Anda di halaman 1dari 6

PEMBUATAN GAME EDUKATIF 2D AISHE THE EXPLORE

MENGGUNAKAN ADOBE FLASH CS 6


Nanda Syahama El haq1), Emha Taufiq Luthfi ST, M.Kom2)

3.

Abstract : The development of computer


technology is
currently very rapidly,
as we
know in Government and
private agencies, prefer
the use of
computer
technology to
complete its
work. One of the current technological development is
favored by the
public
at
large that the
game
(Games).Its manufacture need to be supported with
software that
provides facilities
for making
the game, itself, one of the softwarethat provides
the facilities of making games is Adobe Flash. Adobe
Flash is a piece of software that are familiar, be
it adesktop-based gaming and mobile.
Explore this game The Aishe intended for chil
dren with a range of ages 4 7 years. This game was
made with the intention to help the children get to
know the
various basic
colors, put
together a
puzzle and learning numeracy. Expected by
the
existence of this game, children can learn and play so
that the motor system and the creativity of the child will
be increased.
Keywords: games, Desktop, Adobe Flash, education

4.

Mengubah cara belajar konvensional menjadi


cara belajar simulasi dengan game edukasi.
Mengembangkan kreativitas anak, karena
dalam game edukasi memiliki unsur tantangan,
ketepatan, daya nalar dan etika.

1.4 Metode Penelitian


Metode penelitian yang digunakan penulis
dalam penelitian ini meliputi beberapa tahap yaitu:
1. Pengumpulan Data
Pada metode ini terdapat beberapa tahapan yang
kami lakukan, antara lain sebagai berikut:
a. Melakukan Tinjauan Pustaka
Untuk mendapatkan hasil informasi yang
maksimal dalam memenuhi tujuan dari perancangan
games ini, maka penulis juga melakukan tinjauan
pustaka atau studi literatur dengan mempelajari
buku-buku literatur dan jurnal-jurnal
yang
berhubungan dengan perancangan games.
b. Metode Kearsipan
Metode pengumpulan data berdasarkan data
data yang sudah ada untuk dianalisa dan dipelajari.
2.
Analisis Sistem
Pada tahap analisis data terhadap sistem
penulis menggunakan analisis SWOT (Strength,
Weaknes, Opportunity, Threath). Analisis SWOT
adalah sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi
yang bersifat deskriptif ( member gambaran).
Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi
sebagai factor masukan yang kemudian
dikelompokkan menurut kontribusinya masing
masing .
3. Metode Perancangan dan Implementasi
Pada metode ini akan dilakukan pembagian
tahapan pada aplikasi games.
a.
Planning
Pada tahap ini dilakukan perencanaan untuk
proses pengembangan games dengan menentukan
titik atau fokus yang perlu dilakukan .
b. Modelling
Dalam proses ini hasil dari perencanaan diatas
akan di implementasikan ditahap modeling ini.
c.
Construction
Pada tahap ini dilakukan proses coding untuk
menerjemahkan perancangan games yang telah
dibuat dan dilanjutkan dengan pengujian apakah
game yang dibuat sesuai target atau tidak.

1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
Salah satu perkembangan teknologi saat ini
yang digemari oleh masyarakat luas yaitu
permainan (Games). Perkembangan game di dunia
semakin pesat, tidak terkecuali di Indonesia. game
saat ini sudah menjadi alternatif hiburan dan juga
sebagai media pembelajaran. Industri dan bisnis
pengembangan game juga sudah menjadi suatu hal
yang menjanjikan, terbukti dengan banyaknya
perusahaan pengembang game di Amerika, Eropa
dan Asia.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah di
uraikan maka dapat diambil rumusan masalah
yaitu, Bagaimana Membuat Game Edukatif 2D
Aishe The Explore Menggunakan Adobe Flash
Cs6 dengan menarik agar minat belajar dan
kreatifitas anak berkembang ?
1.3 Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah diatas ,adapun
tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Mengasah Konsentrasi anak usia dini.
2. Memainkan game sesuai umur.
1

2.

4. Object
Merupakan sebuah hal yang penting dan biasanya
digunakan pemain untuk memecahkan masalah.
Adakalanya pemain harus mempunyai keahlian dan
pengetahuan untuk bisa memaninkannya
5. Text, grafik dan sound
Game biasanya merupakan kombinasi dari media
teks, grafik maupun suara, walaupun tidak harus
semuanya ada dalam permainan game .
6. Animasi
Animasi selalu melekat pada dunia game ,
khususnya untuk gerakan karakter yang ada dalam
game.
7.
User Interface
Merupakan fitur-fitur yang mengkomunikasikan
user dengan game.

Landasan Teori

Game merupakan kata yang berasal dari bahasa


inggris yang mempunyai arti permainan. Game ini
pun tidak sembarangan, karena di dalamnya terdapat
aturan yang harus dipahami oleh penggunanya. Di
dalam game juga ada alur yang terarah yang sudah
tersusun pada level permainan. Bermain game sudah
dapat dikatakan sebagai life style masyarakat di
masa kini. Dimulai dari anak-anak hingga orang
dewasa pun menyukainya. 1
2.1 Jenis Game

Game memiliki banyak jenis, tetapi penulis


hanya mengambil beberapa , diantaranya :
1. Edutainment
Game jenis ini biasanya dibuat lebih spesifik untuk
tujuan
tertentu.Sebagai
contohnya
game
pembelajaran bahasa inggris untuk anak SD.

2.3 Tahap tahap Pembuatan Game

1. Genre Game
Pada tahap ini terlebih dahulu memikirkan
genre game apa yang akan dibuat. Pemilihan
jenis game yang sesuai dengan kemampuan
yang dimiliki,cepat dan mudah dalam proses
pembuatanya.
2. Tools
Menetukan tools yang akan digunakan.
Gunakan tool tertentu untuk mempermudah
proses pembuatan game yang akan dibuat.
3. Gameplay
Gameplay adalah sistem jalannya game
tersebut, mulai dari menu, area permainan, save,
load, game over, story line, misiion sukses,
mission failed, cara bermain dan sistem lainnya
harus ditentukan. Semua sistem yang digunakan
dalam game disebut dengan gameplay.
4. Grafis
Setelah membuat gameplay selanjutnya
menentukan grafis yang akan digunakan. Jenis
grafis secara sederhana dapat dibagi menjadi
tiga jenis yaitu jenis kartun, semi realis, atau
realis. Pilih jenis grafis yang sesuai dengan
kebutuhan, kemudian pilih software apa yang
akan digunakan dalam membuat gambarnya.
5. Suara
Tanpa suara akan membuat game kehilangan
nilainya, karena itulah pilih suara yang ingin
digunakan dalam permainan. Pilihan suara bisa
dibagi-bagi menjadi beberapa bagian seperti
bagian menu, save menu, load menu, shoot, dead,
mission sukses, mission failed, loading dan
bagian-bagian lainnya, pemilihan suara yang
digunakan harus seirama, kemudian pilih
software yang akan digunakan untuk membuat
atau mengedit suara yang akan digunakan dalam
game.

2. First Person Shooter


Game ini menampilkan sudut pandang orang
pertama, biasa yang Nampak hanya tangan dan
senjata player. Sebagai contoh Game Saurbatten.
3. Real Time Strategy
Game ini lebih menekankan pada kehebatan
strategi pemainya, dan biasanya pemain
memainkan lebih dari satu karakter.
4. Adventure
Game ini menuntut pemainya untuk cepat tanggap,
cepat merespon, dan lincah. Dalam game
petualangan
pemain
dituntut
kemampuan
berfikirnya untuk menganalisa tempat secara visual,
memecahkan teka-teki maupun menyimpulkan
rangkaian peristiwa menggunakan benda-benda
yang diletakkan di tempat yang tepat.
2.2 Elemen Dasar Game
Elemen Dasar Game Menurut Teresa Dillon
elemen-elemen dasar sebuah game adalah :
1. Game Rule
Game rule merupakan aturan perintah, cara
menjalankan, fungsi objek dan karakter di dunia
permainan yang dipakai sebagai setting tempat dalam
permainan itu sendiri.
2. Plot
Plot biasanya berisi informasi tentang hal-hal
yang akan dilakukan oleh pemain secara detail , dan
hal yang harus dicapai dalam game tersebut.
3. Thema
Sebuah Game biasanya terdapat pesan moral
yang akan disampaikan. Character atau Pemain yang
memiliki ciri dan sifat tertentu.

Anggara, 2008.Memahami Teknik Dasar Pembuatan Game Berbasis


Flash. Yogyakarta : Gava Media.

sistem,

6.

Pembuatan
Sudah adanya persiapan yang matang
memudahkan pembuat game untuk segera membuat
game sesuai dengan waktu yang sudah dikehendaki.
7.
Publishing
Ketika sudah selesai dalam segala proses
pembuatan game, publish game menjadi setup jika
game harus diinstal terlebih dahulu sebelum
dimainkan atau dipublish menjadi.exe jika game dapat
langsung dimainkan tanpa harus menginstallnya
terlebih dahulu, metode mempublish tergantung
dengan tool yang digunakan untuk proses pembuatan
game.

mulai

dari

analisis

masalah,

analisis

fungsional dan analisis non-fungsional. Sedangkan


untuk tahap perancangan di mulai dengan melakukan
perancangan sistem dan perancangan antarmuka yang
akan digunakan untuk diterapkan pada aplikasi.
3.2

Analisis Game
Game
sering digunakan sebagai
media hiburan atau media simulasi pembelajaran
yang efektif. Dalam penelitian ini, peneliti mencoba
membuat game dengan memadukan unsur hiburan
dan sarana
pembelajaran
untuk melatih
ketangkasan, kreatifitas anak anak usia dini.

2.4 Teknik Menciptakan Animasi


Tahap Awal pembuatan game ini dengan
menentukan genre game yang akan digunakan. Ada
beberapa jenis game yaitu Edutaiment, First Person
Shooter , Real Time Strategy dan Adventure. Dalam
penilitian ini game yang dibuat adalah Edutainment.
Game ini terdapat 3 zona yaitu Zona bermain, Zona
belajar dan Zona berhitung.

Terdapat beberapa teknik pembuatan animasi, yaitu:


1. Teknik animasi Hand Drawn : teknik animasi klasik
yang mengandlkan kemampuan tangan untuk
membuat gambar frame per frame secara manual.
Semua digambar dengan tangan, kemudian gambar
foreground dan background
ditumpuk secara layering dan kemudian di potret satu
persatu, hingga menghasilkan animasi yang utuh.

Ide pembuatan game ini berawal ketika


melihat film kartun yang disiarkan salah satu Tv
Swasta Indonesia, yang banyak digemari anak
anak yaitu Dora The Explorer.

2. Teknik Animasi Stop Motion : animasi ini dibuat


untuk dengan menggerakan objek. Objek digerakkan
sedikit demi sedikit kemudian diambil gambarnya satu
persatu setiap pergerakan objeknya.
3.

Tahap analisis merupakan tahap yang


paling penting, tahap ini dilakukakn setelah tahap
perencanaan game dilakukan dan sebelum tahap
mendesain game.

Teknik Animasi Hand Drawn : pada teknik ini,


gambar sketsa kasar dibuat manual dengan tangan
kemudian di Scan untuk kemudian diberi warna dan
finishing
dengan
bantuan
software/aplikasi
Komputer .

3.4

2.5 Perangkat Lunak yang digunakan


2.5.1 Adobe Flash

3.4.1

Strenghth ( Kekuatan)
Kekuatan dari game Aishe the Explore
adalah game yang memadukan memadukan
pendidikan dan hiburan. Pemain diajak untuk
berpetualang di 3 Kota berbeda sesuai level yang
sudah dimainkan. Penulis membuat game ini
berdasarkan referensi daro reality show Dora the
Explorer yang sangat digemari anak anak usia
dini. Inilah tujuan penulis, karena game ini
ditujukkan untuk anak usia dini dengan kisaran
umur 4-7 tahun.
3.4.2
Weaknes (Kelemahan)
Kelemahan game ini hanya memiliki
tampilan 2 dimensi, hanya dapat dimainkan

Flash merupakan salah satu teknologi komputasi


multimedia. Multimedia diartikan sebagai kombinasi
dari teks, grafik, animasi suara dan video yang
digabung menjadi satu kesatuan kerja yang
menghasilkan suatu informasi yang memiliki nilai
komunikasi interaktif yang sangat tinggi bukan hanya
dilihat sebagai hasil cetakan melainkan dapat didengar,
membentuk simulasi dan animasi yang memiliki seni
grafis yang sangat tinggi dalam penyampaiannya.
3.

Analisis SWOT
AnalisisSWOT adalah metode perencanaan
strategis yang digunakan untuk mengevaluasi
kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses),
peluang (opportunities), dan ancaman (threats)
dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis 1.

Analisis
Pada tahap analisis dan perancangan sistem ini
diperlukan tahapan sistematis agar aplikasi yang akan
dibuat sesuai dengan kegunaan dan tujuannya. Tahap

Analisis
http://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_SWOT
pada tanggal 29 agustus 2014 pukul 10.20

pertama dari analisis adalah melakukan analisis

Swot,
diakses

singleplayer. Game ini juga belum menyediakan


fasilitas online.
3.4.3 Opportunity (Peluang)
Game ini tidak membutuhkan memori yang
besar.bisa langsung dimainkan tanpa harus
terkoneksi ke internet. Bisa dijalankan di sistem
operasi windows 7 maupun windows 8.
3.4.4 Treat (Ancaman)
Ancaman dari pembuatan game Aishe The
Explore adalah adanya kemiripan dengan reality
show Dora The Explorer jadi para pemain sudah
sedikit ketebak dengan alur/ cerita permainan ini.
3.5

1.
2.
3.

3.7 Perancangan Game


Dalam perancangan game ini terdapat
beberapa tahap tahap pembuatan game 2 yaitu :
1. Menentukan Genre Game
Game Edukasi Aishe the Explore ini termasuk
kedalam genre Edutaiment, karena game ini dibuat
untuk tujuan tertentu dan lebih spesifik untuk media
pembelajaran anak usia dini
2. Menetukan tools
Dalam pembuatan game Aishe the Explore
diperlukan beberapa tool yaitu :
a. Adobe Flash Cs 6
Flash merupakan software yang memiliki
kemampuan
menggambar
sekaligus
menganimasikanya, serta mudah dipelajari (M.
Amarullah Akbar et al, 2008). Adobe flash Cs6
adalah salah satu aplikasi membuat animasi yang
sudah tidak asing lagi di pakai orang awam. Flash cs
6 menjadi program animasi cukup populer karena
tampilan fungsi dan pilihan palet yang beragam
serta kumpulan tool yang sangat lengkap dlam
proses pembuatan karya animasi.

Analisis Kebutuhan User


Selain dibutuhkannya perangkat lunak dan
perangkat keras agar sistem berjalan dengan baik,
user juga sangat dibutuhkan dalam penggunakaan
aplikasi game ini. Adapun spesifikasi user yang
dibutuhkan adalah :
Mengerti dalam mengoperasikan aplikasi.
Mampu membaca .
Dapat menggunakan mouse dan keyboard.

3.6

Analisis Kelayakan Sistem


Dokumen yang dihasilkan dari tahapantahapan sebelumnya dikumpulkan menjadi suatu
proposal pendahuluan proyek.Untuk memastikan
usulan tersebut bisa diteruskan menjadi proyek
yang menguntungkan maka proposal proyek harus
dievaluasi kelayakannya dari berbagai segi
kelayakan, yaitu 1:
3.6.1 Kelayakan Teknologi
Dari segi kelayakan teknologi game
Aishe The Explore berbasis desktop ini
dikatakan layak karena untuk memainkan game
ini tidak membutuhkan spesifikasi komputer
yang besar.
3.6.2 Kelayakan Operasional
Dari segi operasional aplikasi ini
dikatakan layak, karena saat ini sudah banyak
game edukasi
yang
membantu media
pembelajaran anak usia dini. Dan terbukati anak
anak lebih tertarik bermain sambil belajar
daripada harus belajar di depan buku saja.
3.6.3

b. Adobe Photoshop Cs 5
Photoshop, adalah perangkat lunak editor citra
buatan Adobe Systems yang dikhususkan untuk
pengeditan
foto/gambar
dan
pembuatan
efek. Photoshop juga memiliki hubungan erat
dengan beberapa perangkat lunak penyunting media,
animasi, dan authoring buatan-Adobe lainnya. File
format asli Photoshop, .PSD, dapat diekspor ke dan
dari Adobe ImageReady. Adobe Illustrator, Adobe
Premiere Pro, After Effects dan Adobe Encore
DVD untuk
membuat
DVD
profesional,
menyediakan
penyuntingan
gambarnonlinear danlayanan specialeffect seperti background, t
ekstur, dan lain-lain untuk keperluan televisi, film,
dan situs web. Sebagai contoh, Photoshop CS dapat
digunakan untuk membuat menu dan tombol
(button) DVD.
c. Action script 2.0
Action script 2.0 (tahun 2000-2003) mulai
dipergunakan dengan minimal dimainkan di flash
player 7. Action script ditulis pada panel actions,
penulisan nya dapat dilakukan pada 3 tempat yaitu
pada movie clip, button dan frame. Ketiga tempat
tersebut mempunyai aturan penulisan yang berbeda.

Kelayakan Hukum
Secara hukum, sistem ini tidak
menyalahi aturan dan undang undang karena
Adobe Flash CS6 merupakan bagian dari adobe
collections. Software yang digunakan dalam
pembuatan game ini juga bersifat legal dan
gratis.

d. CorelDrawX7
Coreldraw X7 dirilis bulan maret 2014, editor
grafis vektor yang dikembangkan dan dipasarkan
oleh Corel Corporation of Ottawa, Kanada. Sering
juga disebut Corel Graphics Suite, yang menyatu
dengan CorelDraw dengan editor gambar bitmap,
Corel Photo-Paint, dan program grafis lainnya yang

http://journal.amikom.ac.id/index.php/KIDA/article/vie
wFile/4515/2282 di akses tanggal 2 september pukul
10.15

Ariesto Hasi Sutopo, 2003. Multimedia Interaktif


dengan flash, Yogyakarta : graha ilmu
4