, maka
ia tidak memiliki faktor herediter / ras bangsa Indonesia atau sebaliknya.
2)

Keluarga
Ada kecenderungan keluarga yang memiliki postur tubuh tinggi, pendek
gemuk atau kurus.

3) Umur
Kecepatan pertumbuhan yang pesat adalah pada masa prenatal, tahun
pertama kehidupan pada masa remaja.

4) Jenis kelamin
Fungsi reproduksi pada anak perempuan berkembang lebih cepat dari
pada anak laki laki. Tetapi setelah melewati masa pubertas
pertumbuhan anak laki laki akan lebih cepat.
5) Genetik
Genetik (heredokonstitusional) adalah bawaan anak yaitu potensi yang
akan menjadi ciri khasnya. Ada beberapa kelainan genetik berpengaruh
pada tumbuh kembang anak seperti kerdil.
6) Kelainan kromosom
Kelainan kromosom umumnya disertai dengan kegagalan pertumbuhan
seperti pada sindroma Down dan sindrom turners.
b.

Faktor Luar (Eksternal)


1) Faktor prenatal yaitu :
a) Gizi
Gizi ibu tidak waktu hamil, nutrisi ibu hamil terutama dalam
trimester akhir kehamilan.
b) Mekanis
Posisi fetus yang abnormal bisa menyebabkan kelainan congenital
seperti club foot.
c) Toksin / Zat kimia
Beberapa obat - obatan seperti aminopterin, thalidomide dapat
menyebabkan kelainan congenital seperti palatoskisis.
d) Endokrin
Diabetes mellitus dapat menyebabkan makrosemia, kardiomegali,
hyperplasia adrenal.
e) Radiasi
Paparan radium dan sinar rontgen dapat mengakibatkan kelainan
pada janin. Seperti mikrosefali, spina bifida, retardasi mental dan
5

deformitas anggota gerak, kelainan congenital mata, kelainan


jantung.
f)

Infeksi
Infeksi pada trimester pertama adan kedua oleh TORCH
(Toxoplasmosis, Rubella, Cytomegaluvirus, Herpes Simplex).
Dapat menyebabkan kelainan pada janin.

g) Kelainan imunologi
Eritobaltosis fetalis timbul atas dasar perbedaan golongan darah
antara janin dan ibu sehingga ibu membentuk sel darah merah janin,
kemudian melalui plasenta masuk ke dalam peredaran darah janin
dan akan menyebabkan hemolisis yang selanjutnya mengakibatkan
hiperbilirubinemia dan kern ikterus yang akan menyebabkan
kerusakan jaringan otak.
h) Anoksia embrio
Anoksia embrio adalah menurunnya oksigen ke janin yang
disebabkan oleh gangguan fungsi plasenta dapat menyebabkan
pertumbuhan terganggu.
i)

Psikologi ibu
Kehamilan yang tidak diinginkan, perlakuan salah / kekerasan
mental pada ibu hamil dan lain lain.

2) Faktor persalinan
Komplikasi persalinan pada bayi seperti trauma kepala, asfiksia dapat
menyebabkan kerusakan jaringan otak.
3) Faktor pascasalin
a) Gizi
Untuk tumbuh kembang bayi, diperlukan zat makanan yang adekuat
b) Penyakit kronis / kelainan congenital
6

Tuberculosis, anemia, kelainan jantung bawaan mengakibatkan


retardasi pertumbuhan jasmani.
c) Lingkungan fisis dan kimia
Lingkungan sering disebut melieu adalah tempat anak tersebut
hidup yang berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak
(provider).
d) Psikologis
Hubungan anak dengan orang sekitarnya. Seseorang anak yang
tidak dikehendaki oleh orang tuanya atau anak yang selalu merasa
tertekan, akan mengalami hambatan di dalam pertumbuhan dan
perkembangannya.
e) Endokrin
Gangguan hormone, misalnya pada penyakit hipotiroid akan
menyebabkan anak mengalami hambatan pertumbuhan.
f)

Sosio ekonomi
Kemiskinan
kesehatan

selalu

berkaitan

lingkungan

yang

dengan
jelek

kekurangan

dan

makanan,

ketidaktauan,

akan

menghambat pertumbuhan anak.


g) Lingkungan pengasuh
Pada lingkungan pengasuhan, interaksi ibu anak sangat
mempengaruhi tumbuh kembang anak.
h) Stimulasi
Perkembangan memerlukan rangsangan / stimulasi khususnya
dalam keluarga, misalnya penyedian alat mainan ,sosialisasi anak,
keterlibatan ibu dan anggota keluarga lain terhadap anak.
i)

Obat obatan
Pemakaian

kortikosteroid

jangka

lama

akan

menghambat

pertumbuhan, demikian halnya dengan pemakaian obat perangsang

terhadap susunan saraf yang menyebabkan terhambatnya produksi


hormone pertumbuhan.
5. Kebutuhan Dasar Perkembangan Anak
Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang, secara umum dibagi menjadi 3
kebutuhan dasar yaitu: (7)
1. Kebutuhan fisik-biomedis (ASUH)
Meliputi:
-

Pangan/gizi.

Perawatan kesehatan dasar: imunisasi, pemberian ASI, penimbangan


yang teratur, pengobatan.

2.

Pemukiman yang layak.

Kebersihan perseorangan, sanitasi lingkungan.

Pakaian.

Rekreasi, kesegaran jasmani.

Kebutuhan emosi/kasih sayang (ASIH)


Kasih sayang dari orang tua akan menciptakan ikatan yang erat dan
kepercayaan dasar untuk menjamin tumbuh kembang yang selaras baik fisik,
mental, atau psikososial.

3.

Kebutuhan akan stimulasi mental (ASAH)


Stimulasi mental mengembangkan perkembangan kecerdasan, kemandirian,
kreativitas, agama, kepribadian, moral-etika, produktivitas dan sebagainya.
Anak yang mendapat ASUH, ASIH, dan ASAH yang memadai akan

mengalami tumbuh kembang yang optimal sesuai dengan potensi genetik yang
dimilikinya.(7)

6. Tahapan Perkembangan Anak


Menurut

Hurlock

dalam

bukunya

yang

berjudul

Child

Development,

perkembangan anak dibagi menjadi 5 periode, yaitu : (8)


a.

Periode pra lahir yang dimulai dari saat pembuahan sampai lahir. Pada
periode ini terjadi perkembangan fisiologis yang sangat cepat yaitu
pertumbuhan seluruh tubuh secara utuh.

b.

Periode neonatus adalah masa bayi yang baru lahir. Masa ini terhitung mulai
0 sampai dengan 14 hari. Pada periode ini bayi mengadakan adaptasi
terhadap lingkungan yang sama sekali baru untuk bayi tersebut yaitu
lingkungan di luar rahim ibu.

c.

Masa bayi adalah masa bayi berumur 2 minggu sampai 2 tahun. Pada masa
ini bayi belajar mengendalikan ototnya sendiri sampai bayi tersebut
mempunyai keinginan untuk mandiri.

d.

Masa kanak-kanak terdiri dari 2 bagian yaitu masa kanak-kanak dini dan
akhir masa kanak-kanak. Masa kanak-kanak dini adalah masa anak berusia 2
sampai 6 tahun, masa ini disebut juga masa pra sekolah yaitu masa anak
menyesuaikan diri secara sosial. Akhir masa kanak-kanak adalah anak usia 6
sampai 13 tahun, biasa disebut sebagai usia sekolah.

e.

Masa puber adalah masa anak berusia 11 sampai 16 tahun. Masa ini
termasuk periode yang tumpang tindih karena merupakan 2 tahun masa
kanak-kanak akhir dan 2 tahun masa awal remaja. Secara fisik tubuh anak
pada periode ini berubah menjadi tubuh orang dewasa.
Menurut Dowshen (2002), tahapan perkembangan motorik kasar anak

berdasarkan usia adalah sebagai berikut :(6)


a.

Anak usia 0 12 bulan


1) Menghisap, menggenggam
2) Melatih kerja sama mata dengan tangan
3) Melatih mencari objek yang ada tetapi tidak kelihatan
9

4) Melatih mengenal sumber asal suara


b. Anak usia 12 24 bulan
1) Mencari sumber suara / mengikuti sumber suara.
2) Memperkenalkan sumber suara
3) Melatih anak melakukan gerakan mendorong dan menarik
4) Melatih imajinasinya
5) Melatih anak melakukan kegiatan sehari hari semuanya dalam bentuk
yang menarik.
c.

Anak usia 3 4 tahun


1) Anak mampu berjalan jinjit
2) Meloncat dengan satu kaki dan berdiri selama 3 4 detik
3) Naik turun tanga tanpa berpegangan
4) Menangkap bola yang di pantulkan ke lantai
5) Bergerak ke muka dan kebelakang dengan mudah

d. Anak usia 4 5 tahun


1) Berdiri dengan satu kaki selama 5 detik atau lebih
2) Melompat ke muka dengan dua kaki
3) Berguling ke muka (senersault).
4) Bergantung , berayun dan memanjat
5) Melompat lompat keciil di tempat.
Pada usia 5 tahun anak sudah bisa berdiri satu kaki selama 6 detik,
melompat-melompat satu kaki, sudah bisa berjalan lurus (Depkes 2011). Anak 5
tahun mempunyai kemampuan pada aspek motorik kasar yang terdiri dari :
berdiri diatas kaki yang lainnya selama 10 detik, berjalan diatas besi
keseimbangan ke depan, ke belakang dan ke samping, melompat ke belakang
dengan dua kali berturut- turut, melompat dua meter dengan salah satu kaki,
mengambil satu atau dua langkah yang teratur sebelum menendang bola,
menangkap bola tenis dengan ke dua tangan, melempar bola dengan memutar
10

badan dan melangkah kedepan, mengayun tanpa bantuan, menangkap dengan


mantap. Sedangkan menurut (Admin, 2010) adalah Usia 5 tahun anak sudah bisa
menuruni tangga dengan cepat, seimbang saat berjalan mundur, melompati
rintangan, melempar dan menangkap bola, dan melambungkan bola.(6)

KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN


1. Defenisi
Kuesioner Pra Skrining Perkembangan adalah suatu daftar pertanyaan singkat
yang ditujukan kepada para orang tua dan dipergunakan sebagai alat untuk
melakukan skrining pendahuluan perkembangan anak usia 3 bulan sampai
dengan 6 tahun. Bagi tiap golongan umur terdapat 10 pertanyaan untuk orang tua
atau pengasuh anak. Untuk memudahkan, selanjutnya Kuesioner Pra Skrining
Perkembangan disebut KPSP.(9)
2. Tujuan
KPSP dipakai untuk mengetahui perkembangan anak normal atau
ada penyimpangan.(9)
3.

Interpretasi KPSP
a.

Hitunglah berapa jumlah jawaban Ya

b.

Apabila jumlah jawaban Ya = 9 atau 10, perkembangan anak sesuai (S)


dengan tahap perkembangannya.

c.

Apabila jumlah jawaban Ya = 7 atau 8, perkembangan anak meragukan


(M), tentukan jadwal untuk dilakukan pemeriksaan ulang dua minggu
kemudian.

11

d.

Apabila jumlah jawaban Ya = 6 atau kurang, kemungkinan ada


penyimpangan (P) maka anak tersebut memerlukan pemeriksaan lebih
lanjut atau dirujuk.(9)

FLOW CHART

12

PJKLM a aeEP Ew nkrNS R i ua j kP Y uA bk s I t u Ma kKl n a e P n s S sgt Pit m i m s u e u l s a l u a s as i i n t e n s i f


anmbPusG eAnm U Ye l Nr aAKknui kGmeAgr u= A g a t un 2 nya a km k s i a n a n g a gtK u Pi t S u P
sN e b e l u m n y a

S
R
N
N

I
G

4. Cara Melakukan Pemeriksaan Ulang dengan KPSP


Pemeriksaan ulang dengan menggunakan KPSP dilaksanakan pada tiga keadaan
dibawah ini:(9)
Hasil KPSP negatif atau jumlah jawaban Ya = 9 atau 10, pemeriksaan ulang
dapat dilakukan

13

1) Tiap 3 bulan untuk usia dibawah 24 bulan


2) Tiap 6 bulan untuk usia 25 sampai 72 bulan
Walaupun demikian pemeriksaan yang lebih sering akan lebih baik.
Hasil KPSP dengan jawaban Ya = 7 atau 8, pemeriksaan ulang dilakukan dua
minggu kemudian setelah pemeriksaan pertama.
Hasil KPSP dengan jawaban Ya = kurang dari 7 atau pemeriksaan ulang tetap 78, anak perlu dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih lengkap.
5. Alat Atau Instrumen Yang Digunakan
a.

Formulir KPSP menurut umur. Formulir ini berisi 910 pertanyaan tentang
kemampuan perkembangan yang telah dicapai anak. Sasaran KPSP anak
umur 072 bulan.

b.

Alat bantu pemeriksaan berupa pensil, kertas, bola sebesar bola tenis,
kerincingan, kubus berukuran sisi 2,5 cm sebanyak 6 buah, kismis, kacang
tanah, potongan biskuit kecil berukuran 0,51 cm.(9)

6.

Hal Yang Harus Dilakukan Apabila Terjadi Penyimpangan Perkembangan


Yaitu dengan melakukan rujukan ke Rumah Sakit dengan menuliskan jenis dan
jumlah penyimpangan perkembangan (Gerak kasar, Gerak halus, Bicara dan
Bahasa, Sosialisasi dan Kemandirian). (9)

7.

Petugas Yang Dapat Melakukan Pemeriksaan Yaitu :(9)


1) Tenaga kesehatan
2) Guru TK, dan
3) Petugas PAUD terlatih

14

8.

Jadwal Pemeriksaan Atau Skrining KPSP Rutin


Jadwal pemeriksaan atau skrining KPSP rutin adalah pada umur 3, 6, 9, 12, 15,
18, 21, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60, 66 dan 72 bulan, jika anak belum mencapai
umur skrining tersebut, minta ibu datang kembali pada umur skrining yang
terdekat untuk pemeriksaan rutin. Apabila orang tua datang dengan keluhan
anaknya mempunyai masalah perkembangan sedangkan umur anak bukan umur
skrining maka pemeriksaan menggunakan KPSP untuk umur skrining terdekat
yang lebih muda.(9)

DAFTAR PUSTAKA
1.

Chamidah AN. Deteksi Dini Pertumbuhan dan Perkembangan Anak. Jurnal


Pendidikan Khusus. 2009;5(2):83.

15

2.

Dhamayanti M. Kuesioner Praskrining Perkembangan (KPSP) Anak. Sari


Pediatri. 2006;8(1):9-15.

3.

Ariani, Yosoprawoto M. Usia Anak dan Pendidikan Ibu sebagai Faktor Risiko
Gangguan Perkembangan Anak. Jurnal Kedokteran Brawijaya. 2012;27(2):11821.

4.

Syamsussabri M. Konsep Dasar Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta


Didik. Jurnal Perkembangan Peserta Didik. 2013;1(1):1-8.

5.

Soedjamiko. Deteksi Dini Gangguan Tumbuh Kembang Balita. Sari Pediatri.


2001;3(3):175-88.

6.

Safitri M. Gambaran Perkembangan Motorik Kasar pada Anak Usia 3-5 tahun
di Desa Matang Karieng Kecamatan Seunuddon Kabupaten Aceh Utara. 2012.

7.

Kania N. Stimulasi Tumbuh Kembang Anak Untuk Mencapai Tumbuh


Kembang yang Optimal. 2006.

8.

Hurlock

EB, Achir

JA.

Tinjauan

tentang Anak,

Pertumbuhan

dan

Perkembangan Anak Usia Dini, IQ, EQ, CQ dan Konsep Ruang Bagi Anak.
9.

Umiyah A. Hubungan Penggunaan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan


Balita Usia 13-59 Bulan.

16