Anda di halaman 1dari 8

Perencanaan Strategis SI/TI dengan Metode

Ward and Peppard


(Studi Kasus di Perusahaan Tekstil XYZ)
Eko Priyo Utomo

Eko Nugroho

Magister Teknologi Informasi


Gedung Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Lt.2,
Fakultas Teknik UGM
Jl. Grafika No.2, Yogyakarta 55281 INDONESIA
ekopriyou@gmail.com

Magister Teknologi Informasi


Gedung Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Lt.2,
Fakultas Teknik UGM
Jl. Grafika No.2, Yogyakarta 55281 INDONESIA
nugroho@ugm.ac.id

AbstractPenggunaan SI/TI telah menjadi hal yang wajib


digunakan di dunia industri saat ini. Perusahaan tekstil XYZ
telah menggunakan SI/TI dalam mendukung kelancaran
operasional bisnisnya. Namun SI/TI yang telah ada belum
dimanfaatkan secara optimal. Untuk mencapai tujuan
perusahaan, diperlukan strategi SI/TI yang selaras dengan
strategi bisnis. Paper ini akan mengkaji pembuatan rencana
strategis (renstra) SI/TI di perusahaan tekstil XYZ dengan
menggunakan metode Ward and Peppard. Penyusunan renstra
SI/TI diawali dengan analisis lingkungan internal dengan
menggunakan analisis value chain, SWOT (komponen SW) dan
CSF. Selanjutnya analisis lingkungan eksternal dengan
menggunakan metode PEST, Porters Five Forces, SWOT
(komponen OT). Tahap selanjutnya analisis lingkungan SI/TI
internal dengan metode McFarlan grid strategic serta analisis
lingkungan eksternal dengan melihat perkembangan serta tren
SI/TI yang digunakan pada industri tekstil. Hasil kajian dengan
menyusun renstra SI/TI yang dipetakan dalam beberapa aspek
seperti platform, aplikasi, infrastruktur, SDM, organisasi dan
tata kelola, yang akan digunakan perusahaan. Tahap akhir
dengan menyusun road map pengkajian dan pengembangan
aplikasi dan sistem informasi yang akan digunakan perusahaan
dimasa mendatang.
Keywordskeselarasan strategi bisnis dan strategi SI/TI,
renstra SI/TI, metode Ward Peppard

I.

PENDAHULUAN

Persaingan bisnis global dan perkembangan teknologi


informasi yang semakin cepat, telah merubah paradigma
perusahaan dalam menggunakan SI (sistem informasi) dan TI
(teknologi informasi). SI/TI telah menjadi alat utama
korporasi untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dan
memenangkan persaingan global [1]. Dengan penggunaan
SI/TI di harapkan dapat meningkatkan percepatan serta
peningkatan informasi sehingga tercipta efektivitas dan
efisiensi yang di butuhkan perusahaan. Rencana strategis SI/TI
merupakan salah satu pendekatan yang sistematis untuk
memenuhi kebutuhan informasi tersebut. Terdapat tiga sasaran
utama yang di harapkan dari penerapan strategi SI/TI dalam
sebuah organisasi, yaitu : memperbaiki efisiensi kerja dengan
melakukan proses otomasi proses dalam mengelola informasi,
meningkatkan efektivitas manajemen dengan menyediakan

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)


Yogyakarta, 21 Juni 2014

D-18

kebutuhan informasi untuk proses pengambilan keputusan dan


meningkatkan keunggulan kompetitif dengan merubah gaya
serta cara berbisnis. [2]
Perusahaan tesktil XYZ merupakan salah satu perusahaan
tekstil terbesar di Indonesia, yang terletak di kabupaten
Bandung, Jawa Barat. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah
karyawan yang mencapai ribuan orang, produk yang diekspor
sampai luar negeri dan dukungan mesin produksi modern.
Perusahaan XYZ menjadi salah satu produsen terlengkap yang
memproduksi mulai dari pembuatan serat, pemintalan pada
kain, pertenunan, benang sampai produk jadi seperti pakaian,
selimut, kaos kaki, sajadah. Perusahaan mempunyai banyak
departemen antara lain departemen spinning, knitting, dyeing,
weaving, polyester, celup hank, finishing, AJL (air jet loom),
pengolahan limbah, gudang, utility, IT, poliklinik. Saat ini,
perusahaan mengekspor 35% produknya ke seluruh konsumen
di berbagai negara seluruh dunia, 45% di ekspor ke
perusahaan-perusahaan di luar negeri dan sisanya 20% untuk
pasar domestik. Untuk menghadapi era perdagangan bebas
seperti AEC (Asean Economic Community) dan AFTA
(ASEAN Free Trade Agreement) 2015, perusahaan
membutuhkan arahan dan dasar untuk meningkatkan peran
SI/TI demi mewujudkan visi perusahaan menjadi perusahaan
tekstil berkelas dunia yang menjadi tolok ukur bagi
perusahaan tekstil lainnya. Fokus penelitian ini adalah
memberikan solusi kepada perusahaan tekstil XYZ melalui
penyusunan rencana strategis SI/TI, dengan memetakan sistem
informasi yang telah berjalan di perusahaan dan
mengidentifikasi kebutuhan sistem informasi yang dibutuhkan
perusahaan di masa mendatang.
II.

TINJAUAN PUSTAKA

Menurut Earl seperti dikutip oleh Indrajit [3], sebuah


organisasi membutuhkan rencana strategis SI/TI, untuk
menghindari beberapa kemungkinan, antara lain :
1. Pengembangan SI/TI yang tidak sejalan dengan strategi
organisasi.
2. Pembangunan SI/TI yang tidak terpola (sporadic) sehingga
tidak terjadi keterpaduan antara sub-sistem yang ada (tidak
terintegrasi, tidak holistik dan tidak koheren).

ISSN: 1907 - 5022

3. Implementasi SI/TI yang tidak mendatangkan manfaat


bagi stakeholder organisasi terkait.
4. Alokasi dana investasi SI/TI yang tidak sesuai dengan
kebutuhan organisasi yang seharusnya (under atau over
investment).
5. Penerapan berbagai modul sub-SI dan TI yang tidak
memperhatikan asas prioritas dan kritikalitas.
6. Kualitas SI dan TI yang relatif rendah dipandang dari
berbagai standar yang ada.
Agar penggunaan SI/TI dapat optimal di sebuah
organisasi, dibutuhkan strategi SI/TI yang selaras dengan
strategi bisnis. Untuk mengetahui tentang strategi bisnis suatu
organisasi, ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab antara
lain : mengapa bisnis dijalankan?, kemana arah dan tujuan
bisnisnya?, kapan tujuan tersebut dicapai?, bagaimana cara
untuk mencapai tujuan tersebut?, dan adakah perubahan yang
harus dilakukan? Keselarasan tersebut mutlak dilakukan agar
investasi SI/TI sesuai dan memberikan manfaat sesuai
kebutuhan organisasi. Strategi SI lebih menekankan pada
penentuan aplikasi atau sistem informasi yang dibutuhkan
organisasi atau menjawab pertanyaan apa. Sedangkan strategi
TI lebih menekankan pada pemilihan teknologi, infrastruktur
dan keahlian yang diperlukan untuk menerapkan aplikasi/SI
yang ada, atau menjawab pertanyaan bagaimana [4].

Gambar 2. Model perencanaan strategis SI/TI Ward and Peppard [2]

Hubungan antara strategi SI, strategi TI dan strategi bisnis


terlihat seperti pada Gambar 1.

2. Lingkungan bisnis eksternal, yang meliputi kondisi


ekonomi, politik, industri, iklim bersaing perusahaan.

Model perencanaan ini terdiri dari input dan output [5].


Analisis terhadap input/masukan terdiri dari :
1. Lingkungan bisnis internal, yang meliputi aspek strategi
bisnis saat ini, sasaran yang akan dicapai, sumber daya,
proses, budaya perusahaan.

3. Lingkungan SI/TI internal, yang meliputi tenologi


informasi yang digunakan saat ini, kematangan, kontribusi
terhadap pencapaian tujuan bisnis.
4. Lingkungan SI/TI eksternal, yang meliputi tren teknologi
serta peluang yang ditimbulkan, menggunakan SI/TI dari
luar (outsourcing), pelanggan, pesaing, pemasok.
Sedangkan output yang dihasilkan terdiri dari tiga yaitu :
1. Strategi bisnis SI, bagaimana masing-masing unit dapat
memanfaatkan SI/TI untuk mencapai tujuan bisnis
perusahaan.

Gambar 1. Hubungan antara strategi TI, strategi SI dan strategi bisnis

Perencanaan strategis SI/TI merupakan proses identifikasi


portofolio aplikasi SI berbasis komputer yang mendukung
organisasi dalam melaksanakan dan merealisasikan rencana
bisnisnya. Perencanaan strategis SI/TI juga mencakup
berbagai tool, teknik dan kerangka kerja yang digunakan pihak
manajemen untuk menyelaraskan strategi SI/TI dengan
strategi bisnis, bahkan mencari kesempatan baru dengan
penerapan teknologi yang inovatif [2].
Salah satu metodologi yang digunakan dalam perencanaan
stategis SI/TI adalah metodologi versi Ward and Peppard.
Gambar 2 menunjukkan model perencanaan strategis SI/TI
Ward and Peppard.

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)


Yogyakarta, 21 Juni 2014

D-19

2. Strategi TI, bagaimana kebijakan dan strategi untuk


mengelola teknologi dan sumber daya manusia.
3. Strategi manajemen SI/TI, bagaimana elemen-elemen
umum yang diterapkan melalui organisasi, memastikan
konsistensi penerapan SI/TI yang dibutuhkan perusahaan.
Ada beberapa metode analisis yang dapat digunakan dalam
perencanaan strategis SI/TI dengan metodologi ini, antara lain
: PEST, SWOT, analisis Five Forces Competitive, analisis
Value Chain, Critical Success Factors serta McFarlans
strategic grid. Hasil akhir dari perencanaan strategis SI/TI
dengan metodologi ini adalah sebuah portofolio aplikasi yang
akan datang (future application portfolio), yang menjadi dasar
untuk pengadaan atau perbaikan sistem berikutnya.

ISSN: 1907 - 5022

III. METODE PENELITIAN


Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode
deskriptif kualitatif [6], yang secara rinci terbagi menjadi 3
tahapan yaitu:
1. Tahap pertama, dengan melakukan identifikasi terhadap
lingkungan perusahaan melalui observasi, studi literatur
dan wawancara terhadap level manajemen perusahaan
seperti manajer IT, manajer pemasaran (lokal dan export
import), manajer operasional.
2. Tahap kedua, dengan melakukan analisis lingkungan
internal bisnis menggunakan analisis value chain, SWOT
(komponen SW), critical success factor,
analisis
lingkungan eksternal menggunakan analisis PEST, analisis
Porters Five Forces, SWOT (komponen OT), analisis
lingkungan internal SI/TI dengan mengidentifikasi sumber
daya SI/TI yang telah tersedia dan analisis lingkungan
eksternal SI/TI dengan mengidentifikasi kebutuhan SI/TI
berdasarkan penggunaan SI/TI relasi bisnis dan
perkembangan teknologi.
3. Tahap ketiga, dengan menyusun formulasi strategi bisnis
yang didukung oleh SI/TI, rencana strategis SI/TI yang
dipetakan dalam aspek platform, aplikasi, database,
infrastruktur, SDM, organisasi dan tata kelola, portofolio
SI serta roadmap aplikasi yang akan dikembangkan dan
digunakan untuk masa mendatang.
IV.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Setelah melakukan proses observasi, studi literatur dan


wawancara, dilakukan proses analisis lingkungan terhadap
perusahaan tekstil XYZ.

Analisis lingkungan bisnis internal perusahaan XYZ


dilakukan dengan tiga cara yaitu analisis terhadap rantai nilai
(value chain), analisis SWOT (komponen SW), critical
success factor.
Analisis rantai nilai dilakukan dengan memetakan seluruh
proses kerja yang ada di perusahaan menjadi 2 kategori yaitu
aktivitas utama dan aktivitas pendukung. Berdasarkan pada
dokumen organisasi serta melakukan pengamatan terhadap
tugas dan fungsi setiap departemen, gambar 3 menunjukkan
diagram value chain diperusahaan XYZ.
Sedangkan analisis SWOT (komponen SW), diperoleh
kekuatan dan kelemahan terhadap perusahaan tekstil XYZ
seperti terlihat pada Tabel 1.
TABEL 1. KEKUATAN DAN KELEMAHAN
Kekuatan (Strengths)

Kelemahan (Weakness)

Nama perusahaan sudah dikenal

SI/TI belum dimanfaatkan secara

secara

optimal

global,

baik

didalam

maupun luar negeri


Pengalaman

perusahaan

yang

sudah cukup lama

Website

perusahaan

belum

digunakan secara maksimal untuk


mendukung pemasaran produk

Dukungan

karyawan

yang

Penilaian

dan

pemantauan

jumlahnya ribuan dan beberapa

karyawan masih dilakukan secara

orang telah mempunyai

manual

skill

yang terlatih
Dukungan manajemen yang kuat

Mesin produksi kebanyakan telah


usang

sehingga

membutuhkan

biaya perawatan yang besar

A. Analisis Lingkungan Bisnis Internal


Memiliki hubungan dan relasi

Sistem informasi dalam banyak

Infrastruktur Perusahaan

yang

departemen

belum

Manajemen perusahaan, lokasi strategis, fasilitas


lengkap seperti pos keamanan, tempat parkir
karyawan, tempat ibadah, poliklinik, mess karyawan

supplier-supplier kelas dunia

dengan

baik

Pengembangan Teknologi
Mengembangkan sistem informasi dan teknologi
informasi, R&D serta pembaruan/perawatan mesinmesin produksi

Pembelian
Pembelian bahan baku produksi, peralatan kerja
dan energi untuk produksi
Logistik
keluar

dengan

terintegrasi
sehingga

untuk proses pelaporannya.

Perekrutan, pelatihan, pengembangan karyawan,


pemecatan

Operasi

seperti

membutuhkan waktu dan tenaga

Manajemen sumber daya manusia

Logistik
ke dalam

kuat

Value Added
Cost =
Margin

Analisis CSF (critical success factor) merupakan analisis


terhadap faktor-faktor penting yang harus diperhatikan untuk
menentukan kesuksesan perusahaan. Berdasarkan analisis
CSF, faktor-faktor penting yang ada pada perusahaan tekstil
XYZ, antara lain :
1. Mengutamakan kualitas produk dan kepuasan konsumen.
2. Pemasok yang kompeten.
3. Promosi yang optimal.
4. Pemanfaatan SI/TI secara lebih maksimal.

Pemasaran Pelayanan

Spinning
Promosi
Bahan
Dyeing Pengepakan Pameran
baku data Knitting Pemberian
Tender
label
pesanan Processing
Karyawan Finishing Pengiriman

B. Analisis Lingkungan Bisnis Eksternal


Analisis lingkungan bisnis eksternal dilakukan dengan
metode PEST, Porters Five Forces dan SWOT (komponen
OT). Analisis PEST digunakan untuk mengidentifikasi kondisi
lingkungan umum perusahaan yang meliputi aspek politik,
aspek hukum, aspek ekonomi, aspek sosial budaya dan aspek

Kualitas
Kuantitas
Waktu

Gambar 3. Value chain perusahaan XYZ

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)


Yogyakarta, 21 Juni 2014

D-20

ISSN: 1907 - 5022

teknologi. Berdasarkan analisis PEST terhadap perusahaan


tekstil XYZ, didapatkan hasilnya sebagai berikut.
1. Politik.
Keadaaan politik dalam negeri tidak terlalu memberikan
pengaruh terhadap kemajuan perusahaan. Kondisi politik yang
cukup memberikan pengaruh adalah ketika terjadi reshuffle
kabinet karena bisa dipastikan akan adanya regulasi baru
terkait dengan dunia industri seperti perpajakan, AMDAL, tata
niaga ekspor/impor garmen, ketenagakerjaan, manajemen
perusahaan dan lain sebagainya.
2. Ekonomi.
Kondisi ekonomi luar negeri yang tidak stabil membuat
nilai tukar mata uang dollar juga tidak stabil. Hal ini akan
berpengaruh terhadap harga produksi serta keuntungan
perusahaan karena pembelian bahan baku dari pemasok dan
penjualan ke konsumen luar negeri masih menggunakan kurs
mata uang dollar.
3. Sosial.
Kondisi sosial di lingkungan perusahaan dapat
mempengaruhi mental karyawan. Misalnya, ketika terjadi
demonstrasi maka para karyawan merasa tidak aman dan tidak
fokus pada pekerjaan. Namun kondisi sosial di perusahaan
cukup kondusif, hal ini terlihat dengan hubungan antara
perusahaan dengan masyarakat disekitar yang cukup baik.
Perusahaan mengadakan kegiatan-kegiatan sosial bagi
masyarakat setahun sekali seperti pengobatan gratis, sponsor,
sumbangan. Hubungan antara perusahaan dan karyawan juga
terjalin dengan baik seperti adanya serikat pekerja, yang juga
meningkatkan solidaritas antar karyawan.
4. Teknologi.
Penggunaan teknologi belum dimanfaatkan secara optimal
dan up to date, hal ini terlihat dengan penggunaan komputer
hanya pada beberapa departemen tertentu saja dan masih
menggunakan komputer versi lama.
Pendatang baru
Industri
garmen
konvensional

Pemasok
Taiwan
Korea
China

Pesaing dalam
negeri
PT. Polyfin Canggih
PT Sritex
PT. Pan Brothers
Pesaing luar negeri
China

Barang substitusi
Produk garmen dari
toko-toko serta
manufacturing
China

Pelanggan
Beberapa toko
pakaian dan
distributor di
seluruh
Indonesia
Perusahaan
garmen dan
manufacturing
dari luar
negerti seperti
Nike, Lemer

Gambar 4. Porters Five Forces perusahaan XYZ

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)


Yogyakarta, 21 Juni 2014

D-21

Analisis Porters Five Forces akan memberikan gambaran


mengenai bagaimana tingkat persaingan dalam lingkungan
bisnis industri tekstil dan tantangan dari pesaingnya. Hasil
diagram kompetitif tersebut digunakan sebagai dasar untuk
mengidentifikasi peluang dari eksternal perusahaan guna
pemanfaatan SI/TI yang dapat meningkatkan keunggulan
kompetitif bisnis yang dijalankan. Hasil analisis dengan
Porters Five Forces terlihat seperti gambar 4.
Sedangkan analisis SWOT (komponen OT) terhadap
perusahaan tekstil XYZ seperti terlihat pada Tabel 2 berikut
ini.
TABEL 2. PELUANG DAN ANCAMAN
Peluang (Opportunity)

Ancaman (Threat)

Kebutuhan konsumen terhadap

Kondisi ekonomi global yang

pakaian

masih tidak stabil

dan

produk

garmen

lainnya semakin meningkat


Kebijakan

pemerintah

yang

mendukung penggunaan produk

Harga bahan baku yang terus


meningkat

dalam negeri
Perbaikan

ekonomi

yang

dilakukan

pemerintah

untuk

Memiliki

pesaing

yang

juga

mempunyai segmen pasar keluar

mengatasi krisis ekonomi global

dan produk yang baik

Pengakuan pasar dunia terhadap

Era perdagangan bebas seperti

kualitas produk yang dihasilkan

AFTA sehingga produk garmen


dari berbagai

negara

ASEAN

dapat masuk ke pasar dalam


negeri

C. Analisis Lingkungan SI/TI Internal


Analisis lingkungan SI/TI internal dilakukan dengan
melihat aspek hardware, software, infrastuktur SI/TI yang
telah digunakan dalam perusahaan. Metode McFarlan
digunakan untuk memetakan aplikasi serta sistem informasi
yang digunakan berdasarkan kontribusinya terhadap
perusahaan. Hasil pemetaan diperoleh hasil seperti berikut.
TABEL 3. PORTOFOLIO SI SAAT INI
Strategic
Supply Chain Management

High Potential
Website resmi

Key Operational
Sistem Informasi Export Import
Sistem Informasi Penjualan
Sistem Informasi Delivery

Support
Sistem Absensi Karyawan
Outlook Express
LAN Messenger

Yang termasuk domain key operational adalah sistem


informasi export import, penjualan dan delivery, yang
digunakan antara lain untuk membuat PO (purchasing order),
approve/persetujuan PO, perbaikan PO, melihat stok barang di
gudang, penerbitan surat jalan, data piutang perusahaan, data
stok bahan, data produk, jadwal pengiriman dan lain

ISSN: 1907 - 5022

sebagainya. Apabila sistem ini mengalami gangguan, maka


operasional perusahaan akan terganggu.
Yang termasuk domain strategic adalah supply chain
management (SCM). Aplikasi SCM ini digunakan untuk
mendukung operasional perusahaan, memberikan keunggulan
kompetitif bagi perusahaan dari segi alur keluar masuk barang
serta mendukung jalannya strategi yang telah dirumuskan
perusahaan. Aplikasi ini hanya digunakan di departemen
gudang, belum merata pada semua departemen.
Yang termasuk domain high potential adalah website
resmi perusahaan, yang masih cukup sederhana dan belum
dikembangkan serta dimanfaatkan secara maksimal dalam
mempromosikan semua produk perusahaan dan penjualan
secara online.
Yang termasuk domain support adalah penggunaan
Outlook Express atau Microsoft Outlook untuk pengiriman
email. Outlook Express digunakan sebagai media
berkomunikasi perusahaan dengan pemasok atau konsumen.
Apabila sistem ini mengalami gangguan, kegiatan operasional
perusahaan tidak akan terganggu karena komunikasi masih
dapat dilakukan dengan media telepon, walaupun biayanya
juga tinggi. Aplikasi Outlook Express dan LAN Messenger
belum digunakan pada semua departemen.
Selanjutnya, portofolio SI/TI internal perusahaan, dapat dilihat
dari beberapa aspek sebagai berikut.
1. Aspek platform dan aplikasi
Aplikasi
yang
dibangun
kebanyakan
masih
menggunakan teknologi lama yaitu model file server
dimana database yang dipergunakan menggunakan file
DBF dan berjalan dimode DOS dengan Novell Netware
sebagai Netware Operating System.
Operating system dan aplikasi perkantoran yang
digunakan kebanyakan masih bersifat proprietary
seperti Windows dan Microsoft Office.
2. Aspek database
Database yang digunakan di lingkungan perusahaan
adalah dBase, Microsoft Access dan MySQL.
Departemen yang menggunakan sistem aplikasi sendiri,
menggunakan database yang terpisah dari pusat,
sehingga ketika ada proses sinkronisasi data untuk
pelaporan ke level manajemen membutuhkan waktu
yang lama.
3. Aspek infrastruktur
Proses absensi masih menggunakan mesin ketokan
manual, sehingga rentan terjadinya titip absen antar
karyawan.
Infrastruktur jaringan, untuk menghubungkan antar
departemen
menggunakan
kabel jaringan/UTP
(unshielded twisted pair), sehingga ketika terjadi
gangguan / kabel putus maka operasional perusahaan
akan terganggu.
Untuk layanan komunikasi, perusahaan sudah
menggunakan layanan email dan web server, PABX
konvensional dan akses telepon serta internet global.

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)


Yogyakarta, 21 Juni 2014

D-22

4. Aspek SDM, organisasi, tata kelola


Jumlah karyawan yang ribuan, namun kebanyakan
masih lulusan SMA/SMK serta belum mempunyai skill
yang cukup untuk memanfaatkan SI/TI secara optimal.
Terkait tata kelola TI, manajer masing-masing
departemen di berikan kewenangan untuk membuat
atau mengadakan sistem informasi baru bagi
departemen bersangkutan.
D. Analisis Lingkungan SI/TI Eksternal
Analisis lingkungan SI/TI eksternal dilakukan dengan
melihat kondisi umum perkembangan SI/TI serta tren SI/TI
yang akan digunakan pada industri tekstil. Dari hasil analisis
ini, diperoleh hasilnya seperti terlihat pada Tabel 4.
TABEL 4. TREN SI/TI PADA INDUSTRI TEKSTIL
Tren SI/TI
Layanan SI/TI berbasis web

Keterangan
Sangat
semua

diperlukan karena
sistem

hampir

informasi

yang

digunakan di industri tekstil saat ini


berbasis web
Sistem informasi terintegrasi

Sangat

diperlukan

karena

mempercepat proses pelaporan dan


analisis level eksekutif perusahaan
Layanan berbasis mobile

Sangat

diperlukan

memudahkan

akses

karena
diberbagai

perangkat dan setiap saat


Sistem keamanan

Perlu ditingkatkan karena kejahatan


melalui

dunia

maya

semakin

meningkat yang dapat mengganggu


operasional SI/TI perusahaan
Outsourcing pengembangan

Hal ini untuk mengatasi keterbatasan

sistem

perusahaan dalam mengembangkan


SI/TI,

padahal

perusahaan

membutuhkan dengan segera


Server yang memadai

Diperlukan untuk melayani kebutuhan


akses selama 24 jam

Storage / media penyimpanan

Diperlukan karena berbagai data yang

yang besar

disimpan

saat

ini

membutuhkan

memori yang semakin besar, seperti


data gambar, video
Outsourcing infrastruktur

Dilakukan

untuk

efisiensi

dan

efektivitas investasi karena jika beli


sendiri

terlalu

mahal

dan

tidak

dimanfaatkan secara maksimal

E. Rencana Strategis SI/TI


Dari hasil analisis lingkungan eksternal/internal serta SI/TI
eksternal/internal, dilakukan
matriks SWOT untuk

ISSN: 1907 - 5022

merumuskan strategi yang dapat dilakukan, seperti terlihat


pada Tabel 5.
TABEL 5. MATRIKS SWOT
Opportunities (O)

Threat (T)

Strength (S)
Strategi SO
Peningkatan produksi
Menggiatkan
pemasaran

Strategi ST
Tetap
menjalin
hubungan baik dengan
supplier
dan
konsumen
Produk yang variatif
dan terjangkau oleh
konsumen

Weakness (W)
Strategi WO
Membangun
dan
meningkatkan
sistem
informasi
yang ada
Peremajaan mesin
produksi
Strategi WT
Mendorong
penerapan
sistem
informasi
terintegrasi
Menganalisa potensi
pasar dengan lebih
teliti

Perusahaan mencanangkan 3 strategi bisnis yang akan


didukung dengan SI/TI, yaitu :
1. Cost
leadership,
artinya
berusaha
untuk
menghasilkan produk serta pelayanan dengan biaya
yang paling murah dalam ranah industri tekstil. SI/TI
akan di gunakan untuk membantu dengan
menurunkan
beban
pekerjaan
administrasi,
penjadwalan, biaya inventaris dan lain sebagainya.
2. Differentiation, artinya berusaha menjadi unik dalam
industri tekstil, misalnya dengan menyediakan
produk-produk yang berkualitas tinggi dengan harga
yang bersaing. SI/TI dengan berbagai macam
turunannya akan di gunakan untuk membantu dengan
menambahkan keistimewaan terhadap produk atau
jasa yang di hasilkan.
3. Focus, artinya berusaha untuk memilih segmen pasar
dengan jangkauan yang tertentu untuk mencapai
strategi cost leadership maupun diferensiasi dalam
segmen industri tekstil.
Sehingga ada tiga hal utama yang akan dijalankan
perusahaan selama 5 tahun kedepan agar SI/TI dapat
mendukung strategi perusahaan yaitu :
1. Terkait infrastruktur dan keamanan (jaringan serta
sistem informasi).
2. Terkait penggunaan dan integrasi sistem informasi
antar departemen.
3. Terkait penggunaan secara intensif aplikasi serta
layanan TIK yang ada dalam perusahaan.
Sedangkan rencana strategis SI/TI perusahaan XYZ dapat
dipetakan menjadi beberapa bagian sebagai berikut.
1. Kebutuhan aspek platform dan aplikasi
Melakukan migrasi aplikasi dari yang berbasis
DOS atau dekstop menjadi berbasis web.
Penggunaan sistem operasi yang berbasis opensource seperti IGOS Nusantara. Pemilihan IGOS
Nusantara karena selain antar mukanya berbahasa

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)


Yogyakarta, 21 Juni 2014

D-23

Indonesia juga disesuaikan dengan kemampuan


karyawan agar dapat digunakan secara optimal.
Proses migrasi sistem informasi, sistem operasi
dan aplikasi perkantoran akan dilakukan secara
bertahap dan tidak mengganggu jalannya
operasional perusahaan.
Melakukan update dan perbaikan website resmi
perusahaan, dengan menambahkan fitur interaksi
dengan konsumen serta penjualan online.
Perusahaan akan menggunakan layanan web EDI
untuk proses pertukaran data/informasi secara
elektronik seperti pengesahan surat jalan ke Bea
Cukai. Layanan ini akan dapat dijalankan secara
online dari dalam perusahaan sehingga akan
menghemat waktu dan tenaga.
2. Kebutuhan pangkalan data
Proses integrasi data antar departemen sehingga
memudahkan pelaporan, akan dimulai dengan
proyek data warehouse pada tahun 2014, dengan
mengumpulkan dan mentransformasikan data
dalam sebuah repository data.
Perlu dirumuskan entitas data yang standar
sehingga menjadi acuan bagi seluruh departemen.
3. Kebutuhan aspek infrastruktur
Untuk proses absensi, akan digunakan mesin
absensi sidik jari/fingerprint. Mesin ini akan
langsung diintegrasikan dengan sistem informasi
kepegawaian sehingga dapat diketahui secara
langsung kondisi absen masing karyawan.
Peremajaan dan perbaikan mesin-mesin produksi
yang sudah tua dengan mendatangkan teknisi dari
China, Taiwan dan India serta mengoptimalkan
penggunaan TI dalam mesin produksi seperti
penggunaan mikrokontroller.
Peningkatan bandwith internet, terutama untuk
bagian export import.
Pengaturan pemakaian media sosial seperti
facebook, twitter bagi karyawan. Diperbolehkan
hanya sebagai media komunikasi, promosi dan
pada jam tertentu saja.
Penggunaan layanan cloud apps seperti calendar,
docs, drive serta layanan TI berbasis internet
seperti telepon berbasis VOIP, teleconference
(digunakan untuk rapat online antara kantor pusat
di Bandung dan Jakarta).
Upgrade bandwith pada sisi backbone jaringan
melalui media fiber optic. Hal ini dibutuhkan
untuk
menunjang kelancaran
operasional
perusahaan yang akan membutuhkan tingkat
transfer data yang tinggi.
Perusahaan akan membangun layanan komunikasi
berbasis teknologi gabungan PABX dan VOIP.
Pengembangan
kedepan
akan
lebih
mengutamakan teknologi VOIP yang dapat
mengintegrasikan antara telepon tradisional dan
wireless. PABX akan tetap digunakan untuk
komunikasi yang bersifat emergency.

ISSN: 1907 - 5022

4.

Kebutuhan aspek SDM, organisasi, tata kelola


Perusahaan akan menambah divisi baru dibawah
departemen TI yaitu pelatihan/training, seperti
terlihat pada Gambar 5. Tugas divisi baru ini
adalah menyeleksi karyawan berprestasi dari
departemen untuk dilatih atau dikirim mengikuti
seminar, workshop hingga program studi lanjut.

Selanjutnya, penerapan rencana strategis disusun dalam


bentuk road map berupa pengkajian, pengembangan dan
implementasinya, terlihat seperti pada tabel 7.
TABEL 7. ROADMAP RENCANA STRATEGIS SI/TI
No
1.
2.

Manajer TI

3.

Pengembangan
SI/TI

Maintenance
dan
Infrastruktur

4.

Pelatihan

5.

Gambar 5. Penambahan divisi baru di departemen TI

Perlunya kebijakan terkait standar dalam


mengelola vendor. Departemen TI akan membuat
kriteria dan tata cara pengelolaan vendor sehingga
dapat dipilih vendor yang sesuai dengan
kebutuhan perusahaan.
Untuk pengadaan sistem informasi di departemen
internal perusahaan harus mendapat persetujuan
dari manajer TI, agar mempermudah tahap
integrasi sistem, pengembangan lebih lanjut dan
pemeliharaan sistem.
Dari hasil analisis kebutuhan yang diperlukan perusahaan,
portofolio SI yang diperlukan oleh perusahaan tekstil XYZ di
masa mendatang terlihat seperti Tabel 6.
TABEL 6. PORTOFOLIO SI MASA MENDATANG
Strategic
Supply
Chain
Management
Sistem
Informasi
Terintegrasi
Sistem
informasi
penggajian
(payroll)
Aplikasi untuk
desain
grafis
dengan Corel atau
Photoshop
Customer
Relationship
Management
Key Operational
Sistem
Informasi
Export Import
Sistem
Informasi
Penjualan
Sistem
Informasi
Delivery

Ditingkatkan
Belum ada

High Potential
Website resmi
Aplikasi
berbasis
mobile

Ditingkatkan
Belum ada

Belum ada

6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.

Perencanaan
Perekrutan tenaga SI/TI
baru
Pembentukan divisi baru
di departemen TI
Pembangunan
dan
peningkatan
jaringan
kabel dan wireless
Penguatan
keamanan
aplikasi
dan
sistem
informasi
Pembangunan
sistem
informasi
terintegrasi
dan pangkalan data
Pengadaan server baru
Pengkajian tata kelola
TIK perusahaan
Pembangunan
sistem
informasi berbasis web
Pengkajian
aplikasi
berbasis mobile
Implementasi
sistem
informasi terintegrasi
Implementasi
sistem
informasi berbasis web
Pembangunan aplikasi
berbasis mobile
Implementasi
aplikasi
berbasis mobile

2014

2015

2016

2017

2018

Acuan rencana strategis ini akan dapat diterjemahkan


menjadi rencana operasional perusahaan, dengan selalu
memperhatikan keseimbangan antara sistem, prosedur dan
perangkat kerja dengan karakter dan kompetensi karyawan.
Sehingga penerapan rencana strategis SI/TI di perusahaan
XYZ tidak akan menciptakan ketidaksesuaian psikologis,
tidak menyebabkan inefisiensi, tidak terlalu banyak merubah
struktur kerja serta tidak menyalahi nilai-nilai dan
karakteristik lokal. Dengan demikian, rencana strategis SI/TI
akan selalu selaras dengan strategi bisnis perusahaan untuk
mewujudkan visi misi perusahaan.

Belum ada

V.

Berdasarkan hasil analisis


kesimpulan sebagai berikut:

Belum ada

Ditingkatkan

Ditingkatkan

KESIMPULAN

Support
Sistem Absensi
Karyawan
Outlook
Express
LAN
Messenger

Ditingkatkan

Ditingkatkan
Ditingkatkan

Ditingkatkan

dapat

diambil beberapa

1. Rencana strategis (renstra) SI/TI yang dibuat dapat


menyelaraskan strategi bisnis dan strategi SI/TI untuk
mendapatkan keunggulan kompetitif berkelanjutan bagi
perusahaan.
2. Proses perencanaan strategis SI/TI dimulai dengan
mengidentifikasi visi, misi, tujuan perusahaan, selanjutnya
dilakukan proses analisis lingkungan internal dan eksternal
serta identifikasi lingkungan SI/TI internal dan eksternal.
3. Rencana strategis yang dihasilkan adalah rencana
perusahaan terkait infrastruktur dan keamanan, integrasi

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)


Yogyakarta, 21 Juni 2014

D-24

ISSN: 1907 - 5022

sistem informasi antara departemen, penggunaan secara


intensif aplikasi dan TIK yang ada dalam perusahaan.
Selain itu juga dihasilkan pemetaan dan peningkatan dalam
hal platform dan aplikasi, pangkalan data, infrastruktur,
SDM, organisasi dan tata kelola serta portofolio SI untuk
masa mendatang.
4. Dihasilkan road map rencana strategis SI/TI yang berupa
pengembangan, pengkajian dan implementasi SI/TI yang
sejalan dan mendukung visi misi perusahaan.
REFERENSI
[1]

[2]
[3]

[4]
[5]

[6]

Haron.H, Md. Sabri.S, Naim Zolkarnain. Z, A Situational Analysis of


Strategic Information System Planning in the Context of A Malaysian
SME, International Conference on Research and Innovation in
Information System, pp. 539 543, 2013.
Ward, J. & Peppard, J., Strategic Planning for Information System (2nd
ed.), John Wiley & Sons, 2002.
Indrajit, Richardus Eko, Kerangka Konseptual Master Plan Sistem
Informasi Korporat, Jurnal Sistem Informasi, MTI-UI, vol.1, no.1, pp.
11-17, September 2005.
Earl, M.J., Management Strategies for Information Technology, Prentice
Hall, 1996.
Setiawan.A, Ilman.B, Perencanaan Strategik Sistem Informasi pada
Perusahaan Penerbitan dengan Metode Ward Peppard : Studi Kasus pada
Penerbit Rekayasa Sains Bandung, Jurnal Manajemen Teknologi, SBM
ITB, vol.11, no.3, 2012.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Alfabeta,
Bandung, Desember 2012.

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)


Yogyakarta, 21 Juni 2014

D-25

ISSN: 1907 - 5022